Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya (Seri Wajib bagi Orang Percaya Baru)

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 7 Aspek-Aspek Lain dari Kebenaran yang Harus Engkau Pahami dalam Imanmu kepada Tuhan

6. Arti Penderitaan dan Penderitaan Seperti Apa yang harus Ditanggung oleh Orang Percaya

Firman Tuhan yang Relevan:

Sekarang ini, sebagian besar orang tidak memiliki pengetahuan itu. Mereka percaya bahwa penderitaan tidak ada nilainya, mereka dijauhi oleh dunia, kehidupan rumah tangga mereka bermasalah, mereka tidak dikasihi Tuhan, dan prospek mereka suram. Penderitaan dari beberapa orang mencapai titik tertentu, dan pikiran mereka mengarah kepada kematian. Ini bukanlah kasih kepada Tuhan yang sejati; orang-orang seperti itu adalah pengecut, mereka tidak memiliki ketekunan, mereka lemah dan tidak berdaya! Tuhan ingin manusia mengasihi-Nya, tetapi makin manusia mengasihi-Nya, makin besar penderitaan manusia, dan makin manusia mengasihi-Nya, makin besar ujiannya. Jika engkau mengasihi-Nya, semua jenis penderitaan akan menimpamu—dan jika engkau tidak mengasihi-Nya, mungkin segala sesuatu akan berjalan dengan lancar bagimu, dan semuanya akan damai di sekelilingmu. Ketika engkau mengasihi Tuhan, engkau akan merasakan bahwa banyak hal di sekelilingmu tidak dapat diatasi, dan karena tingkat pertumbuhan dirimu terlalu kerdil, engkau akan dimurnikan; apalagi, engkau tidak mampu memuaskan Tuhan, dan engkau akan terus merasa bahwa kehendak Tuhan terlalu tinggi, jauh dari jangkauan manusia. Karena semua ini, engkau akan dimurnikan—karena ada banyak kelemahan di dalam dirimu, dan karena banyak hal tidak mampu memuaskan kehendak Tuhan, engkau akan dimurnikan di dalam dirimu. Namun engkau harus melihat dengan jelas bahwa pentahiran hanya bisa dicapai melalui pemurnian. Maka, selama akhir zaman ini engkau harus menjadi saksi Tuhan. Tidak peduli seberapa besarnya pun penderitaanmu, engkau harus menjalaninya sampai akhir, dan bahkan sampai helaan napasmu yang terakhir, engkau tetap harus setia kepada Tuhan, dan berada dalam pengaturan Tuhan; hanya inilah yang disebut benar-benar mengasihi Tuhan, dan hanya inilah kesaksian yang kuat dan bergema.

Dikutip dari "Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan Engkau Semua Bisa Mengenal Kasih Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jangan berkecil hati, jangan lemah, Aku akan mengungkapkan kepadamu. Jalan menuju kerajaan tidak semulus itu, tidak ada yang sesederhana itu! Engkau ingin berkat datang dengan mudah, bukan? Zaman sekarang semua orang akan mengalami ujian pahit yang harus dihadapi. Jika tidak, hati yang penuh kasih yang engkau miliki terhadap-Ku tidak akan tumbuh lebih kuat, dan engkau tidak akan memiliki kasih yang sejati kepada-Ku. Bahkan jika ujian itu hanya berupa peristiwa-peristiwa kecil, semua orang harus menjalaninya, hanya saja ujian-ujian itu berbeda pada taraf tertentu. Peristiwa itu merupakan salah satu berkat-Ku. Berapa banyak orang yang sering berlutut di hadapan-Ku untuk meminta berkat-Ku? Anak-anak bodoh! Engkau selalu merasa bahwa beberapa kata keberuntungan dianggap sebagai berkat-Ku, namun tidak merasa bahwa kepahitan adalah salah satu berkat-Ku. Mereka yang berbagian dalam kepahitan-Ku pasti akan berbagian juga dalam manis-Ku. Itu adalah janji-Ku dan berkat-Ku untukmu.

Dikutip dari "Bab 41, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Tuhan bekerja untuk memurnikan manusia, manusia menderita. Semakin besar pemurnian yang dialaminya, semakin besar kasihnya kepada Tuhan, dan semakin besar kekuatan Tuhan dinyatakan dalam dirinya. Semakin sedikit pemurnian yang dialami manusia, semakin sedikit kasihnya kepada Tuhan dan semakin sedikit kekuatan Tuhan dinyatakan di dalam dirinya. Semakin besar pemurnian dan kesengsaraannya, dan semakin tersiksa dirinya, akan semakin dalam kasih sejatinya kepada Tuhan, akan semakin murni imannya kepada Tuhan, dan akan semakin dalam pengenalannya tentang Tuhan. Dalam pengalamanmu, engkau akan melihat bahwa mereka yang mengalami banyak pemurnian dan kesengsaraan yang hebat serta banyak penanganan dan disiplin memiliki kasih yang dalam kepada Tuhan dan pengenalan akan Tuhan yang dalam dan kuat. Mereka yang tidak mengalami penanganan Tuhan hanya akan memiliki pengenalan dangkal dan hanya bisa berkata: "Tuhan itu begitu baik, Dia memberikan anugerah kepada manusia supaya bisa menikmati-Nya." Jika orang mengalami penanganan dan disiplin Tuhan, mereka akan mampu mengatakan pengenalan sejati akan Tuhan. Jadi, semakin luar biasa pekerjaan Tuhan dalam diri manusia, semakin berharga dan bermakna pekerjaan itu. Semakin kuat itu bagimu dan semakin tidak sesuai dengan gagasanmu, semakin pekerjaan Tuhan mampu menaklukkanmu, mendapatkanmu, dan menjadikanmu sempurna. Signifikansi pekerjaan Tuhan sangat besar! Jika Dia tidak memurnikan manusia dengan cara ini, jika Dia tidak bekerja dengan metode ini, pekerjaan Tuhan akan menjadi tidak efektif dan tanpa makna. Inilah alasan di balik luar biasanya makna pemilihan Tuhan atas sekelompok orang di akhir zaman. Dikatakan sebelumnya, Tuhan akan memilih dan mendapatkan kelompok orang ini. Semakin besar pekerjaan yang dikerjakan-Nya dalam diri engkau semua, semakin dalam dan semakin murni kasihmu kepada Tuhan. Semakin besar pekerjaan Tuhan, semakin manusia mampu merasakan hikmat-Nya dan semakin dalam pengenalan manusia akan Dia.

Dikutip dari "Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Mengalami Pemurnian" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau harus menderita demi kebenaran. Engkau harus menyerahkan diri pada kebenaran. Engkau harus menanggung penghinaan demi kebenaran. Selain itu, untuk memperoleh lebih banyak kebenaran, engkau harus mengalami penderitaan yang lebih besar. Inilah yang harus engkau lakukan. Janganlah menyingkirkan kebenaran demi kehidupan keluarga yang damai, dan janganlah kehilangan martabat dan integritas hidupmu demi kesenangan sesaat. Engkau harus mengejar segala yang indah dan baik, dan harus mengejar jalan dalam hidup yang lebih bermakna. Jika engkau menjalani kehidupan yang vulgar dan tidak mengejar tujuan apa pun, bukankah engkau menyia-nyiakan hidupmu? Apa yang dapat engkau peroleh dari kehidupan semacam itu? Engkau harus meninggalkan seluruh kenikmatan daging demi satu kebenaran, dan jangan membuang seluruh kebenaran demi sedikit kenikmatan. Orang-orang seperti ini tidak memiliki integritas atau martabat; keberadaan mereka tidak ada artinya!

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Saat menerima penghakiman dari firman Tuhan, kita tidak boleh takut menderita, kita juga tidak boleh takut kesakitan; kita terutama tidak boleh takut bahwa firman Tuhan akan menembus hati kita. Kita harus membaca lebih banyak perkataan-Nya tentang cara Ia menghakimi dan menghajar kita dan mengungkapkan esensi kita yang rusak, dan ketika membaca firman Tuhan, kita harus lebih sering membandingkan diri kita dengan firman Tuhan. Kita tidak kurang satu pun dari kerusakan-kerusakan ini; kita semua bisa cocok dengan semua kerusakan itu. ... Kita harus tahu terlebih dahulu bahwa tidak masalah jika firman-Nya itu enak didengar atau tidak, jika firman itu membuat kita merasa pahit atau manis—kita harus menerima semuanya. Kita harus memiliki sikap ini terhadap firman Tuhan. Sikap macam apa ini? Apakah itu sikap saleh? Kesabaran? Atau, apakah itu sikap penderitaan? Aku akan memberi tahu kamu sekalian, bukan itu semua. Dalam iman kita, kita harus dengan tegas mempertahankan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Karena firman Tuhan memang merupakan kebenaran, kita harus menerimanya secara rasional. Apakah kita mampu mengenalinya atau mengakuinya atau tidak, sikap pertama kita terhadap firman Tuhan haruslah sikap penerimaan yang mutlak.

Dikutip dari "Makna Penting dan Jalan Pengejaran Kebenaran" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Mengasihi Tuhan mengharuskan pencarian akan kehendak Tuhan dalam segala hal, dan menuntutmu untuk menyelidiki lubuk hati ketika sesuatu terjadi kepadamu. Engkau harus mencoba memahami kehendak Tuhan, dan mencoba melihat apa kehendak Tuhan dalam suatu masalah, apa yang Ia harapkan dapat engkau capai, dan bagaimana engkau harus memperhatikan kehendak-Nya. Misalnya: sesuatu terjadi yang mengharuskanmu menanggung kesusahan. Pada saat seperti itulah, engkau harus memahami apa kehendak Tuhan, dan bagaimana harus memperhatikan kehendak-Nya. Engkau tidak boleh memuaskan diri sendiri: pertama-tama, kesampingkan dirimu. Tidak ada yang lebih hina daripada kedagingan. Engkau harus berusaha memuaskan Tuhan, dan harus memenuhi tugasmu. Dengan pemikiran seperti itu, Tuhan akan memberimu pencerahan khusus dalam masalah ini, dan hatimu pun akan mendapat penghiburan. Entah besar ataupun kecil, ketika sesuatu terjadi kepadamu, engkau harus mengesampingkan dirimu terlebih dahulu dan menganggap kedagingan sebagai sesuatu yang paling hina dari semuanya. Semakin engkau memuaskan daging, semakin tak terkendali kedaginganmu. Jika engkau memuaskannya pada saat ini, di kali berikut ia akan menuntut lebih banyak, dan dengan berlanjutnya hal ini, engkau akan semakin mengasihi daging. Daging selalu memiliki keinginan yang berlebihan, dan selalu menuntutmu untuk memuaskannya dan menuntutmu untuk menyenangkannya dari dalam, entah itu dengan makanan yang kau makan, pakaian yang kau pakai, dalam hal engkau kehilangan kesabaran, atau menuruti kelemahan dan kemalasanmu sendiri .... Semakin engkau memuaskan daging, semakin besar keinginan dagingmu, dan semakin bobrok daging, sampai ke satu titik, keinginan daging itu membuat orang menyimpan gagasan yang semakin dalam, tidak mau menaati Tuhan, meninggikan diri sendiri, dan meragukan pekerjaan Tuhan. ... Oleh karena itu, engkau harus memberontak terhadap daging, dan jangan menurutinya: "Suami (istri)ku, anak-anakku, masa depanku, pernikahanku, keluargaku—semua itu tidak penting! Di dalam hatiku, hanya ada Tuhan, dan aku harus berusaha semampuku untuk memuaskan Tuhan, dan tidak memuaskan daging." Engkau harus memiliki tekad ini. Jika engkau selalu dikuasai oleh tekad seperti itu, ketika engkau melakukan kebenaran, dan mengesampingkan dirimu, engkau akan mampu melakukan itu dengan sedikit saja upaya.

Dikutip dari "Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah engkau dapat memperoleh kehidupan di hadapan Tuhan, dan bagaimana nasibmu pada akhirnya, tergantung pada caramu memberontak terhadap daging. Tuhan telah menyelamatkanmu, memilihmu dan menentukanmu dari semula, tetapi jika saat ini engkau tidak mau memuaskan-Nya, engkau tidak mau melakukan kebenaran, engkau tidak mau memberontak terhadap daging dengan hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, pada akhirnya engkau akan menghancurkan dirimu sendiri dan akan menanggung kesakitan yang dahsyat. Jika engkau selalu menuruti daging, perlahan-lahan Iblis akan sepenuhnya menguasaimu, dan meninggalkanmu tanpa kehidupan, atau tanpa jamahan Roh, sampai tiba harinya engkau menjadi gelap sepenuhnya di dalam dirimu. Ketika engkau hidup dalam kegelapan, engkau sudah ditawan oleh Iblis, engkau tidak memiliki Tuhan lagi di dalam hatimu, dan pada saat itu engkau akan menyangkali keberadaan Tuhan dan meninggalkan-Nya. Oleh karena itu, jika engkau ingin mengasihi Tuhan, engkau harus membayar harganya dengan cara menanggung kesakitan dan kesusahan. Tidak perlu semangat dan susah payah yang hanya lahiriah, tidak perlu lebih banyak membaca dan menyibukkan diri. Sebaliknya, engkau harus mengesampingkan hal-hal dalam dirimu: pikiran yang berlebihan, kepentingan pribadi, pertimbangan, gagasan, dan motivasimu sendiri. Inilah kehendak Tuhan.

Dikutip dari "Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan meminta orang untuk melakukan kebenaran terutama untuk menangani hal-hal dalam diri mereka, untuk menangani pikiran dan gagasan yang tidak berkenan di hati Tuhan. Roh Kudus menjamah hati orang, dan mencerahkan serta menerangi mereka. Jadi ada pertempuran di balik semua hal yang terjadi: Setiap kali orang melakukan kebenaran, atau menerapkan kasih mereka kepada Tuhan, terjadilah pertempuran besar. Walaupun daging mereka tampak baik-baik saja, sebenarnya di lubuk hati mereka, pertempuran hidup dan mati akan terus terjadi—dan hanya setelah pertempuran dahsyat ini, setelah perenungan dalam waktu yang sangat banyak, barulah kemenangan atau kekalahan dapat diputuskan. Orang tidak tahu entah harus tertawa atau menangis. Karena banyak motivasi yang salah dalam diri orang, atau karena banyak pekerjaan Tuhan yang berseberangan dengan gagasan mereka, tatkala orang melakukan kebenaran, pertempuran dahsyat pun berkobar di balik layar. Setelah melakukan kebenaran ini, di balik layar, orang akan meneteskan begitu banyak air mata kesedihan sebelum pada akhirnya memutuskan untuk memuaskan hati Tuhan. Karena pertempuran inilah orang menanggung penderitaan dan pemurnian. Inilah penderitaan yang sejati. Ketika pertempuran terjadi dalam dirimu, jika engkau sungguh-sungguh berdiri di pihak Tuhan, engkau akan dapat memuaskan hati Tuhan. Menderita selama melakukan kebenaran tidak terelakkan. Apabila, ketika mereka melakukan kebenaran, semua hal dalam diri mereka benar, mereka tidak perlu disempurnakan oleh Tuhan. Tidak akan ada pertempuran, dan mereka tidak akan menderita. Karena ada banyak hal dalam diri orang yang membuatnya tidak sesuai untuk dipakai Tuhan, dan daging memiliki banyak watak pemberontak, orang harus belajar dengan lebih bersungguh-sungguh bagaimana memberontak terhadap kedagingan. Inilah yang Tuhan sebut penderitaan yang Ia minta untuk dijalani manusia bersama-Nya.

Dikutip dari "Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, yang orang cari adalah mendapatkan berkat untuk di masa depan: Inilah tujuan dalam iman mereka. kepercayaan orang-orang kepada Tuhan. Semua orang memiliki niat dan harapan ini. Walaupun demikian, kerusakan di dalam natur manusia harus diselesaikan melalui ujian. Dalam aspek mana saja engkau tidak lulus, dalam aspek itulah engkau harus dimurnikan—ini adalah pengaturan Tuhan. Tuhan menciptakan sebuah lingkungan untukmu, yang memaksamu dimurnikan di sana untuk mengetahui kerusakanmu sendiri. Pada akhirnya, engkau mencapai titik di mana engkau lebih suka mati dan meninggalkan rencana dan keinginanmu, dan tunduk pada kedaulatan dan pengaturan Tuhan. Jadi, jika ada orang yang tidak mengalami beberapa tahun pemurnian dan jika mereka tidak mengalami tingkat penderitaan tertentu, mereka tidak akan dapat menyingkirkan ikatan kerusakan daging dalam pikiran dan hati mereka. Dalam aspek mana saja engkau masih tunduk pada perbudakan Iblis, dalam aspek mana saja engkau masih memiliki keinginanmu sendiri, tuntutanmu sendiri—dalam aspek inilah engkau harus menderita. Hanya dalam penderitaan pelajaran dapat dipelajari, yang berarti bisa mendapatkan kebenaran dan memahami kehendak Tuhan. Sebenarnya, banyak kebenaran dipahami selama pengalaman ujian yang menyakitkan. Tidak ada orang yang dapat memahami kehendak Tuhan, mengakui kemahakuasaan dan hikmat Tuhan atau menghargai watak Tuhan yang benar ketika berada di lingkungan yang nyaman dan mudah, atau ketika keadaan baik. Itu tidak mungkin!

Dikutip dari "Bagaimana Memuaskan Tuhan di Tengah Ujian" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Tuhan bekerja dalam diri setiap orang, dan tidak peduli bagaimana cara-Nya, orang, perkara dan hal apa yang Ia gunakan untuk melakukan pelayanan, atau seperti apa nada firman-Nya, Dia hanya memiliki satu tujuan: menyelamatkanmu. Menyelamatkanmu berarti mengubahmu, jadi bagaimana itu bisa terjadi tanpa engkau sedikit menderita? Engkau harus menderita. Penderitaan ini dapat melibatkan banyak hal. Tuhan membangkitkan orang-orang, perkara-perkara, dan hal-hal di sekitarmu untuk menelanjangimu, agar engkau dapat mengenal dirimu sendiri, atau Dia langsung menanganimu, memangkasmu, dan menelanjangimu secara langsung. Sama seperti seseorang di meja operasi─engkau harus menjalani rasa sakit untuk mendapatkan hasil yang baik. Jika setiap kali Tuhan memangkas dan menanganimu dan setiap kali Dia membangkitkan orang-orang, perkara-perkara, dan hal-hal, itu mengaduk-aduk perasaanmu dan memberimu dorongan, pengalaman seperti ini sudah benar, dan engkau akan mengalami tingkat pertumbuhan dan akan memasuki kenyataan kebenaran. Jika setiap kali engkau dipangkas dan ditangani, dan setiap kali Tuhan memunculkan lingkungan bagimu, engkau tidak merasakan kesakitan ataupun ketidaknyamanan sama sekali, dan tidak merasakan apa pun sama sekali, dan jika engkau tidak datang ke hadapan Tuhan untuk mencari kehendak-Nya, tidak berdoa, juga tidak mencari kebenaran, berarti engkau benar-benar mati rasa! Jika seseorang terlalu mati rasa, dan tidak pernah sadar secara rohani, Tuhan pun tidak memiliki cara untuk bekerja dalam diri mereka. Dia akan berkata, “Orang ini sudah terlalu mati rasa, dan telah dirusak terlalu dalam. Aku telah melakukan begitu banyak hal dalam diri mereka, dan melakukan begitu banyak upaya, tetapi Aku tetap tidak dapat menggerakkan hati mereka maupun membangunkan roh mereka. Ini sangat menyusahkan dan sulit untuk dikerjakan.” Jika Tuhan mengatur lingkungan, orang-orang, berbagai hal, dan objek tertentu bagimu, jika Ia memangkas dan menanganimu dan jika engkau memetik pelajaran dari hal ini, jika engkau telah belajar untuk datang ke hadapan Tuhan untuk mencari kebenaran, dan tanpa sadar, dicerahkan dan diterangi dan memperoleh kebenaran, jika engkau telah mengalami perubahan di lingkungan ini, menuai upah, dan membuat kemajuan, jika engkau mulai memiliki sedikit pemahaman tentang kehendak Tuhan dan engkau berhenti mengeluh, maka semua ini akan berarti bahwa engkau telah berdiri teguh di tengah ujian di lingkungan ini, dan telah bertahan dalam ujian. Dengan demikian, engkau telah berhasil melewati ujian yang berat ini.

Dikutip dari "Untuk Memperoleh Kebenaran, Engkau Harus Belajar dari Orang-Orang, Perkara-Perkara dan Hal-Hal di Sekitarmu" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Sebelumnya:Iman kepada Tuhan Seharusnya Bukan Hanya untuk Mencari Kedamaian dan Berkat

Selanjutnya:Orang-Orang yang Percaya Kepada Tuhan Harus Mempersiapkan Diri untuk Tempat Tujuan Mereka Dengan Perbuatan Baik yang Cukup