Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Saksi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

X. Kita Harus Secara Jelas Membicarakan Aspek-Aspek Kebenaran Mengenai Bagaimana Mengenal Tuhan

1. Apa artinya mengenal Tuhan? Dapatkah pemahaman akan ilmu Alkitab dan teori teologis dianggap sebagai mengenal Tuhan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Pengetahuan tentang Tuhan yang praktis meliputi pengenalan dan pengalaman akan firman-Nya, serta pemahaman akan peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip pekerjaan Roh Kudus, dan cara Roh Tuhan bekerja di dalam daging. Jadi, itu juga termasuk mengetahui bahwa setiap tindakan Tuhan di dalam daging dipimpin oleh Roh, dan bahwa firman yang diucapkan-Nya adalah ungkapan langsung Roh. Dengan demikian, jika engkau ingin mengenal Tuhan yang praktis, engkau terutama harus mengetahui cara Tuhan bekerja dalam kemanusiaan dan keilahian. Hal ini, pada gilirannya, berkaitan dengan ungkapan-ungkapan Roh, yang melibatkan semua orang.

dari "Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mengetahui tindakan praktis Tuhan, mengetahui kenyataan Tuhan dan kemahakuasaan-Nya, mengetahui identitas sejati Tuhan Sendiri, mengetahui apa yang Dia miliki dan seperti apa diri-Nya, mengetahui apa yang telah Dia tunjukkan di antara segala sesuatu—ini sangat penting bagi setiap orang yang mengejar pengetahuan akan Tuhan. Ini memiliki pengaruh langsung pada apakah orang dapat memasuki kenyataan kebenaran. Jika engkau membatasi pemahamanmu akan Tuhan hanya pada firman, jika engkau membatasinya pada sedikit pengalamanmu sendiri, anugerah Tuhan yang engkau hitung, atau sedikit kesaksianmu kepada Tuhan, maka Aku mengatakan bahwa Tuhan yang engkau yakini sama sekali bukanlah Tuhan yang sesungguhnya. Dia sama sekali bukan Tuhan yang sejati, dan bisa juga dikatakan bahwa Tuhan yang engkau percayai bukanlah Tuhan. Ini karena Tuhan yang Aku bicarakan adalah Yang berkuasa atas segala sesuatu, yang berjalan di antara segala sesuatu, yang mengelola segala sesuatu. Dialah Yang memegang nasib seluruh umat manusia—yang memegang nasib segala sesuatu. Pekerjaan dan tindakan Tuhan yang Aku bicarakan tidak hanya terbatas pada sebagian kecil orang. Yang berarti, tidak terbatas hanya pada orang yang saat ini mengikuti-Nya. Tindakannya ditunjukkan di antara segala hal, dalam kelangsungan hidup segala sesuatu, dan dalam hukum perubahan segala hal. Jika engkau tidak dapat melihat atau mengenali tindakan Tuhan di antara segala hal, maka engkau tidak dapat memberi kesaksian atas tindakan-Nya. Jika engkau tidak dapat menjadi saksi apa pun bagi Tuhan, jika engkau terus berbicara tentang hal kecil yang disebut Tuhan yang engkau tahu, yaitu Tuhan yang terbatas pada gagasanmu sendiri, dan dalam pikiran sempitmu, jika engkau terus berbicara tentang Tuhan semacam itu, maka Tuhan tidak akan pernah memuji imanmu. Ketika engkau menjadi saksi bagi Tuhan, jika engkau hanya menggunakan bagaimana engkau menikmati kasih karunia Tuhan, menerima cara Tuhan mendisiplinkan dan didikan-Nya, dan menikmati berkat-Nya dalam kesaksianmu kepada-Nya, hal tersebut sangat tidak memadai, dan jauh dari memuaskan-Nya. Jika engkau ingin menjadi saksi bagi Tuhan dengan cara yang sejalan dengan kehendak-Nya, menjadi saksi bagi Tuhan Sendiri, maka engkau harus memahami apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu dari tindakan-Nya. Engkau harus melihat otoritas Tuhan dari kendali-Nya atas segala hal, dan melihat kebenaran tentang cara Dia membekali seluruh umat manusia. Jika engkau hanya mengakui bahwa makanan dan minumanmu sehari-hari dan kebutuhan hidupmu berasal dari Tuhan, tetapi engkau tidak melihat kebenaran yang Tuhan sediakan untuk seluruh umat manusia melalui segala sesuatu, bahwa Dia memimpin seluruh umat manusia melalui kekuasaan-Nya atas segala sesuatu, maka engkau tidak akan pernah bisa menjadi saksi bagi Tuhan.

dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Nah, hal yang kurang dimiliki oleh semua manusia adalah pengetahuan akan pekerjaan Tuhan. Manusia tidak menangkap maupun memahami tepatnya apa perbuatan Tuhan dalam manusia, semua pekerjaan Tuhan, dan kehendak Tuhan sejak penciptaan dunia. Kekurangpahaman ini bukan hanya terlihat pada seluruh kalangan keagamaan, tetapi bahkan pada semua orang yang percaya kepada Tuhan. Ketika tiba saatnya engkau benar-benar melihat Tuhan dan menyadari hikmat Tuhan; ketika engkau melihat semua perbuatan Tuhan dan mengenali siapa Tuhan dan apa yang dimiliki-Nya; ketika engkau melihat kelimpahan, hikmat, keajaiban-Nya, dan semua pekerjaan-Nya dalam manusia, pada saat itulah engkau akan mencapai keberhasilan dalam imanmu kepada Tuhan. Ketika Tuhan dikatakan mencakup segalanya dan sangat berlimpah, apa yang dimaksud dengan mencakup segalanya? Apa yang dimaksud dengan berlimpahan? Jika engkau tidak mengerti hal ini, engkau tidak bisa dianggap sebagai orang yang percaya kepada Tuhan.

dari "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sehebat apa pun manusia memahami Alkitab, itu tidak lebih dari sekadar kata-kata, karena manusia tidak memahami substansi dari Alkitab. Ketika manusia membaca Alkitab, ia mungkin dapat menerima beberapa kebenaran, menjelaskan beberapa kata atau meneliti beberapa perikop dan kutipan terkenal, tetapi ia tidak akan pernah mampu menguraikan makna yang terkandung di balik kata-kata tersebut, karena semua yang manusia lihat hanyalah kata-kata yang mati, bukan kejadian sebenarnya yang dilakukan oleh Yahweh dan Yesus, dan manusia tidak mampu mengungkapkan misteri yang terkandung dalam pekerjaan semacam itu. Oleh karena itu, misteri rencana pengelolaan enam ribu tahun adalah misteri yang terbesar, yang paling tersembunyi dan yang sama sekali tak terbayangkan oleh manusia. Tidak seorang pun dapat secara langsung memahami kehendak Tuhan, kecuali Ia sendiri menjelaskan dan membukakannya kepada manusia, jika tidak, semua itu akan tetap menjadi teka-teki bagi manusia dan akan selamanya menjadi misteri yang terkunci. Jangan hiraukan mereka yang berkecimpung dalam dunia agamawi; jika engkau sekalian tidak menerima pengungkapannya hari ini, engkau sekalian tidak akan pernah mampu memahaminya.

dari "Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Banyak orang percaya bahwa memahami dan mampu menafsirkan Alkitab sama dengan menemukan jalan yang benar—namun kenyataannya, apakah masalahnya sesederhana itu? Tidak seorang pun tahu kenyataan tentang Alkitab: bahwa Alkitab tidak lebih dari catatan sejarah tentang pekerjaan Tuhan, dan bukti atas dua tahap pekerjaan Tuhan sebelumnya, dan tidak memberi engkau pemahaman tentang tujuan pekerjaan Tuhan. Setiap orang yang telah membaca Alkitab tahu bahwa Alkitab mencatat secara rinci dua tahap pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Perjanjian Lama membukukan sejarah Israel dan pekerjaan Yahweh sejak masa penciptaan hingga akhir Zaman Hukum Taurat. Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus di bumi, yang ada dalam Empat Injil, serta pekerjaan Paulus; bukankah itu catatan sejarah? Mengemukakan perkara-perkara zaman dahulu pada masa kini menjadikan semua itu sejarah, dan sungguhpun perkara-perkara itu sangat benar atau nyata, semuanya tetaplah sejarah—dan sejarah tidak dapat berurusan dengan masa kini. Karena Tuhan tidak melihat kembali sejarah! Jadi, jika engkau hanya memahami Alkitab, dan tidak memahami apa pun tentang pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan saat ini, dan jika engkau percaya kepada Tuhan tetapi tidak mencari pekerjaan Roh Kudus, engkau tidak mengerti apa artinya mencari Tuhan. Jika engkau membaca Alkitab untuk mempelajari sejarah Israel, untuk meneliti sejarah penciptaan Tuhan atas langit dan bumi, engkau tidak percaya kepada Tuhan. Akan tetapi saat ini, karena engkau percaya kepada Tuhan, dan mengejar kehidupan, mengejar pengenalan akan Tuhan, dan tidak mencari surat-surat dan doktrin yang mati, atau pemahaman tentang sejarah, engkau harus mencari kehendak Tuhan atas masa kini, dan harus mencari petunjuk tentang pekerjaan Roh Kudus. Seandainya engkau seorang arkeolog, engkau dapat membaca Alkitab saja—tetapi engkau bukan arkeolog, engkau adalah salah satu dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan, dan engkau sebaiknya mencari kehendak Tuhan masa kini.

dari "Tentang Alkitab (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Beberapa orang mengatakan bahwa Alkitab adalah sebuah kitab suci, yang harus dibaca, dan beberapa orang mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan harus ditegakkan selamanya, bahwa Perjanjian Lama adalah perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel, dan tidak bisa disingkirkan, dan aturan hari Sabat harus selalu dipatuhi! Bukankah ini konyol? Mengapa Yesus tidak mematuhi aturan hari Sabat? Apakah Dia berbuat dosa? Siapa yang bisa memahami hal-hal seperti itu? Terlepas dari bagaimana engkau membaca Alkitab, akan tetap mustahil untuk mengetahui pekerjaan Tuhan dengan hanya menggunakan kekuatan pemahaman manusia. Engkau bukan saja tidak akan mendapatkan pengetahuan yang murni tentang Tuhan, tetapi gagasan-gagasanmu pun akan menjadi semakin keliru, sedemikian rupa sehingga engkau akan mulai menentang Tuhan. Jika bukan karena inkarnasi Tuhan pada hari ini, orang akan ditipu oleh gagasannya sendiri, dan mereka akan mati di tengah-tengah penghajaran Tuhan.

dari "Tentang Alkitab (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka selaras dengan-Ku, tetapi semuanya menyembah berhala yang samar. Meskipun mereka mengakui bahwa nama-Ku kudus, mereka menapaki jalan yang bertentangan dengan-Ku, dan perkataan mereka penuh dengan keangkuhan dan keyakinan diri, sebab, pada dasarnya, mereka semua menentang Aku, dan tidak selaras dengan-Ku. Setiap hari mereka mencari jejak-Ku di dalam Alkitab, dan, secara acak, menemukan perikop-perikop yang "cocok", yang tak habis-habisnya mereka baca, dan yang mereka bacakan sebagai Kitab Suci. Mereka tak tahu cara menjadi selaras dengan-Ku, tidak mengerti apa arti bermusuhan dengan-Ku, dan sekadar membaca Kitab Suci tanpa pemikiran yang benar. Mereka menyekat di dalam Alkitab Tuhan yang samar yang tidak pernah mereka lihat dan tidak dapat mereka lihat, yang mereka keluarkan dari Alkitab untuk dipandangi selama waktu senggang mereka. Mereka percaya keberadaan-Ku hanya dalam ruang lingkup Alkitab. Bagi mereka, Aku sama dengan Alkitab. Tanpa Alkitab, Aku tidak ada, dan tanpa Aku, Alkitab tidak ada. Mereka tidak mengindahkan keberadaan atau tindakan-Ku, sebaliknya, mencurahkan perhatian yang berlebihan dan khusus pada setiap kata dalam Kitab Suci, dan banyak dari antara mereka bahkan meyakini bahwa Aku tidak boleh melakukan apa pun yang Kuinginkan kecuali hal itu dinubuatkan dalam Kitab Suci. Mereka menganggap Kitab Suci terlalu penting. Dapat dikatakan bahwa mereka terlalu mementingkan kata-kata dan ungkapan, hingga mereka memakai ayat-ayat Alkitab untuk menilai setiap kata yang Kuucapkan, dan untuk mengecam-Ku. Perkara yang mereka cari bukanlah cara agar selaras dengan-Ku, atau cara agar selaras dengan kebenaran, tetapi cara agar selaras dengan perkataan Alkitab, dan mereka meyakini bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan Alkitab, tanpa pengecualian, bukanlah pekerjaan-Ku. Bukankah orang-orang seperti ini keturunan orang Farisi yang sangat berbakti? Orang Farisi Yahudi menggunakan hukum Musa untuk mengecam Yesus. Mereka tidak berupaya untuk selaras dengan Yesus pada waktu itu, tetapi dengan giat mematuhi hukum Taurat hingga ke huruf-hurufnya, sampai mereka akhirnya memakukan Yesus yang tak berdosa itu ke kayu salib, setelah menuduh-Nya tidak mematuhi hukum Taurat dalam Perjanjian Lama dan menuduh-Nya bukan Mesias. Jadi, apakah intinya? Bukankah berarti mereka tidak mencari cara agar dapat selaras dengan kebenaran? Mereka terobsesi dengan setiap kata dalam Kitab Suci, tetapi tidak mengindahkan kehendak-Ku dan tahap serta cara pekerjaan-Ku. Mereka bukanlah orang yang mencari kebenaran, tetapi orang yang mengikuti perkataan Kitab Suci dengan kaku. Mereka bukanlah orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi orang yang percaya pada Alkitab. Intinya, mereka adalah anjing-anjing penjaga Alkitab. Untuk menjaga kepentingan Alkitab, menegakkan martabat Alkitab, dan melindungi reputasi Alkitab, mereka bahkan sampai memakukan Yesus yang penuh belas kasihan itu ke kayu salib. Hal ini mereka lakukan hanya demi membela Alkitab, dan demi mempertahankan kedudukan setiap kata dalam Alkitab di hati orang. Oleh karena itu, mereka memilih membuang masa depan dan korban penghapus dosa mereka untuk menghukum Yesus, yang melakukan pekerjaan-Nya yang tidak sesuai dengan doktrin Kitab Suci, sampai mati. Bukankah mereka ini kacung-kacung bagi setiap kata dalam Kitab Suci?

Lalu, bagaimana dengan orang-orang di masa ini? Kristus datang untuk mengabarkan kebenaran, tetapi mereka lebih suka mengusir-Nya dari antara manusia supaya mendapat jalan masuk ke dalam surga dan menerima kasih karunia. Mereka benar-benar lebih suka menolak datangnya kebenaran untuk melindungi kepentingan Alkitab, dan lebih suka memakukan lagi Kristus yang sudah datang kembali dalam daging untuk memastikan keberadaan Alkitab untuk selamanya. … Manusia mencari keselarasan dengan perkataan, dengan Alkitab, tetapi tak satu orang pun datang ke hadapan-Ku untuk mencari cara agar selaras dengan kebenaran. Manusia menengadah kepada-Ku di surga, dan mencurahkan perhatian khusus pada keberadaan-Ku di surga, tetapi tak satu pun memedulikan diri-Ku yang ada dalam daging, sebab keberadaan-Ku di antara manusia benar-benar dianggap tak berarti. Orang-orang yang hanya berusaha selaras dengan perkataan Alkitab, dan hanya berusaha selaras dengan Tuhan yang samar menjadi pemandangan yang menyebalkan bagi-Ku. Sebab, apa yang mereka sembah adalah kata-kata yang mati, dan sesosok Tuhan yang mampu memberi mereka kekayaan yang tak terkira. Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang tunduk pada kuasa manusia, dan Tuhan yang tidak ada. Lalu, apakah yang dapat diperoleh orang-orang seperti ini dari-Ku? Manusia terlalu rendah untuk kata-kata. Orang-orang yang menentang-Ku, yang tak habis-habisnya mengajukan permintaan kepada-Ku, yang tak memiliki kasih pada kebenaran, yang memberontak terhadap-Ku—bagaimana mungkin mereka bisa selaras dengan-Ku?

dari "Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang-orang yang hanya peduli pada perkataan Alkitab, yang tidak peduli dengan kebenaran atau mencari jejak langkah-Ku—mereka itu menentang Aku, sebab mereka membatasi-Ku menurut Alkitab, dan menahan-Ku di dalam Alkitab, dan juga sangat menghujat-Ku. Bagaimana mungkin orang-orang seperti itu dapat datang ke hadapan-Ku? Mereka tidak mengindahkan perbuatan-perbuatan-Ku, atau kehendak-Ku, atau kebenaran, sebaliknya, mereka terobsesi dengan kata-kata, kata-kata yang membunuh. Bagaimana mungkin orang-orang seperti itu dapat selaras dengan-Ku?

dari "Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

 

Sebelumnya:Apa sifat dasar masalah manusia yang tidak mengakui kebenaran yang diungkapkan oleh Kristus? Apa akibatnya jika manusia tidak memperlakukan Kristus sebagai Tuhan?

Selanjutnya:Bagaimana seseorang dapat mengetahui watak dan esensi Tuhan?

Anda Mungkin Juga Menyukai