Di Balik Ketakutan Melaporkan Masalah

12 Januari 2026

Oleh Qingtian, Tiongkok

Pada tahun 2014, aku membuat video di gereja. Yang Min adalah pengawas pada waktu itu. Suatu kali, aku perhatikan bahwa saran Yang Min untuk sebuah video kurang tepat. Jadi, aku mengungkapkan sudut pandang yang berbeda, tetapi dia bersikeras dengan pendapatnya sendiri. Kukatakan padanya bahwa kita bisa mencari petunjuk dari para pemimpin, tetapi aku tidak menyangka bahwa Yang Min akan secara terang-terangan maupun tersirat menuduhku congkak dan tidak menerima sarannya. Aku sangat bingung saat itu, "Tujuan mencari petunjuk dari para pemimpin adalah untuk mencari dan memperoleh kejelasan tentang prinsip-prinsip untuk memproduksi video yang bagus. Bagaimana bisa dia bilang aku congkak?" Kemudian, Yang Min mengangkat Li Ping menjadi pemimpin tim yang bertanggung jawab atas pekerjaan kami. Selama waktu itu, kami berencana membuat video yang cukup sulit, dan kami berharap Li Ping dapat lebih banyak bersekutu dengan kami tentang prinsip-prinsip dan ide-ide produksi. Namun, setelah benar-benar berinteraksi dengannya, aku mendapati Li Ping tidak benar-benar melakukan banyak pekerjaan nyata. Dia jarang menanyakan pekerjaan kami, dan terlebih lagi, dia biasanya memandu kami dalam membuat video berdasarkan perasaannya, tanpa prinsip apa pun. Kami berulang kali merevisi video berdasarkan sarannya, yang sangat memperlambat kemajuan. Aku kemudian mengingatkan Li Ping untuk memberi saran yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang relevan karena hal ini akan mempermudah pencapaian hasil dan menghindari pengerjaan ulang. Namun, Li Ping tidak hanya menolak menerima saran ini, dia juga membantahnya. Dia bahkan memangkasku karena congkak dan berpegang pada ide-ideku sendiri. Aku berpikir dalam hati, "Masalah dan penyimpangan terjadi dalam pekerjaan, tetapi dia tidak memimpin kami untuk merangkumnya dan mengubah keadaan, juga tidak menunjukkan jalan penerapan. Dia hanya menegur dan mencerca kami, dan ketika saudara-saudari memberinya saran yang masuk akal, dia tidak menerimanya. Dia sama sekali tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin tim." Aku ingin mengangkat masalah ini dengan Li Ping, tetapi kemudian juga merasa Li Ping terlalu suka mendominasi, dan aku berpikir dalam hati, "Jika kutunjukkan masalahnya, akankah dia berpikir aku terlalu congkak dan mengincar dirinya?" Akhirnya, aku urung menyampaikannya. Tanpa diduga, Li Ping kemudian sepenuhnya menyalahkan kami atas buruknya hasil pekerjaan video itu, dan sering mencerca serta memangkas kami. Semua orang berada dalam keadaan yang buruk.

Suatu hari, Li Ping membandingkan video kami dengan video kelompok lain, dan menghujani kami dengan sindiran dan ejekan. Aku merasa Li Ping memiliki prasangka terhadap kami, dan selalu mencari-cari kesalahan atas masalah sepele serta mencerca kami karenanya. Semua orang merasa sangat tertindas oleh serangan Li Ping, dan seorang saudari menjadi begitu negatif sampai-sampai dia tidak mau lagi melaksanakan tugasnya di sana. Hatiku merasa sangat sedih, dan juga sangat marah. Kupikir Li Ping sendiri tidak melakukan pekerjaan nyata, tetapi memangkas dan mengkritik orang secara membabi buta; aku tidak bisa menutup mata lagi. Keesokan harinya aku menunjukkan kepada Li Ping masalahnya yang suka memangkas orang sembarangan. Tanpa diduga, Li Ping terus membenarkan dirinya, bahkan mengatakan masalahnya ada pada orang lain. Aku lalu menunjukkan masalahnya dengan berdasarkan prinsip-prinsip tentang menjadi pemimpin dan pekerja, kataku: "Engkau seharusnya bersekutu tentang kebenaran untuk menyelesaikan masalah saudara-saudarimu. Sekadar memangkas dan menegur orang bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, melainkan juga akan membuat mereka merasa terkekang. Selain itu, kau seharusnya mendengarkan saran dari saudara-saudarimu." Saat itu dia menerimanya dengan cemberut. Namun, tak kuduga setelah itu, dia menemukan satu bagian firman Tuhan untuk kami baca yang menyingkapkan kecongkakan dan kesombongan. Dalam hatiku, aku agak merasa ada yang tidak beres: Dia tidak menyelesaikan masalah yang sebenarnya dan malah selalu membuat kami merenungkan diri kami sendiri, yang berarti tidak ada yang akan membedakannya. Aku sangat ingin menyingkapkan masalahnya, tetapi kemudian aku teringat bagaimana Li Ping tidak pernah sekalipun dengan rendah hati menerima saran orang lain, dan dia juga memiliki kemanusiaan yang buruk. Suatu kali, dia berprasangka terhadap seorang saudari yang menjadi tuan rumah, dan terus-menerus menghakiminya di depan kami. Kupikir, "Jika aku menunjukkan masalahnya secara langsung, akankah dia juga berprasangka terhadapku dan menghakimiku di mana-mana? Lalu bukankah aku akan hancur dan reputasiku tercoreng?" Ketika memikirkan ini, aku merasa takut dan tidak berani menunjukkan masalah Li Ping. Aku bahkan ikut merenungkan diriku sendiri. Setelah itu, dalam hati aku menyalahkan diriku, dan bertanya-tanya mengapa aku begitu pengecut. Kemudian, selama pertemuan, Li Ping tidak bersekutu tentang bagaimana dia telah merenungkan dan memahami dirinya sendiri. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa dia telah mencapai hasil yang baik ketika membimbing pekerjaan video di kelompok lain, dan bahwa semua saudara-saudari menyambutnya. Yang menyiratkan bahwa seolah kami terus-menerus tidak setuju dengannya, karena kami terlalu congkak untuk menerima nasihatnya. Aku sangat ingin menunjukkan masalahnya, tetapi aku takut jika kusampaikan, dia akan malu kemudian menekanku, sehingga aku tidak mengatakan apa-apa.

Setelah itu, aku mendapati bahwa Li Ping selalu mengincar dan mengucilkanku. Suatu kali, ketika dalam perjalanan pulang dari sebuah pertemuan, aku membeli beberapa barang untuk saudari-saudariku, maka aku pulang sedikit terlambat. Li Ping kemudian menelaah diriku di depan saudara-saudari selama pertemuan, menyebutku memanfaatkan kesempatan pergi ke pertemuan untuk memanjakan dagingku. Li Ping sering memangkasku, yaitu dengan sengaja mencari-cari kesalahan dan sangat melebih-lebihkan banyak hal, dan aku merasa sengsara dan tertindas. Aku bahkan tidak ingin melaksanakan tugasku di sini lagi. Namun, ketika menyadari bahwa meninggalkan tugasku adalah pengkhianatan terhadap Tuhan, aku merasa tidak nyaman, jadi, melalui doa, aku tidak jadi meninggalkan tugasku. Aku mengingat lagi beberapa bulan interaksiku dengan Li Ping. Dia melaksanakan tugas sekadar untuk formalitas dan tidak menyelesaikan masalah nyata, wataknya juga sangat congkak; tidak mau menerima saran orang lain. Jika orang seperti ini terus bertanggung jawab atas pekerjaan video, dia hanya akan makin menghambat pekerjaan dan merugikan jalan masuk kehidupan saudara-saudari. Aku tahu aku seharusnya melaporkan masalah Li Ping kepada para pemimpin, tetapi kemudian teringat bagaimana dia telah mengincarku selama waktu ini. Jika kulaporkan lagi masalahnya dan dia tahu, lalu siapa yang tahu bagaimana dia akan menyiksaku? Selain itu, semua orang bisa melihat masalah Li Ping, dan saudari-saudari lainnya tidak memberinya saran apa pun, jadi kupikir sebaiknya aku berhenti ikut campur. Terlebih lagi, Yang Min adalah pengawas pekerjaan video, dan dia sendirilah yang mengangkat Li Ping. Jika aku menulis surat untuk melaporkan masalah Li Ping, apakah Yang Min akan menangani masalah itu dengan adil ketika dia membacanya? Apakah mereka akan memberhentikanku dan mengatakan bahwa aku congkak dan sombong, selalu mencari-cari kesalahan orang lain untuk mengganggu pekerjaan video? Bagaimana jika mereka mengeluarkanku dari gereja? Bukankah itu akan merusak kehidupan percayaku kepada Tuhan? Aku bahkan menghibur diri sendiri dengan berpikir bahwa ketika para pemimpin menemukan masalah Li Ping, mereka akan menanganinya. Tanpa diduga, saudari-saudariku di kelompok mulai mengasingkan dan menjauhiku. Bahkan Xia Yu, yang sering berinteraksi denganku, menjadi jauh dariku. Meski sudah berpikir keras, aku tidak bisa memahaminya, dan setiap hari aku merasa seolah ada batu besar menindih hatiku, membuatku sulit bernapas. Aku sering kali diam-diam sendirian meneteskan air mata, merasa sangat sengsara dan tidak berdaya. Suatu malam, Xia Yu diam-diam memberi tahu bahwa Li Ping memanfaatkan kepergianku ke pertemuan untuk mengatakan hal-hal yang merendahkanku di hadapan saudari-saudariku. Dia juga menyalahkanku atas semua pekerjaan video yang tidak mencapai hasil, meminta saudara-saudariku untuk membedakanku. Setelah dihasut oleh Li Ping, semua orang mulai waspada terhadapku. Setelah mendengar perkataan Xia Yu, untuk sekian lama hatiku tidak bisa tenang. "Hanya karena aku memberi Li Ping beberapa saran, dia menekan dan mengucilkanku. Sekarang tanpa sepengetahuanku, dia bahkan membentuk kubu-kubu untuk mengucilkanku. Bukankah dia hanya ingin menyiksaku? Orang ini sangat jahat!" Saat itu, aku menjadi sangat negatif dan keadaanku benar-benar buruk. Aku sangat takut jika ini berlanjut, aku benar-benar akan diberhentikan dan diusir. Kupikir, daripada disiksa olehnya, lebih baik aku mengundurkan diri dan mengambil tugas lain, jadi aku tidak perlu lagi menghadapi dia. Namun, kemudian aku teringat akan tekad yang telah kubuat di hadapan Tuhan, bahwa aku pasti akan membuat video yang baik untuk bersaksi tentang Tuhan. "Apakah aku benar-benar akan melepaskan tugas dengan cara seperti ini?" Aku tidak mau menerima ini. Jika kulakukan, itu akan terlalu menyakiti Tuhan dan sama sekali tidak menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan. Aku merasa sangat bingung dan tidak tahu bagaimana mengalami hal ini. Di tengah penderitaan dan ketidakberdayaan, aku berdoa kepada Tuhan memohon kepada-Nya untuk menuntunku dalam memahami kebenaran dan menemukan jalan penerapan.

Pada bulan Mei 2015, rumah Tuhan mengeluarkan pengaturan kerja tentang cara mengenali antikristus dan pemimpin palsu. Setelah membaca ini dan menggabungkannya dengan perilaku Li Ping, aku menyadari dia adalah pekerja palsu dan sedang menempuh jalan antikristus. Aku membaca firman Tuhan: "Engkau semua mengatakan bahwa engkau memikirkan beban Tuhan dan akan menjunjung tinggi kesaksian gereja, tetapi siapakah di antaramu yang benar-benar memikirkan beban Tuhan? Tanyakan pada dirimu sendiri: Apakah engkau orang yang memikirkan beban Tuhan? Mampukah engkau menerapkan kebenaran untuk Tuhan? Dapatkah engkau berdiri dan berbicara bagi-Ku? Dapatkah engkau dengan teguh menerapkan kebenaran? Apakah engkau cukup berani untuk melawan semua perbuatan Iblis? Apakah engkau mampu menyingkirkan perasaanmu dan menyingkapkan Iblis demi kebenaran-Ku? Dapatkah engkau membiarkan maksud-maksud-Ku dipenuhi di dalam dirimu? Sudahkah engkau mempersembahkan hatimu pada saat-saat genting? Apakah engkau orang yang mengikuti kehendak-Ku? Seringlah tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada dirimu sendiri dan seringlah memikirkan hal ini" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 13"). Selain itu, dalam "Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Umat Pilihan Tuhan pada Zaman Kerajaan", Tuhan berfirman: "Lakukan segala sesuatu yang bermanfaat bagi pekerjaan Tuhan dan bukan hal yang merugikan kepentingan pekerjaan Tuhan. Pertahankan nama Tuhan, kesaksian Tuhan, dan pekerjaan Tuhan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan). Setelah membaca firman Tuhan, aku memahami bahwa melindungi pekerjaan gereja dan kepentingan gereja adalah yang dituntut Tuhan dari kita, dan inilah tanggung jawab yang harus dipenuhi setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Selama waktu ini, aku melihat Li Ping sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata, juga menekan serta menyiksa orang, dan kemanusiaannya berniat jahat. Aku takut disiksa dan diberhentikan, jadi aku tidak pernah berani menyingkapkan dan melaporkan masalahnya, dan tidak berani melawan kekuatan kegelapan. Seperti inikah caraku menjadi orang yang memperhatikan beban Tuhan? Aku sama sekali tidak melindungi hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau kepentingan gereja, dan hanya memikirkan kepentinganku sendiri. Aku begitu egois! Sekarang, rumah Tuhan telah mengeluarkan pengaturan kerja bagi kami untuk mengenali antikristus dan pemimpin palsu. Ada maksud Tuhan dalam hal ini, Tuhan juga sedang memberiku kesempatan untuk menerapkan kebenaran. Aku tidak boleh lagi dikekang oleh kekuatan kegelapan. Oleh karena itu, aku berdoa kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku terus-menerus sengsara karena ditekan oleh Li Ping. Aku jelas punya kemampuan membedakan terhadap Li Ping, tetapi tidak berani menyingkapkan dan melaporkan masalahnya. Aku begitu pengecut, dan tidak memiliki sedikit pun rasa keadilan. Aku menimbulkan kebencian-Mu! Sekarang rumah Tuhan telah meminta kami untuk mengenali dan melaporkan antikristus serta pemimpin palsu. Aku tahu ada maksud-Mu dalam hal ini, dan aku bersedia mengandalkan-Mu untuk menerapkan kebenaran dan tidak lagi terkekang oleh kekuatan kegelapan." Setelah berdoa, aku merasa lebih tenteram, dan bertekad untuk menerapkan kebenaran.

Suatu hari, Saudari Zhuo Yue, yang bertanggung jawab atas pekerjaan Li Ping, memintaku untuk pergi ke pertemuan. Aku sangat bersemangat, dan merasa ini adalah kesempatan yang telah Tuhan persiapkan bagiku untuk menerapkan kebenaran. Aku harus melaporkan masalah Li Ping. Bahkan sebelum aku bisa membuka mulut, Zhuo Yue bertanya kepada kami, "Bagaimana Li Ping sebagai pemimpin tim video?" Aku berbicara tentang kinerja Li Ping. Dia memintaku untuk menuliskan semuanya, dan juga meminta anggota tim lain untuk menuliskan evaluasi mereka tentang Li Ping. Pada saat itu, aku begitu bersemangat hingga aku hampir menangis. Aku merasa Tuhan telah mendengar doaku dan membukakan jalan keluar untukku. Yang lebih tak terduga lagi, setelah para saudari di tim membaca prinsip-prinsip yang relevan tentang mengenali pemimpin palsu dan antikristus, mereka juga mampu membedakan Li Ping. Kemudian, kami bersekutu dan mengenalinya bersama-sama, dan menuliskan kinerja Li Ping—kegagalannya melakukan pekerjaan nyata dan bagaimana dia mengacaukan serta mengganggu pekerjaan video—dan menyerahkannya kepada para pemimpin. Tak lama, para pemimpin tingkat atas memberhentikan Li Ping setelah mengetahui dan memeriksa situasinya. Beberapa waktu kemudian, Yang Min juga diberhentikan. Kami semua sangat bersemangat dan dari lubuk hati kami memuji Tuhan karena Dia begitu benar.

Kemudian, Saudari Ye Xin bertanggung jawab atas pekerjaan video. Dia sering membahas ide-ide produksi video dengan kami, dan mendorong kami untuk aktif bersekutu, berdiskusi, serta bebas menyampaikan apa yang ada di pikiran kami. Terkadang kami mengemukakan pendapat yang berbeda, dan selama itu sesuai, dia akan dengan senang hati menerimanya. Kami merasa lebih santai dan merdeka saat melaksanakan tugas dengan cara ini, dan aku sangat senang karena hasil yang kami capai dalam produksi video makin membaik. Setelah itu, aku sering teringat bagaimana jauh-jauh hari aku telah mengenali Li Ping sebagai orang yang tidak cocok untuk bertanggung jawab atas pekerjaan video, tetapi tidak berani melaporkan masalahnya. Watak rusak apa yang telah mengikatku? Kemudian, aku membaca firman Tuhan dan memperoleh beberapa pemahaman tentang masalahku. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Ketika segala jenis orang jahat dan pengikut tetapi bukan orang percaya muncul serta memainkan berbagai peran sebagai setan-setan dan Iblis, menentang pengaturan kerja dan melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda, berbohong dan menipu rumah Tuhan; ketika mereka mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja, serta melakukan hal-hal yang menodai nama Tuhan, dan dengan demikian mencemari rumah Tuhan, yaitu gereja, yang kaulakukan hanyalah marah ketika engkau melihatnya, tetapi engkau tidak mampu bangkit untuk menegakkan keadilan, menyingkapkan orang-orang jahat, dan menjunjung tinggi pekerjaan gereja. Jika engkau menyingkapkan orang-orang jahat ini, semua orang akan mampu mengenali mereka, serta menghalangi mereka agar tidak mengganggu pekerjaan gereja dan mencemari rumah Tuhan, yaitu gereja. Tidak melakukan hal-hal ini berarti engkau tidak memiliki kesaksian. ... Jadi, apa sumber dari ketidakmampuanmu untuk menangani dan mengatasi orang jahat? Apakah karena engkau secara bawaan pengecut, penakut, dan takut akan masalah? Ini bukanlah sumber penyebab dan bukan esensi masalahnya. Esensi masalahnya adalah manusia tidak setia kepada Tuhan; mereka melindungi diri mereka sendiri, keamanan pribadi, harga diri, status, dan jalan keluar mereka sendiri. Ketidaksetiaan mereka diwujudkan dalam cara mereka selalu melindungi diri mereka sendiri, mundur seperti kura-kura yang masuk ke dalam tempurungnya setiap kali menghadapi sesuatu, dan menunggu sampai hal itu berlalu sebelum kembali menjulurkan kepala mereka. Apa pun yang mereka hadapi, mereka terlalu berhati-hati dan penuh ketakutan, memiliki banyak kegelisahan, kekhawatiran, dan kecemasan, serta tidak mampu bangkit dan membela pekerjaan gereja. Apa masalahnya di sini? Bukankah masalahnya adalah tidak memiliki iman? Engkau tidak memiliki iman sejati kepada Tuhan, engkau tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, dan engkau tidak percaya bahwa hidupmu dan segala sesuatu tentangmu berada di tangan Tuhan. Engkau tidak percaya pada apa yang Tuhan firmankan: 'Tanpa seizin Tuhan, Iblis tidak berani menyentuh sehelai rambut pun di tubuhmu.' Engkau mengandalkan matamu sendiri untuk menilai fakta, engkau menilai segala sesuatu berdasarkan perhitunganmu sendiri, melindungi dirimu sendiri di setiap kesempatan. Engkau tidak percaya bahwa nasib orang berada di tangan Tuhan; engkau takut pada Iblis, takut pada kekuatan jahat dan orang-orang jahat. Bukankah ini berarti tidak memiliki iman sejati kepada Tuhan? (Ya.) Mengapa tidak ada iman sejati kepada Tuhan? Apakah karena pengalaman orang terlalu dangkal dan kebenaran yang mereka pahami terlalu sedikit untuk memungkinkan mereka memahami hal-hal ini dengan jelas, atau apa? Bukankah ini ada hubungannya dengan watak rusak yang orang miliki? Bukankah itu karena orang terlalu licik? (Ya.) Sebanyak apa pun hal-hal yang mereka alami, sebanyak apa pun fakta yang tersaji di hadapan mereka, mereka tidak percaya bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan, atau bahwa nasib orang berada di tangan Tuhan. Ini adalah salah satu alasannya. Masalah fatal lainnya adalah karena orang terlalu menyayangi dirinya sendiri. Mereka tidak bersedia membayar harga apa pun atau melakukan pengorbanan apa pun untuk Tuhan, untuk pekerjaan-Nya, untuk kepentingan rumah Tuhan, untuk nama-Nya, atau untuk kemuliaan-Nya. Mereka tidak bersedia melakukan apa pun yang mengandung bahaya sekecil apa pun. Orang terlalu menyayangi dirinya! Karena takut akan kematian, takut dihina, dijebak oleh orang-orang jahat, dan terjerumus dalam kesulitan apa pun, orang-orang berusaha sekuat tenaga untuk melindungi daging mereka sendiri, berusaha untuk tidak membiarkan diri mereka memasuki situasi berbahaya apa pun. Di satu sisi, orang berperilaku seperti ini karena mereka terlalu licik; di sisi lain, itu karena mereka terlalu menyayangi diri mereka sendiri dan terlalu egois. Engkau tidak bersedia menyerahkan dirimu kepada Tuhan, tetapi engkau berkata engkau bersedia mengorbankan dirimu bagi Tuhan, yang tidak lebih dari sekadar keinginan. Ketika saatnya benar-benar tiba bagimu untuk bangkit berperang melawan Iblis dan bersaksi bagi Tuhan, dan ketika engkau harus menghadapi bahaya, kematian, serta berbagai kesulitan dan keadaan yang sulit, engkau tidak lagi bersedia. Keinginan kecilmu hancur, dan engkau berusaha sebisa mungkin untuk melindungi dirimu sendiri terlebih dahulu, setelah itu melakukan beberapa pekerjaan dangkal yang harus kaulakukan, pekerjaan yang dapat dilihat oleh semua orang. Pikiran manusia masih lebih fleksibel daripada pikiran robot: Mereka tahu cara menyesuaikan diri, mereka tahu ketika mereka menghadapi situasi, tindakan mana yang menguntungkan kepentingan pribadi mereka dan mana yang tidak, dan mereka banyak akal dalam menangani masalah, melakukannya dengan mudah. Akibatnya, ketika sesuatu terjadi kepadamu, imanmu yang kecil kepada Tuhan tidak mampu tetap teguh. ... Sebanyak apa pun hal yang kauhadapi, engkau gagal menunjukkan kesetiaanmu dan memenuhi tanggung jawabmu melalui imanmu kepada Tuhan. Akibatnya, hasil akhirnya adalah engkau tidak memperoleh apa pun. Dalam setiap keadaan yang telah Tuhan atur bagimu, dan ketika engkau berperang melawan Iblis, pilihanmu selalu untuk mundur dan menghindar. Engkau belum mengikuti jalur yang Tuhan tunjukkan atau tetapkan untuk kaualami. Jadi, di tengah peperangan ini, engkau kehilangan pemahaman berdasarkan pengalaman dan kebenaran yang seharusnya kauperoleh" (Firman, Jilid 6, Tentang Pengejaran akan Kebenaran, "Cara Mengejar Kebenaran (19)"). Setelah membaca firman Tuhan, hatiku terasa tertusuk. Aku adalah salah satu orang egois dan licik yang telah Tuhan singkapkan. Ketika orang jahat mengganggu pekerjaan gereja, aku hanya mempertimbangkan kepentingan pribadiku, dan sama sekali tidak menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan. Aku dengan jelas melihat bahwa Li Ping tidak melaksanakan tugasnya berdasarkan prinsip. Selain itu, dia congkak, sombong, dan berpegang pada ide-idenya sendiri, tidak pernah menerima saran masuk akal dari saudara-saudarinya dan terus-menerus menegur orang dengan sikap merendahkan, membuat mereka merasa terkekang. Dia benar-benar telah menghambat kemajuan pekerjaan produksi video. Aku bisa melihat masalahnya, tetapi karena takut menyinggungnya sehingga diserang serta dikucilkannya, aku pun tidak berani menyingkapkannya. Tuhan mengizinkan hal ini datang atasku. Maksud-Nya adalah agar aku belajar mengenali yang sebenarnya, sehingga ketika orang jahat mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, aku akan dapat menerapkan kebenaran, dan bangkit untuk menyingkapkan serta menghentikan mereka. Namun, meskipun aku telah menikmati penyiraman dan perbekalan dari begitu banyak firman Tuhan, ketika melihat orang jahat mengganggu pekerjaan gereja, aku mundur ke dalam cangkangku dan hanya berpikir untuk melindungi diri sendiri. Meskipun ingin melaporkan masalah Li Ping kepada para pemimpin, aku khawatir Yang Min akan memblokir surat laporan itu atau jika Li Ping mengetahuinya, dia akan menyiksaku lebih kejam lagi dan bahkan mungkin mengusirku dari gereja. Aku menjadi makin takut akan segalanya, dan dipenuhi keraguan. Perilakuku ini bukan hanya karena sifat pengecut, gentar, dan takut, melainkan juga akibat naturku yang begitu egois dan licik. Aku terlalu melindungi diriku sendiri! Aku takut disiksa dan diusir, jadi aku pun hanya mencari aman dan menutup mata. Aku bahkan berpikir, "Aku telah menyebutkan masalahnya kepadanya, tetapi dia tidak menerima. Aku telah berusaha sebaik-baiknya. Aku cukup menunggu para pemimpin tahu dan menanganinya. Dengan begitu, aku bisa menjaga diriku agar tidak disiksa orang jahat ini." Faktanya, Li Ping tidak melakukan pekerjaan nyata, menegur orang lain dengan merendahkan, dan menindas saudara-saudarinya. Aku tidak pernah menyingkapkan perbuatan jahat ini, dan tidak berani melaporkannya kepada para pemimpin atas, sehingga masalahnya sama sekali belum terselesaikan. Bagaimana bisa aku berkata telah berusaha sebaik-baiknya? Aku telah mengikuti falsafah Iblis tentang cara berinteraksi dengan orang lain seperti "Jika orang tidak memikirkan dirinya sendiri, langit dan bumi akan menghukumnya" dan "Orang yang bijaksana pandai melindungi diri, hanya berusaha untuk tidak membuat kesalahan", dan aku sangat egois, licin, dan licik. Aku hanya diam saat jelas-jelas menyaksikan Li Ping mengganggu pekerjaan video selama lebih dari enam bulan. Aku tidak melindungi pekerjaan gereja di masa-masa genting, dan bahkan melindungi diriku sendiri dengan membiarkan orang jahat merusak dan mengganggu pekerjaan gereja. Aku sama sekali tidak memiliki kesetiaan kepada Tuhan, dan menyisakan sebuah pelanggaran berat. Ketika merenungkan hal-hal ini, aku merasa sangat menyesal. Aku malu menghadap Tuhan, serta mencucurkan air mata dari perasaan bersalah dan menyalahkan diri sendiri. Aku tidak ingin hidup berdasarkan falsafah Iblis tentang cara berinteraksi dengan orang lain lagi.

Kemudian, aku membaca bagian lain firman Tuhan dan memperoleh lebih banyak pemahaman tentang masalahku. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Apa sikap yang harus dimiliki orang dalam hal bagaimana memperlakukan seorang pemimpin atau pekerja? Jika apa yang pemimpin atau pekerja lakukan benar dan sesuai dengan kebenaran, engkau bisa menaati mereka; jika apa yang mereka lakukan salah dan tidak sesuai dengan kebenaran, engkau tidak boleh menaati mereka dan engkau dapat menyingkapkan mereka, menentang mereka serta mengajukan pendapat yang berbeda. Jika mereka tidak mampu melakukan pekerjaan yang nyata atau melakukan perbuatan jahat yang menyebabkan gangguan terhadap pekerjaan gereja, dan disingkapkan sebagai pemimpin palsu, pekerja palsu atau antikristus, maka engkau dapat mengidentifikasi, menyingkapkan dan melaporkan mereka. Namun, beberapa umat pilihan Tuhan tidak memahami kebenaran dan sangat pengecut; mereka takut ditindas dan disiksa oleh pemimpin palsu dan antikristus sehingga mereka tidak berani menjunjung tinggi prinsip. Mereka berkata, 'Jika pemimpin mengusirku, tamatlah riwayatku; jika dia membuat semua orang menyingkapkan atau meninggalkanku, aku tidak akan bisa lagi percaya kepada Tuhan. Jika aku diusir dari gereja, berarti Tuhan tidak akan menginginkanku dan tidak akan menyelamatkanku. Dan bukankah imanku selama ini menjadi sia-sia?' Bukankah pemikiran seperti itu tidak masuk akal? Apakah orang-orang semacam itu memiliki iman yang sejati kepada Tuhan? Apakah pemimpin palsu atau antikristus merepresentasikan Tuhan ketika mereka mengusirmu? Ketika pemimpin palsu atau antikristus menyiksa dan mengusirmu, ini adalah pekerjaan Iblis, dan tidak ada kaitannya dengan Tuhan; ketika orang dikeluarkan atau diusir dari gereja, hal ini hanya sesuai dengan maksud Tuhan jika ada keputusan bersama antara gereja dan semua umat pilihan Tuhan, dan jika pengeluaran atau pengusiran itu sepenuhnya sesuai dengan pengaturan kerja rumah Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan. Bagaimana mungkin diusir oleh pemimpin palsu atau antikristus berarti engkau tidak dapat diselamatkan? Ini adalah penganiayaan yang dilakukan Iblis dan antikristus, dan bukan berarti engkau tidak akan diselamatkan oleh Tuhan. Apakah engkau dapat diselamatkan atau tidak, itu tergantung pada Tuhan. Tidak ada manusia yang memenuhi syarat untuk memutuskan apakah engkau dapat diselamatkan oleh Tuhan atau tidak. Engkau harus jelas tentang hal ini. Dan memperlakukan pengusiranmu oleh seorang pemimpin palsu atau antikristus sebagai pengusiran oleh Tuhan—bukankah ini artinya engkau salah memahami Tuhan? Ya. Engkau bukan saja salah memahami Tuhan, tetapi juga memberontak terhadap Tuhan. Ini juga adalah semacam penghujatan terhadap Tuhan. Dan bukankah salah memahami Tuhan dengan cara seperti ini bodoh dan dungu? Ketika pemimpin palsu atau antikristus mengusirmu, mengapa engkau tidak mencari kebenaran? Mengapa engkau tidak mencari seseorang yang memahami kebenaran agar memperoleh kemampuan dalam mengenali? Dan mengapa engkau tidak melaporkan hal ini kepada pemimpin yang lebih tinggi? Ini membuktikan bahwa engkau tidak percaya bahwa kebenaranlah yang berkuasa di rumah Tuhan, ini memperlihatkan bahwa engkau tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, bahwa engkau bukanlah orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Jika engkau percaya akan kemahakuasaan Tuhan, mengapa engkau takut akan pembalasan dari pemimpin palsu atau antikristus? Dapatkah mereka menentukan nasibmu? Jika engkau mampu mengenali dan mendeteksi bahwa tindakan mereka bertentangan dengan kebenaran, mengapa tidak bersekutu dengan umat pilihan Tuhan yang memahami kebenaran? Engkau punya mulut, jadi mengapa engkau tidak berani angkat bicara? Mengapa engkau begitu takut kepada pemimpin palsu atau antikristus? Ini membuktikan bahwa engkau seorang pengecut, orang tidak berguna, antek Iblis" (Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tiga: Mereka Mengucilkan dan Menyerang Orang yang Mengejar Kebenaran"). Dari firman Tuhan, aku menyadari bahwa ada alasan lain mengapa aku selalu ragu-ragu, dan tidak berani melaporkan masalah Li Ping. Itu karena aku tidak memiliki iman kepada Tuhan dan tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, sebaliknya berpikir bahwa pemimpin, pekerja, serta pengawaslah yang menentukan apakah aku dapat terus melaksanakan tugasku dan menerima keselamatan atau tidak. Oleh karena itu, ketika melihat Li Ping dan Yang Min mengganggu pekerjaan video, aku hanya tutup mata, dan dengan hati-hati mencoba melindungi diriku sendiri. Aku takut jika menyinggung mereka, maka mereka akan mempersulitku, dan aku akan disiksa serta diberhentikan. Ketika ditindas oleh Li Ping, hatiku merasa sangat tertekan, dan harus diam-diam menahannya setiap hari, tetapi aku tetap tidak berani melaporkan masalah Li Ping. Aku takut Li Ping dan Yang Min akan mencari-cari kesalahanku lalu menyiksa serta mengusirku, sehingga aku tidak akan diselamatkan. Seolah-olah kemampuanku untuk melaksanakan tugasku, apakah aku akan bertahan atau tersingkir, serta masa depan dan takdirku semuanya berada di tangan mereka. Faktanya, sekalipun mereka benar-benar telah memberhentikan dan mengusirku, aku bisa saja mencari saudara-saudari yang memahami kebenaran untuk bersekutu, dan melaporkan serta menyingkapkan perbuatan jahat mereka kepada para pemimpin atas. Rumah Tuhan pasti akan menanganinya dengan adil berdasarkan prinsip. Namun, meskipun belum diberhentikan dan diusir, aku tetap saja sangat ketakutan, dan tidak berani menyampaikan atau melaporkan masalah mereka. Aku sama sekali tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan. Bukankah aku yang Tuhan sebut "seorang pengecut, orang tidak berguna, antek Iblis"? Tuhan telah bersekutu dengan sangat jelas tentang prinsip-prinsip bagaimana memperlakukan pemimpin dan pekerja. Ketika pemimpin dan pekerja melakukan hal yang benar dan sesuai dengan kebenaran, aku harus setuju dan menerimanya; jika mereka melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran dan yang melanggar prinsip-prinsip, kita dapat bersekutu dan menunjukkannya, yang akan membantu mereka. Namun, jika para pemimpin dan pekerja tidak menerima ini dan terus mengganggu pekerjaan gereja serta menekan orang, kita harus menyingkapkan perbuatan jahat mereka sesuai dengan firman Tuhan. Kita juga dapat melaporkannya kepada para pemimpin atas sampai masalahnya terselesaikan. Ini adalah tanggung jawab yang harus kita penuhi. Dengan terus berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran, engkau mungkin akan ditekan dan disiksa, atau bahkan diusir oleh antikristus dan orang jahat, tetapi ini bukan berarti engkau telah diusir oleh gereja atau disingkirkan Tuhan, juga bukan berarti engkau tidak punya kesempatan menerima keselamatan. Terlebih lagi, gereja mempromosikan atau memberhentikan orang berdasarkan perilaku konsisten mereka, dan keputusan dibuat setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh berdasarkan evaluasi sebagian besar saudara-saudari. Keputusan tidak bergantung pada satu pemimpin atau pekerja tertentu. Rumah Tuhan bertindak menurut prinsip-prinsip kebenaran. Kudengar dari Saudari Ye Xin, sang pengawas, bahwa Li Ping terus-menerus berusaha memberhentikanku. Namun, dengan menyelidiki yang sebenarnya mereka mendapati bahwa apa yang dikatakan Li Ping tidak benar, dan menemukan bahwa Li Ping tidak melakukan pekerjaan nyata, serta masalah-masalah lainnya. Aku menyadari bahwa di rumah Tuhan, kebenaran dan keadilan berkuasa. Hal ini membuatku menyadari bahwa antikristus atau orang jahat tidak dapat melakukan apa pun terhadapku tanpa izin Tuhan. Aku telah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, tetapi tidak melihat orang atau berbagai hal berdasarkan firman Tuhan, dan tidak bertindak menurut prinsip-prinsip. Ketika kekuatan jahat mengganggu pekerjaan gereja dan mencelakai saudara-saudariku, aku tidak menerapkan kebenaran untuk melindungi pekerjaan gereja. Sebaliknya, aku membiarkan pemimpin palsu melakukan perbuatan jahat dan merugikan rumah Tuhan. Bukankah aku bertindak sebagai kaki tangan Iblis? Jika aku tetap tidak bertobat, pada akhirnya aku akan disingkirkan oleh Tuhan, dan ini akan ditentukan oleh watak benar Tuhan. Apa yang telah Tuhan lakukan benar-benar bermanfaat bagi jalan masuk kehidupanku, dan hatiku dipenuhi rasa syukur kepada Tuhan. Aku juga merasa bersalah dan berutang atas pelanggaran yang telah kulakukan karena tidak menerapkan kebenaran. Aku berdoa dalam hati kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu atas keadaan yang telah Kau atur bagiku. Sebelumnya, aku melewatkan banyak kesempatan untuk menerapkan kebenaran. Aku bersedia bertobat, dan berusaha menjadi orang yang memiliki rasa keadilan yang menerapkan kebenaran dan melindungi pekerjaan gereja."

Kemudian aku membaca satu bagian firman Tuhan dan sangat tersentuh. Aku juga menemukan sebuah jalan penerapan. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Setelah kebenaran menjadi hidupmu, jika engkau melihat siapa pun menghujat Tuhan, tidak takut akan Tuhan, bersikap asal-asalan saat melaksanakan tugasnya, atau mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, engkau akan mampu memperlakukan mereka berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, membedakan orang yang harus dibedakan, dan menyingkapkan orang yang harus disingkapkan. ... Mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, sekalipun mereka belum memperoleh kebenaran dan hidup, setidaknya akan memihak Tuhan dalam perkataan dan tindakan mereka; setidaknya, mereka tidak akan berpangku tangan ketika melihat kepentingan rumah Tuhan dirugikan. Jika mereka mencoba mengabaikannya, hati nurani mereka akan merasa ditegur dan tidak tenang, dan mereka akan berkata pada diri mereka sendiri, 'Aku tidak bisa hanya duduk diam dan tidak melakukan apa-apa. Aku harus bangkit dan mengatakan sesuatu, aku harus memenuhi tanggung jawabku. Aku harus maju untuk menyingkapkan dan menghentikan perbuatan jahat ini, melindungi kepentingan rumah Tuhan dari kerugian, dan memastikan kehidupan gereja tidak terganggu.' Jika di dalam hatimu, kebenaran telah menjadi hidupmu, engkau bukan saja akan memiliki keberanian dan tekad ini, tetapi engkau juga akan mampu mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini. Terlebih lagi, engkau akan mampu memenuhi bagian tanggung jawabmu bagi pekerjaan Tuhan dan bagi kepentingan rumah-Nya, dan dengan cara ini, tugasmu akan terlaksana" (Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"). Dari firman Tuhan, aku memahami bahwa hati seseorang yang sungguh-sungguh mengejar kebenaran akan tertuju kepada Tuhan. Ketika berbagai hal terjadi padanya, mereka dapat tetap berpihak pada Tuhan dan kebenaran. Ketika melihat orang lain mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak mengabaikannya, tetapi melepaskan kepentingan pribadi dan bertindak menurut prinsip-prinsip untuk melindungi pekerjaan gereja. Sedangkan mengenai hal-hal yang merugikan kepentingan gereja, mereka dapat menerapkan kebenaran untuk menyingkapkan dan menghentikannya. Mereka berani dalam melawan kekuatan jahat, dan dapat memenuhi tanggung jawabnya untuk melindungi kepentingan gereja. Hanya orang-orang seperti inilah yang mengejar kebenaran dan memiliki hati nurani serta nalar. Dalam hati, kuperingatkan diriku sendiri bahwa jika aku kembali mengetahui ada pemimpin dan pekerja palsu di gereja yang tidak melakukan pekerjaan nyata, atau orang yang melakukan hal-hal yang melanggar prinsip-prinsip yang merugikan pekerjaan gereja, aku tidak akan menjadi seorang penyenang orang yang berusaha melindungi diri sendiri. Sebaliknya, aku akan menunjukkan masalah mereka, dan jika mereka tidak menerima ini, aku harus melaporkannya kepada para pemimpin tingkat atas sampai masalahnya terselesaikan. Hanya dengan cara inilah aku akan memenuhi tanggung jawabku. Suatu kali, aku kebetulan mendengar bahwa seorang saudari lain di gereja juga telah ditekan oleh Li Ping. Setelah mengetahui tentang saudari yang ditekan oleh Li Ping itu, aku melihat bahwa watak rusak Li Ping sama sekali tidak berubah meskipun telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, dan bahwa dia akan menekan dan menyiksa siapa pun yang mengganggu kepentingannya. Terlebih lagi, dia memiliki kemanusiaan yang berniat jahat, membenci kebenaran, dan memiliki watak antikristus yang sangat serius. Jika orang seperti ini tinggal di gereja, mereka hanya akan mengganggu pekerjaan dan merugikan saudara-saudarinya. Oleh karena itu, aku menyerahkan laporan rinci kepada para pemimpin tentang perilaku Li Ping yang menekan dan menyiksa orang, dan fakta-fakta perbuatan jahatnya. Aku berharap mereka akan menanganinya sesuai dengan prinsip-prinsip. Tak lama, para pemimpin membalas suratku dan mengatakan bahwa Li Ping telah ditangkap polisi. Meskipun dia telah dibebaskan, dia masih dalam pengawasan polisi. Mereka sudah mengumpulkan bukti perbuatan jahat Li Ping dan akan menanganinya sesuai dengan prinsip-prinsip. Ketika membaca balasan dari para pemimpin, aku merasa sangat tenteram. Setelah itu, setiap kali aku melihat pemimpin atau pekerja melakukan hal-hal yang tidak pantas atau melanggar prinsip-prinsip, aku tidak lagi gentar dan begitu saja mematuhi mereka. Sebaliknya, aku menyampaikan itu kepada mereka sesuai dengan firman Tuhan.

Meskipun aku menderita beberapa kesulitan dalam pengalamanku disiksa dan ditekan oleh orang jahat, aku memperoleh kemampuan membedakan esensi antikristus dan orang jahat yang membenci kebenaran. Aku juga benar-benar melihat bahwa Tuhan mengendalikan segalanya, dan bahwa masa depan serta nasibku ada di tangan Tuhan. Aku juga benar-benar mengalami bahwa kebenaran berkuasa di rumah Tuhan, dan semua karakter negatif yang melakukan kejahatan dan mengganggu pekerjaan gereja akan ditangani dengan adil. Aku dapat mencapai perolehan dan pemahaman ini adalah hasil yang dicapai dari firman Tuhan. Syukur kepada Tuhan!

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Hubungi kami via WhatsApp