Apa Arti Keselamatan? Bagaimana Kita Dapat Diselamatkan dan Masuk ke Dalam Kerajaan Surga?

28 Mei 2020

Oleh Saudari Shen Qingqing, Korea Selatan

Banyak orang berharap untuk diselamatkan oleh Tuhan pada saat kedatangan-Nya dan diangkat ke dalam kerajaan surga. Sampai sekarang, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang telah secara terbuka memberi kesaksian bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, dan bahwa Dia sedang melakukan pekerjaan penghakiman yang mulai di rumah Tuhan untuk menyelamatkan dan mentahirkan manusia. Beberapa orang mungkin merasa kebingungan ketika mendengar kabar ini. Mereka membaca ayat-ayat berikut ini: "Ia yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan; tetapi ia yang percaya tidak akan dikutuk" (Markus 16:16). "Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat" (Roma 10:10), dan percaya ayat-ayat ini memiliki makna bahwa karena Tuhan Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa seluruh umat manusia, asalkan mereka percaya kepada Tuhan, mereka akan diselamatkan, dan bahwa sekali mereka telah diselamatkan berarti mereka diselamatkan untuk selamanya. Mereka percaya bahwa asalkan mereka menjaga nama Tuhan dan bertahan sampai akhir, mereka dapat diangkat langsung ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali tanpa harus menerima pekerjaan penghakiman dan pentahiran Tuhan pada akhir zaman. Apakah kepercayaan semacam ini benar?

Marilah kita merenungkan: apakah Tuhan pernah mengatakan bahwa sekali seseorang diselamatkan dia dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Apakah ini dikatakan dalam Alkitab? Jawaban untuk kedua pertanyaan ini jelas tidak. Tuhan Yesus berkata: "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Matius 7:21-21). Berdasarkan firman Tuhan, kita tahu bahwa hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga yang dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Melakukan kehendak Bapa di surga berarti mampu melakukan firman Tuhan, tunduk kepada Tuhan, dan mampu hidup sesuai dengan firman Tuhan apa pun situasinya, dan tidak pernah lagi berbuat dosa atau menentang Tuhan. Namun kita terus berbohong dan berbuat dosa walaupun sebenarnya kita tidak mau, dan bahkan gagal menerapkan ajaran Tuhan, jadi dapatkah seseorang yang masih dapat berbuat dosa dan menentang Tuhan dengan cara ini masuk ke dalam kerajaan surga? Sayangnya, keyakinan kita bahwa "sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan" adalah keyakinan yang keliru. Dalam hal masalah penting tentang memasuki kerajaan Tuhan, kita harus mengikuti firman Tuhan. Kita tidak bisa menggunakan gagasan dan imajinasi manusia! Jadi, apa arti "keselamatan" yang sesungguhnya dalam Alkitab? Bagaimana sebenarnya seseorang dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Ini adalah pertanyaan yang sekarang akan kita diskusikan dan eksplorasi bersama.

Arti "Keselamatan" yang Sesungguhnya

Kita semua tahu bahwa pada akhir Zaman Hukum Taurat, umat manusia menjadi semakin sedemikian dirusak oleh Iblis. Orang-orang Israel sering melanggar hukum Taurat dan perintah-perintah Tuhan dan semakin banyak berbuat dosa—sedemikian rupa sehingga tidak ada pengorbanan sebanyak apa pun yang cukup, dan mereka semua diperhadapkan pada bahaya akan dikutuk dan dijatuhi hukuman mati oleh hukum Taurat. Untuk menyelamatkan manusia dari ancaman kematian, Tuhan turun ke dunia dalam daging sebagai Tuhan Yesus untuk melakukan pekerjaan penebusan, untuk disalibkan demi manusia, untuk menjadi korban penghapus dosa bagi seluruh umat manusia, dan untuk mengampuni manusia dari dosa-dosanya sekali untuk selamanya. Sejak saat itu, asalkan seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, mengakui dosa-dosanya kepada Tuhan dan bertobat, dia akan diampuni dari dosa-dosanya dan menikmati semua berkat dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat, ini adalah "keselamatan." Karena itu, "keselamatan" yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus bukanlah seperti yang kita bayangkan, bahwa asalkan kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita akan diselamatkan sekali untuk selamanya; lebih tepatnya, itu berarti orang yang berbuat dosa tidak lagi akan dikutuk dan dihukum mati oleh hukum Taurat, dan dosa-dosa manusia akan diampuni. Marilah kita melihat satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Meskipun manusia telah ditebus dan diampuni dosanya, itu hanya dapat dianggap bahwa Tuhan tidak lagi mengingat pelanggaran manusia dan tidak memperlakukan manusia sesuai dengan pelanggarannya. Namun, ketika manusia hidup dalam daging dan belum dibebaskan dari dosa, ia hanya bisa terus berbuat dosa, tanpa henti menyingkapkan watak rusak Iblis dalam dirinya. Inilah kehidupan yang manusia jalani, siklus tanpa henti berbuat dosa dan meminta pengampunan. Mayoritas manusia berbuat dosa di siang hari lalu mengakui dosa di malam hari. Dengan demikian, sekalipun korban penghapus dosa selamanya efektif bagi manusia, itu tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya separuh dari pekerjaan penyelamatan telah diselesaikan, karena watak manusia masih rusak" ("Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Ketika kita percaya kepada Tuhan, meskipun kita memang menerima karunia keselamatan dan dosa-dosa kita diampuni, kita tidak dibebaskan dari belenggu dosa dan terus hidup dalam dosa. Beberapa contohnya adalah: kita bisa menjadi sangat congkak, selalu ingin mengambil keputusan akhir dalam posisi kelompok apa pun dan membuat orang lain mengikuti apa yang kita katakan, dan jika seseorang tidak setuju dengan apa yang kita katakan, kita mungkin menjadi marah dan menegur mereka, dan bahkan dalam kasus yang lebih serius, kita mungkin menghukum atau menghina mereka dengan cara tertentu. Kita dapat menjadi sangat egois dan mendasarkan segalanya pada prinsip kepentingan pribadi, dan bahkan mencoba untuk membuat transaksi dengan Tuhan dalam kepercayaan kita kepada-Nya; ketika segalanya damai dan berjalan lancar, kita bersyukur kepada-Nya, tetapi ketika menghadapi rintangan dan kegagalan, kita menjadi penuh dengan kesalahpahaman dan keluhan terhadap-Nya, dan bahkan sampai bisa mengkhianati dan meninggalkan Dia. Kita bisa menjadi sangat curang, sehingga setiap kali kepentingan pribadi kita terganggu, kita berbohong dan menipu walaupun sebenarnya kita tidak mau. Ini hanyalah beberapa contoh tentang bagaimana kita terus hidup dalam dosa. Alkitab berkata, "Karena jika kita dengan sengaja berbuat dosa setelah menerima pengetahuan kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada adalah penghakiman mengerikan dan lautan api yang akan menghanguskan orang-orang durhaka" (Ibrani 10:26–27). "Siapa saja yang berbuat dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya" (Yohanes 8:34–35). Tuhan itu kudus. Setelah kita mengetahui jalan yang benar, kita masih dapat berbuat dosa dan menentang Tuhan walaupun sebenarnya kita tidak mau. Itu berarti kita adalah hamba dosa, dan tidak dapat dipuji oleh Tuhan. Alkitab berkata, "Tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan" (Ibrani 12:14). Jika seseorang belum ditahirkan dari dosa-dosa mereka, dan mereka sering berbuat dosa dan menentang Tuhan, dapatkah orang ini diselamatkan selamanya? Apakah orang ini layak masuk ke dalam kerajaan surga? Jelas tidak bisa. Hanya setelah kita ditahirkan sepenuhnya dari dosa-dosa kita, barulah kita bisa menjadi kudus dan masuk ke dalam kerajaan surga. Dan sekarang beberapa orang mungkin bertanya: Bagaimana kita dapat ditahirkan sehingga kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga?

Bagaimana Kita Dapat Menerima Keselamatan dan Masuk ke dalam kerajaan surga?

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi" (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Dari sini kita dapat memahami bahwa untuk menyelesaikan masalah watak jahat yang berakar sedemikian dalam pada diri manusia dan membebaskan manusia sepenuhnya dari belenggu dosa, adalah perlu bagi Tuhan untuk datang kembali pada akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, dan mengungkapkan kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Bahkan, Tuhan telah menubuatkan ini sejak lama, sebagaimana tertulis di dalam Alkitab: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:12–13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17).

Sekarang, atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, dan mengungkapkan semua kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan manusia untuk menyelesaikan masalah natur manusia yang berdosa sekali untuk selamanya dan membebaskannya dari belenggu dosa, menyucikannya, sampai akhirnya dia didapatkan oleh Tuhan dan dibawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman menggenapi nubuat-nubuat ini sepenuhnya. Semua orang yang menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman akan menerima penyucian dan penyelamatan Tuhan. Mereka semua akan memiliki kesempatan untuk dibentuk menjadi para pemenang sebelum datangnya malapetaka besar, untuk dimuliakan bersama Tuhan, dan diangkat ke dalam kerajaan surga. Jadi bagaimana Tuhan Yang Mahakuasa menghakimi dan mentahirkan manusia dan membebaskan mereka dari belenggu dosa?

Firman Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Dapat diipahami dari firman Tuhan ini bahwa Tuhan menggunakan banyak kebenaran untuk menghakimi dan menyingkapkan watak jahat manusia yang memberontak dan menentang Tuhan. Ketika kita mengalami penghakiman firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita secara pribadi mengalami bahwa watak Tuhan yang benar tidak menoleransi pelanggaran. Setiap perkataan Tuhan menembus hati kita dan menyingkapkan segala macam perwujudan dari kerusakan, serta pemikiran dan gagasan yang keliru, motif yang tercemar, dan gagasan serta imajinasi di lubuk hati kita, serta natur jahat di balik semua ini, dengan demikian menyebabkan kita merasa dipenuhi rasa malu dan sangat menyesal sehingga kita bersujud di hadapan Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat kepada-Nya. Sementara itu, Tuhan juga menunjukkan kepada kita jalan penerapan, seperti pandangan apa yang harus kita miliki dalam kepercayaan kita kepada Tuhan, bagaimana menjadi orang yang jujur, bagaimana meninggikan Tuhan dan memberikan kesaksian tentang Tuhan, bagaimana menghindari menempuh jalan antikristus, bagaimana mencapai ketaatan sejati kepada Tuhan dan kasih sejati kepada Tuhan, dan sebagainya. Hanya ketika kita telah mengalami pekerjaan penghakiman Tuhan dan kita melakukan penerapan sesuai dengan firman Tuhan barulah kita dapat hidup dalam keserupaan dengan manusia yang normal. Ini semua adalah hasil dari penghakiman Tuhan.

Sekarang, berbagai jenis kesaksian pengalaman dari banyak saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang telah mengalami penghakiman telah dipublikasikan di Internet. Dari pengalaman dan kesaksian nyata ini, dapat dilihat bahwa hanya dengan mengalami pekerjaan penghakiman dan hajaran yang Tuhan lakukan pada akhir zaman barulah seseorang dapat ditahirkan dan sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan—ini adalah satu-satunya jalan bagi kita untuk mencapai kerajaan surga. Sampai sekarang, banyak orang dari seluruh dunia yang benar-benar percaya kepada Tuhan telah menemukan jalan menuju kerajaan surga melalui firman Tuhan Yang Mahakuasa dan telah kembali kepada-Nya. Jika kita terus berpegang teguh pada pemahaman "sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan" dan tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, watak-watak kita yang rusak tidak akan ditahirkan dan diubahkan, dan oleh karena itu, kita tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Jadi, tunggu apa lagi?

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait

Apa Iman yang Sejati itu?

Memiliki iman yang sejati adalah tuntutan Tuhan terhadap kita, lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan iman yang sejati, dan bagaimana kita dapat menghasilkan iman yang sejati terhadap Tuhan!