Buah dari Laporan yang Jujur
Oleh Saudari Zhao Ming, TiongkokPada bulan April 2011, aku harus menggantikan tempat seorang pemimpin bernama Yao Lan di sebuah gereja di...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Pada tahun 2014, aku membuat video di gereja. Yang Min adalah pengawas pada waktu itu. Suatu kali, aku perhatikan bahwa saran Yang Min untuk sebuah video kurang tepat. Jadi aku mengungkapkan sudut pandang yang berbeda, tetapi dia bersikeras dengan pendapatnya sendiri. Kukatakan padanya bahwa kita bisa mencari petunjuk dari para pemimpin, tetapi aku tidak menyangka bahwa Yang Min akan, secara terang-terangan maupun tersirat, menuduhku sombong dan tidak menerima sarannya. Aku sangat bingung saat itu, "Tujuan mencari petunjuk dari para pemimpin adalah untuk mencari dan memperjelas prinsip-prinsip agar video dibuat dengan baik. Bagaimana bisa dia bilang aku congkak?" Kemudian, Yang Min mengangkat Li Ping menjadi pemimpin tim yang bertanggung jawab atas pekerjaan kami. Selama waktu itu, kami berencana membuat video yang cukup sulit, dan kami berharap Li Ping dapat lebih banyak bersekutu dengan kami tentang prinsip-prinsip dan ide-ide produksi. Namun setelah benar-benar berinteraksi dengannya, aku mendapati Li Ping tidak benar-benar melakukan banyak pekerjaan nyata. Dia jarang menanyakan pekerjaan kami, dan terlebih lagi, dia sering kali memandu kami dalam membuat video berdasarkan perasaannya, tanpa prinsip apa pun. Kami berulang kali merevisi video berdasarkan sarannya, yang sangat memperlambat perkembangannya. Aku kemudian memberi Li Ping sebuah saran, memintanya memasukkan prinsip-prinsip yang relevan ke dalam persekutuannya karena hanya dengan cara itu akan lebih mudah memperoleh hasil dan menghindari pengerjaan ulang. Namun Li Ping tidak hanya menolak menerima saran ini, dia juga membantahnya. Dia bahkan memangkasku karena congkak dan berpegang pada ide-ideku sendiri. Aku berpikir dalam hati, "Masalah dan penyimpangan terjadi dalam pekerjaan, tetapi dia tidak memimpin kami untuk merangkumnya dan mengubah keadaan, juga tidak menunjukkan jalan penerapan. Dia hanya menegur dan mencerca kami, dan ketika saudara-saudari memberinya saran yang masuk akal, dia tidak menerimanya. Dia sama sekali tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin tim." Aku ingin mengangkat masalah ini dengan Li Ping, tetapi kemudian juga merasa Li Ping terlalu suka mendominasi, dan aku berpikir dalam hati, "Jika kutunjukkan masalahnya, akankah dia berpikir aku terlalu congkak dan tidak taat padanya?" Akhirnya, aku urung menyampaikannya. Tanpa diduga, Li Ping kemudian sepenuhnya menyalahkan kami atas buruknya hasil pekerjaan video itu, dan sering mencerca serta memangkas kami. Semua orang berada dalam keadaan yang buruk.
Suatu hari, Li Ping membandingkan video kami dengan video kelompok lain, dan menghujani kami dengan sindiran dan ejekan. Aku merasa Li Ping memiliki prasangka terhadap kami, dan selalu mencari-cari kesalahan atas masalah sepele serta mencerca kami karenanya. Semua orang merasa sangat tertekan oleh serangan Li Ping, dan seorang saudari menjadi begitu negatif sehingga dia tidak lagi ingin melaksanakan tugasnya di sini. Hatiku merasa sangat sedih, dan juga sangat marah. Kupikir Li Ping sendiri tidak melakukan pekerjaan nyata, tetapi memangkas dan mengkritik orang secara membabi buta; aku tidak bisa menutup mata lagi. Keesokan harinya aku menunjukkan kepada Li Ping masalahnya yang suka memangkas orang sembarangan. Tanpa diduga, Li Ping terus memperdebatkan alasannya, bahkan mengatakan masalahnya ada pada orang lain. Aku lalu menunjukkan masalahnya dengan memasukkan prinsip-prinsip tentang menjadi pemimpin dan pekerja, kataku, "aku seharusnya bersekutu tentang kebenaran untuk menyelesaikan masalah saudara-saudarimu. Begitu saja memangkas dan menegur orang bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, melainkan juga akan membuat mereka merasa terkekang. Selain itu, kau seharusnya mendengarkan saran dari saudara-saudarimu." Saat itu dia menerimanya dengan cemberut. Namun, tak kuduga setelah itu, dia menemukan satu bagian firman Tuhan untuk kami baca yang menyingkapkan kecongkakan dan kesombongan. Dalam hatiku, aku agak merasa ada yang tidak beres: Dia tidak menyelesaikan masalah yang sebenarnya dan malah selalu membuat kami merenungkan diri kami sendiri, yang berarti tidak ada yang boleh menilainya. Aku sangat ingin menyingkapkan masalahnya, tetapi kemudian aku teringat bagaimana Li Ping tidak pernah sekalipun dengan rendah hati menerima saran orang lain, dan dia juga memiliki kemanusiaan yang buruk. Suatu kali, dia berprasangka terhadap seorang saudari yang menjadi tuan rumah, dan terus-menerus menghakiminya di depan kami. Kupikir, "Jika aku menunjukkan masalahnya secara langsung, akankah dia juga berprasangka terhadapku dan menghakimiku di mana-mana? Lalu bukankah aku akan hancur dan reputasiku tercoreng?" Ketika memikirkan ini, aku merasa takut dan tidak berani menunjukkan masalah Li Ping. Aku bahkan ikut-ikutan merenungkan diriku sendiri. Setelah itu, aku menyesali diri sendiri, dan bertanya-tanya mengapa aku begitu sedih. Kemudian, selama pertemuan, Li Ping tidak bersekutu tentang bagaimana dia telah merenungkan dan memahami dirinya sendiri. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa dia telah mencapai hasil yang baik ketika membimbing pekerjaan video di kelompok lain, dan bahwa semua saudara-saudari menyambutnya. Yang dia maksudkan adalah kami terus-menerus tidak setuju dengannya, karena kami terlalu sombong untuk menerima nasihatnya. Aku sangat ingin menunjukkan masalahnya, tetapi aku takut jika kusampaikan, dia akan malu kemudian menekanku, sehingga aku tidak mengatakan apa-apa.
Setelah itu, aku mendapati bahwa Li Ping selau mengincar dan mengucilkanku. Suatu kali, ketika dalam perjalanan pulang dari sebuah pertemuan, aku membeli beberapa barang untuk saudari-saudariku, sehingga aku pulang sedikit terlambat. Li Ping kemudian menganalisisku di depan saudara-saudari selama pertemuan, menyebutku memanfaatkan kesempatan pergi ke pertemuan untuk memanjakan dagingku. Li Ping sering menganalisis dan memangkasku dengan sengaja mencari-cari kesalahan dan melebih-lebihkan banyak hal, aku pun merasa sengsara dan tertindas. Aku bahkan tidak ingin melaksanakan tugasku di sini lagi. Namun, ketika menyadari bahwa meninggalkan tugasku adalah pengkhianatan terhadap Tuhan, aku merasa tidak nyaman, jadi, melalui doa, aku tidak jadi meninggalkan tugasku. Aku mengingat lagi beberapa bulan interaksiku dengan Li Ping. Dia seenaknya dalam melaksanakan tugasnya dan tidak menyelesaikan masalah nyata, wataknya juga sangat congkak; tidak mau menerima saran orang lain. Jika orang seperti ini terus bertanggung jawab atas pekerjaan video, dia hanya akan makin menghambat pekerjaan dan mengganggu jalan masuk kehidupan saudara-saudari. Aku tahu aku seharusnya melaporkan masalah Li Ping kepada para pemimpin, tetapi kemudian teringat bagaimana dia telah mengincarku selama waktu ini. Jika kulaporkan lagi masalahnya dan dia tahu, lalu siapa yang tahu bagaimana dia akan menyiksaku? Selain itu, semua orang bisa melihat masalah Li Ping, dan saudari-saudari lainnya tidak memberinya saran apa pun, jadi kupikir sebaiknya aku berhenti ikut campur. Terlebih lagi, Yang Min adalah pengawas pekerjaan video, dan dia sendirilah yang mengangkat Li Ping. Jika aku menulis surat untuk melaporkan masalah Li Ping, apakah Yang Min akan menangani masalah itu dengan adil ketika dia membacanya? Apakah mereka akan memberhentikanku, dan mengatakan bahwa aku sombong dan congkak, selalu mencari-cari kesalahan orang lain untuk mengganggu pekerjaan video? Bagaimana jika mereka mengeluarkanku dari gereja? Bukankah itu akan merusak kehidupan percayaku kepada Tuhan? Aku bahkan menghibur diri sendiri dengan membayangkan ketika para pemimpin menemukan masalah Li Ping, mereka akan menanganinya.
Tanpa diduga, saudari-saudariku di kelompok mulai mengasingkan dan menjauhiku. Bahkan Xia Yu, yang sering berinteraksi denganku, menjadi jauh dariku. Meski sudah berpikir keras, aku tidak bisa memahaminya, dan setiap hari aku merasa seolah ada batu besar menindih hatiku, membuatku sulit bernapas. Aku sering kali diam-diam sendirian meneteskan air mata, merasa sangat sengsara dan tidak berdaya. Suatu malam, Xia Yu diam-diam memberi tahu bahwa Li Ping memanfaatkan kepergianku ke pertemuan untuk mengatakan hal-hal yang merendahkanku di hadapan saudari-saudariku. Dia juga menyalahkanku atas semua pekerjaan video yang tidak mencapai hasil, meminta saudara-saudariku untuk menilaiku. Setelah dihasut oleh Li Ping, semua orang mulai waspada terhadapku. Setelah mendengar perkataan Xia Yu, untuk sekian lama hatiku tidak bisa tenang. "Hanya karena aku memberi Li Ping beberapa saran, dia menekan dan mengucilkanku. Sekarang tanpa sepengetahuanku, dia bahkan membentuk kubu-kubu untuk mengucilkanku. Bukankah dia hanya ingin menyiksaku? Orang ini sangat jahat!" Saat itu, aku menjadi sangat negatif dan keadaanku benar-benar buruk. Aku sangat takut jika ini berlanjut, aku benar-benar akan diberhentikan dan diusir. Kupikir, daripada disiksa olehnya, lebih baik aku mengundurkan diri dan mengambil tugas lain, jadi aku tidak perlu menghadapi lingkungan ini lagi. Namun, kemudian aku teringat akan tekad yang telah kubuat di hadapan Tuhan, bahwa aku pasti akan membuat video yang baik untuk bersaksi bagi Tuhan. "Apakah aku benar-benar akan melepaskan tugas ini?" Aku tidak mau menerima ini. Jika kulakukan, itu akan terlalu menyakiti Tuhan dan sama sekali tidak menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan. Aku merasa sangat terhilang dan tidak tahu bagaimana menghadapi lingkungan seperti ini. Di tengah rasa sakit dan tidak berdaya, aku berdoa kepada Tuhan, agar Dia dapat menuntunku dalam memahami kebenaran dan menemukan jalan penerapan.
Pada bulan Mei 2015, Rumah Tuhan mengeluarkan pengaturan kerja tentang cara mengenali antikristus dan pemimpin palsu. Setelah membaca ini lalu menggabungkannya dengan perilaku Li Ping, aku menyadari dia adalah pekerja palsu dan sedang menempuh jalan para antikristus. Aku membaca firman Tuhan: "Engkau semua mengatakan bahwa engkau mempertimbangkan beban Tuhan dan akan membela kesaksian gereja, tetapi siapakah di antaramu yang benar-benar mempertimbangkan beban Tuhan? Tanyakanlah kepada dirimu sendiri: Apakah engkau seseorang yang telah menunjukkan pertimbangan akan beban Tuhan? Dapatkah engkau menerapkan kebenaran untuk Tuhan? Dapatkah engkau berdiri dan berbicara bagi-Ku? Dapatkah engkau dengan teguh menerapkan kebenaran? Apakah engkau cukup berani untuk melawan semua perbuatan Iblis? Apakah engkau mampu menyingkirkan perasaanmu dan menyingkapkan Iblis demi kebenaran-Ku? Dapatkah engkau membiarkan maksud-maksud-Ku dipenuhi di dalam dirimu? Sudahkah engkau menyerahkan hatimu pada saat-saat paling krusial? Apakah engkau seseorang yang mengikuti kehendak-Ku? Tanyakanlah pertanyaan-pertanyaan ini kepada dirimu sendiri dan seringlah memikirkan tentang hal ini" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Perkataan Kristus pada Mulanya, Bab 13"). Selain itu, dalam "Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Umat Pilihan Tuhan pada Zaman Kerajaan," Tuhan berfirman: "Lakukan segala sesuatu yang bermanfaat bagi pekerjaan Tuhan dan bukan hal yang merugikan kepentingan pekerjaan Tuhan. Pertahankan nama Tuhan, kesaksian Tuhan, dan pekerjaan Tuhan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan). Setelah membaca firman Tuhan, aku memahami bahwa melindungi pekerjaan gereja dan kepentingan gereja adalah yang dituntut Tuhan dari kita, dan inilah tanggung jawab yang harus dipenuhi setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Selama waktu ini, aku melihat Li Ping sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata, juga menekan serta menyiksa orang, dan kemanusiaannya jahat. Aku takut disiksa dan diberhentikan, jadi aku tidak pernah berani menyingkapkan dan melaporkan masalahnya, dan tidak berani melawan kekuatan kegelapan. Seperti inikah caraku menjadi orang yang memperhatikan beban Tuhan? Aku sama sekali tidak melindungi hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau kepentingan gereja, dan hanya memikirkan kepentinganku sendiri. Aku begitu egois! Sekarang, rumah Tuhan telah mengeluarkan pengaturan kerja bagi kami untuk mengenali antikristus dan pemimpin palsu. Ada maksud Tuhan dalam hal ini, Tuhan juga sedang memberiku kesempatan untuk menerapkan kebenaran. Aku tidak boleh lagi dikekang oleh kekuatan kegelapan. Oleh karena itu, aku berdoa kepada Tuhan, "Ya Tuhan, Aku terus-menerus sengsara karena ditekan oleh Li Ping. Aku jelas punya pengenalan yang sebenarnya terhadap Li Ping, tetapi tidak berani menyingkapkan dan melaporkan masalahnya. Aku begitu pengecut, dan tidak memiliki sedikit pun rasa keadilan. Aku menimbulkan kebencian-Mu! Sekarang rumah Tuhan telah meminta kami untuk mengenali dan melaporkan antikristus serta pemimpin palsu. Aku tahu ada maksud-Mu dalam hal ini, dan aku bersedia mengandalkan-Mu untuk menerapkan kebenaran dan tidak lagi terkekang oleh kekuatan kegelapan." Setelah berdoa, aku merasa lebih tenteram, dan bertekad untuk menerapkan kebenaran.
Suatu hari, Saudari Zhuo Yue, yang bertanggung jawab atas pekerjaan Li Ping, memintaku untuk pergi ke pertemuan. Aku sangat bersemangat, dan merasa ini adalah kesempatan yang telah Tuhan persiapkan untukku. Aku harus melaporkan masalah Li Ping. Bahkan sebelum aku bisa membuka mulut, Zhuo Yue bertanya kepada kami, "Bagaimana Li Ping sebagai pemimpin tim video?" Aku berbicara tentang kinerja Li Ping. Dia memintaku untuk menuliskan semuanya, dan juga meminta anggota tim untuk menulis evaluasi mereka tentang Li Ping. Pada saat itu, aku begitu bersemangat sehingga aku hampir menangis. Aku merasa bahwa Tuhan telah mendengar doa-doaku dan membukakan jalan keluar untukku. Yang lebih tidak terduga lagi, setelah para saudari di tim membaca prinsip-prinsip yang relevan tentang mengenali pemimpin palsu dan antikristus, mereka juga menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan Li Ping. Kemudian, kami bersekutu dan bersama-sama mengenalinya, dan menuliskan kinerja Li Ping—kegagalannya melakukan pekerjaan nyata dan bagaimana dia mengacaukan serta mengganggu pekerjaan video—dan menyerahkannya kepada para pemimpin. Tak lama, para pemimpin tingkat atas memberhentikan Li Ping setelah mengetahui dan memeriksa situasinya. Beberapa waktu kemudian, Yang Min juga diberhentikan. Kami semua sangat bersemangat dan dari lubuk hati kami memuji Tuhan karena Dia begitu benar.
Kemudian, Saudari Ye Xin memimpin pekerjaan video. Dia sering membahas ide-ide produksi video dengan kami, dan mendorong kami untuk aktif bersekutu, berdiskusi, serta bebas menyampaikan apa yang ada di pikiran kami. Terkadang kami mengemukakan pendapat yang berbeda, dan selama itu sesuai, dia akan dengan senang hati menerimanya. Kami merasa lebih santai dan merdeka saat melaksanakan tugas dengan cara ini, dan aku sangat senang karena hasil yang kami capai dalam produksi video makin membaik. Setelah itu, aku sering teringat bagaimana jauh-jauh hari aku telah mengenali Li Ping sebagai orang yang tidak cocok untuk bertanggung jawab atas pekerjaan video, tetapi tidak berani melaporkan masalahnya. Watak rusak apa yang telah mengikatku? Kemudian, aku membaca firman Tuhan: "Ketika segala jenis orang jahat dan pengikut tetapi bukan orang percaya muncul serta memainkan berbagai peran sebagai setan-setan dan Iblis, menentang pengaturan kerja dan melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda, berbohong dan menipu rumah Tuhan; ketika mereka mengganggu dan mengacaukan pekerjaan Tuhan, melakukan hal-hal yang mempermalukan nama Tuhan dan menodai rumah Tuhan, yaitu gereja, engkau tidak melakukan apa pun selain marah ketika engkau melihatnya, tetapi engkau tidak mampu bangkit untuk menegakkan keadilan, menyingkapkan orang-orang jahat, menjunjung tinggi pekerjaan gereja, menangani orang-orang jahat ini, serta menghalangi mereka agar tidak mengganggu pekerjaan gereja dan menodai rumah Tuhan, yaitu gereja. Dengan tidak melakukan hal-hal ini, engkau telah gagal menjadi kesaksian. ... Jadi, apa sumber dari ketidakmampuanmu untuk menangani dan mengatasi orang jahat? Apakah karena kemanusiaanmu pada dasarnya pengecut dan penakut? Ini bukanlah sumber penyebab dan bukan esensi masalahnya. Esensi masalahnya adalah manusia tidak setia kepada Tuhan; mereka melindungi diri mereka sendiri, keamanan pribadi, reputasi, status, dan jalan keluar mereka sendiri. Ketidaksetiaan mereka diwujudkan dalam cara mereka selalu melindungi diri mereka sendiri, mundur seperti kura-kura yang masuk ke dalam tempurungnya setiap kali menghadapi sesuatu, dan menunggu sampai hal itu berlalu sebelum kembali menjulurkan kepala mereka. Apa pun yang mereka hadapi, mereka selalu berjalan seperti telur di ujung tanduk, memiliki banyak kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan, serta tidak mampu bangkit dan membela pekerjaan gereja. Apa masalahnya di sini? Bukankah itu berarti bahwa tidak ada iman? Engkau tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, engkau tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, dan engkau tidak percaya bahwa hidupmu dan segala yang kaumiliki berada di tangan Tuhan. Engkau tidak percaya pada apa yang Tuhan firmankan, 'Tanpa seizin Tuhan, Iblis tidak berani mengambil sehelai rambut pun di kepalamu.' Engkau mengandalkan matamu sendiri dan menilai fakta, engkau menilai segala sesuatu berdasarkan perhitunganmu sendiri, selalu melindungi dirimu sendiri. Engkau tidak percaya bahwa nasib orang berada di tangan Tuhan; engkau takut kepada Iblis, takut kepada kekuatan jahat dan orang jahat. Bukankah ini berarti bahwa tidak ada iman yang sejati kepada Tuhan? (Ya.) Mengapa tidak ada iman yang sejati kepada Tuhan? Apakah karena pengalaman orang-orang terlalu dangkal dan mereka tidak mampu memahami hal-hal ini, ataukah karena pemahaman mereka akan kebenaran terlalu sedikit? Apa alasannya? Apakah ini ada hubungannya dengan watak rusak manusia? Apakah karena orang-orang terlalu licik? (Ya.) Sebanyak apa pun hal-hal yang mereka alami, sebanyak apa pun fakta yang tersaji di hadapan mereka, mereka tidak percaya bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan, atau bahwa nasib orang berada di tangan Tuhan. Ini adalah salah satu alasannya. Alasan fatal lainnya adalah orang-orang terlalu memedulikan diri mereka sendiri. Mereka tidak bersedia membayar harga apa pun atau melakukan pengorbanan apa pun untuk Tuhan, untuk pekerjaan-Nya, untuk kepentingan rumah Tuhan, untuk nama-Nya, atau untuk kemuliaan-Nya. Mereka tidak bersedia melakukan apa pun yang mengandung bahaya sekecil apa pun. Orang-orang terlalu memedulikan diri mereka sendiri! Karena takut akan kematian, penghinaan, dijebak oleh orang-orang jahat, dan terjerumus ke dalam kesulitan apa pun, orang-orang berusaha sekuat tenaga untuk menjaga daging mereka sendiri, berusaha untuk tidak membiarkan diri mereka memasuki situasi berbahaya apa pun. Di satu sisi, perilaku ini memperlihatkan bahwa orang-orang terlalu licik, sementara di sisi lain, perilaku ini memperlihatkan sifat mereka yang mementingkan diri sendiri dan egois. Engkau tidak bersedia menyerahkan dirimu kepada Tuhan, dan ketika engkau berkata bahwa engkau bersedia mengorbankan dirimu untuk Tuhan, itu tidak lebih daripada sebuah keinginan. Ketika tiba saatnya untuk benar-benar maju dan memberi kesaksian tentang Tuhan, berperang melawan Iblis, dan menghadapi bahaya, kematian, serta berbagai kesulitan dan kesukaran, engkau tidak lagi bersedia. Keinginan kecilmu hancur, dan engkau berusaha sebisa mungkin untuk melindungi dirimu sendiri terlebih dahulu, setelah itu melakukan beberapa pekerjaan dangkal yang harus kaulakukan, pekerjaan yang dapat dilihat oleh semua orang. Pikiran manusia masih lebih cerdas daripada mesin: mereka tahu bagaimana beradaptasi, mereka tahu ketika mereka menghadapi masalah, tindakan mana yang berkontribusi pada kepentingan pribadi mereka dan mana yang tidak, dan mereka cepat menerapkan setiap metode yang mereka miliki. Akibatnya, setiap kali engkau menghadapi hal-hal tertentu, kepercayaanmu yang sedikit kepada Tuhan itu tidak mampu tetap teguh. ... Sebanyak apa pun masalah yang kauhadapi, engkau tidak dapat mengandalkan imanmu kepada Tuhan untuk melaksanakan kesetiaan dan tanggung jawabmu. Akibatnya, hasil akhirnya adalah engkau tidak memetik pelajaran apa pun. Dalam setiap keadaan yang telah Tuhan atur untukmu, dan ketika engkau telah berperang melawan Iblis, engkau selalu memilih untuk mundur dan melarikan diri. Engkau belum mengikuti jalur yang Tuhan tunjukkan atau tetapkan untuk kaualami. Jadi, di tengah peperangan ini, engkau kehilangan kebenaran, pemahaman, dan pengalaman yang seharusnya kauperoleh" (Firman, Jilid 6, Tentang Pengejaran akan Kebenaran, "Cara Mengejar Kebenaran (19)"). Setelah membaca firman Tuhan, hatiku terasa tertusuk. Aku adalah salah satu orang egois dan licik yang telah Tuhan singkapkan. Aku tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya. Ketika orang jahat mengganggu pekerjaan gereja, aku hanya mempertimbangkan kepentingan pribadiku, dan sama sekali tidak menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan. Aku dengan jelas melihat bahwa Li Ping membimbing pekerjaan video dengan cara yang melanggar prinsip-prinsip. Selain itu, dia congkak, sombong, dan berpegang pada ide-idenya sendiri, tidak pernah menerima saran masuk akal dari saudara-saudarinya dan terus-menerus menegur orang dengan sikap merendahkan, membuat mereka merasa terkekang. Dia benar-benar telah menghambat kemajuan pekerjaan produksi video. Aku bisa melihat masalahnya, tetapi karena takut menyinggungnya sehingga diserang serta dikucilkannya, aku pun tidak berani menyingkapkannya. Tuhan mengizinkan keadaan ini menimpaku. Maksud-Nya adalah agar aku belajar mengenali yang sebenarnya, sehingga ketika orang jahat mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, aku akan dapat menerapkan kebenaran, dan bangkit untuk menyingkapkan serta menghentikan mereka. Namun, meskipun aku telah menikmati penyiraman dan perbekalan dari begitu banyak firman Tuhan, ketika melihat orang jahat mengganggu pekerjaan gereja, aku mundur ke dalam cangkangku dan hanya berpikir untuk melindungi diri sendiri. Meskipun ingin melaporkan masalah Li Ping kepada para pemimpin, aku khawatir Yang Min akan menghadang surat laporan itu atau jika Li Ping mengetahuinya, dia akan menyiksaku lebih kejam lagi dan bahkan mungkin mengusirku dari gereja. Maka harapanku untuk diselamatkan dengan percaya kepada Tuhan akan padam sepenuhnya. Ketika memikirkan ini, aku menjadi takut akan segalanya, dan dipenuhi rasa waswas. Perilakuku ini bukan hanya karena sifat pengecut, gentar, dan takut, melainkan juga akibat naturku yang begitu egois dan licik. Aku terlalu melindungi diriku sendiri! Aku takut disiksa dan disingkirkan, jadi aku pun hanya mencari aman dan menutup mata. Aku bahkan berpikir, "Aku telah menyebutkan masalahnya kepadanya, tetapi dia tidak menerima. Aku telah berusaha sebaik-baiknya. Aku cukup menunggu para pemimpin tahu dan menanganinya. Dengan begitu, aku bisa menjaga diriku agar tidak disiksa orang jahat ini." Faktanya, Li Ping tidak melakukan pekerjaan nyata, menegur orang lain dengan merendahkan, dan menindas saudara-saudarinya. Aku tidak pernah menyingkapkan perbuatan jahat ini, dan tidak berani melaporkannya kepada para pemimpin atas, sehingga masalahnya sama sekali belum terselesaikan. Bagaimana bisa aku berkata telah berusaha sebaik-baiknya? Aku telah mengikuti falsafah Iblis tentang cara berinteraksi dengan orang lain seperti "Jika orang tidak memikirkan dirinya sendiri, langit dan bumi akan menghukumnya" dan "Orang yang bijaksana pandai melindungi diri, hanya berusaha untuk tidak membuat kesalahan," sehingga hidup dengan cara yang sangat egois, licin, dan licik. Aku hanya diam saat jelas-jelas menyaksikan Li Ping mengganggu pekerjaan video selama lebih dari enam bulan. Aku tidak melindungi pekerjaan gereja di masa-masa genting, bahkan melindungi diriku sendiri dengan membiarkan orang jahat terus merusak dan mengganggu pekerjaan gereja. Aku sama sekali tidak memiliki kesetiaan kepada Tuhan, dan menyisakan sebuah pelanggaran berat. Ketika merenungkan hal-hal ini, aku merasa sangat menyesal. Aku malu menghadap Tuhan, serta hanya bisa mencucurkan air mata penyesalan dan menyalahkan diri. Aku tidak ingin hidup dengan falsafah Iblis tentang cara berinteraksi dengan orang lain lagi.
Kemudian, aku membaca sebuah bagian firman Tuhan: "Apa sikap yang harus dimiliki orang dalam hal bagaimana memperlakukan seorang pemimpin atau pekerja? Jika apa yang pemimpin atau pekerja lakukan benar dan sesuai dengan kebenaran, engkau bisa menaati mereka; jika apa yang mereka lakukan salah dan tidak sesuai dengan kebenaran, engkau tidak boleh menaati mereka dan engkau dapat menyingkapkan mereka, menentang mereka serta mengajukan pendapat yang berbeda. Jika mereka tidak mampu melakukan pekerjaan yang nyata atau melakukan perbuatan jahat yang menyebabkan gangguan terhadap pekerjaan gereja, dan disingkapkan sebagai pemimpin palsu, pekerja palsu atau antikristus, maka engkau dapat mengidentifikasi, menyingkapkan dan melaporkan mereka. Namun, beberapa umat pilihan Tuhan tidak memahami kebenaran dan sangat pengecut; mereka takut ditindas dan disiksa oleh pemimpin palsu dan antikristus sehingga mereka tidak berani menjunjung tinggi prinsip. Mereka berkata, 'Jika pemimpin mengusirku, tamatlah riwayatku; jika dia membuat semua orang menyingkapkan atau meninggalkanku, aku tidak akan bisa lagi percaya kepada Tuhan. Jika aku diusir dari gereja, berarti Tuhan tidak akan menginginkanku dan tidak akan menyelamatkanku. Dan bukankah imanku selama ini menjadi sia-sia?' Bukankah pemikiran seperti itu tidak masuk akal? Apakah orang-orang semacam itu memiliki iman yang sejati kepada Tuhan? Apakah pemimpin palsu atau antikristus merepresentasikan Tuhan ketika mereka mengusirmu? Ketika pemimpin palsu atau antikristus menyiksa dan mengusirmu, ini adalah pekerjaan Iblis, dan tidak ada kaitannya dengan Tuhan; ketika orang dikeluarkan atau diusir dari gereja, hal ini hanya sesuai dengan maksud Tuhan jika ada keputusan bersama antara gereja dan semua umat pilihan Tuhan, dan jika pengeluaran atau pengusiran itu sepenuhnya sesuai dengan pengaturan kerja rumah Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan. Bagaimana mungkin diusir oleh pemimpin palsu atau antikristus berarti engkau tidak dapat diselamatkan? Ini adalah penganiayaan yang dilakukan Iblis dan antikristus, dan bukan berarti engkau tidak akan diselamatkan oleh Tuhan. Apakah engkau dapat diselamatkan atau tidak, itu tergantung pada Tuhan. Tidak ada manusia yang memenuhi syarat untuk memutuskan apakah engkau dapat diselamatkan oleh Tuhan atau tidak. Engkau harus jelas tentang hal ini. Dan memperlakukan pengusiranmu oleh seorang pemimpin palsu atau antikristus sebagai pengusiran oleh Tuhan—bukankah ini artinya engkau salah memahami Tuhan? Ya. Dan engkau bukan saja salah memahami Tuhan, tetapi juga pemberontakan terhadap Tuhan. Ini juga adalah semacam penghujatan terhadap Tuhan. Dan bukankah salah memahami Tuhan dengan cara seperti ini bodoh dan dungu? Ketika pemimpin palsu atau antikristus mengusirmu, mengapa engkau tidak mencari kebenaran? Mengapa engkau tidak mencari seseorang yang memahami kebenaran agar memperoleh kemampuan dalam mengenali? Dan mengapa engkau tidak melaporkan hal ini kepada pemimpin yang lebih tinggi? Ini membuktikan bahwa engkau tidak percaya bahwa kebenaranlah yang berkuasa di rumah Tuhan, ini memperlihatkan bahwa engkau tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, bahwa engkau bukanlah orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Jika engkau percaya akan kemahakuasaan Tuhan, mengapa engkau takut akan pembalasan dari pemimpin palsu atau antikristus? Dapatkah mereka menentukan nasibmu? Jika engkau mampu mengenali dan mendeteksi bahwa tindakan mereka bertentangan dengan kebenaran, mengapa tidak bersekutu dengan umat pilihan Tuhan yang memahami kebenaran? Engkau punya mulut, jadi mengapa engkau tidak berani angkat bicara? Mengapa engkau begitu takut kepada pemimpin palsu atau antikristus? Ini membuktikan bahwa engkau seorang pengecut, orang tidak berguna, antek Iblis" (Firman, Jilid 4, Menyingkapkan Antikristus, "Bab Tiga: Mereka Mengucilkan dan Menyerang Orang yang Mengejar Kebenaran"). Dari firman Tuhan, aku menyadari bahwa ada alasan lain mengapa aku selalu ragu-ragu, dan tidak berani melaporkan masalah Li Ping. Itu karena aku tidak memiliki iman kepada Tuhan dan tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya. Aku menganggap status pemimpin dan pekerja terlalu tinggi, dan berpikir bahwa pemimpin, pekerja, serta pengawaslah yang menentukan apakah aku dapat terus melaksanakan tugasku dan menerima keselamatan atau tidak. Oleh karena itu, ketika melihat pengawas dan pemimpin tim mengganggu pekerjaan video, aku hanya tutup mata, dan dengan hati-hati mencoba melindungi diriku sendiri. Aku takut jika menyinggung mereka, maka mereka akan mempersulitku, dan aku akan disiksa serta diberhentikan. Ketika ditekan oleh Li Ping, hatiku merasa sangat tertekan, dan harus diam-diam menahannya setiap hari, tetapi aku tetap tidak berani melaporkan masalah Li Ping. Aku takut Li Ping dan Yang Min akan mencari-cari kesalahanku lalu menyiksa serta mengusirku, sehingga aku tidak akan diselamatkan. Seolah apakah aku akan melanjutkan tugasku atau tidak, masa depanku, dan takdirku semua ada di tangan mereka. Faktanya, sekalipun mereka benar-benar telah memberhentikan dan mengusirku, aku bisa saja mencari saudara-saudari yang memahami kebenaran untuk bersekutu, dan melaporkan serta menyingkapkan perbuatan jahat mereka kepada para pemimpin atas. Rumah Tuhan pasti akan menanganinya dengan adil. Namun, meskipun belum diberhentikan dan diusir, aku tetap saja sangat ketakutan, dan tidak berani menyampaikan atau melaporkan masalah mereka. Aku sama sekali tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan. Bukankah aku yang Tuhan sebut pengecut, tidak berguna, budak Iblis? Tuhan telah bersekutu dengan sangat jelas tentang prinsip-prinsip bagaimana memperlakukan pemimpin dan pekerja. Ketika pemimpin dan pekerja melakukan hal yang benar dan sesuai dengan kebenaran, aku harus setuju dan menerima; jika mereka melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran dan yang melanggar prinsip-prinsip, kita dapat bersekutu dan menunjukkannya, yang akan membantu mereka. Jika para pemimpin dan pekerja tidak menerima ini dan terus mengganggu pekerjaan gereja serta menekan orang, kita harus menyingkapkan perbuatan jahat mereka sesuai dengan firman Tuhan. Kita juga dapat melaporkannya kepada para pemimpin atas sampai masalahnya terselesaikan. Ini adalah tanggung jawab yang harus kita penuhi. Sebelumnya aku percaya bahwa ketika pemimpin atau pengawas memberi saran atau memangkas kami, entah benar atau salah, kita harus menerima itu sebagai dari Tuhan lalu tunduk, jika kita tidak menerimanya dan mencoba membantahnya, kita akan terlihat congkak dan tak bernalar. Aku melihat bahwa pemahamanku begitu konyol! Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa menaati pemimpin atau pengawas berarti tunduk pada kebenaran. Tuhan menyuruh kita untuk melihat dan memperlakukan orang serta berbagai hal sesuai dengan firman Tuhan. Hanya hal inilah yang sesuai dengan kebenaran. Dengan mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran, kau mungkin akan ditekan dan disiksa oleh antikristus dan orang jahat, atau bahkan diusir oleh mereka, tetapi ini bukan berarti kau telah diusir oleh gereja atau disingkirkan Tuhan, juga bukan berarti kau tidak punya kesempatan menerima keselamatan. Ketika para antikristus dan orang jahat melakukan kejahatan, cepat atau lambat mereka akan disingkapkan dan ditangani. Terlebih lagi, gereja mengangkat atau memberhentikan orang berdasarkan perilaku konsisten mereka, dan keputusan dibuat setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh berdasarkan evaluasi sebagian besar saudara-saudari. Keputusan tidak bergantung pada satu pemimpin atau pekerja tertentu. Rumah Tuhan bertindak menurut prinsip-prinsip kebenaran. Kudengar dari Saudari Ye Xin, sang pengawas, bahwa Li Ping terus-menerus berusaha memberhentikanku. Namun, dengan menyelidiki yang sebenarnya mereka mendapati bahwa apa yang dikatakan Li Ping tidak benar, dan menemukan bahwa Li Ping tidak melakukan pekerjaan nyata, selain masalah-masalah lainnya. Aku menyadari bahwa di rumah Tuhan, kebenaran dan keadilan berkuasa. Hal ini membuatku menyadari bahwa antikristus atau orang jahat tidak dapat melakukan apa pun terhadapku tanpa izin Tuhan. Aku telah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, tetapi tidak melihat orang atau berbagai hal berdasarkan firman Tuhan, dan tidak bertindak menurut prinsip-prinsip. Ketika kekuatan jahat mengganggu pekerjaan gereja dan mencelakai saudara-saudariku, aku tidak menerapkan kebenaran untuk melindungi pekerjaan gereja. Sebaliknya, aku membiarkan pemimpin palsu melakukan perbuatan jahat dan merugikan rumah Tuhan. Bukankah aku bertindak sebagai kaki tangan Iblis? Jika aku tetap tidak bertobat, pada akhirnya aku akan disingkirkan oleh Tuhan, dan ini akan ditentukan oleh watak benar Tuhan. Saat merenungkan pengalaman-pengalaman ini, aku jadi memahami perhatian Tuhan yang sangat besar dalam menetapkan keadaan ini. Itu semua memang sangat bermanfaat bagi jalan masuk kehidupanku, dan hatiku dipenuhi rasa syukur kepada Tuhan. Aku juga merasa bersalah dan berutang atas pelanggaran yang telah kulakukan karena tidak menerapkan kebenaran. Aku berdoa dalam hati kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu atas keadaan yang telah Kau tetapkan bagiku. Sebelumnya, aku melewatkan banyak kesempatan untuk menerapkan kebenaran. Aku bersedia bertobat, dan berusaha menjadi orang yang memiliki rasa keadilan yang menerapkan kebenaran dan melindungi pekerjaan gereja."
Kemudian aku membaca satu bagian firman Tuhan dan sangat tersentuh. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Begitu kebenaran telah menjadi kehidupan di dalam dirimu, saat engkau mengamati ada orang yang menghujat Tuhan, yang tidak takut akan Tuhan, dan asal-asalan saat melakukan tugas mereka, atau yang mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja, engkau akan menanggapinya berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, dan akan mampu mengidentifikasi serta mengungkapkannya bila perlu. ... Jika engkau adalah orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan, maka meskipun engkau belum memperoleh kebenaran dan hidup, setidaknya engkau akan berdiri di pihak Tuhan dalam berbicara dan bertindak; setidaknya, engkau tidak akan berpangku tangan ketika engkau melihat kepentingan rumah Tuhan dirugikan. Jika engkau merasa terdorong untuk berpura-pura tidak tahu, engkau akan merasa bersalah dan tidak nyaman, serta akan berkata dalam hatimu, 'Aku tidak boleh diam dan tidak melakukan apa pun, aku harus mengambil sikap dan mengatakan sesuatu, aku harus bertanggung jawab, aku harus menyingkapkan perilaku jahat ini, aku harus menghentikannya agar kepentingan rumah Tuhan tidak dirugikan, dan kehidupan bergereja tidak terganggu.' Jika kebenaran telah menjadi hidupmu, engkau tidak hanya akan memiliki keberanian dan tekad ini, juga tidak hanya akan mampu memahami masalah ini sepenuhnya, tetapi engkau juga akan melaksanakan tanggung jawab yang harus kautanggung untuk pekerjaan Tuhan dan untuk kepentingan rumah-Nya, dan dengan demikian tugasmu akan terpenuhi" (Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"). Dari firman Tuhan, aku memahami bahwa hati seseorang yang sungguh-sungguh mengejar kebenaran akan tertuju kepada Tuhan. Ketika berbagai hal menimpanya, mereka dapat tetap berpihak pada Tuhan dan kebenaran. Ketika melihat orang lain mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, mereka tidak mengabaikannya, tetapi melepaskan kepentingan pribadi dan bertindak menurut prinsip-prinsip untuk melindungi pekerjaan gereja. Sedangkan mengenai hal-hal yang merugikan kepentingan gereja, mereka dapat menerapkan kebenaran untuk menyingkapkan dan menghentikannya. Mereka berani dalam melawan kekuatan jahat, dan dapat memenuhi tanggung jawabnya untuk melindungi kepentingan gereja. Hanya orang-orang seperti inilah yang mengejar kebenaran dan memiliki hati nurani serta nalar. Dalam hati, kuperingatkan diriku sendiri jika aku kembali mengetahui ada pemimpin dan pekerja palsu di gereja yang tidak melakukan pekerjaan nyata, atau orang yang melakukan hal-hal yang melanggar prinsip-prinsip yang merugikan pekerjaan gereja, aku tidak akan menjadi seorang penyenang orang yang berusaha melindungi diri sendiri. Sebaliknya, aku akan menunjukkan masalah mereka, dan jika mereka tidak menerima ini, aku harus memiliki rasa keadilan untuk melaporkannya kepada para pemimpin atas sampai masalahnya terselesaikan. Hanya dengan cara inilah aku akan memenuhi tanggung jawabku. Suatu kali, aku kebetulan mendengar bahwa seorang saudari lain di gereja juga telah ditekan oleh Li Ping. Setelah mengetahui tentang saudari yang ditekan oleh Li Ping itu, aku melihat bahwa watak rusak Li Ping sama sekali tidak berubah meskipun telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, dan bahwa dia akan menekan dan menyiksa siapa pun yang menyenggol kepentingannya. Terlebih lagi, dia memiliki kemanusiaan yang jahat, membenci kebenaran, dan memiliki watak antikristus yang sangat serius. Jika orang seperti ini tinggal di gereja, mereka hanya akan mengganggu pekerjaan dan merugikan saudara-saudarinya. Oleh karena itu, aku menyerahkan laporan rinci kepada para pemimpin tentang perilaku Li Ping yang menekan dan menyiksa orang, dan fakta-fakta perbuatan jahatnya. Aku berharap mereka akan menanganinya sesuai dengan prinsip-prinsip. Tak lama, para pemimpin membalas suratku dan mengatakan bahwa Li Ping telah ditangkap polisi. Meskipun dia telah dibebaskan, dia masih dalam pengawasan polisi. Mereka sudah mengumpulkan bukti perbuatan jahat Li Ping dan akan menanganinya sesuai dengan prinsip-prinsip. Ketika membaca balasan dari para pemimpin, aku merasa sangat tenteram. Setelah itu, setiap kali aku melihat pemimpin atau pekerja melakukan hal-hal yang tidak pantas atau melanggar prinsip-prinsip, aku tidak lagi gentar dan begitu saja mematuhi mereka. Sebaliknya, aku menyampaikan itu kepada mereka sesuai dengan firman Tuhan.
Meskipun aku menderita beberapa kesulitan dalam pengalamanku disiksa dan ditekan oleh orang jahat, aku memperoleh pemahaman tentang esensi antikristus dan orang jahat yang membenci kebenaran. Aku juga benar-benar melihat bahwa Tuhan mengendalikan segalanya, dan bahwa masa depan serta nasibku juga ada di tangan Tuhan. Aku juga benar-benar mengalami bahwa kebenaran berkuasa di rumah Tuhan, dan semua karakter negatif yang melakukan kejahatan dan mengganggu pekerjaan gereja akan ditangani dengan adil. Aku dapat mencapai kemajuan dan pemahaman ini berkat hasil dari firman Tuhan. Syukur kepada Tuhan!
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Oleh Saudari Zhao Ming, TiongkokPada bulan April 2011, aku harus menggantikan tempat seorang pemimpin bernama Yao Lan di sebuah gereja di...
Oleh Saudari An Xin, TiongkokPada tanggal 4 Juli, 2018, ketua yang bekerja sama denganku, Ding Jie, dibuntuti dan ditangkap. Aku sangat...
Oleh Saudari Zhou Yuan, TiongkokTuhan Yang Mahakuasa berkata: "Sekarang adalah waktunya Aku menentukan akhir setiap orang, bukan tahap di...
Oleh Saudara Li Fan, Korea Beberapa bulan lalu, aku mengalami hal serupa. Aku menerima surat dari gereja kampung halamanku meminta evaluasi...