Lagu Rohani | Kasih Manusia Menjadi Murni Hanya Melalui Penderitaan Pemurnian

12 September 2026

I

Selama masa hidupnya, Petrus mengalami pemurnian ratusan kali dan menjalani banyak penempaan yang menyakitkan. Pemurnian ini menjadi landasan kasihnya yang terdalam kepada Tuhan, dan menjadi pengalaman paling bermakna dalam seluruh hidupnya. Alasan mengapa dia mampu miliki kasih yang terdalam kepada Tuhan, di satu sisi, karena tekadnya 'tuk mengasihi Tuhan; tetapi, yang lebih penting, itu karena pemurnian dan penderitaan yang dia lalui. Penderitaan ini menjadi penuntunnya di jalan mengasihi Tuhan, dan menjadi hal yang paling berkesan baginya.

II

Apabila orang tak mengalami penderitaan pemurnian tatkala mengasihi Tuhan, kasih mereka sarat dengan ketidakmurnian dan preferensi pribadi mereka; kasih seperti ini penuh dengan niat Iblis, dan pada dasarnya tak dapat memenuhi maksud Tuhan. Memiliki tekad untuk mengasihi Tuhan belum dapat dianggap sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Meskipun semua yang mereka pikirkan dalam hati mereka adalah demi mengasihi dan memuaskan Tuhan, dan sepertinya demi Tuhan dan tanpa ide-ide manusia, tapi saat penerapan mengasihi Tuhan semacam itu dibawa ke hadapan-Nya, Dia tidak berkenan ataupun memberkatinya.

III

Sekalipun orang memahami sepenuhnya dan telah mengenal seluruh kebenaran, ini tak dapat dikatakan sebagai tanda mengasihi Tuhan, tidak dapat dikatakan bahwa orang-orang ini memiliki kenyataan mengasihi Tuhan. Meskipun orang telah memahami banyak kebenaran sebelum mereka menjalani pemurnian, mereka tidak mampu menerapkan kebenaran-kebenaran ini; hanya selama pemurnianlah, orang dapat memahami makna sesungguhnya dari kebenaran-kebenaran ini, hanya setelah itulah, orang dapat benar-benar merasakan maknanya yang sesungguhnya.

IV

Pada saat itu, ketika mereka kembali menerapkan kebenaran ini, mereka mampu melakukan dengan tepat, dan mereka mampu melakukannya sesuai dengan maksud Tuhan; dalam penerapan mereka saat itu, ide-ide mereka sendiri pun berkurang, kerusakan manusia mereka berkurang, dan perasaan manusia mereka menurun; hanya pada saat itulah penerapan yang mereka lakukan menjadi perwujudan sejati dari kasih kepada Tuhan. Hasil kebenaran kasih kepada Tuhan tak diraih lewat pemahaman di bibir saja atau kesediaan mental, dan itu juga tidak dapat diraih hanya dengan memahami kebenaran tersebut. Ini menuntut agar orang membayar harga, agar mereka mengalami banyak penderitaan selama pemurnian, dan hanya setelah itulah, kasih mereka 'kan menjadi murni dan sejalan dengan maksud Tuhan.

Dikutip dari Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya dengan Mengalami Pemurnian, Manusia Dapat Memiliki Kasih Sejati"

Lihat lebih banyak

Tinggalkan Balasan

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp