Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Meningkatkan Kualitas adalah untuk Menerima Keselamatan Tuhan

Meningkatkan kualitas manusia mengharuskan engkau semua meningkatkan kemampuanmu untuk menerima, agar engkau mampu memahami firman Tuhan dan mengetahui cara menjalankan pengamalan sesuai dengan firman tersebut. Inilah persyaratan paling mendasar. Bukankah imanmu tidak jelas jika engkau mengikuti-Ku tanpa memahami apa yang Kukatakan? Sebanyak apa pun firman yang Kusampaikan, jika engkau tidak dapat mencapainya, jika engkau tidak mampu memahaminya bagaimanapun juga Aku mengatakannya, berarti kualitasmu kurang. Itu karena engkau semua tidak memiliki kemampuan untuk menerima bahwa engkau bahkan tidak punya pemahaman sedikit pun mengenai apa yang Kukatakan. Karena itu, sangat sulit untuk mencapai hasil yang diinginkan. Banyak hal tidak bisa dikatakan secara langsung kepadamu dan efek awalnya tidak bisa dicapai. Oleh karena itu, tugas-tugas tambahan telah ditambahkan ke pekerjaan-Ku. Penting untuk meluncurkan tugas "meningkatkan kualitas manusia" ini di antara engkau semua karena kemampuanmu untuk menerima, kemampuanmu untuk melihat berbagai hal, dan standar kehidupanmu terlalu buruk. Inilah arah yang diperlukan; tidak ada pilihan lain, dan harus dilakukan dengan cara ini agar sebagian hasilnya bisa dicapai. Jika tidak, semua firman yang Kuucapkan akan sia-sia, dan tidakkah engkau semua akan dicatat dalam sejarah sebagai pendosa? Bukankah engkau semua akan menjadi orang-orang yang hina? Tidak tahukah engkau pekerjaan apa yang sedang dilakukan atas dirimu dan apa yang dituntut darimu? Engkau semua harus mengetahui kualitasmu sendiri. Kualitasmu itu sama sekali tidak bisa mencapai apa yang Kuinginkan. Bukankah ini akan menunda pekerjaan? Dengan kualitas dan karaktermu saat ini, tidak ada seorang pun dari antaramu yang layak untuk menjadi saksi bagi-Ku, dan tidak ada seorang pun yang siap bertugas memikul tanggung jawab berat dari pekerjaan masa depan-Ku. Tidakkah engkau semua merasa sangat malu akan hal ini? Bagaimana mungkin memuaskan semua keinginan-Ku jika ini terus berlanjut? Engkau harus membuat hidupmu penuh dan memuaskan. Jangan biarkan waktu berlalu sia-sia. Tidak ada nilainya melakukan hal itu. Engkau harus tahu hal-hal apa yang harus memperlengkapimu. Jangan anggap dirimu sebagai orang yang bisa segalanya, tetapi tidak ahli dalam suatu hal. Engkau bahkan tidak mendekati hal itu! Apa yang bisa dibicarakan jika engkau bahkan tidak memiliki pengetahuan tentang kemanusiaan yang paling mendasar? Tidakkah semuanya itu akan sia-sia? Tidak ada bahkan seorang pun dari antaramu yang sepenuhnya memenuhi syarat dalam hal kualitas manusia yang Kuinginkan. Sulit untuk menemukan seseorang yang layak untuk digunakan. Engkau semua percaya bahwa engkau adalah orang-orang yang bisa melakukan pekerjaan yang lebih besar bagi-Ku dan menerima kepercayaan lebih besar dari-Ku. Faktanya, engkau semua bahkan tidak tahu cara masuk ke pelajaran-pelajaran yang ada di hadapanmu, jadi bagaimana mungkin engkau bisa masuk ke kebenaran-kebenaran yang lebih dalam? Jalan masukmu haruslah teratur dan sistematis. Jangan lakukan secara tidak sistematis. Ini tidak akan baik. Masuklah dari ujung yang paling dangkal—bacalah firman ini baris demi baris hingga engkau semua mencapai pemahaman dan kejelasan. Setiap saudara dan saudari setidaknya harus bisa membaca. Jangan hanya melihatnya sekilas seakan-akan mengagumi bunga sambil berpacu di atas punggung kuda, dan jangan sekadar menjalani hidup sambil lalu. Dengan sewajarnya, engkau juga bisa membaca beberapa karya referensi (seperti buku-buku retoris atau tata bahasa). Engkau tidak perlu membaca buku-buku yang terlalu menstimulasi pikiranmu (novel romansa, pornografi, majalah, atau biografi orang-orang hebat), yang jauh lebih merusak daripada membawa manfaat. Engkau harus menguasai semua yang engkau harus masuki dan pahami. Tujuan meningkatkan kualitas tidak lain dari menolong orang mengetahui esensi, identitas, status, atau keberhargaan mereka. Apakah hal utama yang harus dimasuki gereja-gereja di bawah ini? Tidakkah orang-orang sedang meningkatkan kualitas mereka sekarang? Bertahan pada jalan masuk untuk menjadi terdidik adalah hal yang wajib; jangan lepaskan hal ini! Engkau semua harus paham mengapa kualitas manusia harus ditingkatkan, bagaimana kualitas bisa ditingkatkan, dan aspek-aspek mana saja yang bisa dimasuki. Engkau semua harus paham arti hidup dalam kemanusiaan yang normal, mengapa pekerjaan ini harus dilakukan, dan cara orang harus berkoordinasi. Dengan menjadi terdidik, engkau harus jelas mengenai aspek-aspek mana saja yang harus dipelajari, dan cara orang harus masuk. Engkau semua harus tahu apa tujuan dari menjadi terdidik. Bukankah tujuannya untuk memahami firman Tuhan dan memasuki kebenaran? Apa situasi yang menyebar di gereja-gereja sekarang ini? Jika engkau semua meminta seseorang untuk menjadi terdidik, mereka malah lupa tentang nikmatnya firman Tuhan. Mereka tidak melakukan apa pun sepanjang hari selain mencari pendidikan. Jika engkau semua meminta mereka hidup dalam kemanusiaan yang normal, mereka hanya akan merapikan rumahnya, memasak, atau membeli peralatan masak. Mereka hanya peduli tentang hal-hal ini dan tidak tahu cara untuk hidup dalam kehidupan bergereja secara normal. Engkau telah menyimpang dalam pengamalanmu jika engkau tetap bertahan pada situasi saat ini. Jadi, mengapa engkau diminta untuk masuk ke dalam kehidupan rohani? Semua yang engkau pelajari adalah hal-hal ini, yang tidak bisa membantumu mencapai apa yang dituntut darimu. Hal terpenting tetaplah jalan masuk ke dalam kehidupan. Alasan melakukan pekerjaan ini adalah memecahkan kesulitan-kesulitan yang ditemui orang dalam pengalaman-pengalaman mereka. Meningkatkan kualitas memampukanmu untuk mengenal sifat manusia dan esensinya—tujuan utama mengetahui hal-hal ini adalah agar kehidupan rohani orang bisa bertumbuh dan watak mereka bisa berubah. Engkau mungkin tahu cara berpakaian dan tampil menarik; engkau mungkin punya wawasan dan kebijaksanaan, tetapi pada akhirnya, ketika harinya tiba bagimu untuk pergi bekerja, engkau tidak mampu melakukannya. Maka dari itu, engkau harus tahu apa yang engkau juga harus lakukan sembari meningkatkan kualitasmu. Mengubahmu adalah tujuannya. Meningkatkan kualitas adalah tambahannya. Tujuan tidak akan tercapai jika kualitasmu tidak ditingkatkan. Bahkan, yang lebih buruk lagi adalah jika watakmu tidak bisa diubah. Mencapai salah satu tujuan tanpa yang lainnya itu tidak cukup. Memiliki kemanusiaan yang normal tidak berarti bahwa engkau telah menjadi kesaksian yang menggema. Apa yang dibutuhkan darimu tidak sesederhana itu.

Ketika kualitas seseorang telah meningkat sedemikian rupa hingga ia memiliki rasa dan gaya hidup kemanusiaan yang normal serta jalan masuk ke dalam kehidupan, hanya ketika itulah ia mampu berubah dan menjadi kesaksian. Ketika hari untuk menjadi kesaksian tiba, perlu juga dibicarakan tentang perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia serta pengetahuan tentang Tuhan di dalam dirinya. Hanya kombinasi kedua aspek inilah yang merupakan kesaksian yang sejati dan keuntunganmu yang sejati. Tidak akan cukup jika engkau hanya berubah dalam kemanusiaan secara tampak luar dan tidak memiliki pemahaman dari dalam diri. Tidak akan cukup juga jika engkau punya pemahaman dan kebenaran di dalam diri tetapi engkau melupakan menjalani hidup dengan kemanusiaan yang normal. Pekerjaan yang dilakukan dalam dirimu sekarang ini bukan untuk diperlihatkan kepada orang lain, tetapi untuk mengubahmu. Engkau hanya harus berusaha memperhatikan bagaimana mengubah dirimu sendiri. Engkau bisa saja menulis dan mendengarkan setiap hari, tetapi ini tidak akan berhasil jika engkau tidak ikut serta dalam area-area lain dalam kehidupanmu. Engkau harus memiliki jalan masuk dalam setiap aspek. Engkau harus punya kehidupan normal seorang yang kudus. Banyak saudari berpakaian seperti wanita-wanita kaya dan banyak saudara berpakaian seperti para pria atau penguasa kaya. Mereka kehilangan norma para orang kudus. Meningkatkan kualitas seseorang adalah sebuah aspek, dan hal ini bisa saja dicapai. Aspek lainnya yang merupakan aspek yang sangat penting adalah makan dan minum firman Tuhan. Tidakkah akan sia-sia belajar jika kualitasmu ditingkatkan tetapi tidak diterapkan karena engkau tidak makan dan minum firman Tuhan? Kedua aspek ini harus dikombinasikan. Mengapa pengetahuan akan Tuhan dikemukakan dalam diskusi tentang apa yang dituntut darimu? Bukankah ini demi hasil-hasil pekerjaan di masa depan? Setelah engkau ditaklukkan, engkau harus bisa menjadi kesaksian dari pengalaman-pengalamanmu sendiri. Percuma jika penampilan luarmu merupakan penampilan kemanusiaan normal, tetapi engkau tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalamanmu melalui mulutmu. Saat engkau memiliki kehidupan rohani yang normal, engkau juga harus mencapai kemanusiaan yang normal, dan banyak aspek kemanusiaan normal bisa saja dipelajari. Menurutmu, apakah menyapu lantai memerlukan latihan khusus? Jika engkau perlu menghabiskan waktu satu jam untuk berlatih cara memegang sumpit saat makan, itu bahkan lebih tidak bisa diterima! Apa yang tercakup dalam kemanusiaan yang normal? Wawasan, perasaan, kesadaran, dan karakter. Jika engkau bisa mencapai keadaan normal dalam setiap aspek ini, kemanusiaanmu sesuai standar. Engkau harus punya keserupaan dengan manusia normal dan bertindak layaknya orang yang percaya kepada Tuhan. Engkau tidak harus mencapai hal-hal besar atau berdiplomasi. Engkau hanya harus menjadi manusia normal, dengan perasaan seorang yang normal, mampu melihat inti hal-hal, dan setidaknya terlihat seperti seorang manusia normal. Itu sudah cukup. Semua yang dituntut darimu sekarang ini berada dalam kemampuanmu dan ini sama sekali bukan memaksa bebek hinggap di tempat elang bertengger. Tak ada kata sia-sia atau pekerjaan sia-sia akan dilakukan dalam dirimu. Semua keburukan yang diungkapkan atau disingkapkan dalam hidupmu harus dibuang. Engkau semua telah dirusak Iblis dan memiliki terlalu banyak racun Iblis. Semua yang diminta darimu adalah menyingkirkan watak Iblis yang cemar ini, bukan agar engkau menjadi seseorang berpangkat tinggi, atau seseorang yang hebat atau terkenal. Ini tidak berguna. Pekerjaan yang dilakukan dalam dirimu sesuai dengan apa yang inheren pada dirimu. Ada batas-batas dari apa yang Kutuntut dari manusia. Jika orang-orang pada zaman sekarang semuanya diminta untuk bersikap seperti kader Tiongkok, berlatih cara berbicara para pejabat pemerintahan berpangkat tinggi, atau berlatih sopan santun dan nada bicara para penulis esai serta novel, ini juga tidak akan berguna. Ini tidak akan dapat dicapai. Sesuai kualitas engkau semua, engkau setidaknya harus mampu berbicara dengan hikmat dan kebijaksanaan dan menjelaskan berbagai hal secara jelas. Hanya setelah menjadi demikianlah, engkau dianggap memenuhi persyaratan. Setidaknya, wawasan dan perasaan mereka harus ada. Saat ini, hal yang utama adalah menyingkirkan watak Iblis yang rusak. Engkau harus menyingkirkan keburukan yang engkau ungkapkan. Jika engkau belum menyingkirkannya, bagaimana engkau bisa menyentuh perasaan dan wawasan tertinggi? Banyak orang melihat bahwa zaman telah berubah, jadi mereka tidak mempraktikkan kerendahan hati atau kesabaran, dan mereka mungkin juga tidak memiliki kasih atau kebajikan orang kudus. Orang-orang ini konyol! Apakah mereka memiliki kemanusiaan yang normal, bahkan sedikit saja? Apakah mereka memiliki kesaksian yang bisa dibicarakan? Mereka tidak memiliki wawasan dan perasaan apa pun. Tentu saja, beberapa aspek tindakan manusia menyimpang dan kebutuhan yang salah harus dibetulkan. Seperti kehidupan rohani yang kaku di masa lalu atau penampilan mati rasa dan kebodohan manusia—semua hal ini harus berubah. Berubah tidak berarti membiarkan dirimu menjadi cabul atau memanjakan diri dalam kedagingan serta mengatakan apa pun yang engkau inginkan. Engkau tidak boleh berbicara sembarangan! Bertindak seperti seorang manusia normal adalah berbicara dengan patut. Ya berarti ya, tidak berarti tidak. Bersikaplah jujur terhadap fakta dan berbicaralah dengan pantas. Jangan curang, jangan berbohong. Harus diketahui batas sejauh apa yang bisa dicapai seorang manusia normal mengenai perubahan watak. Jika hal itu tidak kau ketahui, engkau tidak akan bisa masuk ke dalam kenyataan.

Sebelumnya:Penerapan (8)

Selanjutnya:Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman

media terkait