Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Pencerahan dari Perumpamaan Sepuluh Gadis

258

Saudari Mu Zhen,

Damai sejahtera bagi Anda di dalam Tuhan! Saya sangat senang Anda telah menulis kepada kami. Dalam surat, Anda menyebutkan bahwa hari kedatangan Tuhan sudah dekat, dan bahwa Anda dengan sengaja membaca Alkitab dan berdoa lebih banyak, dan melakukan lebih banyak pekerjaan bagi Tuhan agar Anda dapat menjadi salah satu gadis bijaksana yang senantiasa berjaga-jaga menunggu kedatangan Tuhan. Namun, hal-hal ini belum mempertajam kepekaan rohani Anda atau meningkatkan iman atau kasih Anda kepada Tuhan. Anda bingung apakah Anda sudah bisa dianggap sebagai gadis bijaksana dengan cara melakukan hal-hal di atas, dan ingin tahu penerapan seperti apa yang harus Anda lakukan agar dapat menyambut Tuhan. Saudari Mu Zhen, pertanyaan yang Anda ajukan ini sangat penting untuk mengetahui apakah kita dapat menyambut Tuhan atau tidak. Kita semua ingin menjadi gadis bijaksana yang boleh menyambut kedatangan-Nya dan menghadiri perjamuan kerajaan surga bersama-Nya—tidak seorang pun ingin menjadi gadis bodoh yang dibuang oleh Tuhan, namun penerapan seperti apa sebenarnya yang harus kita lakukan agar dapat menjadi gadis bijaksana? Saya ingin membagikan pemahaman pribadi saya tentang masalah ini—saya harap hal ini akan dapat membantu Anda.

Tuhan Yesus berkata: “Maka Kerajaan Surga diumpamakan seperti sepuluh gadis, yang membawa pelita mereka, dan menunggu mempelai laki-laki. Lima di antaranya bijaksana, dan lima bodoh. Mereka yang bodoh membawa pelita mereka, tetapi tidak membawa minyak. Tetapi yang bijaksana mengambil minyak dalam bejana mereka bersama pelita mereka” (Matius 25: 1-4). Dari Alkitab, kita dapat melihat bahwa gadis bijaksana adalah mereka yang senantiasa berjaga-jaga menunggu kedatangan Tuhan, secara proaktif menyiapkan minyak bagi pelita mereka; dan pada akhirnya mereka diperkenankan untuk menyambut kedatangan Tuhan dan menghadiri perjamuan kerajaan surga. Banyak saudara-saudari seiman yang membaca bacaan ini dan memahaminya sebagai berikut: Selama kita sering membaca Alkitab, berdoa dengan seksama, tetap mengikuti jalan Tuhan, melakukan pekerjaan Tuhan dan menyebarkan Injil, maka kita telah menyiapkan minyak. Mereka yang melakukan semua hal ini adalah gadis bijaksana dan ketika Tuhan kembali, mereka pasti akan menghadiri perjamuan bersama Tuhan. Tetapi apakah yang Tuhan maksudkan sebagai gadis bijaksana benar-benar seperti ini? Mari kita melihat kembali orang-orang Farisi–mereka terus-menerus berharap akan kedatangan Mesias, dan demi menyambut Dia, mereka tidak hanya sangat akrab dengan Alkitab dan menegakkan hukum dan perintah di dalamnya, namun mereka juga sering menafsirkan Alkitab bagi orang percaya dan berdoa untuk mereka, dan bahkan menyebarkan Injil Tuhan Yahweh ke ujung bumi. Jadi berdasarkan pemahaman semacam itu, tindakan orang Farisi seharusnya dianggap sebagai gadis bijaksana yang telah menyiapkan minyak, dan mereka tentunya akan diperkenankan untuk menyambut Mesias dan memperoleh keselamatan dari Tuhan. Tetapi benarkah itu maksudnya? Ketika Tuhan Yesus mengambil rupa manusia dan bekerja dan berbicara di muka bumi, orang-orang Farisi sama sekali tidak memiliki rasa hormat kepada Tuhan, dan meskipun mereka melihat bahwa perkataan dan karya-Nya memiliki kuasa dan wewenang dan datang dari Tuhan, mereka tidak hanya tidak mau mencari dan menyelidikinya dengan pikiran terbuka, namun mereka dengan keras kepala berpegang teguh pada gagasan dan imajinasi mereka sendiri, berpikir bahwa siapa pun yang tidak disebut Mesias bukanlah Tuhan. Mereka juga membatasi pekerjaan dan firman Tuhan dengan batasan Alkitab pada masa itu, mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan yang berada di luar batas Perjanjian Lama dan dengan demikian menolaknya. Mereka juga mengarang rumor, memfitnah, dan menghujat Tuhan Yesus, dan akhirnya memakukan-Nya di kayu salib. Dengan demikian, mereka telah beroleh kutukan dan hukuman Tuhan. Kita dapat melihat dari fakta-fakta penolakan orang-orang Farisi terhadap Tuhan bahwa sekedar membaca Alkitab, berdoa dengan sungguh-sungguh, mengikuti jalan Tuhan, dan bekerja untuk Tuhan tidak bisa dihitung sebagai sikap seorang gadis bijaksana.

Lalu apa sebenarnya arti dari gadis bijaksana? Mari kita melihat sebuah ayat dari Alkitab: Tuhan Yesus berkata: “Dan pada tengah malam terdengar teriakan, Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya” (Matius 25: 6). Firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa gadis bijaksana memiliki hati yang penuh hormat kepada Tuhan dan bahwa dalam hal menyambut kedatangan Tuhan, mereka berfokus pada mendengarkan suara Tuhan. Jika mereka mendengar bahwa seseorang telah memberikan kesaksian bahwa Tuhan telah datang kembali, dan sedang bekerja dan mengucapkan firman-Nya, gadis bijaksana tidak akan menghakiminya secara membabi buta. Sebaliknya, mereka akan secara aktif mencari dan menyelidiki hal ini, dengan serius merenungkannya, dan dari sini mereka akan dapat mengenali suara Tuhan, menyambut kedatangan-Nya, diangkat ke hadapan takhta Tuhan, dan menghadiri perjamuan kerajaan surga. Ini adalah seperti kisah wanita Samaria dalam Alkitab. Ketika dia mendengar Tuhan Yesus berkata kepadanya: “Karena kamu telah memiliki lima suami; dan dia yang kamu miliki sekarang bukan suamimu: perkataanmu itu jujur” (Yohanes 4:18) dia mengenali dari firman-Nya bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus. Hal ini karena dia tahu bahwa hanya Tuhanlah yang bisa melihat ke dalam segala hal dan bisa menyuarakan rahasia yang disembunyikan orang—Dia berbicara tentang semua hal yang telah wanita itu lakukan, dan di luar Tuhan, tidak ada yang memiliki wewenang dan kuasa semacam itu. Beginilah caranya dia mengenali Tuhan Yesus sebagai Kristus dan bahwa Dia adalah Mesias yang akan datang. Seperti yang dikatakan wanita Samaria itu kepada orang banyak, sebagaimana yang dicatat dalam Alkitab: “Mari, temuilah seorang pria, yang memberitahuku segala hal yang pernah kulakukan: bukankah ini Kristus?” (Yohanes 4:29) Kita dapat melihat dari sini bahwa kebijaksanaan wanita Samaria itu terletak pada kemampuannya untuk membedakan suara Tuhan. Ketika dia mendengar bahwa ini adalah suara Tuhan, dia dapat menerimanya, dan dengan demikian dia beroleh keselamatan dari Tuhan Yesus. Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa Petrus, Natanael, dan murid-murid lainnya juga dapat mengenali suara Tuhan melalui apa yang dikatakan Tuhan Yesus, dan mereka memutuskan bahwa Dia adalah Tuhan sendiri. Inilah sebabnya mereka meninggalkan segala yang mereka miliki untuk mengikuti Tuhan—orang seperti ini adalah gadis bijaksana. Namun, mereka yang sama sombongnya dengan orang-orang Farisi, yang tidak dapat mendengar suara Tuhan, yang mendengar suara Tuhan tetapi tidak mencari atau menerimanya, atau yang bahkan membenci dan menolak kebenaran, semuanya adalah gadis bodoh dan ditakdirkan untuk terbuang dan terhilang dari Tuhan.

Sekarang kita mengerti dari fakta-fakta ini bahwa poin yang paling penting untuk menjadi gadis bijaksana adalah bisa mendengar suara Tuhan—inilah yang membuat mereka cerdas. Dalam Wahyu Pasal 2 dan 3, kalimat “Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja” disebutkan beberapa kali, dan dalam Wahyu 3:20 dikatakan: “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dan dia bersama-Ku.” Kita bisa melihat dari nubuat ini bahwa ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman Dia akan mengucapkan lebih banyak firman, dan hal ini berarti bahwa memperhatikan dan mendengarkan firman Tuhan dan mampu mengenali suara-Nya adalah hal yang sangat penting. Ini juga berkaitan dengan pertanyaan yang sangat penting tentang apakah kita akan diperkenankan untuk menyambut Tuhan dan diangkat ke hadapan takhta-Nya. Jadi bagaimana kita bisa mengenali suara Tuhan? Mari kita pelajari beberapa prinsip tentang cara memahami suara Tuhan.

1. Segala sesuatu yang diucapkan oleh Tuhan adalah kebenaran. Firman Tuhan dapat memberi orang makanan rohani yang mereka perlukan, dan memberi mereka jalan untuk menerapkannya

Tuhan Yesus berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku” (Yohanes 14:6). Dan dalam Injil Yohanes 1: 1–2, tertulis: “Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan. Firman itu pada awalnya bersama-sama dengan Tuhan“. Selain itu, ada Yohanes 1:4: “Di dalam Dia ada kehidupan; dan kehidupan itu ialah terang manusia.” Tuhan Sendiri adalah jalan, kebenaran, dan hidup, dan semua firman yang diungkapkan oleh-Nya adalah kebenaran. Firman itu dapat memberikan makanan rohani bagi umat manusia sesuai dengan apa yang mereka perlukan, dan memberikan mereka jalan untuk menerapkannya. Melihat kembali ke Zaman Hukum Taurat, manusia tidak mengerti apa itu hidup, juga tidak tahu bagaimana cara menyembah Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan mengeluarkan perintah-Nya melalui Musa, sehingga bangsa Israel dapat menaati seluruh perintah tersebut dan dibimbing dalam kehidupan mereka, sehingga hal ini memungkinkan mereka untuk belajar cara menyembah Tuhan. Sebagaimana yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan: “Aku adalah YAHWEH, Tuhanmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. “Jangan ada padamu tuhan lain di hadapan-Ku. … Jangan menyembahnya atau melayaninya: karena Aku, Yahweh, Tuhanmu, adalah Tuhan yang cemburu. Membalaskan kejahatan ayah kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku. Dan menunjukkan belas kasihan kepada ribuan orang yang mengasihi Aku dan yang berpegang kepada perintah-perintah-Ku” (Ulangan 5: 6-7, 29-10). “Engkau tidak boleh membunuh .Engkau tidak boleh berzina. … “Engkau tidak boleh bersumpah palsu atas sesamamu. Engkau juga tidak boleh menginginkan istri sesamamu, juga tidak boleh mendambakan rumah sesamamu, ladang, pelayan lelaki atau pelayan perempuan, lembu atau keledainya, atau apa pun yang menjadi milik sesamamu” (Ulangan 5: 17–18, 20–21). Hukum dan perintah Tuhan menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa mereka diciptakan oleh Tuhan dan bahwa mereka harus menyembah-Nya; mereka juga belajar bahwa melanggar hukum dan perintah Tuhan merupakan dosa. Tuhan juga memberitahu bangsa Israel bagaimana cara mempersembahkan korban jika mereka berdosa, dan sebaliknya hukuman macam apa yang harus mereka terima. Pada saat itu, bangsa Israel menerima makanan rohani tentang kebenaran Tuhan dan diberikan jalan untuk menerapkannya. Kehidupan dan perilaku bangsa Israel menjadi semakin teratur dan mereka mulai memiliki kehidupan kemanusiaan yang layak. Di Zaman Kasih Karunia ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja di dunia, Dia mengucapkan cukup banyak perkataan dengan menargetkan kebutuhan orang-orang pada saat itu, mengajar mereka untuk mengaku dosa dan bertobat, bahwa mereka harus memaafkan dan toleran dengan orang lain, mencintai orang lain seperti diri mereka sendiri, dan menjadi garam dan terang dunia. Begitu orang Israel memahami kebenaran ini, mereka memiliki jalan penerapan yang baru ketika menghadapi masalah, dan hal ini memberikan makanan rohani bagi kehidupan mereka—mereka tidak lagi dibatasi oleh hukum Taurat. Sebagai contoh, Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus: “Tuhan, berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia bersalah kepadaku dan aku mengampuninya? Sampai tujuh kali?” (Matius 18:21). Yesus menjawab Petrus: “Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, tapi tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius 18:22). Kita dapat melihat di sini bahwa semua firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup; firman itu menyediakan makanan rohani yang dibutuhkan orang dan memberikan mereka jalan untuk menerapkannya. Inilah salah satu ciri khas dari firman Tuhan.

2. Semua firman Tuhan memiliki kekuatan dan otoritas, dan merupakan ekspresi dari watak Tuhan

Kita semua tahu bahwa pada mulanya, Tuhan menggunakan firman-Nya untuk menciptakan langit, bumi, dan segala sesuatu. Saat Dia mengucapkan sesuatu, hal itu terjadi, sebagaimana yang dikatakan dalam Mazmur 33:9: “Karena Dia bersabda dan hal itu terjadi; Dia memerintahkan, dan semua itu berdiri teguh.” Di zaman Perjanjian Lama, Tuhan berjanji bahwa keturunan Abraham akan menjadi seperti bintang-bintang di langit dan pasir di laut, dan semuanya terjadi sebagaimana yang telah Tuhan janjikan. Bahkan sekarang pun, keturunan Abraham ada di setiap penjuru dunia, dan setiap hal yang difirmankan Tuhan telah digenapi, satu demi satu. Di Zaman Kasih Karunia, angin dan lautan dapat ditenangkan oleh satu ucapan dari Tuhan Yesus, dan dengan kata-kata “Lazarus, keluarlah” (Yohanes 11:43), Lazarus, yang telah mati selama empat hari, berjalan keluar dari makamnya. Semua ini terjadi karena otoritas dan kekuatan firman Tuhan. Tuhan Yesus juga berkata: “Tetapi barangsiapa minum dari air yang Kuberikan kepadanya tidak akan pernah haus lagi; tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi sumur mata air di dalam dirinya, yang memancar terus hingga kehidupan yang kekal” (Yohanes 4:14). “Akulah kebangkitan dan kehidupan: barangsiapa percaya kepada-Ku, meskipun dia telah mati, dia akan hidup kembali: Dan barangsiapa yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati” (Yohanes 11: 25–26). “Barangsiapa percaya kepada Anak Laki-Laki itu memiliki kehidupan kekal: dan barangsiapa tidak percaya kepada Anak Laki-Laki itu tidak akan melihat kehidupan; tetapi murka Tuhan tetap atasnya” (Yohanes 3:36). “Sesungguhnya Aku berfirman kepadamu, Semua dosa anak-anak manusia akan diampuni, dan demikian juga hujatan yang mereka ucapkan: Tetapi ia yang menghujat Roh Kudus tidak pernah mendapat pengampunan, melainkan berada dalam ancaman hukuman kekal” (Markus 3:28–29). Kata-kata Tuhan Yesus memiliki kekuatan dan otoritas; mereka mampu sepenuhnya meyakinkan hati dan pikiran manusia, dan kita bisa mendengar suara Tuhan di dalamnya. Firman Tuhan tidak hanya mengarahkan dan memerintah semua hal, tetapi juga mampu melimpahkan kehidupan dan kebenaran kepada kita. Firman Tuhan juga dapat menjanjikan kita berkat maupun mengutuk semua orang yang memberontak dan melawan Tuhan. Firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa Dia memperlakukan semua orang yang percaya dan mencintai-Nya dengan belas kasih dan cinta, sementara mereka yang memberontak dan melawannya akan melihat keagungan dan murka-Nya. Kita dapat melihat watak Tuhan yang adil dan tidak dapat diganggu-gugat—semua firman Tuhan adalah ekspresi dari watak-Nya, dan apa yang Dia miliki dan siapa Dia. Terlebih lagi, firman Tuhan membawa otoritas unik Sang Pencipta. Inilah sebabnya, ketika mencoba untuk menentukan apakah suatu ucapan merupakan suara Tuhan, kita harus melihat apakah ucapan tersebut memiliki kekuatan dan otoritas, dan apakah ucapan tersebut merupakan ekspresi dari watak Tuhan serta apa yang Dia miliki dan siapa Dia.

3. Firman yang diungkapkan Tuhan dapat membuka misteri di balik pekerjaan yang diselenggarakan oleh Tuhan

Tuhan Yesus berkata, “Oleh sebab itu sama seperti ilalang dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga yang akan terjadi pada akhir zaman. Anak Manusia akan mengutus para malaikat-Nya, dan mereka akan mengumpulkan dari dalam kerajaan-Nya segala sesuatu yang menyebabkan pelanggaran, dan orang-orang yang berbuat kejahatan, dan akan melemparkan mereka ke dalam tungku api: di tempat itu akan ada ratapan dan kertak gigi. Maka orang-orang benar akan memancarkan terang seperti matahari di dalam kerajaan Bapa mereka. Siapa yang memiliki telinga untuk mendengar, biarlah ia mendengar” (Matius 13:40-43).”Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Matius 7:21). Tuhan Yesus mengatakan kepada kita bahwa pada akhir zaman, Tuhan akan mengutus malaikatnya untuk memisahkan yang baik dari yang jahat, dan bahwa semua orang akan dipilah menurut jenisnya: gandum dari ilalang, hamba baik dari hamba jahat, dan gadis bijaksana dari gadis bodoh. Hanya anak-anak manusia yang mengikuti perintah Bapa Surgawi yang akan masuk ke dalam kerajaan surga. Selain itu, Tuhan Yesus bernubuat bahwa Dia pasti akan kembali, bahwa pada akhir zaman Anak Manusia akan melakukan tugas-Nya sebagai Hakim Yang Agung dan menciptakan sekelompok pemenang iman sebelum datangnya bencana, bahwa tabernakel Tuhan akan berada di antara umat manusia, dan bahwa kerajaan Kristus akan muncul. Semua misteri ini merupakan hal-hal yang tidak diketahui seorang pun di antara kita, dan tidak ada seorang pun di antara kita yang dapat menjelaskannya, jadi bagaimana Tuhan Yesus dapat mengatakan hal-hal ini? Itu karena Tuhan Yesus adalah Tuhan sendiri—Dia adalah Tuhan di surga, dan hanya Tuhan sendirilah yang mengetahui orang macam apa yang dapat memasuki kerajaan surga, bagaimana Tuhan bekerja pada akhir zaman, dan apa tujuan dan nasib akhir umat manusia nantinya. Hanya firman Tuhanlah yang bisa mengungkapkan misteri pekerjaan penyelenggaraan Tuhan. Tuhan Yesus pernah berkata: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16: 12-13). Jelaslah bahwa ketika Tuhan datang kembali, Dia akan mengungkapkan semua kebenaran yang kita butuhkan sebagai manusia dan secara terbuka mengungkapkan misteri seluruh rencana penyelenggaraan Tuhan dalam menyelamatkan umat manusia. Gadis bijaksana memiliki hati dan roh, dan ketika mereka mendengar firman Tuhan, mereka pasti akan mengenali suara-Nya dari firman tersebut.

4. Firman Tuhan membongkar kebusukan dan pikiran batin manusia

Manusia diciptakan oleh Tuhan, dan Tuhan tahu kedalaman hati manusia yang paling dalam. Dia menaruh jari-Nya pada denyut nadi pikiran terdalam kita—hanya firman Tuhan yang dapat mengungkapkan kebenaran tentang kebusukan kita yang disebabkan oleh pengaruh Setan dan membongkar semua dosa yang ada di dalam hati kita. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Sebagaimana yang Tuhan Yesus katakan: “Apa yang keluar dari dalam manusialah yang mencemarinya. Karena dari dalam, dari hati manusia, muncullah semua pikiran jahat, perzinaan, percabulan, pembunuhan, pencurian, iri hati, kejahatan, tipu daya, hawa nafsu, mata jahat, hujat, kesombongan, kebebalan: Segala hal jahat ini keluar dari dalam hati, dan mencemari manusia” (Mark 7:20–23). Setelah kita dirusakkan oleh Setan, kita mulai mengandalkan kesombongan, kebengkokan dan tipu daya kita sendiri, keegoisan dan kebencian, kejahatan dan keserakahan, dan kecenderungan setan lainnya dalam kata-kata dan tindakan kita, dan dalam interaksi kita dengan orang lain. Ketika kata-kata atau tindakan orang lain tampaknya menyinggung harga diri, status, atau minat kita sendiri, kita terlibat dalam intrik, kita menjadi iri hati dan agresif, atau bahkan kita akan membenci orang itu. Jika kita menyerahkan dan mengorbankan diri kita bagi Tuhan dan bekerja keras bagi-Nya dalam waktu yang lama, kita mulai merasa bahwa kita pantas memperoleh imbalan. Kita mulai menuntut pemberian dan berkat dari Tuhan, dan merasa bahwa hal tersebut pantas kita dapatkan. Ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita (seperti masalah keuangan rumah tangga, ketidakberuntungan dalam hidup, bencana atau malapetaka), kita akan salah paham dan menyalahkan Tuhan. Kadang-kadang kita bahkan menyangkal atau menentang Dia. Jika Tuhan tidak menyingkapkan kerusakan dan pemberontakan kita ini, kita benar-benar tidak akan mampu mengenal diri kita sendiri, dan kita akan tetap hidup dalam pengertian dan imajinasi kita sendiri, percaya bahwa tindakan kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan. Bukankah hal ini berarti bahwa kita telah menipu diri kita sendiri dan orang lain, dan menyesatkan diri kita sendiri? Tuhan Yesus mengungkapkan semua dosa kita, yang merupakan satu-satunya cara agar kita bisa memperoleh pemahaman sejati tentang kecenderungan kita untuk mengikuti Setan, dan mampu melihat kebenaran tentang bagaimana diri kita telah dirusak oleh Setan. Hanya melalui cara inilah kita akan lebih mampu membuang watak kita yang berdosa.

Selain itu, firman Tuhan membawa terang. Apa pun yang gelap dan jahat akan diungkapkan oleh terang firman Tuhan, dan semua tipuan Setan juga akan diungkapkan melalui firman-Nya. Persis seperti orang-orang Farisi yang kelihatannya setia melayani Tuhan di mata orang-orang Yahudi yang percaya—namun Tuhan Yesus dapat melihat sifat dan hakikat mereka yang tidak benar dan membenci kebenaran. Dia menelanjangi mereka dengan mengatakan hal-hal seperti: “Celakalah engkau ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik! Karena engkau seperti kuburan yang dicat putih, yang di luarnya memang kelihatan bagus, tetapi di dalamnya penuh tulang orang mati dan semua kenajisan” (Matius 23:27). “Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik! Karena engkau melintasi lautan dan daratan untuk menjadikan satu orang bertobat menjadi pengikutmu, tetapi begitu ia bertobat, engkau menjadikannya anak neraka yang dua kali lebih jahat daripada dirimu sendiri” (Matius 23:15). Hanya melalui kata-kata yang diungkapkan oleh Tuhan Yesuslah kita dapat menyadari bahwa sebagai manusia, kita hanya dapat melihat penampilan luar orang lain, tetapi Tuhan dapat melihat ke kedalaman hati kita. Dia dapat melihat natur dan esensi kita; Dia dapat melihat siapa yang memiliki iman yang benar, siapa yang hanya mencari kepuasan diri, dan siapa yang membenci kebenaran. Tuhan memahami semua ini. Melalui apa yang diungkapkan oleh firman Tuhan kita dapat memperoleh pemahaman sejati akan natur dan esensi orang-orang Farisi sebagai orang munafik dan musuh Tuhan.

Firman Tuhan adalah ucapan Sang Pencipta bagi semua umat manusia. Firman Tuhan adalah ekspresi dari jalan, kebenaran, dan hidup, dan dapat memberikan kita semua yang kita butuhkan. Firman Tuhan dapat menyelesaikan semua kesulitan dan masalah kita, menunjukkan jalan penerapan bagi kita. Firman Tuhan memiliki kekuatan dan otoritas dan membuka semua misteri. Firman Tuhan menelanjangi kebusukan manusia, menilai ketidakbenaran manusia dan menyelamatkan kita dari kejahatan. Ini semua adalah karakteristik unik yang hanya dimiliki oleh firman Tuhan. Setelah kita memahami prinsip-prinsip untuk membedakan suara Tuhan, ketika kita mendengar firman Tuhan kita akan dapat merasakannya di dalam jiwa kita. Kita akan dapat melihat bahwa firman Tuhan adalah hal-hal yang tidak dapat dikatakan oleh manusia, dan ada misteri yang terkandung di dalamnya yang tidak dapat dipahami dengan upaya manusia sendiri. Ketika kita memahami hal tersebut kita harus melakukan pendekatan terhadap firman Tuhan dengan hati-hati, dan dengan seksama mencari dan menyelidikinya. Dan jika kita telah menentukan bahwa sesuatu merupakan firman Tuhan, bahwa hal itu adalah ekspresi dari kebenaran, kita harus menerimanya dan tunduk padanya. Ini adalah satu-satunya cara untuk menjadi gadis bijaksana dan satu-satunya cara agar kita diperkenankan untuk menyambut kedatangan Tuhan.

Saudari Mu Zhen, saya berharap bahwa apa yang telah saya bagikan ini bermanfaat bagi Anda, dan saya berharap agar kita semua dapat menjadi gadis bijaksana yang dengan sangat hati-hati mencari dan mendengarkan suara Tuhan, yang akan segera datang kembali ke dunia. Dengan begitu kita akan dapat menyambut Tuhan sesegera mungkin dan menghadiri perjamuan bersama-Nya!

Terima kasih atas pencerahan dan bimbingan Tuhan!

Si’en

24 Mei 2018

media terkait