Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Tuhan Adalah Kekuatanku

3138

Oleh Saudari Jingnian, Kanada

Aku telah mengikuti kepercayaan keluargaku kepada Tuhan sejak aku masih kecil, dan sering membaca Alkitab serta menghadiri pertemuan-pertemuan. Setelah menikah, aku meneruskan injil Tuhan Yesus kepada ibu mertuaku, dan setelah ibu mertuaku mulai percaya kepada Tuhan, dia tidak lagi hilang kesabaran ketika hal-hal terjadi atau bertindak sepenuhnya atas dorongannya sendiri dalam hal-hal yang dilakukannya, dan relasi dalam keluarga kami mulai membaik. Suamiku melihat perubahan dalam diri ibunya, maka dia juga mulai percaya kepada Tuhan pada tahun 2015, dan pergi ke gereja bersamaku setiap minggu. Ketika aku melihat bahwa keluarga terasa damai setelah menerima injil Tuhan, aku menyadari bahwa ini adalah kasih karunia Tuhan, dan aku bersyukur kepada Tuhan dari lubuk hatiku.

Pada suatu hari di bulan Februari 2017, ketika aku sedang bekerja, seorang pelanggan perempuan melihatku dan menjadi sangat senang. Dia menarikku ke samping dan berkata: "Engkau terlihat sangat mirip dengan seorang temanku. Bolehkah aku mengenalkanmu kepadanya? Dia baru saja datang ke Kanada dan tidak kenal siapa-siapa, jadi jika engkau ada waktu, akan bagus jika kalian bisa mengobrol." Aku sangat terkejut mendengar ini, dan berpikir: Mungkinkah hal seperti ini terjadi? Apakah temannya benar-benar mirip denganku? Namun, aku menyadari segala hal membawa maksud baik Tuhan, dan bahwa membantu sesama dengan penuh kasih juga merupakan salah satu ajaran Tuhan, maka aku menyetujui permintaannya. Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan temannya bernama Xiao Han. Xiao Han memang terlihat sangat mirip denganku. Orang yang melihat kami bertanya apakah kami saudari kembar. Aku tidak tahu apakah itu karena kami terlihat begitu mirip atau karena pengaturan Tuhan ada di balik semua ini, tetapi ketika aku melihatnya, aku segera merasa sangat dekat dengannya. Setelah beberapa pertemuan dengannya, kami seperti saudari yang bisa berbicara tentang apa pun. Yang paling mengejutkanku adalah bahwa melalui Xiao Han, aku mendengar injil tentang Tuhan Yesus yang datang kembali pada akhir zaman …

Pada suatu hari, Xiao Han mengajakku ke rumah bibinya, di mana bibinya mengajari kami injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa. Dia meminta kami membaca firman yang disampaikan oleh Tuhan pada akhir zaman, dan bersekutu dengan kami tentang kehendak Tuhan dalam penciptaan Adam dan Hawa, pemikiran dan maksud Tuhan ketika Dia memanggil Nuh untuk membangun bahtera, bagaimana hati Tuhan sakit ketika Dia menghancurkan manusia pada zaman Nuh, dan seterusnya. Dia mengatakan bahwa misteri-misteri ini semuanya dinyatakan dalam firman Tuhan yang disampaikan pada akhir zaman, dan bahwa tanpa semua itu, tidak seorang pun dapat mengerti misteri-misteri ini. Aku percaya kepadanya, sebab hanya Tuhan sendirilah yang dapat menjelaskan pemikiran-pemikiran di balik tindakan-tindakan-Nya. Seandainya Tuhan tidak datang secara pribadi untuk berfirman dan bekerja, siapa lagi yang dapat dengan gamblang menjelaskan pemikiran dan maksud Tuhan? Aku sangat tertarik pada firman Tuhan, dan memutuskan untuk secara serius menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Sementara aku menyelidiki, aku mengajukan banyak pertanyaan yang tidak aku mengerti ketika aku membaca Alkitab, dan bibinya Xiao Han memberiku jawaban berdasarkan firman Tuhan Yang Mahakuasa. Jawaban-jawaban itu sangat menyeluruh, dan jelas serta dapat kumengerti. Semakin banyak aku membaca firman Tuhan, pertanyaan-pertanyaan dan kebingungan di hatiku terjawab sedikit demi sedikit, dan aku mengerti bahwa pekerjaan Tuhan pada akhir zaman adalah pekerjaan penghakiman melalui firman-Nya yang menggenapi nubuat dalam Alkitab bahwa "Penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17)). Tahap pekerjaan Tuhan ini adalah sebuah peningkatan dan pendalaman dari pekerjaan Tuhan Yesus, dan merupakan tahap terakhir dari pekerjaan Tuhan pada akhir zaman untuk menyucikan umat manusia dan menyelamatkan umat manusia. Setelah menyelidiki selama beberapa waktu, aku yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, aku dengan senang hati menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan mulai menghadiri pertemuan-pertemuan dengan saudara-saudari.

Suatu pagi, sekitar tiga bulan kemudian, aku bertemu dengan saudari-saudariku seperti biasanya, ketika tiba-tiba telepon selulerku mulai berbunyi. Aku membukanya dan melihat sebuah notifikasi bahwa seseorang sedang berusaha menemukan posisiku dengan memakai iPhone-ku. Aku sangat terkejut, dan aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi segera setelah itu, suamiku mengirimkan sebuah pesan WeChat kepadaku menanyakan, "Kau ada di mana?" Sementara aku melihat pesan itu, aku ragu-ragu, sebab aku ingat bahwa suamiku pergi ke sebuah pertemuan gereja lebih dari sebulan lalu dan memberitahukan kepadaku bahwa pastor telah mengatakan banyak hal negatif mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan memperingatkan orang-orang percaya untuk waspada dan tidak menjalin kontak apa pun dengan orang-orang yang mengikuti Kilat dari Timur. Pada waktu itu, aku takut bahwa suamiku akan dibingungkan oleh pastor dan para penatua, dan bahwa rumor mereka akan membuat suamiku memusuhi Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Aku ingin menunggu sampai aku lebih memahami tentang kebenaran itu dan dapat dengan lebih baik bersaksi tentang pekerjaan Tuhan pada akhir zaman untuk mengabarkan injil kepada suamiku, sehingga aku tidak pernah berani untuk memberitahukan kepadanya mengenai pertemuan-pertemuanku dengan saudari-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Sembari berpikir demikian, aku membalas pesannya, "Aku sedang dalam perjalanan ke tempat kerja." Namun, ketika aku memikirkan tentang hal ini lagi, aku merasa bahwa ada sesuatu yang salah, "Dia tidak pernah mengirimiku pesan pada waktu seperti ini. Mengapa dia tiba-tiba mengirimiku pesan hari ini untuk bertanya aku di mana? Apa yang sedang terjadi?"

Ketika aku pulang dari kerja malam itu, aku melihat suamiku duduk di tempat tidur dan menatapku dengan pandangan marah. Suamiku telah menemukan kitab-kitab firman Tuhan yang kusembunyikan di rumah dan menaruhnya di atas meja. Aku sangat terkejut melihat semuanya ini, tetapi sebelum aku punya waktu untuk berpikir tentang bagaimana harus bereaksi, suamiku menanyaiku, "Sejak kapan kau percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa? Ada banyak berita daring yang negatif tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, tidakkah engkau tahu itu? Engkau berbohong kepadaku hari ini. Engkau tidak sedang dalam perjalanan ke tempat kerja pagi ini. Di mana engkau?" Aku menjawabnya, dengan agak marah, "Jadi kaulah yang membuat teleponku memperingatkanku pagi ini bahwa seseorang sedang berusaha melacakku!" Dia menjawab, "Saat sedang istirahat kerja pagi ini, aku ingin tahu kau ada di mana, maka aku mencari posisimu dan menemukan bahwa kau tidak berada di tempat yang kau katakan." Dia melunakkan nada bicaranya dan melanjutkan, "Pemerintahan Tiongkok mengatakan batas-batas antara laki-laki dan perempuan tidak jelas di antara orang yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, dan ada juga banyak informasi yang lebih negatif. Bisakah engkau tidak berhubungan dengan mereka lagi? Akan jauh lebih baik bila engkau pergi ke pertemuan-pertemuan gereja saja, dan aku dapat pergi bersamamu setiap minggu. Mengapa engkau berhubungan dengan mereka?" Setelah dia selesai, dia membuka internet dan menemukan banyak informasi negatif tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa untuk kubaca. Setelah membaca rumor-rumor tak berdasar ini, aku sangat marah, dan berkata, "Orang-orang ini sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Mengapa mereka berkomentar tentangnya? Kata-kata ini sepenuhnya tak berdasar, hanya kabar angin. Ini adalah kebohongan dan rumor. Sama sekali tak bisa dipercaya! Dalam beberapa bulan terakhir, aku telah bersama saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan apa yang sudah kulihat adalah bahwa mereka berpakaian dengan cara yang sederhana dan jujur, dan mereka berbicara dan berperilaku dengan cara yang bermartabat. Saudara-saudari mereka menghormati batas-batas dan berprinsip dalam interaksi mereka. Mereka sama sekali tidak seperti rumor yang PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan para pastor serta penatua sebarkan. Ketetapan administratif untuk Zaman Kerajaan yang dikeluarkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas menyatakan, 'Manusia memiliki watak yang rusak dan, selain itu, ia memiliki emosi. Oleh karena itu, sangat dilarang bagi dua orang anggota yang berlainan jenis kelamin untuk bekerja bersama-sama ketika melayani Tuhan. Bila ada yang ketahuan melakukannya akan dikeluarkan, tanpa pengecualian—dan tidak seorang pun yang dikecualikan' ("Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Orang Pilihan Tuhan di Zaman Kerajaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Tuhan itu kudus dan benar, dan tidak ada yang lebih membuatnya jijik kecuali ketika orang terlibat dalam perzinahan. Jadi, Tuhan telah mengeluarkan ketetapan administratif yang ketat bagi umat pilihan-Nya, dan siapa pun yang melanggarnya akan diusir dari gereja. Saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa sepenuhnya patuh pada ketetapan administratif Tuhan, dan tidak seorang pun berani melanggarnya. Inilah yang secara pribadi kulihat dan kualami. Rumor yang disebarkan oleh PKT dan para pastor dan penatua bahwa batasan antara laki-laki dan perempuan di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tidak jelas, itu tidak lain hanyalah rumor dan fitnah!" Namun, apa pun yang kukatakan, suamiku tidak mendengarkan, dan dia bersikeras agar aku tidak lagi bertemu dengan saudara-saudariku. Aku mulai merasa negatif ketika aku melihat sikap keras kepala suamiku, sebab di sini di luar negeri aku hanya mengenal suamiku dan aku tidak ingin bertengkar dengannya. Di sisi lain, aku takut bahwa dia akan memberi tahu keluargaku di Tiongkok dan pastor, yang akan membuatku berada dalam masalah yang lebih besar. Jadi, ketika dia menegaskan bahwa aku tidak boleh datang ke pertemuan-pertemuan, aku setuju, tetapi aku mengatakan bahwa aku ingin terus membaca firman Tuhan di rumah, dan dia setuju. Dan demikianlah, badai itu mereda untuk saat itu.

Ada banyak hal yang tidak kumengerti ketika aku membaca firman Tuhan di rumah, sehingga aku memakai telepon selulerku untuk menghubungi saudariku ketika suamiku berada di tempat kerja, yang memungkinkanku melanjutkan pertemuan-pertemuanku dengan saudari-saudariku. Aku juga memberi tahu saudariku tentang bagaimana suamiku memintaku untuk tidak lagi pergi ke pertemuan, dan setelah itu saudari itu membacakan sebuah bagian firman Tuhan bagiku, "Dalam setiap tahap pekerjaan yang Tuhan lakukan di dalam diri orang, dari luar pekerjaan itu terlihat seperti interaksi antara orang-orang, seolah-olah lahir karena pengaturan manusia, atau muncul dari campur tangan manusia. Namun, di balik layar, setiap tahap pekerjaan, dan semua yang terjadi, adalah pertaruhan yang Iblis buat di hadapan Tuhan, dan orang-orang harus berdiri teguh dalam kesaksian mereka bagi Tuhan. Misalnya, ketika Ayub diuji: Di balik layar, Iblis bertaruh dengan Tuhan, dan yang terjadi kepada Ayub adalah perbuatan manusia, dan campur tangan manusia. Di balik setiap tahap yang Tuhan lakukan di dalam dirimu, terdapat pertaruhan antara Iblis dengan Tuhan—di balik semua itu ada pertempuran …. Ketika Tuhan dan Iblis bertempur di alam rohani, bagaimanakah seharusnya engkau memuaskan Tuhan, dan bagaimanakah cara agar engkau berdiri teguh dalam kesaksianmu bagi-Nya? Engkau harus tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi kepadamu adalah sebuah ujian besar dan merupakan saat ketika Tuhan membutuhkan engkau untuk menjadi kesaksian" ("Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Saudariku menjelaskan, "Ketika kita menghadapi lingkungan semacam itu hampir seketika setelah menerima Tuhan Yang Mahakuasa, dari luar hal itu tampaknya bahwa keluarga kita menghentikan kita dan tidak membiarkan kita pergi ke pertemuan-pertemuan, tetapi jika kita melihat masalah itu melalui firman Tuhan, gangguan Iblis ada di balik semua ini, sebab ini adalah sebuah pertempuran rohani. Tuhan ingin menyelamatkan kita, tetapi Iblis tidak ingin membiarkan itu terjadi, maka ia mengikuti di belakang Tuhan untuk mengganggu kita, dan memakai orang-orang di seputar kita untuk menghentikan kita datang ke hadapan Tuhan. Tujuan Iblis adalah menghancurkan relasi normal kita dengan Tuhan, membuat kita merasa negatif dan lemah sehingga kita meninggalkan dan mengkhianati Tuhan, dan akhirnya kembali berada dalam kekuasaannya dan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan oleh Tuhan. Jadi, kita harus belajar membedakan, melihat hal-hal menurut firman Tuhan, memahami tipu muslihat Iblis, lebih banyak berdoa dan mengandalkan Tuhan, memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, dan melihat tindakan-tindakan Tuhan melalui iman kita!" Setelah mendengar firman Tuhan dan persekutuan saudariku, aku tiba-tiba menyadari, "Suamiku memintaku berhenti untuk percaya kepada Tuhan dan mengikuti Tuhan karena Iblis memakai dirinya untuk menggangguku dan membuatku mengkhianati Tuhan, yang merupakan ujian yang sama yang dialami oleh Ayub. Iblis mencoba segala cara yang diketahuinya untuk mencobai Ayub. Iblis membuatnya kehilangan kekayaannya yang amat besar dan kawanan ternak dan dombanya, membuat sekujur tubuhnya dipenuhi bisul busuk, lalu juga memakai teman-teman Ayub untuk mengganggu dan menyerangnya, dan bahkan memakai istrinya untuk mencobai Ayub agar meninggalkan Tuhan dan mati. Dengan congkak Iblis mencoba untuk menghancurkan iman Ayub kepada Tuhan dan membuatnya mengingkari dan menolak Tuhan. Iblis benar-benar jahat dan keji!" Ketika aku berpikir tentang hal ini, hatiku penuh dengan kebencian terhadap Iblis, tetapi kemudian aku berpikir, "Walaupun Iblis secara membabi-buta berusaha untuk menghancurkan Ayub, ia tidak akan pernah membahayakan Ayub kecuali Tuhan mengizinkannya melakukan hal itu, maka tidakkah itu berarti bahwa yang sedang kualami juga ada dalam tangan Tuhan? Asalkan aku benar-benar mengikuti Tuhan dan mengandalkan Tuhan, Tuhan pasti akan menuntunku untuk mengatasi godaan-godaan Iblis." Pemikiran itu memberiku iman yang lebih besar pada Tuhan, dan aku jadi bertekad kuat untuk tetap berhubungan dengan para saudariku dan meneruskan pertemuan-pertemuanku dan persekutuan melalui telepon selulerku.

Pada suatu malam, aku meletakkan teleponku di atas meja, dan aku tidak membayangkan bahwa suamiku akan mengambilnya dan memeriksa catatan pembicaraanku dengan saudariku. Dengan amat marah, dia berkata kepadaku, "Engkau masih berhubungan dengan mereka, dan pembicaraan kalian berlangsung selama dua jam." Kemudian, dia menunjukkan kepadaku lebih banyak informasi negatif dari internet. Dia juga menggunakan berbagai cara untuk mengawasiku dan mencegahku agar tidak berhubungan dengan saudariku di teleponku. Aku kehilangan kehidupan gerejaku lagi, dan tidak dapat memperoleh bantuan dari saudariku. Setelah itu, suamiku terus mengirimiku rumor-rumor yang ditemukannya di internet, dan mengganggu serta menghalangiku untuk menjalin hubungan apa pun dengan saudara-saudariku. Pembatasan dan gangguan suamiku membuatku sedih, dan secara tak sadar aku kembali mulai merasa lemah, "Mengapa suamiku sangat menentang kepercayaanku kepada Tuhan? Aku hanya ingin percaya kepada Tuhan, mengapa ini begitu sulit? Kapan aku dapat percaya kepada Tuhan tanpa begitu banyak gangguan? Apakah ini akan menjadi kehidupanku mulai dari sekarang?" Ketika berpikir tentang hal itu, aku berusaha untuk menghentikan jatuhnya air mataku, tetapi aku tak dapat, dan aku merasa sangat kesepian dan tak berdaya. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan, dan tak terhitung lagi berapa kali aku menangis karena perasaan itu. Dalam kepedihanku, satu-satunya yang bisa kulakukan adalah berdoa kepada Tuhan, "Tuhan! Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan menghadapi pembatasan suamiku, aku tidak tahu bagaimana harus menjalani ini, tetapi aku percaya bahwa seperti apa pun keadaannya, Engkau memiliki maksud baik-Mu. Aku memohon bimbingan-Mu dan iman untuk menjalani ini."

Secara ajaib, tepat saat aku berdoa, aku menerima dua bagian firman Tuhan dari saudariku, "Iblis sedang berperang dengan Tuhan dan selalu mengikuti di belakang Dia. Tujuannya adalah untuk menghancurkan semua pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan, untuk merasuki dan mengendalikan orang-orang yang Tuhan inginkan, untuk sepenuhnya memusnahkan orang-orang yang Tuhan inginkan. Jika mereka tidak dimusnahkan, mereka dikuasai Iblis untuk digunakan olehnya—inilah tujuannya" ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Engkau harus memiliki keberanian-Ku di dalam dirimu dan mempunyai prinsip ketika menghadapi kerabat yang tidak percaya. Tetapi demi Aku, engkau juga tidak boleh menyerah pada kekuatan gelap apa pun. Andalkan hikmat-Ku untuk berjalan dengan cara yang sempurna; jangan biarkan konspirasi Iblis menguasai. Kerahkan segala usahamu untuk menempatkan hatimu di hadapan-Ku, maka Aku akan menghiburmu dan memberimu kedamaian dan kebahagiaan di hatimu" ("Bab 10, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Melalui firman Tuhan, aku beroleh beberapa pemahaman mengenai niat jahat Iblis. Tuhan bekerja untuk menyelamatkan manusia, sedangkan Iblis berusaha menghancurkan pekerjaan Tuhan dan bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan manusia, sehingga ia menyebarkan beragam rumor di Internet untuk membingungkan dan menipu manusia, dan juga memakai keluarga kita untuk mencegah dan mengganggu kita dan membuat kita tidak mungkin untuk datang ke hadapan Tuhan dan diselamatkan. Suamiku dibutakan oleh rumor yang disebarkan oleh Iblis sebab dia tidak tahu kebenaran, dan itulah sebabnya dia berusaha mencegahku agar tidak percaya kepada Tuhan, dan Iblis juga memanfaatkan kelemahanku untuk membelenggu dan membahayakan diriku. Iblis tahu kelemahan fatalku yang adalah kasih sayang romantis, sehingga dia menyerangku melalui kasih sayangku kepada suamiku, membuatku memilih untuk mempertahankan kedamaian keluargaku oleh karena perhatianku pada perasaan-perasaan kedaginganku dan menyerah untuk mengikuti Tuhan, dan karenanya membuatku meninggalkan jalan yang benar dan kehilangan kesempatanku untuk diselamatkan oleh Tuhan. Iblis benar-benar keji! Pada waktu yang sama, aku merasa Tuhan menghiburku dengan firman-Nya, mendorongku untuk tidak menyerah pada kekuatan gelap si Iblis, dan menunjukkan kepadaku jalan penerapannya. Tuhan berfirman, "Andalkan hikmat-Ku untuk berjalan dengan cara yang sempurna." Dalam keadaanku saat itu, bagaimana aku dapat memakai kebijaksanaan ekstra yang Tuhan berikan untuk menghadiri pertemuan? Aku ingat bahwa terakhir suamiku memakai teleponku untuk melacakku, sehingga aku tidak dapat pergi ke rumah saudariku lagi, dan aku tidak dapat memakai teleponku untuk melakukan pertemuan dengannya tetapi aku dapat pergi ke pujasera yang dikunjungi saudariku di mal. Jika suamiku bertanya lagi, aku bisa mengatakan bahwa aku sedang berbelanja di mal. Maka, dengan bimbingan Tuhan, aku bisa bertemu dengan saudariku lagi. Setelah itu, begitu saudariku mengerti kesulitan-kesulitanku, dia membagikan firman Tuhan kepadaku, dan menghibur serta menguatkanku. Begitu aku memahami kebenaran, sikap negatifku dengan segera terselesaikan.

MediaTerkait