Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

10. Apa yang dimaksud dengan melakukan tugas kita?

Firman Tuhan yang Relevan:

Melaksanakan tugasmu adalah kebenaran. Melaksanakan tugasmu di rumah Tuhan bukanlah sekadar melaksanakan beberapa kewajiban atau melakukan sesuatu yang harus engkau lakukan. Melaksanakan tugasmu adalah melaksanakan tugas makhluk ciptaan yang hidup di antara langit dan bumi! Itu adalah melaksanakan tugas dan tanggung jawabmu di hadapan Tuhan Sang Pencipta. Tanggung jawab ini adalah tanggung jawabmu yang sebenarnya. Bandingkan melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan dengan berbakti kepada orang tuamu—yang mana yang merupakan kebenaran? Melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan adalah kebenaran; itu adalah tugasmu yang mengikat.

Dikutip dari "Apa yang Dimaksud dengan Kenyataan Kebenaran?"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Tugasmu tidak dikelola olehmu; itu bukan usahamu sendiri atau pekerjaanmu sendiri. Pekerjaan Tuhanlah yang membutuhkan kerja samamu, sehingga menimbulkan tugasmu. Pekerjaan pengelolaan Tuhan telah dilaksanakan sampai hari ini, dan bagian di mana manusia harus bekerja sama dalam pekerjaan-Nya adalah tugas manusia. Tidak peduli apa jenis tugas yang engkau lakukan, itu bukan usahamu sendiri atau urusan pribadimu. Itu adalah pekerjaan rumah Tuhan, itu merupakan satu bagian dari rencana pengelolaan Tuhan, dan itu adalah amanat yang telah diberikan Tuhan kepadamu. Jadi, bagaimana seharusnya engkau menjalankan tugasmu? ...

Tugas apa pun yang engkau penuhi, engkau harus selalu berusaha memahami kehendak Tuhan dan mengerti tuntutan Tuhan sehubungan dengan tugasmu; dan baru pada saat itulah engkau akan mampu menangani masalah-masalah dengan cara yang berprinsip. Dalam melaksanakan tugasmu, engkau sama sekali tidak boleh melakukannya berdasarkan pilihan pribadimu, dengan sekadar melakukan apa pun yang ingin engkau lakukan, apa pun yang membuatmu merasa suka dan nyaman melakukannya, atau apa pun yang dapat membuatmu terlihat baik. Jika engkau memaksakan pilihan pribadimu kepada Tuhan atau menerapkannya seakan-akan itu adalah kebenaran, dengan menaatinya seolah-olah itu adalah prinsip kebenaran, itu bukanlah melaksanakan tugasmu, dan melakukan tugasmu dengan cara ini tidak akan diingat oleh Tuhan.

Dikutip dari "Hanya dengan Mencari Prinsip Kebenaran

Engkau Dapat Melaksanakan Tugasmu dengan Baik"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

6. Engkau harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan manusia, dan melaksanakan kewajibanmu, serta memenuhi tanggung jawabmu, serta berpegang pada tugasmu. Karena engkau percaya kepada Tuhan, hendaknya engkau memberikan kontribusi untuk pekerjaan Tuhan; jika tidak, maka engkau tidak layak untuk makan dan minum firman Tuhan, dan tidak layak untuk hidup dalam keluarga Tuhan.

Dikutip dari "Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus

Ditaati Orang Pilihan Tuhan di Zaman Kerajaan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika manusia melakukan kewajibannya, sebenarnya, dia sedang menggenapi apa yang menjadi esensi manusia, yaitu apa yang mungkin dilakukan manusia. Dengan begitu maka tugasnya dipenuhi. Kekurangan manusia dalam melakukan pelayanan manusia secara bertahap berkurang lewat pengalaman yang progresif dan proses pengalaman penghakiman yang dialaminya; kedua hal ini tidak menghalangi atau memengaruhi tugas manusia. Mereka yang berhenti melayani atau memberi dan mundur karena takut ada kelemahan dalam pelayanan manusia adalah orang yang paling pengecut di antara umat manusia. Jika manusia tidak bisa mengungkapkan apa yang harusnya dia ungkapkan di saat melayani atau mencapai apa yang secara mendasar mungkin dicapainya, dan malah mundur dan bimbang, maka dia telah kehilangan fungsi dari seorang makhluk ciptaan. Manusia jenis ini dianggap sebagai makhluk tidak berentitas dan tidak berguna; bagaimana bisa orang seperti ini mendapat gelar kehormatan sebagai makhluk ciptaan? Bukankah mereka sama saja seperti entitas rusak yang dari luar terlihat menarik tetapi di dalam busuk?

Dikutip dari "Perbedaan Antara Pelayanan Tuhan

yang Berinkarnasi dan Tugas Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tidak ada hubungan antara tugas manusia dan apakah dia diberkati atau dikutuk. Tugas adalah apa yang manusia harus lakukan; itu adalah tugas wajibnya dan tidak bergantung pada kondisi, alasan, atau kompensasi. Hanya dengan demikianlah dia melakukan tugasnya. Manusia yang diberkati menikmati kebaikan ketika disempurnakan setelah penghakiman. Manusia yang dikutuk menerima penghakiman ketika wataknya tidak berubah setelah mengalami hajaran dan penghakiman, karena dia tidak disempurnakan. Sebagai makhluk ciptaan, manusia harus memenuhi tugasnya, melakukan apa yang harus dilakukan, dan melakukan apa yang mampu dilakukannya, terlepas dari apakah dia akan diberkati atau dikutuk. Ini adalah persyaratan dasar bagi manusia, yang mencari Tuhan. Engkau tidak seharusnya melakukan kewajibanmu hanya untuk diberkati, dan engkau tidak seharusnya menolak bertindak karena takut dikutuk. Aku beritahukan satu hal: Jika manusia mampu melakukan tugasnya, itu berarti dia melakukan apa yang harus dilakukannya. Jika manusia tidak mampu melakukan kewajibannya, itu menunjukkan pemberontakannya.

Dikutip dari "Perbedaan Antara Pelayanan Tuhan

yang Berinkarnasi dan Tugas Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Tugas apakah yang harus dilakukan setiap orang? Tugas yang harus dilakukan setiap orang adalah kebenaran yang harus ia terapkan, dan kebenaran yang harus ia terapkan adalah tugas yang harus ia lakukan dan kewajiban yang harus ia penuhi. Jika engkau menerapkan kebenaran yang engkau pahami dan yang harus engkau terapkan, maka engkau telah menunaikan tugasmu dengan benar. Jika engkau tidak menerapkan kebenaran, maka engkau tidak sedang menunaikan tugasmu. Engkau sedang bermain-main, engkau sedang membodohi Tuhan, dan engkau bersikap ceroboh terhadap Tuhan. Jadi, pelaksanaan tugas-tugasmu haruslah selalu disertai dengan kebenaran, dan harus berkaitan erat dengan kebenaran. Engkau harus menerapkan semua kebenaran yang engkau pahami dan hidup dalam kenyataan kebenaran. Hidup dalam kenyataan kebenaran adalah representasi dari gambaran manusia yang sebenarnya. Saat Tuhan menciptakan manusia, penciptaan tersebut didasari oleh gambaran ini, jadi jika engkau hidup dalam gambaran kebenaran, engkau akan memuaskan Tuhan, Tuhan akan merasa senang saat Ia memandangmu, Ia akan memberkatimu, Ia akan memberimu kehidupan yang kekal dan Ia akan membiarkanmu hidup untuk selamanya. Tetapi jika engkau tidak hidup dalam gambaran kebenaran, engkau tidak layak disebut sebagai manusia, dan saat Tuhan memandangmu, Ia akan berpikir bahwa engkau tidak memiliki sedikit pun napas kehidupan yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu, dan sampah seperti itulah yang akan Tuhan singkirkan. Jadi, ketika engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus mengalami dan menerapkan kebenaran yang telah Tuhan anugerahkan kepada umat manusia, dan pada akhirnya engkau harus hidup dalam kenyataan firman Tuhan. Inilah yang dimaksud dengan melaksanakan tugas-tugasmu. ... Jika kebenaran tidak ada dalam tugas-tugasmu, engkau tidak benar-benar melaksanakan tugasmu, melainkan bersikap ceroboh, palsu dan penuh tipu daya, dan engkau hanya melakukan formalitas sehari-hari, engkau sekadar mengikuti prosedur. Engkau harus menerapkan kebenaran saat melaksanakan tugas-tugasmu—hanya dengan cara inilah engkau benar-benar melaksanakan tugasmu, hanya dengan cara inilah engkau memenuhi standar dalam melaksanakan tugas-tugasmu, dan hanya dengan cara inilah engkau memiliki kenyataan sebagai manusia. Saat engkau melaksanakan tugas-tugasmu, engkau sudah menerapkan kebenaran. Buah karya apa pun yang engkau lakukan di dalam gereja melibatkan diterapkannya kebenaran, dan pada saat engkau menerapkan kebenaran engkau sedang memenuhi tanggung jawabmu, kewajibanmu, dan ini adalah tugasmu, jadi engkau harus melaksanakannya dengan baik. Inilah yang dimaksud dengan menerapkan kebenaran. Jadi apa sebenarnya hubungan antara melaksanakan tugas-tugasmu dan menerapkan kebenaran? Keduanya adalah cara yang berbeda untuk menafsirkan hal yang sama. Dari luar, sepertinya tugas sedang dilaksanakan, tetapi pada dasarnya, kebenaranlah yang sedang diterapkan. Jadi, jika engkau tidak memahami kebenaran pada saat melaksanakan tugas-tugasmu, akankah engkau bisa melaksanakan pekerjaanmu dengan benar? Tidak akan. Pertama-tama, engkau tidak akan memiliki pemahaman yang jelas mengenai apa artinya melaksanakan tugas-tugasmu, atau bagaimana melaksanakan tugas-tugasmu dengan benar. Yang kedua, akan ada hari di mana engkau memiliki pemahaman yang jelas tetapi masih gagal melaksanakan tugas-tugasmu dengan benar, dan tugas-tugasmu masih akan dipenuhi dengan kesalahan. Pada saat seperti ini, engkau akan menemukan bahwa watakmu terlalu rusak, bahwa engkau memiliki banyak kekurangan dalam hal-hal yang engkau lakukan. Engkau lalu akan mulai mengejar kebenaran untuk menyingkirkan kerusakan ini, dan begitu engkau benar-benar menyingkirkannya dan memahami kebenaran, engkau akan mulai melaksanakan tugas-tugasmu dengan efektif. Pada saat seperti ini, engkau akan melaksanakan tugas-tugasmu dengan benar dan sesuai, tidak hanya secara tertulis, tetapi juga dalam kenyataannya. Jika engkau memiliki kebenaran pada saat melaksanakan tugasmu, jika tidak ada sedikit pun kerusakan yang diungkapkan pada saat engkau melaksanakannya, maka hasil yang diharapkan akan dapat tercapai dalam kinerjamu, dan engkau juga akan memenuhi standar dalam menerapkan kebenaran. Ini sungguh benar. Jadi, kapan pun engkau melaksanakan tugas-tugasmu, caramu mengejar kebenaran sangatlah penting. Jika engkau tidak mengejar kebenaran, maka sudah pasti kinerjamu dalam melaksanakan tugasmu tidak akan memenuhi standar.

Dikutip dari "Hanya dengan Mengamalkan Kebenaran dalam Tugas

Seseorang Akan Mendapatkan Berkat Tuhan"

dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan V"

Sebelumnya:Bagaimana kita harus mempraktikkan cara menjadi orang yang jujur?

Selanjutnya:Apa perbedaan antara melakukan tugas kita dan memberikan pelayanan?

media terkait