Lagu Rohani | Belas Kasihan Tuhan Terhadap Umat Manusia Tak Pernah Berhenti
06 Agustus 2026
Yahweh berfirman: "Engkau menyayangi pohon jarak itu, padahal engkau tidak berjerih lelah menanam atau membuatnya tumbuh, yang tumbuh dalam semalam dan mati dalam semalam: Bagaimana Aku tidak menyayangi Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari 120.000 orang, yang tidak bisa membedakan tangan kanan dari tangan kiri; dan juga banyak sekali ternaknya?" (Yunus 4:10-11)
I
"Belas kasihan Sang Pencipta" bukanlah ucapan kosong atau janji kosong; belas kasihan itu memiliki prinsip, metode, dan tujuan yang konkret. Terlebih lagi, belas kasihan-Nya sangat nyata dan benar, tak mengandung kepalsuan atau penyamaran. Belas kasihan Sang Pencipta dianugerahkan tanpa henti kepada umat manusia di setiap waktu dan zaman. Namun, sampai hari ini, percakapan Sang Pencipta dengan Yunus adalah satu-satunya pernyataan verbal eksklusif Sang Pencipta tentang mengapa Dia menunjukkan belas kasihan kepada umat manusia, bagaimana Dia menunjukkan belas kasihan kepada umat manusia, betapa tolerannya Dia terhadap umat manusia, dan kasih sayang-Nya yang sejati bagi umat manusia.
II
Kata-kata Tuhan Yahweh yang singkat dalam percakapan ini mengungkapkan pemikiran-Nya yang seutuhnya tentang umat manusia; kata-kata-Nya adalah ungkapan sejati dari sikap hati-Nya terhadap umat manusia, dan juga bukti konkret dari penganugerahan belas kasihan-Nya yang melimpah kepada umat manusia. Belas kasihan-Nya tidak hanya dianugerahkan kepada generasi awal umat manusia, tetapi juga diberikan kepada generasi umat manusia selanjutnya, seperti yang selalu terjadi, dari satu generasi ke generasi berikutnya.
III
Walau murka Tuhan sering kali turun ke sudut tertentu dan zaman tertentu dari umat manusia, belas kasihan Tuhan tak pernah berhenti. Dengan belas kasihan-Nya, Dia memimpin dan membimbing manusia ciptaan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, serta membekali dan memelihara manusia ciptaan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, karena kasih sayang-Nya yang sejati terhadap umat manusia tak akan pernah berubah.
Dikutip dari Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Jenis Video Lainnya