Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

VIII. Perbedaan Antara Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia

2. Apa perbedaan antara pekerjaan orang yang dipakai oleh Tuhan dan pekerjaan para pemimpin agama?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Dan Yesus menjawab dan berkata kepadanya: ... Dan Aku juga berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan membangun gereja-Ku; dan gerbang neraka tidak akan bisa menguasainya. Aku akan memberikan kepada-Mu kunci-kunci Kerajaan Surga: apa pun yang engkau ikat di bumi akan terikat di surga: dan apa pun yang engkau lepaskan di bumi akan terlepas di sorga" (Matius 16:17-19).

"Celakalah para gembala Israel yang memberi makan diri mereka sendiri! Bukankah para gembala harus memberi makan kawanan domba itu? Engkau memakan lemaknya, dan engkau mengenakan pakaian bulu domba pada dirimu sendiri, engkau menyembelih yang gemuk: tetapi engkau tidak memberi makan kawanan domba itu. Yang sakit tidak engkau kuatkan, yang berpenyakit juga tidak engkau sembuhkan, yang luka tidak engkau balut, yang tercerai-berai tidak engkau bawa pulang, yang terhilang tidak engkau cari; melainkan dengan kekerasan dan kekejaman, engkau memerintah atas mereka. Dan mereka tercerai-berai, karena tidak ada gembala: dan mereka menjadi makanan bagi semua binatang buas di padang, ketika mereka tercerai-berai. Domba-domba-Ku berkeliaran di semua gunung dan di setiap bukit yang tinggi: ya, kawanan domba-Ku tercerai-berai di seluruh muka bumi, dan tidak seorang pun memperhatikan atau mencari mereka" (Yehezkiel 34:2-6).

"Tetapi celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik, karena engkau menutup Kerajaan Surga terhadap manusia: padahal engkau sendiri tidak pernah pergi ke sana, namun engkau menghalangi orang-orang yang berusaha masuk ke sana. Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik, karena engkau mengganyang rumah janda-janda, namun engkau berpura-pura menaikkan doa yang panjang: karena itulah engkau akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik! Karena engkau melintasi lautan dan daratan untuk menjadikan satu orang bertobat menjadi pengikutmu, tetapi begitu ia bertobat, engkau menjadikannya anak neraka yang dua kali lebih jahat daripada dirimu sendiri" (Matius 23:13-15).

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang dipakai oleh Tuhan dilakukan dengan tujuan untuk bekerja sama dengan pekerjaan Kristus atau Roh Kudus. Manusia ini diangkat oleh Tuhan dari antara manusia lainnya, dan ia ada untuk memimpin semua orang pilihan Tuhan, dan ia juga diangkat Tuhan untuk melakukan pekerjaan kerja sama manusia. Dengan orang seperti ini, yang mampu melakukan pekerjaan bekerja sama dengan manusia, maka semakin banyaklah tuntutan Tuhan pada manusia ini dan pekerjaan yang harus dilakukan Roh Kudus di antara manusia dapat tercapai melalui dia. Atau dapat dikatakan seperti ini: tujuan Tuhan dalam memakai orang ini adalah agar mereka yang mengikut Tuhan dapat memahami kehendak Tuhan dengan lebih baik, dan dapat memenuhi lebih banyak tuntutan Tuhan. Karena manusia tidak mampu memahami firman Tuhan ataupun kehendak-Nya secara langsung, Tuhan telah mengangkat seseorang yang sudah terbiasa melakukannya. Orang yang dipakai oleh Tuhan juga dapat disebut sebagai seorang perantara Tuhan dalam membimbing manusia, sebagai seorang "penerjemah" yang menyampaikan pesan antara Tuhan dan manusia. ... Dalam hal hakikat pekerjaan dan juga latar belakang ia dipakai Tuhan, orang yang dipakai Tuhan itu diangkat langsung oleh Tuhan, ia dipersiapkan oleh Tuhan untuk pekerjaan Tuhan, dan ia bekerja sama dalam pekerjaan Tuhan itu sendiri. Tidak ada orang yang dapat menggantikan orang ini dalam pekerjaannya, hal ini merupakan kerja sama manusia yang merupakan bagian integral dari pekerjaan ilahi.

Dikutip dari "Perihal Tuhan Memakai Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan dalam pikiran manusia terlalu mudah dicapai oleh manusia. Pendeta dan pemimpin di kalangan keagamaan, misalnya, bergantung pada kemampuan dan kedudukan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Orang yang mengikuti mereka dalam waktu yang lama akan tertular oleh bakat mereka dan dipengaruhi oleh sebagian dari siapa mereka. Mereka berfokus pada bakat, kemampuan, dan pengetahuan manusia, dan mereka memperhatikan beberapa hal supernatural dan banyak doktrin mendalam yang sangat tidak realistis (tentu saja, doktrin mendalam ini tidak dapat dicapai). Mereka tidak berfokus pada perubahan pada watak manusia, tetapi mereka berfokus pada pelatihan kemampuan berkhotbah dan bekerja manusia, meningkatkan pengetahuan manusia dan berbagai doktrin keagamaan. Mereka tidak berfokus pada sejauh mana watak manusia berubah atau sejauh mana manusia memahami kebenaran. Mereka tidak memperhatikan hakikat manusia, apalagi berusaha mengetahui keadaan normal dan abnormal manusia. Mereka tidak menentang gagasan manusia atau mengungkapkan gagasan mereka, apalagi memperbaiki kekurangan atau kerusakan mereka. Sebagian besar orang yang mengikuti mereka melayani dengan bakat alami mereka, dan apa yang mereka ungkapkan adalah pengetahuan dan kebenaran agama yang samar, yang tidak berhubungan dengan kenyataan dan benar-benar tidak dapat memberikan kehidupan kepada manusia. Kenyataannya, substansi dari pekerjaan mereka adalah mengasuh bakat, membimbing orang yang tidak memiliki apa-apa menjadi lulusan seminari berbakat yang kemudian bekerja dan memimpin.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau melayani Tuhan dengan karakter alamimu, dan menurut kesukaanmu sendiri; selain itu, engkau terus berpikir bahwa Tuhan senang dengan apa pun yang ingin engkau lakukan, dan membenci apa pun yang tidak ingin engkau lakukan, dan engkau dituntun sepenuhnya oleh kesenanganmu sendiri dalam pekerjaanmu. Dapatkah ini disebut melayani Tuhan? Pada akhirnya, watak hidupmu tidak akan berubah sedikit pun; sebaliknya, engkau akan menjadi semakin keras kepala karena engkau merasa telah melayani Tuhan, dan ini akan membuat watak rusakmu semakin mendarah daging. Dengan cara ini, dalam hatimu engkau akan membuat aturan-aturan tentang pelayanan kepada Tuhan yang terutama didasarkan pada karaktermu sendiri, dan pengalaman yang diperoleh dari pelayanan yang engkau lakukan menurut watakmu sendiri. Ini adalah pelajaran dari pengalaman manusia. Ini adalah filsafat hidup manusia. Orang-orang seperti ini termasuk golongan kaum Farisi dan pemuka agama. Jika mereka tidak pernah sadar dan bertobat, mereka pada akhirnya akan berubah menjadi Mesias-Mesias palsu yang akan muncul pada akhir zaman, dan menjadi penipu manusia. Para Mesias palsu dan penipu yang diperbincangkan ini akan bangkit dari antara orang-orang semacam ini. Jika orang-orang yang melayani Tuhan mengikuti karakter mereka sendiri dan bertindak menurut kehendak mereka sendiri, mereka terancam dicampakkan kapan saja. Orang-orang yang menerapkan pengalaman mereka selama bertahun-tahun melayani Tuhan untuk menarik hati orang lain, menceramahi mereka dan mengekang mereka, dan menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain—dan yang tidak pernah bertobat, tidak pernah mengakui dosa-dosanya, tidak pernah mau melepaskan keuntungan dari jabatannya—orang-orang ini akan rebah di hadapan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang sejenis dengan Paulus, yang menyalahgunakan senioritas mereka dan memamerkan kualifikasi mereka. Tuhan tidak akan membawa orang-orang seperti ini sampai kepada kesempurnaan. Pelayanan semacam ini mengganggu pekerjaan Tuhan.

Dikutip dari "Pelayanan Rohani Haruslah Dimurnikan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Lihatlah para pemimpin setiap denominasi. Mereka semua congkak dan merasa benar sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab di luar konteks dan sesuai dengan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua bergantung pada karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang itu mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki suatu pengetahuan dan dapat berbicara sedikit tentang doktrin, atau tahu bagaimana merebut hati orang lain dan bagaimana menggunakan beberapa kelicikan, yang melaluinya mereka telah membawa orang ke hadapan mereka sendiri dan menipu mereka. Secara teori, orang-orang itu percaya kepada Tuhan—tetapi pada kenyataannya mereka mengikuti para pemimpin mereka. Jika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata, "Kita harus berkonsultasi dengan pemimpin kita tentang iman kita." Iman mereka membutuhkan persetujuan manusia; bukankah itu masalah? Kalau begitu, menjadi apakah para pemimpin itu? Tidakkah mereka menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar?

Dikutip dari "Hanya Pengejaran Kebenaran merupakan

Kepercayaan yang Sejati kepada Tuhan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Jika engkau sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, tetapi belum pernah menaati-Nya atau menerima semua perkataan-Nya, tetapi engkau malah meminta Tuhan untuk tunduk kepadamu dan bertindak sesuai dengan gagasan-gagasanmu, maka engkau adalah orang yang paling pemberontak, dan engkau bukan orang percaya. Bagaimana orang seperti ini dapat menaati pekerjaan dan perkataan Tuhan yang tidak selaras dengan gagasan-gagasan manusia? Orang yang paling pemberontak adalah orang yang secara sengaja menentang dan menolak Tuhan. Dialah musuh Tuhan dan sang antikristus. Orang seperti itu selalu menunjukkan sikap bermusuhan terhadap pekerjaan Tuhan yang baru, tidak pernah memperlihatkan sedikit niat pun untuk tunduk, dan tidak pernah senang menunjukkan sikap tunduk atau merendahkan dirinya. Dia meninggikan dirinya di hadapan orang lain dan tidak pernah memperlihatkan sikap tunduk terhadap siapa pun. Di hadapan Tuhan, dia menganggap dirinya yang paling fasih dalam mengkhotbahkan firman dan yang paling terampil dalam membentuk orang lain. Dia tak pernah melepaskan "kekayaan" yang dimilikinya, tetapi memperlakukannya sebagai pusaka keluarga untuk dipuja, sebagai bahan khotbah kepada orang lain, dan menggunakannya untuk menguliahi orang-orang bodoh yang mengidolakannya. Memang ada beberapa orang seperti ini di gereja. Dapat dikatakan mereka ini "pahlawan-pahlawan degil", dari generasi ke generasi berkelana di rumah Tuhan. Mereka menganggap mengkhotbahkan firman (doktrin) sebagai tugas tertinggi mereka. Tahun demi tahun dan dari generasi ke generasi, mereka terus menekankan tugas mereka yang "sakral dan tak bisa diganggu gugat". Tidak ada orang yang berani menyentuh mereka dan tak seorang pun berani menegur mereka secara terbuka. Mereka menjadi "raja-raja" di rumah Tuhan, begitu merajalela mereka menindas orang lain dari masa ke masa. Gerombolan setan ini bekerja sama untuk menghancurkan pekerjaan-Ku. Mana mungkin Kubiarkan setan-setan hidup ini ada di depan mata-Ku?

Dikutip dari "Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar

Pasti Akan Didapatkan oleh Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar mengutip Alkitab setiap hari, tetapi tidak satu pun yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tidak ada seorang pun yang dapat selaras dengan hati Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing meninggikan diri, ingin mengajar Tuhan. Walaupun mereka mengelu-elukan nama Tuhan, mereka dengan sengaja menentang-Nya. Walaupun mereka menyebut diri mereka orang yang percaya kepada Tuhan, merekalah orang-orang yang makan daging manusia dan minum darah manusia. Semua manusia seperti ini adalah setan-setan yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang sengaja mengganggu orang-orang yang berusaha melangkah ke jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi jalan orang-orang yang mencari Tuhan. Meskipun mereka memiliki "raga yang kuat", bagaimana pengikut mereka bisa mengetahui bahwa merekalah antikristus yang memimpin manusia menentang Tuhan? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa merekalah setan-setan hidup yang mencari jiwa-jiwa untuk ditelan?

Dikutip dari "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan

adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Apa perbedaan yang esensial antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia?

Selanjutnya:Mengenali perbedaan antara Kristus yang berinkarnasi dan kristus yang palsu serta nabi-nabi palsu

media terkait