Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Refleksi Hari Ini: Apakah Gereja yang Tampak Berapi-api Berarti Memiliki Pekerjaan Roh Kudus?

57

Halo saudara-saudari dari Tanya Jawab Rohani,

Beberapa bulan yang lalu, aku menyaksikan para pendeta di gereja kami saling berlomba untuk meraih ketenaran dan keuntungan dan saling berebut posisi, sampai-sampai mereka bahkan menyerang secara verbal dan saling meremehkan selama khotbah. Khotbah-khotbah mereka tidak enak didengar, dan roh kami tidak dikenyangkan. Selain itu, ada semakin banyak saudara-saudari yang imannya menjadi dingin; mereka mengejar kekayaan, mendambakan kenikmatan lahiriah dan mengikuti tren duniawi, memberikan seluruh perhatian mereka untuk makan, minum dan bersenang-senang. Sebagian besar waktu, beberapa saudara-saudari sama sekali tidak menghadiri pertemuan ibadah, tetapi hanya datang ketika bencana terjadi dalam kehidupan mereka atau ketika ada hari libur penting …. Menghadapi situasi ini di gereja kami, aku pergi mencari gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus. Aku mencari di banyak tempat, tetapi mendapati bahwa kebanyakan gereja itu ternyata sama saja, dan aku mulai kehilangan harapan. Baru-baru ini aku menemukan sebuah gereja, yang sering menggelar berbagai pertunjukan dan mengadakan acara, dan bahkan mendatangkan banyak pendeta dari luar negeri untuk menyampaikan khotbah. Suasana di gereja ini sangat hangat dan antusias, dan banyak orang menghadiri setiap pertemuan ibadah. Melihat gereja ini yang begitu bersemangat dan saudara-saudari yang menghadiri pertemuan ibadah dengan sangat antusias, aku berpikir ini pastilah sebuah gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus. Namun, tak lama kemudian, aku mendapati bahwa, meskipun gereja ini tampaknya bersemangat, khotbah-khotbah yang disampaikan oleh para pendeta tidak dapat memberikan manfaat bagi kehidupan saudara-saudari itu dan tidak dapat memuaskan roh kami. Nyanyian dan tarian yang berlangsung itu hanya berdampak mengubah suasana di gereja—ketika nyanyian dan tarian itu sedang berlangsung, kami semua merasa sangat bersemangat, tetapi begitu kami duduk untuk mendengarkan seorang pendeta menyampaikan khotbah, kami akan mulai tertidur. Selain itu, saudara-saudari itu selalu berusaha untuk mengungguli satu sama lain dalam hal sumbangan dan doa. Siapa pun yang banyak menyumbang dianggap sebagai seseorang yang mengasihi Tuhan, dan barangsiapa berdoa untuk waktu yang lama dan mengucapkan kata-kata bagus dalam doa mereka dianggap sebagai orang yang rohani …. Di gereja seperti ini, saudara-saudari itu bukan hanya tidak memiliki kejujuran atau kerendahan hati tetapi sebaliknya, kesombongan mereka lama-kelamaan makin kuat dan mereka menjadi makin munafik. Mereka berfokus untuk mengungkapkan diri mereka dan pamer di depan orang lain dan sangat merasa dirinya benar dan congkak. Setiap kali menghadapi masalah, mereka hanya menanganinya sesuka hati mereka, dan mereka tidak mendengarkan orang lain—mereka sama sekali tidak mematuhi ajaran Tuhan. Menghadapi situasi seperti ini di gereja, aku tidak dapat menahan diri untuk bertanya-tanya: Mungkinkah gereja yang tampaknya begitu berapi-api dari luar ini memiliki pekerjaan Roh Kudus? Pertanyaan ini selalu membingungkan aku, jadi aku ingin bertanya apakah saudara-saudari dapat menjawab pertanyaanku ini.

Wenxi

Halo Wenxi,

Pencarianmu untuk sebuah gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus sangat luar biasa dan sepenuhnya sesuai dengan kehendak Tuhan. Mengenai semua kesalahan yang terjadi di gereja-gereja itu, kita dapat dengan jelas memahami bahwa itu bertentangan dengan ajaran Tuhan, dan gereja semacam itu mungkin telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Mengenai apakah gereja-gereja yang tampak berapi-api memiliki pekerjaan Roh Kudus atau tidak, tidaklah mudah bagi kita untuk membedakannya. Tetapi sebenarnya, jika kita memahami hasil apa yang dapat dicapai oleh pekerjaan Roh Kudus, kita akan secara alami memahami masalah ini dengan mudah.

Menanggapi pertanyaan ini, pertama-tama marilah kita membaca beberapa petikan: “Pencerahan manusia oleh Roh Kudus bukan dimaksudkan untuk menopang semangat manusia. Pencerahan itu dimaksudkan untuk membuka jalan masuk bagi manusia, serta untuk memungkinkan manusia mulai mengenal Roh Kudus, dan kemudian menumbuhkan hati yang penuh rasa hormat dan penyembahan kepada Tuhan” (“Pekerjaan dan Jalan Masuk (2)”). “Ketika Roh Kudus bekerja untuk mencerahkan orang, Dia umumnya memberi mereka pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan, dan tentang jalan masuk sejati mereka dan keadaan sesungguhnya, dan Dia juga memberi mereka tekad, memungkinkan mereka untuk memahami maksud Tuhan yang penuh semangat dan persyaratan-Nya untuk manusia di masa sekarang, Dia memberi mereka tekad untuk menyingkap setiap jalan. Bahkan, ketika orang mengalami pertumpahan darah dan pengorbanan, mereka harus bertindak untuk Tuhan, dan bahkan ketika mereka bertemu dengan penganiayaan dan kesukaran, mereka harus tetap mencintai Tuhan, dan tidak menyesal, dan harus memberikan kesaksian mereka bagi Tuhan” (“Penerapan (1)”). “Bila Roh Kudus bekerja, manusia dibuat mampu untuk masuk secara aktif; alih-alih pasif atau terpaksa, mereka menjadi proaktif. Bila Roh Kudus bekerja, manusia menjadi bahagia dan bersedia, dan mereka bersedia menuruti, rela merendahkan diri, meskipun mereka tersakiti dan rapuh di dalam, mereka memiliki tekad untuk bekerja sama, mereka rela menderita, mampu taat, dan mereka tidak ternoda oleh kehendak manusia, tidak ternoda oleh cara pikir manusia, dan sudah pasti tidak ternoda oleh hasrat dan motivasi manusia. Bila manusia mengalami pekerjaan Roh Kudus, mereka terutama menjadi kudus di dalam. Mereka yang dikuasai pekerjaan Roh Kudus hidup dalam kasih Tuhan, kasih saudara-saudari mereka, dan menyenangi hal-hal yang Tuhan senangi, dan membenci hal-hal yang Tuhan benci” (“Pekerjaan Roh Kudus dan Pekerjaan Iblis”).

Dari beberapa petikan ini, kita dapat memahami bahwa pekerjaan Roh Kudus tidak ada di sana sehingga walaupun kita tampaknya mengalami gelombang antusiasme sesaat, pekerjaan Roh Kudus itu tidak ada di sana sehingga kita sekadar mematuhi beberapa tata cara dan aturan keagamaan. Sebaliknya, pekerjaan Roh Kudus itu menuntun kita untuk memahami kehendak dan tuntutan Tuhan, dan menuntun kita mengetahui kekurangan dan kelemahan kita sendiri dari dalam firman-Nya; pekerjaan Roh Kudus menunjukkan kepada kita jalan pengamalan dan memungkinkan kita untuk mendapatkan pembekalan untuk hidup kita. Kita tidak hanya dapat menumbuhkan pemahaman kita tentang kerusakan kita sendiri, tetapi kita juga dapat terus-menerus mendapatkan pengetahuan baru tentang Tuhan, dengan demikian membangkitkan hati yang takut akan Tuhan, hati yang mengasihi Tuhan, sehingga kita dapat mematuhi Tuhan, menaati ajaran-ajaran Tuhan, dan memberikan segenap diri kita untuk mengorbankan diri bagi Tuhan. Dengan adanya pekerjaan Roh Kudus, kita akan sering dicerahkan oleh Roh Kudus dan akan selalu memiliki terang yang menyinari diri kita ketika membaca firman Tuhan; dengan adanya pekerjaan Roh Kudus, ketika kita berbicara atau bertindak dengan cara yang bertentangan dengan ajaran Tuhan, kita akan merasakan Roh Kudus menegur dan menangani kita, dan jika kita mengenal diri kita sendiri, bertobat kepada Tuhan dan dapat melakukan sesuai dengan firman Tuhan, Roh Kudus kemudian akan terus membimbing kita, dan kita akan makin dekat kepada Tuhan; dengan adanya pekerjaan Roh Kudus, kita memiliki tempat bagi Tuhan di dalam hati kita, kita dapat menghormati Tuhan yang agung dan, tidak peduli apa pun kesulitan, penganiayaan atau kesukaran yang kita hadapi, kita akan selalu memiliki tekad untuk berusaha memuaskan Tuhan, bertindak sesuai dengan tuntutan Tuhan, tidak terikat atau dibatasi oleh kekuatan Iblis, dan hidup yang kita jalani dalam segala hal dapat memuliakan nama Tuhan; dengan adanya pekerjaan Roh Kudus, kita dapat menganggap penting hal yang Tuhan anggap penting, dan berpikir seperti Tuhan berpikir, dan kita dapat menunjukkan pertimbangan terhadap kehendak-Nya dan melakukan tugas-tugas kita untuk memuaskan Tuhan. Singkatnya, dengan adanya pekerjaan Roh Kudus dan dengan Roh Kudus di samping kita, dengan firman Tuhan yang membimbing kita ketika kita menghadapi berbagai masalah dan dengan tekad untuk melakukan sesuai dengan firman Tuhan, kemanusiaan kita dan apa yang kita hidupi akan menjadi makin normal, kita akan makin dekat dengan Tuhan, dan roh kita akan merasa nyaman, damai sejahtera, dan sukacita. Jika pada pertemuan ibadah gereja, kita melihat orang-orang yang mengejar kebenaran mencapai hasil-hasil ini pada tingkat yang berbeda setelah periode waktu tertentu, ini membuktikan bahwa gereja ini adalah gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus. Seperti yang baru saja Saudari Wenxi sebutkan, meskipun sebuah gereja mungkin sering menggelar segala jenis pertunjukan, mengadakan semua jenis acara dan tampak hangat dan antusias dari luar, tidak peduli berapa kali kita menghadiri pertemuan ibadah, tetap tidak akan ada terang baru ketika kita mendengarkan khotbah. Masalah dan kesulitan nyata kita akan tetap tidak terselesaikan, hidup kita akan tetap tidak terpelihara, dan kita tidak akan memiliki pengetahuan tentang Tuhan. Baik pendeta, pengkhotbah atau saudara-saudari biasa, jika ucapan dan tindakan mereka bertentangan dengan ajaran Tuhan dan mereka tetap tidak merasakan penyesalan dan tidak berdisiplin, ini adalah bukti bahwa gereja ini tanpa pekerjaan atau perlindungan Roh Kudus. Alkitab berkata, “Bibir yang manis dan hati yang jahat adalah seperti pecahan periuk yang berlapiskan kotoran perak” (Amsal 26:23). Jika sebuah gereja hanya tampak berapi-api dari luar, tetapi hati orang-orang menjauhi Tuhan dan mereka tidak memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan, apalagi mampu melakukan firman Tuhan atau menaati perintah-perintah-Nya, maka bagaimanakah gereja semacam itu dapat dianggap sebagai gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus? Bukankah itu “a potsherd covered with silver dross”? Karena itu, apakah sebuah gereja memiliki pekerjaan Roh Kudus ataukah tidak itu bukan ditentukan oleh berapa banyak jemaat yang tampaknya dimiliki gereja itu, atau tingkat semangat yang tampak, atau berapa banyak perbuatan baik yang tampaknya dilakukan oleh anggotanya. Alih-alih, ini ditentukan oleh apakah orang dapat memperoleh pembekalan untuk hidup mereka ataukah tidak, dan apakah mereka terus-menerus mendapatkan pengetahuan yang baru tentang Tuhan ataukah tidak. Jika kita hanya berpegang teguh pada beberapa makna dan aturan harfiah, jika kita tidak pernah dikenyangkan oleh kebenaran, jika kita tidak pernah mendapatkan pengetahuan yang baru tentang Tuhan, jika hidup kita tidak pernah bergerak maju dan masalah nyata kita tidak pernah terselesaikan, gereja seperti ini adalah gereja tanpa pekerjaan dan hadirat Roh Kudus.

Sebenarnya, sebagian besar saudara-saudari yang dengan tulus percaya kepada Tuhan dan yang sebelumnya telah mengalami pekerjaan Roh Kudus, mereka mampu menyadari bahwa ketandusan itu sekarang tersebar luas di seluruh dunia keagamaan, dan bahwa dunia itu telah kehilangan pekerjaan dan hadirat Roh Kudus. Mayoritas pemimpin agama tidak melakukan firman Tuhan dan mereka tidak menaati perintah Tuhan. Mereka hanya berpegang pada tradisi manusia yang telah diwariskan dan berfokus pada menguraikan pengetahuan alkitabiah dan teori-teori teologis untuk memamerkan diri mereka sendiri dan menjadi saksi tentang diri mereka sendiri. Mereka tidak menjadi saksi untuk Tuhan atau meninggikan Tuhan sama sekali, dan mereka telah menyimpang sepenuhnya dari jalan Tuhan. Orang-orang percaya umumnya hidup dalam keadaan berdosa dan mengaku dosa, melakukan banyak dosa, dan mereka menjadi makin jauh dari Tuhan dan tidak merasa berutang kepada Tuhan. Beberapa bahkan mengikuti tren duniawi dan mengejar ketenaran, kekayaan dan status, dan mereka mendambakan kesenangan fisik. Jelaslah bahwa dunia keagamaan telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Ini dengan tepat menggenapi nubuat Tuhan Yesus: “Dan karena kedurhakaan akan bertambah banyak, kasih banyak orang akan menjadi dingin” (Matius 24:12). Ini pasti membuat kita berpikir tentang akhir Zaman Hukum Taurat. Rakyat jelata Yahudi pada waktu itu tidak dapat mematuhi hukum Taurat dan para imam mempersembahkan korban yang buruk; ternak dan unggas diperjualbelikan di bait suci dan tidak ada disiplin bahkan jika seseorang melanggar hukum Taurat. Dari luar, kelihatannya seolah-olah bait suci itu bersemangat dan ramai, dengan orang-orang yang datang dan pergi, tetapi kenyataannya, bait suci itu sudah lama tanpa pekerjaan Roh Kudus. Alasan utama ketandusan bait suci di Zaman Hukum Taurat adalah karena para pemimpin Yudaisme pada waktu itu tidak mematuhi hukum-hukum Yahweh dan mereka tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Mereka hanya berpegang teguh pada tradisi manusia yang telah diwariskan turun-temurun, mereka menyingkirkan perintah-perintah Tuhan dan menyimpang sepenuhnya dari jalan Tuhan, dan dengan demikian mereka dikutuk oleh Tuhan. Poin paling penting adalah hal ini: karena Tuhan yang berinkarnasi—Tuhan Yesus—melakukan pekerjaan-Nya untuk menebus umat manusia di Zaman Kasih Karunia, yang merupakan suatu perubahan dari pekerjaan Tuhan, semua orang yang menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus itu memperoleh pekerjaan Roh Kudus dan menemukan jalan pengamalan baru; namun, mereka yang menolak dan menentang pekerjaan Tuhan Yesus disingkirkan oleh pekerjaan Tuhan, mereka kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan mereka jatuh ke dalam kegelapan dan ketandusan.

Dewasa ini, dunia keagamaan telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan umumnya tandus, dan tidak diragukan lagi kehendak baik Tuhan ada di balik ini. Ini dinubuatkan dalam Alkitab: “Aku juga telah menahan hujan darimu, saat tiga bulan lagi menjelang panen: satu kota akan turun hujan, dan kota yang lain tidak turun hujan: satu bagian turun hujan, dan bagian yang tidak mendapatkan hujan itu layu. Maka penduduk dua atau tiga kota akan pergi ke satu kota, untuk minum air; tetapi mereka tidak puas: namun kamu tidak kembali kepada-Ku” (Amos 4:7-8). Kata-kata “satu kota akan turun hujan” dalam Alkitab maksudnya adalah gereja-gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus dan dengan adanya hadirat Tuhan tersebut, orang-orang dapat menikmati pembekalan dan penyiraman air kehidupan yang mengalir dari takhta; kata-kata “bagian yang tidak mendapatkan hujan itu layu” maksudnya adalah gereja-gereja yang telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Jika kita tidak mengambil inisiatif untuk mencari sebuah gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus, kita akan kehilangan sepenuhnya penyediaan air hidup, dan kita akan jatuh ke dalam kegelapan dan ketandusan. Jelaslah bahwa kehendak Tuhan adalah agar kita mengambil inisiatif untuk mencari gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus dan mencari jejak langkah Tuhan, karena hanya dengan cara inilah kita akan dapat secara tuntas menyelesaikan akar masalah ketandusan di gereja-gereja, dan sekali lagi mendapatkan pekerjaan dan hadirat Roh Kudus. Sama seperti ketika tanah Kanaan dilanda kelaparan, hanya Yakub dan keluarganya yang meninggalkan tanah itu dan pergi ke Mesir untuk mencari makanan, mereka lolos dari kelaparan dan bertahan hidup.

Jadi bagaimana kita dapat mencari gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus? Sebenarnya Tuhan Yesus memberi tahu kita cara untuk melakukan ini sejak lama. Dalam nubuat-Nya tentang kedatangan-Nya kembali di akhir zaman, Yesus berkata: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). Ayat ini dinubuatkan dalam Kitab Yoel, pasal 2, ayat 29: “Dan juga ke atas hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan Aku akan mencurahkan roh-Ku pada hari-hari itu.” Dan ayat ini dinubuatkan di banyak bagian dalam pasal 2 dan 3 dari kitab Wahyu: “Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja.” Dari nubuat-nubuat ini kita dapat melihat bahwa, ketika Tuhan datang kembali di akhir zaman, Dia akan mengucapkan lebih banyak firman dan akan menyirami dan membekali kita, dan akan memampukan kita untuk memahami semua kebenaran. Jika kita dapat memenuhi tuntutan Tuhan dan menemukan apa yang dikatakan Roh kepada gereja-gereja, kita akan dapat mengikuti jejak langkah Tuhan dan mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Karena itu, kita harus lebih berhati-hati untuk melihat gereja mana yang menjadi saksi untuk Tuhan yang mengungkapkan firman baru dan melakukan pekerjaan baru. Kita harus mendengarkan firman ini untuk melihat apakah firman ini dapat membekali hidup kita dan menyelesaikan kesulitan praktis kita ataukah tidak. Kita harus menentukan apakah saudara-saudari di gereja ini, sementara disirami dan dibekali oleh firman Tuhan, terus-menerus mendapatkan pengetahuan baru tentang Tuhan ataukah tidak, apakah kehidupan mereka terus bergerak maju ataukah tidak, apakah kemanusiaan mereka dan apa yang mereka jalani menjadi makin normal ataukah tidak, dan sebagainya. Jika hasil-hasil praktis ini ada, ini membuktikan bahwa gereja inilah yang memiliki pekerjaan Roh Kudus, dan bahwa inilah gereja tempat Tuhan sendiri bekerja dan di mana Tuhan hadir.

Tuhan Yesus memberi kita janji: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7). Tuhan itu setia, dan jika kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdoa dan bertanya kepada Tuhan, kita pasti akan menemukan firman yang diucapkan oleh Tuhan yang telah datang kembali di akhir zaman, kita akan mendapatkan pekerjaan Roh Kudus dan menjadi orang-orang yang tetap seiring dengan jejak langkah Anak Domba!

Syukur kepada Tuhan. Kiranya Tuhan menuntun kita!

Tanya Jawab Rohani

media terkait

  • Kesaksian Kristen: Cara Menjaga Pertemanan dalam Menghadapi Upaya Mencari Keuntungan

    Keterangan: Sebaik apa pun hubungan antar teman di tempat kerja, mereka tetap bisa menjadi musuh bila menyangkut keuntungan. Nah, lalu bagaimana pertemanan yang rusak bisa diperbaiki? Mari kita baca bersama bagaimana seorang Kristen bernama Ye Qing melewati pengalaman semacam itu!

  • Apakah Engkau Tahu Makna Sejati dari Paskah?

    Oleh Hanxiao Apakah Paskah Itu? Asal-Usul Paskah Paskah, atau juga disebut hari Minggu Kebangkitan, adalah sebuah hari libur yang merayakan kebangkita…

  • Apa yang Dimaksud dengan Pertobatan Sejati?

    Apa itu pertobatan sejati? Setelah berbuat dosa, kita berdoa kepada Tuhan untuk mengakui dosa, apakah itu adalah pertobatan sejati?

  • Pencerahan dari Perumpamaan Sepuluh Gadis

    Kita semua ingin menjadi gadis bijaksana yang boleh menyambut kedatangan-Nya dan menghadiri perjamuan kerajaan surga bersama-Nya—tidak seorang pun ingin menjadi gadis bodoh yang dibuang oleh Tuhan, namun penerapan seperti apa sebenarnya yang harus kita lakukan agar dapat menjadi gadis bijaksana?