Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

43. Berdasarkan apa Tuhan menentukan kesudahan akhir seseorang?

Firman Tuhan yang Relevan:

Inilah saatnya Aku menentukan akhir bagi setiap orang, bukan tahap ketika Aku mulai membentuk manusia. Aku menuliskannya dalam buku catatan-Ku, satu demi satu, setiap perkataan dan tindakan setiap orang, juga jalan yang mereka tempuh ketika mengikut Aku, karakter inheren mereka, dan kinerja akhir mereka. Dengan begini, tak seorang manusia pun akan luput dari tangan-Ku dan semua akan terkelompokkan sesuai jenisnya sendiri seperti yang telah Kutetapkan. Aku menetapkan tempat tujuan setiap orang bukan berdasarkan umur, senioritas, banyaknya penderitaan, dan yang paling penting, sejauh mana mereka mengundang belas kasihan; melainkan berdasarkan apakah mereka memiliki kebenaran atau tidak. Tidak ada pilihan lain kecuali ini. Engkau semua harus menyadari bahwa semua orang yang tidak mengikuti kehendak Tuhan akan dihukum. Ini fakta yang tidak akan berubah. Karenanya, semua orang yang dihukum, akan menerima hukumannya demi kebenaran Tuhan dan sebagai ganjaran atas banyaknya tindakan jahat mereka.

Dikutip dari "Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup

untuk Tiba di Tempat Tujuanmu"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelum umat manusia masuk ke tempat perhentian, apakah setiap jenis orang akan dihukum ataukah dihargai, akan ditentukan dari apakah mereka mencari kebenaran atau tidak, apakah mereka mengenal Tuhan atau tidak, dan apakah mereka bisa menaati Tuhan yang kasatmata. Mereka yang telah melayani Tuhan yang kasatmata tetapi tidak mengenal atau menaati-Nya, tidak memiliki kebenaran. Orang-orang ini adalah para pelaku kejahatan, dan para pelaku kejahatan pasti akan dihukum. Selain itu, mereka akan dihukum berdasarkan tingkah laku mereka yang jahat. Tuhan adalah untuk dipercayai manusia dan Ia juga layak untuk ditaati manusia. Mereka yang hanya percaya kepada Tuhan yang samar dan tidak kasatmata adalah mereka yang tidak percaya kepada Tuhan; lebih jauh lagi, mereka tidak dapat menaati Tuhan. Jika orang-orang ini tetap tidak dapat percaya kepada Tuhan yang kasatmata saat pekerjaan penaklukan-Nya telah selesai, dan juga tetap tidak taat dan menolak Tuhan yang kasatmata dalam rupa daging, maka orang-orang yang percaya kepada Tuhan yang samar ini, pasti akan dihancurkan. Demikian pula yang akan terjadi kepada mereka di antaramu—setiap orang yang secara lisan mengenali Tuhan yang berinkarnasi namun tidak dapat melakukan kebenaran berupa ketaatan kepada Tuhan yang berinkarnasi, pada akhirnya akan dihapuskan dan dihancurkan, dan barang siapa yang secara lisan mengenali Tuhan yang kasatmata dan juga makan dan minum dari kebenaran yang dinyatakan oleh Tuhan yang kasatmata namun mencari Tuhan yang samar dan tidak kasatmata, mereka terlebih lagi akan dihancurkan di masa depan. Tidak seorang pun dari antara orang-orang ini yang akan tetap bertahan sampai waktu perhentian tiba setelah pekerjaan Tuhan selesai. Tidak mungkin terdapat seorang pun seperti mereka yang akan bertahan hingga tiba waktu perhentian. Orang-orang berkarakter Iblis adalah mereka yang tidak melakukan kebenaran. Esensi mereka adalah menolak dan tidak taat kepada Tuhan, dan mereka tidak punya niat sedikit pun untuk menaati Tuhan. Orang-orang semacam ini semuanya akan dihancurkan.

Dikutip dari "Tuhan dan Manusia akan Masuk

ke Tempat Perhentian Bersama-sama"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Aku telah mencari banyak orang di bumi ini untuk menjadi pengikut-Ku. Di antara para pengikut ini, ada yang melayani sebagai pendeta, ada yang menjadi pemimpin, ada yang membentuk anak muda, ada yang membangun umat, ada yang melakukan pelayanan. Aku membagi-bagi mereka ke dalam beragam kategori tersebut berdasarkan kesetiaan yang mereka tunjukkan kepada-Ku. Setelah semua manusia digolongkan berdasarkan jenis mereka, yaitu, setelah sifat setiap jenis manusia disingkapkan, saat itulah Aku akan menghitung setiap orang menurut jenis mereka masing-masing. Lalu Aku akan menempatkan setiap jenis itu pada tempat yang sesuai, sehingga Aku dapat mewujudkan tujuan keselamatan-Ku bagi umat manusia.

Dikutip dari "Banyak yang Dipanggil, tetapi Sedikit yang Dipilih"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan menggunakan ujian untuk menetapkan kesudahan manusia. Ada dua standar menggunakan ujian untuk menetapkan kesudahan manusia: Pertama adalah jumlah ujian yang orang lalui, dan kedua hasil yang didapat orang dalam ujian. Kedua indikator inilah yang menetapkan kesudahan manusia. Sekarang kita akan menjabarkan kedua standar ini.

............

... Jika engkau tidak matang, Tuhan akan memberimu standar yang sangat rendah; ketika tingkat pertumbuhanmu sedikit lebih besar, Tuhan akan memberimu standar yang sedikit lebih tinggi. Namun akan seperti apakah Tuhan setelah engkau memahami seluruh kebenaran? Tuhan akan membuatmu menghadapi ujian yang bahkan lebih besar lagi. Di tengah ujian ini, yang Tuhan ingin peroleh, yang Tuhan ingin lihat, adalah pengetahuanmu yang lebih mendalam dan rasa takutmu yang sejati akan Tuhan. Selama masa ini, tuntutan Tuhan terhadapmu akan lebih tinggi dan "lebih keras" daripada ketika tingkat pertumbuhanmu lebih tidak matang (catatan: Orang memandangnya sebagai keras, namun Tuhan sebenarnya memandangnya wajar). Ketika Tuhan memberikan ujian kepada orang, kenyataan seperti apakah yang Tuhan ingin ciptakan? Tuhan terus-menerus meminta agar orang memberikan hati mereka kepada-Nya. ... Ketika Tuhan memberimu sebuah ujian, Tuhan melihat apakah hatimu bersama Tuhan, bersama daging, ataukah bersama Iblis. Ketika Tuhan memberimu sebuah ujian, Tuhan melihat apakah engkau berdiri menentang Tuhan atau apakah engkau berdiri dalam posisi yang sesuai dengan-Nya, dan Dia melihat apakah hatimu berada pada sisi yang sama seperti Dia. Ketika engkau tidak matang dan engkau menghadapi ujian, kepercayaan dirimu sangat rendah, dan engkau tidak dapat mengetahui dengan jelas apa yang perlu engkau lakukan guna memuaskan maksud Tuhan karena engkau memiliki pemahaman yang terbatas akan kebenaran. Terlepas dari semua ini, engkau tetap bisa berdoa secara tulus dan ikhlas kepada Tuhan, bersedia memberikan hatimu kepada Tuhan, menjadikan Tuhan yang berdaulat atasmu, dan bersedia menyerahkan kepada Tuhan semua hal yang engkau yakini paling berharga. Seperti inilah yang dimaksud sudah memberikan hatimu kepada Tuhan. Ketika engkau mendengar semakin banyak khotbah, dan engkau memahami semakin banyak kebenaran, tingkat pertumbuhanmu juga akan menjadi matang secara bertahap. Standar yang Tuhan tuntut daripadamu pada waktu ini tidak sama dengan ketika engkau belum matang; Dia menuntut standar lebih tinggi dari itu. Ketika hati manusia diberikan kepada Tuhan secara bertahap, hati manusia semakin dekat dan dekat lagi kepada Tuhan; ketika manusia bisa benar-benar berada dekat Tuhan, mereka semakin memiliki hati yang takut akan Dia. Tuhan menginginkan hati semacam ini.

Dikutip dari "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan

dan Hasil Pekerjaan-Nya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ada pernyataan yang harus diingat oleh engkau semua. Aku yakin pernyataan ini sangat penting, karena bagi-Ku hal itu terlintas dalam pikiran berkali-kali setiap hari. Mengapa demikian? Karena setiap kali Aku berhadapan dengan seseorang, setiap kali Aku mendengar kisah seseorang, setiap kali Aku mendengar pengalaman seseorang atau kesaksian mereka tentang percaya kepada Tuhan, Aku selalu menggunakan pernyataan ini untuk menimbang apakah individu ini tipe orang yang Tuhan inginkan, tipe orang yang Tuhan suka, atau bukan. Lalu, apakah pernyataan ini? ... Itu adalah "berjalan dalam jalan Tuhan adalah takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan." Bukankah ini sebuah frasa sangat sederhana? Namun meski pernyataan tersebut sederhana, seseorang yang benar-benar memiliki pemahaman mendalam tentang pernyataan itu akan merasa bahwa itu sangat berat; bahwa itu mengandung banyak nilai untuk diterapkan; bahwa itu adalah bahasa dari kehidupan dengan kenyataan kebenaran; bahwa itu adalah tujuan seumur hidup untuk diperjuangkan ke depan bagi mereka yang berusaha untuk memuaskan Tuhan; dan bahwa itu adalah cara seumur hidup untuk diikuti oleh siapa pun yang peka terhadap maksud Tuhan. ... Mengapa Aku membahas pernyataan ini? Apa pun perspektifmu, atau apa yang akan engkau semua pikirkan, Aku harus mendiskusikan pernyataan ini karena ini sangat relevan dengan bagaimana Tuhan menetapkan kesudahan manusia. Apa pun pemahamanmu saat ini tentang pernyataan ini, atau bagaimana engkau semua menyikapinya, Aku tetap akan mengatakannya kepada engkau semua: Jika seseorang dapat menerapkan pernyataan ini dengan baik serta mencapai standar takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, maka mereka pastilah seorang penyintas, maka mereka pasti menjadi seseorang dengan kesudahan yang baik. Jika engkau tidak dapat mencapai standar yang ditetapkan melalui pernyataan ini, maka bisa dikatakan bahwa kesudahanmu tidak jelas. Jadi, Aku berbicara kepadamu tentang pernyataan ini untuk persiapan mentalmu sendiri, dan agar engkau semua mengetahui standar seperti apa yang Tuhan gunakan untuk mengukurmu.

Dikutip dari "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan

dan Hasil Pekerjaan-Nya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Esensi setiap orang menentukan apakah mereka akan dihancurkan atau tidak. Ini ditentukan menurut esensi yang diungkapkan melalui tingkah laku mereka dan pengejaran mereka akan kebenaran. Di antara orang yang sama-sama melakukan pekerjaan dan juga melakukan pekerjaan yang sama banyaknya, mereka yang esensi manusiawinya baik serta memiliki kebenaran, merekalah yang dapat bertahan. Sebaliknya, mereka yang esensi manusiawinya jahat dan tidak taat kepada Tuhan yang kasatmata, merekalah yang akan dihancurkan. Setiap pekerjaan dan firman Tuhan yang diarahkan pada tempat tujuan umat manusia menangani umat manusia dengan cara yang tepat menurut esensi setiap orang. Tidak akan ada yang kebetulan, dan yang pasti tidak akan ada sedikit pun kesalahan. Hanya ketika orang melakukan pekerjaan, emosi atau makna manusiawinya akan bercampur. Pekerjaan yang Tuhan lakukan adalah yang paling sesuai. Ia tentu saja tidak akan memberikan klaim yang palsu terhadap makhluk apa pun.

Dikutip dari "Tuhan dan Manusia akan Masuk

ke Tempat Perhentian Bersama-sama"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Orang seperti apa yang diselamatkan Tuhan? Orang seperti apakah yang disingkirkan-Nya?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan umat Tuhan? Apa yang dimaksud dengan pelaku pelayanan?

media terkait