Betapa Tak Bernalarnya Memamerkan Diri
Oleh Junior, ZimbabwePada bulan Juni 2020, aku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Dengan mendambakan lebih banyak...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Pada tahun 2021, aku bertanggung jawab atas pekerjaan penyiraman di tiga gereja. Dua pemimpin kelompok penyiraman di salah satu gereja, Li Can dan Zhang Xuan, dahulu bekerja bersamaku. Pada saat itu, aku merasa bahwa Li Can mampu bekerja dan memikul beban tugasnya. Dia menunjukkan setiap penyimpangan dalam tugasku dan membantuku memperbaikinya secara tepat waktu. Karena dia mengawasi dan mengingatkan, beberapa pekerjaan tidak tertunda. Zhang Xuan juga memikul beban dan akan membantuku dengan hati yang pengasih ketika aku berada dalam kondisi yang buruk. Aku cukup senang bekerja bersama mereka, berpikir bahwa kemampuan kerja, kualitas, dan sikap mereka terhadap tugas-tugas cukup baik. Dengan keduanya bertanggung jawab di sini, aku tidak perlu terlalu mengkhawatirkan pekerjaan penyiraman di gereja ini dan dapat fokus pada pekerjaan dua gereja lainnya. Kemudian, dari surat-surat mereka, aku melihat bahwa hasil kerja mereka lebih baik daripada gereja-gereja lain. Aku makin yakin dengan kemampuan kerja mereka, jadi aku jarang terlibat dalam pekerjaan mereka.
Suatu ketika, pemimpinku mengirimkan surat yang memintaku untuk berpartisipasi secara nyata dalam pekerjaan penyiraman dan segera memindahtugaskan personel yang kudapati tidak cocok, untuk menghindari tertundanya pekerjaan. Setelah menerima surat tersebut, aku segera pergi ke dua gereja lainnya untuk melihat bagaimana pekerjaan berjalan. Aku mendapati seorang pemimpin kelompok penyiraman yang tidak dapat melakukan pekerjaan nyata dan segera melakukan pemindahtugasan. Ketika aku hendak mengunjungi gereja yang menjadi tanggung jawab Li Can, aku berpikir, "Dia dan Zhang Xuan baik-baik saja dalam segi kemampuan kerja, rasa beban, atau kualitas. Dengan mereka berdua di sana, pasti tidak akan ada masalah dengan pekerjaan." Oleh karena itu, aku tidak memeriksa pekerjaan mereka. Di lain waktu, aku mengumpulkan pemimpin-pemimpin kelompok penyiraman dari sejumlah gereja karena ingin mengetahui secara rinci penyimpangan dalam pekerjaan mereka, agar aku dapat menemukan permasalahan dan menyelesaikannya tepat waktu. Namun, pada saat itu, aku lebih banyak bertanya tentang pekerjaan pemimpin kelompok lainnya, menanyai mereka bagaimana biasanya mereka mengadakan pertemuan bagi orang-orang yang baru percaya dan firman Tuhan apa yang mereka gunakan untuk bersekutu serta menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan orang percaya baru, dan sebagainya. Melalui pertanyaan terperinci, aku mendapati beberapa masalah serta mempersekutukannya, dan mereka memperbaikinya saat itu juga. Mengenai Li Can dan Zhang Xuan, aku pikir rasa beban dan kemampuan kerja mereka dalam melaksanakan tugas baik-baik saja, jadi aku tidak bertanya secara rinci tentang pekerjaan mereka. Kemudian, pemimpinku memintaku menyediakan seorang penyiram yang relatif baik, jadi aku merekomendasikan Li Can. Namun, setelah melihat situasinya, pemimpin mendapati bahwa hasil penyiraman Li Can tidak bagus dan bertanya kepadaku bagaimana bisa aku menyediakan orang seperti dia. Aku berpikir, "Mungkinkah tuntutan pemimpin terlalu tinggi? Menurut pemahamanku tentang Li Can, bahkan jika dia tidak dapat dipromosikan, dia masih lebih dari mampu untuk menyirami orang-orang yang baru percaya di gereja." Kemudian, pemimpin memberitahuku, "Li Can dan Zhang Xuan malas, licin, dan menikmati kenyamanan saat melaksanakan tugas mereka. Kami sudah bersekutu mengenai hal ini dengan mereka; mari kita lihat bagaimana kinerja mereka di kemudian hari." Saat mendengar ini, selain tidak menganggapnya serius, aku juga berpikir, "Siapa yang tidak sesekali memikirkan dagingnya? Selama mereka melakukan pekerjaan saat ini dengan baik, bukankah itu sudah cukup?" Setelah itu, aku tetap tidak menindaklanjuti atau mengawasi pekerjaan mereka.
Setelah beberapa saat, pemimpin mengirimkan surat yang mengatakan bahwa ada banyak masalah dengan pekerjaan penyiraman di gereja yang menjadi tanggung jawab Li Can, dan aku diminta untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Ketika aku melihat surat itu, aku berpikir, "Li Can telah percaya pada Tuhan bertahun-tahun dan telah melayani sebagai pemimpin. Aku tahu kemampuan kerja dan kualitasnya. Apakah situasinya benar-benar seburuk itu? Apakah pemimpin telah keliru? Namun karena pemimpin mengatakan begitu, pasti ada alasannya. Aku perlu mencermati situasinya secara nyata." Setelah memahami situasinya, barulah aku mendapati bahwa baik Li Can maupun Zhang Xuan tidak melakukan pekerjaan nyata. Mereka tidak membina orang-orang berbakat di dalam gereja yang seharusnya dibina, dan firman Tuhan yang dimakan serta diminum oleh orang-orang yang baru percaya dalam pertemuan bukanlah kebenaran yang paling mendasar mengenai pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan. Ada juga beberapa orang yang baru percaya yang menjadi negatif setelah mendengar rumor tak berdasar yang disebarkan oleh PKT, dan secara mengejutkan, Li Can serta Zhang Xuan telah mengatur orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendukung mereka. Masalah orang yang baru percaya belum terselesaikan, dan Li Can serta Zhang Xuan tidak menemukan cara untuk bersekutu dan membantu mereka lebih jauh. Beberapa orang yang baru percaya hampir menarik diri. Pada akhirnya, orang-orang yang baru percaya hanya bisa membalikkan keadaan mereka dengan membaca sendiri firman Tuhan. Meskipun ada banyak penyimpangan dan celah dalam pekerjaan penyiraman, Li Can dan Zhang Xuan tidak merenungkan diri sendiri, dan bahkan mereka berusaha menyalahkan orang lain. Mengetahui hal-hal ini, aku pun terkejut, "Bagaimana bisa terjadi seperti ini? Sejauh yang kupahami tentang mereka, sebelum ini mereka memikul beban dalam melaksanakan tugasnya. Bagaimana bisa sekarang semuanya menjadi seperti ini?" Namun, faktanya dibeberkan tepat di depan mataku; aku harus menerima ini. Pada saat yang sama, aku merasa sangat bersalah. Andai aku mengawasi dan memeriksa pekerjaan mereka lebih awal, tidak akan ada banyak masalah yang timbul dalam pekerjaan penyiraman. Aku mempunyai tanggung jawab yang tak bisa dihindari atas hal ini.
Kemudian, aku melihat sebuah bagian dari firman Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Para pemimpin palsu tidak pernah bertanya tentang para pengawas yang tidak melakukan pekerjaan nyata, atau yang tidak melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. Mereka menganggap bahwa mereka hanya perlu memilih seorang pengawas dan itu artinya sudah selesai, dan bahwa setelah itu, pengawas tersebut dapat menangani semua masalah pekerjaan seorang diri. Jadi, para pemimpin palsu hanya sesekali mengadakan pertemuan, dan tidak mengawasi pekerjaan atau bertanya bagaimana perkembangannya, serta bertindak seperti bos yang lepas tangan. Jika seseorang melaporkan sebuah masalah dengan seorang pengawas, seorang pemimpin palsu akan berkata, 'Ini hanya masalah kecil, tidak apa-apa. Kalian bisa menanganinya sendiri. Jangan tanya aku.' Orang yang melaporkan masalah itu berkata, 'Pengawas itu adalah orang rakus yang pemalas. Dia hanya berfokus pada makanan dan bersenang-senang, dan dia sangat malas. Dia tak mau mengalami kesukaran sedikit pun dalam tugasnya, selalu bermalas-malasan dengan licik, serta mencari-cari alasan untuk menghindari pekerjaan, dan menghindari tanggung jawabnya. Dia tidak sesuai untuk menjadi pengawas.' Pemimpin palsu tersebut akan menjawab, 'Mereka sangat bagus ketika mereka dipilih sebagai pengawas. Yang kaukatakan itu tidak benar, atau sekalipun itu benar, itu hanyalah perwujudan sementara.' Pemimpin palsu tersebut tidak akan berusaha mencari tahu tentang situasi pengawas itu, sebaliknya dia akan menghakimi dan mengambil kesimpulan tentang hal tersebut berdasarkan kesan masa lalunya terhadap pengawas tersebut. Siapa pun yang melaporkan masalah dengan pengawas itu, pemimpin palsu tersebut akan mengabaikannya. Pengawas itu tidak melakukan pekerjaan nyata, dan pekerjaan gereja hampir terhenti, tetapi pemimpin palsu tersebut tidak peduli, seolah-olah dia bahkan tidak terlibat. Sudah cukup memuakkan ketika ada seseorang yang melaporkan masalah pengawas, mereka berpura-pura tidak melihatnya. Namun, apa yang paling patut dibenci dari semuanya? Ketika orang-orang melaporkan masalah yang sangat serius dengan pengawas kepadanya, dia tidak mau berusaha menyelesaikannya, dan dia bahkan akan mengatakan berbagai alasan: 'Aku kenal pengawas ini, dia benar-benar percaya kepada Tuhan, dia tidak akan pernah memiliki masalah apa pun. Meskipun dia ada masalah kecil, Tuhan akan melindunginya dan mendisiplinkannya. Jika dia melakukan kesalahan, itu antara dia dan Tuhan—kita tak perlu terlibat dengan hal itu.' Para pemimpin palsu bekerja berdasarkan gagasan dan imajinasi seperti ini. Mereka berpura-pura memahami kebenaran dan memiliki iman, tetapi mereka hanya membuat kacau pekerjaan gereja—pekerjaan gereja bahkan mungkin akan terhenti dan mereka akan tetap berpura-pura tidak mengetahui hal itu. Bukankah para pemimpin palsu bertindak terlalu mirip dengan birokrat? Mereka sendiri tidak mampu melakukan pekerjaan nyata, dan mereka juga tidak teliti terhadap pekerjaan para ketua kelompok dan para pengawas—mereka tidak menindaklanjutinya atau menanyakannya. Pandangan mereka tentang orang-orang hanya didasarkan pada kesan dan imajinasi mereka sendiri. Saat mereka melihat seseorang bekerja dengan baik selama beberapa waktu, mereka menganggap bahwa orang itu akan selamanya bersikap baik, bahwa orang ini tidak akan berubah; mereka tidak memercayai siapa pun yang berkata bahwa ada masalah dengan orang ini, dan mereka mengabaikannya ketika ada seseorang yang memperingatkan mereka tentang orang tersebut. Apakah menurut engkau semua para pemimpin palsu itu bodoh? Mereka bodoh dan bebal. ... para pemimpin palsu memiliki kekurangan yang fatal: Mereka cepat memercayai orang berdasarkan imajinasi mereka sendiri. Ini disebabkan karena tidak memahami kebenaran, bukan? Bagaimana firman Tuhan menyingkapkan esensi umat manusia yang rusak? Mengapa mereka memercayai orang-orang yang bahkan Tuhan tidak percayai? Para pemimpin palsu sangat congkak dan merasa dirinya benar, bukan? Yang mereka pikirkan adalah, 'Aku tidak mungkin salah menilai orang ini, seharusnya tidak ada masalah dengan orang yang telah kunilai cocok ini; dia pasti bukan orang yang suka makan, minum, dan bersenang-senang, atau yang menyukai kenyamanan dan membenci kerja keras. Dia benar-benar dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Dia tidak akan berubah; jika dia berubah, itu berarti aku keliru tentang dia, bukan?' Logika macam apa ini? Memangnya engkau ahli? Apakah engkau memiliki penglihatan sinar-x? Apakah engkau memiliki keahlian khusus itu? Engkau bisa saja hidup bersama seseorang selama satu atau dua tahun, tetapi akankah engkau mampu melihat siapa diri mereka yang sebenarnya tanpa lingkungan yang sesuai untuk menyingkapkan esensi natur mereka sepenuhnya? Jika mereka tidak disingkapkan oleh Tuhan, engkau bisa saja hidup berdampingan dengan mereka selama tiga atau bahkan lima tahun, dan tetap bergumul untuk melihat esensi natur seperti apa yang mereka miliki. Betapa lebih sulit lagi jika engkau jarang bertemu dengannya, jarang bersama dengannya? Para pemimpin palsu dengan begitu saja memercayai seseorang berdasarkan kesan yang sesaat atau penilaian positif orang lain tentang mereka, dan berani memercayakan pekerjaan gereja kepada orang semacam itu. Dalam hal ini, bukankah mereka terlalu buta? Bukankah mereka bertindak sewenang-wenang? Dan bukankah para pemimpin palsu bersikap sangat tidak bertanggung jawab ketika mereka bekerja seperti ini?" (Firman, Jilid 5, Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja, "Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja (3)"). Tuhan menyingkapkan keadaanku dengan tepat; aku sangat tidak bertanggung jawab terhadap tugasku. Aku pernah bekerja dengan Li Can dan Zhang Xuan sebelumnya, dan karena kemampuan kerja yang mereka miliki, serta beberapa hasil yang mereka dapatkan dalam melaksanakan tugasnya, aku dengan mudah menaruh kepercayaanku pada mereka. Setelah sepenuhnya menyerahkan pekerjaan kepada mereka, aku bahkan tidak mengawasi atau menanyakan pekerjaan itu. Ketika pemimpin memintaku untuk memeriksa apakah pemimpin kelompok penyiraman melakukan pekerjaan nyata, aku tidak memeriksa pekerjaan mereka karena aku percaya kepada mereka. Bahkan ketika aku berkumpul dengan mereka, aku tidak menanyakan pekerjaan mereka secara rinci. Kemudian, ketika pemimpin berkata bahwa mereka menikmati kenyamanan dalam tugasnya dan tidak melakukan pekerjaan nyata, ada sedikit penentangan dalam hatiku; kupikir mereka tidak seperti itu, dan pemimpin tidak mengenal mereka dengan baik. Aku bahkan membela mereka dalam hatiku. Kalau dipikir-pikir lagi, aku baru beberapa bulan berinteraksi dengan mereka. Dari luar, mereka tampak memiliki kemampuan kerja dan rasa beban dalam melaksanakan tugasnya, tetapi aku sama sekali tidak memahami kemanusiaan dan esensi natur mereka. Aku menaruh kepercayaanku pada mereka berdasarkan kesan sementara dan perasaan baik, dan kemudian merasa tenang menyerahkan pekerjaan itu kepada mereka tanpa pengawasan. Tuhan menyingkapkan bahwa orang-orang telah sangat dirusak oleh Iblis, jadi semua watak rusak mereka belum terselesaikan, mereka semua bisa bersikap asal-asalan, tidak bertanggung jawab, dan menempuh jalannya sendiri sebelum mereka disempurnakan. Selama ini, aku tidak memandang berbagai hal berdasarkan firman Tuhan; sebaliknya, aku mengandalkan gagasan dan imajinasiku, serta memantapkan sisi baik mereka dalam pikiranku berdasarkan kinerja baik mereka yang bersifat sementara. Bahkan ketika pemimpin menunjukkan masalah mereka, aku masih belum yakin, kupikir tuntutan pemimpin terhadap mereka terlalu tinggi. Aku hidup berdasarkan watak Iblis, terutama dengan memercayai diri sendiri dan memegang sudut pandangku sendiri dalam melihat segala sesuatu, beranggapan bahwa apa yang menurutku baik pastilah benar, tidak menerima apa pun penjelasan orang lain, yang akhirnya menunda pekerjaan. Aku terlalu sombong dan congkak!
Kemudian, aku melihat bagian lain dari firman Tuhan: "Meskipun sekarang ini, banyak orang melaksanakan tugas, hanya ada sedikit orang yang mengejar kebenaran. Hanya segelintir orang mengejar kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan pada saat mereka melaksanakan tugasnya; bagi sebagian besar orang, masih tidak memiliki prinsip dalam cara mereka melakukan sesuatu, mereka tetaplah bukan orang yang benar-benar tunduk kepada Tuhan; mereka sekadar menyatakan bahwa mereka mencintai kebenaran, bahwa mereka mau mengejar kebenaran dan mau berjuang untuk kebenaran, tetapi tetap saja tak seorang pun tahu berapa lama tekad tersebut akan bertahan. Orang yang tidak mengejar kebenaran cenderung memperlihatkan watak rusak mereka kapan saja atau di mana saja. Mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya, mereka sering kali bersikap asal-asalan, mereka bertindak sekehendak hatinya, dan bahkan tak mampu menerima diri mereka dipangkas. Begitu mereka menjadi negatif dan lemah, mereka cenderung meninggalkan pekerjaannya—ini sering terjadi, tidak ada yang lebih biasa terjadi daripada ini; demikianlah perilaku semua orang yang tidak mengejar kebenaran. Jadi, jika orang belum memperoleh kebenaran, mereka tidak dapat diandalkan dan tidak dapat dipercaya. Apa artinya mereka tidak dapat dipercaya? Itu berarti saat mereka menghadapi kesulitan atau kemunduran, besar kemungkinan mereka akan jatuh, juga menjadi negatif dan lemah. Apakah orang yang sering menjadi negatif dan lemah adalah orang yang dapat dipercaya? Tentu saja tidak. Namun, orang yang memahami kebenaran berbeda. Orang yang sungguh-sungguh memahami kebenaran pasti memiliki hati yang takut akan Tuhan dan hati yang tunduk kepada Tuhan, dan hanya orang yang memiliki hati yang takut akan Tuhan-lah yang bisa dipercaya; orang yang tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan tidak dapat dipercaya. Bagaimana cara memperlakukan orang yang tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan? Mereka, tentu saja, harus diberi bantuan dan dukungan penuh kasih. Mereka harus lebih sering ditindaklanjuti saat melaksanakan tugas mereka, dan diberi lebih banyak bantuan serta instruksi; hanya dengan demikian, dapat dipastikan mereka akan melaksanakan tugas mereka dengan efektif. Lalu apa tujuan melakukan hal ini? Tujuan utamanya adalah menjunjung tinggi pekerjaan rumah Tuhan. Tujuan kedua adalah agar dapat dengan segera mengidentifikasi masalahnya, dengan segera membekali mereka, mendukung mereka, atau memangkas mereka, meluruskan penyimpangan mereka, melengkapi kekurangan dan kelemahan mereka. Ini bermanfaat bagi orang-orang; tidak ada niat yang jahat mengenai hal ini. Mengawasi orang, mengamati mereka, berusaha memahami mereka—semua ini adalah untuk membantu mereka masuk ke jalur yang benar dalam iman mereka kepada Tuhan, memampukan mereka melaksanakan tugas mereka sesuai tuntutan Tuhan dan sesuai dengan prinsip, untuk menghalangi mereka agar tidak menyebabkan gangguan atau kekacauan, dan untuk menghalangi mereka agar tidak melakukan pekerjaan yang sia-sia. Tujuan dari semua ini adalah sepenuhnya untuk menunjukkan tanggung jawab kepada mereka dan pekerjaan rumah Tuhan; tidak ada maksud jahat di dalamnya" (Firman, Jilid 5, Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja, "Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja (7)"). Dari firman Tuhan, aku memahami bahwa meskipun kita melaksanakan tugas di gereja dan bersedia melakukannya dengan baik, ini baru sebatas maksud baik. Karena kita semua memiliki watak yang rusak, kita tidak bisa sepenuhnya tunduk kepada Tuhan dan tidak memiliki prinsip dalam tindakan kita. Hal ini menyebabkan penyimpangan dalam pekerjaan kita, dan kita sering kali bersikap asal-asalan serta tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pemimpin dan pekerja perlu mengawasi pekerjaan agar dapat segera menemukan masalah dan memperbaiki penyimpangan. Li Can dan Zhang Xuan juga merupakan orang-orang yang rusak. Meski sebelumnya mereka memikul beban dalam melaksanakan tugasnya, bukan berarti mereka akan selalu seperti itu. Selain itu, kualitas dan kemampuan kerja mereka yang baik bukan berarti bahwa mereka telah memperoleh kebenaran dan memiliki prinsip dalam menangani masalah, dan sepenuhnya dapat diandalkan. Diperlukan pengawasan dan tindak lanjut terhadap pekerjaan mereka. Aku tidak mampu melihat esensi manusia yang rusak dan memandang orang-orang serta segala sesuatu berdasarkan gagasan serta imajinasiku sendiri, dengan mudah memercayai mereka dan menyerahkan pekerjaan tanpa pengawasan. Aku benar-benar bodoh. Jika saja aku tidak memercayai mereka tanpa pertimbangan, dan mengawasi serta memeriksa pekerjaan mereka secara teratur sesuai dengan tuntutan rumah Tuhan, memenuhi tanggung jawabku sendiri, pekerjaan penyiraman tidak akan menjadi sedemikian tidak efektif selama beberapa bulan. Makin aku memikirkannya, makin aku menyalahkan diriku sendiri.
Aku merenungkannya lebih lanjut: Mengapa aku begitu memercayai Li Can dan Zhang Xuan tanpa mengawasi atau memeriksa tugas mereka? Bahkan ketika pemimpin mengingatkanku, aku tidak terlalu menghiraukannya. Watak rusak apa yang mengendalikanku di balik semua ini? Saat aku merenung, aku melihat sebuah bagian dari firman Tuhan: "Jika, di dalam hatimu, engkau benar-benar memahami kebenaran, engkau akan tahu bagaimana menerapkan kebenaran dan tunduk kepada Tuhan, dan secara alami engkau akan mampu memulai jalan mengejar kebenaran. Jika jalan yang kautempuh adalah jalan yang benar dan sesuai dengan maksud Tuhan, maka pekerjaan Roh Kudus tidak akan meninggalkanmu—dan dengan demikian akan semakin kecil kemungkinan engkau mengkhianati Tuhan. Tanpa kebenaran, akan mudah bagimu untuk melakukan kejahatan, dan engkau akan melakukannya meskipun engkau sendiri tidak mau. Sebagai contoh, jika engkau memiliki watak yang congkak dan sombong, maka diberi tahu untuk tidak menentang Tuhan tidak akan ada gunanya, karena engkau tidak akan mampu mengendalikan dirimu sendiri—ini akan menjadi sesuatu yang di luar kehendakmu. Engkau tidak akan melakukannya dengan sengaja; engkau akan melakukannya di bawah kendali naturmu yang congkak dan sombong. Kecongkakan dan kesombonganmu akan membuatmu memandang hina terhadap Tuhan dan mengabaikan-Nya; hal-hal itu akan membuatmu cenderung meninggikan diri, dan menyebabkanmu memamerkan diri di setiap kesempatan; hal-hal itu akan membuatmu memandang rendah orang lain, dan tidak menyisakan siapa pun di hatimu selain dirimu sendiri; hal-hal itu akan merampas tempat Tuhan di hatimu, dan pada akhirnya menyebabkanmu duduk di posisi Tuhan dan menuntut agar orang-orang tunduk kepadamu, dan membuatmu mengagungkan ide, pemikiran, dan gagasanmu sendiri sebagai kebenaran. Begitu banyak kejahatan yang dilakukan manusia di bawah dominasi natur mereka yang congkak dan sombong!" (Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Hanya dengan Mengejar Kebenaran Orang Dapat Mencapai Perubahan dalam Wataknya"). Setelah merenungkan firman Tuhan, aku menemukan penyebab kegagalanku: Kegagalanku terutama berasal dari watakku yang congkak dan terlalu mengandalkan diri sendiri. Aku percaya bahwa mereka serius dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, memiliki rasa terbeban, dan tidak akan bersikap asal-asalan. Jadi, aku memercayai diriku sendiri sepenuhnya, selalu berpikir "menurut pendapatku", "aku yakin", "aku rasa", dan menganggap penilaianku terhadap orang lain itu akurat dan tidak mungkin salah. Setelah menyerahkan pekerjaan kepada mereka, aku bahkan tidak merasa perlu untuk mengawasi atau menanyakannya. Bahkan ketika pemimpin dengan jelas menunjukkan masalah mereka, aku tidak menganggapnya serius, berpikir bahwa mereka hanya sedang menyingkapkan beberapa kerusakan, dan bukan sebuah masalah besar. Kegagalanku disebabkan oleh rasa percaya diriku yang terlalu besar. Aku menggunakan sudut pandangku sendiri sebagai standar untuk mengukur orang lain. Apa pun yang orang lain katakan, aku tidak menerimanya. Aku yakin telah menilai orang-orang dengan akurat, aku mengenal mereka dengan baik, dan memenuhi syarat untuk menilai mereka. Aku tidak setuju dan menolak pandangan orang lain yang berbeda denganku. Aku tidak pernah mempertimbangkan apakah pikiran dan pandanganku mungkin salah, menyimpang, atau dapat merugikan pekerjaan. Aku benar-benar congkak dan tidak bernalar! Mengandalkan watak congkakku dalam melaksanakan tugas, aku tidak menganggap serius saran orang lain, apalagi mencari prinsip kebenaran. Aku benar-benar congkak dan meremehkan orang lain, tidak ada tempat bagi Tuhan di hatiku. Aku berpikir bahwa orang-orang yang kupercaya dan hal-hal yang kuputuskan pasti benar sesuai dengan gagasan dan imajinasiku sendiri, dengan keras kepala berpegang teguh pada sudut pandangku sendiri dan mengabaikan tugas-tugasku, menyebabkan kerugian besar bagi pekerjaan gereja. Apakah dengan cara ini aku melaksanakan tugasku? Aku menentang Tuhan, melakukan kejahatan. Setelah menyadari beratnya natur dan konsekuensinya, aku segera datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa dan bertobat.
Kemudian, aku melihat satu bagian firman Tuhan yang memberiku sebuah jalan penerapan. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Apa pun yang sedang kaulakukan, engkau harus belajar untuk mencari dan tunduk pada kebenaran; siapa pun yang memberimu nasihat, selama itu sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran, maka sekalipun nasihat itu berasal dari seorang anak, engkau harus menerimanya dan menaatinya. Masalah apa pun yang orang itu miliki, selama perkataan dan nasihatnya sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran, engkau harus menerimanya dan menaatinya. Hasil dari bertindak seperti ini akan baik dan sesuai dengan maksud Tuhan. Yang terpenting adalah engkau harus melihat motifmu, serta prinsip dan caramu dalam menangani segala sesuatu. Jika prinsip dan caramu dalam menangani segala sesuatu berasal dari kehendak manusia, dari pemikiran dan gagasan manusia, atau dari falsafah Iblis, maka prinsip dan cara itu tidak praktis, dan hasilnya pasti buruk. Ini karena sumber dari prinsip dan caramu itu tidak benar dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. Jika pandanganmu didasarkan pada prinsip-prinsip kebenaran, dan engkau menangani segala sesuatu berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, maka apa yang kaulakukan tak diragukan lagi akan benar. Sekalipun ada orang-orang yang tidak bisa menerimanya pada saat itu, atau mereka mempunyai gagasan tertentu tentangnya, atau mereka bersikap menentang terhadapnya, setelah beberapa waktu, caramu akan terbukti benar. Segala sesuatu yang sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran membuahkan hasil yang makin positif, sedangkan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran menimbulkan akibat yang makin negatif, sekalipun itu sesuai dengan gagasan orang pada saat itu. Semua orang akan menerima penegasan akan hal ini" (Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Jalan untuk Membereskan Watak yang Rusak"). Firman Tuhan membuatku mengerti bahwa ketika menghadapi situasi tertentu, kita perlu menyangkal diri terlebih dahulu, mencari kebenaran, dan memandang masalah berdasarkan firman Tuhan. Kita harus memeriksa apakah sudut pandang dan perspektif kita sesuai dengan maksud Tuhan dan apakah ada firman Tuhan serta prinsip kebenaran yang mendasarinya. Kita perlu memiliki hati yang mau terus mencari ketika mendapatkan pengingat dan saran dari saudara-saudari, bukan berpegang pada sudut pandang kita sendiri. Kita harus menanganinya sesuai dengan prinsip. Sikap demikian berarti mencari, tunduk, dan rasional di hadapan Tuhan. Ketika merenungkan pendekatanku sebelumnya, aku tidak melihat segala sesuatu berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, tetapi berpegang pada sudut pandangku sendiri, berpikir bahwa aku lebih tahu daripada orang lain. Ketika saudara-saudari memberikan saran, aku tidak memiliki hati yang mau terus mencari dan terlalu percaya pada diri sendiri. Inilah alasan utama kegagalanku. Untuk melangkah maju, aku perlu terlebih dahulu belajar menyangkal diri dan lebih mendengarkan saran saudara-saudari.
Kemudian, aku melihat bagian lain dari firman Tuhan yang berbunyi: "Dilihat dari makna harfiahnya, pengawasan berarti pemeriksaan: memeriksa gereja mana yang telah melaksanakan pengaturan kerja dan mana yang belum, kemajuan pelaksanaan, pemimpin dan pekerja mana yang melakukan pekerjaan nyata dan mana yang tidak, serta apakah ada pemimpin atau pekerja yang hanya memberikan pengaturan kerja tanpa berpartisipasi dalam tugas spesifik. Pengawasan adalah tugas spesifik. Selain mengawasi pelaksanaan pengaturan kerja—apakah pengaturan kerja tersebut telah dilaksanakan, kecepatan pelaksanaan, kualitas pelaksanaan, dan hasil yang dicapai—para pemimpin dan pekerja di tingkat yang lebih tinggi harus memeriksa apakah para pemimpin dan pekerja benar-benar mengikuti pengaturan kerja. Dari luar, beberapa pemimpin dan pekerja mengatakan bahwa mereka bersedia mengikuti pengaturan kerja, tetapi setelah dihadapkan pada lingkungan tertentu, mereka takut ditangkap dan hanya fokus bersembunyi, sudah lama mengesampingkan pengaturan kerja; masalah saudara-saudari tidak terselesaikan, dan mereka tidak tahu ketentuan pengaturan kerja atau apa saja prinsip-prinsip penerapannya. Ini menunjukkan bahwa pengaturan kerja tersebut belum dilaksanakan sama sekali. Para pemimpin dan pekerja lainnya memiliki pendapat, gagasan, dan penentangan terhadap beberapa tuntutan dalam pengaturan kerja. Saat tiba waktunya untuk melaksanakan, mereka menyimpang dari makna pengaturan kerja yang sesungguhnya, melakukan segala sesuatu sesuai dengan idenya sendiri, menjalankan proses hanya dengan asal-asalan, atau menempuh jalannya sendiri, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan mereka. Semua situasi tersebut memerlukan pengawasan oleh para pemimpin dan pekerja di tingkat yang lebih tinggi. Tujuan pengawasan adalah melaksanakan tugas-tugas spesifik yang dituntut oleh pengaturan kerja dengan lebih baik tanpa penyimpangan dan sesuai dengan prinsip-prinsip. Saat melakukan pengawasan, para pemimpin dan pekerja di tingkat yang lebih tinggi harus memberi penekanan pada upaya mengidentifikasi apakah ada orang yang tidak melakukan pekerjaan nyata atau tidak bertanggung jawab dan lamban dalam melaksanakan pengaturan kerja; apakah ada orang yang menunjukkan sikap menentang pengaturan kerja dan tidak bersedia melaksanakannya, atau bersikap selektif dalam melaksanakannya, atau sama sekali tidak mengikuti pengaturan kerja, melainkan hanya mengurus urusannya sendiri; apakah ada orang yang menahan pengaturan kerja, dan hanya menyampaikannya sesuai dengan pemikiran mereka sendiri, tidak membiarkan umat pilihan Tuhan mengetahui makna sesungguhnya dan tuntutan spesifik dari pengaturan kerja—hanya dengan mengawasi dan memeriksa masalah-masalah ini, para pemimpin di tingkat yang lebih tinggi dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jika para pemimpin di tingkat yang lebih tinggi tidak melakukan pengawasan dan pemeriksaan, apakah masalah-masalah ini bisa diidentifikasi? (Tidak.) Tidak bisa. Oleh karena itu, para pemimpin dan pekerja tidak boleh hanya menyampaikan pengaturan kerja dan memberikan bimbingan di setiap tingkatan, tetapi juga mengawasi pekerjaan di setiap tingkatan saat melaksanakan pengaturan kerja. Para pemimpin wilayah harus mengawasi pekerjaan para pemimpin distrik, para pemimpin distrik harus mengawasi pekerjaan para pemimpin gereja, dan para pemimpin gereja harus mengawasi pekerjaan masing-masing kelompok. Pengawasan harus dilakukan di setiap tingkatan. Apa tujuan dari pengawasan? Tujuannya adalah mendukung pelaksanaan yang akurat dari isi pengaturan kerja sesuai dengan tuntutan spesifiknya. Oleh karena itu, tugas pengawasan sangatlah penting" (Firman, Jilid 5, Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja, "Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja (10)"). Dari firman Tuhan, aku melihat bahwa untuk melaksanakan tugas mereka dengan cara yang memenuhi standar, para pemimpin dan pekerja harus secara nyata mengawasi dan menindaklanjuti setiap bagian dari pekerjaan, menyelidiki detailnya, serta mengetahui dan memahami kemajuan pekerjaan tersebut. Mereka harus melakukan pekerjaan sesuai dengan tuntutan dan pengaturan kerja Tuhan. Setiap pelanggaran terhadap prinsip-prinsip yang ditemukan dalam pekerjaan harus segera ditangani melalui persekutuan. Begitu ditemukan, orang-orang berbakat yang memiliki potensi harus segera dibina. Hal ini memerlukan pemeriksaan, penyelidikan, pengawasan, dan tindak lanjut yang nyata, yang menunjukkan sikap tanggung jawab seseorang terhadap tugasnya. Dahulu, aku mengandalkan imajinasiku sendiri, dengan mudah menyerahkan pekerjaan kepada orang-orang yang kusukai tanpa mengawasi atau menindaklanjuti, atau memahami situasi sebenarnya dalam pekerjaan mereka. Pendekatan ini sungguh tidak bertanggung jawab, dan aku tidak melaksanakan tugasku. Di masa mendatang, aku harus menerapkan sesuai dengan firman Tuhan serta secara nyata mengawasi dan menindaklanjuti pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku.
Setelah Li Can diberhentikan, aku mengunjungi gereja yang menjadi tanggung jawabnya dan bertemu dengan beberapa orang yang baru percaya yang dapat dibina. Aku mengadakan pertemuan dengan mereka untuk benar-benar memahami keadaan dan kesulitan mereka, serta menawarkan persekutuan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Aku juga bersekutu bersama para penyiram untuk menangani kesulitan dalam pekerjaan mereka, mengoreksi penyimpangan dalam pendekatan mereka. Aku meminta mereka fokus untuk mempersekutukan kebenaran tentang memahami pekerjaan Tuhan, sehingga orang-orang yang baru percaya dapat meletakkan dasar yang kokoh di jalan yang benar sesegera mungkin. Kemudian, aku menyadari bahwa masalah-masalah penyiraman untuk orang yang baru percaya di gereja ini mungkin juga terjadi di gereja lain. Jadi, aku segera menulis surat kepada pemimpin-pemimpin kelompok penyiraman di gereja lain. Setelah menulis surat, aku masih merasa tidak tenang karena komunikasi tertulis tidak seefektif persekutuan tatap muka. Oleh karena itu, aku menulis surat kepada para pemimpin, berharap mereka dapat mengawasi dan menindaklanjuti pekerjaan ini secara langsung. Akhirnya, para pemimpin menjawab bahwa masalah ini juga terjadi di berbagai tingkatan di gereja mereka, dan mereka akan mengawasi serta menindaklanjutinya. Saat itulah aku benar-benar menyadari pentingnya tuntutan Tuhan terhadap para pemimpin dan pekerja untuk secara nyata mengawasi dan menindaklanjuti pekerjaan gereja.
Melalui pengalaman ini, aku memperoleh pemahaman tentang watakku yang congkak dan juga menyadari betapa pentingnya firman Tuhan "memandang orang dan hal-hal, serta berperilaku dan bertindak, sepenuhnya berdasarkan firman Tuhan, dengan kebenaran sebagai standarnya" seperti yang Tuhan katakan. Mulai sekarang, aku tidak boleh bertindak berdasarkan imajinasiku sendiri. Ketika menghadapi masalah, aku harus terlebih dahulu mencari kebenaran dan memperlakukan orang, peristiwa, serta hal-hal di sekitarku sesuai dengan firman Tuhan.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Oleh Junior, ZimbabwePada bulan Juni 2020, aku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Dengan mendambakan lebih banyak...
Oleh Christina, Amerika SerikatPada bulan Juni 2021, dua pemimpin di gereja kami diberhentikan karena tidak melakukan pekerjaan nyata....
Aku mulai membuat video di gereja tidak lama setelah aku menemukan Tuhan. Kemudian, aku melaksanakan tugas tulis-menulis, dan aku...
Oleh Saudari Patricia, Korea SelatanPada September 2017, aku bertemu seorang Kristen Filipina secara daring, bernama Teresa. Dia berkata...