Kisahku Menyambut Tuhan

09 Februari 2023

Oleh Saudari Su Yang, Tiongkok

Saat kecil, kakiku terasa sangat sakit hingga aku tak dapat berjalan, jadi ibuku membawaku ke hadapan Tuhan Yesus. Tak disangka, kurang dari dua bulan setelah itu, kakiku secara ajaib sembuh. Untuk membalas kasih Tuhan, aku berhenti sekolah pada tahun 1997 dan dengan penuh semangat mulai mengorbankan diriku bagi Tuhan. Tak lama kemudian, gereja menganggapku kandidat penting untuk dilatih. Penatua Qu sering kali membawaku untuk berkhotbah di berbagai gereja. Saat itu, para pastor dan penatua sering mengatakan bahwa hari Tuhan sudah dekat, dan kita harus menjadi seperti gadis bijaksana yang menyiapkan pelita dan menantikan kedatangan Tuhan. Mereka juga berkata, "Tertulis dalam Alkitab, 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7). Ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan datang di awan-awan dalam kemuliaan yang besar dan akan mengangkat kita ke surga untuk berjumpa dengan-Nya. Kita akan masuk ke dalam kerajaan surga dan menikmati berkat kekal. Orang-orang tidak percaya akan meratap dan menggertakkan gigi saat mereka ditelan bencana." Mendengar khotbah para penatua dan pastor yang berapi-api, aku segera membayangkan saat kita semua dengan gembira berkumpul pada saat Tuhan turun ke bumi di atas awan dalam kemuliaan yang besar. Tak terbayangkan betapa senangnya aku saat memikirkan peristiwa yang mengharukan itu.

Kemudian, suatu hari di awal tahun 1999, Penatua Qu dan Penatua paroki He mengundang para pekerja untuk berkumpul dan berkata: "Sebuah gereja baru bernama 'Kilat dari Timur' telah muncul dan menyatakan Tuhan telah menjadi manusia dan datang kembali, mengungkapkan firman, dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan. Namun, bagaimana mungkin? Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan akan turun di awan-awan, sedangkan mereka menyatakan bahwa Tuhan telah datang kembali dengan berinkarnasi. Ini tidak sesuai dengan Alkitab, jadi kalian jangan mendengarkan khotbah mereka ataupun membaca buku-buku mereka, apalagi menerima kedatangan mereka di rumah kalian. Siapa pun yang menerima mereka akan dikeluarkan dari gereja!" Saat mereka mengatakan hal itu, kupikir: "Para penatua sudah bertahun-tahun menjadi orang percaya dan sangat menguasai Alkitab, jadi mereka pasti benar. Selain itu, Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan akan turun di atas awan, jadi bagaimana mungkin Dia telah datang dengan berinkarnasi? Tingkat pertumbuhanku masih kecil, jadi aku tak boleh berhubungan dengan orang-orang Kilat dari Timur atau aku bisa saja disesatkan." Namun, tak lama kemudian, banyak rekan sekerjaku dan orang percaya lainnya bergabung dengan Kilat dari Timur. Penatua He menekankan bahwa kami harus memutuskan hubungan dengan para rekan sekerja dan orang-orang percaya ini. Dia juga menyuruh kami menyebarkan berita ke semua gereja bahwa mereka tidak memperbolehkan siapa pun bergabung dengan Kilat dari Timur. Setelah itu, aku pergi ke semua kongregasi yang berada di bawah pengawasanku dan menyegel gereja-gereja itu. Aku juga berulang kali menekankan: "Saat Tuhan datang, Dia akan turun di atas awan, bukan dalam wujud manusia. Semua perkataan bahwa Tuhan telah datang kembali dengan berinkarnasi adalah palsu." Mendengar perkataanku, semua orang percaya menganggukkan kepala dan berkata jika ada orang lain yang datang mengabarkan Injil, mereka akan mengusirnya. Agar saudara-saudari tidak mendengar khotbah Kilat dari Timur, aku bekerja tanpa henti untuk mengunci gereja-gereja tersebut. Namun, sekalipun aku telah berusaha sekuat tenaga, banyak rekan sekerja dan orang percaya yang tetap bergabung dengan Kilat dari Timur.

Suatu hari, saat berada di rumah seorang rekan sekerja, dia memberitahuku bahwa rekan sekerja bernama Li dan orang-orang percaya lainnya sedang menyelidiki Kilat dari Timur. Aku dan beberapa rekan sekerja lainnya bergegas menghentikan mereka. Kukatakan kepada mereka: "Kitab Suci mengatakan bahwa Tuhan akan turun di awan-awan dan semua orang akan menyaksikan Dia turun. Jadi, kita jangan percayai perkataan orang-orang Kilat dari Timur bahwa Tuhan telah datang kembali dengan berinkarnasi." Di luar dugaan, segera setelah berkata demikian, salah seorang dari mereka berkata: "Yang mereka khotbahkan sangat berwawasan dan sesuai dengan Alkitab. Mengapa kita tidak boleh mendengarkan mereka? Siapa yang mampu memahami pekerjaan Tuhan? Menurutku, kita harus terus menyelidikinya." Mendengar perkataannya membuatku cemas dan aku ingin terus membujuk mereka, tetapi tiba-tiba tenggorokanku tercekat dan aku batuk-batuk. Wajahku merah padam dan air mataku mengalir—aku tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Semua orang di sana hanya menatap kaget. Rekan-rekan sekerjaku bergegas mengambilkan air, tetapi aku terus batuk bahkan setelah minum. Aku benar-benar panik dan terus berdoa kepada Tuhan, memohon agar Dia menghentikan batukku. Melihat keadaanku, rekan sekerja lain berbicara mewakiliku, tetapi setelah hanya sedikit berkomentar, dia buru-buru menutup pertemuan itu. Suasananya menjadi sangat canggung. Setelahnya, aku terus bertanya-tanya: "Aku sedang membela jalan Tuhan dan melindungi kawanan domba, jadi mengapa aku terus batuk pada saat paling penting? Mengapa Tuhan tidak mendengar doaku? Mungkinkah karena perkataanku tidak sesuai dengan maksud-Nya?" Tak lama setelah itu, aku jatuh sakit. Kepalaku sakit, aku merasa pusing dan perutku terasa tidak nyaman. Saat berbaring lemah dan tak berdaya di tempat tidurku, aku berseru kepada Tuhan berulang kali. Namun, bagaimanapun caraku memohon kepada-Nya, kondisiku sama sekali tidak membaik. Mau tak mau aku berpikir: "Apakah aku kurang berbakti kepada Tuhan? Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi domba-domba-Nya, jadi mengapa aku jatuh sakit?" Aku memeras otak mencari jawaban, tetapi tak bisa menemukannya.

Pada musim gugur tahun 1999, Penatua He mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang menyegel sebuah gereja. Dia pingsan dalam kecelakaan itu dan mengalami cedera kepala serius, lalu mengalami kondisi kritis selama beberapa hari, sebelum akhirnya stabil. Aku terkejut mendengar hal ini: Penatua He telah bekerja bagi Tuhan selama bertahun-tahun, melalui suka dan duka, dan dia telah banyak bepergian dan menderita untuk melindungi kawanan domba dan menghalangi orang percaya agar tidak menerima Kilat dari Timur. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi pada dirinya? Namun, aku hanya sejenak saja memikirkan hal ini, lalu tidak lagi memikirkannya. Suatu sore beberapa bulan kemudian, kudengar makin banyak orang percaya menyelidiki Kilat dari Timur, jadi aku dan dua orang saudari bergegas naik sepeda dan mengatakan banyak kabar bohong dan kekeliruan untuk mengancam dan menghalangi mereka. Ini membuat mereka takut dan dan mereka berkata mereka tak akan lagi mendengarkan khotbah Kilat dari Timur. Setelah mendengar perkataan mereka, barulah aku merasa sedikit lega. Namun, saat mengayuh sepedaku pulang ke rumah, aku kehilangan keseimbangan saat melewati lereng, penglihatanku buram, sepedaku terjungkal dan aku jatuh terjerembab dua meter jauhnya. Aku langsung merasa pusing dan seluruh tubuhku sakit. Salah satu tulang selangkaku patah akibat jatuh, dan kecelakaan yang tiba-tiba itu membuatku terkejut dan bingung: "Bukankah Tuhan Yesus mengaruniakan damai dan sukacita? Mengapa ini terjadi padaku padahal aku sedang membela jalan Tuhan dan melindungi kawanan domba-Nya? Mungkinkah Kilat dari Timur yang kutentang ini benar-benar adalah Tuhan yang datang kembali? Namun, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan akan turun di atas awan, sedangkan Kilat dari Timur bersaksi bahwa Dia telah datang kembali dengan berinkarnasi. Ini tidak mungkin jalan yang benar! Apakah Tuhan sedang mengujiku karena aku kurang berbakti kepada-Nya? Ataukah aku telah menyinggung Dia dalam hal tertentu?" Aku sangat bingung dan tak mampu memahami maksud Tuhan. Setelah itu, batinku terasa makin gelap dan terkuras. Saat membaca Alkitab, aku tidak mendapat wawasan apa pun dan tak ada yang bisa kukatakan dalam khotbahku. Bahkan doa-doaku terasa kering dan hambar. Aku merasa sepertinya Tuhan tidak lagi menyertaiku. Banyak dari antara jemaat kami juga menjadi suam-suam kuku dalam iman mereka. Selama ibadah kongregasi, kebanyakan orang hanya mengobrol atau tertidur, banyak rekan sekerja dan orang percaya bahkan telah meninggalkan gereja dan kembali ke dunia sekuler. Bagiku yang paling mengecewakan adalah semua perasaan iri dan pertikaian di antara rekan sekerjaku. Selama pertemuan, para penatua dan rekan sekerja selalu adu mulut tentang masalah kecil dan berpisah dalam keadaan panas. Melihat semua ini, aku benar-benar tidak mengerti bagaimana gereja bisa menjadi seperti ini. Aku mulai muak dengan kongregasi, bahkan mempertimbangkan untuk kembali ke kehidupan sekuler.

Kemudian, suatu hari di tahun 2002, ibuku dengan bersemangat memberitahuku: "Kedatangan kembali Tuhan Yesus yang kita nanti-nantikan telah tiba. Dia telah menjadi manusia untuk mengungkapkan firman dan melakukan pekerjaan penghakiman." Aku sangat kaget mendengar perkataannya. Bukankah ini yang dikhotbahkan Kilat dari Timur? Apakah ibuku telah bergabung dengan Kilat dari Timur? Bahkan sebelum dia selesai bicara, aku bertanya kepadanya: "Siapa yang memberitahumu bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali? Apa kau sudah lupa bahwa Alkitab dengan jelas mengatakan saat Tuhan datang, Dia akan turun dalam kemuliaan di atas awan, dan kedatangan-Nya ini akan mengguncang langit dan bumi? Ibu berkata Tuhan telah datang kembali, jadi mengapa kita tidak melihat tanda-tanda ini? Ibu berkata Tuhan telah menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman, tetapi bagaimana mungkin? Jangan begitu saja percaya semua yang ibu dengar." Melihat betapa keras kepalanya aku, ibuku masuk ke kamarnya dan membawa sebuah buku berjilid indah. Dia berkata dengan penuh semangat: "Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Semua ini adalah perkataan baru yang telah Dia ungkapkan. Bacalah buku ini dan kau akan menyadarinya." Buku itu masih baru dan berjudul Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia yang dicetak dengan huruf emas besar di sampulnya. Aku langsung teringat peringatan para pastor: "Jangan baca buku mereka. Jika kalian membacanya, kalian akan diperdaya." Jadi, aku berkata: "Bu, kau jangan percaya hal ini. Kau belum banyak membaca Alkitab, sedangkan aku telah menguasainya dan telah beberapa kali ikut kebangunan rohani. Apa ibu yakin ibu lebih tahu daripadaku? Jika ibu menyimpang dalam iman, bukankah semua ibadah ibu di gereja akan sia-sia?" Aku terus berusaha membujuk ibuku agar tidak bergabung dengan Kilat dari Timur. Namun, apa pun yang kukatakan, ibuku sama sekali tak mau mundur ataupun berubah pikiran. Dia bahkan dengan sungguh-sungguh berkata: "Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar adalah Tuhan Yesus yang kita rindukan selama ini. Dia adalah Roh Tuhan yang sekali lagi menjadi manusia untuk berfirman dan bekerja. Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia adalah perkataan yang telah diucapkan oleh Tuhan itu sendiri pada akhir zaman dan firman ini mengungkap semua misteri Alkitab. Kau belum pernah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, jadi bagaimana kau tahu itu bukan perkataan Tuhan yang datang kembali? Alkitab berkata: 'Iman datang dengan mendengar' (Roma 10:17). Kau sudah menutup mata dan telingamu, bagaimana kau berharap bisa menyambut Tuhan? Pikirkanlah: jika Tuhan benar-benar telah datang kembali, dan kau tidak menyambut Dia, bukankah kau akan menyesal karena melewatkan kesempatan ini?" Setelah mendengar perkataannya, aku tak mampu membantahnya, jadi aku hanya menjawab dengan ketus: "Aku tak akan membaca buku ini, aku hanya membaca Alkitab. Kita telah menikmati begitu banyak kasih karunia Tuhan—aku bukanlah orang yang tak tahu berterima kasih! Apa pun yang kau katakan, aku tak akan mengkhianati Tuhan!" Melihat sikapku, dia hanya menghela napas frustrasi, lalu berdiri untuk menyiapkan makan malam. Tak lama kemudian, kudengar suara musik samar datang dari dapur. Melodi lagu itu begitu indah, tetapi saat kudengarkan dengan saksama, aku sadar bahwa itu bukan lagu pujian yang pernah kupelajari sebelumnya. Aku tahu ibuku memutarkannya agar aku mendengarnya, jadi aku segera pergi. Setelah itu, ibuku mulai sering memutarkan lagu pujian di rumah, dan pada malam hari aku sering mendengarnya berdoa untukku dengan berurai air mata. Mau tak mau aku berpikir: "Ibuku orang yang berpendirian kuat, dia pasti sangat banyak mencari tentang hal menyambut kedatangan Tuhan. Mungkinkah Kilat dari Timur benar-benar adalah Tuhan Yesus yang datang kembali? Kalau tidak, kenapa ibuku begitu cemas dan khawatir saat mendoakanku?" Namun, aku teringat apa yang pastor dan penatua katakan dan kuputuskan untuk mengikuti jalan Tuhan dan tidak menyerah. Setelah itu, hubunganku dengan ibu menjadi makin jauh.

Suatu hari, ibuku kembali memutar lagu pujian di kamarnya saat aku duduk di sofa ruang tamu. Lirik lagu pujian itu menarik perhatianku:

1  Tuhan telah menjadi daging kali ini untuk melakukan pekerjaan yang belum Dia selesaikan, untuk menghakimi zaman ini dan mengakhirinya, untuk menyelamatkan manusia dari lautan penderitaan, untuk sepenuhnya menaklukkan umat manusia, dan untuk mengubah watak hidup mereka. Banyak sudah malam-malam tanpa tidur yang telah diderita Tuhan untuk membebaskan manusia dari penderitaan dan dari kekuatan gelap yang hitam seperti malam, dan demi pekerjaan umat manusia. Dia telah turun dari tempat yang tertinggi ke tempat yang terendah untuk hidup di neraka manusia dan menghabiskan hari-hari-Nya bersama manusia. Tuhan tak pernah mengeluhkan keburukan di antara manusia, ataupun menuntut manusia secara berlebihan; sebaliknya, Tuhan telah menanggung penghinaan terbesar sementara melaksanakan pekerjaan-Nya. Agar seluruh umat manusia dapat menemukan istirahat lebih cepat, Dia telah menanggung penghinaan dan menderita ketidakadilan untuk datang ke bumi, dan secara pribadi masuk ke dalam "neraka" dan "dunia orang mati", ke dalam sarang harimau, untuk menyelamatkan manusia.

2  Dia telah berulang kali menghadapi bintang-bintang, Dia telah berulang kali berangkat saat fajar dan kembali saat senja; Dia telah mengalami penderitaan yang luar biasa dan telah menjadi sasaran penghancuran dan serangan manusia. Tuhan telah datang ke negeri yang najis ini, diam-diam menanggung kerusakan dan penindasan manusia, tetapi Dia tak pernah membalas ataupun menuntut manusia secara berlebihan. Dia telah melaksanakan semua pekerjaan yang perlu dilakukan-Nya bagi manusia: mengajari, mencerahkan, menegur manusia, memurnikan mereka melalui firman-Nya, serta mengingatkan, menasihati, menghibur, menghakimi, dan menyingkapkan mereka. Setiap langkah yang diambil-Nya adalah demi kehidupan manusia, dimaksudkan untuk mentahirkan mereka. Meskipun harapan dan nasib manusia telah sirna, semua yang Tuhan lakukan adalah demi manusia. Tiap langkah yang diambil-Nya adalah demi keberlangsungan hidup mereka, agar manusia dapat punya tempat tujuan yang indah di bumi ini.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan dan Jalan Masuk"

Lirik lagu pujian ini sangat mengena di hatiku. Aku tak bisa menahan diri memikirkan bagaimana Tuhan Yesus menjadi daging untuk menebus manusia. Dia diburu dan dianiaya oleh pemerintah Romawi, dikutuk dan ditinggalkan oleh dunia keagamaan, dicemooh dan difitnah oleh dunia. Meski demikian, Dia tetap mengungkapkan kebenaran untuk membekali dan mengenyangkan manusia, menyembuhkan mereka dan mengusir setan keluar dari mereka, dan pada akhirnya disalibkan sebagai korban penghapus dosa yang kekal bagi manusia, menebus semua manusia dari hukuman dosa. Saat memikirkan kasih Tuhan Yesus bagi manusia dan membandingkannya dengan lirik lagu pujian yang mengatakan betapa Tuhan menderita demi manusia, hatiku yang mati rasa dan keras sangat terguncang, lalu air mataku pun mengalir. "Mungkinkah Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar adalah Tuhan Yesus yang datang kembali? Siapa lagi selain Tuhan yang mampu mengungkapkan perkataan seperti itu? Siapa yang mampu membayar harga semahal itu untuk manusia?" Setelah itu, aku mendengar lagu pujian lain: "Bagaimanapun juga, orang-orang lugu ini, telah menjadi mati rasa; mengapa Tuhan harus selalu mempersulit mereka? Manusia yang lemah benar-benar kehilangan ketekunannya, mengapa Tuhan selalu merasakan kemarahan yang tanpa henti terhadap dirinya? Manusia yang lemah dan tak berdaya tidak lagi memiliki daya hidup sedikit pun; mengapa Tuhan harus selalu menegurnya karena ketidaktundukannya? Siapa yang bisa manahan ancaman Tuhan yang di surga? Manusia, bagaimanapun juga, rapuh dan Tuhan, berada dalam situasi yang sulit ini, telah mendorong kemarahan-Nya jauh ke dalam hati-Nya, agar manusia perlahan-lahan dapat merenungkan dirinya sendiri" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan dan Jalan Masuk (8)"). Liriknya sangat mengena di hatiku. Pujian itu mengatakan tentang perhatian dan kepedulian Tuhan yang mendalam terhadap manusia, yang bagaikan ibu yang terus-menerus memanggil anaknya yang tidak patuh, bahkan setelah anaknya itu melukai hatinya, berharap anaknya itu bisa keluar dari kabut yang melingkupinya, lalu kembali ke sisinya. Aku merasa semua perkataan ini adalah suara Tuhan. Mau tak mau, aku teringat saat-saat aku berselisih dengan ibuku selama masa itu: bagaimanapun dia mencoba membujukku, aku tak mau mendengar perkataannya. Saat dia memutarkan pembacaan firman Tuhan dan lagu pujian untukku, aku bahkan menolak dan tak mau mendengarnya, tanpa niat sedikit pun untuk menyelidiki pekerjaan baru-Nya. Apakah aku bahkan layak disebut orang Kristen? Setelah itu, sikapku tidak lagi menentang saat ibuku memutar lagu pujian.

Suatu hari, aku mendengar lagu pujian ini: "Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau sekalian harus memilih jalanmu sendiri dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan congkak, tetapi jadilah orang yang tunduk pada bimbingan Roh Kudus, yang merindukan dan mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau sekalian akan mendapatkan manfaat" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan kembali Langit dan Bumi"). Setelah mendengar lagu pujian ini, aku tiba-tiba diliputi kekhawatiran: "Jika Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, bukankah aku akan dihukum jika aku tidak menerima Dia? Menyinggung Tuhan adalah masalah serius⁠—itu adalah dosa yang tak akan diampuni di kehidupan ini ataupun di dunia yang akan datang!" Aku juga teringat perkataan yang Tuhan Yesus ucapkan: "Diberkatilah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran: karena mereka akan dipuaskan" (Matius 5:6). Tuhan Yesus mengajar kita bahwa kita hanya dapat menerima perbekalan Tuhan yang melimpah dengan mencari dan haus akan kebenaran. Namun, jika aku menyelidiki Kilat dari Timur dan disesatkan, bukankah imanku selama bertahun-tahun ini akan menjadi sia-sia? Aku terus maju-mundur dan tak bisa memutuskan apa yang harus kulakukan, jadi kupanjatkan doa kepada Tuhan: "Ya Tuhan, aku merasa sangat bimbang. Perkataan ini sepertinya adalah suara-Mu, tetapi aku takut jika aku salah, berarti aku mungkin mengkhianati-Mu. Tuhan, aku tidak yakin apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Engkau yang datang kembali. Jika ini benar-benar pekerjaan-Mu, kumohon cerahkanlah aku. Jika bukan, bantulah aku untuk tetap teguh menolaknya."

Beberapa hari kemudian, ibuku kembali mengeluarkan Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia dan berkata kepadaku: "Bacalah firman Tuhan Yang Mahakuasa dengan saksama dan kau akan tahu bahwa Dia adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Jika kau tidak menyelidikinya, bagaimana kau tahu apakah Dia Tuhan yang datang kembali? Ini seperti jamuan makan yang luar biasa: jika kau hanya melihat, tetapi tidak mencicipi makanannya, kau tak akan pernah tahu seperti apa rasanya. Kita percaya kepada Tuhan yang benar, jadi apa yang kau takutkan? Aku ibumu—apa kau pikir aku akan menyakitimu?" Perkataan ibuku sangat meyakinkan. Kupikir, "Benar, aku hanya selalu mendengarkan para pastor dan penatua, dan mengulang-ulang perkataan mereka, aku tak pernah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa ataupun mendengarkan khotbah Kilat dari Timur. Jadi, bagaimana aku tahu apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali? Bukankah aku meyakini bahwa Tuhan Yesus adalah Penebus dengan membaca Alkitab?" Dengan pemikiran ini, aku mengambil buku itu dan mulai membacanya. Aku membaca Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Mungkin, setelah mendengar tentang jalan kebenaran dan setelah membaca firman kehidupan, engkau yakin bahwa hanya satu dari 10.000 perkataan ini yang sesuai dengan keyakinanmu dan Alkitab, maka engkau harus terus mencari dalam 1/10.000 dari perkataan ini. Aku tetap menasihatimu agar engkau bersikap rendah hati, jangan terlalu percaya diri, dan jangan meninggikan dirimu terlalu tinggi. Dengan memiliki sedikit hati yang takut akan Tuhan, engkau akan mendapatkan terang yang lebih besar. Jika engkau teliti mengkaji dan berulang-ulang merenungkan perkataan ini, engkau akan mengerti apakah perkataan ini merupakan kebenaran atau bukan, dan apakah perkataan ini merupakan hidup atau bukan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan kembali Langit dan Bumi"). Saat membaca nasihat yang sungguh-sungguh ini, aku mulai merasa gugup dan takut, berpikir: "Mungkinkah ini benar-benar firman Tuhan? Jika tidak, mengapa perkataan ini disebut firman kehidupan dan jalan kebenaran? Mengapa orang diminta untuk terus mencari sekalipun hanya bagian yang terkecil darinya yang sesuai dengan keyakinan mereka dan Alkitab?" Kuputuskan untuk menyelidikinya. Jika tidak, aku mungkin akan melewatkan kesempatanku untuk menyambut Tuhan, kemudian akan terlambat bagiku untuk menyesal. Jadi, kulanjutkan membacanya dan sampai pada bagian ini: "Aku berharap agar setiap saudara-saudari yang mencari penampakan Tuhan tidak akan mengulangi tragedi sejarah itu. Engkau tidak boleh menjadi orang-orang Farisi masa kini dan sekali lagi menyalibkan Tuhan di kayu salib. Engkau harus memikirkan dengan saksama bagaimana menyambut kedatangan Tuhan kembali, dan engkau harus memiliki pikiran yang jernih tentang bagaimana menjadi orang yang tunduk pada kebenaran. Inilah tanggung jawab setiap orang yang menantikan Yesus datang kembali di atas awan. Kita harus membersihkan mata rohani kita untuk membuatnya jelas, dan tidak terperosok ke dalam kata-kata khayalan yang berlebihan. Kita harus merenungkan tentang pekerjaan Tuhan yang nyata, dan melihat aspek Tuhan yang nyata. Jangan terbawa atau tersesat dalam khayalanmu, yang selalu menantikan hari ketika Tuhan Yesus tiba-tiba turun di antaramu di atas awan untuk membawa engkau semua yang tidak pernah mengenal atau melihat-Nya, dan yang tidak tahu bagaimana mengikuti kehendak-Nya. Lebih baik pikirkanlah hal-hal yang lebih nyata!" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"). Membaca ini agak membingungkan bagiku. Dalam Alkitab, dengan jelas dinyatakan bahwa Tuhan akan datang kembali dalam kemuliaan besar di atas awan, jadi mengapa bagian ini mengatakan: "Kita harus membersihkan mata rohani kita untuk membuatnya jelas, dan tidak terperosok ke dalam kata-kata khayalan yang berlebihan," dan "Jangan terbawa atau tersesat dalam khayalanmu, yang selalu menantikan hari ketika Tuhan Yesus tiba-tiba turun di antaramu di atas awan"? Apakah Tuhan benar-benar tidak akan datang kembali di atas awan? Apa maksudnya? Aku merenungkan ini berulang kali, tetapi tetap tak mampu memahaminya. Lalu, aku ingat bahwa orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa sering datang ke rumah kami, jadi aku bisa bertanya kepada mereka dan menyimak apa yang mereka katakan.

Suatu hari, Saudari Mu Yu dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa datang ke rumah kami dan kukatakan kepadanya tentang kebingunganku. Dia tersenyum dan menjawab: "Memang benar Alkitab menyebutkan bahwa Tuhan akan datang kembali di atas awan, tetapi Alkitab juga mencatat nubuat lain tentang bagaimana Dia akan datang kembali. 'Sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak' (Matius 24:27). 'Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini' (Lukas 17:24-25). Dan, 'Karena itu hendaklah engkau juga bersiap sedia, karena Anak Manusia datang di waktu yang tidak engkau duga' (Lukas 12:40). 'Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu' (Wahyu 3:3). 'Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri' (Wahyu 16:15). 'Dan pada tengah malam terdengar teriakan, "Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya"' (Matius 25:6). Juga, 'Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku' (Wahyu 3:20). Dalam ayat-ayat ini, mengapa Tuhan terus menekankan 'kedatangan Anak Manusia', 'Anak Manusia datang', dan 'Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba'? Apa yang dimaksud dengan 'Anak Manusia'? Anak Manusia adalah Roh Tuhan yang menjadi daging dalam wujud Anak Manusia. Roh Tuhan itu sendiri tak dapat disebut Anak Manusia. Selain itu, Tuhan menyebutkan berulang kali bahwa Dia akan datang kembali 'bagaikan pencuri', dan berkata, 'pada tengah malam terdengar teriakan'. Ini menunjukkan saat Tuhan Yesus datang kembali, Dia akan melakukannya dengan diam-diam, bahwa Dia akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia dan turun secara rahasia tanpa seorang pun tahu apa yang telah terjadi. Ini sama seperti saat Roh Tuhan berinkarnasi dalam wujud Tuhan Yesus untuk menampakkan diri dan bekerja. Tuhan Yesus tampak seperti orang biasa, dan Dia berkeliling untuk berkhotbah, tetapi tak seorang pun mengenali bahwa Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi, bahwa Dia adalah perwujudan Kristus. Jadi, kita dapat sepenuhnya yakin bahwa saat Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan berinkarnasi dalam wujud Anak Manusia untuk menampakkan diri dan bekerja." Aku sangat terkejut mendengar perkataan Mu Yu. Para pastor dan penatua sering berkata bahwa yang dimaksud "Anak Manusia" adalah Tuhan Yesus, bukan Tuhan yang datang kembali. Kupikir: "Para pastor dan penatua sangat menguasai Alkitab, jadi mereka tak mungkin salah. Mungkin Mu Yu kurang memahami Alkitab dan melakukan kesalahan." Menyadari hal ini, aku buru-buru berkata: "Mu Yu, para pastor dan penatua memberi tahu kami bahwa yang dimaksud 'Anak Manusia' adalah Tuhan Yesus, bukan Tuhan yang berinkarnasi." Dia dengan sabar menjawab: "Saudari, semua ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa ini adalah nubuat tentang kedatangan kembali Tuhan Yesus. Setiap orang yang mampu memahami tahu dengan jelas akan hal ini. Bagaimana mungkin yang dimaksud Anak Manusia adalah Tuhan Yesus? Bukankah para pastor dan penatua salah mengartikan firman Tuhan? Selain itu, bacalah Injil Lukas, 17:24-25: 'Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.' Dalam ayat-ayat ini, Tuhan menubuatkan seperti apa situasinya saat Dia datang kembali. Jika Tuhan datang kembali dalam kemuliaan besar di atas awan, semua orang pasti akan ketakutan dan jatuh tersungkur. Siapa yang akan berani menentang dan menolak Tuhan? Lalu, bagaimana nubuat 'Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini' bisa digenapi? Jadi, menurut firman Tuhan, tak diragukan lagi bahwa Dia akan datang kembali dalam wujud Anak Manusia. Penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman sepenuhnya menggenapi nubuat Tuhan Yesus."

Setelah mendengar persekutuan Mu Yu, aku merasa sangat malu. Persekutuan yang disampaikannya sangat masuk akal dan benar-benar meyakinkanku. Aku akhirnya sadar mengapa, saat Tuhan Yesus membicarakan kedatangan-Nya kembali, Dia selalu menyebutkan "kedatangan Anak Manusia", "Anak Manusia datang", dan "Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba". Dia berulang kali menekankan "Anak Manusia" untuk memberi tahu kita bahwa Dia akan datang kembali sebagai manusia, menampakkan diri dan bekerja dalam wujud Anak Manusia. Aku terkejut karena sekalipun aku mengenal Alkitab dengan baik dan sering menjelaskannya kepada orang lain, aku belum pernah mengerti bahwa Alkitab dengan sangat jelas menyatakan bahwa Dia akan datang kembali dalam wujud Anak Manusia untuk menampakkan diri dan bekerja. Aku malah membabi buta memercayai apa yang pastor dan penatua katakan kepadaku. Aku begitu bingung dalam imanku, dan sia-sia rasanya belajar Alkitab selama bertahun-tahun. Aku sama sekali tidak memahami perkataan Tuhan Yesus dan tetap dengan membabi buta bersikap congkak dan memaksakan pendapatku sendiri. Aku benar-benar tak masuk akal! Aku senang karena bisa menenangkan hatiku dan mendengarkan persekutuan Mu Yu. Jika aku hanya mendengarkan perkataan para pastor dan penatua, aku masih akan menatap awan, menunggu Tuhan turun di atas awan, dan pada akhirnya, aku pasti akan ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan! Mu Yu melanjutkan persekutuannya: "Kedatangan Tuhan kembali pada akhir zaman terjadi dalam dua tahap. Pertama, Dia menjadi manusia dan datang secara rahasia, lalu Dia akan datang di awan-awan dan muncul secara terbuka. Penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dalam daging sedang terjadi saat ini—ini adalah tahap pertama kedatangan-Nya kembali, saat Dia datang dan bekerja secara rahasia. Dia sedang melakukan pekerjaan penghakiman dengan cara mengungkapkan kebenaran, agar Dia dapat menyucikan dan menyelamatkan manusia, serta memungkinkan manusia untuk sepenuhnya bebas dari dosa dan menjadi kudus. Mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan merindukan penampakan-Nya mampu mengenali suara Tuhan dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa, meyakini bahwa Dia adalah Tuhan Yesus yang datang kembali dan berpaling kepada-Nya. Mereka semua adalah gadis bijaksana yang telah dibawa ke hadapan takhta Tuhan dan kini mereka sedang menerima dan mengalami penghakiman dan penyucian oleh firman Tuhan. Jadi, kita tak mungkin dapat melihat Tuhan menampakkan diri-Nya secara terbuka di atas awan selama masa ini. Setelah Tuhan membentuk sekelompok pemenang, barulah pekerjaan rahasia-Nya dalam daging selesai. Baru setelah itulah, Dia akan menimpakan bencana kepada manusia, memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat, dan pada akhirnya turun di awan-awan, menyingkap diri-Nya kepada segala bangsa dan suku bangsa. Pada saat itu, mereka yang sebelumnya mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa akan dipenuhi penyesalan. Mereka akan memukuli dada, meratap, dan menggertakkan gigi dalam bencana saat tahu bahwa mereka telah menentang Tuhan Yesus yang datang kembali. Ini menggenapi nubuat dalam kitab Wahyu: 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7)."

Setelah itu, Mu Yu membacakan satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa untukku: "Banyak orang mungkin tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang kudus yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi penampakan terbuka dari Sang Matahari Kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itu jugalah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itu akan menjadi saat berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan dan menjadi saat ketika Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan sudah akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa 'Yesus yang tidak mengendarai awan putih adalah kristus palsu' akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang menyatakan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan yang benar dan kehidupan. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus membereskan mereka pada saat Dia secara terbuka datang kembali di atas awan putih. Mereka terlalu keras kepala, terlalu percaya diri, terlalu congkak. Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berakhlak itu bisa diberi upah oleh Yesus? Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau sekalian harus memilih jalanmu sendiri dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan congkak, tetapi jadilah orang yang tunduk pada bimbingan Roh Kudus, yang merindukan dan mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau sekalian akan mendapatkan manfaat" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan kembali Langit dan Bumi"). Setelah mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa, kukesampingkan harga diriku dan akhirnya aku mengerti bahwa selama ini aku memiliki banyak gagasan dan imajinasi tentang kedatangan Tuhan. Tak heran setelah menanti selama bertahun-tahun, aku tidak melihat Tuhan turun di atas awan. Dia akan terlebih dahulu datang dengan berinkarnasi secara diam-diam, menyatakan firman-Nya untuk menyelamatkan manusia, dan membentuk sekelompok pemenang sebelum malapetaka mulai ditimpakan. Baru setelah itulah, Dia akan datang di awan-awan dan menampakkan diri-Nya secara terbuka. Namun, aku telah disesatkan oleh para pastor, mengutip Kitab Suci di luar konteksnya dan berpaut pada kata-kata dalam Alkitab. Aku hampir kehilangan kesempatanku untuk menyambut Tuhan, dan nyaris sekali ditinggalkan oleh Dia. Itu sangat berbahaya!

Mu Yu melanjutkan persekutuannya: "Kita semua tahu 2.000 tahun yang lalu, semua orang Israel menantikan kedatangan Mesias, tetapi saat Tuhan Yesus datang dan bekerja, orang-orang Farisi berpaut pada kata-kata dalam Kitab Suci dan dipenuhi gagasan tentang kedatangan Mesias. Mereka yakin saat Tuhan datang, Dia akan bernama Mesias. Mereka mengira Dia akan lahir dalam keluarga bangsawan, memiliki status dan kekuasaan raja, bahwa Dia akan membebaskan mereka dari kekuasaan pemerintah Romawi. Namun, saat Tuhan Yesus datang, Dia tidak bernama Mesias. Dia dilahirkan dalam keluarga rakyat jelata, lahir di kandang, dan Dia bahkan dianiaya dan diburu⁠. Jadi mereka menyangkal dan mengutuk Dia, lalu akhirnya manyalibkan Dia. Dengan melakukan dosa mengerikan seperti ini, mereka menyebabkan Tuhan mengutuk dan menghukum mereka, menyebabkan bangsa Israel ditaklukkan selama 2.000 tahun. Ini pelajaran yang sangat pahit! Sumber penyebab kegagalan mereka layak kita renungkan. Jika kita tidak memetik pelajaran dari hal ini, kemungkinan besar kita akan menempuh jalan penentangan terhadap Tuhan yang sama seperti yang ditempuh orang Farisi justru dalam hal sepenting menantikan kedatangan Tuhan." Setelah Mu Yu selesai menyampaikan persekutuannya, dia menunjukkan bagian lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Ingin tahukah engkau apa sumber masalah yang menyebabkan orang Farisi menentang Yesus? Ingin tahukah engkau apa esensi orang-orang Farisi? Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias. Selain itu, mereka hanya percaya bahwa Mesias akan datang, tetapi mereka tidak mengejar kebenaran hidup. Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu kedatangan Mesias, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehidupan, dan tidak tahu apa yang dimaksud dengan jalan kebenaran. Menurutmu, bagaimana orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal seperti itu bisa mendapatkan berkat Tuhan? Bagaimana mungkin mereka dapat melihat Mesias? Mereka menentang Yesus karena mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus, karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang Yesus ucapkan, dan terlebih lagi, karena mereka tidak mengenal Mesias. Dan karena mereka belum pernah melihat Mesias, dan tidak pernah bersama-Nya, mereka membuat kesalahan dengan berpaut pada nama Mesias sambil menentang esensi Mesias dengan segala cara yang memungkinkan. Orang-orang Farisi ini pada dasarnya keras kepala, congkak, dan tidak menaati kebenaran. Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah: sedalam apa pun khotbah-Mu, setinggi apa pun otoritas-Mu, Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias. Bukankah keyakinan ini konyol dan tidak masuk akal?" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan kembali Langit dan Bumi"). Mu Yu menyampaikan persekutuannya: "Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkap esensi dan sumber penyebab penentangan orang Farisi terhadap Tuhan Yesus. Natur orang Farisi keras kepala dan congkak, mereka muak akan kebenaran, dan membencinya. Selain itu, mereka tidak memahami pekerjaan Tuhan dan berpaut pada kata-kata dalam Kitab Suci, memaksakan pendapat mereka tentang penampakan dan pekerjaan Tuhan sesuai dengan gagasan mereka sendiri. Bahkan saat Tuhan Yesus mengungkapkan banyak kebenaran dan mengadakan banyak tanda dan mukjizat, mereka sama sekali tidak mencari ataupun menerima hal ini. Mereka dengan keras kepala berpaut pada kata-kata dalam Kitab Suci dan berusaha memaksakan kehendak mereka terhadap Tuhan di setiap kesempatan dengan mengutuk dan menentang Dia, dan pada akhirnya menyalibkan Dia. Jadi, dalam memperlakukan kedatangan Tuhan pada akhir zaman, kita harus belajar dari pelajaran keras dari kegagalan orang Farisi, melepaskan gagasan dan imajinasi kita, serta menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan. Hanya dengan melakukan hal ini, barulah kita bisa berharap untuk menyambut Tuhan. Para pastor dan penatua dunia keagamaan zaman sekarang sama persis seperti orang Farisi. Saat mereka mendengar orang bersaksi tentang kedatangan Tuhan, mereka sama sekali tidak mencari atau menyelidikinya, dengan keras kepala berpaut pada ayat Alkitab tentang Tuhan yang datang di awan-awan. Mereka berkata, 'Siapa pun yang mengaku sebagai Tuhan Yesus, tetapi tidak datang di atas awan, adalah kristus palsu,' dengan gegabah menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa, dan secara aktif menghalangi orang percaya agar mereka tidak menyelidiki jalan yang benar. Jika mereka tak pernah bertobat, mereka akan disingkapkan oleh pekerjaan Tuhan pada akhir zaman sebagai orang percaya palsu dan antikristus, dan setelah pekerjaan penyelamatan Tuhan berakhir, mereka akan menangis dan menggertakkan gigi saat ditelan bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Mendengar ini membuatku takut dan gemetar. Aku membandingkan perilakuku dengan apa yang dia katakan: aku selama ini berpaut pada kata-kata dalam Alkitab dalam hal menyambut Tuhan, dan meyakini, berdasarkan gagasanku sendiri, bahwa Tuhan akan datang di awan-awan. Saat mendengar orang berkata Tuhan Yesus telah datang kembali, aku bukan saja tidak menyelidikinya, aku malah mengikuti para pastor dan penatua dengan membabi buta mengutuknya, menyebarkan segala macam kabar bohong untuk menodai dan memfitnah Tuhan Yang Mahakuasa, menyesatkan orang percaya dan menghalangi mereka agar tidak menyelidiki jalan yang benar. Perilakuku tidak ada bedanya dengan perilaku orang Farisi yang menentang Tuhan Yesus. Aku adalah orang Farisi zaman modern, batu sandungan yang menghalangi orang percaya agar mereka tidak menyelidiki jalan yang benar. Jika bukan karena belas kasihan Tuhan, jika bukan karena Mu Yu yang menyampaikan kebenaran kepadaku, sehingga memungkinkanku untuk mendengar suara Tuhan, maka orang sepertiku yang begitu keras kepala pasti pada akhirnya akan ditinggalkan, disingkirkan, dikutuk dan dihukum oleh Tuhan. Aku ingin memperoleh jawaban atas kebingunganku, jadi aku bertanya kepada Mu Yu: "Karena Tuhan telah terlebih dahulu menjadi daging untuk melakukan pekerjaan-Nya secara rahasia, bagaimana kita bisa yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi, Kristus akhir zaman?" Mu Yu membacakan beberapa bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: "'Inkarnasi' adalah penampakan Tuhan dalam daging; Tuhan bekerja di antara manusia ciptaan-Nya dalam gambar daging. Jadi, karena Dia adalah inkarnasi Tuhan, pertama-tama Dia harus menjadi daging, daging dengan kemanusiaan yang normal; ini adalah prasyarat paling mendasar. Faktanya, implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam esensi-Nya menjadi daging, menjadi seorang manusia" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan"). "Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging. Perbedaan ini dikarenakan Kristus adalah inkarnasi Roh, bukannya dari daging. Dia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap. Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun. Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Esensi Kristus adalah Ketundukan pada Kehendak Bapa Surgawi"). "Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi akan memiliki esensi Tuhan, dan Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi akan memiliki pengungkapan Tuhan. Karena Tuhan menjadi daging, Dia akan melaksanakan pekerjaan yang ingin Dia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Dia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepadanya, dan menunjukkan jalan kepadanya. Daging yang tidak memiliki esensi Tuhan pasti bukan Tuhan yang berinkarnasi; ini tidak diragukan lagi. Jika manusia berniat untuk menyelidiki apakah daging itu adalah daging inkarnasi Tuhan, manusia harus menegaskannya dari watak yang Dia ungkapkan dan perkataan yang Dia ucapkan. Dengan kata lain, untuk menegaskan apakah itu adalah daging inkarnasi Tuhan atau bukan, dan apakah itu jalan yang benar atau bukan, orang harus membedakan berdasarkan esensi-Nya. Jadi, untuk menentukan apakah itu daging Tuhan yang berinkarnasi atau bukan, kuncinya terletak pada esensi-Nya (pekerjaan-Nya, perkataan-Nya, watak-Nya, dan banyak aspek lainnya), bukan pada penampilan lahiriah-Nya. Jika manusia hanya memeriksa penampilan lahiriah-Nya, dan sebagai akibatnya mengabaikan esensi-Nya, ini menunjukkan bahwa manusia itu bodoh dan tidak tahu apa-apa" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"). Setelah selesai membacakannya, Mu Yu bersekutu: "Firman Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas memberi tahu kita bahwa inkarnasi berarti Roh Tuhan mengenakan daging untuk menjadi manusia biasa, menampakkan diri di dunia untuk mengungkapkan kebenaran dan bekerja. Di luarnya, Kristus tampak seperti orang biasa, tetapi Roh Tuhan ada di dalam diri-Nya—Dia adalah perwujudan Roh Tuhan. Jadi, Kristus bukan hanya memiliki kemanusiaan yang normal, tetapi Dia juga memiliki keilahian yang lengkap, yang berarti bahwa watak dasar Tuhan, apa yang Dia miliki dan siapa Dia, otoritas, kemahakuasaan, dan kebijaksanaan-Nya terwujud dalam daging inkarnasi-Nya. Kristus adalah Tuhan itu sendiri, Tuhan Sang Pencipta. Jadi, setiap saat Kristus mampu mengungkapkan kebenaran dan menyingkapkan misteri, mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang Dia miliki dan siapa diri-Nya, serta melakukan pekerjaan-Nya menebus dan menyelamatkan manusia. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah inkarnasi Tuhan—Dia adalah Kristus. Meskipun di luarnya Dia terlihat seperti orang biasa dan benar-benar hidup di antara manusia di bumi, Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan menyingkap misteri kerajaan surga kapan pun itu, dan Dia juga memberi kepada manusia jalan pertobatan. Tuhan Yesus mengampuni dosa manusia dan mengungkapkan watak Tuhan yang penuh kasih dan belas kasihan. Dia juga mengadakan banyak tanda dan mukjizat: Dia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, membangkitkan orang mati, menenangkan angin dan laut, memberi makan 5.000 orang dengan lima ketul roti dan dua ikan, dan lain sebagainya. Firman dan pekerjaan Tuhan Yesus adalah perwujudan lengkap dari otoritas dan kuasa Tuhan. Kita semua yakin bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus dan Tuhan yang berinkarnasi berdasarkan firman dan pekerjaan-Nya. Jadi, saat memastikan apakah Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi atau bukan, kita tak boleh mendasarkan penilaian kita dari penampilan luar diri-Nya, keluarga-Nya, di keluarga mana Dia dilahirkan, apakah Dia memiliki status atau kekuasaan, atau apakah Dia didukung atau ditolak orang lain, melainkan sepenuhnya berdasarkan apakah Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan atau tidak. Itulah kuncinya. Selama Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia, maka terlihat sebiasa apa pun penampilan luar diri-Nya, dan sebanyak apa pun Dia dikutuk dan ditolak, Dia, tak diragukan lagi, adalah Tuhan yang berinkarnasi, Dia adalah Kristus. Sejak Dia menampakkan diri untuk melakukan pekerjaan-Nya, Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan kata dan menyingkap semua misteri rencana pengelolaan Tuhan. Dia telah menyingkapkan tujuan dari rencana pengelolaan Tuhan, fakta sebenarnya di balik tiga tahap pekerjaan-Nya, misteri inkarnasi dan nama-nama Tuhan, fakta sebenarnya di balik Alkitab, bagaimana pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman menyucikan dan menyelamatkan manusia, kesudahan dan tempat tujuan setiap jenis orang, bagaimana kerajaan Kristus diwujudkan di bumi, dan masih banyak lagi. Dan bukan itu saja, Tuhan Yang Mahakuasa juga menghakimi dan menyingkapkan natur Iblis dalam diri manusia yang menentang Tuhan dan berbagai watak rusak manusia, serta menunjukkan kepada manusia jalan untuk membebaskan diri mereka dari dosa dan diselamatkan, dan masih banyak lagi. Kebenaran yang telah diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa sangat melimpah—Dia telah mengungkapkan semua aspek kebenaran yang kita butuhkan untuk memperoleh keselamatan, dan tak satu pun dari misteri atau kebenaran ini yang pernah terdengar sebelumnya oleh manusia. Umat pilihan Tuhan sedang mengalami penghakiman dan hajaran firman-Nya saat ini, dan mereka semua telah memperoleh pemahaman nyata tentang watak rusak mereka dan pengenalan akan watak Tuhan yang benar dan megah. Mereka secara bertahap dibebaskan dari belenggu dan kekangan dosa, dan watak hidup mereka telah berubah pada tingkat berbeda. Hanya dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan secara langsung mengalami pekerjaan-Nya pada akhir zaman, kita semua akan mengetahui bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi dan bahwa Dia adalah Kristus akhir zaman."

Firman Tuhan Yang Mahakuasa dan persekutuan yang Mu Yu sampaikan sangat mencerahkan. Aku mengerti bahwa kunci untuk meyakini apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi adalah dengan melihat apakah Dia mampu mengungkapkan kebenaran, melakukan pekerjaan penyelamatan, dan apakah Dia mampu mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang Dia miliki dan siapa diri-Nya. Tampaknya Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar adalah Tuhan yang berinkarnasi, Tuhan Yesus yang datang kembali, jika bukan, siapa lagi yang bisa membuka gulungan kitab dan tujuh meterai untuk mengungkapkan semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi ini? Jika bukan Tuhan, siapa yang mampu menyelamatkan manusia dari perbudakan dan belenggu dosa?

Mu Yu melanjutkan dan berkata: "Dalam kemunculan-Nya sekarang ini, Tuhan terutama mengungkapkan firman-Nya untuk mengidentifikasi mereka yang sungguh-sungguh merindukan kedatangan-Nya dan mampu mendengar suara-Nya. Tuhan Yesus berfirman: 'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku' (Yohanes 10:27). Semua domba Tuhan merindukan kebenaran. Saat mereka mendengar seseorang berkata Tuhan telah datang kembali, mereka mencari dan menyelidiki jalan yang benar. Saat membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, mereka mengenali suara Tuhan, mereka menerima dan mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa dan memiliki kesempatan untuk diselamatkan. Mereka yang bukan domba Tuhan tak mampu mengenali suara Tuhan, dan mereka bahkan menghakimi dan mengutuk pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Pada akhirnya, mereka akan mendapatkan hukuman yang pantas. Jadi, Tuhan menggunakan firman-Nya untuk menyingkapkan tiap jenis orang pada akhir zaman, memilah mereka menurut jenisnya, dan setelah itu Dia akan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Ini mewujudkan watak adil Tuhan." Mendengar hal ini, aku menundukkan kepala dan air mataku mengalir. Aku tahu bahwa aku telah benar-benar menentang Tuhan. Aku teringat kembali saat pertama kali aku mendengar orang-orang memberitakan bahwa Tuhan telah datang kembali. Aku tidak mencari atau menyelidiki, aku malah membabi buta mematuhi para pastor dan penatua, menyebarkan kebohongan dan mengintimidasi orang percaya agar tidak menyelidiki jalan yang benar. Akibatnya, aku batuk-batuk sampai tak bisa bicara, aku jatuh sakit, bahkan tulang selangkaku patah, dan Penatua He juga mengalami kecelakaan mobil. Aku sadar semua ini bukan sekadar kecelakaan. Semua itu adalah hukuman dan ganjaran karena menentang Tuhan! Namun, aku begitu mati rasa dan tidak tahu bahwa aku seharusnya sadar. Aku terus-menerus mengutuk serta menolak penampakan dan pekerjaan Tuhan, mengira aku sedang menjaga jalan Tuhan dan melindungi kawanan domba. Aku begitu mati rasa! Bahkan dalam mimpi terliarku, aku tak pernah membayangkan bahwa Kilat dari Timur—yang terus kufitnah, kukutuk, dan kutentang—sebenarnya adalah Tuhan Yesus yang telah lama kunantikan! Aku merasa sangat sedih dan menyesal. Aku membenci diriku karena begitu buta dan bodoh, karena percaya kepada Tuhan tanpa mengenali pekerjaan-Nya, dan karena mengikuti para penatua dalam menentang dan mengutuk Tuhan, serta menghalangi orang-orang percaya agar mereka tidak menyelidiki jalan yang benar. Berdasarkan perilakuku, aku layak dihukum oleh Tuhan. Namun, Tuhan tidak memperlakukanku sesuai dengan pelanggaranku, dan Dia masih memberiku kesempatan untuk mendengar suara-Nya. Dia memakai ibuku untuk memutarkan lagu pujian firman-Nya berulang kali dan persekutuan Mu Yu tentang kebenaran menolong hatiku yang mati rasa dan keras agar secara perlahan tersadar dan mendapatkan pemahaman, sehingga aku menerima penampakan dan pekerjaan-Nya. Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas belas kasih dan penyelamatan-Nya!

Setelah itu, aku dengan lapar melahap firman Tuhan Yang Mahakuasa. Melalui firman-Nya, aku belajar arti dari nama-Nya di setiap zaman, fakta sebenarnya di balik Alkitab, bagaimana Iblis telah merusak manusia, dan bagaimana Tuhan menyelamatkan manusia. Aku juga jadi mengerti bahwa sumber penyebab dosa dan penentangan manusia terhadap Tuhan adalah natur Iblis dalam diri kita, dan aku mengerti bagaimana berusaha membersihkan diriku dari kerusakan, dan memperoleh keselamatan, serta masih banyak lagi. Aku mengerti bahwa firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa sepenuhnya menggenapi apa yang Tuhan Yesus katakan: "Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). Firman Tuhan Yang Mahakuasa menyelesaikan banyak kebingungan dan gagasanku, dan aku menjadi yakin sepenuhnya bahwa semua ini adalah perkataan Tuhan sendiri. Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali yang telah lama kunantikan. Aku merasa seperti anak kecil yang akhirnya bertemu lagi dengan ibu yang telah lama tak berjumpa denganku. Aku pun memeluk erat buku firman Tuhan dan menangis tersedu-sedu. Aku membenci diriku karena begitu buta sehingga tidak mengenali Tuhan, karena aku dengan gegabah menentang dan mengutuk pekerjaan-Nya pada akhir zaman, karena aku telah menjadi penghalang bagi orang-orang percaya dalam menyelidiki jalan yang benar dan aku adalah orang yang menentang dan melawan Tuhan. Setelah menyadari hal ini, aku merasa sangat menyesal dan bertekad untuk mulai mengabarkan Injil sesegera mungkin, untuk membawa orang-orang yang telah kusesatkan dan kuhalangi ke hadapan Tuhan, dan menebus pelanggaran masa laluku untuk menghibur hati Tuhan. Setelah itu, aku bergabung dengan para pemberita Injil. Sambil memberitakan Injil, aku mengkhotbahkan firman Tuhan Yang Mahakuasa, menolong orang lain untuk mendengar suara Tuhan, dan sering memberi tahu orang-orang bagaimana aku dulu berpaut pada kata-kata dalam Alkitab dan melakukan perbuatan jahat untuk menentang Tuhan. Aku meminta mereka untuk belajar dari kegagalan masa laluku. Melihat makin banyak orang yang menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, aku merasa sangat bahagia, teguh, dan damai.

Saat mengingat kembali jalan yang dahulu kutempuh, dari yang tadinya menentang Tuhan hingga ditaklukkan oleh firman-Nya, aku dapat melihat upaya sungguh-sungguh yang Tuhan kerahkan untukku. Sekalipun aku begitu memberontak, Tuhan tidak meninggalkanku, dan Dia bahkan mengizinkanku untuk mendengar suara-Nya dan menyambut kedatangan-Nya. Itulah kasih dan keselamatan Tuhan yang luar biasa bagiku! Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa!

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Terang dari Penghakiman

"Tuhan menjajaki seisi bumi, dan memerintah atas segala sesuatu, dan memandang semua perkataan serta perbuatan manusia. Dia menjalankan...

Kurangi Ukuran Huruf
Tambah Ukuran Huruf
Masuk Layar Penuh
Keluar Layar Penuh