Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Hanya Mereka yang Bertumpu pada Pengamalan yang Dapat Disempurnakan

Pada akhir zaman, Tuhan menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan dan untuk melaksanakan pelayanan firman-Nya. Dia datang sebagai manusia untuk bekerja di antara umat manusia dengan tujuan untuk menyempurnakan orang-orang yang berkenan di hati-Nya. Mulai dari penciptaan hingga hari ini, Dia hanya melakukan pekerjaan tersebut pada akhir zaman. Hanya pada akhir zaman, Tuhan berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan besar itu. Meskipun Dia menanggung penderitaan yang bagi orang-orang sulit untuk ditanggung, meskipun Dia sebagai Tuhan Maha Besar memiliki kerendahan hati untuk menjadi seorang manusia biasa, tiada satu pun pekerjaan-Nya yang tertunda, dan rencana-Nya tidak goyah sedikit pun. Dia melakukan pekerjaan-Nya sesuai rencana awal-Nya. Salah satu tujuan dari inkarnasi ini adalah untuk menaklukkan orang-orang. Selain itu, inkarnasi juga menyempurnakan orang-orang yang Dia cintai. Dia menghendaki untuk melihat sendiri orang-orang yang Dia sempurnakan, dan Dia ingin menyaksikan sendiri bagaimana orang-orang yang Dia sempurnakan menjadi saksi-Nya. Bukan hanya satu orang yang disempurnakan, dan bukan pula dua orang. Namun, sekumpulan dari sangat sedikit orang. Kumpulan ini berasal dari berbagai negara, dan beragam kewarganegaraan di dunia. Tujuan melakukan pekerjaan besar ini adalah untuk menjangkau sekumpulan orang tersebut, untuk mendapatkan kesaksian tentang Dia dari kumpulan orang ini, dan untuk memperoleh kemuliaan yang Dia dapatkan melalui kumpulan orang ini. Dia tidak melakukan pekerjaan yang tidak penting, ataupun melakukan pekerjaan yang tidak bernilai. Dapat dikatakan bahwa dalam melakukan begitu banyak pekerjaan tersebut, tujuan Tuhan adalah untuk menyempurnakan mereka semua yang ingin Dia sempurnakan. Di waktu senggangnya, Dia akan melenyapkan mereka yang jahat. Ketahuilah bahwa Dia tidak melakukan pekerjaan besar ini karena mereka yang jahat; sebaliknya, Dia mencurahkan segalanya untuk sejumlah kecil orang yang akan disempurnakan oleh-Nya. Pekerjaaan yang Dia lakukan, firman yang Dia ucapkan, misteri yang Dia ungkapkan, serta penghakiman dan hukuman dari-Nya adalah untuk sekumpulan kecil orang tersebut. Dia tidak menjadi daging untuk mereka yang jahat, apalagi mereka yang membuat-Nya murka. Dia berfirman tentang kebenaran, dan berbicara tentang jalan masuk, karena mereka yang akan disempurnakan, Dia menjadi daging demi mereka, dan karena merekalah Dia menganugerahkan janji-janji dan berkat-Nya. Kebenaran, jalan masuk, dan kehidupan dalam kemanusiaan yang Dia bicarakan bukanlah demi kepentingan mereka yang jahat. Dia ingin menghindari berbicara kepada mereka yang jahat dan ingin menganugerahkan seluruh kebenaran kepada mereka yang akan disempurnakan. Namun untuk saat ini pekerjaan-Nya memperkenankan mereka yang jahat untuk menikmati sebagian kekayaan-Nya. Mereka yang tidak melakukan kebenaran, yang tidak memuaskan Tuhan, dan yang mengganggu pekerjaan-Nya, semuanya jahat. Mereka tidak bisa disempurnakan, serta dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Sebaliknya, mereka yang melakukan kebenaran dan memuaskan Tuhan, serta mereka yang mengabdikan diri dalam pekerjaan Tuhan adalah orang-orang yang akan disempurnakan oleh Tuhan. Mereka yang Tuhan harapkan untuk dilengkapi tidak lain adalah sekumpulan orang ini, dan pekerjaan yang Tuhan lakukan adalah demi kepentingan orang-orang ini. Kebenaran yang Dia sampaikan ditujukan kepada orang-orang yang mau menjalankannya. Dia tidak menyampaikan kebenaran kepada orang-orang yang tidak menjalankannya. Peningkatan wawasan dan ketajaman pertumbuhan yang Dia sampaikan ditujukan bagi orang-orang yang dapat menjalankan kebenaran. Ketika Dia berbicara tentang mereka yang akan disempurnakan, artinya Dia berbicara tentang orang-orang ini. Pekerjaan Roh Kudus ditujukan kepada orang-orang yang dapat menjalankan kebenaran. Hal-hal seperti memiliki hikmat dan kemanusiaan ditujukan kepada orang-orang yang bersedia mengamalkan kebenaran. Mereka yang tidak menjalankan kebenaran barangkali mendengar dan memahami banyak kebenaran, tetapi karena mereka berada di antara orang-orang jahat, kebenaran yang mereka pahami hanya menjadi doktrin dan kata-kata, serta tidak memiliki arti dalam perubahan watak ataupun hidup mereka. Tidak satu pun dari mereka setia kepada Tuhan; mereka semua adalah orang-orang yang melihat Tuhan tetapi tidak dapat menjangkau-Nya, dan mereka semua dikutuk oleh Tuhan.

Roh Kudus memiliki jalan untuk hadir dalam diri tiap orang, dan memberi mereka kesempatan untuk disempurnakan. Melalui perasaan negatif, engkau menjadi tahu akan keburukanmu sendiri, kemudian dengan melenyapkan perasaan negatif tersebut, engkau akan menemukan jalan pengamalan, dan inilah penyempurnaan dirimu. Selanjutnya, melalui bimbingan terus-menerus dan penerangan hal-hal positif dalam dirimu, engkau akan proaktif memenuhi fungsimu dan tumbuh dalam wawasan dan mendapatkan penerangan. Ketika engkau dalam kondisi yang baik, engkau akan sangat bersedia untuk membaca firman Tuhan, dan sangat bersedia untuk berdoa kepada Tuhan, serta mampu untuk menghubungkan khotbah yang kau dengar dengan keadaanmu sendiri. Di saat demikian, Tuhan mencerahkan dan menerangimu, membuatmu menyadari beberapa hal dari sisi yang positif. Ini merupakan penyempurnaan dirimu dari sisi yang positif. Dalam keadaan negatif, engkau menjadi lemah dan negatif, dan merasa bahwa kau tidak memiliki Tuhan dalam hatimu, akan tetapi Tuhan menerangimu, membantumu mencari jalan pengamalan. Yang keluar dari keadaan ini merupakan pencapaian penyempurnaan terhadap sisi negatif. Tuhan dapat menyempurnakan manusia dari sisi positif maupun negatif. Semua tergantung apakah engkau mampu mengalaminya, dan apakah engkau berupaya untuk disempurnakan oleh Tuhan. Jika engkau sungguh berupaya agar disempurnakan oleh Tuhan, hal negatif tidak akan membuatmu merasa kehilangan, melainkan dapat memberimu hal-hal yang lebih nyata, dan dapat membuatmu mampu mengetahui kekurangan dalam dirimu, mampu menerima keadaanmu yang sesungguhnya, dan melihat bahwa manusia tidak memiliki apa pun, dan bukan siapa-siapa; jika tidak mengalami ujian, engkau tidak tahu, dan engkau akan selalu merasa lebih tinggi dari orang lain dan lebih baik dari semua orang yang lain. Melalui semua ini, engkau akan melihat bahwa segala yang terjadi sebelumnya dilakukan oleh Tuhan dan dilindungi oleh Tuhan. Masuk ke dalam ujian meninggalkanmu tanpa kasih ataupun keyakinan, kurang berdoa, dan tidak mampu menyanyikan lagu pujian—dan, tanpa menyadarinya, di tengah semua ini engkau menjadi mengenal dirimu sendiri. Tuhan memiliki banyak cara untuk menyempurnakan manusia. Dia menggunakan berbagai macam keadaan untuk menangani watak buruk manusia, dan memakai bermacam hal untuk menyingkapkannya; suatu saat Dia menangani manusia, di saat lainnya dia menyingkapkan manusia, menggali dan mengungkap berbagai "misteri" di kedalaman hati manusia, dan menunjukkan kepada manusia sifatnya dengan mengungkap berbagai keadaannya. Tuhan menyempurnakan manusia melalui beragam cara—melalui penyingkapan, penanganan, pemurnian, dan hajaran—sehingga manusia mengetahui bahwa Tuhan itu nyata.

Apa yang engkau sekalian cari sekarang? Barangkali untuk disempurnakan oleh Tuhan, mengenal Tuhan, menjangkau Tuhan, atau bergaya seperti Petrus di era 90-an, atau memiliki keyakinan yang lebih besar dari Ayub. Engkau sekalian dapat mencari banyak hal, baik berusaha untuk menjadi benar di mata Tuhan dan tiba di hadapan takhta Tuhan, ataupun dapat memanifestasikan Tuhan di dunia dan memberikan kesaksian yang kuat dan meyakinkan bagi Tuhan. Terlepas dari apa pun yang engkau cari, semuanya demi kepentingan rencana pengelolaan Tuhan. Bukan masalah jika yang kau cari adalah untuk menjadi orang benar, atau menjadi seperti Petrus, atau memiliki iman seperti Ayub, ataupun karena ingin disempurnakan oleh Tuhan, apa pun yang kau cari, singkatnya, semua itu adalah pekerjaan Tuhan. Dengan kata lain, terlepas dari apa pun yang kau cari, semuanya demi disempurnakan oleh Tuhan, semuanya demi mengalami firman Tuhan, untuk memuaskan hati Tuhan; semuanya demi menemukan keindahan Tuhan, semuanya untuk menemukan suatu jalan pengamalan dalam pengalaman nyata dengan tujuan untuk dapat menyingkirkan watak pemberontakmu sendiri, mencapai kewajaran dalam dirimu sendiri, mampu untuk sepenuhnya menaati kehendak Tuhan, menjadi orang benar dan memiliki tujuan yang benar dalam segala hal yang kau lakukan. Alasan engkau mengalami semua hal ini adalah untuk dapat mengenal Tuhan dan mencapai pertumbuhan dalam hidup. Meskipun yang kau alami adalah firman Tuhan, dan yang kau alami adalah kejadian yang sebenarnya, orang-orang, persoalan dan hal di sekitarmu, pada akhirnya kau akan mampu mengenal Tuhan dan disempurnakan oleh-Nya. Berusaha untuk berjalan di jalan orang benar dan berusaha melakukan firman Tuhan, inilah landasannya. Mengenal Tuhan dan disempurnakan oleh-Nya merupakan titik tujuannya. Entah engkau saat ini sedang mencari penyempurnaan dari Tuhan, atau untuk menjadi saksi Tuhan, singkatnya, semuanya adalah untuk mengenal Tuhan; supaya pekerjaan yang Tuhan lakukan pada dirimu tidak sia-sia, sehingga pada akhirnya engkau akan menyadari realitas Tuhan, mengetahui kebesaran-Nya, terlebih mengetahui kerendahan hati dan kerahasiaan Tuhan, dan untuk mengetahui banyaknya pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam dirimu. Tuhan telah merendahkan diri-Nya sendiri sampai pada tingkat tertentu, untuk melakukan pekerjaan-Nya dalam diri orang-orang yang kotor dan rusak ini, dan untuk menyempurnakan sekumpulan orang ini. Tuhan tidak hanya menjadi manusia untuk hidup dan makan di antara manusia, untuk menggembalakan manusia, untuk menyediakan kebutuhan manusia. Yang lebih penting lagi, Dia melakukan pekerjaan besar-Nya, yaitu penyelamatan dan penaklukan terhadap orang-orang yang sangat buruk ini. Dia datang ke jantung sang naga merah yang sangat besar untuk menyelamatkan orang-orang yang paling rusak ini, sehingga semua akan dapat diubahkan dan dijadikan baru. Kesulitan besar yang ditanggung oleh Tuhan bukan hanya kesulitan yang ditanggung oleh Tuhan yang berinkarnasi, tetapi terutama karena Roh Tuhan mengalami penghinaan yang hebat—Dia merendahkan diri dan menyembunyikan diri-Nya sedemikian rupa hingga menjadi orang biasa. Tuhan berinkarnasi dan mengambil rupa manusia, sehingga orang-orang melihat bahwa Dia memiliki kehidupan sebagai manusia biasa dan Dia memiliki kebutuhan seperti normalnya manusia. Ini cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan telah merendahkan diri-Nya sampai pada tingkat tertentu. Roh Tuhan diwujudkan dalam rupa manusia. Roh-Nya sangat agung dan besar, akan tetapi Dia mengambil rupa manusia umumnya, seorang manusia tanpa arti untuk melakukan pekerjaan Roh-nya. Kemampuan, wawasan, akal sehat, kemanusiaan, dan kehidupanmu sekalian menunjukkan bahwa engkau sekalian sangat tidak pantas untuk menerima pekerjaan Tuhan ini. Engkau sekalian sangat tidak pantas membuat Tuhan menanggung penderitaan demi kalian. Tuhan itu maha besar. Dia maha kuasa dan orang-orang sangat kejam dan hina, tetapi Dia tetap bekerja atas mereka. Dia berinkarnasi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang, untuk berbicara kepada mereka, Dia bahkan hidup bersama dengan mereka. Tuhan itu sangat rendah hati, penuh kasih. Jika mendengar kasih Tuhan disebut, begitu mendengar anugerah Tuhan disebut, engkau meneteskan air mata saat mengucapkan pujian yang luar biasa, jika engkau sampai mengalami ini, berarti engkau memiliki pengetahuan sejati tentang Tuhan.

Terdapat penyimpangan pada pencarian yang dilakukan oleh orang-orang saat ini; mereka hanya berusaha untuk mengasihi dan memuaskan Tuhan, tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan, dan telah mengabaikan pencerahan dan penerangan Roh Kudus dalam diri mereka. Mereka tidak memiliki pengetahuan sejati tentang Tuhan sebagai landasan. Dengan demikian, mereka kehabisan energi ketika pengalaman mereka berkembang. Mereka yang berusaha mendapatkan pengetahuan sejati tentang Tuhan, sekalipun di masa lalu mereka berada dalam kondisi tidak baik, cenderung mengarah ke hal-hal negatif dan lemah, sering meneteskan air mata, jatuh ke dalam keputusasaan, dan menjadi kecewa; orang-orang tersebut saat ini berada dalam keadaan yang semakin baik karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman. Setelah menempuh pengalaman ditangani dan dihancurkan, atau melewati sebuah peristiwa pemurnian, mereka telah membuat kemajuan besar. Keadaan-keadaan tersebut tidak tampak menimpa mereka lagi. Watak mereka telah berubah, dan kasih Tuhan hidup dalam diri mereka. Ada sebuah aturan untuk penyempurnaan Tuhan bagi orang-orang, yaitu Dia menerangimu menggunakan bagian dirimu yang diinginkan sehingga engkau memiliki jalan pengamalan dan mampu memisahkan diri dari semua keadaan negatif, menolong jiwamu untuk mencapai pembebasan, dan membuatmu mampu untuk lebih mengasihi Tuhan. Dengan cara ini, engkau mampu menyingkirkan watak buruk Iblis. Engkau naif dan terbuka, bersedia untuk mengenal dirimu sendiri, dan bersedia untuk melaksanakan kebenaran. Tuhan melihat jika engkau bersedia untuk mengenal dirimu sendiri dan mengamalkan kebenaran, sehingga saat engkau merasa lemah dan negatif, Dia menerangimu dua kali lipat, menolongmu untuk lebih mengenal dirimu sendiri, dan membuatmu lebih rela bertobat untuk dirimu sendiri, lebih mampu menjalankan hal-hal yang harus kau lakukan. Hanya dengan cara demikian hatimu merasa damai dan tenteram. Seseorang yang biasa memiliki kepedulian untuk mengenal Tuhan, yang peduli untuk mengenal dirinya sendiri, peduli dengan pengamalannya sendiri, akan mampu untuk sering menerima pekerjaan Tuhan, sering menerima bimbingan dan pencerahan dari Tuhan. Meskipun dalam keadaan negatif, dia akan mampu untuk segera berbalik, baik karena tindakan yang didasari hati nurani atau karena pencerahan dari firman Tuhan. Perubahan watak seseorang selalu terjadi ketika dia mengetahui keadaannya yang sebenarnya dan mengetahui watak serta pekerjaan Tuhan. Seseorang yang bersedia mengenal dirinya sendiri dan bersedia membuka diri akan mampu untuk melaksanakan kebenaran. Orang semacam ini adalah orang yang setia pada Tuhan, dan seseorang yang setia kepada Tuhan memiliki pemahaman akan Tuhan, baik itu pemahaman yang dalam ataupun dangkal, sedikit ataupun banyak. Ini merupakan kebenaran Tuhan, dan inilah sesuatu yang mereka dapatkan, ini merupakan pencapaian mereka sendiri. Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang Tuhan adalah dia yang memiliki landasan, yang memiliki visi. Orang semacam ini meyakini Tuhan yang menjadi daging, dia yakin akan firman Tuhan dan pekerjaan Tuhan. Terlepas dari bagaimana Tuhan bekerja ataupun bersabda, atau bagaimana orang lain menimbulkan kekacauan, dia bisa bertahan dan menjadi saksi Tuhan. Semakin seseorang bersikap seperti ini, semakin dia dapat melaksanakan kebenaran yang dia pahami. Karena dia selalu melaksanakan firman Tuhan, dia memiliki pemahaman lebih tentang Tuhan, dan memiliki kebulatan tekad untuk menjadi saksi Tuhan selamanya.

Memiliki kebijaksanaan, ketaatan, dan kemampuan untuk melihat berbagai hal sehingga engkau bersemangat dalam roh berarti engkau memiliki Firman Tuhan yang menerangi dan mencerahkan batinmu begitu engkau menghadapi sesuatu. Inilah yang disebut bersemangat dalam roh. Semua yang Tuhan lakukan adalah demi membantu menghidupkan kembali roh orang-orang. Kenapa Tuhan selalu berkata bahwa orang-orang itu mati rasa dan bodoh? Itu karena roh mereka telah mati dan mereka menjadi sedemikian mati rasa sehingga mereka sama sekali tidak menyadari hal-hal terkait roh. Pekerjaan Tuhan bertujuan untuk membuat hidup orang-orang berkembang dan membangkitkan roh mereka, sehingga mereka mampu melihat hal-hal terkait roh, dan akan selalu mampu mengasihi Tuhan dalam hati mereka dan memuaskan-Nya. Pencapaian titik ini menunjukkan bahwa roh seseorang telah dibangkitkan, dan ketika di lain waktu ia menjumpai sesuatu, ia mampu segera bereaksi. Ia menjadi responsif terhadap khotbah dan bereaksi cepat terhadap berbagai situasi. Inilah yang disebut ketajaman roh. Ada banyak orang yang bereaksi cepat terhadap kejadian lahiriah, tetapi begitu memasuki kenyataan atau hal-hal rinci terkait roh disebut, mereka menjadi mati rasa dan bodoh. Mereka hanya memahami sesuatu jika hal tersebut mereka lihat langsung. Semua ini merupakan pertanda bahwa secara rohani mereka mati rasa dan bodoh, memiliki sedikit pengalaman terkait roh. Sebagian orang bersemangat dalam roh dan bijaksana. Begitu mereka mendengar sesuatu yang ditujukan pada keadaan mereka, mereka segera menuliskannya. Mereka menerapkannya pada pengalaman selanjutnya dan untuk mengubah diri mereka. Inilah orang yang bersemangat dalam roh. Dan mengapa dia mampu bereaksi sangat cepat? Itu karena dia bertumpu pada aspek-aspek ini dalam hidup sehari-harinya, dan segera setelah salah satu aspek ini disebut, hal tersebut sesuai dengan kondisi batiniahnya dan dia mampu untuk segera menerimanya. Hal ini sama dengan memberikan makanan pada orang yang lapar; mereka mampu untuk segera memakannya. Jika engkau memberi makanan kepada seseorang yang tidak lapar, mereka tidak akan cepat bereaksi. Engkau sering berdoa kepada Tuhan, kemudian engkau mampu untuk segera bereaksi ketika menjumpai sesuatu: apa yang dituntut Tuhan dalam hal ini, dan bagaimana engkau harus bertindak. Tuhan membimbingmu dalam hal ini sebelumnya; ketika engkau menjumpai hal yang sama saat ini, engkau tahu cara memasuki situasi ini untuk memuaskan hati Tuhan. Jika engkau selalu melakukannya dengan cara demikian dan selalu mengalami seperti ini, pada titik tertentu engkau akan menjadi ahli dalam hal tersebut. Ketika membaca firman Tuhan, engkau tahu orang macam apa yang dimaksud oleh Tuhan, engkau tahu kondisi roh seperti apa yang Dia bicarakan, dan engkau mampu menangkap poin pentingnya dan mengamalkannya; hal ini menunjukkan bahwa engkau mampu mengalaminya. Mengapa sebagian orang kurang dalam hal ini? Itu karena mereka tidak berusaha keras dalam mengamalkannya. Meskipun mereka bersedia mengamalkannya, mereka tidak memiliki wawasan yang benar mengenai seluk-beluk pelayanan, juga kebenaran dalam hidup mereka. Mereka menjadi bingung ketika sesuatu terjadi. Dengan begini, engkau bisa disesatkan ketika nabi palsu atau rasul palsu datang. Mengabaikan kebijaksanaan itu tidak bisa diterima. Engkau harus selalu memperhatikan hal-hal terkait roh: apa yang Tuhan firmankan, cara Dia bekerja, tuntutan-Nya terhadap orang-orang, dengan orang-orang seperti apa engkau harus berhubungan, dan orang-orang seperti apa yang harus kau hindari. Engkau harus memberi penekanan pada hal-hal ini saat kau makan dan minum firman Tuhan dan selama menjalani pengalaman nyata. Jika engkau selalu mengalami firman Tuhan dengan cara seperti ini, engkau akan mengerti tentang kebenaran dan sepenuhnya memahami banyak hal, dan juga akan memiliki kebijaksanaan. Apa yang disebut disiplin oleh Roh Kudus, apa itu lahir dari niat manusia, apa itu bimbingan dari Roh Kudus, apa itu pengaturan lingkungan, apa firman Tuhan yang menerangi dari dalam, jika engkau tidak jelas tentang hal-hal ini, kau tidak akan memiliki kebijaksanaan. Engkau harus tahu apa yang berasal dari Roh Kudus, apa itu watak pemberontak, bagaimana menaati firman Tuhan, dan bagaimana menyingkirkan pemberontakanmu sendiri; engkau harus memahami seluk-beluk semua kebenaran ini, sehingga ketika sesuatu terjadi, engkau memiliki kebenaran yang tepat sebagai pembandingnya, memiliki visi yang tepat sebagai landasan, memiliki prinsip dalam setiap hal yang kaulakukan, dan mampu bertindak sesuai kebenaran. Sehingga hidupmu akan penuh dengan rhema Tuhan, penuh dengan berkat Tuhan. Tuhan tidak akan mencelakai siapa pun yang tulus mencari-Nya. Dia tidak akan mencelakai siapa pun yang meneladani-Nya dan menjadi saksi-Nya, dan Dia tidak akan mengutuk siapa pun yang haus akan kebenaran. Jika, ketika engkau makan dan minum firman Tuhan, kau dapat memperhatikan kondisimu yang sebenarnya, memperhatikan pengamalanmu sendiri, dan memperhatikan pemahamanmu sendiri, selanjutnya, ketika engkau menjumpai masalah, kau akan menerima pencerahan dan mendapatkan pemahaman nyata. Maka engkau akan memiliki jalan untuk mengamalkannya dan akan memiliki kebijaksanaan terhadap semuanya. Seseorang yang memiliki kebenaran tidak mungkin ditipu, dan tidak mungkin berperilaku mengganggu ataupun bertindak berlebihan. Karena kebenaran, ia mendapat perlindungan, dan karena kebenaran, ia mendapatkan pemahaman lebih. Karena kebenaran, dia memiliki banyak jalan untuk mengamalkannya, memiliki kesempatan lebih besar bagi Roh Kudus untuk bekerja di dalam dirinya, dan memiliki kesempatan lebih besar untuk disempurnakan.

Sebelumnya:Hanya dengan Mengalami Pemurnian, Manusia Dapat Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan

Selanjutnya:Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup dalam Terang-Nya

media terkait