Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Saksi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

XX. Orang Harus Secara Jelas Membicarakan Apa Itu Pengangkatan dan Arti Sebenarnya dari Diangkat ke Hadapan Takhta Tuhan

2. Apa itu pengangkatan sejati?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Dan di saat tengah malam ada suara seruan terdengar, Lihatlah, Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia" (Mat. 25:6).

"Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20).

Firman Tuhan yang Relevan:

"Diangkat" bukan diambil dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi seperti yang orang bayangkan. Ini kesalahan yang besar. Diangkat mengacu pada penentuan-Ku sejak semula dan pemilihan-Ku. Ini ditujukan kepada semua orang yang telah Kutentukan sejak semula dan Kupilih. … Ini adalah yang paling tidak sesuai dengan pemahaman manusia. Mereka yang berbagian di rumah-Ku di masa depan adalah semua orang yang telah diangkat di hadapan-Ku. Ini sepenuhnya benar, tidak akan pernah berubah, dan tidak dapat dibantah oleh siapa pun. Ini adalah serangan balik terhadap Iblis. Siapa pun yang telah Kutentukan dari semula akan diangkat di hadapan-Ku.

dari "Perkataan Keseratus Empat" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sama seperti ratusan juta pengikut Tuhan Yesus Kristus lainnya, kita menaati hukum dan perintah Alkitab, menikmati kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang melimpah, dan berkumpul bersama, berdoa, memuji, dan melayani dalam nama Tuhan Yesus Kristus—dan semua ini kita lakukan di bawah perlindungan dan berkat Tuhan. Kita sering kali lemah dan sering kali kuat. Kita percaya bahwa semua tindakan kita sesuai dengan ajaran Tuhan. Jadi, jelas kalau kita juga percaya bahwa kita berjalan dalam jalan ketaatan kepada kehendak Bapa di surga. Kita merindukan kedatangan Tuhan Yesus, kedatangan Tuhan Yesus yang mulia, akhir hidup kita di bumi, penampakan kerajaan, dan semua yang diramalkan di kitab Wahyu: Tuhan datang dan membawa bencana, dan memberi upah kepada orang baik dan menghukum orang yang jahat, dan membawa semua yang mengikuti-Nya dan menyambut kedatangan-Nya di awan-awan untuk menemui-Nya. Setiap kali memikirkan ini, kita pasti dikuasai emosi. Kita bersyukur lahir di akhir zaman dan cukup beruntung bisa menyaksikan kedatangan Tuhan. Walau kita menderita penganiayaan, itu semua mengerjakan "kemuliaan yang lebih besar dan kekal". Ini benar-benar berkat yang luar biasa! Semua kerinduan ini dan kasih karunia yang diberikan Tuhan membuat kita sering kali sadar untuk berdoa dan membawa kita lebih sering berkumpul bersama. Mungkin tahun depan, mungkin besok, atau mungkin lebih cepat daripada yang diduga manusia, Tuhan tiba-tiba akan datang dan akan menampakkan diri di antara sekelompok orang yang sedang menantikan Dia dengan sungguh-sungguh. Kita bersaing satu sama lain, tidak ada yang mau ketinggalan, ingin menjadi kelompok pertama yang melihat penampakan Tuhan, menjadi salah satu dari mereka yang diangkat. …

Tuhan diam dan tidak pernah menampakkan diri kepada kita tetapi pekerjaan-Nya tidak pernah berhenti. Dia memandang seluruh dunia dan memerintah atas segala sesuatu, dan memandang perkataan serta perbuatan manusia. Pengelolaan-Nya dilaksanakan dalam beberapa langkah dan menurut rencana-Nya. Rencana itu dijalankan dengan diam-diam, tanpa efek dramatis, tetapi langkah kaki-Nya semakin mendekat kepada umat manusia dan takhta penghakiman-Nya ditegakkan di seluruh alam semesta dalam kecepatan cahaya, dan segera diikuti oleh turunnya takhta-Nya di antara kita. Betapa pemandangan yang megah, pemandangan yang mulia dan mencengangkan. Seperti burung merpati, dan singa yang mengaum, Roh datang di antara kita. Dia bijaksana, Dia benar dan megah. Dia diam-diam datang di antara kita, memiliki otoritas dan penuh dengan kasih dan belas kasihan. Tidak ada yang sadar akan kedatangan-Nya, tidak ada yang menyambut kedatangan-Nya, dan tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan-Nya. Hidup manusia tetap tidak berubah, hatinya tidak ada perubahan dan hari-hari berlalu seperti biasa. Tuhan hidup di antara kita seperti orang biasa, sama seperti pengikut yang paling tidak kelihatan dan orang percaya biasa. Dia memiliki pengejaran sendiri, tujuan sendiri, dan Dia memiliki keilahian yang tidak dimiliki manusia biasa. Tidak ada yang memerhatikan keilahian-Nya, dan tidak ada yang tahu perbedaan substansi-Nya dengan orang biasa. …

Tetapi orang biasa yang bersembunyi di antara orang banyak inilah yang melakukan pekerjaan baru dalam menyelamatkan kita. Dia tidak menjelaskan apa pun bagi kita atau memberitahukan kepada kita mengapa Dia telah datang. Dia hanya melakukan pekerjaan yang Dia harus lakukan menurut langkah-langkah dan rencana-Nya. Firman dan ucapan-Nya menjadi lebih sering. Dari menghibur, menasihati, mengingatkan, dan memperingatkan, menjadi menegur, dan mendisiplinkan, dari yang bernada lembut dan baik, menjadi kata-kata yang kasar dan megah—semuanya menimbulkan perasaan gentar dan belas kasih dalam diri manusia. Semua yang Dia katakan tepat sasaran mengenai rahasia terdalam yang kita sembunyikan dalam diri, firman-Nya menyengat hati, menyengat roh kita, dan membuat kita malu serta direndahkan. …

Dengan tidak diketahui oleh kita, manusia yang tidak berarti ini telah memimpin kita langkah demi langkah ke dalam rencana Tuhan. Kita melewati banyak ujian, menerima banyak hajaran, dan diuji oleh kematian. Kita belajar tentang watak Tuhan yang benar dan megah, menikmati juga kasih dan belas kasih-Nya, menghargai kuasa Tuhan yang besar dan hikmat-Nya, menyaksikan keindahan Tuhan, dan memandang kerinduan besar Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Dalam perkataan-perkataan orang biasa ini, kita mengenal watak dan substansi Tuhan, mengerti kehendak Tuhan, mengenal sifat dan substansi manusia, dan melihat jalan keselamatan dan kesempurnaan. Firman-Nya membuat kita mati dan lahir kembali; firman-Nya membawa penghiburan bagi kita, tetapi juga membuat kita merasa bersalah dan berutang, firman-Nya membawa damai dan sukacita bagi kita, tetapi juga rasa sakit yang besar. Terkadang, kita sama seperti domba di pembantaian di tangan-Nya; terkadang, kita seperti biji mata-Nya dan menikmati kasih dan sayang-Nya; terkadang, kita seperti musuh-Nya, diubah menjadi abu karena murka di hadapan-Nya. Kita adalah umat manusia yang diselamatkan oleh-Nya, kita hanyalah cacing di mata-Nya dan kita adalah domba yang hilang yang Dia pikirkan siang dan malam. Dia berbelas kasih pada kita, Dia memandang rendah kita, Dia membangkitkan kita, Dia menghibur dan mendukung kita, Dia membimbing, dan menerangi kita, Dia menghajar dan mendisiplinkan kita dan bahkan mengutuki kita. Dia mengkhawatirkan kita siang dan malam, Dia melindungi dan mempedulikan kita siang dan malam, Dia tidak pernah meninggalkan kita dan Dia mencurahkan seluruh perhatian-Nya kepada kita serta membayar harga untuk kita. Di antara firman-firman dari daging yang kecil dan biasa ini, kita menikmati keseluruhan Tuhan dan melihat tempat tujuan yang Tuhan karuniakan pada kita. …

Firman Tuhan terus berlanjut, dan Dia menggunakan berbagai metode dan perspektif untuk mengarahkan kita apa yang harus dilakukan dan mengungkapkan isi hati-Nya. Firman-firman-Nya mengandung kuasa kehidupan dan menunjukkan kepada kita bagaimana caranya hidup dan memungkinkan kita mengerti apa kebenaran itu. Kita mulai tertarik kepada firman-Nya, kita mulai fokus pada nada dan cara bicara-Nya dan tanpa sadar mulai tertarik dengan suara hati dari orang yang luar biasa ini. Dia berusaha keras bagi kita, kurang tidur dan makan demi kita, menangisi kita, mengeluh karena kita, merintih dalam sakit bagi kita, dihina bagi tempat tujuan dan keselamatan kita, dan hati-Nya berdarah dan menangis karena pemberontakan dan kekerasan hati kita. Wujud dan kepemilikan-Nya melampaui orang biasa dan tidak bisa diperoleh atau didapat oleh orang yang rusak. Dia memiliki kesabaran dan toleransi yang tidak dimiliki orang biasa dan kasih-Nya tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan lainnya. Tidak ada orang selain Dia yang bisa tahu seluruh pikiran kita atau mengerti sifat dan substansi kita, atau menghakimi pemberontakan dan kerusakan manusia atau berbicara kepada kita dan bekerja di antara kita seperti ini mewakili Tuhan di surga. Tidak ada orang selain Dia yang bisa memiliki otoritas, hikmat, dan kewibawaan Tuhan; watak Tuhan dan apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia dinyatakan dalam seluruh keberadaannya, dari Dia. Tidak ada orang selain Dia yang bisa menunjukkan jalan dan membawa terang kepada kita. Tidak ada orang selain Dia yang bisa menyatakan misteri yang belum Tuhan bukakan sejak penciptaan sampai sekarang. Tidak ada orang selain Dia yang bisa menyelamatkan kita dari ikatan Iblis dan watak kita sudah rusak. Dia mewakili Tuhan dan mengungkapkan isi hati Tuhan, dorongan Tuhan, dan firman-firman penghakiman Tuhan terhadap seluruh umat manusia. Dia telah memulai zaman baru, era baru, dan membawa langit dan bumi baru, pekerjaan baru, dan membawa kita harapan, dan mengakhiri hidup yang kita jalani dalam kesamaran dan memungkinkan kita memandang jalan kesalamatan dengan utuh. Dia sudah menaklukkan seluruh keberadaan kita dan mendapatkan hati kita. Sejak saat itu, pikiran kita menjadi sadar dan roh kita dibangkitkan. Orang biasa yang tidak penting ini, yang hidup di antara kita dan sudah lama ditolak oleh kita—bukankah Dia Tuhan Yesus yang selalu ada dalam pikiran kita dan kita rindukan siang dan malam? Itu Dia! Itu benar-benar Dia! Dia Tuhan kita! Dia jalan, kebenaran dan kehidupan! Dia memungkinkan kita hidup lagi, melihat terang, dan menghentikan hati kita dari pengembaraan. Kita sudah kembali ke rumah Tuhan, kita sudah kembali ke hadapan takhta-Nya, kita berhadapan dengan-Nya, kita sudah menyaksikan wajah-Nya dan melihat jalan di depan. Saat itu, hati kita sepenuhnya ditaklukkan oleh-Nya, kita tidak lagi meragukan siapa Dia, dan tidak lagi menentang pekerjaan dan firman-Nya dan kita sepenuhnya bersujud di hadapan-Nya. Kita tidak mengharapkan apa pun selain mengikuti jejak langkah Tuhan sepanjang sisa umur kita dan disempurnakan oleh-Nya, dan membalas kasih karunia-Nya, dan membalas kasih-Nya bagi kita dan menaati pengaturan dan pengelolaan-Nya dan bekerja sama dengan pekerjaan-Nya dan melakukan yang kita bisa untuk melengkapi apa pun yang dipercayakan kepada kita.

Kita hanyalah sekelompok orang biasa yang memiliki watak rusak Iblis, kita adalah orang-orang yang ditakdirkan oleh Tuhan sebelum permulaan zaman, dan kita adalah orang membutuhkan yang diangkat Tuhan dari tumpukan sampah. Kita dulu menolak dan mengutuk Tuhan, tetapi kita sekarang sudah ditaklukkan oleh-Nya. Kita sudah menerima kehidupan dan menerima jalan kehidupan kekal dari Tuhan. Tidak peduli di mana kita ada di bumi, walau ada penganiayaan dan ujian, kita tidak bisa terpisah dari keselamatan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Karena Dialah Pencipta dan satu-satunya penebus kita!

dari "Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Pengangkatan harus didasari oleh firman Tuhan dan bukan oleh konsepsi serta imajinasi manusia.

Selanjutnya:Apa perbedaan antara firman Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia dan yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa pada Zaman Kerajaan?

Anda Mungkin Juga Menyukai