Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

9. Bagaimana kita harus mempraktikkan cara menjadi orang yang jujur?

Firman Tuhan yang Relevan:

Mengejar kebenaran adalah hal yang terpenting, dan menerapkannya sebenarnya sangat sederhana. Engkau harus mulai dengan menjadi seorang yang jujur dan berbicara dengan jujur, serta membuka hatimu kepada Tuhan. Jika ada sesuatu yang tentangnya engkau terlalu malu untuk mengatakannya kepada saudara-saudarimu, engkau harus berlutut dan mengatakannya kepada Tuhan melalui doa. Engkau harus mulai dengan jujur kepada-Nya. Katakan kepada Tuhan apa yang ada dalam hatimu; jangan mengatakan basa-basi kosong atau berusaha menipu-Nya. Jika engkau lemah, katakanlah bahwa engkau lemah; jika engkau jahat, katakanlah bahwa engkau jahat; jika engkau telah bersikap penuh tipu daya, katakanlah bahwa engkau telah bersikap penuh tipu daya; jika engkau memiliki pikiran-pikiran yang jahat dan licik, beri tahu Tuhan tentang semua itu. Jika engkau selalu bersaing untuk mendapatkan kedudukan, katakan juga kepada-Nya hal ini. Biarkan Tuhan mendisiplinkan dirimu; biarkan Dia mengaturkan sebuah lingkungan untukmu. Izinkan Tuhan menolongmu melewati semua kesulitanmu dan menyelesaikan semua masalahmu. Engkau harus membuka hatimu kepada Tuhan; jangan menutup dirimu terhadap-Nya. Bahkan seandainya engkau menutup dirimu terhadap-Nya, Ia tetap dapat melihat hingga ke dalam batinmu, tetapi jika engkau terbuka kepada-Nya, engkau dapat memperoleh kebenaran. Jadi, menurutmu, jalan mana yang harus kau pilih? Jika orang ingin memperoleh kebenaran, mereka harus mulai dengan bersikap jujur dan tentu saja tidak bersandiwara. ... Hatimu hanya bisa terbuka jika engkau menerapkan kejujuran, dan hanya setelah hatimu terbuka, kebenaran dapat masuk ke dalam dirimu, dan pada gilirannya, engkau dapat memahami dan memperoleh kebenaran. Jika hatimu selalu tertutup, dan engkau tidak pernah berbicara dengan jujur kepada siapa pun, dan engkau selalu mengelak, engkau pada akhirnya akan merusak dirimu sendiri, dan engkau tidak akan mampu memahami atau memperoleh kebenaran apa pun.

Dikutip dari "Enam Indikator Kemajuan dalam Kehidupan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Untuk bersikap jujur, pertama-tama engkau harus membuka hatimu sehingga semua orang dapat melihat hatimu, melihat semua yang engkau pikirkan, dan melihat wajahmu yang sebenarnya; engkau tidak boleh berpura-pura atau mencoba menutupi dirimu. Baru setelah itulah orang akan memercayaimu dan menganggapmu jujur. Inilah penerapan yang paling mendasar dan prasyarat menjadi orang yang jujur. Engkau selalu bersandiwara, selalu berpura-pura suci, baik, hebat, dan berpura-pura bermoral tinggi. Engkau tidak membiarkan orang lain melihat kerusakan dan kegagalanmu. Engkau menampilkan citra yang palsu kepada orang-orang, sehingga mereka percaya bahwa engkau adalah orang yang baik, hebat, rela berkorban, tidak memihak, dan tidak mementingkan diri sendiri. Ini tipu daya. Jangan pura-pura dan jangan mengemas diri sendiri; sebaliknya, ungkapkan dirimu dan ungkapkan hatimu agar orang lain dapat melihatnya. Jika engkau dapat mengungkapkan hatimu kepada orang lain agar dapat dilihat, yaitu, jika engkau dapat mengungkapkan semua yang engkau pikirkan dan rencanakan akan dilakukan di dalam hatimu—terlepas dari apakah itu positif atau negatif—bukankah engkau bersikap jujur? Jika engkau dapat mengungkapkan dirimu agar dapat dilihat orang lain, Tuhan juga akan melihatmu, dan berkata: "Engkau telah mengungkapkan dirimu agar dapat dilihat orang lain, maka di hadapan-Ku engkau tentu jujur juga." Jika engkau hanya mengungkapkan dirimu kepada Tuhan tanpa diketahui orang lain, dan selalu berpura-pura menjadi hebat dan baik atau adil dan tidak mementingkan diri sendiri di hadapan mereka, lalu apa yang akan Tuhan pikirkan dan apa yang akan Tuhan katakan? Tuhan akan berkata: "Kau benar-benar penipu, engkau sangat munafik dan picik, dan engkau tidak jujur." Karena itu, Tuhan akan mengutukmu. Jika engkau ingin jujur, terlepas dari apa yang engkau lakukan di hadapan Tuhan atau manusia, engkau harus dapat membuka dan mengungkapkan dirimu.

Dikutip dari "Pengamalan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Saat ini, kebanyakan orang terlalu takut untuk membawa tindakan mereka ke hadapan Tuhan, dan meskipun engkau mungkin bisa membohongi Tuhan yang menjadi manusia, engkau tidak bisa membohongi Roh-Nya. Apa pun yang tidak dapat bertahan dari tinjauan Tuhan berarti tidak sesuai dengan kebenaran dan harus disingkirkan; jika tidak, hal itu merupakan dosa terhadap Tuhan. Jadi, terlepas dari apakah engkau sedang berdoa, berbicara, dan bersekutu dengan saudara-saudarimu, atau ketika engkau sedang melaksanakan tugas dan menangani urusanmu, engkau harus menyerahkan hatimu kepada Tuhan. Ketika engkau memenuhi fungsimu, Tuhan besertamu, dan selama niatmu benar dan demi pekerjaan di rumah Tuhan, Dia akan menerima semua yang engkau lakukan, sehingga engkau harus sungguh-sungguh mendedikasikan dirimu untuk memenuhi fungsimu. Ketika engkau berdoa, jika hatimu memiliki kasih untuk Tuhan, serta mencari perhatian, perlindungan, dan tinjauan Tuhan, jika ini semua adalah niatmu, doa-doamu akan membuahkan hasil. Sebagai contoh, saat engkau berdoa di berbagai pertemuan, jika engkau membuka hatimu dan berdoa kepada Tuhan dan memberitahukan kepada-Nya apa yang ada di hatimu tanpa berkata dusta—doa-doamu akan membuahkan hasil.

Dikutip dari "Tuhan Menyempurnakan Mereka

yang Berkenan di Hati-Nya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang ini, siapa pun yang tidak dapat menerima tinjauan Tuhan tidak dapat menerima perkenanan-Nya, dan siapa pun yang tidak mengenal Tuhan yang berinkarnasi tidak dapat disempurnakan. Lihatlah semua yang telah engkau lakukan dan tentukan apakah hal-hal tersebut dapat engkau bawa ke hadapan Tuhan. Jika engkau tidak dapat membawa hal-hal tersebut ke hadapan Tuhan, ini menunjukkan bahwa engkau adalah seorang pelaku kejahatan. Dapatkah seorang pelaku kejahatan disempurnakan? Semua yang engkau lakukan, setiap tindakan, setiap niat, dan setiap reaksi harus dibawa ke hadapan Tuhan. Bahkan kehidupan spiritualmu sehari-hari—doamu, kedekatanmu dengan Tuhan, makan dan minum firman Tuhan, persekutuan dengan saudara-saudaramu, menjalani kehidupan bergereja, dan pelayanan yang kauberikan dalam persekutuan—harus dibawa ke hadapan Tuhan dan ditinjau oleh-Nya. Ini adalah tindakan yang akan membantumu menjadi dewasa dalam hidup. Proses menerima tinjauan Tuhan adalah proses penyucian. Semakin engkau menerima tinjauan Tuhan, semakin engkau disucikan, dan semakin engkau selaras dengan kehendak Tuhan, sehingga engkau tidak akan mendengar panggilan untuk melakukan kebejatan dan kesia-siaan, dan hatimu akan hidup dalam hadirat-Nya. Semakin engkau menerima tinjauannya, semakin malu Iblis dan semakin engkau mampu untuk meninggalkan kedagingan. Jadi, menerima tinjauan Tuhan adalah jalan yang harus diambil oleh orang-orang. Tidak peduli apa pun yang engkau lakukan, bahkan saat bersekutu dengan saudara-saudarimu, jika engkau membawa tindakanmu ke hadapan Tuhan dan meminta tinjauan-Nya, dan jika niatmu adalah untuk mengikut Tuhan, yang engkau jalankan akan jauh lebih benar. Hanya jika engkau membawa semua yang engkau lakukan ke hadapan Tuhan dan menerima tinjauan Tuhan, engkau dapat menjadi seseorang yang hidup dalam hadirat Tuhan.

Dikutip dari "Tuhan Menyempurnakan Mereka

yang Berkenan di Hati-Nya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kejujuran berarti memberikan hatimu kepada Tuhan; tidak pernah menipu-Nya dalam hal apa pun; terbuka kepada-Nya dalam segala sesuatu, tidak pernah menyembunyikan kebenaran; tidak pernah melakukan hal yang menipu mereka yang di atas dan memperdaya mereka yang di bawah; dan tidak pernah melakukan hal yang semata-mata demi mengambil hati Tuhan. Singkatnya, jujur adalah menjauhkan diri dari ketidaksucian dalam tindakan dan kata-katamu dan tidak menipu Tuhan maupun manusia. ... Sebagian orang berperilaku sangat sopan dan pantas dan tampak "penuh sopan santun" di hadirat Tuhan, tapi mereka berbalik menentang dan kehilangan seluruh kendali diri di hadirat Roh. Apakah engkau semua menganggap manusia semacam itu orang yang jujur? Jika engkau seorang munafik dan orang yang mahir bergaul, maka Aku katakan bahwa engkau benar-benar orang yang terlalu meremehkan Tuhan. Jika kata-katamu dipoles dengan alasan dan pembenaran diri yang tidak ada nilainya, maka Aku katakan engkau adalah orang yang benar-benar benci untuk melakukan kebenaran. Jika engkau memiliki banyak rahasia yang enggan engkau bagikan, dan jika engkau tidak mau membuka rahasiamu—yaitu kesulitanmu—di hadapan orang-orang untuk mencari jalan terang, maka Aku katakan engkau adalah orang yang tidak akan menerima keselamatan dengan mudah dan orang yang tidak akan mudah keluar dari kegelapan. Jika mencari jalan kebenaran menyenangkan hatimu, maka engkau adalah orang yang selalu diam di dalam terang. Jika engkau sangat senang menjadi pelaku pelayanan di rumah Tuhan, bekerja dengan rajin dan bersungguh-sungguh tanpa ingin dikenal, selalu memberi, dan tidak pernah mengambil, maka Aku katakan engkau adalah orang suci yang setia, karena engkau tidak mencari upah dan hanya menjadi orang yang jujur. Jika engkau mau berterus terang, jika engkau mau mengorbankan seluruh milikmu, jika engkau mampu mengorbankan hidupmu bagi Tuhan dan menjadi saksi, jika engkau jujur sampai ke taraf engkau hanya tahu untuk memuaskan Tuhan dan tidak memikirkan dirimu sendiri atau mengambil untuk dirimu sendiri, maka Aku katakan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang terpelihara dalam terang dan yang akan hidup untuk selamanya di dalam kerajaan.

Dikutip dari "Tiga Peringatan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Jika engkau ingin menunaikan tugasmu tanpa ceroboh dan tanpa menipu Tuhan, engkau harus menyelesaikan permasalahan menjadi seorang yang jujur. Selama menunaikan tugasmu, engkau harus menerima pemangkasan dan penanganan, engkau harus menerima pengawasan Roh Tuhan, dan engkau harus bertindak semata-mata sesuai dengan tuntutan Tuhan. Jika engkau menemukan bahwa engkau ceroboh dalam menjalankan tugas, berdoalah kepada Tuhan. Jika engkau menyadari bahwa engkau sedang berupaya menipu Tuhan, engkau harus mengakui pelanggaran ini. Engkau tidak dapat menutup-nutupi hal ini, dan engkau tidak dapat berpura-pura, apalagi memutarbalikkan fakta untuk menimpakan kesalahan kepada orang lain. Engkau harus seserius ini mengenai hal-hal yang engkau lakukan, dan bersungguh-sungguh dalam setiap perkataan dan tindakanmu. Bersikaplah gamblang dan apa adanya, cari kebenaran dari fakta yang ada, dan jangan nodai perkataanmu dengan khayalan. Jika engkau menemukan suatu pelanggaran, di samping berdoa kepada Tuhan engkau juga harus secara terbuka mengakuinya kepada orang lain. Jangan mundur hanya karena khawatir mengenai reputasimu sendiri. Engkau harus berani menghadapi faktanya. Bertindak seperti ini sangatlah bermakna, dan dijamin akan bermanfaat bagimu. Yang pertama, hal itu dapat meningkatkan rasa percaya dirimu dalam menjadi seorang yang jujur. Yang kedua, hal itu dapat mengajarimu agar tidak takut terhadap rasa malu, dan mengajarimu untuk menghilangkan kedangkalan dan keegoisanmu. Yang ketiga, hal itu dapat memberimu keberanian untuk menghadapi fakta dan menghormati fakta. Yang keempat, hal itu dapat menumbuhkan dalam dirimu tekad untuk lebih serius dengan hal-hal yang engkau lakukan. Setelah melakukan pengamalan dengan cara ini selama beberapa waktu, orang-orang akan jauh lebih jujur dalam menunaikan tugas mereka, lebih nyata dalam hal-hal yang mereka lakukan, dan lebih tidak palsu. Dalam waktu kurang dari beberapa tahun, mereka akan menjadi orang-orang jujur yang melakukan pekerjaan mereka dengan tulus dan serius dan bertanggung jawab saat menangani berbagai perkara. Orang-orang seperti itu relatif dapat diandalkan dalam menunaikan tugas mereka dan melakukan pekerjaan mereka. Hanya saat rumah Tuhan memanfaatkan orang-orang seperti itulah maka ada jaminan bahwa semua akan berjalan dengan lancar.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Saat ini, engkau sedang dalam proses berlatih menjadi orang yang jujur. Selama berlatih, hal apa yang paling harus engkau perhatikan? Engkau harus memperhatikan bagaimana mengenal Tuhan, memperhatikan bagaimana memahami kebenaran, dan engkau harus memperoleh jalan masuk yang nyata dari sisi yang positif. Jika engkau masuk dari sisi yang positif, kerusakan dari sisi yang negatif akan berkurang dengan sendirinya, dan hal ini sangat penting. Sebagai contoh, untuk menjadi seorang yang jujur, engkau harus terlebih dahulu memperlengkapi diri dengan kenyataan dan kebenaran tentang menjadi orang yang jujur. Setelah engkau melakukan ini, bagian dari dirimu yang jujur akan bertambah dan kebohongan serta kelicikan akan berkurang dengan sendirinya, bukan? Sama seperti cangkir yang diisi dengan air kotor. Engkau tidak dapat membuangnya, jadi apa yang harus engkau lakukan? Engkau harus menuangkan air yang baik dan bersih ke dalam cangkir itu, dan air bersih itu akan dengan sendirinya menggantikan air yang kotor. Sekarang engkau harus memperlengkapi diri dengan kebenaran, dan begitu kebenaran memasuki dirimu, hal-hal negatif di dalam dirimu akan hilang dengan sendirinya.

Dikutip dari "Bagaimana Mengatasi Masalah Berbohong Dari Akarnya"

dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan I"

Sebelumnya:Apa perbedaan antara orang yang jujur dengan orang yang penuh tipu daya?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan melakukan tugas kita?

media terkait