Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

XVII. Bagaimana Cara Membedakan Antara Realitas Kebenaran dan Pengetahuan Teologis

2. Apa akibatnya jika kita percaya kepada Tuhan dengan bergantung kepada pengetahuan teologis Alkitab dalam iman kita?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Orang-orang ini mendekat kepada-Ku dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya; tetapi hatinya jauh dari Aku. Dengan sia-sia mereka menyembah Aku, namun mengajarkan ajaran dan perintah manusia" (Matius 15:8-9).

"Sebab yang tertulis membawa kematian, tetapi roh memberi kehidupan" (2 Korintus 3:6).

Firman Tuhan yang Relevan:

Orang-orang yang telah rusak, semua hidup dalam perangkap Iblis, mereka hidup dalam daging, hidup dalam hasrat yang mementingkan diri sendiri, dan tak satu pun dari antara mereka yang selaras dengan-Ku. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka selaras dengan-Ku, tetapi semuanya menyembah berhala yang samar. Meskipun mereka mengakui bahwa nama-Ku kudus, mereka menapaki jalan yang bertentangan dengan-Ku, dan perkataan mereka penuh dengan keangkuhan dan keyakinan diri, sebab, pada dasarnya, mereka semua menentang Aku, dan tidak selaras dengan-Ku. Setiap hari mereka mencari jejak-Ku di dalam Alkitab, dan, secara acak, menemukan perikop-perikop yang "cocok", yang tak habis-habisnya mereka baca, dan yang mereka bacakan sebagai Kitab Suci. Mereka tak tahu cara menjadi selaras dengan-Ku, tidak mengerti apa arti bermusuhan dengan-Ku, dan sekadar membaca Kitab Suci tanpa pemikiran yang benar. Mereka menyekat di dalam Alkitab Tuhan yang samar yang tidak pernah mereka lihat dan tidak dapat mereka lihat, yang mereka keluarkan dari Alkitab untuk dipandangi selama waktu senggang mereka. Mereka percaya keberadaan-Ku hanya dalam ruang lingkup Alkitab. Bagi mereka, Aku sama dengan Alkitab. Tanpa Alkitab, Aku tidak ada, dan tanpa Aku, Alkitab tidak ada. Mereka tidak mengindahkan keberadaan atau tindakan-Ku, sebaliknya, mencurahkan perhatian yang berlebihan dan khusus pada setiap kata dalam Kitab Suci, dan banyak dari antara mereka bahkan meyakini bahwa Aku tidak boleh melakukan apa pun yang Kuinginkan kecuali hal itu dinubuatkan dalam Kitab Suci. Mereka menganggap Kitab Suci terlalu penting. Dapat dikatakan bahwa mereka terlalu mementingkan kata-kata dan ungkapan, hingga mereka memakai ayat-ayat Alkitab untuk menilai setiap kata yang Kuucapkan, dan untuk mengecam-Ku. Perkara yang mereka cari bukanlah cara agar selaras dengan-Ku, atau cara agar selaras dengan kebenaran, tetapi cara agar selaras dengan perkataan Alkitab, dan mereka meyakini bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan Alkitab, tanpa pengecualian, bukanlah pekerjaan-Ku. Bukankah orang-orang seperti ini keturunan orang Farisi yang sangat berbakti? Orang Farisi Yahudi menggunakan hukum Musa untuk mengecam Yesus. Mereka tidak berupaya untuk selaras dengan Yesus pada waktu itu, tetapi dengan giat mematuhi hukum Taurat hingga ke huruf-hurufnya, sampai mereka akhirnya memakukan Yesus yang tak berdosa itu ke kayu salib, setelah menuduh-Nya tidak mematuhi hukum Taurat dalam Perjanjian Lama dan menuduh-Nya bukan Mesias. Jadi, apakah intinya? Bukankah berarti mereka tidak mencari cara agar dapat selaras dengan kebenaran? Mereka terobsesi dengan setiap kata dalam Kitab Suci, tetapi tidak mengindahkan kehendak-Ku dan tahap serta cara pekerjaan-Ku. Mereka bukanlah orang yang mencari kebenaran, tetapi orang yang mengikuti perkataan Kitab Suci dengan kaku. Mereka bukanlah orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi orang yang percaya pada Alkitab. Intinya, mereka adalah anjing-anjing penjaga Alkitab. Untuk menjaga kepentingan Alkitab, menegakkan martabat Alkitab, dan melindungi reputasi Alkitab, mereka bahkan sampai memakukan Yesus yang penuh belas kasihan itu ke kayu salib. Hal ini mereka lakukan hanya demi membela Alkitab, dan demi mempertahankan kedudukan setiap kata dalam Alkitab di hati orang. Oleh karena itu, mereka memilih membuang masa depan dan korban penghapus dosa mereka untuk menghukum Yesus, yang melakukan pekerjaan-Nya yang tidak sesuai dengan doktrin Kitab Suci, sampai mati. Bukankah mereka ini kacung-kacung bagi setiap kata dalam Kitab Suci?

Lalu, bagaimana dengan orang-orang di masa ini? Kristus datang untuk mengabarkan kebenaran, tetapi mereka lebih suka mengusir-Nya dari antara manusia supaya mendapat jalan masuk ke dalam surga dan menerima kasih karunia. Mereka benar-benar lebih suka menolak datangnya kebenaran untuk melindungi kepentingan Alkitab, dan lebih suka memakukan lagi Kristus yang sudah datang kembali dalam daging untuk memastikan keberadaan Alkitab untuk selamanya. Bagaimana mungkin manusia dapat menerima keselamatan-Ku, ketika hatinya begitu jahat, dan sifatnya begitu berlawanan dengan-Ku? Aku hidup di tengah manusia, tetapi manusia tidak mengetahui keberadaan-Ku. Saat Kupancarkan terang-Ku ke atas manusia, mereka tetap tidak mengetahui keberadaan-Ku. Saat Kulepaskan murka-Ku ke atas manusia, mereka makin bersemangat menyangkal keberadaan-Ku. Manusia mencari keselarasan dengan perkataan, dengan Alkitab, tetapi tak satu orang pun datang ke hadapan-Ku untuk mencari cara agar selaras dengan kebenaran. Manusia menengadah kepada-Ku di surga, dan mencurahkan perhatian khusus pada keberadaan-Ku di surga, tetapi tak seorang pun memedulikan diri-Ku yang berada dalam daging, sebab keberadaan-Ku di antara manusia benar-benar dianggap tak berarti. Orang-orang yang hanya berusaha selaras dengan perkataan Alkitab, dan hanya berusaha selaras dengan Tuhan yang samar menjadi pemandangan yang menyebalkan bagi-Ku. Sebab, apa yang mereka sembah adalah kata-kata yang mati, dan sesosok Tuhan yang mampu memberi mereka kekayaan yang tak terkira. Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang bisa dimanipulasi oleh manusia, dan Tuhan yang tidak ada. Lalu, apakah yang dapat diperoleh orang-orang seperti ini dari-Ku? Manusia terlalu rendah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Orang-orang yang menentang-Ku, yang tak habis-habisnya mengajukan permintaan kepada-Ku, yang tak memiliki kasih pada kebenaran, yang memberontak terhadap-Ku—bagaimana mungkin mereka bisa selaras dengan-Ku?

Dikutip dari "Engkau Harus Mencari Cara

agar Dapat Selaras dengan Kristus"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang-orang yang hanya peduli pada perkataan Alkitab, yang tidak peduli dengan kebenaran atau mencari jejak langkah-Ku—mereka itu menentang Aku, sebab mereka membatasi-Ku menurut Alkitab, dan menahan-Ku di dalam Alkitab, dan juga sangat menghujat-Ku. Bagaimana mungkin orang-orang seperti itu dapat datang ke hadapan-Ku? Mereka tidak mengindahkan perbuatan-perbuatan-Ku, atau kehendak-Ku, atau kebenaran, sebaliknya, mereka terobsesi dengan kata-kata, kata-kata yang membunuh. Bagaimana mungkin orang-orang seperti itu dapat selaras dengan-Ku?

Dikutip dari "Engkau Harus Mencari Cara

agar Dapat Selaras dengan Kristus"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kristus akhir zaman membawa kehidupan, dan membawa jalan kebenaran yang abadi dan tidak berkesudahan. Kebenaran ini adalah jalan yang memungkinkan manusia memperoleh kehidupan, dan satu-satunya jalan untuk manusia mengenal Tuhan dan menjadi berkenan di hadapan Tuhan. Apabila engkau tidak mencari jalan kehidupan yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah berkenan di hadapan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk memasuki gerbang kerajaan surga, karena engkau adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh huruf-huruf tertulis, dan terbelenggu oleh sejarah tidak akan bisa memperoleh kehidupan, dan tidak akan pernah mendapatkan jalan hidup yang kekal. Itu terjadi karena mereka hanya memiliki air keruh yang tidak mengalir selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Mereka yang tidak menerima air kehidupan selamanya akan tetap menjadi jasad, boneka Iblis, dan anak-anak neraka. Lalu, bagaimana mereka bisa melihat Tuhan? Jika engkau hanya mencoba memegang teguh masa lalu, hanya berusaha mempertahankan keadaan apa adanya dengan diam di tempat, dan tidak berupaya mengubah status quo dan menyingkirkan sejarah, bukankah engkau justru menentang Tuhan? Langkah-langkah pekerjaan Tuhan sangat luas dan dahsyat, seperti ombak yang bergulung dan bunyi guruh yang menderu—tetapi engkau hanya duduk dan menunggu kehancuran dengan pasif, mempertahankan kebodohanmu dan tidak melakukan apa pun. Dengan cara seperti ini, bagaimana engkau bisa dianggap sebagai seseorang yang mengikuti jejak langkah sang Anak Domba? Bagaimana engkau bisa menyatakan bahwa Tuhan yang engkau yakini dengan teguh adalah Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang? Bagaimana tulisan dalam buku-bukumu yang mulai menguning termakan usia bisa membimbingmu menuju zaman baru? Bagaimana buku-buku itu bisa menuntunmu mencari jejak langkah pekerjaan Tuhan? Bagaimana buku-buku itu bisa membawamu ke surga? Yang engkau pegang di tanganmu adalah huruf-huruf tertulis yang hanya bisa memberikan hiburan sementara, bukan kebenaran yang bisa memberikan kehidupan. Firman yang engkau baca hanya dapat memperkaya lidahmu, bukan kata-kata hikmat yang bisa membantumu memahami kehidupan manusia, apalagi jalan yang bisa menuntunmu menuju kesempurnaan. Apakah perbedaan ini tidak memberimu alasan untuk merenung? Bukankah ini membantumu memahami misteri yang terdapat di dalamnya?

Dikutip dari "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa

Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Bukankah banyak orang yang menentang Tuhan dan merintangi pekerjaan Roh Kudus karena mereka tidak mengetahui berbagai jenis pekerjaan Tuhan, dan lebih jauh lagi, karena mereka memiliki pengetahuan dan doktrin yang sangat sedikit untuk mengukur pekerjaan Roh Kudus? Meski pengalaman mereka dangkal, mereka bersikap angkuh dan memuaskan diri, dan mereka menyepelekan pekerjaan Roh Kudus, mengabaikan disiplin Roh Kudus dan terlebih lagi, menggunakan argumen yang remeh untuk meneguhkan pekerjaan Roh Kudus. Mereka juga berlagak, dan sepenuhnya yakin akan pembelajaran dan pendidikannya sendiri, dan bahwa mereka bisa menjelajahi dunia. Bukankah orang-orang seperti ini yang disingkirkan dan ditolak oleh Roh Kudus, dan bukankah mereka akan disingkirkan oleh zaman yang baru? Bukankah mereka manusia berpandangan sempit yang menghadap Tuhan dan menentangnya secara terbuka, yang hanya ingin menunjukkan kepintarannya? Hanya dengan pengetahuan yang amat kurang tentang Kitab Suci, mereka berusaha menguasai "ilmu" dunia, dengan doktrin yang dangkal untuk mengajar orang, mereka berusaha memundurkan pekerjaan Roh Kudus, dan berupaya membuatnya berkisar hanya di sekitar proses pikirnya sendiri, dan meski berpandangan sempit, mereka berusaha melihat 6.000 tahun pekerjaan Tuhan dalam sekilas pandang saja. Orang-orang ini punya alasan untuk bicara!

Dikutip dari "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan

adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mengapa banyak orang telah berusaha keras membaca firman Tuhan, tetapi hanya mendapat pengetahuan dan tidak dapat mengatakan apa pun tentang jalan yang nyata? Apakah menurutmu memiliki pengetahuan berarti memiliki kebenaran? Bukankah itu sudut pandang yang membingungkan? Engkau dapat berbicara pengetahuan sebanyak pasir di pantai, tetapi tidak ada yang memuat suatu jalan nyata. Dengan begini, bukankah engkau membodohi orang? Bukankah engkau banyak bicara tanpa berbuat? Bertindak seperti ini berbahaya bagi orang lain! Semakin tinggi teorinya, semakin hampa ia dalam hal kenyataan, dan semakin tidak mampu ia mengantar orang ke dalam kenyataan; semakin tinggi teorinya, semakin ia membuatmu melawan dan menentang Tuhan. Jangan memperlakukan teori yang paling muluk bak harta karun; ia bersifat merusak, dan ia tidak berguna! Mungkin ada yang dapat berbicara tentang teori-teori yang tinggi—tetapi teori-teori semacam itu tidak mengandung kenyataan, karena orang-orang ini belum secara pribadi mengalaminya, dan dengan demikian mereka tidak memiliki jalur pengamalan. Orang-orang seperti itu tidak mampu membawa manusia ke jalan yang benar, dan hanya akan menyesatkan orang. Bukankah ini berbahaya bagi orang lain? Paling tidak, engkau harus mampu memecahkan kesukaran saat ini dan memungkinkan orang untuk mencapai jalan masuk; hanya ini yang dianggap sebagai pengabdian, dan baru setelah itu engkau akan memenuhi syarat untuk bekerja bagi Tuhan. Jangan selalu berbicara muluk-muluk, berkata-kata fantastis, dan jangan mengikat orang dan membuat mereka mematuhimu dengan pengamalanmu yang tidak sesuai. Tidak ada gunanya melakukan ini, dan hanya memperbesar kebingungan orang. Memimpin orang dengan cara ini akan menghasilkan banyak peraturan, yang akan membuat orang muak terhadapmu. Ini adalah kelemahan manusia, dan itu benar-benar memalukan.

Dikutip dari "Lebih Fokus pada Kenyataan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pengetahuanmu hanya dapat membantu orang untuk sementara waktu. Seiring berjalannya waktu, jika engkau terus mengatakan hal yang sama, sebagian orang akan mengetahui hal itu; mereka akan mengatakan bahwa engkau terlalu dangkal, terlalu kurang mendalam. Engkau tidak akan punya pilihan selain mencoba dan menipu orang dengan mengkhotbahkan doktrin. Jika engkau selalu melanjutkan seperti ini, orang-orang di bawahmu akan mengikuti cara, langkah, dan contohmu tentang iman kepada Tuhan dan tentang mengalami dan melakukan perkataan dan doktrin-doktrin tersebut. Pada akhirnya, ketika engkau terus berkhotbah dengan cara ini, mereka semua akan menjadikanmu sebagai teladan. Engkau mengkhotbahkan doktrin ketika engkau memimpin orang, dan mereka yang di bawahmu akan belajar doktrin darimu. Seiring berjalannya waktu, engkau akan menempuh jalan yang salah. Orang-orang di bawahmu mengikuti jalanmu, dan mereka semua belajar darimu dan mengikutimu, sehingga engkau merasa: "Aku berkuasa sekarang; begitu banyak orang mendengarkanku, dan dunia selalu siap mendukungku." Natur pengkhianatan dalam diri manusia ini secara tidak sadar membuatmu mengubah Tuhan menjadi boneka belaka, dan engkau sendiri kemudian membentuk denominasi, faksi tertentu. Beginilah cara berbagai denominasi muncul. Lihatlah para pemimpin setiap denominasi. Mereka semua congkak dan merasa benar sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab di luar konteks dan sesuai dengan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua bergantung pada karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang itu mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki suatu pengetahuan dan dapat berbicara sedikit tentang doktrin, atau tahu bagaimana merebut hati orang lain dan bagaimana menggunakan beberapa kelicikan, yang melaluinya mereka telah membawa orang ke hadapan mereka sendiri dan menipu mereka. Secara teori, orang-orang itu percaya kepada Tuhan—tetapi pada kenyataannya mereka mengikuti para pemimpin mereka. Jika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata: "Kita harus berkonsultasi dengan pemimpin kita tentang iman kita." Iman mereka membutuhkan persetujuan manusia; bukankah itu masalah? Kalau begitu, menjadi apakah para pemimpin itu? Tidakkah mereka menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar?

Dikutip dari "Hanya Pengejaran Kebenaran merupakan

Kepercayaan yang Sejati kepada Tuhan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Sebelumnya:Apa yang dimaksud dengan kebenaran? Apa yang dimaksud dengan pengetahuan dan doktrin Alkitab?

Selanjutnya:Mengapa kebenaran yang dikatakan oleh Tuhan pada akhir zaman mampu menyucikan manusia, menyempurnakan manusia dan menjadi bagian dari hidup manusia?

media terkait