Dihalangi dalam Imanku

09 Februari 2023

Oleh Pinbo, Tiongkok

Aku menjadi seorang Katolik pada tahun 1988. Beberapa tahun kemudian, aku diangkat menjadi seorang diaken. Sesibuk apa pun, aku secara aktif menghadiri ibadah, dan aku memelihara hari Tuhan serta hari-hari besar keagamaan. Namun belakangan, gereja berangsur-angsur menjadi stagnan. Iman orang-orang percaya menjadi dingin, dan mereka berhenti memelihara Hari Tuhan. Orang-orang bahkan mendengkur sementara kami menaikkan doa Rosario dalam ibadah, dan banyak orang percaya pergi bekerja dan mencari uang. Aku juga tidak dapat merasakan kehadiran Roh Kudus, tetapi aku memaksakan diriku untuk menghadiri ibadah.

Kemudian, pada musim gugur tahun 2002, seorang tetangga bersaksi kepadaku tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Dengan makan dan minum firman Tuhan Yang Mahakuasa, aku mengetahui tentang tiga tahap pekerjaan Tuhan, misteri kebenaran tentang inkarnasi-Nya, dan bahwa gereja telah menjadi tandus karena pekerjaan Roh Kudus telah beralih dan Tuhan sedang melakukan pekerjaan baru. Kita harus mengikuti jejak langkah Tuhan dan menerima pekerjaan penghakiman serta hajaran-Nya pada akhir zaman untuk membebaskan diri dari ikatan dosa dan memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, aku dan istriku menjadi yakin bahwa Dialah Tuhan yang datang kembali dan dengan senang hati menerima pekerjaan-Nya pada akhir zaman. Yang tidak kuduga adalah bahwa sebulan kemudian, para diaken dan pastor mulai mengganggu dan menghalangi kami.

Suatu hari, beberapa diaken datang ke rumah kami bersama ayahku. Melihat sikap mereka yang agresif membuatku sedikit gugup. Aku yakin mereka tahu bahwa aku telah menerima pekerjaan baru Tuhan dan datang untuk berusaha menghentikanku. Beberapa dari mereka pernah mengenyam pendidikan di sekolah teologi, dan beberapa adalah pengajar. Aku tidak begitu menguasai pengetahuan Alkitab seperti mereka. Aku baru saja menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan belum banyak memahami kebenaran, jadi aku tidak tahu bagaimana menghadapinya jika mereka benar-benar menekanku. Aku berdoa dalam hati: "Ya Tuhan, aku tidak tahu bagaimana menghadapi mereka. Kumohon bimbinglah aku, berilah aku iman, dan lindungilah aku agar aku mampu tetap teguh." Aku merasa lebih tenang setelah berdoa. Kemudian, seorang diaken berusia lanjut berkata kepadaku, "Kau telah menjadi seorang Katolik selama lebih dari 10 tahun, dan kau adalah seorang diaken. Tak pernah kubayangkan kau akan menerima Kilat dari Timur. Aku sangat kecewa! Pengikut Kilat dari Timur berkata bahwa Tuhan telah datang kembali; apakah kau melihat Dia? Jika Dia benar-benar telah datang kembali, bagaimana mungkin para pastor tidak tahu? Mereka menguasai Alkitab dengan sangat baik; mereka telah mengabdikan seluruh hidup mereka untuk berkhotbah dan bekerja bagi Tuhan dan sangat menderita. Jika Tuhan datang kembali, Dia pasti akan mewahyukannya kepada mereka!" Pada saat itu, aku ingat seorang saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang pernah bersekutu denganku mengenai masalah ini. Dia berkata, "Banyak orang mengira bahwa Tuhan Yesus akan mewahyukannya kepada para pastor terlebih dahulu saat Dia datang kembali, tetapi apakah pandangan ini benar? Apakah ada dasar untuk itu dalam firman Tuhan? Apakah Tuhan Yesus pernah berkata demikian? Sebenarnya, Tuhan Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia akan mewahyukannya kepada para pastor terlebih dahulu ketika Dia datang kembali, atau menyuruh kita menunggu sebuah pewahyuan. Dia memberi tahu kita: 'Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku' (Yohanes 10:27). 'Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu bagi-Ku, Aku akan datang masuk mendapatinya, dan makan bersamanya, dan dia bersama-Ku' (Wahyu 3:20). Firman Tuhan sangat jelas. Jika kita ingin menyambut Tuhan, kuncinya adalah mendengarkan suara Tuhan dengan saksama dan mencari pengungkapan kebenaran. Sama seperti pada Zaman Kasih Karunia, para murid tidak mengikuti Tuhan Yesus karena mereka menerima pewahyuan, tetapi karena mereka mendengar kebenaran yang diungkapkan Tuhan Yesus dan mengenali bahwa Dia adalah Mesias yang akan datang, dan mereka memperoleh keselamatan dari Tuhan. Namun, para pemimpin Yahudi tak mau menerima kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus. Mereka mengutuk, memfitnah, dan menghakimi pekerjaan-Nya, lalu pada akhirnya membuat Dia disalibkan. Ini menyinggung watak Tuhan, dan mereka dikutuk oleh Tuhan Yesus. Kini, Tuhan Yesus telah datang kembali sebagai Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus akhir zaman, mengungkapkan begitu banyak kebenaran, yang merupakan perkataan Roh Kudus. Ini menggenapi nubuat 'Siapa bertelinga, hendaklah dia mendengarkan apa yang Roh katakan kepada gereja-gereja' (Wahyu 3:6). Banyak saudara-saudari yang adalah orang percaya sejati telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan mengenali firman ini sebagai kebenaran, sebagai suara Tuhan, dan menyambut Tuhan. Namun, berapa banyak pastor yang secara proaktif berusaha menyelidiki pekerjaan dan firman Tuhan? Mereka bukan hanya tidak mencari dan menyelidiki, melainkan juga mengutuk dan menghakimi pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, serta menghalangi orang percaya agar tidak menerima jalan yang benar. Mereka tidak memiliki keinginan untuk mencari kebenaran. Mereka tidak mendengar suara Tuhan dan menyambut Tuhan berdasarkan firman-Nya, tetapi mengatakan bahwa Dia akan mewahyukan kedatangan-Nya kembali kepada mereka terlebih dahulu. Bagaimana mungkin?" Kemudian, aku menjelaskan pemahaman ini kepada para diaken, tetapi begitu aku selesai bicara, salah seorang dari mereka melompat, menunjuk ke arahku dan berkata, "Kau mungkin tahu sedikit sekarang! Tetapi jangan lupa apa yang dikatakan dalam Injil Matius, pasal 24, ayat 23-24: 'Jadi, apabila ada orang yang berkata kepadamu: Lihatlah, Kristus ada di sini, atau Kristus ada di sana; janganlah engkau percaya. Karena akan bangkit kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu yang akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat luar biasa; sehingga mereka (sekiranya mungkin) akan menyesatkan umat pilihan.' Pastor itu telah berkata, semua pernyataan bahwa Tuhan telah datang adalah palsu, dan semua pernyataan bahwa Dia telah menjadi daging adalah palsu. Kau telah sangat disesatkan; lebih baik kau jangan menunda untuk mengaku dan bertobat! Jika kau tidak berbalik, kau terancam akan diusir, dan kemudian akan terlambat untuk menyesal!"

Aku merasa muak dengan perkataannya. Kupikir: "Para diaken ini sepanjang hari menafsirkan Kitab Suci untuk orang lain, tetapi tidak mau mencari atau menyelidiki sesuatu sepenting kedatangan Tuhan, dan justru secara membabi buta mengutuk, menghakimi, dan berusaha menghentikanku agar tidak menyelidiki jalan yang benar. Bukankah itu sama seperti orang Farisi?" Aku berkata kepadanya, "Memang benar Alkitab berkata bahwa kristus-kristus palsu akan muncul pada akhir zaman, tetapi Tuhan telah sejak lama menubuatkan bahwa Dia pasti akan datang kembali; ini adalah fakta. Berdasarkan perkataanmu, semua pernyataan tentang kedatangan Tuhan itu palsu, jadi bukankah itu dengan serta-merta mengutuk kedatangan Tuhan kembali? Lalu, bagaimana kita akan menyambut Dia? Sebenarnya, Tuhan Yesus memberi tahu kita prinsip-prinsip untuk membedakan kristus-kristus palsu. Kristus palsu adalah roh jahat yang menyamar dan mereka tidak memiliki esensi Tuhan, jadi mereka tidak mampu mengungkapkan kebenaran dan tidak mampu melakukan pekerjaan menyelamatkan umat manusia. Mereka hanya bisa meniru pekerjaan Tuhan Yesus di masa lalu, memperlihatkan beberapa tanda dan mukjizat untuk menyesatkan orang." Aku teringat akan firman Tuhan Yang Mahakuasa yang dibacakan saudara-saudari untukku sebelumnya: "Jika, pada masa sekarang, muncul orang yang dapat memperlihatkan tanda dan keajaiban, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan banyak mukjizat, dan jika orang ini mengaku bahwa merekalah Yesus yang telah datang, maka ini akan menjadi peniruan oleh roh jahat, itu akan menjadi tindakan roh jahat yang meniru Yesus. Ingatlah ini! Tuhan tidak mengulangi pekerjaan yang sama. Tahap pekerjaan Yesus sudah diselesaikan, dan Tuhan tidak akan pernah melakukan lagi tahap pekerjaan tersebut" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pengenalan akan Pekerjaan Tuhan Sekarang Ini"). "Tuhan yang menjadi daging disebut Kristus, jadi menyebut Kristus yang mampu menganugerahkan kebenaran kepada manusia sebagai Tuhan sama sekali tidak berlebihan. Ini karena Dia memiliki esensi Tuhan, dan Dia memiliki watak Tuhan serta hikmat pekerjaan Tuhan, yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Mereka yang menyebut dirinya kristus, tetapi tidak mampu melakukan pekerjaan Tuhan, adalah para penipu. Kristus bukan sekadar perwujudan Tuhan di bumi, tetapi juga daging khusus yang dikenakan Tuhan saat Dia melaksanakan pekerjaan-Nya di bumi dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia. Daging ini tidak bisa digantikan oleh sembarang manusia, melainkan adalah daging yang mampu memikul pekerjaan Tuhan di bumi dengan memadai, yang mampu mengungkapkan watak Tuhan, yang mampu mewakili Tuhan secara memadai, dan yang menyediakan hidup kepada manusia. Cepat atau lambat, mereka semua yang menyamar sebagai Kristus akan jatuh, karena meskipun mereka mengaku sebagai kristus, mereka sama sekali tidak memiliki esensi Kristus. Karena itu, Kukatakan bahwa keaslian Kristus tidak bisa ditentukan oleh manusia, melainkan dijawab dan diputuskan oleh Tuhan itu sendiri" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"). Firman Tuhan menjelaskan cara membedakan kristus palsu dari Kristus sejati. Jadi, aku berkata kepada mereka, "Kristus adalah Roh Tuhan yang mengenakan daging. Dari luar, Kristus terlihat sama seperti orang biasa, tetapi Roh Tuhan bersemayam di dalam; Dia adalah perwujudan dari Roh Tuhan, jadi Dia memiliki esensi ilahi dan mampu mengungkapkan kebenaran di mana pun, kapan pun, memperlihatkan watak Tuhan, serta apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia. Dia mampu melakukan pekerjaan penebusan dan penyelamatan umat manusia. Selain Kristus, tak ada seorang pun yang mampu mengungkapkan kebenaran, apalagi menyelamatkan umat manusia. Tidak ada keraguan tentang hal ini. Jadi, kunci untuk membedakan Kristus sejati dari kristus palsu adalah dengan melihat apakah mereka mampu mengungkapkan kebenaran dan mampu melakukan pekerjaan penyelamatan. Ini adalah kuncinya, prinsip dasarnya. Itu sama seperti ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja pada Zaman Kasih Karunia. Dia mengungkapkan kebenaran dan menunjukkan jalan pertobatan kepada orang-orang, mengadakan banyak tanda dan mukjizat serta melakukan pekerjaan menebus seluruh umat manusia. Dengan menerima pekerjaan Tuhan Yesus, dan mengaku serta bertobat kepada-Nya, dosa-dosa kita diampuni, dan kita mendapatkan rasa damai serta sukacita di dalam hati kita. Pekerjaan dan firman Tuhan Yesus penuh kuasa dan otoritas. Dia memperlihatkan watak Tuhan, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa Dia. Kita semua tahu dalam hati kita bahwa Dia adalah Kristus yang berinkarnasi, bahwa Dia adalah penampakan Tuhan. Kini Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus akhir zaman telah datang, melakukan pekerjaan penghakiman, mengungkapkan semua kebenaran yang mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Dia bukan hanya mengungkapkan begitu banyak misteri kebenaran, seperti tiga tahap pekerjaan Tuhan dan inkarnasi-Nya, melainkan Dia juga telah menyingkapkan sumber kerusakan umat manusia oleh Iblis. Melalui penghakiman dan pengungkapan firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita dapat memahami sumber dosa kita dan melihat dengan jelas natur Iblis dalam diri kita, dengan segenap hati membenci diri kita sendiri dan bertobat kepada Tuhan, lalu pada akhirnya menyingkirkan dosa, diselamatkan sepenuhnya, dan masuk ke dalam Kerajaan Tuhan. Selain Tuhan sendiri, siapa yang mampu melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman? Siapa yang mampu mengungkapkan semua kebenaran yang mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia? Tidak ada manusia yang mampu melakukannya. Fakta-fakta ini membuktikan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, penampakan Kristus akhir zaman. Kalian semua mengira bahwa aku telah disesatkan, tetapi mengapa kalian tidak mau memperhatikan apakah firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran atau bukan? Mengapa kalian tidak mau menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa untuk menyelamatkan umat manusia?"

Pada saat itu, diaken lain berkata, "Para pastor telah berulang kali menekankan agar tidak membaca buku milik Kilat dari Timur karena pengajarannya sangat tinggi, dan banyak domba yang baik serta domba-domba pemimpin dari semua denominasi telah berpindah ke Kilat dari Timur setelah membaca buku tersebut. Itulah sebabnya kita tidak boleh membaca buku milik Kilat dari Timur atau mendengarkan khotbah mereka. Itu agar kita tidak disesatkan." Jadi, yang kukatakan kepada mereka adalah, "Dahulu, pemikiranku juga sama dengan kalian. Karena takut disesatkan, aku tidak mau mendengarkan, membaca, atau bersentuhan dengan apa pun tentang kedatangan Tuhan, tetapi seseorang memberitakan Injil kepadaku. Aku membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan menyadari bahwa ini adalah pendekatan yang salah. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: 'Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau semua harus memilih jalanmu sendiri, dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan congkak, tetapi jadilah orang yang tunduk pada bimbingan Roh Kudus, yang haus dan mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau semua akan mendapatkan manfaat. Aku menasihati agar engkau semua menempuh jalan kepercayaanmu kepada Tuhan dengan berhati-hati. Jangan dengan sembarangan langsung mengambil kesimpulan; terlebih lagi, jangan sembarangan dan ceroboh dalam kepercayaanmu kepada Tuhan. Engkau semua harus tahu bahwa orang-orang yang percaya kepada Tuhan setidaknya harus memiliki hati yang rendah hati dan takut akan Tuhan. Mereka yang telah mendengar kebenaran tetapi mencibir dan menghinanya adalah orang-orang yang bodoh dan bebal. Mereka yang telah mendengar kebenaran tetapi dengan sembarangan langsung mengambil kesimpulan atau mengutuknya adalah orang-orang yang congkak. Tak seorang pun yang percaya kepada Yesus pantas menyumpahi atau mengutuk orang lain. Engkau semua harus menjadi orang yang bernalar dan menerima kebenaran. ... Bisa jadi, baru membaca beberapa kalimat saja, beberapa orang tanpa berpikir akan mengutuk perkataan ini, dengan berkata: "Ini hanya sekadar pencerahan Roh Kudus," atau, "Ini kristus palsu yang datang untuk menyesatkan orang." Mereka yang mengatakan hal-hal seperti itu terlalu bodoh! Engkau terlalu sedikit memahami pekerjaan dan hikmat Tuhan, dan Aku sarankan agar engkau memulai lagi dari nol! Janganlah engkau semua tanpa berpikir langsung mengutuk firman yang dinyatakan oleh Tuhan karena kristus-kristus palsu yang muncul pada akhir zaman, dan janganlah menjadi orang yang menghujat Roh Kudus karena takut disesatkan. Bukankah itu sangat disayangkan?' (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Memperbarui Langit dan Bumi"). Dari firman Tuhan, aku memahami bahwa kita tidak boleh sembarangan berasumsi tentang hal sepenting kedatangan Tuhan kembali. Sebelumnya, ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja, Dia mengungkapkan begitu banyak kebenaran serta mengadakan banyak tanda dan mukjizat, tetapi orang-orang Farisi tidak mencari atau menyelidikinya, ataupun mendengarkan pemberitaan Injil-Nya. Mereka secara mati-matian menentang dan mengutuk-Nya. Akibatnya, mereka menyinggung watak Tuhan, lalu akhirnya dikutuk dan dihukum oleh Tuhan. Pada akhir zaman, jika kita tidak memiliki hati yang mencari tentang menyambut Tuhan, tetapi hanya secara membabi buta menghakimi dan mengutuk, kita kemungkinan besar akan berakhir di jalan orang-orang Farisi yang menentang Tuhan. Tuhan menyuruh kita untuk menjadi orang-orang bernalar yang rindu mencari kebenaran. Jika kita tidak melakukan pencarian apa pun, tetapi hanya mendengarkan para pastor tanpa berpikir, dan tidak menyambut Tuhan berdasarkan firman-Nya sendiri, kita kemungkinan besar akan menentang Tuhan dan dihukum." Seorang diaken menjawab dengan marah, "Agama Katolik adalah satu-satunya jalan yang benar. Hanya Alkitab-lah yang kita butuhkan untuk iman kita kepada Tuhan!" Ayahku menimpali dengan tatapan tegas, "Semua orang khawatir bahwa kau sedang disesatkan. Selain itu, keluarga kita telah memeluk agama Katolik secara turun-temurun. Bagaimana mungkin itu bisa salah? Mengapa kau begitu tidak taat?" Aku berkata kepadanya, "Tidak ada yang salah dengan percaya kepada Tuhan, tetapi sekarang Dia sedang melakukan pekerjaan baru. Kita akan disingkirkan jika tidak mengikutinya. Mengikuti pekerjaan baru Tuhan adalah satu-satunya kesempatan bagi kita untuk masuk ke dalam kerajaan surga." Namun, apa pun yang kukatakan, semuanya tidak dihiraukan. Aku menyadari bahwa meskipun mereka memiliki status dan pengetahuan Alkitab, mereka tidak memiliki pemahaman tentang suara Tuhan dan tidak memiliki keinginan untuk mencari. Aku tidak mau repot-repot bicara lagi. Melihat betapa teguhnya imanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa, mereka langsung pergi dari rumahku.

Kupikir mereka sudah selesai menggangguku, tetapi di luar dugaan, seorang diaken penatua di desa kami menghasut orang tuaku; dia berkata bahwa aku dan istriku sedang menempuh jalan yang salah, dan menyuruh mereka memikirkan cara untuk membuat kami kembali ke gereja mereka. Ibuku mendengarkan diaken tersebut, lalu menasihatiku, "Hanya kau dan istrimu yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa di desa ini. Para pastor lebih menguasai Alkitab daripada kalian, mengapa mereka belum berpindah? Lepaskanlah iman itu." Dia terus berbicara, lalu mulai menangis. Seperti apa pun aku bersekutu, ibuku sama sekali tidak mau mendengarkan. Setelah itu, dia terus datang ke rumah kami setiap beberapa hari sambil menangis. Suatu kali sekitar tengah malam, aku dikejutkan oleh ketukan di pintu. Setelah membuka pintu, aku melihat ibuku, menangis dan berteriak, "Sejak kalian berdua percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, aku tidak bisa tidur. Aku membesarkanmu selama bertahun-tahun; mengapa kau tidak mau mendengarkanku? Dengarkan aku dan kembalilah ke dalam iman kepada Tuhan!" Aku berkata kepada ibuku, "Di gereja Katolik, kami percaya kepada Tuhan Yesus, dan kini kami percaya pada kedatangan kembali Tuhan Yesus. Ini adalah Tuhan yang sama. Pekerjaan penebusan Tuhan Yesus hanya untuk mengampuni dosa-dosa kita, bukan untuk membebaskan kita dari natur berdosa kita. Pekerjaan-Nya tidak sepenuhnya menyelamatkan kita dari dosa. Tuhan Yesus telah datang kembali pada akhir zaman sebagai Tuhan Yang Mahakuasa. Dia mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus untuk sepenuhnya mentahirkan dan menyelamatkan manusia. Menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman adalah satu-satunya kesempatan kita untuk disucikan, diselamatkan sepenuhnya, dan masuk ke dalam kerajaan surga. Aku telah mengikuti jejak langkah Anak Domba dan menemukan jalan menuju kerajaan surga. Aku tidak akan kembali ke gereja." Namun, ibuku sama sekali tidak mau mendengarkan. Setelah menyadari bahwa apa pun yang dia katakan, aku tetap teguh dalam imanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa, dia mulai menangis tersedu-sedu. Melihatnya begitu sangat menderita membuatku merasa tidak enak. Aku selalu sangat dekat dengan orang tuaku, tetapi kini mereka sama sekali tidak dapat memahamiku, para diaken pun menindas dan menggangguku. Mengapa jalan iman ini begitu sulit? Bagaimana aku harus menjalaninya? Kemudian, aku teringat akan sesuatu yang dikatakan Tuhan Yang Mahakuasa: "Jangan berkecil hati, jangan lemah, dan Aku akan menyingkapkan segala sesuatu kepadamu. Jalan menuju Kerajaan tidaklah mulus—tidak ada yang semurah itu! Engkau ingin memperoleh berkat dengan mudah, bukan? Sekarang, semua orang akan mengalami ujian pahit yang harus dihadapi. Tanpa ujian semacam itu, hati yang mengasihi-Ku tidak akan tumbuh lebih kuat, dan engkau tidak akan memiliki kasih yang sejati kepada-Ku. Sekalipun ujian itu hanya terdiri dari keadaan-keadaan kecil, semua orang harus melewati tes-tes tersebut; hanya saja intensitas ujian-ujian itu akan beragam. ... Mereka yang berbagi dalam kepahitan-Ku pasti akan berbagi juga dalam kemanisan-Ku. Itulah janji-Ku dan berkat-Ku untukmu" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 41"). Firman Tuhan membuatku merasa malu. Aku selalu berharap agar kepercayaanku kepada Tuhan akan mulus, bahwa aku dapat diselamatkan tanpa penderitaan apa pun, tetapi bukan seperti itu kenyataannya. Jalan menuju kerajaan surga tidaklah mulus, kita akan mengalami segala macam penganiayaan, ujian, kesengsaraan, dan penderitaan. Namun, Tuhan akan menggunakan situasi-situasi yang menantang ini untuk menyempurnakan iman dan kasih kita kepada Tuhan. Ini adalah berkat Tuhan bagi kita. Aku teringat para murid yang mengikuti Tuhan Yesus dahulu kala. Mereka belum pernah mendengar begitu banyak kebenaran, tetapi saat menghadapi penganiayaan dan kesengsaraan, mereka mampu mempertahankan iman mereka kepada Tuhan. Aku beruntung dapat menyambut Tuhan yang datang kembali, dapat membaca kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan pada akhir zaman, dan menemukan jalan menuju penyelamatan penuh. Aku tidak boleh melepaskan jalan yang benar hanya karena halangan dari ibuku, dan kehilangan kesempatan memperoleh kebenaran dan hidup.

Setelah itu, ibuku terus-menerus menangis di depanku sepanjang waktu; dia berkata bahwa dia akan memutuskan hubungan denganku jika aku tetap beriman kepada Tuhan Yang Mahakuasa, dan kami akan berpisah jalan. Melihatnya seperti ini sangat menyakitkan bagiku. Membesarkanku bukanlah hal yang mudah baginya. Selama ini dia begitu mencintaiku, selalu menjaga dan memberiku perhatian yang teramat besar. Dia telah berusia 66 tahun, dan kesehatannya tidak baik. Aku bukan hanya tidak berbakti kepadanya, melainkan juga membuatnya menderita sepanjang waktu. Jika dia jatuh sakit, hati nuraniku tidak akan sanggup untuk menanggungnya. Saat aku memikirkannya, aku merasa sedikit lemah dan merasa bahwa aku sangat berutang kepadanya. Aku membuka diri kepada saudara-saudariku tentang keadaanku, dan mereka membacakanku satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Engkau harus menderita demi kebenaran, engkau harus mengorbankan diri demi kebenaran, engkau harus menanggung penghinaan demi kebenaran, dan engkau harus menanggung lebih banyak penderitaan demi memperoleh lebih banyak kebenaran. Inilah yang harus kaulakukan. Jangan membuang kebenaran demi nikmatnya keharmonisan keluarga, dan jangan kehilangan martabat dan integritas seumur hidupmu demi kenikmatan sesaat. Engkau harus mengejar segala sesuatu yang indah dan baik, dan engkau harus mengejar jalan hidup yang lebih bermakna" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman"). Benar. Aku tahu betul bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan bahwa aku harus melepaskan segalanya demi pengejaranku, tetapi setelah melihat air mata dan kesedihan ibuku, aku terkekang. Aku merasa bahwa sebagai putranya, dengan membuatnya menjadi sangat sedih, artinya aku tidak berbakti. Namun sebenarnya, meskipun ibuku telah membesarkanku hingga dewasa, menyayangi dan menjagaku, aku seharusnya berbakti dan merawatnya dalam kehidupan kami sehari-hari, hidupku sendiri diberikan kepadaku oleh Tuhan, dan hanya Tuhan-lah yang dapat menyelamatkanku. Aku beruntung bisa mendengar suara Tuhan sekarang, diberikan kasih karunia oleh Tuhan pada akhir zaman dan memiliki kesempatan untuk diselamatkan. Aku harus mengikuti Tuhan dan membalas kasih-Nya. Tuhan Yesus berfirman: "Jika ada orang datang kepada-Ku dan tidak membenci ayahnya, dan ibunya, dan istrinya, anak-anaknya, dan saudara-saudaranya laki-laki dan perempuan, dan bahkan nyawanya sendiri, ia tidak bisa menjadi murid-Ku" (Lukas 14:26). Aku tidak boleh melepaskan jalan yang benar dan mengkhianati Tuhan demi kenikmatan sesaat dari kehidupan keluarga yang damai. Menyadari hal ini, aku tidak merasa segundah sebelumnya.

Kemudian, aku membaca bagian lain firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Di luarnya, setiap langkah pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam diri manusia terlihat sebagai interaksi antara manusia, seolah-olah lahir dari pengaturan manusia atau dari gangguan manusia. Namun di balik setiap langkah pekerjaan, dan semua yang terjadi, adalah pertaruhan yang Iblis buat di hadapan Tuhan, dan hal ini menuntut orang-orang untuk tetap teguh dalam kesaksian mereka bagi Tuhan. Misalnya, ketika Ayub diuji: Di balik layar, Iblis bertaruh dengan Tuhan, dan yang terjadi kepada Ayub adalah perbuatan manusia, dan gangguan manusia. Di balik setiap langkah pekerjaan yang Tuhan lakukan pada engkau semua adalah pertaruhan antara Iblis dengan Tuhan—di balik itu ada peperangan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Mengasihi Tuhan yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan"). Setelah membaca bagian ini, aku sadar bahwa dari luar, kelihatannya ibukulah yang menghalangiku, tetapi di balik itu, ada gangguan dan manipulasi Iblis. Iblis menyerangku melalui rasa baktiku kepada ibuku, untuk membuatku mengkhianati Tuhan dan kehilangan kesempatanku untuk diselamatkan. Aku telah menyampaikan persekutuan kepadanya berkali-kali tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, tetapi dia tidak pernah mencari atau menyelidikinya. Dia hanya memuja status dan kekuasaan, serta mendengarkan para pastor dan diaken. Dia sangat menderita sekarang karena tidak memiliki kemampuan untuk mengenali dan secara membabi buta memercayai perkataan orang lain. Itu bukan karena imanku. Menyadari hal ini sangat membebaskan, dan aku dengan jelas melihat betapa jahat dan kejinya Iblis. Pekerjaan Tuhan menyelamatkan manusia, tetapi Iblis mencoba segala cara untuk membujuk orang agar menjauh dari Tuhan dan mengkhianati-Nya. Aku tidak boleh teperdaya oleh tipu muslihatnya, tetapi aku harus tetap teguh dalam kesaksianku.

Kemudian, aku pergi ke rumah seorang teman gereja untuk memberitakan Injil, tetapi di luar dugaan, pastor tersebut berada di sana. Melihatku, dia mencengkeram kedua lenganku dan berkata dengan muram, "Kau masih mengkhotbahkan Kilat dari Timur. Jika kau tidak bertobat, aku akan membawamu ke kantor polisi." Aku tetap bersikukuh. Lalu, dia berkata dengan manis, "Aku sudah berencana membinamu untuk kedudukan penting. Aku ingin kau mengelola semua gereja di wilayah utara kita. Aku tak pernah menyangka kau akan beralih ke Kilat dari Timur. Mengecewakan sekali! Jika kau kembali sekarang, aku akan tetap mempertimbangkan untuk menjadikanmu diaken kepala. Jika kau tidak sadar juga, aku akan segera mengusirmu dari gereja dan menyuruh umat paroki lainnya untuk memutuskan hubungan denganmu. Semua upayamu di masa lalu, semua yang telah kaulakukan akan sia-sia." Saat dia mengatakan itu, aku berpikir bahwa dia tidak pernah berbicara tentang membinaku sebelumnya, jadi mengapa dia mengatakan hal itu setelah aku menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman? Pastor itu ingin menyuapku dengan status agar mengkhianati Tuhan. Itu adalah tipu muslihat Iblis! Jika aku melepaskan jalan yang benar dan mengkhianati Tuhan untuk sebuah kedudukan, aku akan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan dan masuk ke dalam kerajaan surga. Jika demikian, sekalipun aku memperoleh status, apa artinya itu? Pada akhirnya aku akan disingkirkan dan dihukum! Aku mengatakan semua itu kepada pastor itu, yang membuatnya sangat marah. Karena tidak mampu menyanggah perkataanku, dia mulai mengusirku: "Keluar dari sini! Jangan berkhotbah di sekitar sini lagi, atau akan kulaporkan kau ke polisi." Sembari berbicara, dia mendorongku keluar dari pintu. Dalam perjalanan pulang, kupikir: Sebagai seorang pastor, tidak mencari atau menyelidiki hal sepenting kedatangan Tuhan kembali, dan memimpin untuk mengutuk, menentang, serta menghentikan orang percaya agar tidak menyelidiki, bahkan mengancam untuk membuatku ditangkap, dia bukanlah orang percaya sejati. Kemudian, saat ibuku melihat betapa teguhnya kami dalam iman kami, dia berhenti berusaha menghalangi kami, dan memberi tahu kami bahwa dia telah menghalangi kami sejak awal karena seorang diaken penatua menyuruhnya untuk melakukan hal itu. Aku sangat marah. Aku ingat Tuhan mengutuk orang-orang Farisi: "Celakalah kalian, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang munafik, karena kalian menutup kerajaan Surga bagi manusia, padahal kalian sendiri tidak memasukinya, tetapi kalian menghalangi orang-orang yang berusaha masuk ke sana. ... Celakalah kalian ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang munafik; karena kalian pergi menyeberangi lautan dan daratan untuk membuat satu orang menjadi pengikutmu, tetapi begitu dia menjadi pengikutmu, kalian menjadikannya anak neraka yang dua kali lebih jahat daripada kalian sendiri" (Matius 23:13, 15). Ada juga satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa yang berbunyi: "Ada orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar dan melafalkan ayat-ayat sepanjang hari, tetapi tak satu pun dari mereka memahami tujuan pekerjaan Tuhan, dan juga tidak ada di antara mereka yang mampu mengenal Tuhan—apalagi yang bisa sesuai dengan maksud Tuhan. Mereka semua adalah orang-orang yang tidak berguna dan hina, yang menempatkan diri di posisi tinggi untuk menceramahi 'Tuhan'. Mereka adalah orang-orang yang bertindak dengan mengatasnamakan Tuhan tetapi dengan sengaja menentang Tuhan, yang berlabelkan percaya kepada Tuhan sambil memakan daging dan meminum darah manusia. Semua orang semacam ini adalah setan-setan jahat yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang dengan sengaja mengganggu orang-orang agar tidak menempuh jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi orang-orang untuk mencari Tuhan. Mereka mungkin tampak 'kuat secara fisik', tetapi bagaimana para pengikut mereka bisa tahu bahwa mereka adalah antikristus yang memimpin orang untuk menentang Tuhan? Bagaimana para pengikut mereka bisa tahu bahwa mereka adalah setan-setan hidup yang secara khusus menelan jiwa manusia?" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"). Dari pengungkapan firman Tuhan, aku memahami bahwa para pemimpin dunia keagamaan zaman sekarang ini sama seperti orang-orang Farisi. Pada esensinya, mereka adalah antikristus yang membenci kebenaran dan menjadikan Tuhan sebagai musuh mereka. Sebelumnya, orang-orang Farisi secara mati-matian mengarang berbagai kabar bohong, menentang dan mengutuk Tuhan Yesus, serta menyesatkan dan menghalangi orang-orang percaya agar tidak mengikuti Dia. Itu bertujuan agar mereka bisa mempertahankan status dan sumber penghasilan mereka. Kini, para pemimpin di dunia keagamaan tahu bahwa segala sesuatu yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, dan segera setelah orang percaya sejati membacanya, mereka mengenali suara Tuhan. Para pemimpin agama ini takut semua orang akan mengikuti Tuhan serta berhenti memuja dan menyokong mereka. Mereka tidak akan ragu-ragu untuk menafsirkan Kitab Suci secara keliru hanya untuk melindungi status serta sumber penghasilan mereka, dan mereka menyebarkan kekeliruan, berkata bahwa semua pernyataan tentang kedatangan Tuhan adalah palsu, setiap khotbah tentang kedatangan Tuhan dalam daging adalah palsu, sehingga orang percaya tidak mau mendengarkan, percaya, atau berhubungan dengan orang-orang yang memberitakan kedatangan Tuhan. Segera setelah seseorang menerima pekerjaan baru Tuhan, mereka mengerahkan segala daya untuk menghentikannya, bahkan menyerahkan orang-orang yang memberitakan Injil kepada rezim Iblis. Para pemimpin agama ini bukan hanya tidak menyambut Tuhan, melainkan mereka juga mengendalikan orang-orang percaya dalam genggaman mereka agar semua orang mengikuti mereka untuk menentang Tuhan, jatuh ke dalam bencana, dan dihukum. Mereka sangat berbahaya dan berniat jahat! Mereka adalah antikristus yang disingkapkan oleh Tuhan di akhir zaman, dan mereka pantas menerima kutukan Tuhan! Setelah itu, seperti apa pun mereka mengganggu atau menghalangiku, aku tetap teguh dalam imanku dan terus memberitakan Injil.

Sepanjang waktu selama aku dihalangi dalam imanku, aku dapat merasakan kasih Tuhan. Firman Tuhan membimbingku untuk mengalahkan pencobaan dan gangguan Iblis yang terus-menerus. Aku juga melihat dengan jelas bagaimana para pastor dan diaken ini adalah antikristus yang menentang Tuhan, bagaimana mereka menjadi batu sandungan yang menghalangi orang agar tidak masuk ke dalam kerajaan surga. Aku menolak mereka dengan segenap hatiku, dan tetap teguh dalam imanku untuk mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Dibebaskan Dari Belenggu Rumah

Oleh Saudara Cheng Shi, Tiongkok Tidak lama setelah menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, aku mengkhotbahkan Injil kepada suamiku. Aku...

Tinggalkan Balasan

Hubungi kami via WhatsApp