Pada Hari Kelima, Kehidupan dalam Beragam dan Bermacam Bentuk Memperlihatkan Otoritas Sang Pencipta dengan Berbagai Cara

09 Mei 2019

Kitab Suci mengatakan, "Dan Tuhan berfirman: 'Hendaklah air menghasilkan banyak makhluk yang bergerak dan bernyawa dan ada burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala di langit.' Maka Tuhan menciptakan binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang ada di air, dan segala jenis burung bersayap. Tuhan melihat semuanya itu baik" (Kejadian 1:20-21). Kitab Suci dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa, pada hari ini, Tuhan menciptakan makhluk di air dan burung di udara, yang berarti bahwa Dia menciptakan berbagai ikan dan burung, dan mengelompokkan mereka masing-masing menurut jenisnya. Dengan cara ini, bumi, langit, dan air diperkaya oleh ciptaan Tuhan ...

Saat firman Tuhan diucapkan, kehidupan baru yang segar, masing-masing dengan bentuk yang berbeda, langsung menjadi hidup di tengah firman Sang Pencipta. Mereka datang ke dunia berdesakan menempati posisinya, melompat, bermain-main penuh kegirangan. ... Ikan dalam segala bentuk dan ukuran berenang di air; segala jenis kerang-kerangan tumbuh dari pasir, makhluk bersisik, bercangkang, dan tak bertulang dengan cepat tumbuh dalam berbagai bentuk, baik besar maupun kecil, panjang maupun pendek. Demikian pula berbagai jenis rumput laut mulai tumbuh dengan cepat, bergoyang mengikuti gerakan berbagai biota air, naik turun, mendorong air yang stagnan, seolah-olah berkata kepada mereka: "Goyangkan kaki! Ajaklah juga kawan-kawanmu! Karena engkau tidak akan pernah sendirian lagi!" Sejak saat berbagai makhluk hidup yang Tuhan ciptakan muncul di air, setiap kehidupan baru yang segar membawa daya hidup bagi air yang telah lama diam, dan mengantarkan sebuah era baru .... Sejak saat itu dan seterusnya, mereka bersandar satu sama lain, dan saling menjaga satu sama lain, dan tidak ada jarak di antara mereka. Air itu ada untuk makhluk yang berada di dalamnya, memelihara setiap kehidupan yang berada dalam pelukannya, dan setiap kehidupan ada demi air karena makanannya. Masing-masing memberikan kehidupan kepada yang lain, dan pada saat yang sama, masing-masing, dengan cara yang sama, memberikan kesaksian tentang keajaiban dan kebesaran ciptaan Sang Pencipta, dan tentang kuasa otoritas Sang Pencipta yang tak tertandingi ...

Ketika laut tidak lagi sunyi, demikian juga kehidupan mulai mengisi langit. Satu demi satu, burung, besar dan kecil, terbang ke langit dari tanah. Tidak seperti makhluk laut, mereka memiliki sayap dan bulu yang menutupi tubuh mereka yang langsing dan anggun. Mereka mengepakkan sayap, dengan bangga dan angkuh memperlihatkan bulu-bulu cantik mereka serta fungsi dan keterampilan khusus yang dianugerahkan kepada mereka oleh Sang Pencipta. Mereka terbang tinggi dengan bebas, dan dengan terampil terbang ke atas ke bawah di antara langit dan bumi, melintasi padang rumput dan hutan .... Mereka adalah mahkluk kesayangan di udara, mereka adalah mahkluk kesayangan segala sesuatu. Mereka akan segera menjadi pengikat antara langit dan bumi, dan akan menyampaikan pesan kepada segala sesuatu .... Mereka bernyanyi, mereka menukik dengan penuh sukacita, mereka membawa sorak-sorai, tawa, dan semangat pada dunia yang dahulu kosong ini .... Mereka menggunakan nyanyian mereka yang merdu dan jernih, menggunakan perkataan dalam hati mereka untuk memuji Sang Pencipta karena kehidupan yang dianugerahkan kepada mereka. Mereka dengan riang menari untuk menunjukkan kesempurnaan dan keajaiban ciptaan Sang Pencipta, dan akan mengabdikan seluruh hidup mereka untuk memberikan kesaksian tentang otoritas Sang Pencipta melalui kehidupan khusus yang telah Dia anugerahkan kepada mereka ...

Baik mereka yang ada di air, maupun yang ada di langit, atas perintah Sang Pencipta, kebanyakan dari makhluk hidup ini ada dalam konfigurasi kehidupan berbeda, dan atas perintah Sang Pencipta, mereka berkumpul bersama menurut spesies mereka masing-masing—dan hukum ini, aturan ini, tidak dapat diubah oleh makhluk apa pun. Mereka tidak pernah berani melampaui batas yang ditetapkan bagi mereka oleh Sang Pencipta, mereka juga tidak mampu melakukannya. Sebagaimana ditentukan oleh Sang Pencipta, mereka hidup dan berkembang biak, dan dengan ketat mematuhi jalan hidup dan hukum yang ditetapkan bagi mereka oleh Sang Pencipta, dan secara sadar mematuhi perintah-Nya yang tak terucapkan serta ketetapan dan aturan surgawi yang Dia berikan kepada mereka, dari dahulu sampai sekarang. Mereka berbincang dengan Sang Pencipta dengan cara khusus mereka sendiri, dan memahami maksud Sang Pencipta, dan menaati perintah-Nya. Tidak ada yang pernah melanggar otoritas Sang Pencipta, dan kedaulatan serta perintah-Nya kepada mereka yang dikeluarkan di dalam pikiran-Nya; tidak sepatah kata pun dikeluarkan, tetapi otoritas yang hanya dimiliki oleh Sang Pencipta mengendalikan segala sesuatu dalam keheningan yang tidak memiliki fungsi bahasa, dan yang berbeda dari umat manusia. Pengerahan otoritas-Nya dengan cara khusus ini mendorong manusia untuk memperoleh pengetahuan baru, dan membuat penafsiran baru tentang otoritas unik Sang Pencipta. Di sini, Aku harus memberitahukan kepadamu bahwa pada hari yang baru ini, pengerahan otoritas Sang Pencipta sekali lagi menunjukkan keunikan Sang Pencipta.

Selanjutnya, mari kita melihat kalimat terakhir dari nas Kitab Suci ini: "Tuhan melihat semuanya itu baik." Menurutmu apa maksud kalimat ini? Perasaan Tuhan terkandung dalam perkataan ini. Tuhan menyaksikan segala sesuatu yang telah Dia ciptakan menjadi terwujud dan tetap ada oleh karena firman-Nya, dan secara berangsur-angsur mulai berubah. Pada saat ini, apakah Tuhan puas dengan berbagai hal yang telah Dia ciptakan dengan firman-Nya, dan berbagai tindakan yang telah dicapai-Nya? Jawabannya adalah "Tuhan melihat semuanya itu baik." Apa yang engkau semua lihat di sini? Apa yang direpresentasikan oleh perkataan "Tuhan melihat semuanya itu baik"? Apa yang dilambangkan oleh perkataan ini? Maksud perkataan ini adalah bahwa Tuhan memiliki kuasa dan hikmat untuk mencapai apa yang telah Dia rencanakan dan tentukan, untuk mencapai tujuan yang telah Dia tentukan untuk dicapai. Ketika Tuhan telah menyelesaikan setiap tugas, apakah Dia merasa menyesal? Jawabannya tetap, yaitu bahwa, "Tuhan melihat semuanya itu baik." Dengan kata lain, Dia bukan saja tidak menyesal, tetapi sebaliknya, Dia merasa puas. Apa artinya bahwa Dia tidak merasa menyesal? Itu berarti bahwa rencana Tuhan sempurna, bahwa kuasa dan hikmat-Nya sempurna, dan bahwa hanya karena otoritas-Nya, kesempurnaan seperti itu dapat dicapai. Ketika manusia melakukan suatu tugas, dapatkah dia, seperti Tuhan, melihat bahwa itu baik? Bisakah semua yang manusia lakukan mencapai kesempurnaan? Bisakah manusia menyelesaikan sesuatu sekaligus dan untuk selama-lamanya? Sebagaimana yang manusia katakan: "tidak ada yang sempurna, yang ada hanya lebih baik," tidak ada yang manusia lakukan yang dapat mencapai kesempurnaan. Ketika Tuhan melihat bahwa semua yang telah Dia lakukan dan capai adalah baik, segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan ditentukan oleh firman-Nya, yang berarti bahwa, ketika "Tuhan melihat semuanya itu baik," semua yang telah Dia ciptakan memiliki bentuk permanen, digolongkan menurut jenisnya, dan diberi posisi, tujuan, dan fungsi yang tetap, sekaligus dan untuk selama-lamanya. Selain itu, peran mereka di antara segala sesuatu, dan perjalanan yang harus mereka ambil selama pengelolaan Tuhan atas segala sesuatu, telah ditentukan oleh Tuhan, dan tidak dapat diubah. Ini adalah hukum surgawi yang diberikan oleh Sang Pencipta bagi segala sesuatu.

"Tuhan melihat semuanya itu baik," perkataan sederhana yang kurang dihargai dan yang begitu sering diabaikan ini, adalah perkataan hukum surgawi dan ketetapan surgawi yang diberikan oleh Tuhan kepada semua makhluk ciptaan. Perkataan tersebut adalah perwujudan lain dari otoritas Sang Pencipta, yang lebih nyata, dan lebih mendalam. Melalui firman-Nya, Sang Pencipta tidak hanya mampu mendapatkan semua yang ingin Dia dapatkan, dan mencapai semua yang ingin Dia capai, tetapi juga bisa mengendalikan dalam tangan-Nya semua yang telah Dia ciptakan, dan memerintah segala sesuatu yang telah Dia ciptakan di bawah otoritas-Nya, dan, lebih jauh lagi, semua itu bersifat sistematis dan teratur. Segala sesuatu juga berkembang biak, ada, dan binasa oleh firman-Nya dan, terlebih lagi, oleh otoritas-Nya-lah semua itu ada di tengah hukum yang telah Dia tetapkan, dan tidak satu pun dikecualikan! Hukum ini dimulai tepat pada saat "Tuhan melihat semuanya itu baik," dan hukum ini akan ada, berlanjut, dan berfungsi demi rencana pengelolaan Tuhan sampai tiba waktunya hukum ini dicabut oleh Sang Pencipta! Otoritas unik Sang Pencipta diwujudkan bukan hanya dalam kemampuan-Nya untuk menciptakan segala sesuatu dan memerintahkan segala sesuatu untuk tercipta, tetapi juga dalam kemampuan-Nya untuk mengatur serta berdaulat atas segala sesuatu, dan menganugerahkan kekuatan serta daya hidup kepada segala sesuatu, dan, terlebih lagi, dalam kemampuan-Nya untuk menyebabkan, sekaligus dan untuk selamanya, segala sesuatu yang akan Dia ciptakan dalam rencana-Nya untuk muncul dan ada di dunia yang diciptakan oleh-Nya dalam bentuk yang sempurna, dan struktur kehidupan yang sempurna, dan peran yang sempurna. Otoritas-Nya itu juga diwujudkan dengan cara bahwa pikiran Sang Pencipta tidak tunduk pada batasan apa pun, tidak dibatasi oleh waktu, ruang, atau geografi. Sebagaimana otoritas-Nya, identitas unik Sang Pencipta tidak akan pernah berubah, dari kekekalan hingga kekekalan. Otoritas-Nya akan selalu menjadi representasi dan simbol identitas-Nya yang unik, dan otoritas-Nya akan terus ada berdampingan dengan identitas-Nya!

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait