Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

VIII. Perbedaan Antara Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia

1. Apa perbedaan yang esensial antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia?

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan Tuhan itu sendiri melibatkan pekerjaan semua umat manusia, dan pekerjaan itu juga merepresentasikan pekerjaan seluruh zaman. Artinya, pekerjaan Tuhan itu sendiri merepresentasikan gerakan dan kecenderungan dari semua pekerjaan Roh Kudus, sedangkan pekerjaan para rasul mengikuti pekerjaan Tuhan sendiri dan tidak memimpin zaman, dan juga pekerjaan itu tidak merepresentasikan kecenderungan kerja Roh Kudus di seluruh zaman. Mereka hanya melakukan pekerjaan yang harus dilakukan manusia, yang sama sekali tidak melibatkan pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan Tuhan sendiri adalah proyek dalam pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan manusia hanyalah tugas manusia yang digunakan dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pengelolaan. Karena identitas dan representasi pekerjaan yang berbeda, terlepas dari fakta bahwa keduanya adalah pekerjaan Roh Kudus, ada perbedaan yang jelas dan hakiki antara pekerjaan Tuhan sendiri dan pekerjaan manusia. Selain itu, tingkat pekerjaan yang dilakukan oleh Roh Kudus pada objek pekerjaan dengan identitas yang berbeda bervariasi. Ini adalah prinsip dan ruang lingkup pekerjaan Roh Kudus.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Firman Tuhan yang berinkarnasi memulai zaman yang baru, membimbing seluruh umat manusia, mengungkapkan misteri, dan mengarahkan manusia menuju zaman yang baru. Pencerahan yang diperoleh manusia hanyalah pengalaman atau pengetahuan semata. Pencerahan ini tidak dapat membimbing seluruh umat manusia menuju zaman baru atau mengungkapkan misteri Tuhan itu sendiri. Bagaimanapun juga, Tuhan tetaplah Tuhan dan manusia tetaplah manusia. Tuhan memiliki hakikat Tuhan dan manusia memiliki hakikat manusia.

Dikutip dari "Kata Pengantar, Firman Menampakkan

Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi memulai era baru, dan mereka yang melanjutkan pekerjaan-Nya adalah orang-orang yang dipakai Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan manusia semua berada dalam pelayanan Tuhan dalam daging, dan tak mampu melampaui lingkup ini. Jika Tuhan yang berinkarnasi tidak menjelma untuk melakukan pekerjaan-Nya, manusia tak dapat mengakhiri zaman lampau, dan tak bisa melayani di era yang baru. Pekerjaan yang dikerjakan manusia hanyalah dalam jangkauan tugasnya yang dimungkinkan secara manusiawi, dan tidak merepresentasikan pekerjaan Tuhan. Hanya Tuhan yang berinkarnasi yang dapat datang dan menuntaskan pekerjaan yang Dia lakukan, dan selain Dia, tak ada yang bisa melakukannya atas nama-Nya. Tentu saja, yang Aku katakan itu berkaitan dengan pekerjaan inkarnasi.

Dikutip dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan

dari Tuhan yang Menjadi Daging"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan yang berinkarnasi secara substantif berbeda dengan manusia yang dipakai oleh Tuhan. Tuhan yang berinkarnasi mampu melakukan pekerjaan ilahi, sementara orang-orang yang dipakai oleh Tuhan tidak. Di awal setiap zaman, Roh Tuhan berbicara secara pribadi untuk membuka era baru dan membawa manusia masuk ke awal yang baru. Ketika Dia sudah selesai berbicara, ini menandakan pekerjaan Tuhan dalam keilahian-Nya sudah selesai. Setelah itu, semua orang mengikuti pimpinan mereka yang dipakai oleh Tuhan untuk masuk ke dalam pengalaman hidup mereka.

Dikutip dari "Perbedaan Mendasar Antara Tuhan yang Berinkarnasi

dan Orang-Orang yang Dipakai oleh Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang Tuhan sendiri lakukan sepenuhnya merupakan pekerjaan yang hendak Ia lakukan di dalam rencana pengelolaan-Nya sendiri dan berhubungan dengan pengelolaan besar-Nya. Pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia (yaitu, manusia yang dipakai oleh Roh Kudus) terdiri dari menyediakan pengalaman pribadi bagi dirinya. Terdiri dari menemukan jalan baru pengalaman yang melampaui jalan yang pernah ditempuh oleh para pendahulunya, terdiri dari memimpin saudara-saudari mereka seraya berada di bawah bimbingan Roh Kudus. Yang dihasilkan oleh orang-orang ini adalah pengalaman pribadi mereka, atau tulisan-tulisan rohani yang ditulis oleh manusia-manusia rohani. Meskipun orang-orang ini dipakai Roh Kudus, pekerjaan yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pengelolaan agung yang tercakup dalam rencana enam ribu tahun. Mereka semata-mata manusia yang telah dibangkitkan oleh Roh Kudus dalam periode-periode tertentu untuk memimpin orang-orang dalam aliran Roh Kudus, sampai fungsi yang mereka jalankan berakhir atau sampai hidup mereka berakhir. Pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah mempersiapkan sebuah jalan yang tepat bagi Tuhan sendiri atau melanjutkan satu aspek tertentu dalam pengelolaan yang Tuhan sendiri kerjakan di muka bumi. Dalam diri mereka sendiri, orang-orang ini tidak mampu melakukan pekerjaan yang lebih besar di dalam pengelolaan-Nya, dan mereka juga tidak dapat membuka jalan keluar yang baru, apalagi menyimpulkan seluruh pekerjaan Tuhan dari zaman sebelumnya. Oleh karena itu, pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah merepresentasikan makhluk ciptaan yang menjalankan fungsinya dan tidak dapat merepresentasikan Tuhan itu sendiri yang mengerjakan pelayanan-Nya. Ini dikarenakan pekerjaan yang mereka lakukan tidak seperti pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan sendiri. Pekerjaan mengantarkan zaman yang baru bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia menggantikan Tuhan. Pekerjaan itu tidak dapat dikerjakan oleh siapa pun selain oleh Tuhan sendiri. Semua pekerjaan yang dilakukan oleh manusia terdiri dari melakukan tugasnya sebagai makhluk ciptaan dan dilakukan tatkala digerakkan atau dicerahkan oleh Roh Kudus. Pedoman yang dihasilkan oleh orang-orang ini sepenuhnya terdiri dari menunjukkan kepada manusia jalan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana seharusnya ia bertindak selaras dengan kehendak Tuhan. Pekerjaan manusia tidak melibatkan pengelolaan Tuhan, juga tidak merepresentasikan pekerjaan Roh. Sebagai contoh, pekerjaan Witness Lee dan Watchman Nee adalah memimpin. Entah jalan baru atau lama, pekerjaan tersebut dilakukan bersandarkan prinsip untuk tetap berada dalam lingkup Alkitab. Entah untuk memulihkan gereja lokal ataupun membangun gereja lokal, pekerjaan mereka berkaitan dengan mendirikan gereja. Pekerjaan yang mereka lakukan dalam melanjutkan pekerjaan Yesus dan rasul-rasul-Nya belum selesai atau tidak berkembang lebih lanjut pada Zaman Kasih Karunia. Yang mereka lakukan dalam pekerjaan mereka adalah semata-mata melakukan kembali apa yang Yesus perintahkan di awal pekerjaan-Nya untuk dilakukan oleh generasi-generasi yang muncul setelah Dia, seperti menudungi kepala mereka, menerima baptisan, memecah-mecah roti, atau minum anggur. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan mereka adalah berpegang pada Alkitab dan mencari jalan dari dalam Alkitab. Mereka tidak menghasilkan kemajuan baru apa pun. Oleh karena itu, yang dapat orang lihat dalam pekerjaan mereka hanyalah penemuan cara-cara baru di dalam Alkitab, juga tindakan-tindakan yang lebih baik dan lebih realistis. Orang tidak dapat melihat di dalam pekerjaan mereka kehendak Tuhan yang sekarang, apalagi menemukan pekerjaan baru yang berencana dilakukan oleh Tuhan di akhir zaman. Ini karena jalan yang mereka tempuh masih jalan yang lama; tidak ada pembaruan dan tidak ada kemajuan. Mereka terus berpegang teguh pada fakta tentang penyaliban Yesus, melakukan tindakan meminta orang untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, setia berpegang pada perkataan bahwa orang yang bertahan sampai pada akhirnya akan diselamatkan, perkataan bahwa laki-laki adalah kepala perempuan, dan perempuan harus patuh kepada suaminya, dan bahkan setia berpegang pada gagasan tradisional yang mengatakan bahwa perempuan tidak boleh berkhotbah, tetapi hanya boleh taat. Jika gaya kepemimpinan semacam ini harus terus dilakukan, Roh Kudus tidak akan pernah dapat melakukan pekerjaan yang baru, untuk membebaskan manusia dari doktrin, ataupun memimpin mereka memasuki alam kebebasan dan keindahan. Oleh karena itu, tahap pekerjaan yang mengubah zaman ini haruslah dikerjakan dan diucapkan oleh Tuhan itu sendiri; jika tidak, tak seorang pun dapat menggantikan Dia untuk melakukannya. Dengan demikian, sejauh ini, seluruh pekerjaan Roh Kudus di luar aliran ini telah terhenti dan mereka yang dahulu dipakai oleh Roh Kudus telah kehilangan arah mereka. Jadi, karena pekerjaan orang-orang yang dipakai oleh Roh Kudus tidak seperti pekerjaan yang dikerjakan Tuhan sendiri, identitas mereka dan subjek yang mereka wakili dalam tindakan mereka pun berbeda. Ini karena pekerjaan yang ingin Roh Kudus kerjakan berbeda, dan oleh sebab itulah kepada mereka yang sama-sama melakukan pekerjaan diberikan identitas dan status yang berbeda. Manusia yang dipakai Roh Kudus mungkin juga melakukan beberapa pekerjaan baru dan mungkin juga menghapuskan beberapa pekerjaan yang dilakukan di zaman sebelumnya, tetapi apa yang mereka lakukan tidak dapat mengungkapkan watak dan kehendak Tuhan di zaman yang baru. Mereka bekerja sekadar mengerjakan pekerjaan zaman sebelumnya, dan tidak untuk mengerjakan pekerjaan baru yang secara langsung bertujuan merepresentasikan watak Tuhan itu sendiri. Dengan demikian, tidak peduli berapa banyak praktik usang yang mereka hapuskan atau berapa banyak praktik baru yang mereka perkenalkan, mereka tetap hanya merepresentasikan manusia dan makhluk ciptaan. Sebaliknya, ketika Tuhan sendiri melakukan pekerjaan-Nya, Ia tidak secara terbuka mengumumkan penghapusan praktik-praktik zaman dahulu atau secara langsung mengumumkan dimulainya zaman yang baru. Dia itu gamblang dan lugas dalam pekerjaan-Nya. Dia terang-terangan dalam melakukan pekerjaan yang ingin Ia lakukan; artinya, Ia secara langsung mengungkapkan pekerjaan yang telah dilakukan-Nya, secara langsung melakukan pekerjaan-Nya sebagaimana yang dimaksudkan dari semula, yang mengungkapkan keberadaan dan watak-Nya. Dari perspektif manusia, watak-Nya, demikian pula pekerjaan-Nya berbeda dari watak dan pekerjaan-Nya di zaman-zaman yang lalu. Namun dari perspektif Tuhan sendiri, ini hanyalah kelanjutan dan perkembangan lebih lanjut dari pekerjaan-Nya. Tatkala Tuhan sendiri bekerja, Ia mengungkapkan firman-Nya dan secara langsung membawa pekerjaan yang baru tersebut. Sebaliknya, tatkala manusia bekerja, pekerjaan itu adalah hasil pertimbangan dan pembelajaran, atau merupakan perluasan pengetahuan dan sistematisasi tindakan yang didirikan di atas dasar pekerjaan orang lain. Dapat dikatakan, esensi pekerjaan yang dilakukan oleh manusia adalah mengikuti tatanan yang sudah ada dan "menapaki jalan lama dengan mengenakan sepatu baru." Ini artinya, bahkan jalan yang ditempuh oleh manusia yang dipakai oleh Roh Kudus pun dibangun di atas dasar yang telah dibuka oleh Tuhan sendiri. Jadi, kesimpulan semua yang telah dibahas adalah, manusia tetaplah manusia, dan Tuhan tetaplah Tuhan.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Perkataan dan tindakan para nabi dan mereka yang dipakai oleh Roh Kudus semata-mata melakukan tugas manusia, menunjukkan fungsinya sebagai makhluk ciptaan, dan melakukan apa yang harusnya dilakukan manusia. Tetapi, firman dan pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi dikerjakan untuk melakukan pelayanan-Nya. Sekalipun penampilan lahiriah-Nya adalah makhluk ciptaan, pekerjaan-Nya tidak dilakukan untuk melakukan fungsi-Nya tetapi pelayanan-Nya. Istilah "tugas" digunakan dalam kaitannya dengan makhluk ciptaan sedangkan "pelayanan" terkait dengan daging Tuhan yang berinkarnasi. Ada perbedaan mendasar di antara keduanya dan keduanya tidak bisa saling menggantikan. Pekerjaan manusia adalah hanya untuk melakukan tugasnya, sementara pekerjaan Tuhan adalah mengelola, dan melaksanakan pelayanan-Nya. Karena itu, walaupun banyak rasul dipakai Roh Kudus dan banyak nabi dipenuhi oleh-Nya, pekerjaan dan perkataan mereka hanyalah sekadar untuk memenuhi tugas mereka sebagai makhluk ciptaan. Walau nubuatan mereka mungkin lebih besar daripada cara hidup yang dikatakan oleh Tuhan yang berinkarnasi, dan bahkan kemanusiaan mereka melebihi Tuhan yang berinkarnasi, mereka tetaplah hanya melakukan tugasnya, dan bukan melakukan pelayanan mereka. Tugas manusia merujuk kepada fungsi manusia dan itu sesuatu yang bisa dicapai oleh manusia. Namun, pelayanan yang dilakukan Tuhan yang berinkarnasi berkaitan dengan pengelolaan-Nya, dan ini tidak bisa dicapai oleh manusia. Apakah Tuhan yang berinkarnasi berfirman, bekerja, atau memanifestasikan keajaiban, Dia melakukan pekerjaan besar di dalam pengelolaan-Nya, dan pekerjaan semacam itu tidak bisa digantikan oleh manusia. Manusia bekerja hanya untuk melakukan tugasnya sebagai makhluk ciptaan dalam tahap tertentu dalam pekerjaan pengelolaan Tuhan. Tanpa pengelolaan Tuhan, yaitu, jika pelayanan Tuhan yang berinkarnasi hilang, maka tugas makhluk ciptaan juga akan ikut hilang. Pekerjaan Tuhan dalam melakukan pelayanan-Nya adalah mengelola manusia, sementara manusia melakukan tugasnya sebagai kewajibannya sendiri untuk memenuhi tuntutan Sang Pencipta dan tidak bisa dianggap sebagai melakukan pelayanan. Bagi esensi dasar Tuhan, yaitu Roh-Nya, pekerjaan Tuhan adalah pengelolaan-Nya, tetapi bagi Tuhan yang berinkarnasi, yang memakai bentuk lahiriah makhluk ciptaan, pekerjaan-Nya adalah melakukan pelayanan-Nya. Apa pun pekerjaan yang dilakukan-Nya adalah untuk melakukan pelayanan-Nya dan semua yang bisa dilakukan manusia adalah memberikan yang terbaik dalam jangkauan pengelolaan-Nya dan dalam kepemimpinan-Nya.

Dikutip dari "Perbedaan Antara Pelayanan Tuhan

yang Berinkarnasi dan Tugas Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Lalu, mengapa Yohanes, Petrus, dan Paulus mengucapkan banyak perkataan—sama seperti Yesus—tetapi mereka tidak memiliki identitas yang sama dengan Yesus? Penyebabnya terutama karena pekerjaan yang mereka lakukan berbeda. Yesus merepresentasikan Roh Tuhan, dan adalah Roh Tuhan yang bekerja secara langsung. Dia melakukan pekerjaan zaman yang baru, pekerjaan yang belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Dia membuka jalan yang baru, Dia merepresentasikan Yahweh, dan Dia merepresentasikan Tuhan itu sendiri. Adapun Petrus, Paulus, dan Daud, terlepas dari sebutan mereka, mereka hanya merepresentasikan identitas ciptaan Tuhan, dan diutus oleh Yesus atau Yahweh. Jadi, sebanyak apa pun pekerjaan yang mereka lakukan, sedahsyat apa pun mukjizat yang mereka lakukan, mereka tetap hanya ciptaan Tuhan, dan tak dapat merepresentasikan Roh Tuhan. Mereka bekerja dalam nama Tuhan atau setelah diutus Tuhan. Terlebih lagi, mereka bekerja dalam zaman yang dimulai Yesus atau Yahweh, dan pekerjaan yang mereka lakukan tidak terpisah. Bagaimanapun juga, mereka hanya ciptaan Tuhan.

Dikutip dari "Mengenai Sebutan dan Identitas"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah tepatnya perbedaan antara pekerjaan yang Yesus lakukan dan pekerjaan yang Yohanes lakukan? Apakah satu-satunya alasan adalah bahwa Yohanes merupakan orang yang membuka jalan bagi Yesus? Ataukah karena hal itu telah ditetapkan sebelumnya oleh Tuhan? Walaupun Yohanes juga berseru, "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat," dan ia juga memberitakan Injil Kerajaan Surga, pekerjaannya itu tidak berkembang lebih jauh lagi dan hanya merupakan sebuah awal. Sebaliknya, Yesus bukan hanya memulai zaman yang baru juga mengakhiri zaman yang lama, tetapi Ia juga menggenapi hukum Perjanjian Lama. Pekerjaan yang Ia lakukan lebih besar dari pekerjaan Yohanes, dan terlebih dari itu, Ia datang untuk menebus seluruh umat manusia—Dialah yang mengerjakan tahap pekerjaan itu. Sedangkan Yohanes, ia hanya mempersiapkan jalan. Meskipun pekerjaannya hebat, perkataannya banyak, dan murid yang menjadi pengikutnya banyak, pekerjaan yang dilakukannya tidak lebih dari mengantarkan sebuah awal baru kepada manusia. Manusia tidak pernah menerima dari dirinya kehidupan, jalan ataupun kebenaran yang lebih mendalam, dan manusia juga tidak pernah memperoleh pemahaman tentang kehendak Tuhan melalui dirinya. Yohanes adalah seorang nabi yang besar (Elia) yang membukakan landasan baru bagi pekerjaan Yesus dan mempersiapkan orang-orang pilihan. Ia adalah pendahulu Zaman Kasih Karunia. Perkara semacam ini tidak dapat dipahami hanya dengan mengamati penampilan manusia normal mereka. Ini lebih dari itu karena Yohanes juga melakukan pekerjaan yang cukup besar dan terlebih lagi yang dijanjikan oleh Roh Kudus dan pekerjaannya itu ditopang oleh Roh Kudus. Karena itu, hanya melalui pekerjaan yang mereka lakukanlah orang dapat membedakan identitas masing-masing, karena tidak mungkin untuk mengetahui hakikat manusia hanya dari penampilan luarnya, juga tidak mungkin bagi manusia untuk memastikan apa yang menjadi kesaksian Roh Kudus. Pekerjaan yang Yohanes lakukan dan pekerjaan yang Yesus lakukan tidak sama dan berbeda juga dalam naturnya. Dari inilah orang menentukan apakah ia Tuhan atau bukan. Pekerjaan Yesus adalah memulai, melanjutkan, menyimpulkan dan membuahkan hasil. Ia melakukan setiap langkah ini, sedangkan pekerjaan Yohanes tidak lebih dari menciptakan sebuah awal. Pada mulanya, Yesus menyebarkan Injil dan memberitakan jalan pertobatan, dan selanjutnya membaptis manusia, menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan. Pada akhirnya, Ia menebus umat manusia dari dosa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk seluruh zaman itu. Ia juga mendatangi setiap tempat, berkhotbah kepada manusia dan menyebarkan Injil Kerajaan Surga di semua tempat. Dalam hal ini, Ia sama dengan Yohanes, perbedaannya adalah bahwa Yesus memulai zaman yang baru dan mengantarkan Zaman Kasih Karunia bagi manusia. Dari mulut-Nya keluar firman tentang apa yang seharusnya manusia lakukan dan cara yang seharusnya manusia ikuti di Zaman Kasih Karunia, dan pada akhirnya, Ia menyelesaikan pekerjaan penebusan. Yohanes tidak pernah dapat melakukan Pekerjaan ini. Jadi, Yesus-lah yang mengerjakan pekerjaan Tuhan itu sendiri, dan Dialah Tuhan itu sendiri, dan yang secara langsung merepresentasikan Tuhan.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan dalam arus Roh Kudus, baik itu itu pekerjaan Tuhan sendiri maupun pekerjaan manusia yang dipakai, itu merupakan pekerjaan Roh Kudus. Substansi Tuhan itu sendiri adalah Roh, yang dapat disebut sebagai Roh Kudus atau Roh yang diperkuat tujuh kali lipat. Sepenuhnya, Mereka adalah Roh Tuhan. Meski Roh Tuhan disebut berbeda pada zaman yang berbeda. Tapi substansi Mereka tetap satu. Karena itu, pekerjaan Tuhan itu sendiri adalah pekerjaan Roh Kudus; pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi sama sekali tidak kurang dari pekerjaan Roh Kudus. Pekerjaan orang-orang yang dipakai juga merupakan pekerjaan Roh Kudus. Namun, pekerjaan Tuhan adalah ungkapan sempurna dari Roh Kudus, dan tidak ada perbedaan. Sebaliknya, pekerjaan manusia yang dipakai bercampur dengan banyak unsur manusia, dan itu bukan ungkapan langsung dari Roh Kudus, apalagi ungkapan sempurnanya.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apa yang Tuhan ungkapkan adalah siapa Tuhan itu sendiri itu, dan ini di luar jangkauan manusia, yaitu di luar jangkauan pemikiran manusia. Dia mengungkapkan pekerjaan-Nya memimpin semua umat manusia, dan ini tidak sesuai dengan rincian pengalaman manusia tetapi sebaliknya berkaitan dengan pengelolaan-Nya sendiri. Manusia mengungkapkan pengalamannya sementara Tuhan mengungkapkan keberadaan-Nya—keberadaan ini adalah watak-Nya yang melekat dan berada di luar jangkauan manusia. Pengalaman manusia adalah penglihatan dan pengetahuannya yang diperoleh berdasarkan pengungkapan Tuhan tentang keberadaan-Nya. Penglihatan dan pengetahuan ini disebut keberadaan manusia. Keduanya diungkapkan atas dasar watak manusia yang melekat dan kualitas yang sebenarnya. Karena itu, keduanya disebut juga keberadaan manusia. ... Apa yang dikatakan manusia adalah apa yang telah mereka alami. Itu adalah apa yang telah mereka lihat, apa yang dapat dijangkau oleh pikiran mereka, dan apa yang dapat dirasakan oleh indera mereka. Itulah yang dapat mereka bahas dalam persekutuan. Firman yang diucapkan oleh daging Tuhan yang berinkarnasi adalah ungkapan langsung Roh dan mengungkapkan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Roh. Daging itu belum mengalami atau melihatnya, tetapi tetap mengungkapkan keberadaan-Nya karena substansi daging adalah Roh, dan Dia mengungkapkan pekerjaan Roh. Meskipun daging tidak dapat menjangkaunya, itu adalah pekerjaan yang sudah dilakukan oleh Roh. Setelah inkarnasi, melalui pengungkapan daging, Dia memampukan manusia untuk mengetahui keberadaan Tuhan dan membuat manusia dapat melihat watak Tuhan dan pekerjaan yang telah Dia lakukan. Pekerjaan manusia membuat manusia dapat lebih memahami apa yang harus mereka masuki dan apa yang harus mereka pahami; pekerjaan ini membuat manusia dapat memahami dan mengalami kebenaran. Pekerjaan manusia adalah membantu manusia; pekerjaan Tuhan adalah membuka jalan baru dan membuka zaman baru bagi umat manusia dan mengungkapkan kepada manusia apa yang tidak diketahui oleh manusia, sehingga membuat mereka dapat mengetahui watak-Nya. Pekerjaan Tuhan adalah memimpin semua umat manusia.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau harus tahu bagaimana membedakan pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Apa yang dapat engkau semua lihat dari pekerjaan manusia? Ada banyak unsur pengalaman manusia dalam pekerjaan manusia; apa yang diungkapkan manusia adalah siapa dia. Pekerjaan Tuhan sendiri juga mengungkapkan siapa Dia, tetapi siapa Dia berbeda dengan siapa manusia. Siapa manusia mewakili pengalaman dan kehidupan manusia (apa yang dialami atau ditemui manusia dalam hidupnya, atau filsafat hidup yang dia miliki), dan orang yang tinggal di lingkungan yang berbeda mengungkapkan keberadaan yang berbeda. Apakah engkau memiliki pengalaman sosial atau tidak dan bagaimana engkau benar-benar hidup dan mengalami dalam keluargamu dapat dilihat dalam apa yang engkau ungkapkan. Namun, engkau tidak dapat melihat dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi apakah Dia memiliki pengalaman sosial atau tidak. Dia sangat menyadari hakikat manusia. Dia dapat mengungkapkan semua jenis penerapan yang berkaitan dengan semua jenis orang. Dia bahkan lebih baik dalam mengungkapkan watak rusak dan perilaku suka memberontak manusia. Dia tidak hidup di antara manusia duniawi, tetapi Dia menyadari sifat manusia fana dan semua kerusakan manusia duniawi. Inilah siapa Dia. Meskipun Dia tidak berurusan dengan dunia, Dia tahu aturan berurusan dengan dunia karena Dia sepenuhnya memahami sifat manusia. Dia tahu tentang pekerjaan Roh yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia dan tidak dapat didengar telinga manusia, baik di zaman sekarang maupun di masa lalu. Ini mencakup kebijaksanaan yang bukan filsafat hidup dan keajaiban yang sulit dipahami manusia. Inilah siapa Dia, yang terbuka bagi manusia dan juga tersembunyi dari manusia. Apa yang Dia ungkapkan bukan seperti apa orang yang luar biasa itu, melainkan sifat yang melekat dan keberadaan Roh. Dia tidak melakukan perjalanan keliling dunia tetapi mengetahui segalanya. Dia menghubungi "antropoid" yang tidak memiliki pengetahuan atau wawasan, tetapi Dia mengungkapkan firman yang lebih tinggi daripada pengetahuan dan melampaui manusia-manusia yang hebat. Dia hidup di antara sekelompok orang jahil dan bodoh yang tidak memiliki kemanusiaan dan yang tidak memahami kebiasaan dan kehidupan manusia, tetapi Dia dapat meminta umat manusia untuk menjalani kemanusiaan yang normal, yang pada saat yang sama mengungkapkan kemanusiaan manusia yang dangkal dan rendah. Semua ini adalah siapa Dia, yang lebih tinggi daripada manusia mana pun yang terdiri atas daging-dan-darah. Bagi-Nya, tidak perlu mengalami kehidupan sosial yang rumit, merepotkan, dan kotor untuk melakukan pekerjaan yang perlu Dia lakukan dan secara menyeluruh mengungkapkan hakikat manusia yang rusak. Kehidupan sosial yang kotor tidak membangun daging-Nya. Pekerjaan dan firman-Nya hanya mengungkapkan ketidaktaatan manusia dan tidak membekali manusia dengan pengalaman dan pelajaran untuk menangani dunia. Dia tidak perlu menyelidiki masyarakat atau keluarga manusia ketika Dia memberikan kehidupan kepada manusia. Mengungkap dan menghakimi manusia bukanlah pengungkapan pengalaman daging-Nya; itu adalah mengungkapkan ketidakbenaran manusia setelah lama mengetahui ketidaktaatan manusia dan membenci kerusakan manusia. Semua pekerjaan yang Dia lakukan adalah untuk mengungkapkan watak-Nya kepada manusia dan mengungkapkan keberadaan-Nya. Hanya Dia yang dapat melakukan pekerjaan ini, ini bukanlah sesuatu yang dapat dicapai oleh manusia yang terdiri atas daging-dan-darah. Berkenaan dengan pekerjaan-Nya, manusia tidak dapat mengatakan pribadi seperti apa Dia. Manusia juga tidak dapat mengklasifikasikan-Nya sebagai pribadi yang diciptakan berdasarkan pekerjaan-Nya. Siapa Dia juga membuat-Nya tidak dapat diklasifikasikan sebagai pribadi yang diciptakan. Manusia hanya dapat menganggap-Nya sebagai bukan-manusia tetapi tidak tahu ke dalam kategori mana Dia harus dimasukkan, sehingga manusia terpaksa memasukkan-Nya dalam kategori Tuhan. Manusia wajar melakukan ini karena Dia telah melakukan banyak pekerjaan di antara manusia yang tidak dapat dilakukan oleh manusia.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan manusia memiliki jangkauan dan keterbatasan. Satu orang hanya mampu melakukan pekerjaan pada fase tertentu dan tidak dapat melakukan pekerjaan seluruh zaman—jika tidak, dia akan menuntun manusia ke dalam aturan. Pekerjaan manusia hanya dapat diterapkan pada waktu atau fase tertentu. Ini karena pengalaman manusia memiliki ruang lingkup. Orang tidak dapat membandingkan pekerjaan manusia dengan pekerjaan Tuhan. Cara pengamalan manusia dan pengetahuannya tentang kebenaran semuanya berlaku pada ruang lingkup tertentu. Engkau tidak dapat mengatakan bahwa jalan yang ditempuh manusia sepenuhnya adalah kehendak Roh Kudus karena manusia hanya dapat dicerahkan oleh Roh Kudus dan tidak dapat sepenuhnya dipenuhi oleh Roh Kudus. Hal-hal yang dapat dialami manusia semuanya berada dalam lingkup kemanusiaan normal dan tidak dapat melampaui rentang pikiran dalam pikiran manusia normal. Semua yang memiliki pengalaman pengungkapan praktis berada dalam rentang ini. Ketika mereka mengalami kebenaran, itu selalu merupakan pengalaman kehidupan manusia normal di bawah pencerahan Roh Kudus, bukan mengalami dengan cara yang menyimpang dari kehidupan manusia normal. Mereka mengalami kebenaran yang dicerahkan oleh Roh Kudus berdasarkan proses menjalani kehidupan manusia mereka. Selain itu, kebenaran ini bervariasi menurut orangnya, dan kedalamannya terkait dengan keadaan orang tersebut. Orang hanya dapat mengatakan bahwa jalan yang mereka tempuh adalah kehidupan manusia normal dari orang yang mengejar kebenaran, dan bahwa itu adalah jalan yang ditempuh oleh orang normal yang mendapat pencerahan Roh Kudus. Engkau tidak dapat mengatakan bahwa jalan yang mereka jejaki adalah jalan yang ditempuh oleh Roh Kudus. Dalam pengalaman manusia normal, karena orang yang mengejar tidak sama, maka pekerjaan Roh Kudus juga tidak sama. Selain itu, karena lingkungan yang mereka alami dan rentang pengalaman mereka tidak sama, karena campuran jiwa dan pikiran mereka, pengalaman mereka bercampur hingga derajat yang berbeda. Setiap orang memahami kebenaran sesuai dengan keadaan masing-masing yang berbeda. Pemahaman mereka tentang makna kebenaran yang sebenarnya tidak lengkap dan hanya satu atau beberapa aspek saja. Cakupan bagaimana kebenaran dialami oleh manusia selalu didasarkan pada keadaan masing-masing yang berbeda dan oleh karena itu tidak sama. Dengan demikian, pengetahuan yang diungkapkan tentang kebenaran yang sama oleh orang yang berbeda tidak sama. Artinya, pengalaman manusia selalu memiliki keterbatasan dan tidak dapat sepenuhnya menggambarkan kehendak Roh Kudus, dan pekerjaan manusia tidak dapat dianggap sebagai pekerjaan Tuhan, walaupun apa yang diungkapkan oleh manusia berhubungan sangat erat dengan kehendak Tuhan, walaupun pengalaman manusia sangat dekat dengan pekerjaan penyempurnaan yang akan dilakukan oleh Roh Kudus. Manusia hanya bisa menjadi pelayan Tuhan, yang melakukan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepadanya. Manusia hanya dapat mengungkapkan pengetahuan di bawah pencerahan Roh Kudus dan kebenaran yang diperoleh dari pengalaman pribadinya. Manusia tidak memenuhi syarat dan tidak memiliki kondisi untuk menjadi saluran Roh Kudus. Dia tidak berhak mengatakan bahwa pekerjaan manusia adalah pekerjaan Tuhan. Manusia memiliki prinsip kerja manusia, dan semua manusia memiliki pengalaman yang berbeda dan memiliki kondisi yang berbeda. Pekerjaan manusia mencakup semua pengalamannya di bawah pencerahan Roh Kudus. Pengalaman ini hanya dapat merepresentasikan keberadaan manusia dan tidak merepresentasikan keberadaan Tuhan atau kehendak Roh Kudus. Karena itu, jalan yang ditempuh oleh manusia tidak dapat dikatakan sebagai jalan yang ditempuh oleh Roh Kudus karena pekerjaan manusia tidak dapat merepresentasikan pekerjaan Tuhan, dan pekerjaan manusia dan pengalaman manusia bukanlah kehendak penuh dari Roh Kudus.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan manusia cenderung termasuk ke dalam aturan, dan cara kerjanya jelas terbatas pada ruang lingkup yang terbatas dan tidak dapat memimpin manusia menuju jalan yang bebas. Sebagian besar pengikut hidup dalam lingkup terbatas, dan cara mereka mengalami juga terbatas dalam ruang lingkupnya. Pengalaman manusia selalu terbatas. Cara kerjanya juga terbatas pada beberapa jenis dan tidak dapat dibandingkan dengan pekerjaan Roh Kudus atau pekerjaan Tuhan Sendiri—ini karena pada akhirnya pengalaman manusia itu terbatas. Namun, Tuhan melakukan pekerjaan-Nya, tidak ada aturan pada pekerjaan itu. Bagaimanapun pekerjaan itu dilakukan, pekerjaan itu tidak terbatas pada satu cara. Tidak ada aturan apa pun pada pekerjaan Tuhan. Semua pekerjaan-Nya dilepaskan dengan bebas. Tidak peduli berapa banyak waktu yang digunakan manusia untuk mengikuti-Nya, mereka tidak dapat menyimpulkan hukum apa pun tentang cara kerja-Nya. Meskipun pekerjaan-Nya berprinsip, pekerjaan itu selalu dilakukan dengan cara baru dan selalu memiliki perkembangan baru, yang berada di luar jangkauan manusia. Selama satu jangka waktu, Tuhan mungkin memiliki beberapa jenis pekerjaan dan cara memimpin yang berbeda, yang membuat manusia selalu dapat memiliki jalan masuk baru dan perubahan baru. Engkau tidak dapat menemukan hukum mengenai pekerjaan-Nya karena Dia selalu bekerja dengan cara baru. Hanya dengan cara ini para pengikut Tuhan tidak terjatuh ke dalam aturan. Pekerjaan Tuhan Sendiri selalu menghindari gagasan manusia dan melawan gagasan mereka. Hanya mereka yang mengikuti dan mengejar-Nya dengan hati yang tulus dapat mengubah watak mereka dan dapat hidup bebas tanpa tunduk pada aturan apa pun atau dikekang oleh gagasan agama apa pun. Tuntutan yang ditetapkan pekerjaan manusia terhadap manusia didasarkan pada pengalamannya sendiri dan apa yang dia sendiri dapat capai. Standar tuntutan ini terbatas dalam lingkup tertentu, dan cara kerjanya juga sangat terbatas. Karena itu, pengikut secara tidak sadar hidup dalam lingkup terbatas ini; seiring berjalannya waktu, cara kerja ini menjadi aturan dan ritual.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidak merepresentasikan pengalaman daging-Nya; pekerjaan yang dilakukan manusia merepresentasikan pengalaman manusia. Semua orang berbicara tentang pengalaman pribadinya. Tuhan dapat secara langsung mengungkapkan kebenaran, sedangkan manusia hanya dapat mengungkapkan pengalaman serupa setelah mengalami kebenaran. Pekerjaan Tuhan tidak memiliki aturan dan tidak tunduk pada batasan waktu atau wilayah. Dia dapat mengungkapkan siapa Dia kapan saja, di mana saja. Dia bekerja sesuai kehendak-Nya. Pekerjaan manusia memiliki syarat dan konteks; jika tidak, dia tidak dapat bekerja dan tidak dapat mengungkapkan pengetahuannya tentang Tuhan atau pengalamannya tentang kebenaran. Engkau hanya perlu membandingkan perbedaan di antara mereka untuk mengatakan apakah itu pekerjaan Tuhan sendiri atau pekerjaan manusia. Jika tidak ada pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Sendiri dan hanya ada pekerjaan manusia, engkau akan dengan mudah mengetahui bahwa ajaran manusia itu tinggi, di luar kemampuan orang lain. Cara bicara mereka, prinsip mereka dalam menangani berbagai hal, dan cara mereka yang berpengalaman dan mantap dalam bekerja berada di luar jangkauan orang lain. Engkau semua mengagumi orang-orang dengan kemanusiaan yang tinggi ini, tetapi engkau tidak dapat melihat dari pekerjaan dan firman Tuhan betapa tinggi kemanusiaan-Nya. Sebaliknya, Dia itu biasa, dan ketika bekerja, Dia itu normal dan nyata tetapi juga tidak terukur bagi manusia fana, yang karenanya membuat manusia merasakan semacam pemujaan terhadap-Nya. Mungkin pengalaman seseorang dalam pekerjaannya sangat tinggi, atau imajinasi dan nalarnya sangat tinggi, dan kemanusiaannya sangat baik. Ini hanya dapat membuat orang kagum, tetapi tidak membangkitkan ketakjuban dan ketakutan mereka. Semua orang mengagumi mereka yang memiliki kemampuan untuk bekerja dan yang memiliki pengalaman mendalam dan dapat melakukan kebenaran, tetapi mereka tidak pernah dapat menimbulkan ketakjuban, hanya kekaguman dan iri hati. Tetapi orang yang telah mengalami pekerjaan Tuhan tidak mengagumi Tuhan, tetapi mereka merasa bahwa pekerjaan-Nya di luar jangkauan manusia dan tidak dapat dipahami oleh manusia, dan bahwa pekerjaan itu baru dan luar biasa. Ketika manusia mengalami pekerjaan Tuhan, pengetahuan pertama mereka tentang Dia adalah bahwa Dia tidak dapat dipahami, bijaksana, dan luar biasa, dan mereka secara tidak sadar memuja-Nya dan merasakan misteri pekerjaan yang Dia lakukan, yang berada di luar jangkauan pikiran manusia. Manusia hanya ingin dapat memenuhi tuntutan-Nya, memenuhi keinginan-Nya. Mereka tidak ingin melampaui-Nya, karena pekerjaan yang Dia lakukan melampaui pemikiran dan imajinasi manusia dan sebaliknya tidak dapat dilakukan oleh manusia. Bahkan manusia sendiri tidak tahu kekurangannya sendiri, sedangkan Dia telah membuka jalan baru dan datang untuk membawa manusia ke dunia yang lebih baru dan lebih indah, sehingga umat manusia telah mencapai kemajuan baru dan memiliki awal yang baru. Apa yang dirasakan manusia terhadap-Nya bukanlah kekaguman, atau lebih tepatnya, bukan hanya kekaguman. Pengalaman terdalam mereka adalah kekaguman dan cinta, perasaan mereka adalah bahwa Tuhan memang luar biasa. Dia melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan manusia, Dia mengatakan hal-hal yang tidak dapat dikatakan oleh manusia. Orang yang telah mengalami pekerjaan-Nya selalu mengalami perasaan yang tak terlukiskan. Orang dengan pengalaman yang lebih dalam sangat mengasihi Tuhan. Mereka selalu merasakan keindahan-Nya, merasa bahwa pekerjaan-Nya sangat bijaksana, begitu luar biasa, dan ini dengan demikian menghasilkan kekuatan yang tak terbatas di antara mereka. Itu bukan rasa takut atau cinta dan rasa hormat sesekali, tetapi perasaan mendalam akan belas kasih dan toleransi Tuhan terhadap manusia. Namun, orang yang telah mengalami hajaran dan penghakiman-Nya merasakan Dia itu megah dan tak dapat dilanggar.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Seandainya manusia melakukan pekerjaan ini, maka pekerjaan ini akan menjadi terlalu terbatas: pekerjaan ini dapat membawa manusia ke tempat tertentu, tetapi pekerjaan ini tidak akan dapat membawa manusia ke tempat tujuan yang abadi. Manusia tidak dapat memutuskan nasibnya, dan lebih dari itu, manusia juga tidak mampu memastikan prospek dan tempat tujuan masa depannya. Namun, pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan berbeda. Karena Dia menciptakan manusia, Dia menuntunnya. Karena Dia menyelamatkan manusia, Dia akan sepenuhnya menyelamatkannya, dan akan benar-benar mendapatkannya. Karena Dia memimpin manusia, Dia akan membawanya ke tempat tujuan yang tepat. Dan karena Dia menciptakan dan mengelola manusia, Dia pasti bertanggung jawab atas nasib dan prospek manusia. Inilah yang merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh Sang Pencipta.

Dikutip dari "Memulihkan Kehidupan Normal Manusia

dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Perbedaan antara jalan pertobatan dan jalan hidup yang kekal

Selanjutnya:Apa perbedaan antara pekerjaan orang yang dipakai oleh Tuhan dan pekerjaan para pemimpin agama?

media terkait