Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Mengapa Dunia Keagamaan Selalu Dengan Ganas Menentang dan Mengutuk Pekerjaan Baru Tuhan

1

Selama dua kali Tuhan telah menjadi daging untuk berjalan di bumi dan melaksanakan pekerjaan menyelamatkan manusia, Ia selalu mendapat penentangan, kutukan dan penganiayaan yang sangat kejam dari para pemimpin di dunia keagamaan. Fakta ini telah membuat orang-orang bingung dan bahkan kaget: Mengapa setiap kali Tuhan mengungkapkan tahap pekerjaan yang baru, Ia selalu mendapat perlakuan semacam ini? Mengapa orang-orang yang paling ganas dan agresif dalam menentang Tuhan justru adalah para pemimpin keagamaan yang membaca Alkitab berulang kali dan yang telah melayani Tuhan selama bertahun-tahun? Mengapa para pemimpin keagamaan yang dilihat orang sebagai yang paling saleh, paling beriman dan paling taat kepada Tuhan benar-benar tidak dapat selaras dengan Tuhan, tetapi mereka sebaliknya merupakan musuh-musuh Tuhan? Mungkinkah karena pekerjaan Tuhan itu salah? Mungkinkah karena tindakan-tindakan Tuhan tidak dapat diterima akal sehat? Tentu bukan karena itu! Ada dua alasan mendasar mengapa para pemimpin keagamaan dapat memainkan peran menentang Tuhan dan menjadi musuh Tuhan, yaitu: alasan pertama adalah karena orang-orang ini tidak memiliki pengetahuan mengenai pekerjaan Roh Kudus maupun pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pekerjaan Tuhan. Mereka selalu bergantung kepada pengetahuan mereka yang terbatas akan Alkitab, teori-teori teologi dan gagasan serta imajinasi manusia untuk membatasi pekerjaan Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang; alasan yang kedua adalah, karena umat manusia begitu dalam dirusak oleh Iblis, sifat dasarnya adalah congkak dan sombong, mereka memandang hina dan membenci kebenaran, dan terutama sangat menghargai status. Jika digabungkan, kedua alasan inilah yang menyebabkan tragedi umat manusia yang meninggalkan dan mengutuk jalan yang benar berulang kali di sepanjang sejarah.

Jika melihat kembali ke dua ribu tahun yang lalu saat Tuhan Yesus hidup di antara orang Yahudi, Ia mengkhotbahkan injil kerajaan surga, dan berkata: “Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17). Ia menyatakan kebenaran, membawa jalan pertobatan, Ia menolong manusia dengan menyembuhkan yang sakit dan mengusir roh-roh jahat, melakukan berbagai tanda, keajaiban dan mukjizat, dan Ia menganugerahkan kasih karunia, damai sejahtera, dan sukacita yang banyak dan berlimpah kepada manusia. Semua ini adalah hal-hal yang tidak dicatat dalam Perjanjian Lama, dan merupakan pekerjaan yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun. Tentu saja pekerjaan itu juga adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, karena selain Tuhan tidak ada seorang pun yang memiliki otoritas dan kuasa untuk melakukan hal-hal tersebut. Apa yang Tuhan Yesus lakukan saat itu adalah secara pribadi menanggung dosa-dosa manusia dengan dipakukan ke kayu salib dan menebus manusia dari dosa, sehingga Ia dapat memimpin manusia keluar dari belenggu hukum dan aturan, dan agar manusia tidak dihukum karena tidak dapat mematuhi hukum Taurat; orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat hanya dapat memperoleh keselamatan dari Tuhan dan tidak dihancurkan dengan menerima pekerjaan Tuhan Yesus. Tetapi para imam kepala, ahli Taurat dan orang Farisi beragama Yahudi tidak mengenali pekerjaan Roh Kudus dan mereka tidak memahami pekerjaan seperti apa yang sedang dilakukan oleh Tuhan Yesus saat itu. Dalam pemahaman mereka, mereka percaya bahwa siapa pun yang tidak berdoa dalam nama Tuhan Yahweh berarti mengkhianati Tuhan, siapa pun yang mengkhotbahkan pesan yang tidak sesuai dengan hukum Taurat berarti menipu orang-orang, dan apa pun yang berada di luar Alkitab adalah bidah. Selain itu, mereka memamerkan diri sebagai orang-orang yang sangat mengenal hukum Taurat dan sebagai pelayan Tuhan Yahweh di rumah ibadat selama bertahun-tahun lamanya, dan mereka percaya bahwa apa yang mereka pegang erat adalah kebenaran dan jalan yang paling murni. Sejauh pengetahuan mereka, pekerjaan Tuhan Yesus itu telah melanggar hukum Taurat dan berada di luar Alkitab, sebuah jalan yang terpisah dari Alkitab. Mereka bahkan berkata bahwa Tuhan Yesus telah menghujat dengan cara merebut nama Tuhan dan bahwa Ia mengkhianati Tuhan Yahweh. Karena hal inilah, mereka lebih memilih untuk mati daripada menerima jalan yang dikhotbahkan oleh Tuhan Yesus. Mereka bahkan menganggap pekerjaan Tuhan Yesus sebagai “bidah,” “ajaran sesat yang jahat” dan “menipu manusia.” Meskipun pekerjaan dan firman yang Tuhan Yesus ucapkan memiliki otoritas, kuasa dan hikmat, meskipun mukjizat yang diwujudkan oleh Tuhan Yesus belum pernah terjadi dalam sejarah, meskipun ada semakin banyak orang yang datang untuk memberi kesaksian mengenai perbuatan-perbuatan Tuhan Yesus dan memberi kesaksian mengenai fakta bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang sudah datang, mereka tetap dengan keras kepala berpegang erat pada gagasan mereka dan pada pekerjaan Tuhan di Zaman Hukum Taurat, dan dengan angkuh mereka menentang dan mengutuk pekerjaan Tuhan yang baru─yakni pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Sikap mereka terhadap pekerjaan Tuhan yang baru sama seperti yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa: “Manusia hanya mampu menerima satu jenis pekerjaan, atau satu jenis penerapan. Sulit bagi manusia untuk menerima pekerjaan, atau cara-cara penerapan, yang aneh baginya, atau lebih tinggi darinya―tetapi Roh Kudus selalu mengerjakan pekerjaan baru, jadi muncullah kelompok-kelompok pakar agama yang menentang pekerjaan baru Tuhan. Orang-orang ini telah menjadi pakar justru karena manusia tidak mengetahui bahwa Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua, dan tidak mengetahui prinsip-prinsip kerja Tuhan, dan, lebih dari itu, tidak mengetahui berbagai cara yang digunakan Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Dengan begitu, manusia sama sekali tidak mampu membedakan apakah itu pekerjaan yang datang dari Roh Kudus, dan apakah itu pekerjaan Tuhan sendiri. Banyak orang yang hanya mau menerima jika pekerjaan itu berkaitan dengan pekerjaan yang telah datang sebelumnya, dan menentang serta menolak jika pekerjaan itu berbeda dengan pekerjaan sebelumnya” (“Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Sebagai seseorang yang percaya kepada Tuhan, setidaknya kita harus memiliki hati yang menghormati Tuhan dan lapar dan haus akan kebenaran. Hanya dengan cara inilah kita bisa memperoleh pencerahan dari Roh Kudus, mencapai pemahaman akan pekerjaan Tuhan yang baru dan mengikuti dengan saksama jejak langkah Tuhan. Namun, para imam kepala, ahli Taurat Yahudi dan orang Farisi tersebut bertemu dengan Tuhan Yesus dan menemui-Nya berkali-kali, tetapi sama sekali tidak pernah mengejar kebenaran. Mereka merencanakan berbagai cara dan sarana untuk mencobai Tuhan Yesus dan mendapatkan sesuatu untuk digunakan melawan Tuhan Yesus (lihat Matius 22:15-46), berupaya menghancurkan dan menghapuskan pekerjaan Tuhan Yesus. Mereka semua sama-sama tidak memiliki pengetahuan akan Tuhan, dan mereka memegang gagasan mereka sendiri mengenai pekerjaan Tuhan yang baru, tetapi Natanael dan wanita Samaria dan para murid serta orang biasa yang mengikuti Tuhan Yesus mampu mengesampingkan gagasan mereka dan mencari kebenaran. Dengan cara ini, mereka mampu mendengar suara Tuhan melalui pekerjaan dan firman yang Tuhan Yesus ucapkan, mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang sudah datang, dan kembali kepada Tuhan. Melalui perbandingan ini kita dapat melihat bahwa lapisan atas dunia keagamaan Yahudi tidak hanya dengan keras kepala bersikap konservatif dan tidak memiliki pengetahuan akan pekerjaan Tuhan, tetapi mereka juga congkak dan merasa diri benar, dan mereka sama sekali menolak untuk menerima kebenaran. Ini adalah salah satu alasan mereka menentang Tuhan.

Alasan lainnya adalah bahwa karena firman dan pekerjaan Tuhan Yesus memiliki kebenaran dan otoritas dan dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia, semakin banyak orang Yahudi biasa yang mulai mengikuti Tuhan Yesus, sehingga para imam kepala, ahli Taurat Yahudi dan orang Farisi semakin khawatir dengan orang-orang biasa yang semuanya mengikuti Dia.. Karena orang-orang tidak lagi menyembah atau mengikuti mereka, mereka menjadi semakin cemas, karena dalam hati mereka tahu dengan jelas bahwa otoritas dan kuasa firman serta pekerjaan Tuhan Yesus berada di luar jangkauan mereka, dan selama Tuhan Yesus berada di bumi, semakin banyak orang biasa yang akan meninggalkan mereka dan pergi mengikuti Tuhan Yesus, dan jumlah orang yang pergi ke rumah ibadat akan semakin sedikit, sehingga mereka tidak dapat terus menikmati kehidupan mereka yang penuh kekuasaan, yang ditopang dan dipenuhi kebutuhannya oleh orang lain. Oleh karena itu, Tuhan Yesus menjadi seperti jarum di mata mereka atau duri dalam daging mereka, dan Ia menjadi musuh yang dibenci yang tidak mungkin hidup berdampingan dengan mereka. Jadi mereka mendiskusikan Yesus sambil berkata: “Apakah yang kita lakukan? Orang ini membuat banyak mukjizat. Jika kita biarkan Dia, semua orang akan percaya kepada-Nya: dan orang-orang Roma akan datang dan merebut tempat dan bangsa kita” (Yohanes 11:47–48). Untuk mengamankan jabatan mereka, mereka memikirkan segala sesuatu yang dapat mereka lakukan dan memakai segala macam cara keji untuk membuat tuduhan palsu terhadap Tuhan Yesus. Mereka menghujat dan mengutuk pekerjaan Tuhan Yesus, mereka menuduh dan memfitnah Tuhan Yesus dengan berkata bahwa Ia menggunakan kuasa Beelzebul untuk mengusir roh-roh jahat (lihat Matius 12:24), dan mereka memberi kesaksian palsu, menuduh dan menjebak Tuhan Yesus (lihat Markus 14:55-58). Mereka bahkan bersekongkol dengan pihak berwenang Romawi untuk memakukan Tuhan Yesus dengan keji ke kayu salib. Saat Tuhan Yesus bangkit, Ia menampakkan diri di hadapan murid-murid-Nya selama 40 hari lalu naik ke surga, dan kuasa serta mukjizat mendampingi penyebaran injil mereka. Fakta-fakta ini sudah cukup untuk menegaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang benar, bahwa pekerjaan-Nya mengandung pekerjaan Roh Kudus, bahwa pekerjaan tersebut diteguhkan oleh Roh Kudus, dan bahwa jalan itu adalah jalan yang benar! Dalam situasi seperti ini, para imam kepala, ahli Taurat dan orang Farisi tersebut bukan saja tidak memikirkan kembali situasi mereka, tetapi sebaliknya mereka justru bertindak dengan alasan “menjunjung tinggi hukum Taurat dan membela jalan yang benar” dan mereka terus menyalahgunakan kekuasaan mereka dengan bersekongkol bersama para penguasa demi memperkuat upaya penindasan, penganiayaan dan pembantaian mereka yang ganas terhadap para pengikut Tuhan Yesus. Mereka melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah orang-orang mengikuti Tuhan Yesus; mereka bahkan dengan tegas melarang siapa pun menyebarluaskan nama Tuhan Yesus…. Demi melindungi jabatan dan mata pencaharian mereka sendiri, tidak ada kejahatan apa pun yang tidak sanggup mereka lakukan, sehingga natur mereka yang keji, yang membenci kebenaran dan memusuhi Kristus, tersingkap sepenuhnya. Ini adalah alasan lainnya di balik penentangan dan kutukan mereka yang ganas terhadap Tuhan Yesus. Perbuatan jahat mereka menyinggung watak Tuhan dan membangkitkan murka Tuhan. Pada akhirnya, seluruh bangsa Yahudi mengalami penderitaan dijajah yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, dan itu adalah harga menyakitkan yang harus mereka bayar karena telah menentang Tuhan dan mengutuk Tuhan.

Sekarang kita berada di akhir zaman, dan Tuhan telah menyiapkan keselamatan yang lebih besar bagi mereka yang telah ditebus oleh-Nya . Keselamatan ini berupa Tuhan yang sekali lagi menjadi daging dan mengungkapkan kebenaran untuk menghakimi dan mentahirkan manusia. Ia sekarang melakukan pekerjaan penghakiman yang baru yang dimulai dari rumah Tuhan. Tahap pekerjaan ini akan sepenuhnya membersihkan manusia dari watak rusaknya yang sejahat Iblis, dan akan membebaskan manusia dari pengaruh gelap Iblis dan mengubah umat manusia menjadi ras yang mengenal Tuhan, yang sesuai dengan Tuhan dan yang benar-benar milik Tuhan, sehingga umat manusia dengan demikian akan memperoleh keselamatan dan didapatkan oleh Tuhan. Inilah tahap akhir pekerjaan dalam rencana pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun. Sejak Tuhan Yang Mahakuasa menampakkan diri dan memulai pekerjaan-Nya, mereka yang berasal dari berbagai denominasi yang mengasihi kebenaran dan telah lama menantikan penampakan Tuhan, telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan yakin bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa membawa otoritas dan kuasa, dan bahwa firman tersebut adalah ungkapan kebenaran, dan sungguh-sungguh merupakan suara Tuhan, dan oleh karena itu satu per satu mereka telah menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Pemandangan yang belum pernah ada, yaitu segala bangsa mengalir ke gunung, telah muncul. Sekarang, injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa sedang meluas ke semua bangsa dan di segala penjuru di seluruh dunia; cabang-cabang baru Gereja Tuhan Yang Mahakuasa didirikan satu per satu di negeri dan wilayah asing; semakin banyak orang di seluruh dunia mulai menerima injil Tuhan di akhir zaman. Hal ini sepenuhnya mengungkapkan kemahakuasaan dan hikmat Tuhan. Akan tetapi, saat dihadapkan dengan semua kebenaran ini, saat dihadapkan dengan keajaiban yang begitu besar serta kesaksian pekerjaan Roh Kudus, para pemimpin di dunia keagamaan menutup mata dan sama sekali tak tergerak karenanya. Orang-orang ini sama dengan orang-orang Farisi; mereka tidak mengakui bahwa pekerjaan Roh Kudus terus bergerak maju, dan bahwa pekerjaan Tuhan selalu baru dan tidak pernah usang. Mereka hanya mengakui satu prinsip yang tak dapat diubah: Segala khotbah yang mengatakan bahwa Tuhan telah datang dalam wujud manusia adalah salah; semua orang yang berkhotbah tentang sosok Tuhan yang memiliki nama yang berbeda dengan Tuhan Yesus adalah penganut bidah; semua firman Tuhan ada dalam Alkitab, dan apa pun yang berada di luar Alkitab bukanlah jalan yang benar, dan tidak mengikuti apa yang dituntut Tuhan dari manusia di Zaman Kasih Karunia berarti melenceng dari ajaran Kristus. Selain itu, mereka bahkan yakin dengan kepercayaan diri yang ekstrem bahwa mereka cakap dalam Alkitab dan telah memperoleh kehidupan setelah bekerja dan berkhotbah selama bertahun-tahun, bahwa hanya hal-hal yang mereka terima, yang mereka ketahui dan mereka pegang adalah jalan yang benar, dan apa pun yang berada di luar itu adalah bidah atau ajaran sesat yang jahat. Orang-orang ini telah dengan tegas membatasi Tuhan sebatas dalam Alkitab, dan mereka telah membatasi-Nya sebatas pekerjaan Tuhan di masa yang lampau. Tidak peduli seberapa banyak kebenaran yang terkandung dalam pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, seberapa banyak pekerjaan Roh Kudus yang terkandung di dalamnya, dan seberapa banyak fakta yang ada untuk menegaskannya, mereka tetap tidak mengakui bahwa semua itu berasal dari Tuhan. Mereka bukan saja tidak mencari atau menyelidiki pekerjaan Tuhan di akhir zaman, tetapi malah memusuhinya dan menyangkalnya, sampai-sampai mereka menghujat Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia dan merendahkan serta mengutuk pekerjaan dan firman yang diucapkan Kristus pada akhir zaman. Mereka sama saja seperti orang-orang Farisi zaman dahulu─keras kepala dan congkak, memandang rendah kebenaran dan menghujat Roh Kudus! Sama seperti apa yang dikatakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa: “Jika engkau hanya mengenal Tuhan dari satu tahap pekerjaan-Nya, pengetahuanmu terlalu sedikit. Pengetahuanmu hanyalah ibarat setetes air di samudra. Jika tidak demikian, mengapa banyak pengawal agama lama memaku Tuhan hidup-hidup di kayu salib? Bukankah itu karena manusia mengekang Tuhan di dalam tolok ukur tertentu? Bukankah banyak orang yang menentang Tuhan dan merintangi pekerjaan Roh Kudus karena mereka tidak mengetahui berbagai jenis pekerjaan Tuhan, dan lebih jauh lagi, karena mereka memiliki pengetahuan dan doktrin yang sangat sedikit untuk mengukur pekerjaan Roh Kudus? Meski pengalaman mereka dangkal, mereka bersikap angkuh dan memuaskan diri, dan mereka menyepelekan pekerjaan Roh Kudus, mengabaikan disiplin Roh Kudus dan terlebih lagi, menggunakan argumen yang remeh untuk meneguhkan pekerjaan Roh Kudus. Mereka juga berlagak, dan sepenuhnya yakin akan pembelajaran dan pendidikannya sendiri, dan bahwa mereka bisa menjelajahi dunia. Bukankah orang-orang seperti ini yang disingkirkan dan ditolak oleh Roh Kudus, dan bukankah mereka akan disingkirkan oleh zaman yang baru? Bukankah mereka manusia berpandangan sempit yang menghadap Tuhan dan menentangnya secara terbuka, yang hanya ingin menunjukkan kepintarannya? Hanya dengan pengetahuan yang amat kurang tentang Kitab Suci, mereka berusaha menguasai “ilmu” dunia, dengan doktrin yang dangkal untuk mengajar orang, mereka berusaha memundurkan pekerjaan Roh Kudus, dan berupaya membuatnya berkisar hanya di sekitar proses pikirnya sendiri, dan meski berpandangan sempit, mereka berusaha melihat 6000 tahun pekerjaan Tuhan dalam sekilas pandang saja. Orang-orang ini punya alasan untuk bicara! Sebenarnya, semakin besar pengetahuan orang tentang Tuhan, semakin mereka tidak akan terburu-buru menghakimi pekerjaan-Nya. Lebih dari itu, mereka hanya akan sedikit bicara tentang pengetahuannya akan pekerjaan Tuhan di masa kini, mereka tidak terburu-buru menghakimi. Semakin sedikit pengetahuan orang tentang Tuhan, semakin mereka angkuh dan terlalu percaya diri, mereka semakin sembrono menyatakan keberadaan Tuhan―mereka hanya membicarakan teori, dan tidak menawarkan bukti nyata. Orang-orang seperti ini sama sekali tidak berarti. Orang yang memandang pekerjaan Roh Kudus sebagai permainan adalah orang yang sembrono! Mereka yang tidak berhati-hati ketika bertemu dengan pekerjaan baru dari Roh Kudus, yang terlalu cepat bicara, yang terlalu cepat menghakimi, yang memuji naluri alaminya sendiri dan mengingkari kebenaran pekerjaan Roh Kudus, dan juga menghina dan mengutuknya―bukankah orang-orang yang tidak hormat ini mengacuhkan pekerjaan Roh Kudus? Terlebih lagi, bukankah mereka orang-orang yang sombong, angkuh dan liar?” (“Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Saat orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan berbondong-bondong kembali ke Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, perluasan bertahap pekerjaan Tuhan di akhir zaman mencapai titik klimaksnya. Tetapi bahkan saat pekerjaan Roh Kudus bertumbuh begitu besar, para pemimpin keagamaan yang terbiasa bersikap angkuh dan berkuasa dan para ahli keagamaan yang suka memerintah orang lain, belum juga mau becermin maupun menundukkan kepala mereka yang congkak untuk mencari dan menyelidiki. Sebaliknya, orang-orang ini menyadari bahwa jabatan mereka menjadi semakin terancam dan bahwa mereka bisa jatuh kapan saja, dan lebih dari itu mereka takut bahwa semua orang akan berpaling kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan tidak ada yang akan mengikuti mereka, dan gereja mereka akan ditutup dan bangkrut. Akibatnya, demi “menyelamatkan dirinya,” para pendeta, penatua, pemimpin dan rekan kerja dari berbagai denominasi bertindak dengan alasan “mengawasi kawanan domba Tuhan dan menjunjung jalan yang benar.” Mereka mengarang dan menyebarkan materi propaganda yang terang-terangan menghujat dan menyerang Tuhan Yang Mahakuasa, dan mengunggahnya di berbagai jenis platform jaringan untuk menghasut orang-orang agar menentang Tuhan. Mereka bahkan mengatakan hal-hal yang menyimpangkan dan memutarbalikkan fakta serta memfitnah Gereja Tuhan Yang Mahakuasa sebagai sekte bidah, dan mereka dengan tegas melarang jemaat mereka membaca buku-buku Kilat dari Timur atau mendengar khotbah Kilat Dari Timur. Mereka tidak mengizinkan orang-orang yang percaya untuk menerima orang-orang yang mengkhotbahkan keselamatan Tuhan di akhir zaman atau bahkan orang asing mana pun, dan semua yang mereka lakukan benar-benar bertentangan dengan ajaran Tuhan di Zaman Kasih Karunia ketika Ia meminta manusia untuk menyambut orang asing dengan penuh kasih. Orang-orang ini sepenuhnya sadar bahwa mereka yang mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa adalah orang-orang bersifat baik yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan mereka bahkan lebih menyadari bahwa tidak ada niat jahat apa pun dalam diri orang-orang yang berkhotbah mengenai keselamatan Tuhan di akhir zaman, tetapi orang-orang ini tetap menghina mereka dan mengusir mereka dengan cara yang biadab dan keji, dan bahkan secara fisik menyerang saudara-saudari yang menyebarkan injil. Hal yang paling mengejutkan adalah, meskipun mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan, orang-orang ini bersekongkol dengan rezim Iblis PKT, terlibat dalam bisnis yang curang dan jahat yaitu dengan mengkhianati Tuhan dan teman-teman mereka, melacak, memantau dan melaporkan saudara-saudari yang menyebarkan injil di akhir zaman, dan mereka bahkan menjadi mata-mata di dalam gereja untuk mengumpulkan informasi agar PKT dapat dengan diam-diam menangkap orang-orang Kristen. Sepertinya mereka hanya dapat meredakan kebencian di dalam hati mereka dengan sekaligus menyingkirkan semua orang yang bersaksi tentang Tuhan dan menghapus pekerjaan Tuhan yang baru. Bukankah para pemimpin agama ini hamba-hamba jahat yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus? Tuhan Yesus berkata: “Ada seorang tuan tanah menanami kebun anggur dan memasang pagar di sekelilingnya, menggali lubang untuk memeras anggur, lalu mendirikan menara, dan menyewakan kebun itu kepada para penggarap, lalu pergi ke negeri yang jauh: Dan ketika musim buah sudah hampir tiba, dia mengutus hamba-hambanya kepada para penggarap, supaya mereka dapat menerima buah bagiannya. Tetapi para penggarap menangkap hamba-hamba itu, memukul yang satu, membunuh yang lain, dan yang lainnya dilempari batu. Sekali lagi, ia mengutus hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari yang pertama. Tetapi mereka diperlakukan dengan cara yang sama. Akhirnya tuan tanah itu mengutus putranya kepada mereka dan berpikir, Mereka akan menghormati putraku. Tetapi saat para penggarap melihat anak tuan tanah itu, mereka berkata satu sama lain, Ini ahli warisnya. Mari kita bunuh saja dia dan merampas warisannya. Mereka pun menangkapnya, dan membuangnya ke luar kebun anggur, lalu membunuhnya. Ketika tuan pemilik kebun anggur itu datang, apa yang akan dilakukannya kepada para petani itu? Mereka berkata kepada-Nya: “Ia akan menghukum orang-orang jahat itu dan memberikan kebun anggurnya kepada petani lain yang akan menyerahkan hasilnya pada musimnya” (Matius 21:33–41). Oleh karena itu dapat dilihat bahwa akar penyebab mengapa para pendeta dan penatua dunia keagamaan mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman adalah sama dengan akar penyebab orang-orang Farisi Yahudi menentang Tuhan Yesus─mereka selalu berkomplot demi jabatan mereka sendiri, tergesa-gesa untuk kepentingan mereka sendiri, dan mengerahkan segenap hati dan kekuatan mereka untuk memenuhi keinginan mereka sendiri. Natur dan esensi mereka yang sejahat Iblis, yang membuat mereka muak akan kebenaran, membenci kebenaran dan menentang Tuhan, dengan demikian tersingkap. Ketika Tuhan Yesus datang, Ia menyingkapkan orang-orang Farisi Yahudi yang munafik; sekarang Tuhan Yang mahakuasa telah datang di akhir zaman dan Ia sepenuhnya menyingkapkan kekuatan antikristus di dunia keagamaan! Jika bukan karena Tuhan yang menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya, tidak ada seorang pun yang dapat melihat wajah yang sebenarnya dari para pendeta dan penatua dunia keagamaan yang menyangkal Tuhan. Penampakan diri dan pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi benar-benar menyingkapkan manusia.

Setelah persekutuan ini, aku percaya bahwa semua orang sekarang telah memiliki sedikit pemahaman mengenai akar penyebab mengapa dunia keagamaan selalu menentang pekerjaan Tuhan yang baru! Orang Yahudi biasa di zaman Yesus tidak mengetahui esensi orang-orang Farisi yang menentang Tuhan dan yang membenci kebenaran, dan oleh karena itu mereka menyembah dan mengikuti mereka. Mereka tidak mencari atau menyelidiki pekerjaan Tuhan yang baru, melainkan dengan membabi buta menolak dan menentangnya sehingga pada akhirnya mereka pun dihukum oleh Tuhan. Hal ini menyebabkan bangsa Israel ditaklukkan selama hampir dua ribu tahun dan orang Yahudi yang tidak terhitung jumlahnya dibantai. Sekarang, pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan yang sedang dilakukan oleh Tuhan Yang Mahakuasa telah mencapai kejadian yang belum pernah ada, dan akan segera berakhir dalam kemuliaan karena Tuhan Yang Mahakuasa akan menampakkan diri secara terbuka kepada semua bangsa dan suku bangsa. Sekarang pada momen yang sangat penting ini, apakah kita mendengarkan kata-kata para pendeta dan penatua, ataukah kita menyelidiki pekerjaan Tuhan yang baru? Pertanyaan ini secara langsung berkaitan dengan apakah kita bisa memperoleh keselamatan dari Tuhan atau tidak. Tuhan Yesus berkata: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). Apakah engkau salah satu domba Tuhan? Jadi bagaimana engkau harus memilih?

media terkait