Melayani Seperti yang Dilakukan Orang Israel

Pada masa kini, banyak orang tidak memperhatikan pelajaran apa yang harus dipelajari ketika berkoordinasi dengan orang lain. Aku telah mendapati bahwa banyak dari antaramu sama sekali tidak dapat memetik pelajaran saat berkoordinasi dengan orang lain; sebagian besar darimu tetap berpegang pada pandanganmu sendiri. Ketika melakukan pekerjaan di gereja, engkau mengatakan bagianmu dan orang lain mengatakan bagian mereka, dan yang satu tidak ada kaitannya dengan yang lain; engkau sesungguhnya sama sekali tidak bekerjasama. Engkau semua sangat sibuk menyampaikan wawasanmu sendiri saja atau melepaskan "beban" yang kautanggung dalam dirimu, tanpa mencari kehidupan, bahkan dengan cara sekecil apa pun. Engkau tampaknya hanya melakukan pekerjaan secara sembarangan, selalu percaya bahwa engkau harus menempuh jalanmu sendiri, tanpa peduli apa yang dikatakan atau dilakukan siapa pun; engkau berpikir engkau harus bersekutu sebagaimana Roh Kudus memimpinmu, tanpa peduli keadaan yang dihadapi orang lain. Engkau tidak mampu menemukan kelebihan orang lain, engkau juga tidak mampu memeriksa dirimu sendiri. Penerimaanmu mengenai banyak hal benar-benar menyimpang dan keliru. Dapat dikatakan bahwa bahkan sekarangpun engkau semua masih menunjukkan banyak pembenaran diri, seolah-olah penyakit lamamu telah kambuh. Engkau semua tidak berkomunikasi satu sama lain dengan cara yang mencapai keterbukaan penuh, misalnya, tentang hasil seperti apa yang telah kaucapai dari pekerjaan di gereja-gereja tertentu, atau tentang kondisi terkini dari keadaan batinmu, dan seterusnya; engkau semua sama sekali tidak pernah berkomunikasi tentang hal-hal seperti itu. Engkau semua sama sekali tidak terlibat dalam tindakan-tindakan nyata seperti melepaskan gagasanmu sendiri atau mengabaikan dirimu sendiri. Para pemimpin dan pekerja hanya memikirkan tentang bagaimana agar saudara-saudari mereka tidak bersikap negatif dan bagaimana agar membuat mereka mampu mengikuti dengan penuh semangat. Namun, engkau semua berpikir mengikuti dengan penuh semangat saja sudah cukup, dan pada dasarnya, engkau tidak memiliki pemahaman tentang apa artinya mengenal dirimu dan meninggalkan dirimu sendiri, terlebih lagi, engkau tidak memahami apa artinya melayani dengan bekerjasama dengan orang lain. Engkau hanya memikirkan tentang kemauanmu sendiri dalam membalas kasih Tuhan, memikirkan kemauanmu sendiri dalam menghidupi cara Petrus. Terlepas dari hal-hal ini, engkau tidak memikirkan apa pun lainnya. Engkau bahkan mengatakan bahwa, tidak peduli apa pun yang orang lain lakukan, engkau tidak akan tunduk secara membabi buta, dan tidak peduli seperti apa orang itu, engkau sendiri akan mencari kesempurnaan dari Tuhan, dan itu sudah cukup. Namun faktanya adalah bahwa bagaimanapun, kemauanmu itu belum terungkap secara konkret dalam kenyataan. Bukankah semua ini tipe perilaku yang kautunjukkan saat ini? Masing-masing dari antaramu berpegang teguh pada wawasanmu sendiri, dan engkau semua ingin disempurnakan. Aku melihat bahwa engkau semua telah melayani untuk waktu yang sangat lama tanpa mengalami banyak kemajuan; khususnya, dalam pelajaran tentang bekerja sama secara harmonis ini, engkau sama sekali tidak mencapai apa-apa! Ketika pergi ke gereja-gereja, engkau berkomunikasi dengan caramu, dan orang lain berkomunikasi dengan cara mereka. Jarang terjadi koordinasi yang harmonis, dan hal ini bahkan lebih lagi dilakukan oleh para pengikut yang memiliki kedudukan lebih rendah darimu. Artinya, jarang sekali ada di antara engkau semua yang memahami apa arti melayani Tuhan, atau bagaimana seseorang harus melayani Tuhan. Engkau semua bingung dan menganggap pelajaran seperti ini sebagai hal yang sepele. Bahkan ada banyak orang yang bukan hanya gagal untuk menerapkan aspek kebenaran ini, tetapi juga secara sengaja melakukan hal yang salah. Bahkan mereka yang telah melayani selama bertahun-tahun berkelahi dan berencana licik satu sama lain, juga cemburu dan kompetitif; ini sangat mementingkan diri sendiri, dan mereka sama sekali tidak bekerja sama. Tidakkah semua ini merepresentasikan tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya? Engkau semua sebagai orang-orang yang melayani bersama-sama setiap hari, engkau seperti orang Israel, yang secara langsung melayani Tuhan itu sendiri setiap hari di bait suci. Bagaimana mungkin engkau semua orang-orang, yang melayani Tuhan, tidak tahu bagaimana bekerjasama atau bagaimana melayani?

Pada masa itu, orang Israel melayani Yahweh secara langsung di bait suci, dan mereka memiliki identitas sebagai imam. (Tentu saja, tidak setiap orang adalah seorang imam; hanya beberapa yang melayani Yahweh di bait suci memiliki identitas tersebut). Mereka akan mengenakan mahkota yang dianugerahkan kepada mereka oleh Yahweh (artinya mereka membuat mahkota-mahkota ini sesuai dengan persyaratan Yahweh; bukan bahwa Yahweh memberikan mahkota itu secara langsung kepada mereka). Mereka juga akan mengenakan jubah imam yang dianugerahkan kepada mereka oleh Yahweh dan langsung melayani Dia di bait suci, tanpa alas kaki, dari pagi hingga malam. Pelayanan mereka kepada Yahweh sama sekali tidak serampangan, dan pelayanan itu tidak melibatkan kesibukan yang membabi buta; sebaliknya, semua itu dilakukan sesuai dengan peraturan yang tidak dapat dilanggar oleh seorang pun yang melayani Dia secara langsung. Mereka semua harus menaati peraturan ini; jika tidak, mereka akan dilarang memasuki bait suci. Jika ada di antara mereka yang melanggar peraturan bait suci—yakni, jika ada yang tidak menaati perintah Yahweh—maka orang itu harus diperlakukan sesuai dengan hukum yang telah Dia keluarkan, dan tak seorang pun diperkenankan untuk berkeberatan dengan hal ini atau melindungi orang yang melanggarnya. Tidak peduli berapa tahun mereka telah melayani Tuhan, semuanya dituntut untuk menaati peraturan. Karena alasan ini, begitu banyak imam mengenakan jubah imam dan terus melayani Yahweh dengan cara ini, sepanjang tahun, meskipun Dia tidak memperlakukan mereka secara istimewa. Mereka bahkan akan menghabiskan seluruh hidup mereka di depan mezbah dan di bait suci. Ini merupakan wujud dari kesetiaan dan ketundukan mereka. Tidaklah mengherankan bahwa Yahweh melimpahkan berkat-berkat itu kepada mereka; hanya karena kesetiaan merekalah, mereka menerima berkat dan melihat semua perbuatan Yahweh. Pada masa itu, ketika Yahweh melakukan pekerjaan-Nya di Israel di antara umat pilihan-Nya, Dia mengajukan tuntutan yang cukup berat kepada mereka. Mereka semua sangat taat dan dibatasi oleh hukum Taurat; hukum Taurat ini berfungsi untuk menjamin kesanggupan mereka untuk menghormati Yahweh. Semua ini merupakan ketetapan administratif Yahweh. Jika ada di antara para imam itu yang tidak memelihara hari Sabat atau melanggar perintah Yahweh, dan jika hal tersebut diketahui oleh rakyat jelata, imam itu akan segera dibawa ke depan mezbah dan dilempari batu sampai mati. Mayat-mayat itu tidak boleh ditempatkan di dalam atau di sekitar bait suci; Yahweh tidak memperkenankan hal itu. Siapa pun yang melakukan hal itu akan dianggap sebagai orang yang memberikan "pengorbanan yang cemar," dan dilemparkan ke dalam lubang besar serta dihukum mati. Tentu saja, semua orang seperti itu akan kehilangan nyawa mereka; tidak ada yang akan selamat. Bahkan ada yang mempersembahkan "korban bakaran yang cemar"; dengan kata lain, orang-orang yang tidak mempersembahkan korban pada hari-hari yang telah ditetapkan oleh Yahweh akan dibakar oleh api-Nya bersama korban bakaran mereka, yang tidak diperkenankan untuk tetap berada di mezbah. Persyaratan untuk para imam itu adalah sebagai berikut: Mereka tidak diperkenankan untuk memasuki bait suci, atau bahkan halaman luarnya, tanpa terlebih dahulu mencuci kaki; mereka tidak dapat memasuki bait suci kecuali mengenakan jubah keimaman mereka; mereka tidak dapat memasuki bait suci kecuali mereka mengenakan mahkota imam; mereka tidak dapat memasuki bait suci jika dicemari oleh mayat; mereka tidak dapat memasuki bait suci setelah menyentuh tangan orang yang tidak benar, kecuali mereka terlebih dahulu mencuci tangan mereka sendiri; dan mereka tidak dapat memasuki bait suci setelah mencemari diri mereka sendiri dengan perempuan (selama tiga bulan, tidak untuk selamanya), demikian pula mereka tidak diperkenankan untuk melihat wajah Yahweh. Ketika waktunya telah berakhir—yang artinya tiga bulan kemudian baru mereka diperkenankan untuk mengenakan jubah imam yang bersih—mereka kemudian harus melayani di halaman luar selama tujuh hari sebelum mereka dapat memasuki bait suci untuk melihat wajah Yahweh. Mereka diperkenankan untuk mengenakan pakaian imam yang mana pun ini hanya di dalam bait suci, dan tidak pernah di luarnya, untuk menghindarkan dari mencemari bait suci Yahweh. Semua orang yang menjadi imam harus membawa para penjahat yang telah melanggar hukum Yahweh ke hadapan mezbah-Nya, tempat mereka akan dihukum mati oleh rakyat jelata; jika tidak, api akan menimpa imam yang telah menyaksikan kejahatan itu. Karena itu, mereka tidak pernah gagal untuk setia kepada Yahweh, karena hukum-Nya sangat keras terhadap mereka, dan mereka benar-benar tidak akan pernah berani untuk begitu saja melanggar ketetapan administratif-Nya. Orang Israel setia kepada Yahweh karena mereka telah melihat nyala api-Nya, dan telah melihat tangan yang digunakan-Nya untuk menghajar orang, juga karena mereka pada mulanya telah memiliki rasa hormat yang sedemikian besar kepada-Nya. Karena itu, yang mereka dapatkan bukan saja nyala api Yahweh, tetapi juga pemeliharaan-Nya, perlindungan-Nya, serta berkat-Nya. Kesetiaan mereka adalah dengan menaati firman Yahweh dalam segala tindakan mereka, dan tak seorang pun yang tidak taat. Jika ada ketidaktaatan yang terjadi, orang-orang lainnya masih akan melaksanakan firman Yahweh, menghukum mati siapa pun yang menentang Yahweh, dan tidak menyembunyikan orang itu dari-Nya sama sekali. Mereka yang melanggar hari Sabat, mereka yang bersalah atas perzinaan, dan mereka yang mencuri persembahan kepada Yahweh akan dihukum dengan sangat keras. Orang-orang yang melanggar hari Sabat dilempari dengan batu sampai mati oleh mereka (orang-orang awam), atau dicambuk sampai mati, tanpa kecuali. Mereka yang melakukan percabulan—bahkan mereka yang menginginkan perempuan yang menarik atau berpikiran cabul ketika melihat perempuan fasik, atau menjadi bernafsu melihat perempuan-perempuan muda—semuanya akan dihukum mati. Jika ada perempuan muda yang tidak mengenakan penutup atau kerudung menggoda seorang laki-laki untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum, perempuan itu akan dihukum mati. Jika laki-laki yang melanggar hukum semacam ini adalah seorang imam (orang yang melayani di bait suci), ia akan disalibkan atau digantung. Tak seorang pun yang seperti itu akan dibiarkan hidup, dan tak seorang pun akan mendapatkan kemurahan di hadapan Yahweh. Sanak saudara dari orang seperti ini tidak akan diperkenankan untuk mempersembahkan korban kepada Yahweh di depan mezbah selama tiga tahun setelah kematiannya, demikian pula mereka tidak akan diperkenankan untuk ikut serta dalam persembahan korban yang dianugerahkan Yahweh kepada orang-orang biasa. Baru setelah waktu itu berakhir mereka dapat meletakkan lembu atau domba dengan kualitas terbaik di atas mezbah Yahweh. Jika ada pelanggaran lain yang dilakukan, mereka harus berpuasa selama tiga hari di hadapan Yahweh, memohon anugerah-Nya. Mereka menyembah Yahweh bukan semata-mata karena hukum-Nya begitu keras dan ketat; mereka melakukannya oleh karena anugerah-Nya dan karena kesetiaan mereka kepada-Nya. Dengan demikian, sampai hari ini, mereka tetap setia seperti itu dalam pelayanan mereka, dan mereka tidak pernah menarik kembali permohonan mereka di hadapan Yahweh. Saat ini, orang Israel masih menerima pemeliharaan dan perlindungan-Nya, dan Dia masih menjadi anugerah di antara mereka, selalu menyertai mereka. Mereka semua tahu bagaimana mereka harus menghormati Yahweh, dan bagaimana mereka harus melayani Dia, dan mereka semua tahu bagaimana mereka harus bertindak agar menerima pemeliharaan dan perlindungan-Nya; ini karena mereka semua menghormati Dia di dalam hati mereka. Rahasia keberhasilan semua pelayanan mereka tidak lain adalah penghormatan mereka. Jadi, seperti apakah engkau semua pada saat ini? Apakah engkau memiliki kemiripan dengan orang Israel? Apakah menurut pendapatmu, saat ini melayani sama artinya dengan mengikuti kepemimpinan seorang tokoh spiritual yang hebat? Engkau semua sama sekali tidak memiliki kesetiaan dan hormat. Engkau semua menerima anugerah yang besar, dan setara dengan para imam Israel, dalam pengertian engkau semua melayani Tuhan secara langsung. Meskipun engkau semua tidak memasuki bait suci, apa yang kauterima dan apa yang kaulihat jauh lebih banyak daripada yang diterima para imam yang melayani Yahweh di bait suci. Namun, engkau semua memberontak dan menentang berkali-kali lebih banyak daripada yang mereka lakukan. Penghormatanmu sangat kecil, dan sebagai akibatnya, engkau menerima sangat sedikit anugerah. Meskipun pengabdianmu sangat kecil, engkau telah menerima jauh lebih banyak daripada yang pernah diterima orang Israel. Dalam segala hal ini, bukankah engkau semua telah diperlakukan dengan penuh kebajikan? Ketika pekerjaan di Israel sedang berlangsung, orang tidak berani menghakimi Yahweh sesuka hati. Namun bagaimana dengan engkau semua? Jika bukan karena pekerjaan yang saat ini Kulakukan untuk menaklukkanmu, bagaimana mungkin Aku menoleransi semua tindakanmu yang sangat mempermalukan nama-Ku? Jika zaman di mana engkau semua hidup adalah Zaman Hukum Taurat, maka dengan tindakan dan perkataanmu itu, tak seorang pun dari antaramu akan tetap hidup. Penghormatanmu sangat kecil! Engkau semua selalu menyalahkan Aku karena tidak melimpahkan banyak berkat kepadamu, dan engkau bahkan menyatakan bahwa Aku tidak memberimu cukup firman yang memberkati, dan bahwa Aku hanya memberikan kutuk kepadamu. Tidakkah engkau semua tahu bahwa dengan penghormatanmu terhadap-Ku yang sekecil itu tidak mungkin bagimu untuk menerima berkat-Ku? Tidakkah engkau semua tahu bahwa Aku selalu mengutuk dan menjatuhkan penghakiman kepadamu karena keadaan pelayananmu yang menyedihkan? Apakah engkau semua merasa bahwa engkau telah diperlakukan tidak adil? Bagaimana mungkin Aku bisa melimpahkan berkat-Ku kepada sekelompok orang yang memberontak dan tidak tunduk? Bagaimana Aku bisa begitu saja memberikan anugerah-Ku kepada orang-orang yang mempermalukan nama-Ku? Engkau semua telah diperlakukan dengan sangat baik. Seandainya orang Israel pada zaman itu telah memberontak sepertimu pada hari ini, Aku telah membinasakan mereka sejak lama. Namun, Aku hanya memperlakukan engkau semua dengan lunak. Bukankah ini sebuah kebajikan? Apakah engkau semua mengharap kan berkat yang lebih besar daripada ini? Yahweh hanya memberkati mereka yang menghormati Dia. Dia menghajar orang-orang yang memberontak terhadap-Nya, tidak pernah mengampuni seorang pun dari mereka. Apakah engkau semua adalah orang-orang zaman ini, yang tidak tahu cara melayani, yang tidak membutuhkan lebih banyak hajaran dan penghakiman, agar hatimu bisa sepenuhnya berbalik? Bukankah hajaran dan hukuman seperti itu merupakan jenis berkat terbaik untuk diberikan kepadamu? Bukankah itu merupakan perlindungan terbaik bagimu? Tanpa itu, akan mampukah siapa pun dari antaramu menahan api Yahweh yang menyala-nyala? Jika engkau semua dapat sungguh-sungguh melayani dengan setia seperti orang Israel, bukankah engkau juga akan memiliki anugerah sebagai pendamping tetapmu? Bukankah engkau semua juga akan kerap memiliki sukacita dan berkat yang cukup? Apakah engkau semua tahu bagaimana engkau seharusnya melayani?

Tuntutan yang diajukan kepadamu pada zaman sekarang—untuk bekerjasama secara selaras—adalah serupa dengan pelayanan yang Yahweh kehendaki dari orang Israel: jika tidak, berhenti sajalah melakukan pelayanan. Karena engkau semua adalah orang-orang yang melayani Tuhan secara langsung, paling tidak engkau harus mampu memiliki kesetiaan dan ketundukan dalam pelayananmu, dan juga harus mampu belajar dengan cara yang praktis. Khususnya bagi engkau semua yang bekerja di gereja, adakah saudara-saudari yang kedudukannya lebih rendah darimu yang berani berurusan denganmu? Adakah yang berani mengatakan secara langsung kepadamu tentang kesalahanmu? Engkau semua berdiri lebih tinggi di atas siapa pun; engkau memerintah sebagai raja! Engkau semua bahkan tidak belajar atau masuk ke dalam pelajaran praktis semacam ini, namun engkau tetap berbicara tentang melayani Tuhan! Saat ini, engkau diminta untuk memimpin sejumlah gereja, tetapi engkau bukan saja tidak menyangkal dirimu sendiri, engkau bahkan berpegang teguh pada pendapat dan gagasanmu sendiri, dan mengatakan hal-hal seperti, "Aku kira masalah ini seharusnya diselesaikan dengan cara ini, seperti yang telah Tuhan katakan bahwa kita tidak boleh dikendalikan oleh orang lain dan bahwa sekarang ini kita tidak boleh tunduk secara membabi buta." Karena itu, engkau masing-masing berpegang pada pendapatmu sendiri, dan tak seorang pun menaati yang lainnya. Meskipun engkau tahu dengan jelas bahwa pelayananmu menemui jalan buntu, engkau tetap mengatakan, "Menurut pendapatku, jalanku tidak jauh dari sasaran. Bagaimanapun juga, kita masing-masing memiliki pendapat: engkau berbicara tentang pendapatmu, dan aku akan berbicara tentang pendapatku; engkau bersekutu tentang visi-visimu, dan aku akan berbicara tentang jalan masukku." Engkau tidak pernah mengambil tanggungjawab atas banyak hal yang seharusnya ditangani, atau engkau hanya mencukupkan diri, masing-masing dari antaramu mengeluarkan pendapatmu sendiri dan dengan hati-hati melindungi status, reputasi, dan kehormatanmu sendiri. Tak seorang pun dari antaramu bersedia untuk merendahkan diri, dan tidak ada pihak yang mau mengambil inisiatif untuk mengalah dan saling mengisi kekurangan satu sama lain sehingga kehidupan dapat berkembang lebih cepat. Ketika engkau semua sedang bekerjasama, engkau harus belajar mencari kebenaran. Engkau mungkin berkata: "Aku tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai aspek kebenaran ini. Pengalaman apa yang engkau miliki tentang hal ini?" Atau, engkau bisa mengatakan, "Engkau memiliki lebih banyak pengalaman daripada aku dalam aspek ini; bisakah engkau memberiku bimbingan?" Bukankah itu cara yang baik untuk melakukannya? Engkau semua telah mendengarkan banyak khotbah, dan telah memiliki beberapa pengalaman dalam melayani. Jika engkau tidak belajar dari satu sama lain, saling menolong, dan saling mengisi kekurangan masing-masing ketika melakukan pekerjaan di gereja, bagaimana engkau bisa belajar? Setiap kali engkau menghadapi apa pun, engkau semua harus bersekutu satu dengan yang lain sehingga hidupmu semua bisa mendapatkan manfaat. Terlebih lagi, engkau semua harus dengan saksama mempersekutukan tentang hal apapun sebelum mengambil keputusan. Hanya dengan berbuat demikian engkau mengambil tanggung jawab atas gereja dan bukan semata-mata bertindak secara sembarangan. Setelah engkau mengunjungi semua gereja, engkau harus berkumpul bersama dan bersekutu tentang semua persoalan yang kau temui serta masalah apa pun yang kautemui dalam pekerjaanmu, kemudian engkau harus berkomunikasi tentang pencerahan dan penerangan yang telah kauterima—ini merupakan pengamalan pelayanan yang sangat diperlukan. Engkau semua harus mencapai kerjasama yang selaras demi tujuan pekerjaan Tuhan, demi kepentingan gereja, dan agar memacu saudara-saudarimu untuk maju. Engkau harus berkoordinasi satu sama lain, masing-masing mengubah yang lainnya dan mencapai hasil kerja yang lebih baik, sehingga engkau dapat memperhatikan kehendak Tuhan. Inilah kerjasama yang sejati, dan hanya mereka yang terlibat di dalamnya akan mendapatkan jalan masuk yang benar. Saat bekerja sama, beberapa kata yang engkau ucapkan mungkin tidak sesuai, tetapi itu tidak masalah. Bersekutulah tentang hal itu nanti, dan dapatkan pemahaman yang jelas mengenai hal itu; jangan mengabaikannya. Setelah persekutuan semacam ini, engkau dapat mengisi kekurangan saudara atau saudarimu. Hanya dengan bergerak lebih mendalam dalam pekerjaanmu seperti ini engkau dapat mencapai hasil yang lebih baik. Setiap orang dari antaramu, sebagai orang-orang yang melayani Tuhan, harus mampu membela kepentingan gereja dalam segala hal yang engkau lakukan, alih-alih hanya mempertimbangkan kepentinganmu sendiri. Tidak dapat diterima untuk engkau bertindak sendiri dan saling melemahkan. Orang yang berperilaku seperti itu tidak layak untuk melayani Tuhan! Orang-orang semacam itu memiliki watak yang sangat buruk; tidak ada kemanusiaan sedikit pun dalam diri mereka. Mereka seratus persen Iblis! Mereka binatang buas! Bahkan sekarang pun, hal-hal seperti itu masih terjadi di antara engkau semua; engkau bahkan melangkah lebih jauh dengan saling menyerang selama persekutuan, dengan sengaja mencari dalih dan wajahmu menjadi merah padam sementara memperdebatkan beberapa perkara yang sepele. Tak seorang pun bersedia mengesampingkan dirinya, masing-masing menyembunyikan pikiran batinnya dari yang lain, mengawasi pihak lain dengan saksama dan selalu berwaspada. Apakah watak seperti ini pantas untuk melakukan pelayanan bagi Tuhan? Dapatkah pekerjaan seperti yang kaulakukan membekali sesuatu bagi saudara-saudarimu? Engkau bukan saja tidak mampu membimbing orang ke jalan kehidupan yang benar, tetapi engkau juga sesungguhnya menyuntikkan watakmu yang rusak itu kepada saudara-saudarimu. Tidakkah engkau menyakiti orang lain? Hati nuranimu mengerikan, dan busuk sampai ke akarnya! Engkau tidak masuk ke dalam realitas, engkau juga tidak melakukan kebenaran. Selain itu, engkau tanpa rasa malu menyingkapkan naturmu yang jahat kepada orang lain. Engkau benar-benar tak tahu malu! Saudara-saudari ini telah dipercayakan kepadamu, tetapi engkau membawa mereka ke neraka. Bukankah engkau orang yang hati nuraninya telah menjadi busuk? Engkau benar-benar tak tahu malu!

Sebelumnya: Penerapan (8)

Selanjutnya: Meningkatkan Kualitas adalah Demi Menerima Penyelamatan Tuhan

Pada tahun 2021 bencana semakin parah, apakah Anda ingin menemukan cara untuk dilindungi oleh Tuhan dan memasuki bahtera akhir zaman? Silakan hubungi kami sekarang.

Konten Terkait

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini

Hubungi kami via WhatsApp