Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

21. Apa yang dimaksud dengan mengikuti Tuhan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Yang paling penting dalam mengikuti Tuhan, yaitu segalanya harus sesuai dengan firman Tuhan pada zaman sekarang: entah engkau mengejar untuk masuk ke dalam hidup, entah memenuhi kehendak Tuhan, semuanya harus terpusat pada firman Tuhan pada zaman sekarang. Jika apa yang engkau bicarakan dan kejar tidak terpusat pada firman Tuhan pada zaman sekarang, berarti engkau adalah orang asing bagi firman Tuhan dan sama sekali kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Yang diinginkan Tuhan ialah orang-orang yang mengikuti jejak-Nya. Sebagus dan semurni apa pun pemahamanmu sebelumnya, Tuhan tidak menginginkannya, dan jika hal-hal seperti itu tidak dapat engkau singkirkan, itu akan menjadi penghalang yang luar biasa untuk jalan masukmu di masa depan. Semua orang yang dapat mengikuti cahaya Roh Kudus saat ini, diberkati. Orang dari masa lalu juga mengikuti jejak Tuhan, tetapi mereka tidak dapat mengikuti-Nya hingga sekarang ini; ini adalah berkat bagi orang-orang pada akhir zaman.

Dikutip dari "Kenalilah Pekerjaan Tuhan yang Terbaru

dan Ikutilah Jejak Langkah-Nya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan Roh Kudus berubah dari hari ke hari, naik ke tingkat yang lebih tinggi di setiap tahap. Penyingkapan esok hari akan lebih tinggi daripada penyingkapan hari ini, tahap demi tahap menanjak ke tingkat yang lebih tinggi. Begitulah pekerjaan yang Tuhan lakukan untuk menyempurnakan manusia. Jika manusia tidak bisa mengikuti, kapan saja dia bisa tertinggal. Jika manusia tidak memiliki hati yang taat, dia tidak bisa mengikuti sampai akhir. Zaman sebelumnya telah berlalu; zaman ini zaman yang baru. Di zaman baru, pekerjaan yang baru harus dilakukan. Terutama di zaman terakhir ini, saat manusia akan disempurnakan, Tuhan akan melakukan pekerjaan baru dengan lebih cepat. Oleh karena itu, tanpa ketaatan dalam hatinya, manusia akan merasa sulit untuk mengikuti gerak langkah Tuhan. Tuhan tidak perlu mematuhi peraturan apa pun, Ia juga tidak menganggap suatu tahap dalam pekerjaan-Nya sebagai sesuatu yang tak berubah. Sebaliknya, pekerjaan yang Ia lakukan selalu lebih baru dan semakin tinggi. Pekerjaan-Nya menjadi semakin praktis di setiap tahap, semakin sejalan dengan kebutuhan manusia yang sebenarnya. Baru setelah manusia mengalami pekerjaan seperti ini, dia bisa mencapai perubahan terakhir dari watakmya. ... Pekerjaan yang dilakukan Tuhan berbeda-beda dari masa ke masa. Jika engkau sangat taat di satu tahap, tetapi di tahap berikutnya engkau hanya sedikit taat atau bahkan tidak taat sama sekali, Tuhan akan meninggalkanmu. Jika engkau mengikuti laju Tuhan ketika Ia menanjak menapaki tahap ini, engkau harus terus mengikuti saat Tuhan menapaki tahap berikutnya. Hanya dengan demikian, engkau menjadi orang yang taat kepada Roh Kudus. Karena engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus terus berada dalam ketaatanmu. Janganlah engkau hanya taat bila engkau suka dan tidak taat bila engkau tidak suka. Ketaatan semacam ini tidak bisa mendapat perkenanan Tuhan. Jika engkau tidak dapat mengikuti pekerjaan baru yang Aku persekutukan dan terus berpegang pada perkataaan-perkataan sebelumnya, bagaimana bisa ada kemajuan dalam hidupmu? Pekerjaan Tuhan bertujuan untuk menyokongmu melalui fiman-Nya. Jika engkau taat dan menerima perkataan-Nya, Roh Kudus pasti akan bekerja di dalam dirimu. Roh Kudus bekerja dengan cara persis seperti yang Aku katakan. Lakukanlah seperti yang Aku katakan, dan Roh Kudus akan segera bekerja di dalam dirimu.

Dikutip dari "Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar

Pasti Akan Didapatkan oleh Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah engkau tahu apa artinya mengikuti Tuhan? Tanpa visi, jalan mana yang akan engkau tempuh? Dalam pekerjaan sekarang ini, kalau tidak memiliki visi, engkau tidak akan bisa disempurnakan sama sekali. Kepada siapakah engkau percaya? Mengapa engkau percaya kepada-Nya? Mengapa engkau mengikuti Dia? Apakah engkau percaya seperti suatu permainan? Apakah engkau memperlakukan hidupmu layaknya mainan? Tuhan pada zaman sekarang adalah visi yang terbesar. Seberapa banyak tentang Dia yang engkau ketahui? Seberapa banyak tentang Dia yang sudah engkau lihat? Setelah melihat Tuhan pada zaman sekarang, apakah dasar imanmu kepada Tuhan kuat? Apakah engkau pikir, bahwa selama engkau mengikuti Tuhan dengan bingung seperti ini, engkau akan memperoleh keselamatan? Apakah kaupikir engkau bisa menangkap ikan di air yang berlumpur? Apakah sesederhana itu? Berapa banyak gagasanmu tentang apa yang Tuhan zaman sekarang katakan yang sudah engkau tinggalkan? Apakah engkau memiliki visi mengenai Tuhan pada zaman sekarang? Di mana letak pengertianmu mengenai Tuhan pada zaman sekarang? Engkau selalu percaya bahwa dengan mengikuti-Nya, engkau bisa mendapatkan Dia,[a] bahwa dengan melihat-Nya, engkau bisa memperoleh Dia, dan tidak ada seorang pun yang bisa menggoyahkanmu. Jangan berpikir bahwa mengikuti Tuhan semudah itu. Kuncinya adalah engkau harus mengenal Dia, engkau harus mengetahui tentang pekerjaan-Nya, dan engkau harus memiliki keinginan untuk menanggung kesukaran untuk Dia, memiliki keinginan untuk mengorbankan hidupmu bagi Dia, dan memiliki keinginan untuk disempurnakan oleh Dia. Inilah visi yang harus engkau miliki. Visi ini tidak akan engkau miliki jika engkau selalu berpikir tentang menikmati anugerah. Jangan mengira bahwa Tuhan ada hanya untuk kesenangan manusia, dan melimpahkan berkat-Nya kepada manusia. Pikiranmu itu salah! Jika seseorang tidak bisa mempertaruhkan hidupnya untuk mengikuti Dia, jika seseorang tidak bisa meninggalkan seluruh harta duniawinya untuk mengikuti Dia, mereka pasti tidak akan bisa ikut sampai akhir!

Dikutip dari "Engkau Semua Harus Mengerti Pekerjaan Tuhan;

Jangan Mengikut dengan Bingung!"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Petrus mengikuti Yesus selama beberapa tahun dan ia melihat banyak hal di dalam diri Yesus yang tidak dimiliki oleh orang lain. Setelah mengikuti Yesus selama satu tahun, ia dipilih sebagai kepala dari dua belas murid oleh Yesus. (Tentu saja ini adalah pilihan hati Yesus, dan manusia sama sekali tidak mampu melihatnya.) Setiap tindakan Yesus berfungsi sebagai teladan bagi Petrus dalam kehidupannya, dan khotbah Yesus secara khusus terukir dalam hatinya. Petrus memiliki kepedulian dan pengabdian yang besar kepada Yesus, dan ia tidak pernah mengeluh tentang Yesus. Inilah sebabnya ia menjadi rekan Yesus yang setia ke mana pun Dia pergi. Petrus mengamati ajaran-ajaran Yesus, perkataan-Nya yang lembut, apa yang dimakan dan dipakai-Nya, kehidupan-Nya sehari-hari, serta perjalanan-Nya. Ia mengikuti teladan Yesus dalam segala hal. Ia tidak membenarkan diri sendiri, tetapi membuang segala hal yang dimilikinya sebelumnya yang telah ketinggalan zaman dan mengikuti teladan Yesus dalam perkataan dan perbuatan. Pada saat itulah ia merasa bahwa langit dan bumi dan segala sesuatu berada di tangan Yang Mahakuasa, dan karena alasan ini, ia tidak memiliki pilihannya sendiri, tetapi ia menyerap segala sesuatu yang diperbuat Yesus sebagai teladan baginya. Petrus dapat melihat dari kehidupan Yesus bahwa Dia tidak bersikap munafik dalam apa yang dilakukan-Nya, demikian pula Dia tidak menyombongkan diri-Nya, tetapi sebaliknya Dia menyentuh manusia dengan kasih. Dalam berbagai situasi, Petrus dapat melihat siapa Yesus. Itulah mengapa segala hal dalam diri Yesus menjadi sesuatu yang diteladani oleh Petrus.

Dikutip dari "Tentang Kehidupan Petrus,

Penafsiran Rahasia Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Segala sesuatu dalam hidup Petrus yang tidak memuaskan keinginan Tuhan membuatnya merasa gelisah. Jika sesuatu tidak memuaskan Tuhan, Petrus akan penuh penyesalan, dan akan mencari cara yang sesuai yang dapat diupayakannya untuk memuaskan hati Tuhan. Dalam aspek terkecil dan paling tak berpengaruh dalam hidupnya pun, tetap ia mengharuskan dirinya untuk memuaskan keinginan Tuhan. Ia tak kalah kerasnya dalam hal watak lamanya. Ia selalu sangat keras dalam mengharuskan dirinya bertumbuh lebih dalam ke dalam kebenaran. ... Dalam kepercayaannya kepada Tuhan, Petrus berusaha memuaskan Tuhan dalam segala hal, dan berusaha menaati segala yang berasal dari Tuhan. Tanpa mengeluh sedikit pun, ia sanggup menerima hajaran dan penghakiman, serta pemurnian, kesengsaraan, dan kekurangan dalam hidupnya, tak satu pun dari hal-hal itu yang dapat mengubah kasihnya kepada Tuhan. Bukankah ini kasih kepada Tuhan yang sesungguhnya? Bukankah ini pemenuhan tugas seorang ciptaan Tuhan? Hajaran, penghakiman, kesengsaraan—engkau mampu mencapai ketaatan sampai mati, inilah perkara yang seharusnya dicapai ciptaan Tuhan, inilah kemurnian kasih kepada Tuhan.

Dikutip dari "Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada

Jalan yang Dijalani Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Mengikuti Tuhan terutama mengacu pada mengikuti pekerjaan Tuhan saat ini, tunduk serta menerapkan firman Tuhan saat ini, mampu mematuhi perintah-perintah Tuhan, mencari kehendak Tuhan dalam segala perkara, melakukan penerapan yang sesuai dengan firman Tuhan, dan sepenuhnya tunduk pada pekerjaan dan bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, mengikuti Tuhan berarti menjadi orang yang melakukan kebenaran dan mengikuti kehendak Tuhan. Hanya orang semacam inilah yang merupakan pengikut Tuhan, orang yang memperoleh keselamatan dari Tuhan. Jika dalam iman kita secara lahiriah kita mengandalkan dan meninggikan Alkitab sementara dalam kenyataannya, perbuatan dan pengalaman kita sesuai dengan perkataan dan ajaran manusia di dalam Alkitab alih-alih tunduk dan mengamalkan firman Tuhan dari Alkitab, dan jika kita tidak memahami maksud Tuhan dan sebaliknya hanya mematuhi upacara dan aturan agama, ini berarti kita sedang mengikuti manusia. Jika kita mengikuti dan mengamalkan perkataan manusia dari dalam Alkitab seolah-olah perkataan itu adalah firman Tuhan, tetapi menganggap Tuhan Yesus hanya sebagai boneka, mengabaikan firman-Nya dan tidak melakukan apa pun untuk mengikuti perintah-Nya, kita pasti akan ditolak dan dikutuk oleh Tuhan Yesus sebagaimana orang-orang Farisi yang munafik. Ada banyak orang yang beriman kepada Tuhan, tetapi secara membabi buta memuja selebritas rohani atau pendeta dan penatua—mereka menghormati orang-orang Farisi yang munafik. Apa pun yang menimpa mereka, mereka lari ke pendeta dan penatua untuk mencari bimbingan dan mereka melakukan hal yang sama ketika menyelidiki jalan yang benar. Sebagai akibatnya, mereka ditipu dan disesatkan oleh orang-orang Farisi yang munafik dan para pemimpin agama dan mereka mulai menempuh jalan menentang Tuhan—inilah akibat dan kesudahan karena mengikuti manusia alih-alih mengikuti Tuhan. Satu-satunya cara untuk benar-benar mengikuti Tuhan adalah dengan hanya mendasarkan iman kita pada mengikuti pekerjaan Roh Kudus, mengikuti firman Tuhan saat ini, mengikuti jejak langkah pekerjaan Roh Kudus, dan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi tugas kita. Terutama karena Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman, dunia keagamaan telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan dunia itu telah menjadi tandus. Ketika kita merasa terdorong untuk mencari jalan yang benar, kita harus jauh lebih memusatkan perhatian kita untuk mencari firman yang Roh Kudus sampaikan kepada jemaat-jemaat; kita harus mencari firman dan perkataan Tuhan serta pekerjaan Roh Kudus. Jika kita tidak mencari firman dan pekerjaan Roh Kudus, jika kita tidak mampu mendengar suara Tuhan, jika kita tidak mampu memperoleh makanan dari firman Tuhan saat ini, kita akan disingkirkan, dibuang selama pekerjaan Tuhan di akhir zaman, sehingga jatuh ke dalam kegelapan, menangis dan menggertakkan gigi kita. Orang-orang yang benar-benar mengikuti dan tunduk kepada Tuhan tidak akan pernah ditinggalkan oleh-Nya. Mereka yang menyembah pendeta dan penatua agama berarti tunduk kepada manusia dan adalah pengikut manusia. Orang-orang ini pada akhirnya akan disingkapkan oleh pekerjaan Tuhan—mereka akan disingkirkan dan dibuang.

Meskipun dari mulut kita, kita berseru bahwa kita percaya kepada Tuhan dan bahwa kita hanya mengikuti Tuhan dan tunduk kepada-Nya, tetapi apa yang terjadi dalam kenyataannya tidak sama. Kita dapat melihat ini dengan jelas dari cara para penganut agama Yahudi di Zaman Kasih Karunia memperlakukan Tuhan Yesus yang bertolak belakang dengan cara Petrus dan Yohanes dan yang lainnya memperlakukan-Nya. Tuhan Yesus melakukan pekerjaan baru-Nya, menyampaikan kebenaran, dan membawa jalan pertobatan, tetapi sebagian besar orang Yahudi pada waktu itu hanya mendengarkan ajaran para imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka tidak menerima pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, dan sebagai akibatnya mereka kehilangan keselamatan Tuhan Yesus. Secara harfiah, mereka percaya kepada Tuhan, tetapi pada kenyataannya mereka percaya kepada para imam kepala, ahli Taurat, dan orang Farisi. Namun, Petrus, Yohanes, Matius, Filipus, dan yang lainnya melihat bahwa firman dan pekerjaan Tuhan Yesus memiliki otoritas dan kuasa, dan bahwa semua itu adalah kebenaran. Mereka melihat bahwa firman dan pekerjaan Tuhan Yesus berasal dari Tuhan sehingga mereka mengikuti-Nya dengan taat. Mereka sama sekali tidak tunduk pada kendali orang-orang Farisi, dan mereka adalah orang-orang yang dengan sungguh-sungguh mengikuti dan menaati Tuhan. Di akhir zaman, satu-satunya cara untuk benar-benar mengikuti dan tunduk kepada Tuhan adalah dengan menerima dan tunduk pada pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa, dan ini menggenapi nubuat yang tertulis dalam Kitab Wahyu: "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi" (Wahyu 14:4).

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Apa arti mengikut Tuhan? Dan bagaimana engkau melakukannya? Mengikut Tuhan tidak hanya sekadar berdoa kepada Tuhan dan memuji Dia; hal yang terpenting adalah makan dan minum firman Tuhan dan hidup sesuai dengan firman-Nya, bertindak sesuai dengan kebenaran, mencari jalan untuk mengalami kehidupan sesuai dengan firman Tuhan, menerima amanat Tuhan, melaksanakan setiap tugasmu dengan baik, serta melangkah di jalan di hadapanmu dengan tuntunan Roh Kudus. Khususnya di persimpangan yang kritis, saat ada masalah besar yang menimpamu, ada kebutuhan yang lebih besar untuk mencari makna dari Tuhan, berhati-hati agar tidak ditipu oleh doktrin manusia, dan tidak jatuh di bawah kendali siapa pun. "Hal yang datang dari Tuhan aku patuhi dan ikuti, tetapi jika datang dari kehendak manusia, aku menolaknya dengan keras; ketika hal yang dikhotbahkan oleh para pemimpin atau pekerja bertentangan dengan pengaturan Tuhan, aku mutlak mengikut Tuhan dan menolak manusia. Jika benar-benar sesuai dengan pengaturan dan kehendak Tuhan, aku mau mendengarkannya." Orang-orang yang bertindak demikian adalah mereka yang mengikut Tuhan.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Catatan kaki:

a. Dalam naskah aslinya tertulis: "Engkau selalu percaya bahwa dengan ikut serta engkau dapat memperoleh, dan dengan melihat engkau dapat memperoleh."

Sebelumnya:Apa yang dimaksud dengan orang tidak percaya?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan mengikuti manusia?

media terkait