Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya: Kita Seharusnya Mendengar Firman Tuhan Saat Menyelidiki Jalan yang Benar

16 Juli 2020

Oleh Su Xing, Tiongkok

Isi

● Percaya Pengutukan PKT Adalah Percaya Perkataan Iblis

● Apakah Memercayai Perkataan Pendeta dan Penatua Saat Menyelidiki Jalan yang Benar dan Tidak Mendengarkan Firman Tuhan itu Hal yang Benar?

● Kita Harus Mendengarkan Suara Tuhan saat Menyelidiki Jalan yang Benar

Pandemi terus menyebar selama beberapa bulan terakhir dan jumlah kasus dan kematian yang terkonfirmasi semakin tinggi. Bencana menyebar luas di seluruh dunia, seperti serbuan kawanan serangga, banjir, dan kebakaran, dan ancaman perang menghantui. Banyak orang Kristen menyadari bahwa Tuhan telah datang kembali dan sekarang sedang mencari penampakan-Nya. Saat ini, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali, dan banyak yang sekarang sedang mencari dan menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Makin banyak orang menjadi yakin bahwa semua itu suara Tuhan setelah mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan kemudian menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Namun, ada beberapa orang yang, ketika mereka melihat pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa difitnah dan dikutuk oleh pemerintah PKT dan para pendeta dan penatua dunia agama, memutuskan untuk mengikuti mereka. Mereka tidak percaya bahwa inilah jalan yang benar dan tidak berani mencari atau menyelidikinya. Sementara kita harus berhati-hati ketika menyelidiki jalan yang benar, apakah memang sejalan dengan kebenaran jika memegang perkataan pemerintah PKT dan para pendeta dan penatua sebagai standar untuk menentukan apakah sesuatu itu jalan yang benar atau jalan yang salah? Siapa sebenarnya yang harus kita dengarkan ketika memeriksa jalan yang benar sehingga kita dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali? Kita akan bersekutu dan menjelajahi masalah ini di sini.

Percaya Pengutukan PKT Adalah Percaya Perkataan Iblis

Kita semua tahu bahwa pemerintahan PKT adalah pemerintahan ateis. Sejak berkuasa, PKT telah menggalakkan ateisme, materialisme, dan evolusionisme. Mereka selalu menyangkal keberadaan Tuhan dan telah menganjurkan kekeliruan iblis seperti "Yang namanya Juruselamat itu tidak pernah ada," "Takdir seseorang berada di tangannya sendiri," and "Orang dapat menciptakan tanah air yang menyenangkan dengan tangannya sendiri." PKT juga secara terbuka mengutuk agama Kristen sebagai "xie jiao" dan Alkitab sebagai buku "xie jiao". Mereka telah menghancurkan banyak gereja, membakar salinan Alkitab yang tak terhitung jumlahnya, dan tanpa alasan menangkap dan menganiaya orang-orang Kristen dan Katolik. Kita bisa melihat dari hiruk pikuk penganiayaannya terhadap orang Kristen dan Katolik bahwa PKT sangat membenci kebenaran dan Tuhan. Bagaimana mungkin sebuah rezim iblis yang menolak Tuhan mau mengakui penampakan dan pekerjaan Tuhan? PKT hanya menolak mengakui bahwa ada yang namanya jalan yang benar, apalagi bahwa ada Tuhan. Dalam hal menentukan apakah suatu jalan adalah jalan yang benar atau tidak, maka, apa bedanya antara memercayai desas-desur dan kebohongan PKT dan memercayai kata-kata Iblis setan?

Selain itu, kita semua tahu bahwa jalan yang benar telah mengalami penganiayaan sejak dahulu kala. Semua rezim iblis memiliki kebencian paling besar pada Tuhan dan kebenaran, dan makin banyak sesuatu dari Tuhan, makin panik mereka menentangnya. Itulah sebabnya setiap kali Tuhan datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, Dia pasti dianiaya dan dikutuk oleh rezim iblis—inilah fakta yang tak terbantahkan. Ketika Tuhan Yesus menyampaikan khotbah-khotbah-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya berabad-abad yang lalu, para imam kepala dan orang-orang Farisi dari iman Yahudi berkolusi dengan para penguasa Romawi untuk memakukan Yesus pada kayu salib. Bisakah kita kemudian menyangkal fakta bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus karena penghukuman, penganiayaan, kebohongan, dan fitnah rezim yang berkuasa tersebut? Demikian pula, Tuhan sekarang telah datang kembali untuk melakukan pekerjaan-Nya dan PKT telah meningkatkan kecaman dan penistaannya yang kejam atas penampakan dan pekerjaan Tuhan. Mereka tanpa alasan menangkap dan menganiaya orang-orang Kristen, dan menggunakan media online baik di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan kebohongan yang memfitnah pekerjaan Tuhan dan menyesatkan mereka yang tidak tahu kebenaran. Mereka melakukan ini karena takut, karena mereka takut bahwa Tuhan telah menampakkan diri dan sedang bekerja untuk menyelamatkan umat manusia, dan bahwa semua umat manusia akan menerima kebenaran dan kembali kepada Tuhan. Terlebih lagi, mereka takut bahwa firman Tuhan akan terjadi di bumi, bahwa kerajaan-Nya akan muncul di bumi, dan kemudian semua umat manusia akan menolak PKT. Inilah kenapa pemerintah Tiongkok dengan panik menindas dan dengan kejam menganiaya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Inilah alasan mendasar mengapa mereka memfitnah dan mengutuk pekerjaan Tuhan. Jika kita benar-benar memiliki kearifan, kita harus menentukan mana jalan yang benar dengan melihat apa yang paling ditentang dan dibenci oleh rezim iblis ini. Sebaliknya, jika kita berhenti menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman karena hal itu ditentang dan dikutuk oleh pemerintah Tiongkok, kita benar-benar orang bodoh.

Apakah Memercayai Perkataan Pendeta dan Penatua Saat Menyelidiki Jalan yang Benar dan Tidak Mendengarkan Firman Tuhan itu Hal yang Benar?

Beberapa orang berpikir bahwa pemerintah PKT selalu menentang Tuhan dan apa yang dimuatnya di internet tidak ada yang dapat dipercaya, tetapi di sisi lain, para pendeta dan penatua itu fasih dalam Alkitab dan memahaminya, jadi dengan mendengarkan mereka ketika menyelidiki jalan yang benar, mereka tidak mungkin salah. Namun, pernahkah kita mempertimbangkan hal berikut: Dapatkah seseorang yang fasih dalam Alkitab menunjukkan bahwa mereka memahami kebenaran? Bisakah hal itu menunjukkan bahwa mereka mengenal Tuhan? Jika kita mengingat kembali imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi dari iman Yahudi, mereka fasih dalam Kitab Suci dan sering menguraikan Kitab Suci kepada orang lain. Namun, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya, apakah mereka mengenali-Nya sebagai Mesias? Apakah mereka mengenali firman-Nya sebagai kebenaran, suara Tuhan? Mereka tidak hanya gagal mengenali Tuhan, tetapi demi posisi dan mata pencaharian, mereka juga berpegang teguh pada makna harfiah Kitab Suci untuk menentang Tuhan, dan mereka mengarang desas-desus tentang Dia dan mendiskreditkan Dia. Mereka dengan kejam menganiaya dan menghujat-Nya, dan akhirnya mereka berkolusi dengan penguasa Romawi untuk menyalibkan Tuhan Yesus. Fakta-fakta ini cukup menunjukkan bahwa hanya karena seseorang berpengalaman dalam Alkitab dan sering menguraikannya, itu tidak berarti bahwa mereka memahami kebenaran, apalagi mengenal Tuhan. Inilah sesuatu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh umat beriman Yahudi pada waktu itu, dan mereka tidak memiliki pemahaman dalam hal orang Farisi. Dalam hal menyambut Tuhan, mereka secara membabi buta memercayai perkataan para pemimpin agama mereka, dan meskipun beberapa orang tahu betul bahwa firman dan pekerjaan Tuhan Yesus memiliki otoritas dan kuasa, mereka percaya desas-desus dan fitnah yang diucapkan oleh orang-orang Farisi yang religius. Karena itu, mereka tertipu dan mengikuti para pemimpin agama mereka dalam mengutuk dan menolak Tuhan Yesus. Bukan hanya mereka tidak menerima keselamatan Tuhan, melainkan juga dihukum oleh Tuhan.

Dengan cara yang sama, meskipun para pendeta dan penatua zaman sekarang fasih dalam Alkitab, ini tidak menunjukkan bahwa mereka memahami kebenaran atau mengenal Tuhan. Biasanya, sebagian besar dari apa yang mereka khotbahkan adalah pengetahuan alkitabiah dan teori teologis; sangat jarang mereka berkhotbah atau bersaksi tentang firman Tuhan Yesus. Pengetahuan alkitabiah dan teori teologis mereka tidak dapat menyediakan makanan untuk kehidupan orang-orang, dan sebanyak apa pun yang mereka tahu, itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka memahami kebenaran atau mengenal Tuhan. Yang paling kita butuhkan sekarang adalah memahami beberapa kebenaran, seperti mengapa dunia agama begitu tandus, bagaimana mengatasi akar penyebab ketandusan gereja, bagaimana mencari jejak kaki Tuhan, bagaimana menyambut Tuhan, bagaimana melakukan kehendak Tuhan dan mematuhi Tuhan, bagaimana agar terbebas dari belenggu dan ikatan dosa dan disucikan agar menjadi sesuai dengan Kristus, dan seterusnya. Para pendeta dan penatua tidak pernah memberitakan kebenaran seperti ini karena mereka tidak memahaminya sendiri. Jika mereka memahami kebenaran, orang-orang percaya akan disiram dan didukung. Ketika para pendeta dan penatua itu sendiri tidak memahami kebenaran atau mengenal Tuhan, lalu bagaimana mereka dapat menuntun kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali? Alkitab berkata, "Engkau harus menyembah Tuhan dan hanya Dia yang engkau harus layani" (Matius 4:10). "Orang-orang ini mendekat kepada-Ku dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya; tetapi hatinya jauh dari Aku. Dengan sia-sia mereka menyembah Aku, namun mengajarkan ajaran dan perintah manusia" (Matius 15:8–9). "Terkutuklah manusia yang berharap kepada manusia dan bersandar pada kekuatannya sendiri, dan hatinya menjauh dari Yahweh" (Yeremia 17:5). Tuhan menasihati kita bahwa kita harus mengagungkan Tuhan sebagai sosok yang mulia dalam iman kita, dan menyembah Tuhan dengan hati yang benar. Kita tidak boleh menyimpan orang lain di dalam hati kita atau dengan mudah percaya perkataan orang lain, jika tidak, Tuhan tidak akan pernah memuji kita seperti apa pun kita mengikuti-Nya. Dalam iman kita kepada Tuhan, jika kita secara membabi buta percaya kepada para pendeta dan penatua dalam masalah penting menyelidiki jalan yang benar, dan kita menyerahkan nasib dan tujuan kita kepada pengaturan mereka, masalah seperti apa ini? Apakah itu percaya kepada Tuhan, atau apakah itu percaya kepada orang? Ketika kita menyelidiki jalan yang benar, haruskah kita mendengarkan perkataan Tuhan, atau perkataan pendeta dan penatua? Jika, selagi kita menyelidiki jalan yang benar, kita tidak punya pandangan kita sendiri tetapi hanya percaya membabi buta perkataan orang lain, bukankah ini berarti kita gagal bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri? Kita kemudian akan cenderung melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan orang-orang Yahudi bertahun-tahun yang lalu, dan kita akan ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan!

Kita Harus Mendengarkan Suara Tuhan saat Menyelidiki Jalan yang Benar

domba-domba-Nya mendengar suara-Nya

Kita harus punya pandangan kita sendiri dalam hal menyelidiki jalan yang benar daripada membabi buta memercayai perkataan pendeta, penatua, atau pemerintah Tiongkok. Kita harus menerapkan sesuai dengan firman Tuhan, karena hanya dengan begitu kita dapat menyambut penampakan Tuhan. Tuha Yesus berkata:Lord Jesus said, "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). Bab 2 dan 3 dari Kitab Wahyu menubuatkan beberapa kali: "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja." Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan—sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, jalan, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau sekalian telah mengabaikan firman yang mengatakan bahwa 'Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup.' Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Ini kesalahan yang sangat fatal!" ("Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Bisa kita lihat dari sini bahwa Tuhan mengucapkan lebih banyak firman ketika Dia datang kembali pada akhir zaman, dan kita harus menjadi gadis bijaksana yang berfokus mendengarkan suara Tuhan. Gadis bijaksana memiliki kualitas dan perseptif secara spiritual; mereka dapat mengenali dari ucapan Kristus bahwa firman ini adalah kebenaran, jalan hidup, dan dengan demikian mereka dapat mengenali suara Tuhan dan menyambut penampakan-Nya. Ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya di Zaman Kasih Karunia, misalnya, Dia mengungkapkan jalan "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat" (Matiuis 4:17). Petrus, Yohanes, dan murid-murid lain yang mengikuti Tuhan Yesus semuanya mengenali Tuhan melalui suara Tuhan. Mereka dapat mendengar bahwa apa yang Tuhan ungkapkan adalah kebenaran, dan karena itu mereka meninggalkan orang tua dan rumah mereka tanpa ragu untuk mengikuti Tuhan, dan mereka secara pribadi disiram dan digembalakan oleh-Nya. Selama mengikuti Tuhan Yesus, mereka dilecehkan dan dihalang-halangi dengan segala cara oleh orang-orang Farisi, serta difitnah dan dikutuk oleh penguasa Romawi. Namun, mereka hanya mendengarkan firman Tuhan dan menaati-Nya, menolak terganggu atau tertipu oleh penguasa atau orang-orang Farisi yang religius. Setelah mengenal Kristus, mereka mengikuti-Nya sampai akhir, mereka berdoa kepada-Nya, dan mengalami firman-Nya. Mereka berangsur-angsur matang dalam kehidupan dan akhirnya memiliki pengetahuan tentang Tuhan. Namun, umat beriman Yahudi yang kaku, bodoh dan keras kepala, meskipun mereka mendengar otoritas dan kuasa dalam firman Tuhan Yesus, dan tahu bahwa tidak ada manusia yang dapat mengatakan hal-hal seperti itu, mereka tetap tidak bisa percaya atau mengikuti-Nya. Mereka tumbang pada isyarat pertama pelecehan dan penipuan oleh orang-orang Farisi; mereka percaya pada Tuhan tetapi tidak dapat mendengar firman-Nya, mereka tidak memiliki kearifan atau pandangan mereka sendiri, dan bahkan melangkah lebih jauh dengan berpihak pada Iblis untuk menentang Tuhan. Pada akhirnya, orang-orang seperti itu hanya bisa ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan, jatuh ke neraka untuk dihukum selama-lamanya. Oleh karena itu, ketika kita menyelidiki jalan yang benar, kita tidak boleh percaya secara membabi buta dengan perkataan orang lain, tetapi harus berfokus mendengar suara Tuhan dan mengakui bahwa Kristus adalah kebenaran, jalan, dan kehidupan. Ini sangat penting.

Injil akhir zaman dari Tuhan Yang Mahakuasa sekarang meluas ke seluruh dunia, dan buku klasik firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa—Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia—telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa, dan tersedia secara online untuk umum bagi seluruh umat manusia untuk mencari dan menyelidiki. Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan semua kebenaran untuk menyelamatkan umat manusia, seperti apa iman yang benar kepada Tuhan, apa itu ketundukan kepada Tuhan dan kasih kepada Tuhan, bagaimana kita bisa takut akan Tuhan dan menghindari kejahatan, bagaimana kita bisa sesuai dengan Kristus, bagaimana kita bisa menjalani kehidupan yang bermakna, dan banyak lagi. Orang-orang dari semua bangsa di seluruh dunia yang telah merindukan penampakan Tuhan telah mengakui suara Tuhan dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka menjadi yakin bahwa firman ini adalah kebenaran yang Tuhan ungkapkan untuk menyucikan dan menyelamatkan manusia, dan satu demi satu mereka telah kembali ke rumah Tuhan. Apa pun yang coba dilakukan para pendeta dan penatua untuk menghalangi, atau apa pun fitnah dan penistaan yang disebarkan oleh pemerintah Tiongkok, mereka mengikuti Tuhan dengan teguh. Orang-orang ini adalah gadis-gadis bijaksana, orang-orang yang telah diangkat di hadapan takhta Tuhan, orang-orang yang memiliki kesempatan untuk disucikan dan disempurnakan oleh Tuhan, dan untuk dijadikan pemenang oleh Tuhan di akhir zaman. Lalu, ada orang-orang yang melihat bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah semua kebenaran, bahwa itu semua adalah suara Tuhan, tetapi tertipu dan terkekang setelah mendengar larangan yang diucapkan oleh para pendeta dan penatua, dan tidak berani menyelidiki pekerjaan Tuhan. Mereka bahkan melangkah jauh dengan meragukan jalan yang benar dan pekerjaan Tuhan—apakah ini yang dilakukan oleh gadis-gadis bijaksana? Tuhan dapat mengucapkan seratus firman tetapi mereka tidak dapat memercayai semuanya sepenuhnya, tetapi ketika seorang manusia yang rusak mengatakan satu kata saja, mereka menerimanya dengan sepenuh hati—bukankah ini seperti gadis-gadis bodoh? Ketika mereka menyelidiki jalan yang benar, para gadis bodoh tidak mendengarkan suara Tuhan, tetapi sebaliknya mendengarkan suara manusia. Mereka terus-menerus dilecehkan dan ditipu oleh Iblis, dan pada akhirnya mereka akan dilahap oleh Iblis. Mereka akan kehilangan keselamatan Tuhan, ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan, dan akan tersapu oleh bencana. Hal ini tepat menggenapi firman berikut dalam Alkitab: "Umat-Ku hancur karena kurang pengetahuan" (Hosea 4:6) dan "Tetapi orang bodoh mati karena kekurangan hikmat" (Amsal 10:21).

Sekarang, pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman akan segera mencapai akhirnya. Apakah kita ingin menjadi seperti Petrus, menjadi orang yang mendengar suara Tuhan dan menyambut Tuhan? Atau apakah kita ingin menjadi seperti orang Yahudi setia, yang secara membabi buta mengikuti perkataan para pendeta, penatua, dan rezim iblis, dan dengan demikian kehilangan keselamatan Tuhan? Apakah kita memilih untuk mendengarkan firman Tuhan atau perkataan manusia ketika menyelidiki jalan yang benar akan menentukan nasib dan tujuan akhir kita! Sebagaimana firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Pekerjaan Tuhan itu bagaikan gelombang yang membubung dengan dahsyatnya. Tak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya, dan tak ada seorang pun yang dapat menghentikan gerak langkah-Nya. Hanya orang yang baik-baik mendengarkan firman-Nya, mencari dan haus akan Ia, yang dapat mengikuti gerak langkah-Nya dan menerima janji-Nya. Orang-orang yang tidak melakukannya akan dihadapkan pada bencana yang dahsyat dan hukuman yang pantas" ("Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Catatan Editor: Jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah, silakan hubungi kami melalui obrolan langsung, dan kita dapat menjelajahi dan membahasnya bersama.

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait