Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran

Mereka di antara saudara-saudari yang selalu menyebarkan hal-hal negatif adalah kaki tangan Iblis dan mereka mengacaukan gereja. Suatu hari orang-orang ini harus dikeluarkan dan dibinasakan. Dalam kepercayaan kepada Tuhan, jika mereka tidak mempertahankan hati yang takut akan Tuhan di dalam diri mereka, jika mereka tidak memiliki hati yang taat kepada-Nya, maka mereka bukan saja tidak akan mampu melakukan pekerjaan bagi Tuhan, namun sebaliknya akan menjadi orang-orang yang mengacaukan pekerjaan Tuhan dan menentang Dia. Ketika seseorang yang percaya kepada Tuhan tidak menaati atau tidak menghormati Dia, melainkan justru menentang-Nya, hal ini menjadi sesuatu yang paling memalukan bagi seorang percaya. Apabila ucapan dan tindakan seorang percaya selalu sama sembrono dan tidak terkendalinya seperti orang tidak percaya, maka dia ini lebih jahat bahkan daripada orang tidak percaya; merekalah si jahat yang sebenarnya. Mereka yang menyebarkan omongan berbisa di gereja, yang menyebarkan gosip di tengah saudara-saudari, menimbulkan ketidakharmonisan, dan membuat perpecahan sudah seharusnya dikeluarkan dari gereja. Namun karena saat ini adalah masa yang berbeda dari pekerjaan Tuhan, orang-orang seperti ini dibatasi, sebab mereka telah ditakdirkan untuk dibinasakan. Orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis semuanya memiliki watak yang rusak. Sementara sebagian orang hanya memiliki watak yang rusak, sebagian lain lebih parah; tidak hanya sekadar memiliki watak Iblis yang rusak, namun sifat mereka juga telah menjadi begitu ekstrem jahatnya. Semua yang orang jenis ini katakan dan lakukan tidak sekadar mengungkapkan watak Iblis mereka yang rusak, namun merekalah Iblis itu sendiri. Yang mereka lakukan adalah mengganggu dan mengacaukan pekerjaan Tuhan, mengacaukan jalan masuk kehidupan saudara-saudari, dan menghancurkan kehidupan normal gereja. Serigala-serigala berbulu domba ini cepat atau lambat harus disapu bersih, dan kita harus memiliki sikap yang tak kenal ampun terhadap kaki tangan Iblis ini; kita harus benar-benar meninggalkan mereka. Hanya dengan demikian kita layak berdiri di pihak Tuhan sementara orang yang tidak dapat melakukannya bersekongkol Iblis. Tuhan selalu ada di hati orang yang dengan tulus memercayai Dia dan yang selalu memelihara hati yang takut dan mengasihi Dia. Mereka yang percaya kepada Tuhan akan melakukan pekerjaannya dengan hati yang waspada dan bijaksana, sejalan dengan persyaratan Tuhan dan dapat menyenangkan hati-Nya. Mereka tidak boleh keras kepala, melakukan apa pun yang disukainya; sebab hal itu tidaklah pantas bagi orang kudus. Orang tidak bisa membawa-bawa panji Tuhan dan menyebabkan kekacauan di mana-mana, berlagak dan memperdaya orang di mana-mana; karena melakukan hal demikian adalah pembangkangan luar biasa. Keluarga mempunyai aturan dan negara memiliki hukum, jadi seberapa lebih ketat standar dalam keluarga Tuhan? Tidakkah seharusnya keluarga Tuhan punya ketetapan administratif? Orang-orang bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan, tetapi ketetapan administratif Tuhan tidak dapat diubah seenaknya. Tuhan adalah Tuhan yang tidak membiarkan manusia menghina Dia dan Dia adalah Tuhan yang menghukum mati manusia—tidakkah harusnya manusia sudah mengetahuinya?

Dalam setiap gereja selalu ada orang-orang yang mengganggu, orang-orang yang mengusik pekerjaan Tuhan. Orang-orang ini adalah Iblis yang menyamar di dalam keluarga Tuhan. Orang seperti ini sangat mahir meniru, datang dengan penuh hormat ke hadapan-Ku, menunduk dan membungkuk, bertingkah layaknya anjing kurap, mempersembahkan "seluruh" diri mereka demi mencapai tujuan pribadinya, namun memperlihatkan wajah buruk mereka di depan saudara-saudari. Ketika melihat ada orang lain yang melakukan kebenaran, mereka menyerang dan mengasingkannya, namun ketika melihat orang lain lebih bobrok dari dirinya, mereka menyanjung dan menjilat orang-orang itu, bertingkah bagai tiran dalam gereja. Dapat dikatakan gereja secara umum memiliki "ular beludak lokal" dan "anjing piaraan" jenis ini di dalamnya. Bersama-sama, mereka ini mengendap-endap, saling mengedip dan memberi tanda, dan tak ada yang melakukan kebenaran. Siapa pun yang punya racun paling mematikan, dialah "setan kepala." Dan yang paling bergengsi memimpin mereka, mengibarkan panji-panji mereka setinggi-tingginya. Orang-orang ini berkeliaran dalam gereja, menyebarkan hal-hal negatif, melepaskan ` kematian, melakukan dan mengatakan apa pun sesuka mereka, tanpa ada yang berani menghentikan mereka karena penuh dengan watak serupa Iblis. Begitu mereka mulai menimbulkan kekacauan, hawa kematian masuk ke dalam gereja. Orang-orang yang melakukan kebenaran dalam gereja ditinggalkan sehingga tidak mampu mengeluarkan potensi terbaik mereka, sementara mengganggu gereja dan menyebarkan kematian berlarian dengan liar dalam gereja. Terlebih lagi, sebagian besar jemaat mengikuti mereka. Gereja semacam ini telah berada di bawah kendali Iblis dan Iblislah raja mereka. Apabila orang-orang dalam gereja tidak bangkit dan menghalau dedengkot Iblis ini, mereka juga akan hancur, cepat atau lambat. Mulai sekarang harus ada tindakan tegas terhadap gereja semacam ini. Jika orang-orang yang mampu melakukan sedikit kebenaran tidak berusaha mencari kebenaran, maka gereja itu dinyatakan terlarang. Jika tidak ada seorang pun lagi dalam gereja yang bersedia melakukan kebenaran, maka tidak ada yang bisa menjadi saksi bagi Tuhan, maka gereja itu harus sepenuhnya diasingkan, dan hubungannya dengan gereja lain harus diputuskan. Ini yang disebut mengubur orang mati dan mengusir Iblis keluar. Jika ada beberapa ekor ular beludak lokal dalam gereja, dan juga beberapa "lalat-lalat" kecil yang mengikutinya yang tidak punya pemahaman rohani sama sekali, bila gereja tidak juga mampu mematahkan belenggu dan manipulasi ular-ular ini setelah mereka mengenali kebenaran, maka pada akhirnya orang-orang bodoh ini akan dibinasakan. Meskipun gerombolan lalat kecil ini tidak melakukan sesuatu yang jahat, namun mereka bahkan lebih licik, lebih cerdik, dan tersamar; dan setiap orang seperti ini akan dibinasakan. Tidak akan tersisa satu pun! Orang-orang yang adalah kepunyaan Iblis akan dikembalikan kepada Iblis, sedangkan mereka yang adalah milik Tuhan akan terus mencari kebenaran; ini telah ditentukan oleh sifat mereka. Biarlah semua yang mengikuti Iblis binasa! Tidak ada belas kasihan bagi orang macam ini. Biarlah yang mencari kebenaran mendapatkan perbekalan yang membuat mereka menikmati firman Tuhan sepuas hatinya. Tuhan itu benar; Dia tidak akan memperlakukan siapa pun secara tidak adil. Jika engkau berasal dari si jahat, engkau tidak akan mampu melakukan kebenaran. Sebaliknya bila engkau adalah orang yang mencari kebenaran, maka engkau pasti tidak akan ditawan oleh Iblis—tidak diragukan lagi.

Orang-orang yang tidak mau berkembang selalu ingin orang lain sama negatif dan malasnya dengan mereka; mereka yang tidak melakukan kebenaran merasa iri kepada orang yang melakukannya. Orang yang tidak melakukan kebenaran selalu ingin berusaha memperdayai mereka yang dungu dan tidak berpengertian. Hal-hal yang mereka sebarkan dapat membuat engkau mundur, terjatuh, berkembang secara tidak normal dan dipenuhi kegelapan dalam dirimu; mereka menyebabkanmu jauh dari Tuhan, dan membuatmu memuja dagingmu dan memuaskan diri sendiri. Orang-orang yang tidak mencintai kebenaran, yang selalu berhadapan dengan Tuhan tanpa kesungguhan adalah orang-orang tanpa pengenalan diri, watak mereka merayu orang agar melakukan dosa dan menentang Tuhan. Mereka tidak melakukan kebenaran dan juga tidak membiarkan orang lain melakukannya. Mereka memuja dosa dan tidak merasa jijik dengan dirinya sendiri. Mereka tidak mengenal dirinya sendiri dan menghentikan orang lain mengenal diri mereka dan dari merindukan kebenaran. Siapa pun yang mereka perdaya tidak mampu melihat terang dan jatuh ke dalam kegelapan; mereka tidak mengenal dirinya, tidak dapat melihat kebenaran, dan kian lama kian jauh dari Tuhan. Mereka tidak melakukan kebenaran dan menghalangi orang lain melakukannya, mengumpulkan orang-orang bodoh itu di hadapannya. Daripada menyebut mereka percaya kepada Tuhan, lebih baik mereka disebut percaya kepada nenek moyangnya, bahwa yang mereka percayai di dalam hatinya adalah berhala di dalam hatinya. Lebih baik orang-orang yang mengaku mengikut Tuhan itu membuka matanya dan menyadari siapa sesungguhnya yang mereka percayai: Benarkah Tuhan yang engkau percayai, ataukah Iblis? Jika engkau tahu yang engkau percayai bukanlah Tuhan melainkan berhalamu, maka jangan mengaku dirimu seorang percaya. Jika engkau tidak tahu siapa sesungguhnya yang engkau percayai, maka sekali lagi, jangan mengaku dirimu orang percaya. Mengaku-aku seperti itu adalah penghujatan! Tidak seorang pun memaksa engkau mempercayai Tuhan. Jangan katakan engkau semua memercayai-Ku, karena sudah cukup Aku mendengarnya dan tidak ingin mendengarnya lagi, karena sesungguhnya yang engkau percayai adalah berhala-berhala di dalam hatimu dan ular beludak lokal di antara engkau semua. Mereka yang menggelengkan kepala ketika mendengar kebenaran, yang tersenyum lebar ketika mendengarkan perkataan berisi kematian, adalah anak-anak Iblis, yang akan dibinasakan. Di dalam gereja ada banyak orang yang tak berpengertian, sehingga ketika terjadi penyesatan mereka berdiri di pihak Iblis. Namun saat disebut sebagai kaki tangan Iblis, mereka sangat tersinggung. Mungkin ada yang menyebut mereka tidak berpengertian, namun mereka selalu berdiri di sisi yang tidak memiliki kebenaran. Tidak pernah sekali pun mereka teguh berdiri di pihak kebenaran, tidak sekali pun mereka berdiri dan mempertahankan kebenaran, jadi benarkah mereka tidak punya pengertian? Mengapa mereka selalu berdiri di pihak Iblis? Mengapa mereka tidak berkata sepatah kata pun yang selayaknya atau pantas demi kebenaran? Benarkah situasi ini tercipta oleh kebingungan mereka yang sementara? Semakin seseorang tak berpengertian, semakin tidak mampu ia berdiri di pihak kebenaran. Hal ini membuktikan apa? Tidakkah itu memperlihatkan bahwa orang-orang yang tidak berpengertian mencintai kejahatan? Tidakkah itu memperlihatkan bahwa mereka yang tidak berpengertian adalah anak-anak Iblis yang setia? Mengapa mereka selalu dapat berdiri di pihak Iblis dan menggunakan bahasa yang sama dengannya? Setiap perkataan dan perbuatan serta ekspresi mereka terang-terangan membuktikan bahwa mereka bukanlah pencinta kebenaran, sebaliknya adalah pembenci kebenaran. Bahwa mereka dapat berdiri dipihak Iblis tak pelak lagi menunjukkan bahwa Iblis sangat menyayangi setan-setan kecil yang berjuang demi kepentingan Iblis seumur hidup mereka. Tidakkah semua fakta ini terang benderang? Jika benar engkau mencintai kebenaran, mengapa engkau tidak menghargai sedikit pun orang-orang yang melakukan kebenaran, mengapa engkau justru segera mengikuti orang-orang yang tidak melakukan kebenaran begitu ada perubahan sedikit dalam raut wajah mereka? Masalah apa ini? Aku tak peduli apakah engkau memiliki pengertian atau tidak, Aku tidak peduli berapa harga yang telah engkau bayar, Aku tidak peduli sebesar apa kekuatanmu, dan Aku tidak peduli apakah engkau adalah si ular beludak lokal atau si pemimpin yang mengibarkan panji-panji. Jika besar kekuatanmu, itu karena Iblis membantumu dengan kekuatannya; jika tinggi gengsimu, itu semata karena terlalu banyak orang di sekitarmu yang tidak melakukan kebenaran; jika engkau belum dihalau hingga saat ini, itu karena waktu menghalau belum tiba, sebaliknya inilah saat pembinasaan dikerjakan. Tidak perlu buru-buru menghalaumu saat ini. Aku hanya perlu menunggu datangnya hari itu setelah kau dibinasakan untuk menghukummu. Siapa pun yang tidak melakukan kebenaran akan dibinasakan!

Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan adalah yang bersedia melakukan firman Tuhan dan bersedia melakukan kebenaran. Orang-orang yang bisa sungguh-sungguh bersaksi bagi Tuhan juga adalah yang bersedia melakukan firman-Nya dan yang sungguh-sunguh berdiri di pihak kebenaran. Orang-orang yang menggunakan tipu daya dan melakukan ketidakadilan adalah orang-orang yang tidak memiliki kebenaran, dan mereka semua mempermalukan Tuhan. Siapa pun dalam gereja yang terlibat pertikaian di dalam gereja adalah kaki tangan dan jelmaan Iblis. Orang-orang seperti ini sangatlah jahat. Orang-orang yang tidak berpengertian dan tidak mampu berdiri di pihak kebenaran semuanya menyebarkan maksud jahat dan menodai kebenaran. Orang-orang ini jelas adalah perwakilan Iblis; mereka tidak mungkin ditebus dan dapat dipastikan akan dibinasakan. Siapa pun yang tidak melakukan kebenaran tidak seharusnya dibiarkan tetap berada dalam keluarga Tuhan, demikian pula orang-orang yang dengan sengaja menghancurkan gereja. Namun saat ini belum waktunya mengeluarkan mereka. Mereka akan dibongkar dan akan dibinasakan pada akhirnya. Tidak ada lagi pekerjaan sia-sia yang perlu dilakukan atas orang-orang ini; mereka yang adalah milik Iblis tidak mampu berdiri di pihak kebenaran, sementara orang-orang yang selalu mencari kebenaran dapat berdiri di sisi kebenaran. Orang-orang yang tidak melakukan kebenaran tidak layak mendengarkan jalan kebenaran dan tidak pantas menjadi saksi bagi kebenaran. Kebenaran pada dasarnya tidak diperuntukkan bagi telinga mereka, melainkan bagi telinga orang-orang yang melakukan kebenaran. Sebelum akhir setiap orang dinyatakan, mereka yang mengganggu gereja dan pekerjaan Tuhan akan pertama-tama disisihkan. Begitu pekerjaan itu selesai, orang-orang ini akan disingkapkan satu demi satu sebelum mereka dibinasakan. Selama masa perbekalan kebenaran, untuk sementara mereka dibiarkan. Namun ketika kebenaran telah dinyatakan seluruhnya kepada manusia, orang-orang ini harus dibinasakan; itu juga akan menjadi saat ketika semua orang akan dikelompokkan sesuai jenisnya. Karena kepicikan berpikir mereka, orang-orang yang tak berpengertian akan hancur di tangan orang-orang jahat, mereka akan disesatkan oleh orang jahat tanpa bisa dipulihkan kembali. Orang-orang ini harus diperlakukan demikian, karena mereka tidak mencintai kebenaran, tidak mampu berdiri di pihak kebenaran, karena mengikuti orang jahat, berdiri di pihak yang jahat, dan karena bersekongkol dengan orang jahat dan menentang Tuhan. Kendati tahu benar orang-orang jahat itu menyebarkan kejahatan, mereka mengeraskan hatinya dan tetap mengikuti orang jahat, menjauh dari kebenaran. Tidakkah orang-orang yang tidak melakukan kebenaran namun yang melakukan hal-hal yang menghancurkan dan menjijikkan ini semuanya melakukan kejahatan? Walaupun ada di antara mereka yang menganggap dirinya raja sedang yang lainnya hanya pengikut, tidakkah sifat penentang Tuhan mereka sama saja? Dalih apa yang dapat mereka berikan saat Tuhan tidak menyelamatkan mereka? Alasan apa yang dapat mereka kemukakan jika mengatakan Tuhan tidak benar? Bukankah kejahatan mereka sendiri yang menghancurkan mereka? Bukankah pemberontakan mereka yang menyeret mereka ke neraka? Orang-orang yang melakukan kebenaran pada akhirnya diselamatkan dan disempurnakan lewat kebenaran. Sedangkan yang tidak melakukan kebenaran pada akhirnya mengundang kehancuran melalui kebenaran. Inilah akhir yang menanti orang yang melakukan kebenaran dan yang tidak. Aku nasihatkan setiap orang yang tidak berniat melakukan kebenaran agar meninggalkan gereja secepatnya agar tidak membuat semakin banyak dosa. Bila saatnya tiba, penyesalan akan terlambat; secara khusus orang-orang yang menimbulkan perselisihan dan pertikaian, beserta ular beludak lokal di dalam gereja, tinggalkan gereja lebih cepat lagi. Orang-orang ini yang secara sifat adalah serigala jahat tidak dapat berubah, lebih baik mereka meninggalkan gereja segera selagi ada kesempatan, agar jangan lagi mengganggu kehidupan saudara-saudari sehingga terhindar dari penghukuman Tuhan. Bagi engkau yang bersahabat dengan mereka, sebaiknya gunakan kesempatan ini untuk memeriksa diri sendiri. Akankah engkau mengikuti si jahat meninggalkan gereja, atau tetap tinggal dan mengikuti-Ku dengan ketundukan? Pikirkanlah ini baik-baik. Aku berikan engkau sekalian kesempatan memilih sekali lagi. Aku menunggu jawabanmu.

Sebelumnya:Pekerjaan Roh Kudus dan Pekerjaan Iblis

Selanjutnya:Engkau Harus Mempertahankan Pengabdianmu kepada Tuhan

Anda Mungkin Juga Menyukai