Kesaksian Rohani, Ep. 115: Akibat Menjadi Orang yang Suka Menyenangkan Semua Orang

30 September 2021

Sang tokoh utama adalah seorang pemimpin gereja yang hidup menurut falsafah iblis seperti "Keselarasan adalah harta karun, kesabaran adalah kebajikan", dan "Lindungi pertemananmu dengan tak pernah menunjukkan kesalahan orang lain". Akibatnya, ketika melihat bahwa Saudara Liu, diaken penyiraman, bersikap ceroboh dalam melakukan tugasnya, dia tidak berani mempersekutukan kebenaran untuk menyingkapkan dan menganalisis masalahnya; ketika melihat dua saudara yang bekerja bersamanya selalu bertengkar, menghambat kemajuan dalam pekerjaan mereka, dia tidak mengatakan sepatah kata pun karena takut menyinggung perasaan mereka dan merusak citra dirinya di mata saudara-saudari lainnya. Hal ini berdampak pada pekerjaan gereja serta kehidupan bergereja mereka. Ketika dihadapkan pada fakta tersebut, sang tokoh utama memahami dengan jelas bahwa menjadi orang yang suka menyenangkan semua orang adalah sikap yang mengganggu dan merusak pekerjaan Tuhan, bahwa dia sedang bertindak sebagai antek Iblis. Dipenuhi dengan penyesalan dan kebencian pada dirinya sendiri, dia berdoa kepada Tuhan dan bertobat, menerapkan kebenaran, dan mampu berubah.

Lihat lebih banyak

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp