Merasakan Kemanisan dari Menerapkan Kebenaran
Oleh Saudari Zhao Lu, Belanda Pada Maret 2021, pemimpinku mengatur untuk aku memimpin pekerjaan penginjilan di sebuah gereja. Setelah...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Pada tahun 2021, aku bertanggung jawab atas pekerjaan penyiraman gereja. Selama waktu itu, para pemimpin mengawasi dan menindaklanjuti pekerjaan kami dengan sering menanyakan kemajuan kami, dan apakah kami memiliki masalah atau kesulitan dalam melaksanakan tugas kami atau tidak. Awalnya, aku selalu aktif menanggapinya, tetapi lambat laun aku menjadi tidak sabar dan berpikir, "Selalu menindaklanjuti pekerjaan kami terlalu merepotkan. Siapa yang tahu berapa banyak waktu kami yang terbuang sia-sia? Bukankah itu akan memengaruhi hasil kerjaku? Jika hasil kerjaku buruk, bukankah para pemimpin akan memberhentikanku?" Dengan berpikir seperti itu, aku menjadi sangat menentang pengawasan semacam itu oleh para pemimpin.
Para pemimpin pernah mengirim surat untuk memahami status pekerjaan kami, mengajukan pertanyaan termasuk berapa banyak orang yang telah menerima Injil bulan itu, berapa banyak anggota baru yang tidak menghadiri pertemuan secara teratur dan alasannya, gagasan keagamaan yang mereka miliki, dan bagaimana kami menyampaikan persekutuan untuk meluruskan gagasan mereka. Melihat serangkaian pertanyaan itu membuatku gelisah dan berpikir, "Begitu banyak pertanyaan yang harus dijawab, dan aku harus mengulas serta mendiskusikan semuanya dengan para penyiram. Ini akan membuang-buang waktu!" Jadi, aku menentangnya dalam hati, "Mengajukan begitu banyak pertanyaan terperinci tentang pekerjaan menghabiskan terlalu banyak waktu kami! Lalu jika hasil pekerjaan penyiraman kami buruk, akankah kau mengatakan bahwa aku tidak melakukan pekerjaan nyata dan tidak memiliki kemampuan kerja?" Saat melihat saudari-saudari yang menjadi rekan sekerjaku juga merasa gelisah, aku berpikir, "Jika mereka juga merasa ini hanya membuang-buang waktu, sebagai tim, kami dapat memberi saran kepada para pemimpin. Lalu mungkin ke depannya, saat para pemimpin menindaklanjuti pekerjaan kami, mereka tidak akan mengajukan pertanyaan spesifik seperti itu, dan makin sedikit kekurangan dalam pekerjaanku yang akan tersingkap." Jadi, dengan setengah bercanda, aku berkata, "Para pemimpin pasti benar-benar peduli dengan kita karena mengajukan pertanyaan yang begitu terperinci tentang pekerjaan kita." Segera setelah mendengar perkataanku, seorang saudari menimpali dan berkata, "Sampai ke detail terkecil!" Setelah mendengar bahwa aku dan saudari itu memiliki pemikiran yang sama, aku tertawa dan berkata, "Kita semua sudah cukup sibuk. Harus memahami dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini terlalu merepotkan. Bukankah hal itu akan memengaruhi keefektifan pekerjaan penyiraman kita?" Melihat saudari-saudari lainnya mengangguk setuju membuatku diam-diam merasa senang, "Sepertinya mereka semua keberatan dengan ini. Nanti, kami bisa berkumpul dan menyampaikan saran kepada para pemimpin. Dengan begitu mereka tidak akan selalu memeriksa pekerjaan kami." Dengan hasutanku, setiap kali para pemimpin berusaha memahami pekerjaan kami, para rekan sekerjaku akan terlihat gelisah, dan bahkan jika mereka menanggapinya, mereka dengan enggan menjawab dengan beberapa kalimat. Mereka tidak memberikan rangkuman secara terperinci tentang masalah dan penyimpangan dalam pekerjaan sehingga para pemimpin tidak dapat mengerti atau memahami masalah pekerjaan kami. Akibatnya, hasil pekerjaan penyiraman kami tidak pernah meningkat.
Di lain waktu, para pemimpin mendapati bahwa kami tidak memberikan perhatian yang cukup untuk membina para penyiram, dan mengirim surat yang mempersekutukan pentingnya pekerjaan itu dan untuk memberi kami beberapa metode penerapan yang baik. Surat itu juga menunjukkan bahwa kami tidak terbeban untuk pekerjaan pembinaan itu, kami berlambat-lambat dalam pelaksanaannya, dan efisiensi kami terlalu rendah, dan ini bukan hanya mengakibatkan saudara-saudari tidak menerima pembinaan, melainkan juga berdampak langsung pada pekerjaan penyiraman. Para pemimpin ingin kami memperlakukan hal ini sebagai masalah penting, dan meminta agar kami segera membina beberapa anggota baru untuk berlatih menyirami. Setelah membaca surat itu, dengan perasaan menentang aku berpikir: "Permintaan ini terlalu tinggi. Para anggota baru ini baru saja mulai berlatih dalam tugas mereka. Apakah kaupikir membina mereka begitu mudah? Kau sudah berpengalaman melatih orang, jadi kau tidak boleh menggunakan standarmu untuk menuntut kami!" Namun kemudian kupikir, "Jika aku mengeluh secara langsung, akankah para pemimpin menganggapku tidak memiliki kemampuan kerja? Aku tak boleh membiarkan itu terjadi! Aku harus membuat mereka memahami bahwa seluruh tim kami tidak mampu memenuhi permintaan ini. Dengan begitu, para pemimpin tidak dapat melakukan apa pun terhadap kami, dan meskipun mereka mempermasalahkan hal ini, bukan hanya aku yang akan terlibat." Sambil mengerutkan kening, dan dengan susah payah, aku berkata, "Permintaan para pemimpin agak tinggi, dan pengalaman kami tidak bisa dibandingkan dengan pengalaman mereka." Segera setelah mendengarkan perkataanku, satu per satu saudari lainnya mengangguk setuju. Salah seorang dari mereka berkata, "Para pemimpin adalah orang-orang yang berkualitas tinggi dan bekerja dengan sangat efisien. Bagaimana mungkin kita bisa dibandingkan dengan mereka?" Yang lain berkata, "Para pemimpin meminta terlalu banyak dari kita. Bagaimana kita bisa melakukan pekerjaan ini ke depannya?" Melihat semua orang merasa seperti itu, aku merasa sangat senang, kupikir, "Tentunya sekarang para pemimpin tidak dapat melakukan apa pun terhadap kami. Lagi pula, mereka tak bisa memberhentikan seluruh tim kami!" Keesokan harinya, aku mengirim surat jawaban kepada pemimpin yang menjelaskan semua kesulitan yang kami alami dalam melaksanakan tugas kami agar mereka dapat memahami situasi kami. Di akhir surat, aku dengan sengaja menambahkan kalimat yang berbunyi, "Inilah hasil kerja kami untuk saat ini, dan tidak mudah untuk meningkatkannya." Dalam surat itu, aku menekankan kata "kami" agar para pemimpin mengetahui bahwa itu adalah pendapat kami bersama. Dengan begitu mereka tidak akan lagi menuntut kami begitu tinggi. Namun di luar dugaan, dalam pertemuan selanjutnya, para pemimpin memangkas dan menyingkapkanku, berkata bahwa dalam melaksanakan tugasku, aku tidak terbeban dan tidak berusaha untuk menjadi lebih baik. Mereka berkata bahwa aku melampiaskan kenegatifan, membentuk kelompok tertutup dan menghasut para saudari untuk bergabung denganku dalam melakukan penentangan, bahwa aku menunda membina para anggota baru, dan mengganggu pekerjaan gereja, serta bahwa aku sama sekali tidak berperan positif dalam tim. Akhirnya, mereka memberhentikanku.
Setelah diberhentikan, aku dipenuhi penyesalan dan merasa sangat sedih. Aku tahu bahwa aku telah menimbulkan masalah, melakukan kejahatan, dan menyinggung Tuhan. Saat menghadapi masalah, aku tidak mencari kebenaran, dan menyebarkan gagasan yang membuat semua orang hidup dalam keadaan negatif dan pasif. Aku benar-benar menghambat pekerjaan gereja. Kemudian, ketika merenungkan keadaanku, aku menemukan bagian firman Tuhan ini: "Karena, di dalam hatinya, antikristus selalu meragukan esensi ilahi Kristus, dan selalu memiliki watak yang tidak taat, ketika Kristus meminta mereka untuk melakukan sesuatu, mereka selalu meneliti dan mendiskusikannya, dan meminta orang untuk menentukan apakah hal tersebut benar atau salah. Apakah ini adalah masalah yang serius? (Ya.) Mereka tidak memperlakukan hal-hal ini dari sudut pandang ketundukan pada kebenaran; sebaliknya, mereka memperlakukannya dengan sikap yang menentang terhadap Tuhan. Inilah watak antikristus. Ketika mereka mendengar perintah dan pengaturan kerja dari Kristus, mereka tidak menerima dan tunduk akan hal itu, tetapi mulai berdiskusi. Dan apa yang mereka diskusikan? Apakah mereka berdiskusi tentang bagaimana menerapkannya dengan sikap yang tunduk? (Tidak.) Mereka mendiskusikan apakah perkataan dan perintah Kristus itu benar atau salah, dan memeriksa apakah itu harus dilaksanakan atau tidak. Apakah sikap mereka adalah sikap yang benar-benar ingin melaksanakan hal-hal ini? Tidak—mereka ingin mendorong lebih banyak orang untuk menjadi seperti mereka, untuk tidak melaksanakannya. Dan apakah tidak melaksanakannya berarti mereka menerapkan kebenaran dalam hal ketundukan? Tentu saja tidak. Jadi apa yang mereka lakukan? (Menentang.) Bukan saja mereka sendiri yang menentang Tuhan, mereka juga mencari orang lain untuk menentang bersama dengan mereka. Ini adalah natur dari tindakan mereka, bukan? Mengajak orang lain untuk menentang: membuat semua orang menjadi sama dengan mereka, membuat semua orang berpikir sama dengan mereka, mengatakan hal yang sama dengan mereka, memutuskan hal yang sama dengan mereka, secara bersama-sama menentang keputusan dan perintah Kristus. Inilah modus operandi antikristus. Keyakinan antikristus adalah, 'Hukum tidak dapat ditegakkan jika semua orang adalah pelakunya,' dan karena itu mereka mendorong orang lain untuk melawan Tuhan bersama dengan mereka, mengira bahwa jika itu yang terjadi, tidak akan ada yang bisa rumah Tuhan lakukan terhadap mereka. Bukankah ini bodoh? Kemampuan antikristus sendiri untuk menentang Tuhan sangat terbatas, mereka sendirian. Jadi mereka berusaha mengumpulkan orang untuk bersama dengan mereka menentang Tuhan, berpikir di dalam hatinya, 'Aku akan menyesatkan sekelompok orang, dan membuat mereka berpikir dan bertindak dengan cara yang sama sepertiku. Bersama-sama, kami akan menolak firman kristus, dan menghambat firman tuhan, serta menghalanginya agar tidak lagi berbuah. Dan ketika seseorang datang untuk memeriksa pekerjaanku, akan kukatakan bahwa semua orang memutuskan untuk melakukannya seperti ini—dan kita lihat saja nanti bagaimana engkau akan menangani hal ini. Aku tidak akan melakukannya untukmu, aku tidak akan melaksanakan pekerjaan ini—dan mari kita lihat apa yang akan kaulakukan terhadapku!' ... Bukankah hal-hal inilah yang terwujud dalam diri antikristus yang patut dibenci? (Mereka sangat patut dibenci.) Dan apa yang membuat mereka patut dibenci? Antikristus ingin merebut kekuasaan di rumah Tuhan; firman yang Kristus ucapkan tidak dapat diterapkan oleh mereka, mereka tidak akan melaksanakannya. Tentu saja, situasi lain juga dapat terjadi ketika orang tidak mampu tunduk pada firman Kristus: Ada orang-orang yang memiliki kualitas yang buruk, mereka tidak mampu memahami firman Tuhan ketika mereka mendengarnya, dan tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya; meskipun engkau mengajari mereka caranya, mereka tetap tidak tahu. Ini adalah masalah yang berbeda. Topik yang kita bahas saat ini adalah esensi antikristus, yang tidak berkaitan dengan apakah orang mampu melakukan sesuatu atau tidak, atau seperti apa kualitas mereka; ini berkaitan dengan watak dan esensi antikristus. Antikristus sepenuhnya menentang Kristus, pengaturan kerja rumah Tuhan, dan prinsip kebenaran. Mereka tidak memiliki ketundukan, hanya ada penentangan. Seperti inilah antikristus itu" (Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Sepuluh (Bagian Empat)). Setelah membaca firman Tuhan, aku sadar betapa seriusnya natur dari tindakanku, terutama setelah membaca firman Tuhan yang menyingkapkan bagaimana antikristus tidak memiliki sikap yang tunduk, dan tidak pernah menerima tuntutan Tuhan dan pengaturan kerja rumah Tuhan. Hati mereka penuh dengan penentangan dan konfrontasi, dan mereka menyesatkan orang lain serta mengumpulkan mereka untuk menentang. Saat mengingat kembali bagaimana aku bertindak akhir-akhir ini, aku menyadari bahwa perilakuku memiliki natur yang sama dengan mereka. Ketika para pemimpin menindaklanjuti pekerjaan kami secara terperinci, aku tidak mau direpotkan, dan khawatir membuang-buang waktu yang dapat kugunakan untuk melaksanakan tugasku sehingga memengaruhi hasil kerja. Aku tidak bisa menerima hal itu, jadi aku menyebarkan pendapat yang penuh prasangka terhadap para pemimpin dan menghasut para saudari di tim kami agar bergabung denganku untuk menentang mereka. Ketika para pemimpin menunjukkan bahwa kemajuan kami lambat dan hasil kami kurang, serta menyampaikan cara meningkatkan efisiensi kerja kami, aku menentangnya, berdebat, dan tidak mau tunduk. Aku merasa bahwa tuntutan para pemimpin terlalu berlebihan, dan mereka tidak memahami kesulitan kami yang sebenarnya. Saat mereka mempersekutukan cara meningkatkan efisiensi kerja kami, aku tidak mau mendengarkan. Untuk membuat para pemimpin mengalah, menurunkan tuntutan mereka, dan memahami bahwa hasil kerja yang buruk bukanlah semata-mata karena diriku, aku menyebarkan gagasan di antara para saudara-saudari bahwa tuntutan para pemimpin terlalu tinggi sehingga mereka juga akan merasa bahwa para pemimpin sedang mempersulit kami, dan aku menghasut mereka untuk bergabung denganku dalam melakukan perlawanan. Aku sangat licik, dan mengatakan hal-hal yang penuh motif tersembunyi serta tipu muslihat Iblis, memperalat orang lain untuk mencapai tujuanku. Para pemimpin ingin memahami secara terperinci tentang pekerjaan kami agar dapat menemukan dan memperbaiki masalah serta penyimpangan yang ada dengan cepat, membantu kami bekerja dengan lebih efektif, dan membina para anggota baru sesegera mungkin sehingga mereka dapat melaksanakan tugas mereka. Para pemimpin melakukan pekerjaan spesifik yang sesuai dengan tuntutan Tuhan dan pengaturan gereja. Namun, aku tidak tunduk, dan malah melawannya. Aku bukan mempersulit para pemimpin, tetapi sebenarnya melawan pekerjaan gereja dan tuntutan Tuhan, serta menentang Dia sepenuhnya. Aku menyesatkan dan menghasut semua orang agar memihakku sehingga mereka akan berpikir sama seperti yang kupikirkan, dan mengatakan hal yang sama seperti yang kukatakan, bersama-sama melawan pengaturan gereja. Apa yang kusingkapkan adalah watak antikristus, dan aku telah berperan sebagai hamba Iblis! Aku berbicara secara negatif untuk menyesatkan saudara-saudari agar semua orang tidak lagi berpikir untuk maju, dan merasa puas dengan status quo, melaksanakan tugas mereka dengan asal-asalan setiap hari, dan pekerjaan penyiraman selalu membuahkan hasil yang buruk. Aku sedang melakukan kejahatan dengan menghambat dan mengganggu pekerjaan gereja. Saat menyadari hal ini, aku mulai merasa takut. Jika aku terus melakukannya, aku hanya akan melakukan lebih banyak kejahatan, akhirnya menjadi antikristus, dan disingkapkan serta disingkirkan. Aku datang ke hadapan Tuhan dan berdoa, "Ya Tuhan, pemberhentianku adalah penyingkapan dari kebenaran-Mu. Dengan disingkapkan dan dihakimi oleh firman-Mu, aku sedikit memahami watak antikristus dalam diriku. Pemberhentianku adalah perlindungan-Mu, dan terlebih lagi, penyelamatan-Mu terhadapku. Aku bersyukur kepada-Mu!"
Setelah itu, aku menemukan dua bagian lain dari firman Tuhan yang menyingkapkan aspek watak rusak manusia ini. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Antikristus sering menyebarkan serangkaian teori yang menyesatkan orang, dan tugas pekerjaan apa pun yang mereka terapkan, mereka ingin menjadi penentu keputusan, sepenuhnya melanggar prinsip-prinsip kebenaran. Jika dilihat dari apa yang antikristus wujudkan, seperti apa tepatnya watak mereka? Apakah mereka adalah orang-orang yang mencintai hal-hal positif dan mencintai kebenaran? Apakah mereka benar-benar tunduk kepada Tuhan? (Tidak.) Esensi mereka adalah muak akan kebenaran dan membencinya. Selain itu, mereka sangat congkak sampai-sampai mereka kehilangan seluruh rasionalitas mereka, bahkan tidak memiliki hati nurani dan nalar dasar yang seharusnya manusia miliki. Orang-orang seperti itu tidak layak disebut manusia. Mereka hanya dapat dianggap sebagai orang-orang sejenis Iblis; mereka adalah para setan. Siapa pun yang tidak menerima kebenaran sedikit pun adalah setan; ini tidak diragukan lagi" (Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Sepuluh (Bagian Empat)). "Di dalam hatinya, bagaimanakah sikap antikristus terhadap menerapkan kebenaran dan tunduk kepada Kristus? Satu kata: penentangan. Mereka terus saja menentang. Dan watak apa yang terkandung dalam penentangan ini? Apa yang menyebabkannya? Ketidaktaatanlah yang menyebabkannya. Dalam hal watak, ini adalah watak yang muak akan kebenaran, ini adalah memiliki ketidaktaatan di dalam hati mereka, ini adalah sikap mereka yang tidak mau tunduk. Jadi, apa yang antikristus pikirkan, di dalam hati mereka, ketika rumah Tuhan meminta agar para pemimpin dan pekerja belajar untuk bekerja sama secara harmonis, alih-alih satu orang yang menjadi penentu keputusan, tetapi belajar berdiskusi dengan orang lain? 'Mendiskusikan segala sesuatunya dengan orang lain sangatlah merepotkan! Aku mampu mengambil keputusan mengenai hal-hal ini. Bekerja dengan orang lain, membicarakannya dengan mereka, melakukan segala sesuatu berdasarkan prinsip—betapa lemah dan memalukan!' Antikristus menganggap dirinya memahami kebenaran, menganggap semuanya jelas bagi mereka, menganggap dirinya memiliki wawasan dan cara mereka sendiri dalam melakukan segala sesuatu, sehingga mereka tidak mampu bekerja sama dengan orang lain, mereka tidak mendiskusikan apa pun dengan orang lain, mereka melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri, dan tidak tunduk kepada siapa pun! Meskipun di mulutnya antikristus menyatakan bahwa mereka bersedia untuk tunduk, dan bersedia bekerja sama dengan orang lain, namun, terdengar sebagus apa pun jawaban mereka, semuluk apa pun perkataan mereka, mereka tak mampu mengubah keadaan mereka yang memberontak, tak mampu mengubah watak Iblis dalam diri mereka. Di dalam hatinya, mereka sebenarnya sangat menentang—sampai sejauh mana? Jika dijelaskan dalam bahasa pengetahuan, ini adalah fenomena yang terjadi ketika dua hal yang sama sekali berbeda dipersatukan: penolakan, yang dapat kita artikan sebagai 'penentangan'. Inilah tepatnya watak antikristus: penentangan terhadap Yang di Atas. Mereka suka menentang Yang di Atas dan mereka tidak menaati siapa pun" (Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, Bab Sepuluh (Bagian Empat)). Tuhan berkata bahwa membenci kebenaran dan melawan Tuhan adalah esensi natur antikristus, dan aku sadar bahwa aku sedang menyingkapkan watak antikristus. Aku muak dan menentang pengawasan para pemimpin terhadap pekerjaan. Aku merasa bahwa itu membuang-buang waktu kami, dan mereka meminta terlalu banyak dari kami dengan membiarkan kami meningkatkan hasil kerja kami. Aku tidak mau menurut, dan terus melawan. Sebenarnya, para pemimpin sedang menunjukkan masalah serta penyimpangan dalam pekerjaan kami, dan aku seharusnya menerimanya dan dengan sungguh-sungguh merenungkan alasan yang mendasari hasil kerja yang buruk tersebut: entah itu sikap lalai dalam melaksanakan tugasku, atau aku tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai berbagai hal, dan tak mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan kesulitan serta masalah saudara-saudari. Setelah menemukan alasannya, seharusnya aku segera membalikkan keadaan dan berubah. Namun, aku sama sekali tidak menerima kebenaran ataupun merenungkannya, dan aku tidak menyalahkan diriku sendiri atau merasa bersalah karena tidak melaksanakan tugasku dengan baik. Untuk menghindarkan diriku agar tidak diberhentikan, aku mencoba segalanya untuk menghasut semua orang untuk bergabung denganku melawan para pemimpin. Tuhan menuntut agar para pemimpin menindaklanjuti dan mengawasi pekerjaan, yang mana itu merupakan sesuatu yang positif. Namun, aku menentang dan melawannya. Dari luarnya, sepertinya aku menentang para pemimpin, tetapi pada dasarnya, aku muak akan kebenaran dan membenci hal-hal positif, serta menghambat dan mengganggu pekerjaan gereja. Melihat betapa aku muak akan kebenaran dan bahkan melawan Tuhan, aku menyadari betapa buruknya watak Iblis dalam diriku! Aku teringat tentang beberapa antikristus yang diusir dari gereja. Ketika mereka dibantu, dikoreksi, dan dipangkas, mereka tak pernah menerima kebenaran ataupun merenungkan diri mereka sendiri. Jika ada orang yang mengawasi pekerjaan mereka atau memberi saran, mereka akan marah karena merasa dipermalukan, dan kemudian mereka memandang orang itu sebagai musuh. Mereka dengan keras kepala berseru dan berteriak-teriak marah, melawan sampai akhir, dan bahkan melakukan kejahatan yang sangat merugikan pekerjaan gereja, tetapi mereka tidak merasa menyesal. Akhirnya, mereka diusir oleh gereja. Semua ini disebabkan oleh natur antikristus mereka, yang membenci dan muak akan kebenaran. Bukankah aku telah menyingkapkan watak yang sama seperti para antikristus itu? Jika aku tidak bertobat, cepat atau lambat, aku juga akan disingkapkan dan disingkirkan oleh Tuhan.
Lalu, aku juga merenungkan: Mengapa aku menghasut para saudari untuk melawan pengawasan para pemimpin? Apa yang menjadi penyebabnya? Dalam pencarianku, aku menemukan bagian firman Tuhan ini: "Sebelum manusia mengalami pekerjaan Tuhan dan memahami kebenaran, natur Iblislah yang mengendalikan dan menguasai mereka dari dalam. Secara spesifik, apa yang terkandung dalam natur tersebut? Misalnya, mengapa engkau egois? Mengapa engkau melindungi statusmu sendiri? Mengapa engkau begitu dipengaruhi oleh perasaanmu? Mengapa engkau menyukai hal-hal yang tidak benar dan hal-hal yang jahat itu? Apa dasar bagimu menyukai hal-hal semacam itu? Dari manakah hal-hal ini berasal? Mengapa engkau menyukai dan menerimanya? Sekarang, engkau semua sudah mulai paham: Alasan utamanya adalah karena racun Iblis ada di dalam diri manusia. Jadi, apa itu racun Iblis? Bagaimana itu bisa diungkapkan? Misalnya, jika engkau bertanya, 'Bagaimana seharusnya orang hidup? Untuk apa seharusnya orang hidup?' Semua orang akan menjawab: 'Jika orang tidak memikirkan dirinya sendiri, langit dan bumi akan menghukumnya.' Hanya satu frasa ini mengungkapkan sumber penyebab masalahnya. Falsafah dan logika Iblis telah menjadi hidup orang. Apa pun yang orang kejar, mereka sebenarnya melakukannya untuk diri mereka sendiri—oleh karena itu, mereka semua hidup bagi diri mereka sendiri. 'Jika orang tidak memikirkan dirinya sendiri, langit dan bumi akan menghukumnya'—ini adalah falsafah hidup manusia dan ini juga mewakili natur manusia. Perkataan ini telah menjadi natur manusia yang rusak dan perkataan ini adalah gambaran sebenarnya dari natur Iblis manusia yang rusak. Natur Iblis ini telah sepenuhnya menjadi dasar bagi keberadaan manusia yang rusak. Selama ribuan tahun, umat manusia yang rusak telah hidup berdasarkan racun Iblis ini, hingga hari ini. Segala sesuatu yang Iblis lakukan adalah demi keinginan, ambisi dan tujuannya sendiri. Dia ingin melampaui Tuhan, membebaskan diri dari Tuhan, dan merebut kendali atas segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan. Hari ini, manusia telah dirusak oleh Iblis hingga mencapai taraf seperti ini. Mereka semua memiliki natur Iblis, mereka semua cenderung menyangkal dan melawan Tuhan, dan mereka ingin mengendalikan nasib mereka sendiri dan berusaha melawan pengaturan dan penataan Tuhan. Ambisi dan keinginan mereka sudah persis sama dengan ambisi dan keinginan Iblis. Oleh karena itu, natur manusia adalah natur Iblis" (Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Cara Menempuh Jalan Petrus"). Setelah selesai membaca firman Tuhan, aku sadar bahwa alasan utamaku bertindak seperti itu adalah karena natur Iblis, watak Iblis dalam diriku. Aku hidup berdasarkan falsafah Iblis yang berkata, "Jika orang tidak memikirkan dirinya sendiri, langit dan bumi akan menghukumnya" dan telah menjadi sangat egois dan licik. Semua yang kulakukan dan katakan adalah untuk melindungi diriku sendiri dan menjaga kepentinganku. Aku takut ketika para pemimpin mengawasi pekerjaan kami dan menemukan masalah dalam caraku melaksanakan tugasku, aku akan diberhentikan. Jadi, aku bersiasat dan melakukan intrik, menabur ketidakpuasan terhadap para pemimpin, memenangkan hati dan menghasut saudara-saudari agar bergabung denganku dalam barisan persatuan untuk melawan pengawasan para pemimpin. Itu akan membuat para pemimpin tahu bahwa bukan hanya aku yang memiliki efisiensi kerja yang rendah, melainkan itu adalah masalah bersama. Untuk melindungi statusku, aku berpikir tentang bagaimana menghadapi para pemimpin dan melindungi diriku sendiri, dan ini merugikan pekerjaan gereja. Makin kurenungkan, makin aku merasa bahwa aku tidak memiliki kemanusiaan. Dalam hatiku, aku merasa sangat menyesal dan berdoa kepada Tuhan, "Ya Tuhan! Aku telah melakukan kejahatan dan mengganggu pekerjaan gereja. Aku ingin bertobat sepenuhnya, menerima pengawasan serta bimbingan para pemimpin, dan dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugasku sebagai makhluk ciptaan."
Setelah membaca firman Tuhan, aku kemudian memahami bagaimana memperlakukan pengawasan dan bimbingan para pemimpin dengan benar. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Meskipun sekarang ini, banyak orang melaksanakan tugas, hanya ada sedikit orang yang mengejar kebenaran. Hanya segelintir orang mengejar kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan pada saat mereka melaksanakan tugasnya; bagi sebagian besar orang, masih tidak memiliki prinsip dalam cara mereka melakukan sesuatu, mereka tetaplah bukan orang yang benar-benar tunduk kepada Tuhan; mereka sekadar menyatakan bahwa mereka mencintai kebenaran, bahwa mereka mau mengejar kebenaran dan mau berjuang untuk kebenaran, tetapi tetap saja tak seorang pun tahu berapa lama tekad tersebut akan bertahan. Orang yang tidak mengejar kebenaran cenderung memperlihatkan watak rusak mereka kapan saja atau di mana saja. Mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya, mereka sering kali bersikap asal-asalan, mereka bertindak sekehendak hatinya, dan bahkan tak mampu menerima diri mereka dipangkas. Begitu mereka menjadi negatif dan lemah, mereka cenderung meninggalkan pekerjaannya—ini sering terjadi, tidak ada yang lebih biasa terjadi daripada ini; demikianlah perilaku semua orang yang tidak mengejar kebenaran. Jadi, jika orang belum memperoleh kebenaran, mereka tidak dapat diandalkan dan tidak dapat dipercaya. Apa artinya mereka tidak dapat dipercaya? Itu berarti saat mereka menghadapi kesulitan atau kemunduran, besar kemungkinan mereka akan jatuh, juga menjadi negatif dan lemah. Apakah orang yang sering menjadi negatif dan lemah adalah orang yang dapat dipercaya? Tentu saja tidak. Namun, orang yang memahami kebenaran berbeda. Orang yang sungguh-sungguh memahami kebenaran pasti memiliki hati yang takut akan Tuhan dan hati yang tunduk kepada Tuhan, dan hanya orang yang memiliki hati yang takut akan Tuhan-lah yang bisa dipercaya; orang yang tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan tidak dapat dipercaya. Bagaimana cara memperlakukan orang yang tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan? Mereka, tentu saja, harus diberi bantuan dan dukungan penuh kasih. Mereka harus lebih sering ditindaklanjuti saat melaksanakan tugas mereka, dan diberi lebih banyak bantuan serta instruksi; hanya dengan demikian, dapat dipastikan mereka akan melaksanakan tugas mereka dengan efektif. Lalu apa tujuan melakukan hal ini? Tujuan utamanya adalah menjunjung tinggi pekerjaan rumah Tuhan. Tujuan kedua adalah agar dapat dengan segera mengidentifikasi masalahnya, dengan segera membekali mereka, mendukung mereka, atau memangkas mereka, meluruskan penyimpangan mereka, melengkapi kekurangan dan kelemahan mereka. Ini bermanfaat bagi orang-orang; tidak ada niat yang jahat mengenai hal ini. Mengawasi orang, mengamati mereka, berusaha memahami mereka—semua ini adalah untuk membantu mereka masuk ke jalur yang benar dalam iman mereka kepada Tuhan, memampukan mereka melaksanakan tugas mereka sesuai tuntutan Tuhan dan sesuai dengan prinsip, untuk menghalangi mereka agar tidak menyebabkan gangguan atau kekacauan, dan untuk menghalangi mereka agar tidak melakukan pekerjaan yang sia-sia. Tujuan dari semua ini adalah sepenuhnya untuk menunjukkan tanggung jawab kepada mereka dan pekerjaan rumah Tuhan; tidak ada maksud jahat di dalamnya" (Firman, Jilid 5, Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja, "Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja (7)"). "Rumah Tuhan mengawasi, mengamati, dan berusaha untuk memahami mereka yang melaksanakan tugas. Apakah engkau semua mampu menerima prinsip rumah Tuhan ini? (Ya.) Adalah hal yang baik jika engkau dapat menerima rumah Tuhan untuk mengawasi, mengamati, dan berusaha memahamimu. Ini membantumu dalam melaksanakan tugasmu dengan baik, dalam mampu melaksanakan tugasmu dengan cara yang memenuhi standar dan memuaskan maksud-maksud Tuhan. Hal itu bermanfaat dan membantumu, tanpa kerugian sama sekali. Setelah engkau memahami prinsip ini, bukankah seharusnya engkau tidak lagi memiliki perasaan penolakan atau kewaspadaan terhadap pengawasan pemimpin, pekerja dan umat pilihan Tuhan? Meskipun terkadang seseorang berusaha untuk memahamimu, mengamatimu, dan mengawasi pekerjaanmu, hal itu bukanlah ditujukan kepadamu secara pribadi. Mengapa Aku mengatakan ini? Sebab tugas-tugasmu sekarang, tugas yang kau kerjakan, dan pekerjaan apa pun yang kaulakukan bukanlah urusan pribadi atau pekerjaan pribadi seseorang; semua itu berkaitan dengan pekerjaan rumah Tuhan dan berkaitan dengan satu bagian dari pekerjaan Tuhan. Oleh karena itu, ketika siapa pun sedikit mengawasi atau mengamatimu, atau berusaha memahamimu secara mendalam, mencoba berbicara dari hati ke hati denganmu, dan mencari tahu bagaimana keadaanmu selama waktu ini, dan bahkan terkadang ketika sikap mereka sedikit lebih keras, dan mereka sedikit memangkas, mendisiplinkan, dan menegurmu, semua ini karena mereka memiliki sikap serius dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan rumah Tuhan. Engkau tidak seharusnya memiliki pemikiran negatif apa pun, dan engkau tidak seharusnya bereaksi dengan emosi negatif. Apa artinya jika engkau mampu menerima ketika orang lain mengawasi, mengamati, dan berusaha memahamimu? Artinya, di dalam hatimu, engkau menerima pemeriksaan Tuhan. Jika engkau tidak menerima pengawasan, pengamatan, dan upaya orang untuk memahami dirimu, dan engkau bahkan menentangnya, mampukah engkau menerima pemeriksaan Tuhan? Pemeriksaan Tuhan jauh lebih mendetail, mendalam, dan akurat daripada ketika orang berusaha memahami dirimu; tuntutan Tuhan jauh lebih spesifik, teliti, dan mendalam. Jika engkau bahkan tidak dapat menerima dirimu diawasi oleh umat pilihan Tuhan, bukankah pernyataanmu bahwa engkau mampu menerima pemeriksaan Tuhan adalah omong kosong? Agar engkau mampu menerima pemeriksaan dan pengujian Tuhan, engkau harus terlebih dahulu menerima pengawasan oleh rumah Tuhan, oleh para pemimpin dan pekerja, atau saudara-saudari" (Firman, Jilid 5, Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja, "Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja (7)"). Melalui firman Tuhan, aku mengerti bahwa watak rusak Iblis dalam diri kitalah yang menyebabkan kita sering melaksanakan tugas dengan sesuka hati kita. Dan karena natur yang berengsek dan kemalasan kita yang serius, kita sering kali asal-asalan dalam melaksanakan tugas, tidak berusaha memperoleh hasil, dan melanggar prinsip di banyak area. Oleh karena itu, kita membutuhkan lebih banyak pengawasan dan tindak lanjut terhadap pekerjaan kita oleh para pemimpin dan pekerja untuk memastikan bahwa semua bagian dari pekerjaan gereja dapat berjalan dengan lancar. Itulah yang Tuhan tuntut dari para pemimpin dan pekerja; itu adalah tugas mereka. Aku seharusnya tunduk dan menerima pengawasan serta bimbingan dari para pemimpin dan pekerja. Aku juga memiliki sudut pandang yang salah, merasa bahwa pengawasan terus-menerus dari para pemimpin dan pertanyaan terperinci akan membuang-buang waktu yang seharusnya dapat kami gunakan untuk melaksanakan tugas kami, yang mana akan memengaruhi hasil kerja kami. Namun sebenarnya, para pemimpin menginginkan pemahaman yang terperinci tentang pekerjaan kami untuk menemukan masalah, membantu kami menyelesaikannya, dan memperbaiki penyimpangan, yang akan membuat pekerjaan kami menjadi lebih efektif. Itu bukan membuang-buang waktu. Sebagai contoh, suatu kali, ketika para pemimpin sedang menindaklanjuti pekerjaan kami, mereka mendapati bahwa dalam menyirami para anggota baru, kami kurang memiliki rasa kepedulian serta kesabaran, dan tuntutan kami terhadap mereka terlalu tinggi. Itu membuat beberapa anggota baru menjadi negatif, dan mereka tidak melaksanakan tugas mereka. Kami baru menyadari penyimpangan kami dalam pelaksanaan tugas kami melalui persekutuan dan bimbingan para pemimpin. Setelah itu, kami menemukan firman Tuhan yang ditujukan pada kesulitan para anggota baru untuk bersekutu dengan mereka sehingga mereka dapat memahami apa arti melaksanakan tugas, dan kami membuat pengaturan yang masuk akal untuk tugas mereka berdasarkan tingkat pertumbuhan mereka yang sebenarnya. Setelah itu, keadaan para anggota baru membaik, dan mereka mampu melaksanakan tugas mereka dengan normal. Aku sadar bahwa pengawasan dan bimbingan para pemimpin bukan hanya tidak berdampak negatif terhadap hasil pekerjaan kami, melainkan juga membantu kami memahami prinsip-prinsip dalam melaksanakan tugas kami. Semua ini adalah manfaatnya jika kami menerima pengawasan dan bimbingan dari para pemimpin dan pekerja terhadap pekerjaan kami. Aku mengerti bahwa menerima pengawasan dari para pemimpin dan pekerja adalah sikap yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan gereja, dan prinsip penerapan yang penting bagi kami dalam melaksanakan tugas.
Beberapa waktu kemudian, para pemimpin mengatur agar aku terus menyirami para anggota baru, dan hatiku dipenuhi rasa syukur kepada Tuhan. Setelah itu, setiap kali para pemimpin menindaklanjuti dan memberikan bimbingan tentang pekerjaan, aku tidak terlalu menentang. Aku mampu menggabungkan masalah yang para pemimpin temukan dan secara proaktif mendiskusikannya bersama dengan saudara-saudari yang bekerja sama denganku, dan kami merangkum penyimpangan-penyimpangan dalam tugas kami. Saat kami memahami masalah yang ada dengan lebih jelas, pekerjaan kami secara berangsur menjadi makin efektif. Aku benar-benar merasa bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik dalam pelaksanaan tugas kita, kita harus menerima pengawasan dan bimbingan dari para pemimpin dan pekerja, memiliki sikap yang mau menerima kebenaran, serta bertindak berdasarkan prinsip kebenaran. Syukur kepada Tuhan!
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Oleh Saudari Zhao Lu, Belanda Pada Maret 2021, pemimpinku mengatur untuk aku memimpin pekerjaan penginjilan di sebuah gereja. Setelah...
Oleh Saudara Xiao Fan, Tiongkok Pada Agustus 2019, aku melakukan tugas produksi video dan diminta memimpin pekerjaan itu. Pada waktu itu,...
Oleh Saudari Su Shan, Jepang Ketika aku mulai melayani sebagai pemimpin gereja, Chen bertanggung jawab atas pekerjaan gereja kami. Kami...
Oleh Saudari Chen Xiao, TiongkokSaat bertumbuh dewasa, keluargaku relatif miskin. Kebutuhan pokok kami tak pernah terpenuhi. Sering kali,...