Hanya Mereka yang Berfokus pada Penerapan yang Dapat Disempurnakan

Pada akhir zaman, Tuhan menjadi daging untuk melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan dan untuk melaksanakan pelayanan firman-Nya. Dia datang secara pribadi untuk bekerja di tengah manusia dengan tujuan untuk menyempurnakan orang-orang yang sesuai dengan maksud-maksud-Nya. Sejak penciptaan hingga hari ini, hanya selama akhir zamanlah Dia melakukan pekerjaan semacam ini. Hanya selama akhir zamanlah Tuhan telah berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan berskala besar seperti itu. Meskipun Dia menanggung penderitaan yang akan sulit ditanggung oleh manusia, dan meskipun Dia adalah Tuhan yang agung, Dia merendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia biasa, pekerjaan-Nya tidak pernah tertunda sedikit pun, dan rencana-Nya belum pernah dikacaukan sedikit pun. Dia sedang melakukan pekerjaan tersebut sesuai dengan rencana-Nya yang semula. Salah satu tujuan dari inkarnasi ini adalah untuk menaklukkan manusia, tujuan lainnya adalah untuk menyempurnakan orang-orang yang Dia kasihi. Dia ingin melihat dengan mata-Nya sendiri orang-orang yang disempurnakan-Nya, dan Dia ingin melihat dengan mata-Nya sendiri orang-orang yang disempurnakan-Nya bersaksi bagi-Nya. Bukan satu atau dua orang yang disempurnakan, melainkan sekelompok orang yang hanya terdiri dari sedikit orang. Orang-orang dalam kelompok ini berasal dari berbagai negara di dunia, dan dari berbagai suku bangsa di dunia. Dia melakukan begitu banyak pekerjaan untuk mendapatkan kelompok orang ini, untuk mendapatkan kesaksian yang diberikan kelompok orang ini bagi-Nya, dan untuk mendapatkan kemuliaan yang dapat diperoleh-Nya dari mereka. Dia tidak melakukan pekerjaan yang tidak penting, Dia juga tidak melakukan pekerjaan yang tidak bernilai. Dapat dikatakan bahwa, dalam melakukan pekerjaan yang begitu banyak, tujuan Tuhan adalah menyempurnakan mereka semua yang ingin Dia sempurnakan. Selama waktu senggang yang dimiliki-Nya di luar hal ini, Dia akan menyingkirkan mereka yang jahat. Ketahuilah bahwa Dia tidak melakukan pekerjaan besar ini karena mereka yang jahat; sebaliknya, Dia memberikan segalanya karena sejumlah kecil orang yang akan disempurnakan oleh-Nya. Pekerjaan yang Dia lakukan, firman yang Dia ucapkan, misteri yang Dia ungkapkan, serta penghakiman dan hajaran-Nya, semuanya itu adalah demi sejumlah kecil orang-orang tersebut. Dia tidak menjadi daging karena mereka yang jahat, dan terlebih lagi, Dia tidak menjadi murka karena mereka. Dia mengatakan kebenaran, dan berbicara tentang jalan masuk, karena mereka yang akan disempurnakan; Dia menjadi daging karena mereka, dan karena merekalah Dia menganugerahkan janji-janji dan berkat-berkat-Nya. Dia tidak mengatakan kebenaran, berbicara tentang jalan masuk, dan berbicara tentang kehidupan dalam kemanusiaan demi mereka yang jahat. Dia ingin menghindari berbicara kepada mereka yang jahat, sebaliknya Dia ingin menganugerahkan seluruh kebenaran kepada mereka yang akan disempurnakan. Namun untuk saat ini, pekerjaan-Nya mengharuskan agar mereka yang jahat diizinkan untuk menikmati sebagian dari kekayaan-Nya. Mereka yang tidak menerapkan kebenaran, yang tidak memuaskan Tuhan, dan yang mengacaukan pekerjaan-Nya, mereka semua jahat. Mereka tidak dapat disempurnakan, serta dibenci dan ditolak Tuhan. Sebaliknya, orang-orang yang menerapkan kebenaran dan dapat memuaskan Tuhan, serta mereka yang mengorbankan diri mereka sepenuhnya bagi pekerjaan Tuhan adalah orang-orang yang akan disempurnakan oleh Tuhan. Mereka yang ingin Tuhan sempurnakan tidak lain adalah kelompok orang ini, dan pekerjaan yang Tuhan lakukan adalah demi orang-orang ini. Kebenaran yang Dia sampaikan ditujukan kepada orang-orang yang bersedia menerapkannya. Dia tidak berbicara kepada orang-orang yang tidak menerapkan kebenaran. Peningkatan wawasan dan pertumbuhan pemahaman yang Dia bicarakan ditujukan kepada orang-orang yang mampu menerapkan kebenaran. Penyempurnaan yang Dia bicarakan juga ditujukan kepada orang-orang ini. Pekerjaan Roh Kudus ditujukan kepada orang-orang yang bersedia menerapkan kebenaran. Hal-hal seperti memiliki hikmat dan kemanusiaan ditujukan kepada orang-orang yang bersedia menerapkan kebenaran. Mereka yang tidak menerapkan kebenaran mungkin mendengar banyak kata-kata kebenaran, tetapi karena natur mereka sangat jahat dan tidak tertarik pada kebenaran, yang mereka pahami hanyalah doktrin, kata-kata dan teori-teori kosong, yang tidak bernilai sedikit pun bagi jalan masuk kehidupan mereka. Tak seorang pun dari mereka setia kepada Tuhan; mereka semua adalah orang-orang yang melihat Tuhan tetapi tidak bisa mendapatkan Dia; mereka semua dikutuk oleh Tuhan.

Roh Kudus memiliki jalan untuk ditapaki dalam diri setiap orang, dan memberi kepada setiap orang kesempatan untuk disempurnakan. Melalui kenegatifanmu engkau dibuat mengenali kerusakanmu sendiri, kemudian dengan melenyapkan kenegatifan tersebut, engkau akan menemukan jalan penerapan; semua ini adalah cara-cara yang digunakan untuk engkau disempurnakan. Selanjutnya, melalui bimbingan dan penerangan yang terus-menerus mengenai beberapa hal positif dalam dirimu, engkau akan secara proaktif memenuhi fungsimu, bertumbuh dalam wawasan dan memiliki kemampuan membedakan. Ketika kondisimu baik, engkau sangat bersedia untuk membaca firman Tuhan, dan sangat bersedia untuk berdoa kepada Tuhan, serta mampu untuk menghubungkan khotbah yang kaudengar dengan keadaanmu sendiri. Pada saat-saat seperti itu, Tuhan mencerahkan dan menerangimu di dalam batinmu, membuatmu menyadari beberapa hal dari sisi yang positif. Dengan cara inilah engkau disempurnakan dalam sisi positifmu. Dalam keadaan negatif, engkau lemah dan negatif; engkau merasa bahwa engkau tidak memiliki Tuhan dalam hatimu, akan tetapi Tuhan menerangimu, membantumu menemukan jalan penerapan. Keluar dari keadaan ini adalah tercapainya penyempurnaan dari sisi negatif. Tuhan mampu menyempurnakan manusia baik dalam aspek positif maupun negatif. Itu tergantung pada apakah engkau mampu mengalami, dan pada apakah engkau mengejar untuk disempurnakan oleh Tuhan. Jika engkau benar-benar mengejar untuk disempurnakan oleh Tuhan, hal negatif tidak akan membuatmu mengalami kerugian, tetapi dapat memberimu hal-hal yang lebih nyata, dan dapat membuatmu lebih mampu untuk mengetahui apa yang kurang dalam dirimu, lebih mampu memahami keadaanmu yang sebenarnya, dan melihat bahwa manusia tidak memiliki apa pun, dan bukan siapa-siapa; jika engkau tidak mengalami ujian, engkau tidak akan tahu, dan akan selalu merasa bahwa engkau lebih unggul dari yang lain dan lebih baik daripada semua orang lainnya. Melalui semua ini, engkau akan melihat bahwa segala hal yang terjadi sebelumnya dilakukan oleh Tuhan dan dilindungi oleh Tuhan. Masuk ke dalam ujian membuatmu kehilangan kasih atau iman, engkau kurang berdoa, dan tidak mampu menyanyikan lagu pujian, dan tanpa kausadari, di tengah semua ini engkau mulai mengenal dirimu sendiri. Tuhan memiliki banyak cara untuk menyempurnakan manusia. Dia menggunakan segala macam lingkungan untuk memangkas watak rusak manusia, dan menggunakan berbagai hal untuk menyingkapkan manusia; di satu sisi, Dia memangkas manusia, di sisi lain, Dia menyingkapkan manusia, dan di sisi lainnya, Dia mengungkapkan manusia, menggali dan menyingkapkan berbagai "misteri" di lubuk hati manusia, dan menunjukkan kepada manusia natur dirinya dengan menyingkapkan banyak keadaan dirinya. Tuhan menyempurnakan manusia melalui banyak cara—melalui penyingkapan, melalui pemangkasan, melalui pemurnian, dan melalui hajaran—agar manusia bisa mengetahui bahwa Tuhan itu nyata.

Apa yang engkau semua kejar sekarang? Disempurnakan oleh Tuhan, mengenal Tuhan, mendapatkan Tuhan—atau mungkin gaya Petrus di tahun 90-an, atau iman yang lebih besar daripada iman Ayub, atau mungkin disebut orang benar oleh Tuhan dan berdiri di hadapan takhta Tuhan, atau mampu memperlihatkan keserupaan Tuhan di bumi dan memberikan kesaksian yang kuat dan berkumandang bagi Tuhan. Secara keseluruhan, apa pun yang engkau semua kejar, semuanya itu adalah demi diselamatkan oleh Tuhan. Apakah engkau mengejar untuk menjadi orang benar, apakah engkau mengejar gaya Petrus, atau iman Ayub, atau disempurnakan oleh Tuhan, semuanya itu adalah pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam diri manusia. Dengan kata lain, apa pun yang kaukejar, semuanya itu adalah demi disempurnakan oleh Tuhan, semuanya demi mengalami firman Tuhan, untuk memuaskan hati Tuhan; apa pun yang kaukejar, semuanya itu adalah demi menemukan keindahan Tuhan, mencari jalan penerapan dalam pengalaman nyata dengan tujuan agar mampu menyingkirkan watakmu sendiri yang memberontak, mencapai keadaan yang normal dalam dirimu, menjadi sepenuhnya sejalan dengan maksud Tuhan, menjadi orang yang tepat, dan memiliki motif yang benar dalam segala sesuatu yang kaulakukan. Alasan engkau mengalami semua hal ini adalah untuk sampai pada pengenalan akan Tuhan dan mencapai pertumbuhan kehidupan. Meskipun apa yang kaualami adalah firman Tuhan dan peristiwa-peristiwa nyata, serta orang, peristiwa, dan hal-hal di sekitarmu, pada akhirnya engkau mampu mengenal Tuhan dan disempurnakan oleh Tuhan. Mengejar untuk menempuh jalan orang benar atau mengejar untuk menerapkan firman Tuhan: semua ini adalah lintasan larinya, sementara mengenal Tuhan dan disempurnakan oleh Tuhan adalah tujuan akhirnya. Entah engkau sekarang mengejar untuk disempurnakan oleh Tuhan, atau mengejar untuk bersaksi bagi Tuhan, pada akhirnya semuanya itu adalah untuk mengenal Tuhan; itu adalah agar pekerjaan yang Dia lakukan dalam dirimu tidak sia-sia, sehingga pada akhirnya engkau mengetahui kenyataan diri Tuhan, mengetahui kebesaran-Nya, dan terlebih lagi, mengetahui kerendahhatian dan ketersembunyian Tuhan, serta mengetahui banyaknya pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam dirimu. Tuhan telah merendahkan diri-Nya sedemikian rupa sehingga Dia melakukan pekerjaan-Nya dalam diri orang-orang yang kotor dan rusak ini, serta menyempurnakan kelompok orang ini. Tuhan tidak hanya menjadi daging untuk hidup dan makan di antara manusia, untuk menggembalakan manusia, dan untuk menyediakan apa yang manusia butuhkan. Yang lebih penting adalah Dia melakukan pekerjaan penyelamatan dan penaklukan-Nya yang sangat besar atas orang-orang yang sangat rusak ini. Dia datang ke pusat si naga merah yang sangat besar untuk menyelamatkan orang-orang yang paling rusak ini, agar semua orang dapat diubahkan dan diperbarui. Penderitaan sangat besar yang Tuhan tanggung tidak hanya penderitaan yang Dia tanggung saat menjadi daging, tetapi yang terutama adalah Roh Tuhan menderita penghinaan yang luar biasa. Dia merendahkan dan menyembunyikan diri-Nya sedemikian rupa sehingga Dia menjadi manusia biasa. Tuhan berinkarnasi dan mengambil wujud daging agar manusia melihat bahwa Dia memiliki kehidupan manusia normal dan kebutuhan manusia normal. Ini cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan telah merendahkan diri-Nya hingga taraf tertentu. Roh Tuhan terwujud dalam daging. Roh-Nya begitu mahatinggi dan agung, tetapi Dia mengambil wujud seorang manusia biasa, manusia yang kecil, agar dapat melakukan pekerjaan Roh-Nya. Dalam hal kualitas, wawasan, nalar, kemanusiaan, dan kehidupanmu masing-masing, engkau semua sungguh tidak layak menerima pekerjaan Tuhan semacam ini dan engkau semua sungguh tidak layak membuat Tuhan menanggung penderitaan seperti itu demi dirimu. Tuhan begitu luhur. Dia sedemikian mahatinggi, dan manusia sedemikian rendah, tetapi Dia tetap bekerja atas mereka. Dia tidak hanya berinkarnasi untuk membekali manusia, berbicara kepada manusia, tetapi Dia juga hidup bersama manusia. Tuhan begitu rendah hati, begitu indah. Jika, begitu mendengar kasih Tuhan disebutkan, begitu mendengar kasih karunia Tuhan disebutkan, engkau meneteskan air mata pada saat mengucapkan pujian yang agung, jika engkau sampai pada keadaan ini, berarti engkau memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan.

Terdapat penyimpangan dalam pengejaran yang orang lakukan sekarang ini: Mereka hanya mengejar untuk mengasihi dan memuaskan Tuhan, tetapi mereka sama sekali tidak memiliki pengenalan akan Tuhan, dan telah mengabaikan pencerahan dan penerangan Roh Kudus dalam diri mereka. Mereka tidak memiliki landasan pengenalan yang benar akan Tuhan. Dengan demikian, mereka kehilangan semangat seiring bertambahnya pengalaman mereka. Semua orang yang mengejar pengenalan yang benar akan Tuhan, meskipun dahulu mereka tidak berada dalam keadaan yang baik, dan cenderung dalam keadaan negatif dan lemah, serta sering meneteskan air mata, jatuh dalam keputusasaan, dan kehilangan harapan—sekarang, sementara mereka mendapatkan lebih banyak pengalaman, keadaan mereka membaik. Setelah mengalami diri mereka dipangkas dan dihancurkan, serta pengalaman diuji dan dimurnikan, mereka telah mengalami kemajuan yang besar. Keadaan negatif mereka berkurang, dan telah terjadi beberapa perubahan dalam watak hidup mereka. Saat mereka mengalami lebih banyak ujian, hati mereka mulai mengasihi Tuhan. Ada aturan dalam cara Tuhan menyempurnakan manusia, yaitu Dia mencerahkanmu dengan menggunakan bagian yang baik dari dirimu sehingga engkau memiliki jalan penerapan dan mampu memisahkan dirimu dari semua keadaan negatif, membantu rohmu mencapai kelepasan, dan membuatmu mampu lebih mengasihi-Nya. Dengan demikian, engkau mampu membuang watak rusak Iblis. Jika engkau polos dan terbuka, bersedia mengenal dirimu sendiri dan menerapkan kebenaran, Tuhan dengan sendirinya akan memberkatimu, dan ketika engkau lemah dan negatif, Dia akan mencerahkanmu dua kali lipat, membantumu lebih mengenal dirimu sendiri, lebih bersedia merasakan penyesalan di hatimu, dan lebih mampu menerapkan hal-hal yang harus kauterapkan. Hanya dengan cara inilah hatimu bisa menjadi damai dan tenteram. Orang yang biasanya memperhatikan pengenalan akan Tuhan, yang memperhatikan pengenalan akan dirinya sendiri, yang memperhatikan penerapannya sendiri, akan sering menerima pekerjaan Tuhan, serta bimbingan dan pencerahan-Nya. Meskipun orang semacam itu mungkin berada dalam keadaan negatif, mereka mampu dengan segera membalikkan keadaan, entah karena tindakan dari hati nurani atau pencerahan dari firman Tuhan. Perubahan watak orang selalu dicapai ketika mereka mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya serta watak dan pekerjaan Tuhan. Orang yang bersedia mengenal dirinya sendiri dan membuka dirinya akan mampu menerapkan kebenaran. Orang semacam ini adalah orang yang setia kepada Tuhan. Orang yang setia kepada Tuhan memiliki pemahaman tentang Tuhan, entah pemahaman ini dalam atau dangkal, sedikit atau banyak. Inilah kebenaran Tuhan, dan ini adalah sesuatu yang dicapai manusia; ini adalah keuntungan mereka sendiri. Orang yang memiliki pengenalan akan Tuhan adalah orang yang memiliki landasan, yang memiliki visi. Orang semacam ini yakin akan daging Tuhan, dan yakin akan firman Tuhan dan pekerjaan Tuhan. Dengan cara apa pun Tuhan bekerja atau berfirman, atau seperti apa pun orang lain menimbulkan gangguan, mereka mampu mempertahankan pendirian mereka, dan tetap teguh dalam kesaksian mereka tentang Tuhan. Makin seseorang bersikap seperti ini, makin mereka mampu menerapkan kebenaran yang mereka pahami. Karena mereka selalu menerapkan firman Tuhan dengan cara seperti ini, mereka memperoleh lebih banyak pemahaman tentang Tuhan, dan memiliki tekad untuk selamanya tetap teguh dalam kesaksian mereka bagi Tuhan.

Memiliki kemampuan membedakan, ketundukan, dan kemampuan untuk mengetahui yang sebenarnya tentang berbagai hal sehingga engkau peka dalam rohmu berarti engkau memiliki firman Tuhan yang menerangi dan mencerahkan batinmu begitu engkau menghadapi sesuatu. Inilah yang dimaksud memiliki kepekaan roh. Segala sesuatu yang Tuhan lakukan adalah demi membantu menghidupkan kembali roh manusia. Mengapa Tuhan selalu berkata bahwa manusia itu mati rasa dan bodoh? Itu karena roh manusia sudah mati dan mereka telah menjadi sedemikian mati rasa sampai-sampai mereka sama sekali tidak menyadari hal-hal rohani. Pekerjaan Tuhan bertujuan untuk membuat hidup orang-orang berkembang dan menolong membangkitkan roh mereka, sehingga mereka dapat memahami hal-hal rohani, dan mereka selalu mampu mengasihi Tuhan dalam hati mereka dan memuaskan Tuhan. Mencapai tahap ini menunjukkan bahwa roh orang telah dibangkitkan, dan ketika di lain waktu mereka menjumpai sesuatu, mereka dapat segera bereaksi. Mereka menjadi responsif terhadap khotbah dan bereaksi dengan cepat saat menghadapi berbagai situasi. Inilah yang dimaksud dengan memperoleh kepekaan roh. Ada banyak orang yang bereaksi cepat terhadap kejadian lahiriah, tetapi begitu hal-hal yang berkaitan dengan jalan masuk ke dalam kenyataan atau hal-hal rohani yang lebih detail disebutkan, mereka menjadi mati rasa dan bodoh. Mereka memahami sesuatu hanya jika hal tersebut dijelaskan secara gamblang kepada mereka. Semua ini merupakan perwujudan bahwa secara rohani mereka mati rasa dan bodoh, memiliki sedikit pengalaman akan hal-hal rohani. Ada orang-orang yang peka dalam roh mereka dan memiliki kemampuan membedakan. Begitu mereka mendengar firman yang menyingkapkan keadaan mereka, mereka segera menuliskannya. Begitu mereka mendengar firman tentang prinsip-prinsip penerapan, mereka mampu menerimanya dan menerapkannya pada pengalaman mereka selanjutnya, dan dengan demikian mengubah diri mereka. Inilah orang yang peka dalam roh. Mengapa mereka mampu bereaksi dengan sangat cepat? Itu karena mereka berfokus pada hal-hal ini dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mereka membaca firman Tuhan, mereka mampu membandingkan keadaan mereka terhadap firman Tuhan tersebut, merenungkan dan mengenal diri mereka sendiri. Ketika mereka mendengarkan persekutuan dan khotbah serta mendengarkan firman yang memberikan kepada mereka pencerahan dan penerangan, mereka mampu untuk segera menerimanya. Ini sama seperti memberikan makanan kepada orang yang lapar; mereka mampu untuk langsung memakannya. Jika engkau memberi makanan kepada orang yang tidak lapar, mereka tidak akan begitu cepat bereaksi. Engkau sering berdoa kepada Tuhan, lalu engkau mampu untuk segera bereaksi ketika menjumpai sesuatu, memikirkan apa yang dituntut Tuhan dalam hal ini, bagaimana seharusnya engkau bertindak, dan bagaimana Tuhan membimbingmu dalam hal ini sebelumnya. Ketika engkau menjumpai hal yang sama ini hari ini, secara alami engkau akan tahu bagaimana menerapkan dengan cara yang memuaskan hati Tuhan. Jika engkau selalu menerapkan dengan cara seperti ini dan selalu mengalami dengan cara seperti ini, pada titik tertentu hal itu akan menjadi mudah bagimu. Saat membaca firman Tuhan, engkau akan tahu orang seperti apa yang Tuhan maksudkan, engkau akan tahu keadaan roh seperti apa yang sedang Dia bicarakan, dan engkau akan mampu menangkap poin pentingnya dan menerapkannya; dengan cara ini, engkau akan mampu mengalami. Mengapa ada orang-orang yang kurang dalam aspek ini? Itu karena mereka tidak mengerahkan banyak upaya dalam aspek penerapan. Meskipun mereka bersedia menerapkan kebenaran, mereka tidak memiliki wawasan yang benar tentang detail pelayanan, tentang detail kebenaran dalam hidup mereka. Mereka menjadi bingung ketika sesuatu terjadi. Dengan demikian, engkau bisa terkecoh hingga tersesat ketika nabi palsu atau rasul palsu datang. Engkau harus sering bersekutu tentang firman dan pekerjaan Tuhan. Hanya dengan cara inilah engkau akan mampu memahami kebenaran dan memiliki kemampuan membedakan. Jika engkau tidak memahami kebenaran, engkau tidak akan memiliki kemampuan membedakan. Misalnya, apa yang Tuhan firmankan, cara Tuhan bekerja, apa tuntutan-Nya terhadap manusia, dengan orang-orang seperti apa engkau harus berhubungan, dan orang-orang seperti apa yang harus kautolak. Engkau harus sering mempersekutukan hal-hal ini. Jika engkau selalu mengalami firman Tuhan dengan cara seperti ini, engkau akan memahami kebenaran dan memahami banyak hal secara menyeluruh, dan engkau juga akan memiliki kemampuan membedakan. Apa itu pendisiplinan oleh Roh Kudus, apa itu menegur seseorang berdasarkan kehendak manusia, apa itu bimbingan dari Roh Kudus, apa itu pengaturan lingkungan, apa itu firman Tuhan yang mencerahkan di dalam batin. Jika engkau tidak jelas mengenai hal-hal ini, engkau tidak akan memiliki kemampuan membedakan. Engkau harus tahu apa yang berasal dari Roh Kudus, apa arti watak yang memberontak, bagaimana tunduk pada firman Tuhan, dan bagaimana menyingkirkan pemberontakanmu sendiri; jika engkau memperoleh pemahaman tentang hal-hal ini melalui pengalamanmu, engkau akan memiliki landasan; ketika sesuatu terjadi, engkau akan memiliki kebenaran yang tepat sebagai pembandingnya, memiliki visi yang tepat sebagai landasan. Engkau akan memiliki prinsip dalam segala sesuatu yang kaulakukan, dan akan mampu bertindak sesuai kebenaran. Maka hidupmu akan penuh dengan pencerahan Tuhan, penuh dengan berkat-berkat Tuhan. Tuhan tidak akan memperlakukan secara tidak adil siapa pun yang dengan tulus mengejar-Nya, atau siapa pun yang mengekspresikan Dia dan bersaksi bagi-Nya, dan Dia tidak akan mengutuk siapa pun yang sungguh-sungguh haus akan kebenaran. Jika, ketika engkau makan dan minum firman Tuhan, engkau dapat menaruh perhatian pada mengenali keadaanmu yang sebenarnya, menaruh perhatian pada penerapanmu sendiri, dan menaruh perhatian pada pemahamanmu sendiri, maka ketika engkau menjumpai masalah, engkau akan menerima pencerahan dan akan mendapatkan pemahaman nyata. Kemudian dalam segala hal, engkau akan memiliki jalan penerapan dan kemampuan membedakan. Orang yang memiliki kebenaran tidak akan disesatkan, dan tidak akan berbuat kekacauan atau bertindak berlebihan. Karena kebenaran, mereka dilindungi, dan juga karena kebenaran, mereka memperoleh lebih banyak pemahaman. Karena kebenaran, mereka memiliki lebih banyak jalan penerapan, mendapatkan lebih banyak kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja di dalam diri mereka, dan lebih banyak kesempatan untuk disempurnakan.

Sebelumnya: Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup dalam Terang-Nya

Selanjutnya: Pekerjaan Roh Kudus dan Pekerjaan Iblis

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini

Hubungi kami via WhatsApp