Lagu Rohani | Inikah Imanmu?

23 Juli 2026

I

Selama ini Aku telah menuntut standar yang ketat terhadap manusia. Jika kesetiaanmu disertai dengan niat dan dengan persyaratan, maka lebih baik Aku tidak menginginkan apa yang kausebut sebagai kesetiaan, karena Aku membenci orang yang menipu-Ku dengan niat mereka dan memeras-Ku dengan persyaratan. Aku hanya berharap agar manusia sepenuhnya setia kepada-Ku, dan melakukan segala hal demi dan untuk membuktikan satu kata: iman. Aku membenci penggunaan kata-kata manis kau semua 'tuk mencoba membuat-Ku bersukacita, karena Aku selalu memperlakukan kau semua dengan ketulusan, jadi Aku ingin kau semua juga bertindak dengan iman yang sejati terhadap-Ku.

II

Jika kau percaya akan keberadaan Tuhan, mengapa kau tak pernah takut akan Dia? Jika kau percaya akan keberadaan Tuhan, mengapa kau tak sedikit pun gentar akan Dia di dalam hatimu? Jika kau mengakui bahwa Kristus adalah daging inkarnasi Tuhan, mengapa kau memandang rendah diri-Nya? Mengapa kau bertindak dengan tidak hormat terhadap-Nya? Mengapa engkau secara terbuka menghakimi Dia? Mengapa engkau selalu memata-matai gerakan-Nya? Mengapa engkau tidak tunduk pada pengaturan-Nya? Mengapa engkau tak menjadikan firman-Nya sebagai kriteria dalam tindakanmu? Mengapa engkau memeras dan mencuri persembahan bagi-Nya? Mengapa kau mencoba berbicara dari posisi Kristus? Mengapa engkau menilai apakah pekerjaan-Nya dan firman-Nya itu benar atau tidak? Mengapa engkau berani menghujat Dia di belakang-Nya? Apakah hal-hal ini dan lainnya merupakan imanmu?

III

Dalam perkataan dan perilakumu tersingkap unsur-unsur ketidakpercayaanmu kepada Kristus. Ketidakpercayaan meresapi motif dan tujuan dari semua hal yang engkau lakukan. Bahkan aura yang memancar keluar dari sorot matamu pun mengandung ketidakpercayaan kepada Kristus. Dapat dikatakan di setiap menitnya, kau semua masing-masing menyimpan unsur-unsur ketidakpercayaan dalam dirimu. Ini berarti bahwa, setiap saat, kau semua berada dalam bahaya mengkhianati Kristus, karena darah yang mengalir di dalam tubuhmu diresapi dengan ketidakpercayaan kepada Tuhan yang berinkarnasi. Oleh karena itu, Kukatakan bahwa jejak langkah yang kau semua tinggalkan di jalan imanmu kepada Tuhan tidaklah nyata; pada saat kau semua menempuh jalan imanmu kepada Tuhan, kau tak menjejakkan kakimu kuat-kuat di tanah—kau sekadar melakukannya asal-asalan.

Dikutip dari Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Apakah Engkau Benar-Benar Orang yang Percaya kepada Tuhan?"

Lihat lebih banyak

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp