Kita Hanya Dapat Memasuki Kerajaan Surga dengan Melakukan Kehendak Tuhan (Bagian Satu)
Oleh Saudari Xinshou, Amerika Serikat Isi Saat Perubahan Tak Terduga Menimpaku, Aku Terjebak dalam Kebingungan Kebingungan Tentang...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Dahulu, aku adalah pengawas penggajian untuk pemerintah salah satu negara bagian di Venezuela. Aku harus menangani masalah penggajian dan banyak permintaan orang setiap hari. Pekerjaan adalah fokusku sehari-hari, dan meskipun aku cukup sibuk, hidupku selalu sangat damai. Saat pandemi tiba-tiba melanda, orang-orang tak bisa saling berinteraksi, dan penghasilan mereka, bahkan tak bisa menutup setengah dari biaya makan mereka. Hidupku juga mengalami krisis. Aku harus antre untuk membeli makanan dan ada antrean selama tiga hari untuk membeli bensin. Saat itu, aku menantikan firman Tuhan untuk menemukan penghiburan.
Tetanggaku juga merupakan orang percaya, dan setiap kali bertemu, kami berbicara tentang iman kami. Kami berdua percaya bahwa semua bencana ini telah dinubuatkan dalam Alkitab, dan kejahatan, serta kerusakan umat manusia adalah sumber dari semua malapetaka ini. Kita hidup di akhir zaman, dan Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali untuk menghakimi kita di masa ini, jadi kita harus menyambut Tuhan untuk mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari Tuhan. Setiap hari, aku berdoa kepada Tuhan agar diberi hikmat dan bimbingan. Aku ingin mengenal Tuhan dan aku harus menemukan Dia karena hanya dengan firman Tuhanlah aku bisa menemukan penghiburan. Jadi, aku membuka Alkitab dan meminta Tuhan untuk mencerahkanku. Aku membaca Kitab Mazmur dan Kitab Amsal, serta Khotbah Tuhan Yesus di Bukit, tetapi aku masih belum menemukan jalan yang harus kutempuh. Aku merasa sangat tersesat dan masalah keuanganku menjadi makin parah. Hidupku mengalami krisis dan aku tak bisa menghidupi keluargaku. Saat putriku membutuhkan sesuatu, aku tak bisa membantunya. Aku sangat sedih dan yang bisa kulakukan hanyalah menghiburnya dengan berkata bahwa kesukaran ini hanya sementara, padahal aku sendiri, bahkan tak percaya itu. Hatiku diliputi kesedihan. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku ingin pindah ke luar negeri, meninggalkan negara ini dan mencari solusi lain, tetapi karena pandemi, aku tak bisa mendapatkan paspor dan semua dokumen yang kubutuhkan. Hidupku menjadi kacau. Saat itu, istriku berkata bahwa dia tak mau tinggal bersamaku lagi. Aku pun tak tahan lagi. Aku terpuruk dan merasa bahwa hidupku tak ada artinya lagi. Aku mengalami depresi berat; aku sangat kesakitan. Aku sering menangis dan tak bisa tidur di malam hari. Satu-satunya cara agar aku bisa mendapatkan sedikit kedamaian adalah dengan berdoa kepada Tuhan.
Lalu, suatu hari, aku mendapat pesan di WhatsApp. Seorang saudari mengundangku bergabung dengan kelas Kristen untuk mendengarkan firman Tuhan dan bertanya apakah aku mau mempelajarinya. Aku menerima ajakannya dan dia menambahkanku ke sebuah kelompok belajar. Saat mendengarkan firman Tuhan Yang Mahakuasa, aku merasa bahwa ini adalah jawaban Tuhan atas doa-doaku. Aku tertarik oleh perkataan Tuhan Yang Mahakuasa yang berotoritas, dan kata-kata ini membereskan banyak keraguan, serta gagasan yang kumiliki. Aku belajar bahwa Tuhan telah datang kembali dan sedang melakukan pekerjaan baru. Ini berdampak besar kepadaku. Di tengah rasa terkejut, sukacita, dan keingintahuan, aku mengetahui tentang 6.000 tahun rencana pengelolaan Tuhan dan tiga tahap pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. Aku juga belajar bahwa Dia menggunakan nama yang berbeda di setiap zaman (Yahweh, Yesus, dan Tuhan Yang Mahakuasa), dan makna pekerjaan yang Dia lakukan di tiap zaman. Firman Tuhan Yang Mahakuasa menarikku; aku sangat bahagia. Aku ingin memahami lebih banyak kebenaran dan membagikannya kepada orang lain, jadi aku dengan gembira memberitakan Injil kepada para tetanggaku, aku memberi tahu mereka bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali. Kupikir semua orang percaya yang mendengar Injil Tuhan pada akhir zaman akan bersukacita, mencari kebenaran, dan menerima Injil dengan gembira. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Mereka bertanya, "Semua ini tak ada di dalam Alkitab, dari mana kau mendengar ini?" Aku memberi tahu mereka, "Aku mempelajarinya dari kelompok belajar daring dan aku baru mulai mempelajarinya, jadi pengetahuanku terbatas, tetapi firman Tuhan Yang Mahakuasa sudah benar-benar menarikku." Mereka menyuruhku untuk berhati-hati dan ada banyak kristus palsu yang akan muncul pada akhir zaman. Lalu, mereka mengirimiku beberapa ayat Alkitab: "Dan kemudian, jika ada orang yang berkata kepada engkau: Lihat, kristus ada di sini, atau, lihat, dia ada di sana; jangan percaya kepadanya: Karena kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu akan bangkit, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat, untuk menyesatkan, jika mungkin, bahkan orang-orang pilihan. Namun, berhati-hatilah: lihatlah, Aku sudah mengatakan semuanya ini kepada engkau" (Markus 13:21-23). Mereka berkata bahwa aku menyelidiki agama palsu dan bahwa di dunia yang berteknologi maju di abad ke-21 ini jika Tuhan Yesus datang kembali, Dia pasti akan memperlihatkan mukjizat besar yang akan mengguncang dunia, tetapi hal seperti itu belum terjadi. Selain itu, kita belum melihat hal-hal seperti Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, atau hal-hal semacamnya terjadi; artinya, Tuhan belum datang kembali. Saat aku mendengar mereka mengatakan itu, hatiku dipenuhi keraguan. Aku takut mengkhianati Tuhan Yesus. Aku khawatir akan tertipu dan mengikuti kristus palsu. Dari awal, aku selalu percaya bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali di atas awan dan duduk di atas takhta putih yang besar, menghakimi setiap orang berdasarkan apa yang telah mereka lakukan, tetapi para pemberita Injil berkata bahwa Tuhan telah menjadi daging dan mengucapkan firman untuk menghakimi dosa-dosa kita. Semua ini menimbulkan pertentangan batin dalam diriku dan membuatku makin gelisah. Awalnya, aku sangat menantikan pertemuan malam kami dan ingin terus menyelidiki hal ini, tetapi perkataan tetanggaku telah merasuk ke dalam hatiku sehingga aku merasa waspada. Saat khotbah dimulai, aku memutuskan untuk keluar dari grup itu. Aku menulis pesan di WhatsApp, menjelaskan alasanku keluar dari grup itu. Aku juga menjelaskan kekhawatiranku bahwa aku khawatir akan tertipu oleh kristus palsu dan aku juga menyertakan ayat-ayat Alkitab yang telah dikirimkan tetanggaku. Tepat saat aku hendak mengirimkan pesan tersebut dan keluar dari grup itu, tiba-tiba aku mendapat notifikasi bahwa ponselku kehabisan daya dan mati. Aku terkejut karena aku selalu mengisi daya ponselku sampai penuh sebelum menghadiri pertemuan, lalu mengapa baterainya tiba-tiba habis? Namun, tekadku masih bulat untuk keluar dari grup tersebut. Aku membatin: Bagaimana mungkin tak ada mukjizat besar jika Kristus telah datang kembali? Aku mencolokkan ponselku lagi dan memutuskan untuk mengetik ulang pesan tersebut, lalu mengirimkannya setelah baterai ponselku sedikit terisi dan bisa menyala. Saat bateraiku terisi 5%, aku menyalakan ponselku dan melihat beberapa ayat Alkitab yang telah dikirimkan ke grup tersebut. Aku membacanya karena penasaran: "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku, dan membuka pintu itu, Aku akan masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). "Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). Aku melihat saudara-saudari mengirimkan pesan yang berbunyi, "Kita bisa melihat dari firman Tuhan bahwa saat Tuhan datang kembali, Dia akan mengetuk pintu dan memanggil domba-domba-Nya dengan firman-Nya. Entah kita bisa menyambut Tuhan atau tidak, itu terutama bergantung pada apakah kita mendengar suara-Nya. Kita harus bisa mendengar suara Tuhan untuk membuka pintu dan menyambut-Nya, lalu bersantap bersama-Nya. Jadi jika kau mendengar orang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali, jangan tutup pintu atau takut tertipu, tetapi jadilah gadis yang bijaksana; fokus mendengarkan suara Tuhan adalah kuncinya." Lalu, aku melihat seorang saudari mengirimkan bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa kepada kelompok itu, yang berbunyi: "Jika, pada masa sekarang, muncul orang yang dapat memperlihatkan tanda dan keajaiban, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan banyak mukjizat, dan jika orang ini mengaku bahwa merekalah Yesus yang telah datang, maka ini akan menjadi peniruan oleh roh jahat, itu akan menjadi tindakan roh jahat yang meniru Yesus. Ingatlah ini! Tuhan tidak mengulangi pekerjaan yang sama. Tahap pekerjaan Yesus sudah diselesaikan, dan Tuhan tidak akan pernah melakukan lagi tahap pekerjaan tersebut. ... Dalam gagasan manusia, Tuhan harus selalu melakukan tanda dan keajaiban, harus selalu menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan harus selalu seperti Yesus. Namun, kali ini, Tuhan sama sekali tidak seperti itu. Jika, pada akhir zaman, Tuhan tetap melakukan tanda dan keajaiban, dan tetap mengusir setan serta menyembuhkan orang sakit—jika Dia melakukan hal yang sama persis seperti yang Yesus lakukan—berarti Tuhan mengulangi pekerjaan yang sama, dan pekerjaan Yesus tidak memiliki makna atau nilai. Jadi, Tuhan melakukan satu tahap pekerjaan dalam setiap zaman. Begitu setiap tahap pekerjaan-Nya telah selesai, roh-roh jahat segera berusaha menirunya, dan setelah Iblis mulai membuntuti Tuhan, Tuhan beralih ke metode yang berbeda. Begitu Tuhan telah menyelesaikan satu tahap pekerjaan-Nya, roh-roh jahat mencoba menirunya. Engkau semua harus jelas mengenai hal ini" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pengenalan akan Pekerjaan Tuhan Sekarang Ini"). Firman Tuhan Yang Mahakuasa dan persekutuan anggota lainnya membuatku sangat terkejut. Itu berisi jawaban yang selama ini kuinginkan. Aku membatin: Ini sepenuhnya benar! Tuhan selalu baru, tak pernah lama, dan Dia selalu melakukan pekerjaan baru. Dia tak akan mengulangi pekerjaan lama-Nya. Tuhan Yesus tak mengulangi pekerjaan Zaman Hukum Taurat, jadi mengapa Tuhan melakukan pekerjaan yang sama seperti Zaman Kasih Karunia saat Dia datang kembali? Tuhan Yang Mahakuasa kini telah datang dan memulai zaman baru, dan Dia melakukan pekerjaan baru Zaman Kerajaan. Pekerjaan ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Tuhan Yang Mahakuasa, bahkan memperingatkan kita: "Jika, pada masa sekarang, muncul orang yang dapat memperlihatkan tanda dan keajaiban, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan banyak mukjizat, dan jika orang ini mengaku bahwa merekalah Yesus yang telah datang, maka ini akan menjadi peniruan oleh roh jahat, itu akan menjadi tindakan roh jahat yang meniru Yesus." Ya, hanya roh jahat yang meniru pekerjaan Tuhan di masa lalu dan berpura-pura menjadi Tuhan dengan melakukan mukjizat untuk menyesatkan orang. Ini benar-benar mencerahkanku. Aku belajar cara membedakan Kristus yang asli dari yang palsu, dan alasan sebenarnya Tuhan tak memperlihatkan tanda-tanda, serta mukjizat pada Zaman Kerajaan. Pada akhir zaman, Tuhan melakukan pekerjaan menghakimi, mentahirkan, dan menyelamatkan umat manusia dengan mengungkapkan kebenaran, memimpin manusia ke kerajaan-Nya. Setelah memahami itu, aku terus menghadiri pertemuan.
Belakangan, aku membaca bagian lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Tak seorang pun yang percaya kepada Yesus pantas menyumpahi atau mengutuk orang lain. Engkau semua harus menjadi orang yang bernalar dan menerima kebenaran. Mungkin, setelah mendengar jalan kebenaran dan setelah membaca firman kehidupan, engkau yakin bahwa hanya satu dari 10.000 perkataan ini yang sesuai dengan pemahamanmu dan Alkitab, maka engkau harus terus mencari dalam 1/10.000 dari perkataan ini. Aku juga menasihatimu agar engkau bersikap rendah hati, jangan terlalu percaya diri, dan jangan terlalu merasa dirimu penting. Dengan memiliki sedikit hati yang takut akan Tuhan, engkau akan mendapatkan terang yang lebih besar. Jika engkau teliti mengkaji dan berulang-ulang merenungkan perkataan ini, engkau akan mengerti apakah perkataan ini merupakan kebenaran atau bukan, dan apakah perkataan ini merupakan hidup atau bukan. Bisa jadi, baru membaca beberapa kalimat saja, beberapa orang tanpa berpikir akan mengutuk perkataan ini, dengan berkata: 'Ini hanya sekadar pencerahan Roh Kudus,' atau, 'Ini kristus palsu yang datang untuk menyesatkan orang.' Mereka yang mengatakan hal-hal seperti itu terlalu bodoh! Engkau terlalu sedikit memahami pekerjaan dan hikmat Tuhan, dan Aku sarankan agar engkau memulai lagi dari nol! Janganlah engkau semua tanpa berpikir langsung mengutuk firman yang dinyatakan oleh Tuhan karena kristus-kristus palsu yang muncul pada akhir zaman, dan janganlah menjadi orang yang menghujat Roh Kudus karena takut disesatkan. Bukankah itu sangat disayangkan? Jika setelah pemeriksaan berulang kali, engkau tetap yakin bahwa firman ini bukan kebenaran, bukan jalan, dan bukan pengungkapan Tuhan, pada akhirnya engkau akan dihukum, dan tidak mendapatkan berkat. Jika engkau tidak mampu menerima kebenaran yang disampaikan dengan begitu sederhana dan jelas ini, bukankah engkau tidak layak menerima keselamatan Tuhan? Bukankah engkau adalah orang yang tidak diberkati untuk kembali ke hadapan takhta Tuhan? Pikirkanlah hal itu! Jangan gegabah dan terburu-buru, dan jangan memperlakukan iman kepada Tuhan sebagai permainan. Berpikirlah demi tempat tujuanmu, demi prospekmu, demi hidupmu, dan jangan bermain-main dengan dirimu sendiri. Dapatkah engkau menerima semua perkataan ini?" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Memperbarui Langit dan Bumi"). Dari firman Tuhan, aku memahami bahwa mengenai kembalinya Tuhan pada akhir zaman, kita tidak boleh dengan gegabah menyangkal penampakan Kristus. Hanya karena kristus palsu akan muncul pada akhir zaman, bukan berarti kita bisa serta-merta menolak, dan mengutuk pekerjaan baru Tuhan, serta firman yang Dia ucapkan. Kita harus menjadi seperti gadis yang bijaksana, belajar mendengarkan suara Tuhan, dan meneliti pekerjaan Tuhan dengan sikap yang rendah hati dalam mencari. Itulah satu-satunya cara untuk mendengar suara Tuhan dan menyambut Tuhan. Jika tidak, kita akan kehilangan keselamatan dari Tuhan. Seperti firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Jangan gegabah dan terburu-buru, dan jangan memperlakukan iman kepada Tuhan sebagai permainan. Berpikirlah demi tempat tujuanmu, demi prospekmu, demi hidupmu, dan jangan bermain-main dengan dirimu sendiri. Dapatkah engkau menerima semua perkataan ini?" Firman Tuhan Yang Mahakuasa menunjukkan kepadaku bahwa ketika pandangan keliru yang dikatakan tetanggaku menghalangiku untuk meneliti pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, aku telah menerima dengan terburu-buru. Aku tidak berusaha mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa atau mencari anggota Gereja Tuhan Yang Mahakuasa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Aku hanya secara impulsif memutuskan untuk keluar dari kelompok itu dan berhenti menyelidiki jalan yang benar. Keimpulsifanku hampir membuatku kehilangan keselamatan dari Tuhan pada akhir zaman. Lalu, aku mengerti bahwa aku tak boleh menyerah pada sikap impulsif saat merasa bingung dan ragu, atau menilai dengan terburu-buru, dan aku harus berhati-hati, berdoa kepada Tuhan, serta selalu mencari kebenaran. Aku harus memperlakukan firman Tuhan dengan hormat dan mencari dengan rendah hati agar aku dapat mengenali suara Tuhan melalui bimbingan-Nya dan menyambut kedatangan Tuhan kembali. Setelah itu, dengan makan dan minum firman Tuhan Yang Mahakuasa setiap hari, aku mendapat pemahaman yang lebih dalam tentang Alkitab, dan aku menjadi yakin bahwa ini adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, lalu aku menerima Tuhan Yang Mahakuasa tanpa ragu.
Suatu hari, aku membaca dua bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Tidaklah sulit menyelidiki hal semacam ini, tetapi itu menuntut setiap kita untuk terlebih dahulu mengetahui satu kebenaran ini: Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi memiliki esensi Tuhan, dan Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi memiliki pengungkapan Tuhan. Karena Tuhan telah menjadi daging, Dia membawa bersama-Nya pekerjaan yang ingin Dia lakukan, dan karena Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi, Dia mengungkapkan siapa Dia, dan mampu membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepadanya, dan menunjukkan jalan kepadanya. Daging yang tidak memiliki esensi Tuhan pasti bukan Tuhan yang berinkarnasi; ini tidak diragukan lagi. Jika manusia berniat untuk menyelidiki apakah itu adalah daging Tuhan yang berinkarnasi, ia harus menentukannya dari watak yang Dia ungkapkan dan perkataan yang Dia ucapkan. Dengan kata lain, untuk menentukan apakah itu adalah daging Tuhan yang berinkarnasi atau bukan, dan apakah itu jalan yang benar atau bukan, orang harus membedakan berdasarkan esensi-Nya. Jadi, kunci apakah itu adalah daging Tuhan yang berinkarnasi atau bukan terletak pada esensi-Nya (pekerjaan-Nya, perkataan-Nya, watak-Nya, dan banyak aspek lainnya), bukan pada penampilan lahiriah-Nya. Jika manusia hanya memeriksa penampilan lahiriah-Nya, dan sebagai akibatnya mengabaikan esensi-Nya, ini menunjukkan bahwa manusia itu bodoh dan tidak tahu apa-apa" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"). "Tuhan yang menjadi daging disebut Kristus, jadi menyebut Kristus yang mampu menganugerahkan kebenaran kepada manusia sebagai Tuhan sama sekali tidak berlebihan. Ini karena Dia memiliki esensi Tuhan, dan Dia memiliki watak Tuhan serta hikmat pekerjaan Tuhan, yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Mereka yang menyebut dirinya kristus, tetapi tidak mampu melakukan pekerjaan Tuhan, adalah para penipu. Kristus bukan sekadar perwujudan Tuhan di bumi, tetapi juga daging khusus yang dikenakan Tuhan saat Dia melaksanakan pekerjaan-Nya di bumi dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia. Daging ini tidak bisa digantikan oleh sembarang manusia, melainkan adalah daging yang mampu memikul pekerjaan Tuhan di bumi dengan memadai, yang mampu mengungkapkan watak Tuhan, yang mampu mewakili Tuhan secara memadai, dan yang menyediakan hidup kepada manusia. Cepat atau lambat, mereka semua yang menyamar sebagai Kristus akan jatuh, karena meskipun mereka mengaku sebagai kristus, mereka sama sekali tidak memiliki esensi Kristus. Karena itu, Kukatakan bahwa keaslian Kristus tidak bisa ditentukan oleh manusia, melainkan dijawab dan diputuskan oleh Tuhan itu sendiri. Dengan demikian, jika engkau sungguh-sungguh ingin mencari jalan kehidupan, engkau harus terlebih dahulu mengakui bahwa dengan datang ke antara manusia, Tuhan melakukan pekerjaan menganugerahkan jalan kehidupan kepada manusia, dan engkau harus mengakui bahwa pada akhir zaman Dia datang ke antara manusia untuk menganugerahkan jalan kehidupan kepada manusia—bukan pada masa lampau, melainkan saat ini" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"). Dari firman Tuhan, aku mengerti bahwa untuk membedakan Kristus asli dari yang palsu, kita tak bisa menilai dari penampilan tetapi kita harus melihat esensi mereka, yaitu dengan melihat apakah mereka bisa melakukan pekerjaan Tuhan, dan mengungkapkan firman, serta watak Tuhan. Tuhan telah datang ke bumi sebagai daging yang berinkarnasi, Dia mengungkapkan kebenaran, dan melakukan pekerjaan-Nya. Semua yang Dia perlihatkan adalah apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia; itu adalah sepenuhnya watak Tuhan dan pekerjaan yang Dia lakukan bisa menyelamatkan orang. Ini semua adalah hal-hal yang tak dimiliki manusia atau yang tak bisa mereka capai. Karena itu, cara paling akurat untuk menentukan apakah seseorang adalah Kristus adalah dengan melihat apakah dia bisa melakukan pekerjaan Tuhan, dan mengungkapkan firman, serta watak Tuhan atau tidak. Selama meneliti pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dan membaca firman-Nya, selain melihat kasih-Nya untuk manusia terungkap melalui firman Tuhan Yang Mahakuasa, aku juga melihat kebenaran, kemurkaan, dan kemegahan Tuhan. Firman-Nya seperti pedang tajam, membelah kerusakan di dalam hati kita, menyingkapkan natur Iblis dalam diri kita yang menentang Tuhan. Kita bisa langsung melihat kerusakan batin kita, serta jalan yang harus kita tempuh dalam iman kita. Dengan menerapkan firman-Nya, kita bisa secara bertahap membereskan watak rusak kita dan hidup dalam kemanusiaan yang normal. Firman Tuhan Yang Mahakuasa menyingkapkan begitu banyak misteri kebenaran dan memungkinkan kita untuk mempelajari rencana pengelolaan-Nya selama 6.000 tahun untuk menyelamatkan umat manusia. Semua ini tak bisa ditemukan dalam Alkitab atau agama apa pun. Ini semua adalah misteri kebenaran yang Tuhan singkapkan bagi umat manusia pada akhir zaman dan merupakan hal-hal yang belum pernah didengar atau dilihat manusia. Tidak ada tokoh terkenal atau tokoh besar yang bisa mengungkapkan kebenaran dan menyelamatkan umat manusia. Hanya Tuhan yang berinkarnasilah yang bisa mengungkapkan kebenaran, melakukan pekerjaan penghakiman dan pentahiran manusia, serta memberi kita jalan, kebenaran, dan hidup. Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, aku menjadi yakin bahwa Dia adalah Kristus pada akhir zaman, Tuhan yang menciptakan langit, bumi, dan segala sesuatu, Tuhan yang mengeluarkan hukum untuk membimbing kehidupan manusia di bumi, Tuhan yang disalibkan untuk menebus seluruh umat manusia, dan terlebih lagi, Tuhan yang telah datang kembali pada akhir zaman untuk menyelamatkan kita dari dosa. Jelaslah bahwa Tuhan adalah Awal dan Akhir, serta Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Para kristus palsu itu adalah penipu yang cepat atau lambat akan jatuh karena mereka tak bisa mengungkapkan kebenaran, mereka tak mampu melakukan pekerjaan baru Tuhan, dan mereka tak bisa membantu orang untuk menyingkirkan kerusakan dan diselamatkan. Mereka hanya bisa meniru pekerjaan Tuhan di masa lalu untuk menyesatkan dan merusak orang. Sekarang, Kristus pada akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, sedang mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Dia mentahirkan dan mengubah kerusakan manusia, serta menyelamatkan umat manusia dari dosa. Pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa sepenuhnya membuktikan bahwa Dia adalah penampakan Tuhan yang benar. Itu tak diragukan lagi.
Sebelumnya, aku berpegang teguh pada gagasanku. Kupikir Tuhan akan menghakimi dosa manusia dari takhta putih besar di langit pada akhir zaman, tetapi kemudian melalui pertemuan dan pembacaan firman Tuhan, gagasanku ini dikoreksi. Itu karena aku mengerti bagaimana Tuhan menyucikan orang melalui pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman. Aku melihat Tuhan Yesus berfirman: "Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: Firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17). "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: Firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48). Aku membaca dua bagian lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Sebelum manusia ditebus, banyak racun Iblis yang telah tertanam di dalam dirinya. Setelah ribuan tahun dirusak oleh Iblis, di dalam diri manusia terdapat natur yang menentang Tuhan. Oleh karena itu, ketika manusia telah ditebus, itu tidak lebih dari penebusan. Itu berarti, manusia dibeli kembali dengan harga yang mahal, tetapi natur beracun di dalam dirinya belum disingkirkan. Manusia yang begitu najis harus mengalami perubahan sebelum layak melayani Tuhan. Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya mengenali esensi yang najis dan rusak dalam dirinya sendiri, dia pun akan mampu berubah sepenuhnya dan disucikan. Hanya dengan cara ini manusia dapat menjadi layak untuk kembali ke hadapan takhta Tuhan. Semua pekerjaan sekarang ini dilakukan agar manusia dapat disucikan dan diubahkan; ini dilakukan agar manusia mampu membuang kerusakannya dan disucikan melalui penghakiman dan hajaran oleh firman, serta melalui pemurnian. Daripada menganggap tahap ini sebagai pekerjaan penyelamatan, lebih tepat menganggapnya sebagai pekerjaan penyucian" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Misteri Inkarnasi (4)"). "Kristus akhir zaman menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan menganalisis perkataan dan perbuatan manusia. Firman ini mengandung berbagai kebenaran, seperti tugas manusia, bagaimana manusia seharusnya tunduk kepada Tuhan, bagaimana manusia seharusnya setia kepada Tuhan, bagaimana manusia seharusnya hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan watak rusak dirinya. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan, terlebih lagi ditujukan pada bagaimana manusia itu merupakan perwujudan dari Iblis, dan kekuatan yang memusuhi Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan tidak menjelaskan natur manusia sepenuhnya dengan beberapa kata; Dia menyingkapkan dan memangkas dalam jangka panjang. Semua cara penyingkapan dan pemangkasan yang beragam ini tidak bisa digantikan dengan perkataan biasa; sebaliknya, kebenaran yang sama sekali tidak dimiliki manusia digunakan untuk melaksanakan pekerjaan penyingkapan dan pemangkasan ini. Hanya cara-cara seperti inilah yang dapat disebut penghakiman; hanya melalui penghakiman jenis inilah manusia bisa ditaklukkan dan diyakinkan sepenuhnya tentang Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Yang dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman adalah pemahaman manusia tentang wajah sejati Tuhan dan fakta sebenarnya tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman telah memungkinkan manusia untuk memperoleh banyak pemahaman tentang maksud Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dimengerti olehnya. Pekerjaan ini juga telah memungkinkan manusia untuk memahami dan mengetahui esensi rusak dirinya serta akar kerusakannya, dan menyadari wajah buruk dirinya. Semua hasil ini dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman, karena esensi pekerjaan ini sebenarnya adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran"). Aku mengerti bahwa Tuhan sedang melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman dengan berinkarnasi dan mengungkapkan kebenaran untuk menghakimi dan mentahirkan umat manusia. Tuhan Yang Mahakuasa telah berbicara, menyingkapkan natur Iblis dan watak rusak manusia yang mencakup hal-hal seperti kecongkakan, kelicikan, dan rasa muak akan kebenaran. Dia juga telah menyingkapkan keegoisan dan keserakahan manusia. Semua ini memungkinkan orang untuk melihat fakta tentang kerusakan mereka melalui penghakiman firman-Nya sehingga mereka membenci diri sendiri, bertobat kepada Tuhan, memiliki rasa takut, dan ketundukan kepada Tuhan. Satu-satunya cara untuk membereskan watak Iblis dalam diri manusia adalah melalui pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Tidak ada manusia yang bisa melakukan itu. Aku menyadari jika Tuhan menghakimi setiap orang dari takhta putih besar di langit, tak seorang pun di antara seluruh umat manusia, yang telah dirusak oleh Iblis, memiliki kesempatan untuk diselamatkan. Itu karena seluruh umat manusia dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis. Meskipun kita telah ditebus dan dosa kita diampuni melalui keselamatan lewat salib Tuhan Yesus, kita tetaplah pendosa. Kita menjalani siklus berbuat dosa dan mengaku tanpa henti. Jika tak mengalami penghakiman, kerusakan kita tak bisa ditahirkan, dan akhirnya, kita akan dikutuk dan disingkirkan oleh Tuhan! Hanya dengan dihakimi dan disingkapkan oleh firman Tuhan secara langsung, kita bisa benar-benar mengenal diri sendiri dan sungguh-sungguh bertobat, serta berubah, dan kerusakan kita dapat ditahirkan. Seperti firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Semua pekerjaan sekarang ini dilakukan agar manusia dapat disucikan dan diubahkan; ini dilakukan agar manusia mampu membuang kerusakannya dan disucikan melalui penghakiman dan hajaran oleh firman, serta melalui pemurnian" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Misteri Inkarnasi (4)").
Suatu kali, aku membaca satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa dalam sebuah pertemuan yang benar-benar menggugah perasaanku. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Mereka yang tidak memahami kebenaran selalu mengikuti orang lain: Jika orang mengatakan bahwa ini adalah pekerjaan Roh Kudus, engkau juga mengatakan itu adalah pekerjaan Roh Kudus; jika orang mengatakan ini adalah pekerjaan roh jahat, engkau pun menjadi bimbang, atau juga mengatakan bahwa itu adalah pekerjaan roh jahat. Engkau selalu membeo perkataan orang lain, dan tidak mampu membedakan apa pun sendiri, dan engkau juga tidak mampu berpikir sendiri. Ini adalah orang yang tidak memiliki pendirian, yang tidak memiliki kemampuan membedakan—orang semacam ini adalah orang yang tidak berguna! Engkau selalu mengulangi perkataan orang lain: Sekarang dikatakan bahwa ini adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi mungkin suatu hari nanti orang mengatakan itu bukanlah pekerjaan Roh Kudus, dan itu sebenarnya hanyalah perbuatan manusia—tetapi engkau tidak dapat membedakan hal ini, dan ketika melihat orang lain mengatakan hal itu, engkau mengulanginya. Sesungguhnya itu adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi engkau mengatakan itu adalah pekerjaan manusia; bukankah engkau telah menjadi salah satu dari orang-orang yang menghujat pekerjaan Roh Kudus? Dalam hal ini, bukankah engkau telah menentang Tuhan karena engkau tidak mampu membedakan?" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya yang Memuaskan Tuhan"). Firman Tuhan memperingatkan kita agar tidak membabi buta mendengarkan bimbingan orang lain saat menyelidiki jalan yang benar, dan agar tidak mengevaluasi pekerjaan Tuhan berdasarkan gagasan, serta imajinasi manusia. Dengan melakukan itu, kita akan cenderung menentang Tuhan dan menyinggung watak-Nya sehingga kehilangan kesempatan kita untuk diselamatkan. Kenyataan yang menyedihkan ini bisa terjadi kepada siapa saja. Aku merasa malu atas kebodohan dan sikap impulsifku selama ini. Bagaimana bisa setelah mendengar suara Tuhan dan merasa bahwa kata-kata ini mengandung otoritas, serta kuasa, aku masih terpengaruh oleh tetangga-tetanggaku, dan disesatkan oleh perkataan mereka? Kebodohan dan sikap impulsifku hampir membuatku meninggalkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, melewatkan kedatangan Tuhan Yesus kembali, dan menghancurkan kesempatanku untuk diselamatkan! Kebutaan dan ketidaktahuanku bisa saja menimbulkan dampak yang mengerikan bagiku! Aku memahami bahwa aku harus menjadi seperti gadis yang bijaksana. Saat kita mendengar suara Tuhan, kita harus menerimanya dengan teguh karena kita semua adalah makhluk ciptaan dan kita harus selalu mengikuti firman Tuhan, sama seperti Petrus mendengar firman Tuhan Yesus, lalu mengikuti Tuhan. Setelah merenungkan kembali kebodohan dan ketidaktahuanku sebelumnya, aku berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa, memohon ampunan dari-Nya. Aku bersedia menerima Tuhan Yang Mahakuasa, dan penghakiman, serta keselamatan dari-Nya.
Sejak saat itu, aku membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa setiap hari. Saat aku lemah, aku memohon kepada Tuhan untuk memberiku iman dan kekuatan agar aku tak tersandung dan jatuh. Berkat bimbingan dan pertolongan Tuhan, kini keadaanku menjadi jauh lebih baik. Aku juga memiliki pekerjaan baru. Aku merasa bahwa ini semua berkat pengaturan Tuhan yang luar biasa. Lambat laun, hidupku sudah sedikit membaik. Yang terpenting, aku bisa makan dan minum firman Tuhan Yang Mahakuasa setiap hari, serta berkumpul dan bersekutu dengan yang lain. Kini aku sudah mulai menyebarluaskan Injil dan bersaksi tentang firman Tuhan, membantu lebih banyak orang percaya sejati yang begitu menginginkan jalan yang benar untuk mendengar suara Tuhan, dan menerima keselamatan dari-Nya pada akhir zaman.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Oleh Saudari Xinshou, Amerika Serikat Isi Saat Perubahan Tak Terduga Menimpaku, Aku Terjebak dalam Kebingungan Kebingungan Tentang...
Oleh Saudari Li Zhi, Tiongkok Aku mulai mengikut Tuhan Yesus pada tahun 1989. Lewat menghadiri ibadah dan membaca Alkitab, aku mengetahui...
Oleh Saudara Xinming, Amerika Serikat Tuhan Akan Datang Kembali Sebagai Laki-laki atau Perempuan? Suatu hari dalam sebuah pertemuan, aku...
Oleh Qianbei, China Sejak menjadi seorang Katolik aku sering melihat para pastor dan uskup berjubah putih mengadakan Misa untuk umat...