Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya (Seri Wajib bagi Orang Percaya Baru)

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 7 Aspek-Aspek Lain dari Kebenaran yang Harus Engkau Pahami dalam Imanmu kepada Tuhan

7. Orang-Orang yang Percaya Kepada Tuhan Harus Mempersiapkan Diri untuk Tempat Tujuan Mereka Dengan Perbuatan Baik yang Cukup

Firman Tuhan yang Relevan:

Belas kasih-Ku dinyatakan kepada mereka yang mengasihi-Ku dan yang menyangkal diri mereka sendiri. Penghukuman yang dijatuhkan atas orang-orang fasik adalah bukti nyata watak kebenaran-Ku, dan bahkan merupakan kesaksian tentang murka-Ku. Ketika malapetaka datang, kelaparan dan penyakit sampar akan menimpa semua orang yang melawan Aku dan mereka akan menangis. Mereka yang telah melakukan segala macam kejahatan, sekalipun telah mengikuti Aku selama bertahun-tahun, tidak akan lolos dari membayar dosa-dosa mereka; mereka juga akan jatuh ke dalam malapetaka, yang jarang terjadi di sepanjang jutaan tahun, akan selalu hidup dalam kepanikan dan ketakutan. Para pengikut-Ku yang telah menunjukkan kesetiaan hanya kepada-Ku akan bersukacita dan mengelu-elukan kedahsyatan-Ku. Mereka akan mengalami kesukaan yang tak terkatakan dan hidup dalam sukacita yang belum pernah Kucurahkan kepada manusia sebelumnya. Sebab Aku menghargai perbuatan baik manusia, dan jijik terhadap kejahatan mereka. Sejak awal memimpin umat manusia, Aku sungguh rindu menemukan sekelompok orang yang selaras pikirannya dengan Aku. Aku tidak pernah melupakan orang-orang yang pikirannya tidak selaras dengan-Ku; di dalam hati-Ku Aku membenci mereka, menantikan kesempatan menimpakan pembalasan-Ku terhadap mereka, yang akan sangat Kunikmati. Hari-Ku akhirnya tiba sekarang ini, Aku tak perlu menunggu lagi!

Pekerjaan akhir-Ku bukan sekadar demi menghukum manusia tetapi juga demi mengatur tempat tujuan mereka. Bahkan lebih dari itu, demi menerima pengakuan dari semua orang atas segala sesuatu yang telah Kuperbuat. Aku ingin setiap orang melihat bahwa semua yang Kulakukan adalah benar, bahwa semua yang Kulakukan adalah ungkapan dari watak-Ku; itu bukan perbuatan manusia, apalagi alam semesta, yang melahirkan manusia. Sebaliknya, Akulah yang memelihara seluruh makhluk hidup di antara semua ciptaan. Tanpa keberadaan-Ku, umat manusia hanya akan binasa dan mengalami pedihnya malapetaka. Tidak seorang manusia pun akan menyaksikan kembali indahnya mentari atau bulan, atau hijaunya dunia ini. Umat manusia hanya akan dapat menatap malam yang membekukan dan lembah kematian yang tak kenal ampun. Akulah satu-satunya keselamatan bagi umat manusia. Akulah harapan manusia satu-satunya, bahkan Akulah Dia tempat bergantung keberadaan seluruh umat manusia. Tanpa Aku, hidup umat manusia akan terhenti seketika. Tanpa Aku, umat manusia akan dilanda bencana dan diinjak-injak oleh segala macam roh jahat, namun tak seorang pun mendengarkan Aku. Aku telah melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun, harapan-Ku satu-satunya adalah agar manusia dapat membalas-Ku dengan beberapa perbuatan baik. Kendati yang dapat membalas Aku sangatlah sedikit, Aku tetap akan menyudahi perjalanan-Ku di dunia manusia dan memulai langkah pekerjaan-Ku selanjutnya, sebab susah payah-Ku ke sana kemari di antara manusia selama bertahun-tahun ini telah membuahkan hasil, dan Aku sangat senang. Bukan jumlah manusia yang Aku pedulikan, melainkan perbuatan baik mereka. Bagaimana pun, Aku harap engkau semua mempersiapkan perbuatan baik yang cukup agar tiba di tempat tujuanmu sendiri. Dengan demikian barulah Aku puas; bila tidak, tidak seorang pun di antaramu akan luput dari bencana yang akan menimpamu. Bencana itu berasal dari-Ku dan diatur oleh-Ku, tentu saja. Jika engkau semua tidak tampak baik di mata-Ku, jangan harap lolos dari bencana itu. Di tengah-tengah kesukaran, tindakan dan perbuatanmu tidak dianggap sepenuhnya tepat, sebab iman dan kasihmu hampa, dan engkau semua hanya memperlihatkan dirimu sendiri entahkah engkau takut atau keras. Mengenai hal ini, Aku hanya akan menilai apakah baik atau jahat. Penilaian-Ku selanjutnya adalah tentang cara masing-masing dari antaramu bertindak dan mengungkapkan dirimu sendiri, dan berdasarkan itu Aku akan menentukan akhir dirimu. Tetapi, Aku harus tegaskan satu hal: Aku tidak lagi akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang tidak menunjukkan kesetiaan sedikit pun kepada-Ku di masa kesukaran, sebab belas kasihan-Ku ada batasnya. Terlebih lagi, Aku tidak menyukai siapa pun yang pernah mengkhianati-Ku, apalagi bergaul dengan orang yang memperdaya sesamanya. Ini adalah watak-Ku, terhadap siapa pun orangnya. Aku harus memberitahumu hal ini: Barangsiapa menyakiti hati-Ku tidak akan menerima ampunan dari-Ku untuk kedua kalinya, tetapi siapa pun yang setia kepada-Ku, akan diam dalam hati-Ku untuk selamanya.

Dikutip dari "Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Aku hanya berharap bahwa pada tahap terakhir dari pekerjaan-Ku, kalian dapat berkinerja dengan cemerlang, berpengabdian penuh, dan tidak lagi setengah-hati. Tentu saja Aku juga berharap kalian tiba di tempat yang baik di akhir hidup. Namun bagaimanapun juga, Aku masih mempunyai syarat-Ku sendiri, yaitu agar kalian membuat keputusan terbaik dalam menawarkan pengabdian yang mutlak dan utuh kepada-Ku. Jika seseorang tidak memiliki pengabdian yang mutlak, ia pasti akan menjadi milik Iblis, dan Aku tidak akan berkenan memakai dia lagi. Aku akan mengirimnya pulang untuk diurus oleh orang tuanya.

Dikutip dari "Tentang Tempat Tujuan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kalian hanya perlu melakukan kewajiban kalian sendiri dengan sebaik mungkin, dengan hati yang terbuka dan jujur, dan bersedia melakukan apa pun yang perlu dilakukan. Seperti yang telah kalian katakan, ketika saatnya tiba, Tuhan tidak akan memperlakukan siapa pun yang telah menderita atau membayar harga untuk-Nya dengan semena-mena. Keyakinan seperti ini patut dipertahankan, dan janganlah pernah dilupakan. Hanya dengan demikianlah hati-Ku akan berkenan atas kalian. Jika tidak, Aku tidak akan pernah berkenan atas kalian, dan kalian akan selamanya menjadi sasaran kebencian-Ku. Jika kalian semua bisa mengikuti hati nurani dan memberikan segalanya untuk-Ku, mencurahkan segala upaya untuk pekerjaan-Ku, dan mengabdikan seluruh hidup untuk pekerjaan Injil-Ku, maka bukankah hati-Ku akan melonjak gembira untuk kalian? Bukankah Aku akan berkenan atas kalian?

Dikutip dari "Tentang Tempat Tujuan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika mencari jalan kebenaran menyenangkan hatimu, maka engkau adalah orang yang selalu diam di dalam terang. Jika engkau sangat senang menjadi pelaku pelayanan di rumah Tuhan, bekerja dengan rajin dan bersungguh-sungguh tanpa ingin dikenal, selalu memberi, dan tidak pernah mengambil, maka Aku katakan engkau adalah orang suci yang setia, karena engkau tidak mencari upah dan hanya menjadi orang yang jujur. Jika engkau mau berterus terang, jika engkau mau mengorbankan seluruh milikmu, jika engkau mampu mengorbankan hidupmu bagi Tuhan dan menjadi saksi, jika engkau jujur sampai ke taraf engkau hanya tahu untuk memuaskan Tuhan dan tidak memikirkan dirimu sendiri atau mengambil untuk dirimu sendiri, maka Aku katakan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang terpelihara dalam terang dan yang akan hidup untuk selamanya di dalam kerajaan.

Dikutip dari "Tiga Peringatan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Perbuatan-perbuatan baik adalah kesaksian bahwa kita telah mencapai keselamatan, dan merupakan perwujudan masuknya kita ke dalam kebenaran dan realitas Firman Tuhan. Jika kita menyiapkan banyak perbuatan baik, ini berarti bahwa kita telah menjadi manusia baru di hadapan Tuhan dan kita memiliki kesaksian yang benar dalam hal menjadi manusia sejati. Perbuatan baik kita paling bisa menunjukkan bahwa kita telah sungguh-sungguh bertobat; jika kita melakukan banyak perbuatan baik, ini berarti bahwa kita memiliki rupa manusia sejati. Jika engkau telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tetapi hanya melakukan sedikit perbuatan baik, apakah engkau memiliki rupa manusia? Apakah engkau memiliki hati nurani dan nalar? Apakah engkau seseorang yang membalas kasih Tuhan? Di manakah iman sejatimu? Di manakah hatimu yang penuh kasih dan ketaatanmu kepada Tuhan? Apa realitas yang telah engkau masuki? Engkau tidak memiliki satu pun dari hal-hal ini. Oleh karena itu, orang yang tidak melakukan perbuatan baik adalah seseorang yang tidak memperoleh keuntungan apa pun dari keyakinannya kepada Tuhan. Mereka adalah orang yang semata-mata belum menerima keselamatan dari Tuhan, seseorang yang begitu rusak sehingga belum berubah sedikit pun. Perbuatan baik benar-benar menerangkan hal ini.

Dikutip dari "Makna Penting di Balik Mempersiapkan Perbuatan Baik" dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan II"

Apa perbuatan baik yang memadai itu? Kita dapat mengatakan bahwa tugas apa pun yang dapat atau harus dipenuhi manusia dalam pengalamannya tentang pekerjaan Tuhan, dan apa pun yang dituntut Tuhan dari manusia — jika manusia dapat melakukan hal-hal ini dan dia mampu memuaskan Tuhan, maka semua ini adalah perbuatan baik. Jika engkau dapat memenuhi tuntutan Tuhan, maka itu adalah perbuatan baik. Jika engkau melakukan pengabdian kepada Tuhan sambil memenuhi tugasmu, maka itu adalah perbuatan baik. Jika hal-hal yang engkau lakukan bermanfaat bagi umat pilihan Tuhan dan setiap orang menganggap bahwa apa yang engkau lakukan itu baik, maka itu adalah perbuatan baik. Semua hal yang dipercayai oleh nurani dan akal manusia sebagai hal yang sesuai dengan niat Tuhan adalah perbuatan baik. Hal-hal yang dapat memuaskan Tuhan dan bermanfaat bagi umat pilihan Tuhan juga merupakan perbuatan baik. Jika seseorang bisa giat mempersiapkan semua perbuatan baik yang baru saja kita bicarakan ini, pada akhirnya dia akan dapat melakukannya, dan itu berarti dia telah melakukan cukup banyak perbuatan baik……Setiap orang sekarang berusaha untuk melaksanakan tugas mereka dan mengejar keselamatan, tetapi memiliki tekad dan keinginan saja tidak cukup. Orang harus menampilkan perilaku praktis dan mengambil tindakan praktis. Apa tugas yang telah engkau lakukan untuk memasuki kehidupan umat pilihan Tuhan? Apa yang telah engkau lakukan dan berapa harga yang telah engkau bayar untuk memenuhi tuntutan Tuhan? Apa yang telah engkau lakukan untuk memuaskan Tuhan dan membalas kasih-Nya? Inilah semua hal yang harus engkau renungkan. Jika engkau telah melakukan banyak hal dan membayar mahal demi memenuhi tuntutan Tuhan dan demi memasuki kehidupan dan pertumbuhan umat pilihan Tuhan, maka dapat dikatakan bahwa engkau telah menyiapkan perbuatan baik yang cukup.

Dikutip dari "Makna Penting di Balik Mempersiapkan Perbuatan Baik" dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan II"

Paling tidak, melaksanakan suatu tugas saja hampir tidak memadai untuk mewujudkan cukup banyak perbuatan baik. Dengan kata lain, hanya melaksanakan sebagian tugasmu sama sekali tidak dianggap sebagai perbuatan baik yang memadai. Perbuatan baik yang memadai sama sekali tidak sesederhana yang dibayangkan orang. Mempersiapkan cukup banyak perbuatan baik menuntut pengorbanan dirimu sepenuhnya demi Tuhan. Selain itu, hal itu menuntut pembayaran setiap harga, dan setia pada amanat Tuhan dari awal hingga akhir dengan iktikad baik; inilah satu-satunya cara untuk memenuhi standar Tuhan.

Dalam melaksanakan tugas mereka, ada orang-orang yang memang telah membayar harga, melakukan hal-hal yang telah dipuji oleh Tuhan, melaksanakan tugas mereka dengan cara yang sangat baik, luar biasa, mengagumkan, dan patut ditiru, sehingga mereka dapat dianggap telah melakukan perbuatan baik. Sebagian saudara dan saudari telah masuk penjara untuk melaksanakan tugas mereka, mereka telah menderita banyak siksaan tanpa tunduk kepada Iblis, dan telah menjadi saksi. Lalu ada orang yang berani mengambil risiko tanpa memperhatikan keselamatan atau keuntungan pribadi, yang setia melaksanakan tugas berbahaya dengan semangat berani melakukan apa yang benar. Dan ada saudara dan saudari yang mampu mengabdikan diri untuk pekerjaan Injil, dan mereka sanggup menanggung penghinaan dalam memberitakan Injil untuk menyelamatkan manusia. Ada juga mereka yang tekun dalam pekerjaan Injil, menanggung kesulitan tanpa mengeluh, mengesampingkan masalah pribadi dan keluarga sementara pikiran mereka dipenuhi dengan bagaimana mereka dapat menyebarkan Injil untuk membawa lebih banyak orang ke hadapan Tuhan dan memenuhi kehendak Tuhan. Semua orang yang telah setia mengorbankan diri sepenuhnya untuk memuaskan Tuhan adalah orang-orang yang telah melakukan perbuatan baik. Namun, mereka masih memiliki jarak tertentu dari "perbuatan baik yang memadai" yang dituntut Tuhan. Kebanyakan orang baru saja menyiapkan beberapa perbuatan baik dan belum sepenuhnya memenuhi tuntutan Tuhan. Itu menuntut kita untuk menggali lebih dalam potensi kita untuk melaksanakan tugas kita dan bersungguh-sungguh masuk secara mendalam ke dalam kebenaran untuk melakukan perbuatan baik yang memadai. Ini menuntut kita berusaha untuk mencapai hasil terbaik untuk memuaskan hati Tuhan, apa pun tugas yang kita laksanakan. Khususnya dalam menyebarkan Injil, tidak peduli seberapa besar penghinaan yang kita derita atau seberapa berat penderitaan yang kita tanggung, selama kita dapat membawa lebih banyak orang untuk mendapatkan keselamatan, kita harus menganggapnya sebagai tugas tanpa mempedulikan biaya pribadi. Hanya seperti inilah melakukan perbuatan terbaik. Jika orang mampu melakukan lebih banyak perbuatan baik seperti ini, itu dapat dianggap sebagai perbuatan baik yang memadai. Inilah yang membawa kebahagiaan dan sukacita yang paling besar bagi Tuhan, dan orang-orang seperti ini pasti akan menerima pujian Tuhan. Selain dari ini, dalam melaksanakan kewajiban kita, kita juga harus berhati-hati dan teliti, selalu mencari cara untuk meningkatkan diri kita sendiri, dan tidak membiarkan adanya sedikit pun pekerjaan asal-asalan. Untuk mengorbankan diri kita demi Tuhan, kita harus melakukan pengabdian yang setia sebelum kita dapat sepenuhnya memenuhi kehendak Tuhan.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Sebelumnya:Arti Penderitaan dan Penderitaan Seperti Apa yang harus Ditanggung oleh Orang Percaya

Selanjutnya:Akhirnya dari Berbagai Jenis Manusia dan Janji Tuhan Kepada Manusia