Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pekerjaan Roh Kudus dan Pekerjaan Iblis

Bagaimana pemahamanmu mengenai seluk-beluk roh? Bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri manusia? Bagaimana Iblis bekerja dalam diri manusia? Bagaimana roh jahat bekerja dalam diri manusia? Dan apa saja perwujudan pekerjaan tersebut? Ketika sesuatu terjadi padamu, apakah itu berasal dari Roh Kudus, dan haruskah engkau menurutinya, atau menolaknya? Tindakan nyata manusia melahirkan banyak hal yang sebenarnya kehendak manusia, tetapi yang oleh manusia senantiasa diyakini bersumber dari Roh Kudus. Ada yang bersumber dari roh jahat, tetapi manusia masih saja berpikir bahwa itu lahir dari Roh Kudus. Ada kalanya Roh Kudus membimbing manusia dari dalam batin, tetapi manusia takut bimbingan itu ternyata berasal dari Iblis dan mereka kemudian tidak berani menurutinya padahal sesungguhnya itu adalah pencerahan Roh Kudus. Jadi, tanpa kemampuan membedakan tidak mungkin mengalami kapan pengalaman-pengalaman tersebut terjadi padamu, dan tanpa kemampuan membedakan, tidak mungkin engkau mendapatkan kehidupan. Bagaimana Roh Kudus bekerja? Bagaimana roh jahat bekerja? Apa yang dihasilkan dari kehendak manusia? Dan apa yang dihasilkan dari bimbingan dan pencerahan Roh Kudus? Apabila engkau memahami aturan-aturan pekerjaan Roh Kudus dalam diri manusia, engkau akan dapat mengembangkan pengetahuanmu dan melakukan pembedaan dalam kehidupanmu sehari-hari dan dalam pengalaman-pengalaman nyatamu; engkau akan semakin mengenal Tuhan, engkau akan dapat memahami dan menyadari si Iblis, engkau tidak akan bingung dalam ketaatan atau pengejaranmu, dan engkau akan menjadi seseorang yang berpikiran jernih, dan yang menaati pekerjaan Roh Kudus.

Pekerjaan Roh Kudus merupakan suatu bentuk bimbingan yang proaktif dan pencerahan yang positif. Pekerjaan-Nya tidak membiarkan manusia menjadi pasif. Pekerjaan-Nya menghibur hati mereka, memberikan iman dan tekad, dan menjadikan mereka siap untuk terus mengejar untuk disempurnakan oleh Tuhan. Bila Roh Kudus bekerja, manusia dibuat mampu untuk masuk secara aktif; alih-alih pasif atau terpaksa, mereka menjadi proaktif. Bila Roh Kudus bekerja, manusia menjadi bahagia dan bersedia, dan mereka bersedia menuruti, rela merendahkan diri, meskipun mereka tersakiti dan rapuh di dalam, mereka memiliki tekad untuk bekerja sama, mereka rela menderita, mampu taat, dan mereka tidak ternoda oleh kehendak manusia, tidak ternoda oleh cara pikir manusia, dan sudah pasti tidak ternoda oleh hasrat dan motivasi manusia. Bila manusia mengalami pekerjaan Roh Kudus, mereka terutama menjadi kudus di dalam. Mereka yang memiliki pekerjaan Roh Kudus hidup dalam kasih Tuhan, kasih saudara-saudari mereka, dan menyenangi hal-hal yang Tuhan senangi, dan membenci hal-hal yang Tuhan benci. Manusia yang dijamah oleh pekerjaan Roh Kudus memiliki kemanusiaan yang normal, dan mereka senantiasa mengejar kebenaran dan memiliki kemanusiaan. Bila Roh Kudus bekerja dalam diri manusia, keadaan mereka semakin lama menjadi semakin baik, dan kemanusiaan mereka semakin lama menjadi semakin normal, dan meskipun sebagian kerja sama mereka mungkin bodoh, motivasi mereka benar, jalan masuk mereka positif, mereka tidak berusaha menyela, dan dalam diri mereka tidak ada kedengkian. Pekerjaan Roh Kudus itu normal dan nyata, Roh Kudus bekerja dalam diri manusia menurut aturan hidup manusia normal, dan Dia mencerahkan dan membimbing manusia sesuai dengan pengejaran nyata manusia normal. Bila Roh Kudus bekerja dalam diri manusia, Dia membimbing dan mencerahkan mereka sesuai dengan kebutuhan manusia normal, Dia mencukupkan mereka sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan mereka, dan Dia secara positif membimbing dan mencerahkan mereka berdasarkan apa yang kurang dalam diri mereka dan kelemahan-kelemahan mereka; bila Roh Kudus bekerja, pekerjaan ini selaras dengan aturan-aturan kehidupan normal manusia, dan hanya dalam kehidupan nyatalah manusia dapat melihat pekerjaan Roh Kudus. Apabila, dalam kehidupan sehari-hari mereka, manusia berada dalam keadaan positif dan menjalani kehidupan rohani yang normal, maka mereka memiliki pekerjaan Roh Kudus. Dalam keadaan seperti itu, bila mereka makan dan minum firman Tuhan, mereka memiliki iman; bila mereka berdoa, mereka terinspirasi; bila sesuatu terjadi kepada mereka, mereka tidak pasif, dan begitu sesuatu tersebut menimpa mereka, mereka mampu mengambil pelajaran yang Tuhan ingin mereka petik, dan mereka tidak pasif, atau lemah, dan walaupun mereka mengalami kesulitan-kesulitan nyata, mereka siap menaati semua pengaturan Tuhan.

Apa sajakah dampak pekerjaan Roh Kudus? Engkau mungkin saja bodoh, dan dalam dirimu tidak terdapat kemampuan membedakan, tetapi Roh Kudus harus bekerja supaya dalam dirimu ada iman, agar engkau selalu merasa tidak cukup mengasihi Tuhan, agar engkau bersedia bekerja sama, bersedia bekerja sama terlepas dari seberapa besar kesulitan mengadang. Engkau akan mengalami sejumlah hal dan tidak akan jelas bagimu apakah itu datang dari Tuhan atau dari Iblis, tetapi engkau akan mampu bersabar menunggu, dan engkau tidak akan bersikap pasif ataupun lalai. Inilah pekerjaan Roh Kudus yang normal. Bila Roh Kudus bekerja dalam diri mereka, manusia akan tetap mengalami kesulitan-kesulitan nyata, terkadang mereka menangis, dan terkadang ada hal-hal yang tidak mampu mereka atasi, tetapi ini semua merupakan suatu tahap pekerjaan Roh Kudus yang normal. Walaupun mereka tidak mengatasi hal-hal tersebut, dan walaupun, ketika itu, mereka lemah dan berkeluh kesah, setelahnya mereka tetap mampu mengasihi Tuhan dengan iman yang mutlak. Kepasifan mereka tidak dapat membuat mereka berhenti mengalami pengalaman-pengalaman normal, dan terlepas dari apa yang dikatakan oleh orang lain, dan bagaimana mereka menyerang, orang-orang ini tetap dapat mengasihi Tuhan. Pada saat berdoa, mereka selalu merasa telah berutang begitu besar kepada Tuhan, dan mereka bertekad akan memuaskan Tuhan dan meninggalkan daging bila menemui hal seperti itu lagi. Kekuatan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan Roh Kudus ada dalam diri mereka, dan inilah keadaan normal dari pekerjaan Roh Kudus.

Pekerjaan apa yang berasal dari Iblis? Dalam pekerjaan yang berasal dari Iblis, visi manusia samar dan abstrak, dan mereka tidak memiliki kemanusiaan yang normal, motivasi di balik tindakan mereka keliru, dan walaupun mereka berharap mengasihi Tuhan, dalam diri mereka selalu ada tuduhan-tuduhan, dan tuduhan-tuduhan serta pikiran-pikiran ini selalu mengganggu di dalam batin mereka, menahan pertumbuhan hidup mereka, dan membuat mereka tidak bisa memiliki kondisi normal di hadapan Tuhan. Artinya, begitu ada pekerjaan Iblis dalam diri manusia, hati mereka tidak dapat tenang di hadapan Tuhan, mereka salah tingkah, begitu melihat persekutuan mereka rasanya ingin mengambil langkah seribu saja, dan mereka tidak mampu menutup mata ketika orang lain tengah berdoa. Pekerjaan roh jahat merusak hubungan normal antara manusia dan Tuhan, dan mengeruhkan visi terdahulu manusia atau jalan masuk mereka sebelumnya ke dalam kehidupan, di dalam hatinya mereka tidak pernah dapat mendekat kepada Tuhan, ada saja hal-hal yang mengganggu dan membelenggu mereka, dan hati mereka tidak dapat menemukan kedamaian, sehingga kasih mereka kepada Tuhan lemah, dan membuat jiwa mereka terbenam. Itulah perwujudan-perwujudan pekerjaan Iblis. Pekerjaan Iblis mewujud dalam hal-hal sebagai berikut: tidak mampu berdiri teguh dan memberikan kesaksian, sehingga membuat engkau menjadi seseorang yang bersalah di hadapan Tuhan, dan yang tidak setia kepada Tuhan. Akibat campur tangan Iblis, engkau akan kehilangan kasih dan kesetiaan kepada Tuhan dalam dirimu, engkau kehilangan hubungan yang normal dengan Tuhan, engkau tidak mengejar kebenaran, atau memperbaiki diri, engkau mengalami kemunduran, dan menjadi pasif, engkau memuaskan diri sendiri, engkau membiarkan dosa menyebar, dan tidak membenci dosa; di samping itu, campur tangan Iblis membuatmu menjadi orang yang cabul, ia menyebabkan jamahan Tuhan menghilang dalam dirimu, dan membuatmu mengeluh tentang Tuhan dan menentang-Nya, sehingga engkau pun mempertanyakan Tuhan, dan bahkan mungkin saja engkau akan meninggalkan-Nya. Semua ini adalah pekerjaan Iblis.

Bila sesuatu terjadi kepadamu dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana engkau bisa membedakan apakah itu berasal dari pekerjaan Roh Kudus atau pekerjaan Iblis? Bila manusia berada dalam keadaan normal, bila kehidupan rohani dan kehidupan dalam daging mereka normal, dan nalar mereka normal dan teratur; pada umumnya, apa yang mereka alami dan ketahui dalam diri mereka pada saat ini dapat dikatakan bersumber dari jamahan Roh Kudus (memperoleh pengertian atau memiliki sedikit pengetahuan dangkal ketika mereka makan dan minum firman Tuhan, atau setia ketika sesuatu terjadi pada diri mereka, atau memiliki kekuatan untuk mengasihi Tuhan ketika hal-hal ini terjadi—ini semua berasal dari Roh Kudus). Pekerjaan Roh Kudus dalam diri manusia merupakan sesuatu yang normal; manusia tidak mampu merasakannya, dan itu seolah-olah dilakukan oleh manusia itu sendiri—padahal itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Dalam kehidupan sehari-hari, Roh Kudus melakukan pekerjaan besar maupun kecil dalam setiap manusia, hanya saja jangkauan pekerjaan-pekerjaan itu tidaklah seragam. Ada orang yang memiliki kualitas baik, mereka cepat paham, dan pencerahan Roh Kudus sungguh hebat dalam diri mereka; ada orang yang kualitasnya rendah, dan mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk paham, tetapi Roh Kudus menjamah batin mereka, dan mereka pun mampu setia kepada Tuhan—Roh Kudus bekerja dalam diri semua orang yang mengejar Tuhan. Bila, dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak menentang Tuhan, atau memberontak terhadap Tuhan, tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan pengelolaan Tuhan, dan tidak mengganggu pekerjaan Tuhan, dalam diri masing-masing manusia itu Roh Tuhan akan bekerja dengan tingkat yang lebih tinggi ataupun lebih rendah, dan menjamah, mencerahkan mereka, memberikan mereka iman, kekuatan, dan menggerakkan mereka untuk masuk secara proaktif, tidak malas atau mengingini kenikmatan-kenikmatan daging, bersedia melakukan kebenaran, dan merindukan firman Tuhan—semua ini adalah pekerjaan yang datang dari Roh Kudus.

Bila keadaan manusia tidak normal, mereka ditinggalkan oleh Roh Kudus, dalam diri mereka ada sungut-sungut, motivasi mereka keliru, mereka malas, mereka mengikuti daging, dan hati mereka memberontak terhadap kebenaran, ini semua berasal dari Iblis. Bila kondisi manusia tidak normal, bila batin mereka gelap dan kehilangan nalar yang normal, telah ditinggalkan oleh Roh Kudus, dan tidak mampu merasakan Tuhan dalam diri mereka sendiri, inilah saat di mana Iblis bekerja dalam diri mereka. Apabila manusia selalu memiliki kekuatan dalam dirinya dan selalu mengasihi Tuhan, maka pada umumnya bila ada hal-hal yang terjadi pada mereka, itu datang dari Roh Kudus, dan siapa pun yang mereka temui adalah hasil dari pengaturan Tuhan. Artinya, bila engkau berada dalam keadaan normal, bila engkau berada dalam pekerjaan besar Roh Kudus, tidak mungkin bagi Iblis untuk membuatmu goyah; atas dasar inilah dapat dikatakan bahwa semua hal berasal dari Roh Kudus, dan walaupun engkau mempunyai pikiran-pikiran yang keliru, engkau mampu meninggalkannya, dan tidak mengikutinya. Semua ini datang dari pekerjaan Roh Kudus. Dalam keadaan apakah Iblis ikut campur? Bila kondisimu tidak normal, bila engkau belum dijamah oleh Tuhan, dan tanpa pekerjaan Tuhan, dan batinmu kering dan tandus, bila engkau berdoa kepada Tuhan tetapi tidak memahami sesuatu apa pun, dan makan dan minum firman Tuhan tetapi tidak dicerahkan atau diterangi—pada saat-saat seperti itu mudah bagi Iblis untuk bekerja dalam dirimu. Dengan kata lain, bila engkau telah ditinggalkan oleh Roh Kudus dan engkau tidak dapat merasakan Tuhan, maka banyak hal yang akan terjadi pada dirimu yang berasal dari pencobaan Iblis. Iblis bekerja di saat yang sama Roh Kudus bekerja, dan mengganggu manusia di saat yang sama Roh Kudus menjamah batin manusia; namun, pada saat-saat demikian, pekerjaan Roh Kudus mengambil posisi terdepan, dan manusia yang berada dalam keadaan normal bisa menang, ini adalah kemenangan pekerjaan Roh Kudus atas pekerjaan Iblis. Akan tetapi, ketika Roh Kudus yang bekerja, tetap ada sedikit sekali pekerjaan Iblis; bila Roh Kudus bekerja tetap terdapat watak tidak taat dalam diri manusia, dan semua hal yang pada awalnya terdapat dalam diri mereka masih tetap ada, tetapi lewat pekerjaan Roh Kudus manusia jadi mudah untuk mengetahui hal-hal yang hakiki dalam diri mereka serta watak pemberontak mereka terhadap Tuhan—walaupun mereka hanya dapat membuangnya secara bertahap. Pekerjaan Roh Kudus terutama bersifat normal, dan saat Dia bekerja dalam diri manusia mereka tetap akan mengalami kesukaran-kesukaran, mereka tetap menangis, mereka tetap menderita, mereka tetap lemah, dan masih banyak yang belum jelas bagi mereka, tetapi dalam keadaan demikian mereka mereka mampu mencegah diri mereka mundur, dan dapat mengasihi Tuhan, dan meskipun mereka menangis dan tertekan dalam batin, mereka tetap mampu memuji Tuhan; pekerjaan Roh Kudus terutama bersifat normal, dan bukan sesuatu yang sifatnya supernatural. Kebanyakan manusia meyakini bahwa begitu Roh Kudus mulai bekerja, terjadi perubahan pada keadaan manusia dan hal-hal hakiki dalam diri mereka disingkirkan. Keyakinan seperti itu keliru. Ketika Roh Kudus bekerja dalam manusia, hal-hal pasif pada manusia masih tetap ada dan tingkat pertumbuhannya tetaplah sama, tetapi kini dia mempunyai penerangan dan pencerahan Roh Kudus, sehingga keadaannya menjadi lebih proaktif, keadaan dalam dirinya normal, dan dia berubah dengan cepat. Dalam pengalaman-pengalaman nyata manusia, mereka terutama mengalami pekerjaan Roh Kudus atau Iblis, dan apabila mereka tidak mampu menguasai keadaan-keadaan itu, dan tidak mampu membedakannya, maka pengalaman-pengalaman yang nyata tidak mungkin akan diraih, apalagi perubahan pada watak. Jadi, kunci mengalami pekerjaan Tuhan adalah mampu untuk melihat melampaui hal-hal seperti itu; dengan begitu, mereka akan lebih mudah mendapat pengalaman.

Pekerjaan Roh Kudus adalah kemajuan proaktif, sementara pekerjaan Iblis adalah kemunduran dan kepasifan, ketidaktaatan terhadap Tuhan, penentangan terhadap Tuhan, kehilangan iman kepada Tuhan, dan keengganan bahkan untuk sekadar menyanyikan pujian atau bangun dan menari. Apa yang berasal dari pencerahan Roh Kudus tidak dipaksakan kepadamu, tetapi itu sifatnya alami. Apabila engkau mengikutinya, engkau akan mendapati kebenaran, dan apabila tidak, maka setelahnya akan ada cela. Apabila itu merupakan pencerahan Roh Kudus, apa pun yang engkau lakukan tidak akan terganggu atau tertahan, engkau akan dibebaskan, akan ada jalan penerapan dalam tindakan-tindakanmu, engkau tidak akan terkekang, dan akan mampu untuk melakukan kehendak Tuhan. Pekerjaan Iblis mendatangkan banyak hal yang menyebabkan gangguan terhadapmu, ia menjadikan engkau enggan berdoa, terlalu malas untuk makan dan minum firman Tuhan, dan tidak ingin untuk menjalani kehidupan bergereja, dan ia menjauhkan engkau dari kehidupan rohani. Pekerjaan Roh Kudus tidak mengganggu kehidupan sehari-harimu, dan ia tidak mengganggu jalan masukmu ke dalam kehidupan rohani yang normal. Dalam banyak hal yang terjadi padamu, engkau tidak mampu membedakannya saat itu juga. Akan tetapi, setelah beberapa hari engkau mulai sedikit menghidupinya, dan mulai mewujudkan sedikit, dan dalam dirimu ada sejumlah reaksi, dan lewat perwujudan-perwujudan ini engkau dapat membedakan apakah pikiran-pikiran dalam dirimu berasal dari Tuhan atau dari Iblis. Beberapa hal jelas-jelas membuatmu menentang Tuhan dan memberontak terhadap Tuhan, atau menghentikanmu menerapkan firman Tuhan, semua hal ini berasal dari Iblis. Beberapa hal tidak terlalu jelas, dan engkau tidak bisa mengetahui apakah sesungguhnya hal-hal tersebut pada saat itu; setelahnya, engkau bisa melihat perwujudan-perwujudannya, dan kemudian berlatih membedakannya. Jika engkau bisa dengan jelas membedakan mana yang berasal dari Iblis dan mana yang diarahkan oleh Roh Kudus, engkau tidak akan lagi mudah disesatkan dalam pengalaman-pengalamanmu. Ada kalanya, bila keadaanmu kurang baik, akan ada pikiran-pikiran tertentu yang membuatmu keluar dari keadaan pasifmu—yang menunjukkan bahwa walau keadaanmu tidak menguntungkan, bisa saja pikiranmu berasal dari Roh Kudus. Keliru untuk beranggapan bahwa bila engkau pasif, semua pikiranmu berasal dari Iblis; apabila itu benar, jadi kapan engkau bisa beralih ke keadaan positif? Setelah pasif selama sekian waktu, Roh Kudus memberi kepadamu kesempatan untuk disempurnakan, Dia menjamahmu, dan membawamu ke luar dari keadaan pasifmu.

Dengan mengetahui apa pekerjaan Roh Kudus, dan apa pekerjaan Iblis, engkau dapat membandingkannya dengan keadaan dirimu ketika mengalami pengalaman-pengalaman itu, dan dengan pengalaman-pengalamanmu sendiri, dengan cara ini akan ada lebih banyak kebenaran yang berhubungan dengan prinsip dalam pengalaman-pengalamanmu. Setelah memahami hal-hal ini, engkau akan mampu mengendalikan keadaan nyatamu, dan akan mampu menilai manusia dan hal-hal yang terjadi pada dirimu,[a] dan engkau tidak lagi perlu berusaha banyak untuk mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Tentunya, selama motivasimu benar, dan selama engkau bersedia mencari, dan bertindak. Bahasa seperti ini—bahasa yang berkenaan dengan prinsip—harus muncul dalam pengalaman-pengalamanmu. Tanpanya, pengalaman-pengalamanmu akan sarat gangguan Iblis, dan pengetahuan bodoh. Apabila engkau tidak memahami bagaimana Roh Kudus bekerja, engkau tidak memahami bagaimana engkau harus masuk, dan apabila engkau tidak memahami cara kerja Iblis, engkau tidak memahami bagaimana harus berhati-hati dalam melangkah. Manusia harus memahami baik cara kerja Roh Kudus maupun cara kerja Iblis; keduanya adalah bagian tidak terpisahkan dari pengalaman manusia.

Meskipun engkau percaya hanya kepada Tuhan, apakah engkau sudah memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan? Ada orang yang mengatakan bahwa hal terpenting ialah bahwa mereka memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan, dan mereka tidak peduli dengan hubungan dengan orang lain. Akan tetapi, bagaimana hubungan yang normal dengan Tuhan diwujudkan? Bukankah orang-orang seperti itu tidak memiliki pengetahuan aktual sama sekali? Mengapa dikatakan bahwa besarnya tekadmu untuk mengasihi Tuhan, dan apakah engkau sungguh mau meninggalkan daging, itu tergantung pada apakah engkau memiliki prasangka terhadap saudara-saudarimu, dan apabila jawabannya ya, engkau mampu menggeser prasangka seperti itu. Artinya, bila hubunganmu dengan saudara-saudarimu normal, keadaanmu di hadapan Tuhan juga menjadi normal. Bila salah seorang saudara atau saudarimu lemah, engkau jangan membenci, menghina, menertawai, atau menunjukkan muka masam kepada mereka. Bila engkau bisa melayani mereka, engkau akan bersekutu dengan mereka dan berkata, "Dahulu aku juga pasif dan lemah. Aku sama sekali tidak ingin menghadiri ibadah, tetapi sesuatu terjadi sehingga Tuhan mencerahkan batinku dan mendisiplinkan diriku; aku ditegur di dalam batinku, aku merasa begitu malu, dan aku selalu merasa bahwa aku telah mengecewakan Tuhan, dan bahwa setelah itulah aku harus sungguh-sungguh menghidupi kehidupan bergereja. Semakin banyak aku bergaul dengan saudara-saudariku, semakin aku merasa tidak dapat melakukan apa pun tanpa Tuhan. Ketika bersama mereka aku tidak merasa kesepian; ketika aku terkurung di sebuah kamar seorang diri aku merasa kesepian dan tanpa kawan, aku merasa hidupku hampa, dan pikiran-pikiranku beralih pada kematian. Sekarang setelah aku bersama saudara-saudariku, Iblis tidak berani melakukan pekerjaannya, dan aku tidak merasa kesepian. Ketika aku menyaksikan betapa kuatnya kasih saudara-saudariku kepada Tuhan, aku merasa terinspirasi, dan akhirnya aku selalu berkumpul dengan saudara-saudariku, keadaan pasifku secara alami menjadi lenyap." Begitu mendengar ini, mereka akan menyadari bahwa berdoa di rumah adalah suatu kesia-siaan, mereka merasa bahwa tidak ada kasih antara saudara-saudari mereka, bahwa hidup mereka hampa, bahwa tidak ada yang bisa mereka andalkan, dan tidak cukup untuk sekadar berdoa saja. Apabila engkau bersekutu dengan mereka dengan cara ini, maka mereka akan jadi memiliki jalan untuk bertindak. Apabila engkau tidak merasa mampu untuk memberi kepada mereka, engkau bisa mengunjungi mereka. Ini tidak perlu dilakukan oleh pemimpin gereja—ini adalah tanggung jawab setiap saudara-saudari untuk melakukan pekerjaan ini. Apabila engkau mendapati seorang saudara atau saudari dalam keadaan yang buruk, kunjungilah dia. Ini adalah tanggung jawab setiap orang dari antaramu.

Catatan kaki:

a. Naskah asli tidak mengandung frasa "yang terjadi pada dirimu."

Sebelumnya:Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup dalam Terang-Nya

Selanjutnya:Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran

media terkait