Carilah, dan Engkau Akan Menemukan

30 Juli 2026

Putriku terlahir dengan epilepsi. Aku dan suamiku mencari pengobatan ke mana-mana dan mengusahakan segala cara, tetapi kondisinya tidak membaik. Saat aku merasa menderita dan menemui jalan buntu, seseorang memberitakan Injil kepadaku, dan aku pun mulai percaya kepada Tuhan Yesus. Tak lama kemudian, kondisi putriku membaik, lalu suamiku dan ibu mertuaku juga mulai percaya kepada Tuhan. Suamiku kemudian menjadi pengkhotbah, sementara aku menjadi tuan rumah pertemuan untuk rekan-rekan kerja dari gereja.

Pada tahun 1997, orang-orang percaya dari Kilat dari Timur datang ke rumah kami, dan bersaksi kepadaku dan suamiku bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, bahwa Dia telah berinkarnasi dan sedang melakukan pekerjaan baru, dan bahwa nama-Nya adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Aku bertanya-tanya, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Alkitab berkata: "Tidak ada keselamatan dalam diri orang lain; karena tidak ada nama lain di bawah langit yang diberikan kepada manusia, yang olehnya kami bisa diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12). "Yesus Kristus adalah sama kemarin, dan hari ini, dan untuk selama-lamanya" (Ibrani 13:8). Nama Tuhan Yesus selamanya tidak berubah, jadi bagaimana mungkin Dia disebut Tuhan Yang Mahakuasa? Bagaimana mungkin Dia melakukan pekerjaan baru? Saat itu, aku tidak bisa menerimanya dan tidak mau memedulikan mereka. Beberapa waktu kemudian, mereka datang lagi untuk memberitakan Injil kepada kami, tetapi aku tetap kukuh dan menolak mendengarkan, pikirku, "Alkitab jelas mengatakan bahwa nama Tuhan Yesus tidak akan pernah berubah, tetapi kalian mengatakan Tuhan telah datang dan disebut Tuhan Yang Mahakuasa. Itu tidak sesuai dengan Alkitab. Apa pun yang kalian katakan, aku tidak akan menerimanya." Suamiku juga tidak mau mendengarkan maupun menerimanya.

Pada tahun 2002, suamiku pergi berkhotbah. Saat pulang, dia tampak begitu bersemangat dan berkata kepadaku, "Ada kabar baik untukmu. Tuhan Yesus yang sangat kita rindukan telah datang kembali! Tuhan Yang Mahakuasa yang dipersaksikan oleh Kilat dari Timur adalah Tuhan Yesus yang datang kembali! Rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan dibagi menjadi tiga tahap: Yang pertama adalah pekerjaan Zaman Hukum Taurat, ketika Tuhan Yahweh menetapkan hukum Taurat untuk membimbing kehidupan manusia di bumi. Yang kedua adalah pekerjaan Zaman Kasih Karunia, ketika Tuhan Yesus disalibkan dan menebus umat manusia. Yang ketiga adalah pekerjaan Zaman Kerajaan, ketika Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan banyak kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran, menyelesaikan natur dosa manusia, menyucikan dan menyelamatkan manusia secara menyeluruh, dan akhirnya menuntun manusia ke tempat tujuan yang indah. Ketiga tahap pekerjaan ini merupakan keseluruhan pekerjaan penyelamatan Tuhan atas manusia, dan masing-masing tahap sangatlah penting. ..." Suamiku memberitahuku banyak hal. Namun, bagiku itu sulit dipercaya. Aku bertanya-tanya, "Bagaimana bisa kau menerima Kilat dari Timur? Sudah bertahun-tahun kau berkhotbah, bagaimana mungkin kau disesatkan oleh mereka? Kita membaca Alkitab sepanjang hari. Galatia 1:6–7 menyatakan: 'Aku heran betapa cepatnya engkau berpaling dari Dia yang memanggil engkau kepada kasih karunia Kristus dan beralih kepada injil lain; yang sebenarnya bukan Injil; tetapi ada orang yang mengacaukan engkau sekalian, dan yang ingin membelokkan Injil Kristus.' Begitu juga Ibrani 13:8: 'Yesus Kristus adalah sama kemarin, dan hari ini, dan untuk selama-lamanya.' Ayat-ayat ini jelas menyatakan bahwa nama Tuhan Yesus tidak akan pernah berubah. Namun, orang-orang percaya dari Kilat dari Timur mengatakan bahwa nama Tuhan adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Bukankah ini mengubah nama Tuhan? Bukankah mereka memutarbalikkan Injil Kristus? Bagaimana kau bisa memercayainya? Dalam iman kita kepada Tuhan, kita harus selalu berpegang pada nama Tuhan. Nama Tuhan tidak bisa berubah!" Aku tahu, karena suamiku sangat menguasai Alkitab dan pandai berkhotbah, aku tidak akan bisa meyakinkannya, dan jika dia sudah meyakini sesuatu, tidak ada yang bisa mengubah pikirannya. Jadi, aku diam saja. Pikirku, "Sebagus apa pun kau bicara, aku tidak akan menerimanya! Tuhan Yesus telah memberi kita begitu banyak kasih karunia; aku tidak akan pernah mengkhianati-Nya. Aku akan mengikuti Tuhan sampai akhir, sekalipun kita harus bercerai!" Jadi aku berkata kepadanya, "Kalau kau tetap memberitakan tentang Tuhan Yesus, aku akan mendengarkanmu. Kita masih keluarga. Namun, jika kau memberitakan tentang Kilat dari Timur, kau jalani jalanmu, aku akan jalani jalanku—kita jalan sendiri-sendiri saja." Melihatku bersikeras tidak mau mendengarkan, suamiku hanya bisa menggelengkan kepala tanpa daya, dan tidak mengatakan apa-apa lagi.

Setelah itu, dia memberitakan Injil kepada orang-orang di denominasi kami. Tak disangka, rekan sekerja terdekatnya di gereja, Feng, mengusirnya. Setelah itu, Feng dan yang lainnya mulai menutup rapat tempat-tempat pertemuan dan tidak mengizinkan para orang percaya mendengarkan apa yang disampaikan suamiku. Mereka berkata kepadaku, "Suamimu telah menerima Kilat dari Timur. Jangan dengarkan dia. Imannya sudah menyimpang!" Aku menjawab, "Aku belum menerimanya, tetapi beberapa yang dia katakan sesuai dengan Alkitab." Hanya karena aku mengatakan hal ini, mereka bahkan menjadi waspada terhadapku. Mereka diam-diam membicarakanku, dan berkata, "Suaminya sekarang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, jadi kita jangan berurusan dengannya! Seiring berjalannya waktu, dia pasti akan terpengaruh. Dia pasti akan menerimanya!" Mendengar itu, aku merasa sangat diperlakukan tidak adil. Sebanyak apa pun aku menjelaskan, bahkan bersumpah bahwa aku belum menerima Kilat dari Timur, mereka tetap tidak memercayaiku. Setiap kali aku pergi ke tempat pertemuan, raut wajah mereka langsung berubah. Mereka mewaspadaiku, takut aku akan menyesatkan orang percaya lain, dan berharap aku tidak datang ke pertemuan sama sekali. Biasanya, mereka tidak berani berbicara denganku, seolah-olah aku membawa penyakit menular. Aku merasa sangat sakit hati dan benci pada suamiku. Aku merasa bahwa semua penolakan mereka terhadapku ini adalah gara-gara dia. Hatiku sangat sedih dan tertekan, jadi aku berdoa kepada Tuhan, "Oh Tuhan, saudara-saudari telah menolakku. Aku merasa sangat sakit hati. Aku tidak tahu apa maksud-Mu." Untuk membuktikan bahwa aku tidak menerima Kilat dari Timur, saat seorang saudari yang menjadi tuan rumah pertemuan jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit, aku sengaja membelikannya hadiah dan menjenguknya agar dia tahu betapa tulusnya aku. Namun, setelah dia keluar dari rumah sakit, dia kembali mengabaikanku. Jadi setelah itu, aku berhenti menghadiri pertemuan, dan hanya berdoa serta membaca Alkitab di rumah. Suamiku melihat betapa sedihnya diriku dan kembali bersaksi kepadaku tentang pekerjaan Tuhan yang baru. Dengan marah, aku menegurnya dan berkata, "Coba kalau kau tidak menerima Kilat dari Timur, apa gereja akan mengusirku? Apa semua orang akan menolakku? Sekalipun mereka melarangku datang ke pertemuan, aku tidak akan percaya pada Kilat dari Timur sepertimu! Aku akan tetap berpegang pada nama Tuhan dan tidak akan menyangkal bahwa Kristuslah Tuhanku!" Dia tidak marah saat melihat sikap burukku ini, tetapi justru menjadi cemas dan khawatir. Beberapa waktu kemudian, dia membawa dua saudara untuk bersekutu denganku. Salah satu saudara itu berkata dengan sangat tulus, "Saudari, Tuhan Yesus benar-benar telah datang kembali dan mengungkapkan jutaan firman. Firman ini semuanya adalah kebenaran. Semua kebingunganmu dapat dijawab melalui firman Tuhan. Dengarkan saja, dan kau akan memahaminya." Waktu itu, aku hanya sibuk dengan urusanku sendiri dan tidak mau memedulikan mereka. Kedua saudara itu melihat bahwa aku tidak mau mendengarkan, jadi mereka tidak punya pilihan lain selain pergi. Aku melihat betapa orang-orang Kilat dari Timur ini begitu bermartabat dan berkepribadian lurus, serta penuh kasih. Mereka tidak marah meskipun aku bersikap dingin seperti itu kepada mereka, dan mereka tetap bersekutu denganku dengan sangat sabar. Mereka jelas-jelas adalah orang percaya yang sejati, tetapi bagaimana bisa mereka percaya pada Kilat dari Timur? Aku benar-benar tidak habis pikir. Setelah itu, suamiku pergi ke luar daerah untuk memberitakan Injil. Selama dia pergi, ada saja orang yang datang untuk bersaksi kepadaku tentang pekerjaan Tuhan yang baru, tetapi aku sama sekali tidak mau mendengarkan. Setiap kali ada yang datang, aku mengunci pintu dan bersembunyi di satu sudut. Setelah melihat pintu terkunci, mereka pun pergi. Pada masa-masa itu, setiap kali aku teringat bagaimana orang-orang di gereja salah paham dan menolakku, aku merasa sangat sakit hati. Berkali-kali aku menangis dan mencurahkan penderitaanku ini kepada Tuhan. Suatu kali, tiba-tiba aku berpikir, "Gereja tidak mengizinkanku menghadiri pertemuan. Kalau aku bisa membawa domba-domba baik yang telah dicuri Kilat dari Timur kembali ke gereja, maka saudara-saudari pasti akan percaya bahwa aku tidak mengkhianati Tuhan." Saat memikirkan ini, hatiku tiba-tiba menjadi terang, dan aku pun segera berdoa kepada Tuhan, "Oh Tuhan, Engkau memeriksa lubuk hati kami yang terdalam dan tahu bahwa aku tulus kepada-Mu. Aku belum menerima Kilat dari Timur. Oh Tuhan, gereja tidak lagi menginginkanku dan aku sangat sakit hati. Aku tidak mau hanya diam di rumah, merasa diperlakukan tidak adil dan diabaikan seperti ini. Oh Tuhan, kumohon berikanlah aku hikmat dan kekuatan untuk membawa domba-domba baik yang telah dicuri Kilat dari Timur kembali ke nama-Mu. Oh Tuhan, tolonglah aku!" Setelah berdoa, rencanaku adalah berinisiatif menghubungi orang-orang Kilat dari Timur dan menghadapi mereka secara langsung, menggunakan Alkitab untuk membantah mereka dan membawa kembali domba-domba Tuhan. Jadi, setiap hari aku menghabiskan banyak waktu untuk membaca Alkitab.

Suatu hari, saat sedang tekun membaca Kitab Suci, aku tiba-tiba melihat Lukas 17:24–25 menyatakan: "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini." Aku tertegun. Mengapa ayat ini terasa berbeda saat kubaca sekarang dibandingkan dengan sebelumnya? Aku merenungkan firman "Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini". Dahulu aku selalu berpikir ini tentang Tuhan Yesus, karena pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan berinkarnasi menjadi Tuhan Yesus Kristus dan ditolak oleh generasi itu, disalibkan, dan Dia mengalami penderitaan yang luar biasa. Bagaimana mungkin Tuhan berkata "dan ditolak oleh generasi ini" ketika Dia menubuatkan kembalinya Anak manusia? Apakah ayat ini masih berbicara tentang Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu? Makin kurenungkan, makin aku merasa bahwa apa yang dikatakan orang-orang percaya dari Kilat dari Timur itu sesuai dengan Alkitab. Aku juga teringat orang-orang percaya dari Kilat dari Timur yang bersaksi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah inkarnasi kedua dari Tuhan, dan bagaimana orang-orang dari semua denominasi menghakimi, menentang, dan mengutuk pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, serta betapa parahnya partai penguasa PKT memburu dan menganiaya Kilat dari Timur—bukankah ini berarti Tuhan Yang Mahakuasa sedang mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini? Mungkinkah "Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" merujuk pada Tuhan Yang Mahakuasa? Apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali? Saat memikirkan hal ini, aku terkejut, "Gawat! Apa aku benar-benar telah menentang Tuhan?" Namun, aku lalu berpikir, "Tentu tidak! Nama Tuhan tidak akan berubah selamanya!" Aku lalu berpikir lagi, "Ini masalah yang sangat serius, aku tidak boleh begitu saja mengutuk Kilat dari Timur secara membabi buta. Aku benar-benar tidak boleh menentang Tuhan." Lalu aku teringat pada firman Tuhan: "Karena setiap orang yang meminta, menerima; dan orang yang mencari, menemukan; dan orang yang mengetuk, pintu akan dibukakan baginya" (Matius 7:8). Mataku pun seolah terbuka, dan aku berpikir, "Ya, aku harus mencari tahu."

Aku ingat suamiku punya sebuah pamflet Injil. Dia pernah berkata kepadaku, "Semua kebingunganmu dapat diselesaikan oleh buku ini." Aku bergegas mencari buku itu, tetapi sebelum membacanya, aku berdoa, "Ya Tuhan, mohon cerahkan aku dan izinkan aku untuk dapat membedakan isi buku ini. Tingkat pertumbuhanku masih rendah dan aku takut disesatkan, tetapi aku juga takut menentang-Mu. Ya Tuhan, mohon lindungi aku saat membaca buku ini hari ini." Setelah berdoa, aku membuka buku itu dan melihatnya. Ternyata, buku ini memang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ingin kutanyakan. Yang pertama adalah tentang nama Tuhan. Buku itu menyatakan: "Di dalam Alkitab tertulis, 'Tidak ada keselamatan dalam diri orang lain; karena tidak ada nama lain di bawah langit yang diberikan kepada manusia, yang olehnya kami bisa diselamatkan' (Kisah Para Rasul 4:12). Benar sekali. Namun, ini tidak membuktikan bahwa Tuhan hanya bisa disebut Yesus dan nama-Nya tidak akan bisa berubah. Kita semua ingat bahwa di dalam Perjanjian Lama, Yahweh berfirman: 'Aku, Akulah Yahweh, dan selain Aku tidak ada Juruselamat lain' (Yesaya 43:11). 'Yahweh ... inilah nama-Ku untuk selama-lamanya dan inilah pengingat tentang Aku kepada semua generasi' (Keluaran 3:15). Dan di dalam Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul 4:12 menyatakan: 'Tidak ada keselamatan dalam diri orang lain; karena tidak ada nama lain di bawah langit yang diberikan kepada manusia, yang olehnya kami bisa diselamatkan.' 'Orang lain' merujuk pada siapa pun selain Yesus. Jadi, yang manakah satu-satunya nama Tuhan—Yahweh atau Yesus? Nama Tuhan pada mulanya adalah Yahweh, tetapi kemudian menjadi Yesus. Jadi, bukankah nama Tuhan berubah? Saat Tuhan Yesus datang kembali pada akhir zaman, nama-Nya juga mengalami perubahan yang serupa. Mari kita baca nubuat dalam kitab Wahyu ini dan kemudian kita akan memahaminya. Wahyu 3:12 menyatakan: 'Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi: dan Aku akan menuliskan padanya nama Tuhan-Ku, dan nama kota Tuhan-Ku, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari surga dari Tuhan-Ku dan Aku akan menuliskan nama-Ku yang baru padanya.' Ini jelas menubuatkan bahwa saat Tuhan datang kembali di akhir zaman, Dia akan memiliki nama baru. Jadi, mungkinkah nama baru itu masih Yesus? Bagaimana bisa disebut nama baru jika Dia masih dipanggil Yesus?" Aku merasa bahwa perkataan ini sangat masuk akal, sesuai dengan Alkitab, dan tidak menyimpang dari Alkitab. Aku sudah berkali-kali membaca ayat-ayat ini, bagaimana bisa aku tidak memahaminya? Yahweh adalah nama Tuhan pada Zaman Hukum Taurat. Yesus adalah nama Tuhan pada Zaman Kasih Karunia. Yahweh dan Yesus, keduanya adalah nama Tuhan. Dia disebut dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda. Nama-Nya pada kedua zaman ini berbeda. Dulu aku percaya bahwa nama Tuhan selamanya tidak berubah, tetapi ini nyatanya bertentangan dengan fakta. Kitab Wahyu menyatakan Tuhan akan memiliki "nama baru". Ternyata "nama baru" ini tidak merujuk pada Tuhan Yesus.

Dalam jawaban untuk pertanyaan ini, pamflet Injil itu juga mengutip firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Di setiap zaman, Tuhan melakukan pekerjaan baru dan disebut dengan nama baru; bagaimana mungkin Dia melakukan pekerjaan yang sama pada zaman yang berbeda? Bagaimana mungkin Dia berpegang teguh pada yang lama? Nama Yesus diambil demi pekerjaan penebusan, jadi apakah Dia masih akan disebut dengan nama yang sama ketika Dia kembali pada akhir zaman? Akankah Dia tetap melakukan pekerjaan penebusan? Mengapa Yahweh dan Yesus adalah satu, tetapi disebut dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda? Bukankah karena zaman pekerjaan Mereka berbeda? Mungkinkah satu nama merepresentasikan keseluruhan diri Tuhan? Dengan demikian, Tuhan harus disebut dengan nama berbeda pada zaman berbeda, dan Dia harus menggunakan nama itu untuk mengubah dan merepresentasikan zaman. Karena tidak ada satu nama pun yang dapat sepenuhnya merepresentasikan Tuhan itu sendiri, dan setiap nama hanya dapat merepresentasikan watak khas Tuhan pada zaman tertentu; nama itu hanya perlu merepresentasikan pekerjaan-Nya" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"). "'Yahweh' adalah nama yang Kupakai selama pekerjaan-Ku di Israel, dan itu berarti Tuhan orang Israel (umat pilihan Tuhan) yang dapat berbelas kasihan terhadap manusia, mengutuk manusia, dan membimbing hidup manusia; Tuhan yang memiliki kuasa besar dan penuh hikmat. 'Yesus' adalah Imanuel, yang artinya korban penghapus dosa yang penuh kebaikan, penuh belas kasihan, dan yang menebus manusia. Dia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan Dia mewakili Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat mewakili satu bagian pekerjaan dari rencana pengelolaan. ... nama Yesus berasal dari Zaman Kasih Karunia, dan ada karena pekerjaan penebusan pada Zaman Kasih Karunia. Nama Yesus ada untuk memungkinkan orang-orang pada Zaman Kasih Karunia lahir baru dan diselamatkan, dan merupakan nama khusus bagi penebusan seluruh umat manusia. Dengan demikian, nama Yesus mewakili pekerjaan penebusan, dan menandai Zaman Kasih Karunia. Nama Yahweh adalah nama khusus bagi bangsa Israel yang hidup di bawah hukum Taurat. Di setiap zaman dan setiap tahap pekerjaan, nama-Ku bukan tanpa dasar, tetapi memiliki makna yang bersifat mewakili: Setiap nama mewakili satu zaman. 'Yahweh' mewakili Zaman Hukum Taurat, dan merupakan sebutan kehormatan yang dipakai bangsa Israel untuk memanggil Tuhan yang mereka sembah. 'Yesus' mewakili Zaman Kasih Karunia, dan merupakan nama Tuhan bagi semua orang yang ditebus selama Zaman Kasih Karunia. Jika manusia masih merindukan kedatangan Yesus Sang Juruselamat pada akhir zaman, dan masih berharap Dia datang dalam citra diri yang dikenakan-Nya di Yudea, maka seluruh rencana pengelolaan enam ribu tahun akan terhenti pada Zaman Penebusan, dan tidak akan dapat bergerak maju lebih jauh. Selain itu, akhir zaman tidak akan pernah datang, dan zaman ini tidak akan pernah berakhir" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Juruselamat Telah Datang Kembali di atas 'Awan Putih'"). Setelah membaca firman ini aku pun sedikit mengerti. Pekerjaan Tuhan selalu bergerak maju dan nama Tuhan selalu berubah seiring dengan pekerjaan-Nya. Tuhan melakukan pekerjaan yang berbeda pada zaman yang berbeda dan disebut dengan nama yang berbeda. Dengan nama-Nya, Dia mengubah zaman, dan nama-Nya mewakili zaman tersebut. Tuhan disebut dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda untuk mewakili watak berbeda yang Dia ungkapkan di setiap zaman. Pada Zaman Hukum Taurat, Tuhan mengeluarkan hukum Taurat untuk membimbing orang Israel dalam kehidupan mereka di bumi. Dan nama Yahweh mewakili watak Tuhan yang mengandung keagungan, kemurkaan, belas kasihan, dan bahkan kutukan bagi manusia. Pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan berinkarnasi menjadi Tuhan Yesus. Dia disalibkan dan menjadi korban penghapus dosa bagi manusia. Nama Yesus mewakili watak Tuhan yang penuh belas kasihan dan kasih. Aku melihat bahwa nama yang Tuhan pakai pada setiap zaman memiliki makna, tetapi aku malah mengatakan bahwa pekerjaan dan nama Tuhan tidak akan pernah bisa berubah—bukankah aku telah membatasi Tuhan?

Kemudian aku membaca bagian lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan hatiku menjadi makin terang. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Aku pernah disebut Yahweh, Aku juga pernah disebut orang sebagai Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus Sang Juruselamat dengan penuh kasih dan penghormatan. Hari ini, Aku bukan lagi Yahweh ataupun Yesus yang orang kenal di masa lalu. Melainkan, Aku adalah Tuhan yang telah datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan mengakhiri zaman; Akulah Tuhan itu sendiri yang bangkit dari ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, kehormatan, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah berhubungan dengan-Ku, mereka tidak pernah mengenal diri-Ku, dan mereka tidak pernah tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tak seorang pun pernah melihat-Ku. Ini adalah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara mereka. Dia tinggal di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan api yang berkobar-kobar, penuh dengan kuasa dan sarat dengan otoritas. Tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang tidak akan disucikan melalui nyala api. Pada akhirnya, negara yang tak terhitung banyaknya akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman akan melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, dan Akulah Tuhan Yang Mahakuasa, yang menaklukkan seluruh umat manusia. Dan semua orang akan melihat bahwa Aku pernah menjadi korban penghapus dosa bagi manusia, tetapi pada akhir zaman, Aku telah menjadi nyala api dari matahari yang menghanguskan segala sesuatu, serta Surya Kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Inilah pekerjaan-Ku pada akhir zaman. Aku mengambil nama ini dan menyandang watak ini agar semua orang dapat melihat bahwa Akulah Tuhan yang benar, matahari yang menyala-nyala, dan api yang berkobar-kobar, dan agar semua manusia dapat menyembah-Ku, satu-satunya Tuhan yang benar, dan agar mereka dapat melihat wajah-Ku yang sesungguhnya: Aku bukan hanya Tuhan atas orang Israel, dan Aku bukan hanya Sang Penebus, melainkan Aku adalah Tuhan atas segala ciptaan di seluruh langit dan bumi dan lautan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Juruselamat Telah Datang Kembali di atas 'Awan Putih'"). Aku merasa firman ini begitu berotoritas, bahwa ini benar-benar firman Tuhan. Aku juga mengerti bahwa Yahweh, Mesias, Yesus, dan Tuhan Yang Mahakuasa, semuanya adalah nama Tuhan. Semua itu adalah satu Tuhan, dan Tuhan Yang Mahakuasa adalah nama Tuhan pada akhir zaman. Ini menggenapi apa yang Alkitab katakan: "Akulah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir, firman Tuhan, yang ada sekarang, yang sudah ada, dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Wahyu 1:8). Aku merasa sangat sedih saat memikirkan hal ini. Orang-orang Farisi pada zaman dahulu berpegang teguh pada kata-kata di Alkitab, berpikir bahwa seseorang yang tidak dipanggil Mesias mustahil merupakan Tuhan, dan akibatnya, mereka menyalibkan Tuhan Yesus dan dihukum oleh Tuhan. Bukankah sekarang ini aku tidak ada bedanya dengan orang-orang Farisi? Aku berpegang teguh pada kata-kata di Alkitab serta hidup dalam gagasan dan imajinasiku sendiri, berpikir bahwa jika Tuhan tidak dipanggil Yesus, maka Dia bukanlah Tuhan. Dalam hal menyambut Tuhan, aku tidak mencari atau menyelidiki, tetapi hanya bersikeras berpegang pada gagasan dan imajinasiku, mengira aku sedang membela nama Tuhan dan memelihara jalan-Nya, tanpa menyadari bahwa aku sedang menentang pekerjaan Tuhan yang baru. Aku begitu menyesal hingga menangis.

Aku buru-buru melanjutkan membaca dan menemukan bahwa di pamflet Injil itu tertulis: "Banyak orang memiliki gagasan ini. Mereka percaya bahwa Alkitab jelas menyatakan bahwa siapa pun yang memberitakan sesuatu yang berbeda dari yang mereka ajarkan akan terkutuk, bahwa apa yang diberitakan oleh Kilat dari Timur berbeda dari apa yang mereka beritakan, bahwa itu adalah Injil yang berbeda, dan karena itu mereka tidak berani menerimanya." Aku juga merasa bingung tentang hal ini, jadi aku harus membacanya dengan saksama. Buku itu menyatakan: "Surat Galatia adalah surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada gereja di Galatia. Pada waktu itu, Injil Tuhan Yesus telah menyebar dengan luar biasa, dan banyak orang di Galatia juga menerima pekerjaan baru Tuhan Yesus, lalu gereja-gereja pun didirikan. Itu adalah masa ketika Zaman Hukum Taurat sedang beralih ke Zaman Kasih Karunia, dan ada dua kelompok pemberita Injil di antara orang-orang Yahudi pada masa itu: Satu kelompok memberitakan pekerjaan lama pada Zaman Hukum Taurat, mengajak orang-orang untuk mematuhi hukum Yahweh, yaitu, disunat, memelihara hari Sabat, masuk ke bait suci, dan sebagainya. Kelompok yang lain (dipimpin oleh 12 murid Yesus) memberitakan pekerjaan baru Zaman Kasih Karunia, mengajak orang-orang untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan, serta melakukan apa yang diperintahkan Tuhan Yesus, yaitu, mengaku dosa, bertobat, dibaptis, memecah roti, saling mengasihi, bersikap toleran dan sabar, dan lain-lain. Orang-orang Farisi yang berpegang teguh pada hukum Taurat Perjanjian Lama berkata bahwa Injil yang diberitakan oleh murid-murid Yesus berbeda dengan yang mereka beritakan, bahwa jalan Yesus melampaui Alkitab dan bahwa Dia telah meninggalkan hukum Taurat. Mereka mengutuk pekerjaan baru Yesus dan mengganggu orang-orang yang telah menerima keselamatan dari penyaliban Yesus. Mereka berkata bahwa orang tidak bisa diselamatkan dengan percaya kepada Yesus, bahwa hal itu bertentangan dengan ajaran Yahweh, dan bahwa mereka harus terus memelihara hari Sabat, disunat, dan sebagainya. Namun, jemaat Galatia saat itu tidak memiliki kemampuan membedakan, sehingga mereka meninggalkan Injil Yesus yang diberitakan Paulus untuk mengikuti orang-orang Yahudi yang memberitakan hukum Taurat Perjanjian Lama. Ketika Paulus mendengar bahwa saudara-saudari di gereja Galatia telah menolak Injil Tuhan Yesus dan kembali ke bait suci, dia menulis surat kepada gereja Galatia, katanya, 'Aku heran betapa cepatnya engkau berpaling dari Dia yang memanggil engkau kepada kasih karunia Kristus dan beralih kepada injil lain; yang sebenarnya bukan Injil; tetapi ada orang yang mengacaukan engkau sekalian, dan yang ingin membelokkan Injil Kristus' (Galatia 1:6-7). Dia menulis ini untuk menasihati jemaat Galatia agar kembali ke jalan yang benar. Kita semua tahu bahwa orang-orang Farisi berpegang teguh pada hukum Taurat dan mengutuk Tuhan Yesus, sehingga mereka disingkirkan dari pekerjaan baru Roh Kudus, dan akhirnya dihukum serta dikutuk Tuhan. Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi pekerjaan baru Tuhan hari ini?" Setelah membaca persekutuan itu, barulah aku sadar bahwa aku tidak memahami Alkitab. Tanpa mengerti alasan Paulus mengatakan hal tersebut, aku menafsirkannya sesukaku sesuai dengan gagasan dan khayalanku. "Injil lain" yang disebutkan oleh Paulus merujuk pada Injil Yahweh yang diberitakan pada akhir Zaman Hukum Taurat yang mengajak orang-orang untuk mematuhi hukum Taurat Perjanjian Lama, dan tidak merujuk pada Injil Zaman Kerajaan. Ini karena ketika Paulus menulis surat itu, Tuhan belum melakukan pekerjaan-Nya pada akhir zaman dan tidak ada yang memberitakan Injil Tuhan pada akhir zaman. Aku menganggap mereka yang memberitakan Injil kerajaan sebagai pemberita Injil yang lain. Aku benar-benar sudah bingung dan memiliki pemahaman menyimpang tentang kitab suci! Aku begitu miskin, menyedihkan, dan buta! Aku sungguh sangat malu. Sebelumnya, tanpa malu aku berkata ingin membawa domba-domba yang dicuri Kilat dari Timur kembali ke gereja. Baru sekarang aku mengerti bahwa mereka tidak disesatkan. Sebaliknya, mereka telah melihat bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran dan meyakini bahwa itu adalah suara Tuhan, sehingga mereka mulai mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa. Pantas saja iman mereka begitu kuat setelah menerima Kilat dari Timur, dan tak akan ada yang bisa menarik mereka kembali. Ternyata, mereka telah menyambut Tuhan. Aku mengira akan bisa lebih banyak membaca Alkitab dan membawa kembali domba-domba baik yang dicuri Kilat dari Timur. Aku tidak pernah membayangkan Tuhan akan menggunakan situasi khusus ini untuk menghidupkan kembali hatiku yang mati rasa dan keras kepala. Aku merasa sangat bersemangat!

Aku mulai antusias membaca firman Tuhan dan membaca ini: "Setelah pekerjaan Yahweh, Yesus menjadi daging untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Pekerjaan-Nya tidak dilakukan secara terpisah, tetapi dibangun di atas pekerjaan Yahweh. Itu adalah pekerjaan untuk zaman yang baru yang Tuhan lakukan setelah Dia menyelesaikan Zaman Hukum Taurat. Demikian pula, setelah pekerjaan Yesus berakhir, Tuhan melanjutkan pekerjaan-Nya untuk zaman berikutnya, karena seluruh pengelolaan Tuhan selalu bergerak maju. Ketika zaman lama berlalu, zaman itu akan digantikan dengan zaman yang baru, dan begitu pekerjaan lama telah selesai, akan ada pekerjaan baru untuk melanjutkan pengelolaan Tuhan. Inkarnasi ini adalah inkarnasi Tuhan yang kedua, yang menyusul setelah pekerjaan Yesus. Tentu saja, inkarnasi ini tidak terjadi secara terpisah; itu merupakan tahap ketiga pekerjaan setelah Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Setiap kali Tuhan memulai tahap pekerjaan yang baru, pasti selalu ada awal yang baru dan pasti selalu membawa zaman yang baru. Demikian pula, ada perubahan yang sesuai dalam watak Tuhan, dalam cara kerja-Nya, dalam lokasi pekerjaan-Nya, dan dalam nama-Nya. Maka tak heran jika manusia sulit menerima pekerjaan Tuhan pada zaman yang baru. Namun bagaimanapun Tuhan ditentang oleh manusia, Dia selalu melakukan pekerjaan-Nya, dan selalu memimpin seluruh umat manusia bergerak maju. Ketika Yesus datang ke dalam dunia manusia, Dia membawa Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat. Pada akhir zaman, Tuhan sekali lagi menjadi daging, dan dengan inkarnasi ini Dia mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan membawa Zaman Kerajaan. Semua orang yang dapat menerima inkarnasi Tuhan yang kedua akan dibawa ke dalam Zaman Kerajaan, dan terlebih lagi akan mampu menerima bimbingan Tuhan secara pribadi. Meskipun Yesus datang di antara manusia dan melakukan banyak pekerjaan, Dia hanya menyelesaikan pekerjaan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak menyingkirkan seluruh watak rusak manusia dari diri mereka. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya mengharuskan Yesus menjadi korban penghapus dosa dan menanggung dosa manusia, tetapi juga mengharuskan Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang bahkan lebih besar untuk sepenuhnya menyingkirkan watak manusia yang telah dirusak oleh Iblis. Jadi, setelah manusia diampuni dari dosa-dosanya, Tuhan datang kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru serta memulai pekerjaan hajaran dan penghakiman. Pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan memperoleh berkat yang lebih besar. Mereka akan benar-benar hidup dalam terang dan memperoleh kebenaran, jalan, dan hidup" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"). Makin aku membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, makin teranglah hatiku. Aku mengerti bahwa pekerjaan Tuhan dan nama-Nya bukanlah hal yang tidak bisa berubah. Pekerjaan Tuhan terus bergerak maju, dan pekerjaan setiap zaman dibangun di atas pekerjaan zaman sebelumnya. Karena pekerjaan Tuhan berbeda pada setiap zaman, nama Tuhan dan watak yang Dia ungkapkan juga berbeda. Jika memang seperti yang kuyakini, bahwa nama dan pekerjaan Tuhan tidak pernah berubah, maka selamanya Tuhan akan disebut Yahweh dan tidak mungkin berubah menjadi Yesus. Pekerjaan Tuhan juga tidak akan bisa bergerak maju, dan hanya akan berhenti pada Zaman Hukum Taurat. Jika demikian, manusia tidak akan bisa ditebus oleh Tuhan, tetapi akan mati di bawah hukum Taurat. Jika aku hanya berpegang pada nama Yesus dan tidak menerima pekerjaan baru serta nama baru Tuhan pada akhir zaman, maka aku tidak akan pernah bisa menyambut kedatangan Tuhan kembali dan pada akhirnya aku akan jatuh ke dalam bencana, meratap dan menggertakkan gigi, karena telah melewatkan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman.

Aku membaca lebih banyak lagi firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Mungkin, setelah mendengar jalan kebenaran dan setelah membaca firman kehidupan, engkau yakin bahwa hanya satu dari 10.000 perkataan ini yang sesuai dengan pemahamanmu dan Alkitab, maka engkau harus terus mencari dalam 1/10.000 dari perkataan ini. Aku juga menasihatimu agar engkau bersikap rendah hati, jangan terlalu percaya diri, dan jangan terlalu merasa dirimu penting. Dengan memiliki sedikit hati yang takut akan Tuhan, engkau akan mendapatkan terang yang lebih besar. Jika engkau teliti mengkaji dan berulang-ulang merenungkan perkataan ini, engkau akan mengerti apakah perkataan ini merupakan kebenaran atau bukan, dan apakah perkataan ini merupakan hidup atau bukan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Memperbarui Langit dan Bumi"). Firman Tuhan Yang Mahakuasa ini langsung menyentuh lubuk hatiku: Inilah keadaan yang kualami. Dulu, suamiku sering bersaksi kepadaku tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, tetapi aku terlalu merasa diri penting dan bebal, sama sekali tidak punya hati yang takut akan Tuhan, mengandalkan sekelumit pengetahuanku tentang Alkitab untuk membatasi pekerjaan Tuhan, dan bahkan ingin menemukan lebih banyak dasar Alkitab untuk menyangkal nama dan pekerjaan baru Tuhan. Aku benar-benar sangat keras kepala dan pikiranku sangat menyimpang! Aku ingin melepaskan gagasanku, terus mencari dan menyelidiki, serta mengaku dosa dan bertobat kepada Tuhan. Dulu aku selalu menolak saat suamiku ingin bersekutu denganku tentang pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, tetapi sekarang aku sangat ingin mendengarnya. Namun, suamiku sedang pergi memberitakan Injil dan aku tidak tahu kapan dia akan kembali. Jadi setiap hari aku membuka pintu depan dan menunggu saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, berharap akan ada seseorang yang datang dan bersekutu denganku suatu hari nanti.

Suatu pagi, aku baru saja selesai sarapan ketika mendengar seseorang memanggilku. Saat melihat bahwa mereka adalah dua saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, aku merasa sangat bersemangat. Dengan gembira aku mempersilakan mereka masuk. Mereka bersekutu sedikit denganku, lalu salah satu dari mereka membuka Firman Menampakkan Diri dalam Daging, membuka bab "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan", dan mulai membacakannya untukku. Saudari itu membacakannya sementara aku mendengarkan dengan antusias. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Ketiga tahap pekerjaan adalah inti keseluruhan pengelolaan Tuhan, dan di dalam ketiganya terungkap watak Tuhan dan siapa diri-Nya. Orang yang tidak mengetahui ketiga tahap pekerjaan Tuhan ini, tidaklah mampu untuk menyadari bagaimana Tuhan mengungkapkan watak-Nya, mereka juga tidak mengetahui hikmat dari pekerjaan Tuhan. Mereka juga tetap tidak tahu tentang berbagai cara Tuhan menyelamatkan manusia, dan tentang maksud-maksud-Nya bagi seluruh umat manusia. Ketiga tahap pekerjaan adalah pengungkapan penuh dari pekerjaan menyelamatkan manusia. Orang yang tidak mengetahui ketiga tahap pekerjaan ini tidak akan mengetahui berbagai metode dan prinsip dari pekerjaan Roh Kudus, dan mereka yang hanya secara kaku mematuhi peraturan yang tersisa dari tahap pekerjaan tertentu adalah orang-orang yang membatasi Tuhan dengan peraturan, dan yang kepercayaannya kepada Tuhan sangatlah samar. Orang-orang seperti itu tidak akan pernah menerima keselamatan Tuhan. Hanya ketiga tahap pekerjaan Tuhan-lah yang dapat sepenuhnya mengungkapkan seluruh watak Tuhan dan sepenuhnya mengungkapkan maksud Tuhan dalam menyelamatkan seluruh umat manusia, dan seluruh proses penyelamatan manusia. Ini adalah bukti bahwa Dia telah mengalahkan Iblis dan mendapatkan manusia; ini adalah bukti kemenangan Tuhan, dan merupakan pengungkapan seluruh watak Tuhan. Orang yang hanya memahami salah satu dari ketiga tahap pekerjaan Tuhan hanya mengetahui sebagian dari watak Tuhan. Peraturan cenderung terbentuk di dalam gagasan manusia berdasarkan satu tahap pekerjaan ini, dan menjadi besar kemungkinannya bagi manusia untuk membatasi Tuhan, dan menggunakan satu bagian dari watak Tuhan ini sebagai representasi dari keseluruhan watak Tuhan. Lebih jauh lagi, banyak dari imajinasi manusia yang tercampur di dalamnya, sampai sedemikian rupa hingga manusia dengan kaku membatasi watak, hakikat, dan hikmat Tuhan, juga prinsip-prinsip pekerjaan Tuhan, di dalam lingkup yang terbatas, meyakini bahwa jika Tuhan pernah seperti ini, berarti Dia akan tetap sama sepanjang waktu dan tidak akan pernah berubah. Hanya orang yang mengetahui dan menghargai ketiga tahap pekerjaan Tuhan yang bisa mengenal Tuhan dengan lengkap dan akurat. Setidaknya, mereka tidak akan mendefinisikan Tuhan sebagai Tuhan atas orang Israel, atau orang Yahudi, dan tidak akan memandang-Nya sebagai Tuhan yang akan selamanya terpaku di kayu salib demi manusia. Jika orang hanya mengenal Tuhan dari satu tahap pekerjaan-Nya, pengetahuan mereka itu terlalu kecil, dan jumlahnya tidak lebih dari setetes air di tengah samudra. Jika tidak demikian, mengapa banyak kaum agama tradisional memakukan Tuhan hidup-hidup di kayu salib? Bukankah itu karena manusia membatasi Tuhan dalam lingkup tertentu? Bukankah banyak orang menentang Tuhan dan merintangi pekerjaan Roh Kudus karena mereka tidak mengetahui berbagai dan beragam pekerjaan Tuhan, dan lebih jauh lagi, karena mereka memiliki sedikit sekali pengetahuan dan doktrin yang mereka gunakan untuk mengukur pekerjaan Roh Kudus? Meskipun pengalaman orang-orang semacam ini dangkal, pada dasarnya, mereka congkak dan tak punya pengendalian diri serta memandang rendah pekerjaan Roh Kudus, mengabaikan pendisiplinan Roh Kudus, dan lebih dari itu, menggunakan argumen mereka yang usang dan remeh untuk 'menegaskan' pekerjaan Roh Kudus. Mereka juga berlagak, dan sepenuhnya yakin akan pembelajaran dan pendidikan rohani mereka sendiri, dan yakin bahwa mereka bisa menjelajahi dunia. Bukankah orang-orang semacam ini adalah orang yang dibenci dan ditolak oleh Roh Kudus, dan bukankah mereka akan disingkirkan oleh zaman yang baru? Bukankah orang yang datang ke hadapan Tuhan dan menentang-Nya secara terbuka adalah orang-orang hina yang bodoh dan tidak tahu apa-apa, yang hanya mencoba menunjukkan betapa pintarnya mereka? Dengan hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang Alkitab, mereka berusaha berperilaku liar di dunia 'akademisi'; dengan hanya memiliki doktrin yang dangkal untuk mengajar orang, mereka berusaha memutarbalikkan pekerjaan Roh Kudus, dan berupaya membuat pekerjaan Roh Kudus itu hanya berkisar di sekitar proses berpikir mereka sendiri. Dengan pandangan mereka yang sempit, mereka berusaha melihat 6.000 tahun pekerjaan Tuhan dalam sekilas pandang saja. Orang-orang ini tidak memiliki nalar apa pun yang layak untuk disebutkan! Sebenarnya, makin besar pengetahuan orang tentang Tuhan, makin mereka tidak sembarangan menilai pekerjaan-Nya. Selain itu, mereka hanya akan berbicara sedikit tentang pengetahuan mereka tentang pekerjaan Tuhan sekarang ini, tetapi mereka tidak terburu-buru dalam menghakimi. Makin sedikit pengetahuan orang tentang Tuhan, makin mereka congkak dan terlalu percaya diri, dan makin sembarangan mereka membuat pernyataan tentang hakikat Tuhan—tetapi mereka hanya membicarakan teori, dan tidak menawarkan bukti nyata. Orang-orang semacam ini sama sekali tidak ada nilainya" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan). Saat mendengar firman Tuhan ini, aku merasa bahwa Tuhan benar-benar telah melihat ke dalam hatiku dan menyingkapkan gagasanku dengan begitu jelas. Aku hanya tahu satu dari tiga tahap pekerjaan Tuhan, dan berpegang pada kata-kata di dalam Alkitab yang berasal dari tahap pekerjaan tersebut. Aku membatasi Tuhan pada aturan-aturan, dan percaya bahwa nama Tuhan adalah Yesus dan selamanya tidak akan berubah. Aku juga mengatakan bahwa menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa adalah mengkhianati Tuhan Yesus dan melakukan kemurtadan. Aku menyadari bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan Tuhan dan bahwa kepercayaanku kepada Tuhan begitu samar. Tiga tahap pekerjaan adalah keseluruhan ungkapan dari pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Dengan hanya mengetahui satu dari tiga tahap pekerjaan, aku hanya mengenal satu bagian dari watak Tuhan, tetapi aku membatasi watak Tuhan, hakikat-Nya, hikmat-Nya, dan pekerjaan-Nya dengan begitu sempit ke dalam lingkup yang terbatas ini, percaya jika dulu Tuhan pernah bertindak dengan cara ini, maka Dia harus selamanya memakai cara tersebut. Aku berpandangan sempit dan tidak mengenal Tuhan, tetapi malah membatasi nama dan pekerjaan Tuhan. Aku benar-benar sangat congkak!

Kemudian, aku membaca lebih banyak firman Tuhan Yang Mahakuasa dan menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Jadi, aku bergabung dengan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, lalu mulai berkumpul serta membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa bersama saudara-saudari. Aku merasa sangat dipelihara. Syukur kepada Tuhan karena telah menganugerahkan belas kasihan dan kebaikan-Nya kepadaku, sehingga aku bisa secara ajaib menerima keselamatan Tuhan pada akhir zaman dan menyambut penampakan Tuhan!

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Tinggalkan Balasan

Hubungi kami via WhatsApp