Ayat Alkitab untuk Referensi:
"Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat" (Matius 4:17).
"Sebab inilah darah-Ku, yaitu darah perjanjian baru, yang dicurahkan bagi banyak orang sebagai pengampunan atas dosa-dosa mereka" (Matius 26:28).
"Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13).
"Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: Firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48).
Firman Tuhan yang Relevan:
Pekerjaan yang Yesus lakukan sesuai dengan kebutuhan manusia pada zaman itu. Tugas-Nya adalah menebus manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan karena itu, watak-Nya secara keseluruhan adalah kerendahhatian, kesabaran, kasih, ketaatan, kelapangan hati, belas kasihan, dan kasih setia. Dia memberi kepada manusia kasih karunia dan berkat yang melimpah, dan segala sesuatu yang dapat manusia nikmati, Dia memberikan hal berikut untuk mereka nikmati: kedamaian dan kebahagiaan, kesabaran dan kasih-Nya, belas kasihan dan kasih setia-Nya. Pada masa itu, kelimpahan segala sesuatu yang dapat manusia nikmati—perasaan damai dan aman di dalam hati mereka, perasaan tenang dalam roh mereka, ketergantungan mereka kepada Yesus Sang Juruselamat—semua itu mereka dapatkan karena mereka hidup pada zaman itu. Pada Zaman Kasih Karunia, manusia telah dirusak oleh Iblis, jadi untuk mencapai pekerjaan penebusan seluruh umat manusia, diperlukan kasih karunia yang berlimpah, kelapangan hati dan kesabaran yang tak terbatas, dan terlebih lagi, sebuah persembahan yang cukup untuk menebus dosa manusia, supaya pekerjaan tersebut berdampak. Apa yang dilihat manusia pada Zaman Kasih Karunia hanyalah korban persembahan-Ku untuk menebus dosa-dosa umat manusia, yaitu Yesus. Satu-satunya yang mereka ketahui adalah bahwa Tuhan sangat berbelas kasihan dan panjang sabar, dan satu-satunya yang mereka lihat adalah belas kasihan dan kasih setia Yesus. Ini sepenuhnya karena mereka lahir pada Zaman Kasih Karunia. Jadi, sebelum mereka dapat ditebus, mereka harus menikmati berbagai jenis kasih karunia yang Yesus anugerahkan kepada mereka sehingga mereka dapat menarik manfaat dari semua itu. Dengan cara ini, dosa-dosa mereka dapat diampuni melalui kasih karunia yang mereka nikmati, dan mereka juga bisa memiliki kesempatan untuk ditebus melalui kelapangan hati dan kesabaran Yesus. Hanya melalui kelapangan hati dan kesabaran Yesuslah mereka mendapatkan hak untuk menerima pengampunan dan menikmati kelimpahan kasih karunia yang dianugerahkan oleh Yesus. Seperti yang Yesus katakan: Aku datang bukan untuk menebus orang benar, melainkan orang berdosa, sehingga orang berdosa diampuni dari dosa-dosa mereka. Jika pada saat Yesus menjadi manusia, Dia membawa watak menghakimi, mengutuk, dan tidak bersabar terhadap pelanggaran manusia, maka manusia tidak akan pernah punya kesempatan untuk ditebus, dan akan tetap berdosa untuk selamanya. Jika demikian, rencana pengelolaan enam ribu tahun tentu akan berhenti pada Zaman Hukum Taurat, dan Zaman Hukum Taurat akan diperpanjang selama enam ribu tahun. Dosa manusia hanya akan semakin bertambah dan semakin menyedihkan, dan penciptaan manusia akan menjadi sia-sia. Manusia hanya dapat melayani Yahweh di bawah hukum Taurat, tetapi dosa-dosa mereka akan melampaui dosa-dosa manusia yang pertama kali diciptakan. Semakin Yesus mengasihi umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan menganugerahkan belas kasihan serta kasih setia yang cukup kepada mereka, semakin manusia dapat diselamatkan oleh Yesus, untuk disebut sebagai domba-domba terhilang yang telah dibeli kembali oleh Yesus dengan harga mahal. Iblis tidak dapat ikut campur dalam pekerjaan ini, karena Yesus memperlakukan para pengikut-Nya seperti seorang ibu yang penuh kasih memperlakukan bayinya dalam dekapannya. Dia tidak menjadi marah ataupun memandang hina mereka, melainkan penuh penghiburan; Dia tidak pernah murka terhadap mereka, melainkan menahan diri terhadap dosa-dosa mereka dan menutup mata terhadap kebodohan dan kebebalan mereka, sampai-sampai Dia berkata, "Ampunilah sesamamu sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Dengan demikian, hati orang-orang diubahkan oleh hati-Nya, dan hanya dengan cara demikianlah manusia menerima pengampunan dosa melalui kelapangan hati-Nya.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Fakta Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan"
Injil pertobatan dikabarkan di Zaman Kasih Karunia, dan asalkan manusia percaya, ia akan diselamatkan. Pada masa kini, sebagai ganti keselamatan, hanya ada pembicaraan tentang penaklukan dan penyempurnaan. Tidak pernah dikatakan bahwa jika satu orang percaya, seluruh keluarga mereka akan diberkati, atau bahwa keselamatan itu sekali untuk selamanya. Pada masa kini, tidak seorang pun membicarakan perkataan ini, dan hal-hal semacam itu sudah ketinggalan zaman. Pada masa itu, pekerjaan Yesus adalah pekerjaan untuk menebus seluruh umat manusia. Dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya diampuni; asalkan engkau percaya kepada-Nya, Dia akan menebusmu; jika engkau percaya kepada-Nya, engkau tidak lagi berdosa, engkau telah dibebaskan dari dosa-dosamu. Inilah yang dimaksud dengan diselamatkan dan dibenarkan oleh iman. Namun, di antara orang-orang percaya, masih ada yang memberontak dan melawan Tuhan, dan perlahan-lahan masih harus dibuang. Keselamatan tidak berarti manusia telah sepenuhnya didapatkan oleh Yesus, melainkan bahwa manusia tidak lagi menjadi milik dosa, bahwa dosa-dosanya telah diampuni. Asalkan engkau percaya, engkau tidak akan pernah lagi menjadi milik dosa. Pada masa itu, Yesus melakukan banyak pekerjaan yang tidak dapat dimengerti oleh murid-murid-Nya, dan mengatakan banyak perkara yang tidak dimengerti orang. Hal ini karena, pada masa itu, Dia tidak memberikan penjelasan apa pun. Jadi, beberapa tahun setelah Dia pergi, Matius menciptakan silsilah untuk Yesus, dan orang-orang lainnya juga melakukan banyak pekerjaan yang berasal dari kehendak manusia. Yesus tidak datang untuk menyempurnakan dan mendapatkan manusia, tetapi untuk melakukan satu tahap pekerjaan: menyatakan Injil kerajaan surga dan menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Jadi, begitu Yesus disalibkan, pekerjaan-Nya pun benar-benar telah selesai. Namun, pada tahap sekarang ini—pekerjaan penaklukan—lebih banyak firman harus diucapkan, lebih banyak pekerjaan harus dilakukan, dan banyak proses harus dilewati. Demikian pula misteri pekerjaan Yesus dan Yahweh harus disingkapkan, supaya semua orang dapat memiliki pemahaman dan kejelasan dalam iman mereka, karena inilah pekerjaan akhir zaman, dan akhir zaman adalah akhir pekerjaan Tuhan, saat diakhirinya pekerjaan ini.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Visi Pekerjaan Tuhan (2)"
Kristus akhir zaman menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan menganalisis perkataan dan perbuatan manusia. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia seharusnya tunduk kepada Tuhan, bagaimana seharusnya manusia setia kepada Tuhan, bagaimana manusia seharusnya hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan sebagainya. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan berkaitan dengan bagaimana manusia merupakan perwujudan Iblis, dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan tidak hanya menjelaskan natur manusia dengan beberapa kata; Dia menyingkapkan dan memangkasnya dalam jangka panjang. Semua cara-cara penyingkapan dan pemangkasan yang beragam ini tidak bisa digantikan dengan perkataan biasa, tetapi dengan kebenaran yang sama sekali tidak dimiliki manusia. Hanya cara-cara seperti inilah yang dapat disebut penghakiman; hanya melalui penghakiman jenis inilah manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya tentang Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Yang dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman adalah pemahaman manusia tentang wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakan manusia itu sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia mendapatkan banyak pemahaman tentang maksud Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dimengerti olehnya. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk memahami dan mengenali esensi dirinya yang rusak dan akar penyebab kerusakannya, serta menyadari wajah aslinya yang busuk. Semua efek ini dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman, karena esensi pekerjaan ini sebenarnya adalah pekerjaan membukakan jalan, kebenaran, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran"
Pada Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk menghantarkan zaman yang baru, mengubah sarana yang digunakan-Nya dalam bekerja, dan melakukan pekerjaan seluruh zaman tersebut. Inilah prinsip yang Tuhan gunakan untuk bekerja pada Zaman Firman. Dia menjadi daging dan berfirman dari berbagai perspektif, memungkinkan manusia untuk sungguh-sungguh melihat Tuhan, yang adalah Firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia, serta menyaksikan hikmat dan keajaiban-Nya. Tuhan bekerja dengan cara ini agar dapat dengan lebih baik mencapai tujuan menaklukkan, menyempurnakan, dan menyingkirkan manusia, yang merupakan makna sebenarnya dari penggunaan firman untuk bekerja pada Zaman Firman. Melalui firman, orang mulai mengenal pekerjaan Tuhan, watak Tuhan, hakikat manusia, dan apa yang seharusnya manusia masuki. Melalui firman, semua pekerjaan yang ingin Tuhan kerjakan pada Zaman Firman terlaksana. Melalui firman, orang-orang disingkapkan, disingkirkan, dan diuji. Orang-orang telah menyaksikan firman ini, mendengar firman ini, dan mengenali keberadaan firman ini. Sebagai hasilnya, mereka telah mulai percaya akan keberadaan Tuhan, kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, serta hati Tuhan yang mengasihi dan menyelamatkan manusia. Istilah "firman" mungkin biasa dan sederhana, tetapi firman yang diucapkan dari mulut Tuhan yang berinkarnasi mengguncang alam semesta, firman itu mengubah hati manusia, mengubah gagasan, dan watak lama mereka, serta mengubah penampakan seluruh dunia yang sebelumnya. Selama berabad-abad, hanya Tuhan zaman sekarang yang bekerja dengan cara ini, dan hanya Dia yang berfirman dengan cara ini serta datang untuk menyelamatkan manusia dengan cara ini. Mulai saat ini dan seterusnya, manusia hidup di bawah bimbingan firman Tuhan, di tengah penggembalaan dan perbekalan firman-Nya; orang-orang hidup di dunia firman Tuhan, di tengah kutukan dan berkat-berkat firman Tuhan, dan mayoritas orang hidup di bawah penghakiman dan hajaran firman-Nya. Firman ini dan pekerjaan ini semuanya adalah demi keselamatan manusia, demi memenuhi kehendak Tuhan, dan demi mengubah penampakan asli dari dunia ciptaan yang lama. Tuhan menciptakan dunia dengan menggunakan firman, Dia menuntun semua manusia di alam semesta dengan menggunakan firman, Dia menaklukkan dan menyelamatkan mereka dengan menggunakan firman, dan pada akhirnya, Dia akan menggunakan firman untuk membawa seluruh dunia yang lama kepada kesudahannya, dan dengan demikian, merampungkan seluruh rencana pengelolaan-Nya.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman"
Kristus akhir zaman membawa hidup, dan membawa jalan kebenaran yang abadi dan tidak berkesudahan. Kebenaran ini adalah jalan yang memungkinkan manusia memperoleh hidup, dan satu-satunya jalan untuk manusia mengenal Tuhan dan diperkenan oleh-Nya. Apabila engkau tidak mencari jalan hidup yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah memperoleh perkenanan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk memasuki gerbang kerajaan surga, karena engkau adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh kata-kata, dan belenggu sejarah, tidak akan pernah bisa memperoleh hidup maupun mendapatkan jalan hidup yang kekal. Ini karena satu-satunya yang mereka miliki hanyalah air keruh yang telah dipertahankan selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Mereka yang tidak dibekali dengan air kehidupan akan selamanya tetap mayat, mainan Iblis, dan anak-anak neraka. Lalu, bagaimana mereka bisa melihat Tuhan? Engkau hanya berusaha berpegang pada masa lalu, tetap bergeming dan mempertahankan segala sesuatunya apa adanya, serta tidak berusaha mengubah status quo dan menyingkirkan sejarah, jadi bukankah engkau akan selalu bersikap antagonis terhadap Tuhan? Langkah-langkah pekerjaan Tuhan sangat luas dan dahsyat, seperti ombak yang bergelora dan guruh yang menderu—tetapi engkau hanya duduk pasif dan menunggu kehancuran, mempertahankan kebodohanmu dan tidak melakukan apa pun. Dengan cara seperti ini, bagaimana engkau bisa dianggap sebagai seorang yang mengikut jejak langkah Anak Domba? Bagaimana engkau bisa membuktikan bahwa Tuhan yang engkau pegang teguh sebagai Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang? Bagaimana kata-kata dalam buku-bukumu yang sudah menguning bisa mengantarkanmu ke zaman baru? Bagaimana kata-kata itu bisa menuntunmu mencari langkah-langkah pekerjaan Tuhan? Bagaimana kata-kata itu bisa membawamu ke surga? Yang engkau pegang di tanganmu adalah kata-kata yang hanya bisa memberikan penghiburan sementara, bukan kebenaran yang bisa memberimu hidup. Kata-kata dalam kitab suci yang kaubaca hanya bisa memperkaya lidahmu, bukan kata-kata falsafah yang bisa membantumu memahami hidup manusia, apalagi jalan yang bisa menuntunmu menuju kesempurnaan. Tidakkah perbedaan ini membuatmu merenung? Tidakkah ini membantumu memahami misteri yang terkandung di dalamnya? Mampukah kau membawa dirimu ke surga untuk menemui Tuhan seorang diri? Tanpa kedatangan Tuhan, bisakah engkau membawa dirimu sendiri ke surga untuk menikmati kebahagiaan keluarga bersama Tuhan? Apakah sekarang engkau masih bermimpi? Jika demikian, Aku menyarankan agar engkau berhenti bermimpi dan menyaksikan siapa yang sedang bekerja sekarang—lihatlah siapa yang sekarang sedang melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia pada akhir zaman. Kalau engkau tidak melakukan itu, engkau tidak akan pernah mendapatkan kebenaran, dan tidak akan pernah memperoleh hidup.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"