Firman Tuhan Harian: Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan | Kutipan 491
23 Oktober 2020
Selama waktu Tuhan dalam rupa manusia, ketundukan yang Dia tuntut dari manusia bukanlah seperti apa yang manusia bayangkan yaitu dengan tidak menghakimi atau menentang; sebaliknya, Dia menuntut orang untuk menggunakan firman-Nya sebagai prinsip untuk kehidupan dan fondasi untuk kelangsungan hidup mereka, untuk mereka sepenuhnya menerapkan esensi dari firman-Nya, dan sepenuhnya memuaskan kehendak-Nya. Satu aspek diharuskannya orang tunduk kepada Tuhan yang berinkarnasi mengacu pada diterapkannya firman-Nya, dan aspek lainnya mengacu pada kemampuan mereka untuk tunduk pada kenormalan dan kenyataan diri-Nya. Keduanya merupakan keharusan yang mutlak. Orang-orang yang dapat mencapai kedua aspek ini adalah semua orang yang memiliki hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Mereka semua adalah orang yang telah Tuhan dapatkan, dan mereka semua mengasihi Tuhan seperti mereka mencintai hidupnya sendiri. Tuhan yang berinkarnasi memiliki kemanusiaan yang normal dan nyata dalam pekerjaan-Nya. Dengan cara inilah, cangkang luar kemanusiaan-Nya yang normal dan nyata itu menjadi ujian yang besar bagi manusia; itu menjadi kesulitan terbesar mereka. Namun, kenormalan dan kenyataan diri Tuhan tidak dapat dihindari. Dia mencoba segalanya untuk menemukan solusi, tetapi pada akhirnya Dia tidak dapat menghindarkan diri-Nya untuk mengenakan cangkang luar kemanusiaan-Nya yang normal. Ini karena, bagaimanapun juga, Dia adalah Tuhan yang menjadi manusia, bukan Tuhan Roh yang di surga. Dia bukan Tuhan yang tidak dapat dilihat oleh manusia, melainkan Tuhan yang mengenakan cangkang luar salah satu ciptaan. Dengan demikian, melepaskan diri-Nya dari cangkang luar kemanusiaan-Nya yang normal sama sekali tidak mudah. Jadi, bagaimanapun juga, Dia tetap melakukan pekerjaan yang ingin dilakukan-Nya dari perspektif daging-Nya. Pekerjaan ini adalah pengungkapan diri Tuhan yang normal dan nyata, jadi bagaimana mungkin orang merasa tidak masalah jika mereka tidak tunduk? Apa sesungguhnya yang dapat manusia lakukan mengenai tindakan Tuhan tersebut? Dia melakukan apa pun yang ingin dilakukan-Nya; apa pun yang disukai-Nya, itulah yang terjadi. Jika manusia tidak tunduk, lalu rencana lain apa yang bisa mereka miliki? Sampai sejauh ini, hanya ketundukanlah yang dapat menyelamatkan manusia; tidak seorang pun memiliki ide cemerlang lainnya. Manusia bisa apa, jika Tuhan ingin menguji mereka? Namun, semua ini bukan pemikiran oleh Tuhan yang di surga, melainkan pemikiran oleh Tuhan yang berinkarnasi. Dia ingin melakukan ini, maka tak seorang pun mampu mengubahnya. Tuhan yang di surga tidak mencampuri apa yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi, jadi bukankah ini lebih lagi merupakan alasan mengapa manusia harus tunduk kepada-Nya? Meskipun Dia nyata dan normal, Dia sepenuhnya adalah Tuhan yang menjadi manusia. Berdasarkan gagasan-Nya sendiri, Dia melakukan apa pun yang ingin Dia lakukan. Tuhan yang di surga telah menyerahkan semua tugas kepada-Nya; engkau harus tunduk pada apa pun yang Dia lakukan. Meskipun Dia memiliki kemanusiaan dan sangat normal, Dia telah dengan sengaja merancangkan semua ini, jadi bagaimana manusia bisa memelototi-Nya dengan mata terbelalak tanda tak setuju? Dia ingin menjadi manusia biasa, maka Dia adalah manusia biasa. Dia ingin hidup dalam kemanusiaan, maka Dia hidup dalam kemanusiaan. Dia ingin hidup dalam keilahian, maka Dia hidup dalam keilahian. Orang dapat memandang hal ini sesuka mereka, tetapi Tuhan akan selalu menjadi Tuhan, dan manusia akan selalu menjadi manusia. Esensi-Nya tidak dapat disangkal karena beberapa detail sepele, Dia juga tidak dapat didorong keluar dari "pribadi" Tuhan karena satu hal sepele. Manusia memiliki kebebasan manusia, dan Tuhan memiliki martabat Tuhan; kedua hal ini tidak saling mengganggu. Tidak dapatkah manusia memberi Tuhan sedikit kebebasan? Tidak dapatkah mereka menoleransi keberadaan Tuhan dengan sedikit lebih santai? Jangan bersikap sedemikian ketat terhadap Tuhan! Masing-masing harus bertenggang rasa satu sama lain; maka tidakkah semuanya akan beres? Masih akan adakah kerenggangan? Jika seseorang tidak dapat bertenggang rasa terhadap hal seremeh itu, bagaimana mereka bisa berpikir untuk menjadi seorang yang murah hati atau seorang manusia sejati? Bukan Tuhan yang menimbulkan kesulitan bagi manusia, melainkan manusialah yang menimbulkan kesulitan bagi Tuhan. Mereka selalu menangani sesuatu dengan terlalu membesar-besarkan masalah. Mereka benar-benar mengada-ada, dan itu tidak perlu sama sekali! Ketika Tuhan bekerja dalam kemanusiaan yang normal dan nyata, apa yang dilakukan-Nya bukanlah pekerjaan manusia, melainkan pekerjaan Tuhan. Namun demikian, manusia tidak melihat esensi pekerjaan-Nya; mereka hanya selalu melihat cangkang luar kemanusiaan-Nya. Mereka belum melihat pekerjaan yang sedemikian agungnya, tetapi mereka bersikeras untuk melihat kemanusiaan-Nya yang biasa dan normal, dan akan terus bersikeras tentang hal itu. Bagaimana mungkin ini disebut tunduk di hadapan Tuhan? Tuhan yang di surga kini telah "menjadi" Tuhan yang di bumi, dan Tuhan yang di bumi kini adalah Tuhan yang di surga. Tidak masalah jika penampakan luar Mereka sama, juga tidak masalah seberapa serupanya Mereka bekerja. Pada akhirnya, Dia yang melakukan pekerjaan Tuhan sendiri adalah Tuhan itu sendiri. Engkau harus tunduk, baik engkau menginginkannya atau tidak—ini bukan perkara di mana engkau punya pilihan! Tuhan harus ditaati oleh manusia, dan manusia harus sepenuhnya tunduk kepada Tuhan tanpa sedikit pun kepura-puraan.
Sekelompok orang yang ingin didapatkan oleh Tuhan yang berinkarnasi sekarang ini adalah mereka yang sesuai dengan kehendak-Nya. Mereka hanya perlu tunduk pada pekerjaan-Nya, dan berhenti selalu menyibukkan pikiran mereka dengan gagasan tentang Tuhan yang di surga, hidup dalam ketidakjelasan, dan mempersulit keadaan bagi Tuhan dalam rupa manusia. Mereka yang mampu menaati-Nya adalah mereka yang benar-benar mendengarkan firman-Nya dan tunduk pada rancangan-Nya. Orang-orang seperti ini tidak peduli sama sekali tentang seperti apakah Tuhan yang di surga itu sebenarnya, atau pekerjaan seperti apa yang mungkin sedang dilakukan Tuhan yang di surga di antara manusia; mereka sepenuhnya mempersembahkan hati mereka kepada Tuhan yang di bumi dan menempatkan seluruh keberadaannya di hadapan-Nya. Mereka tidak pernah mempertimbangkan keselamatan mereka sendiri, mereka juga tidak pernah mempersoalkan kenormalan dan kenyataan diri Tuhan dalam rupa manusia. Mereka yang tunduk kepada Tuhan dalam rupa manusia dapat disempurnakan oleh-Nya. Mereka yang percaya kepada Tuhan yang di surga tidak akan memperoleh apa-apa. Ini karena bukan Tuhan yang di surga, melainkan Tuhan yang di bumi, yang mengaruniakan janji dan berkat kepada manusia. Manusia tidak seharusnya selalu mengagungkan Tuhan yang di surga sembari memandang Tuhan yang di bumi sekadar orang biasa; ini tidak adil. Tuhan yang di surga agung dan luar biasa dengan hikmat yang luar biasa, tetapi hal ini tidak ada sama sekali; Tuhan yang di bumi sangat rata-rata dan tidak signifikan, dan juga sangat normal. Dia tidak memiliki pikiran yang luar biasa atau melakukan tindakan yang meluluhlantakkan bumi; Dia hanya bekerja dan berfirman dengan cara yang sangat normal dan nyata. Kendati Dia tidak berbicara lewat guntur atau mendatangkan angin dan hujan, Dia sungguh merupakan inkarnasi Tuhan yang di surga, dan Dia sungguh merupakan Tuhan yang hidup di antara manusia. Orang tidak boleh mengagung-agungkan pribadi yang mampu mereka pahami dan yang sesuai dengan imajinasinya sendiri sebagai Tuhan, sementara memandang pribadi yang tidak bisa mereka terima dan yang sama sekali tidak terbayangkan oleh mereka sebagai pribadi yang hina. Semua ini berasal dari pemberontakan manusia; semua ini adalah sumber penentangan manusia terhadap Tuhan.
—Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Orang yang Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan adalah Orang yang Mampu Sepenuhnya Tunduk pada Kenyataan Diri-Nya"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Jenis Video Lainnya