Dapatkah Alkitab Merepresentasikan Tuhan?

08 September 2020

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Tuhan sendiri adalah kehidupan dan kebenaran, dan kehidupan dan kebenaran-Nya hidup berdampingan. Mereka yang tidak mampu memperoleh kebenaran tidak akan pernah mendapatkan kehidupan. Tanpa bimbingan, dukungan, dan pembekalan kebenaran, engkau hanya akan mendapatkan huruf-huruf tertulis, doktrin, dan di atas segalanya, kematian. Kehidupan Tuhan selalu ada, kebenaran dan kehidupan-Nya hidup berdampingan. Jika engkau tidak bisa menemukan sumber kebenaran, engkau tidak akan memperoleh nutrisi kehidupan; jika engkau tidak bisa mendapatkan perbekalan kehidupan, engkau tentu tidak memiliki kebenaran, dan oleh karena itu, terlepas dari berbagai imajinasi dan konsepsi, seluruh tubuhmu tidak lebih dari daging—dagingmu yang berbau busuk. Ketahuilah bahwa kata-kata dalam buku tidak dapat dianggap sebagai kehidupan, catatan sejarah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan berbagai peraturan di masa lalu tidak bisa menjadi catatan tentang firman yang diucapkan oleh Tuhan saat ini. Hanya hal-hal yang diungkapkan Tuhan ketika Dia datang ke dunia dan tinggal di antara manusia adalah kebenaran, kehidupan, kehendak Tuhan, dan cara kerja-Nya saat ini" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Ketika percaya kepada Tuhan, aku selalu berpegang pada makna harfiah Alkitab, berpikir bahwa Alkitab merepresentasikan Tuhan, dan karenanya itu merupakan satu-satunya jalan untuk memperoleh hidup. Firman Tuhan membuatku memahami bahwa semua itu hanyalah gagasan dan imajinasiku. Hanya Tuhan-lah kebenaran dan hanya Tuhan-lah sumber kehidupan manusia. Alkitab hanyalah catatan pekerjaan Tuhan dan itu tidak dapat menggantikan pekerjaan dan firman-Nya saat ini. Jika kita sebagai orang percaya hanya menaati Alkitab, tetapi tidak mengikuti jejak langkah Tuhan atau menerima pekerjaan-Nya pada akhir zaman, kita akan percaya sampai akhir tetapi tidak memperoleh kebenaran dan hidup.

Pada musim panas 2017, seorang rekan sekerja berpaling kepadaku dan berkata dengan tegas, "Ibumu mungkin berhubungan dengan Kilat dari Timur. Kusarankan agar kau waspada. Aku telah mendengar tentang jalan mereka. Mereka tidak mengikuti Alkitab, mereka keluar dari Alkitab." Aku mendapati ini sulit dipercaya. Ibuku adalah seorang diaken gereja dengan dasar Alkitab yang kuat. Bagaimana bisa dia telah berhubungan dengan Kilat dari Timur? Aku merasa cemas sehingga kuputuskan bergegas pulang untuk membuktikannya sendiri.

Ketika aku tiba, ibuku memberitahuku Tuhan Yesus telah datang kembali, dan Dia sedang mengungkapkan banyak firman dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan. Dia memintaku untuk menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Aku menjawab, "Pendeta selalu mengatakan bahwa Alkitab diilhami oleh Tuhan, bahwa Alkitab adalah firman Tuhan. Percaya kepada Tuhan berarti percaya pada Alkitab dan yang lain bukanlah iman kepada Tuhan. Jalan Kilat dari Timur berada di luar Alkitab dan telah menyimpang dari jalan Tuhan. Jangan berhubungan dengan mereka." Namun, ibuku hanya menjawab dengan lembut, "Aku sudah berkumpul dengan anggota Gereja Tuhan Yang Mahakuasa selama beberapa hari dan aku telah belajar sedikit kebenaran. Banyak kebingungan yang kumiliki dalam imanku telah terselesaikan. Persekutuan mereka memiliki bimbingan dan pencerahan Roh Kudus. Itu adalah hal-hal yang tidak pernah disinggung oleh pendeta. Berkumpul dengan mereka sangat menyenangkan dan membekali bagiku. Menyambut kedatangan Tuhan adalah hal yang sangat penting. Bacalah terlebih dahulu firman Tuhan Yang Mahakuasa dan dengarkanlah persekutuan saudara-saudari." Melihatnya begitu bertekad, aku tidak mengatakan apa-apa lagi. Aku masuk ke kamarku dan dengan tenang mempertimbangkan perkataannya. Dia benar. Aku begitu saja menghakimi Kilat dari Timur tanpa terlebih dahulu mendengarkan mereka. Itu tidak masuk akal. Namun kemudian kupikir, "Pendeta selalu mengatakan, Tuhan mengilhami semua yang ada di Alkitab, itulah dasar iman kita. Itu juga benar." Aku dipenuhi dengan emosi yang saling bertentangan dan tidak tahu harus mendengarkan siapa. Aku berdoa kepada Tuhan dan memohon kepada-Nya untuk memberiku bimbingan agar aku bisa membedakan yang benar dan yang salah.

Keesokan harinya ibuku menyuruhku lagi supaya aku menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Dia mengatakan bahwa jika aku melewatkan kesempatan ini untuk menyambut Tuhan, penyesalanku akan terlambat. Lalu kupikir, "Kurasa aku bisa pergi dan melihat apa yang mereka khotbahkan, jadi aku bisa mencari tahu apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali." aku setuju untuk pergi dan mendengarkan persekutuan mereka. Dalam sebuah pertemuan, Saudara Yang dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa berbicara tentang rencana pengelolaan 6.000 tahun Tuhan, dan bagaimana Iblis merusak manusia, dan bagaimana Tuhan bekerja langkah demi langkah untuk keselamatan manusia. Aku belum pernah mendengar persekutuan yang mencerahkan seperti itu. Itu membuatku semakin tertarik. Aku bertekad untuk menyelidiki Kilat dari Timur.

Aku pernah bertanya kepada Saudara Yang dalam sebuah pertemuan, "Pendeta selalu berkata bahwa Alkitab diilhami oleh Tuhan dan semua yang ada di dalamnya adalah firman-Nya, tetapi kau berkata itu tidak semuanya berisi firman Tuhan karena Alkitab juga mengandung perkataan manusia. Mengapa kau mengatakan itu?" Dengan sabar dia menjawab, "Banyak orang beragama bersikeras, bahwa Alkitab diilhami oleh Tuhan, bahwa Alkitab semuanya adalah firman Tuhan. Namun, tak seorang pun telah menyelidiki apakah itu benar-benar didasarkan pada firman Tuhan atau tidak. Kebenarannya, Roh Kudus tidak pernah mengatakan itu, demikian pula Tuhan Yesus, dan itu juga tidak tertulis dalam kitab-kitab nubuat. 'Segala tulisan dalam Kitab Suci diberikan atas ilham Tuhan' adalah sesuatu yang dikatakan Paulus. Kita tahu bahwa Paulus hanyalah orang biasa, jadi perkataannya bukanlah kebenaran. Jika kita tidak menyelidiki faktanya, tetapi secara membabi buta meyakini bahwa semua isi Alkitab adalah firman Tuhan berdasarkan pernyataan itu, bukankah itu tidak berdasar? Kenyataannya, hanya sebagian dari kitab-kitab nubuat yang diilhami oleh Tuhan, dan merupakan firman-Nya, dan semuanya ditunjukkan dengan jelas, seperti 'beginilah firman Yahweh,' 'Yahweh berbicara kepadaku,' atau 'penglihatan Yesaya' dan sebagainya. Sisanya ditulis manusia, dan sebagian besar merupakan catatan manusia tentang pekerjaan Tuhan. Bukankah membingungkan dan menyesatkan jika kita bersikeras tanpa dasar apa pun, bahwa perkataan manusia dalam Alkitab diilhami oleh Tuhan, bahwa itu adalah firman Tuhan?" "Selain dari perkataan Tuhan Yesus dan nubuat dalam kitab Wahyu, Perjanjian Baru sebagian besar merupakan surat-surat para murid dan rasul, yang adalah pengetahuan manusia. Ada pencerahan Roh Kudus dalam hal-hal ini dan semuanya sejalan dengan kebenaran. Perkataan mereka memang membangun, tetapi semuanya tetap adalah perkataan manusia. Bagaimana bisa perkataan itu disebut firman Tuhan, atau diilhami oleh Tuhan? Tuhan adalah jalan, kebenaran, dan hidup, dan hanya Dia yang mampu mengungkapkan kebenaran. Tak ada manusia yang mampu mengungkapkan firman Tuhan atau mengungkapkan kebenaran. Tuhan adalah Tuhan, dan manusia adalah manusia. Perkataan manusia dan firman Tuhan tidak pernah bisa setara. Jika perkataan manusia, Paulus, di dalam Alkitab dianggap sebagai perkataan Tuhan, itu artinya penghujatan!" "Gagasan bahwa Alkitab diilhami oleh Tuhan, dan bahwa semua isi Alkitab adalah firman-Nya, hanyalah penafsiran manusia, dan tidak didasarkan pada fakta."

Aku setuju dengan Saudara Yang, dan persekutuannya. Perkataan manusia memang ada di dalam Alkitab, tidak hanya perkataan Tuhan, tetapi aku tak bisa sepenuhnya menerimanya saat itu juga. Kupikir, "Seluruh dunia keagamaan berpikir bahwa Tuhan mengilhami seluruh Alkitab. Mungkinkah semua orang salah?" Pada saat itu Aku berdoa dalam hati kepada Tuhan: "Ya Tuhan, jika benar tidak semua yang ada di dalam Alkitab berasal dari-Mu, kumohon terangilah aku, dan bimbinglah aku untuk memahami."

Saudara Yang melanjutkan: "Jika seluruh Alkitab diilhami oleh Tuhan, seharusnya tidak ada kesalahan sedikit pun dalam seluruh isinya. Namun kenyataannya, Alkitab berisi cukup banyak kekeliruan. Lihat saja pada Yoyakhin yang naik takhta. Dikatakan dalam 2 Tawarikh 36:9, 'Yoyakhin berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tiga bulan sepuluh hari lamanya ia memerintah di Yerusalem.' Lalu dalam 2 Raja-Raja 24:8, dikatakan, 'Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem.' Kedua ayat ini mencatat bahwa Yoyakhin memerintah sebagai raja, tetapi di satu ayat dikatakan 'delapan' sementara di ayat lain dikatakan 'delapan belas.' Yang satu mengatakan dia memerintah selama tiga bulan sepuluh hari, tetapi yang lain mengatakan dia memerintah selama tiga bulan. Ada juga Petrus yang menyangkal Tuhan dalam keempat Injil. Matius 26:75 mengatakan, 'Sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali' Namun dalam Markus 14:72 tertulis, 'Sebelum ayam jantan berkokok dua kali, engkau sudah menyangkal Aku tiga kali.' Ini peristiwa yang sama, tetapi ada perbedaan yang jelas dalam penulisan waktunya. Itu membuktikan bahwa, beberapa bagian dari Alkitab adalah catatan manusia, bukan ilham dari Tuhan."

Persekutuan Saudara Yang membuatku tak bisa berkata-kata. Kupikir, "Benar! Ada perbedaan yang sangat jelas dalam berbagai ayat yang mencatat peristiwa yang sama. Jika itu berasal dari Roh Kudus, tidak akan ada perbedaan." Sebelumnya, aku tidak pernah memperhatikan masalah ini. Kupikir seluruh Alkitab diilhami oleh Tuhan dan semua adalah firman-Nya, tetapi pada saat itu aku dapat melihat kekeliruan dalam pemahaman itu.

Setelah pertemuan itu, Aku merenungkan persekutuan Saudara Yang secara serius dan membaca kembali beberapa firman Tuhan Yang Mahakuasa yang telah kami baca. "Saat ini, orang percaya bahwa Alkitab adalah Tuhan, dan Tuhan adalah Alkitab. Jadi, mereka juga percaya bahwa semua kata-kata dalam Alkitab adalah satu-satunya perkataan yang diucapkan oleh Tuhan, dan bahwa semuanya itu dikatakan oleh Tuhan. Mereka yang percaya kepada Tuhan bahkan mengira meskipun enam puluh enam kitab Perjanjian Lama dan Baru semuanya ditulis oleh manusia, semuanya memperoleh wahyu dari Tuhan, dan semuanya merupakan catatan perkataan Roh Kudus. Ini pemahaman manusia yang salah, dan hal ini tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Sesungguhnya, selain kitab-kitab nubuat, sebagian besar Perjanjian Lama adalah catatan sejarah. Beberapa surat Perjanjian Baru berasal dari pengalaman orang, dan beberapa merupakan hasil dari pencerahan Roh Kudus; surat-surat Paulus, misalnya, muncul dari pekerjaan manusia, surat-surat itu semuanya hasil dari pencerahan Roh Kudus, ditulis untuk jemaat-jemaat, berisi kata-kata nasihat dan dorongan bagi saudara seiman di jemaat-jemaat. Perkataan itu tidak diucapkan oleh Roh Kudus—Paulus tidak dapat berbicara atas nama Roh Kudus, dan ia juga bukan seorang nabi, apalagi memperoleh penglihatan yang Yohanes lihat. Surat-suratnya ditulis untuk jemaat-jemaat di Efesus, Filadelfia, Galatia, dan jemaat-jemaat lain. ... Jika orang melihat surat-surat atau perkataan Paulus sebagai ucapan Roh Kudus, dan menyembahnya sebagai Tuhan, dapat dikatakan mereka terlalu sembarangan. Lebih tegas lagi, bukankah ini artinya penghujatan? Bagaimana mungkin seseorang berbicara atas nama Tuhan? Dan bagaimana mungkin orang tunduk di hadapan catatan surat-surat Paulus dan kata-kata yang diucapkannya seolah-olah itu kitab suci, atau kitab surgawi? Dapatkah perkataan Tuhan diucapkan oleh manusia dengan tidak serius? Bagaimana mungkin seseorang berbicara atas nama Tuhan?" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Tuhan Yang Mahakuasa menjelaskan yang mana dalam Alkitab adalah firman Tuhan, dan yang mana adalah perkataan, pengalaman dan pemahaman manusia. Aku menjadi yakin bahwa Alkitab bukanlah sepenuhnya firman Tuhan. dan aku menyadari bahwa Firman dari Tuhan Yahweh, Tuhan Yesus, para nabi diilhami oleh Tuhan, dan nubuat dalam kitab Wahyu adalah firman Tuhan. Sisanya sebagian besar merupakan perkataan dan catatan manusia.

Hari berikutnya dalam sebuah pertemuan aku memberi tahu Saudara Yang, "Sekarang aku memahami, Paulus mengatakan 'Segala tulisan dalam Kitab Suci diberikan atas ilham Tuhan' tidaklah sepenuhnya benar, tetapi aku masih bingung tentang sesuatu. Pendeta kami mengatakan Alkitab adalah dasar iman Kristen, bahwa itu merepresentasikan Tuhan, dan bahwa menaati Alkitab adalah satu-satunya jalan untuk percaya kepada Tuhan. Itulah juga menurutku, tetapi aku tidak tahu apakah itu benar."

Saudara Yang berkata, "Banyak orang beragama memiliki sudut pandang yang sama. Mereka menempatkan Alkitab di level yang sama seperti Tuhan, atau bahkan menempatkannya di atas Tuhan. Apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Tuhan adalah Sang Pencipta, Dia adalah sumber semua kehidupan. Dia memberi kita air hidup yang tidak pernah kering. Kelimpahan Tuhan sama sekali tidak ada habisnya. Di sisi lain, Alkitab hanyalah catatan pekerjaan Tuhan. Itu adalah buku sejarah, dan catatannya tentang pekerjaan dan firman Tuhan sangat terbatas. Bagaimana mungkin itu bisa disetarakan dengan Tuhan? Bagaimana mungkin itu merepresentasikan Tuhan?" Selain itu, dia juga menampilkan dua video pembacaan firman Tuhan kepadaku. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Sejak adanya Alkitab, kepercayaan orang kepada Tuhan adalah kepercayaan kepada Alkitab. Alih-alih mengatakan bahwa orang percaya kepada Tuhan, lebih tepat mengatakan bahwa mereka percaya kepada Alkitab; daripada mengatakan bahwa mereka telah mulai membaca Alkitab, akan lebih tepat mengatakan mereka telah mulai percaya pada Alkitab; dan daripada mengatakan mereka telah kembali ke hadirat Tuhan, akan lebih tepat mengatakan mereka telah kembali ke hadirat Alkitab. Dengan cara ini, orang memuja Alkitab seakan-akan Alkitab adalah Tuhan, seakan-akan Alkitab itulah inti kehidupannya, dan kehilangan Alkitab sama artinya dengan kehilangan hidupnya. Orang menganggap Alkitab sama tingginya dengan Tuhan, bahkan ada orang yang menganggapnya lebih tinggi daripada Tuhan. Jika orang tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus, jika orang tidak bisa merasakan Tuhan, mereka tetap bisa hidup—tetapi begitu mereka kehilangan Alkitab, atau kehilangan pasal dan kata-kata terkenal dari Alkitab, mereka merasa seperti kehilangan hidup." "Mereka percaya kepada keberadaan-Ku hanya dalam ruang lingkup Alkitab, dan mereka menyamakan-Ku dengan Alkitab; tanpa Alkitab, Aku tidak ada, dan tanpa Aku, Alkitab tidak ada. Mereka tidak mengindahkan keberadaan atau tindakan-Ku, melainkan mencurahkan perhatian yang berlebihan dan khusus pada setiap kata dalam Kitab Suci. Lebih banyak lagi bahkan meyakini bahwa Aku tidak boleh melakukan apa pun yang Kuinginkan kecuali jika hal itu telah dinubuatkan dalam Kitab Suci. Mereka menganggap Kitab Suci terlalu penting. Dapat dikatakan bahwa mereka melihat kata-kata dan ungkapan sebagai sesuatu yang sangat penting, sampai-sampai mereka memakai ayat-ayat dari Alkitab untuk menilai setiap kata yang Kuucapkan dan untuk mengecam-Ku. Yang mereka cari bukanlah cara agar sesuai dengan-Ku atau cara agar sesuai dengan kebenaran, tetapi cara agar sesuai dengan perkataan Alkitab, dan mereka meyakini bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan Alkitab, tanpa terkecuali, bukanlah pekerjaan-Ku. Bukankah orang-orang semacam ini adalah keturunan orang Farisi yang berbakti? Orang Farisi Yahudi menggunakan hukum Musa untuk mengecam Yesus. Mereka tidak berupaya untuk sesuai dengan Yesus pada waktu itu, tetapi dengan giat mematuhi hukum Taurat hingga ke huruf-hurufnya, sampai—setelah menuduh-Nya tidak mematuhi hukum Taurat dalam Perjanjian Lama dan menuduh-Nya bukan Mesias—mereka akhirnya memakukan Yesus yang tak berdosa itu ke kayu salib. Apa esensi mereka? Bukankah itu berarti mereka tidak mencari cara agar dapat sesuai dengan kebenaran? Mereka terobsesi dengan setiap kata dalam Kitab Suci tetapi tidak mengindahkan kehendak-Ku ataupun langkah serta cara-Ku bekerja. Mereka bukanlah orang yang mencari kebenaran, melainkan orang yang dengan kaku berpegang pada kata-kata; mereka bukanlah orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi orang yang percaya pada Alkitab. Intinya, mereka adalah anjing-anjing penjaga Alkitab. Untuk menjaga kepentingan Alkitab, menjunjung tinggi martabat Alkitab, dan melindungi reputasi Alkitab, mereka bahkan sampai memakukan Yesus yang penuh belas kasihan itu ke kayu salib. Hal ini mereka lakukan hanya demi membela Alkitab, dan demi mempertahankan status setiap kata dalam Alkitab di hati manusia. Jadi mereka memilih meninggalkan masa depan dan korban penghapus dosa mereka untuk menghukum Yesus, yang tidak sesuai dengan doktrin Kitab Suci, sampai mati. Bukankah mereka semua adalah kacung-kacung bagi setiap kata dalam Kitab Suci?" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

Kemudian dia menjelaskan kepada kami: "Kita harus tahu bahwa jika kita secara membabi buta memuja Alkitab, atau bahkan menggunakan Alkitab untuk menggantikan Tuhan dan pekerjaan-Nya, itu sebenarnya percaya pada Alkitab, bukan kepada Tuhan. Berpegang teguh pada Alkitab tanpa mengikuti jejak langkah Tuhan, atau pekerjaan Roh Kudus adalah menentang Tuhan. Orang Farisi menganggap Kitab Suci melebihi segalanya, dan berpegang erat padanya kata per kata. Ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja, mereka dapat mengenali bahwa pekerjaan dan perkataan-Nya memiliki otoritas, tetapi mereka tidak mencari, atau menyelidikinya. Mereka hanya berusaha mencari kesalahan, mengatakan pekerjaan dan firman-Nya di luar Kitab Suci, jadi mereka mengutuk Dia dan bersekongkol untuk menyalibkan Dia. Ini menyinggung watak Tuhan dan mereka dihukum." "Banyak orang beragama juga secara membabi buta memuja Alkitab pada akhir zaman dan mereka bahkan menempatkannya di atas Tuhan itu sendiri. Ketika mereka mendengar Tuhan mengungkapkan kebenaran untuk melakukan penghakiman pada akhir zaman, mereka tidak menyelidikinya. Mereka dengan gila-gilaan menentang dan mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa, karena itu tidak ada dalam Alkitab. Apa bedanya dengan ketika orang Farisi berpegang teguh pada Kitab Suci dan menentang Tuhan?" "Jelas bahwa hanya memuja Alkitab tanpa mencari pekerjaan Roh Kudus, atau mengikuti jejak langkah Tuhan adalah sama sekali keliru, dan menentang jalan Tuhan."

Mendengar semua ini aku menjadi sangat malu dan benar-benar diyakinkan. Aku menyadari aku telah percaya pada Alkitab, bukan kepada Tuhan. Aku menyadari bahwa aku belum mencari kehendak Tuhan dalam imanku, tetapi secara membabi buta memercayai apa yang dikatakan pendeta dan penatua. Kupikir semua pekerjaan dan firman Tuhan ada di dalam Alkitab, bahwa Alkitab merepresentasikan Tuhan; dan yang lainnya bukan iman kepada-Nya. Jadi, bukankah aku sedang membuat kesalahan yang sama seperti orang Farisi? Aku sangat mengagumi firman Tuhan Yang Mahakuasa. Kupikir, "Firman-Nya menjelaskan kebenaran tentang Alkitab secara menyeluruh dan bahkan dengan sempurna menyingkapkan sikap manusia terhadapnya. Aku penasaran, mungkinkah ini benar-benar firman Tuhan?"

Saudara Yang melanjutkan persekutuannya. "Tak satu pun dari penjelasan ini dimaksudkan untuk menyangkali nilai Alkitab, sebaliknya ini agar kita bisa memandangnya dengan benar. Tuhan Yesus berkata, 'Selidikilah kitab-kitab suci; karena engkau berpikir di dalamnya ada kehidupan kekal itu: padahal kitab-kitab suci itu memberikan kesaksian tentang Aku. Dan engkau tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh kehidupan' (Yohanes 5:39–40). Firman Tuhan Yesus jelas. Alkitab bersaksi tentang Tuhan, itu hanyalah catatan pekerjaan Tuhan pada Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Jika kita hanya berpegang teguh pada Alkitab tanpa mengikuti Kristus atau tunduk pada pekerjaan Tuhan saat ini, bahkan dengan iman seumur hidup, kita tidak akan pernah memperoleh kebenaran, apalagi hidup yang kekal. Kita hanya dapat memperoleh hidup yang kekal dengan mengikuti Kristus. Tuhan Yesus disalibkan pada Zaman Kasih Karunia untuk menebus umat manusia dan memberi kita jalan pertobatan. Meskipun dosa-dosa kita dapat diampuni dengan percaya kepada Tuhan, natur kita yang berdosa tetap ada. Kita terus ada dalam keadaan berbuat dosa dan mengaku dosa. Kita belum lepas dari dosa, ataupun ditahirkan. Tuhan itu kudus, jadi bagaimana mungkin Dia membiarkan orang yang sering berbuat dosa dan menentang Dia masuk ke dalam kerajaan-Nya? Itu sebabnya Tuhan Yesus bernubuat bahwa Dia akan datang kembali untuk berfirman dan melakukan pekerjaan penghakiman, mentahirkan dan menyelamatkan manusia serta membawa kita ke dalam kerajaan Tuhan." "Sebagaimana yang Tuhan Yesus nubuatkan: 'Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran' (Yohanes 16:12–13). "'Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman' (Yohanes 12:48). Juga dikatakan dalam 1 Petrus: 'Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan' (1 Petrus 4:17). "Tuhan Yesus telah datang kembali. Dialah Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus akhir zaman. Dia sedang melakukan pekerjaan penghakiman, dan Dia sedang mengungkapkan semua kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan manusia, contohnya bagaimana mengenal Tuhan, juga pekerjaan-Nya, tiga tahap pekerjaan penyelamatan Tuhan dan buah yang dihasilkannya, bagaimana Iblis merusak manusia, bagaimana Tuhan menyelamatkan manusia, bagaimana memahami kebenaran tentang kerusakan kita sendiri oleh Iblis, dan bagaimana ditahirkan dari watak kita yang rusak. Ada juga apa arti benar-benar takut, mengasihi, dan tunduk kepada Tuhan dan banyak lagi. Pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa menggenapi nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali. Dengan mengikuti jejak langkah Anak Domba, menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, dan menjalani penghakiman Tuhan, barulah kita dapat memperoleh kebenaran dan hidup, serta memasuki kerajaan-Nya."

Aku ingin kita menyaksikan beberapa video lagi tentang firman Tuhan yang Saudara Yang tayangkan "Tuhan sendiri adalah kehidupan dan kebenaran, dan kehidupan dan kebenaran-Nya hidup berdampingan. Mereka yang tidak mampu memperoleh kebenaran tidak akan pernah mendapatkan kehidupan. Tanpa bimbingan, dukungan, dan pembekalan kebenaran, engkau hanya akan mendapatkan huruf-huruf tertulis, doktrin, dan di atas segalanya, kematian. Kehidupan Tuhan selalu ada, kebenaran dan kehidupan-Nya hidup berdampingan. Jika engkau tidak bisa menemukan sumber kebenaran, engkau tidak akan memperoleh nutrisi kehidupan; jika engkau tidak bisa mendapatkan perbekalan kehidupan, engkau tentu tidak memiliki kebenaran, dan oleh karena itu, terlepas dari berbagai imajinasi dan konsepsi, seluruh tubuhmu tidak lebih dari daging—dagingmu yang berbau busuk. Ketahuilah bahwa kata-kata dalam buku tidak dapat dianggap sebagai kehidupan, catatan sejarah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan berbagai peraturan di masa lalu tidak bisa menjadi catatan tentang firman yang diucapkan oleh Tuhan saat ini. Hanya hal-hal yang diungkapkan Tuhan ketika Dia datang ke dunia dan tinggal di antara manusia adalah kebenaran, kehidupan, kehendak Tuhan, dan cara kerja-Nya saat ini." "Kristus akhir zaman membawa kehidupan, dan membawa jalan kebenaran yang abadi dan tidak berkesudahan. Kebenaran ini adalah jalan yang memungkinkan manusia memperoleh kehidupan, dan satu-satunya jalan untuk manusia mengenal Tuhan dan menjadi berkenan di hadapan Tuhan. Apabila engkau tidak mencari jalan kehidupan yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah memperoleh perkenanan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk memasuki gerbang kerajaan surga, karena engkau adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh huruf-huruf tertulis, dan terbelenggu oleh sejarah tidak akan bisa memperoleh kehidupan maupun mendapatkan jalan hidup yang kekal. Ini terjadi karena satu-satunya yang mereka miliki hanyalah air keruh yang telah dipertahankan selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Mendengarkan video ini benar-benar menerangi hatiku. Aku menyadari, bahwa meskipun Alkitab adalah catatan pekerjaan Tuhan di masa lalu, Alkitab, bukanlah sumber kehidupan. Aku memahami bahwa hanya Tuhan-lah sumber kehidupan kita. Kita tidak boleh terikat pada Alkitab. Yang terpenting adalah menaati pekerjaan dan firman Tuhan saat ini. Aku yakin bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah firman Tuhan untuk zaman sekarang. Firman Tuhan Yang Mahakuasa menjelaskan sepenuhnya gagasan kita dan kisah yang sesungguhnya di balik Alkitab. Siapa lagi yang mampu mengatakan semua itu dengan sedemikian berotoritas jika bukan Tuhan? Selama beberapa hari selanjutnya aku selalu mengambil setiap kesempatan untuk mempersekutukan firman Tuhan Yang Mahakuasa bersama saudara-saudari. Aku mendapatkan sedikit pemahaman tentang misteri inkarnasi Tuhan dan bagaimana Tuhan menghakimi manusia pada akhir zaman, juga iman seperti apa yang benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan, Aku juga belajar sedikit tentang kesudahan dan tempat tujuan manusia, juga kebenaran lainnya. Aku menjadi sangat yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali dan aku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa!

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.

Konten Terkait