Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Pada Hari Kelima, Kehidupan dengan Macam dan Ragam Bentuk Memperlihatkan Otoritas Sang Pencipta dengan Berbagai Cara

39

Kitab Suci mengatakan Tuhan berfirman: “Hendaklah air menghasilkan banyak makhluk yang bergerak dan bernyawa dan ada burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala di langit.” Maka Tuhan menciptakan binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang beregerak, yang ada di air, dan segala jenis burung bersayap. Tuhan melihat semuanya itu baik” (Kejadian 1:20-21). Kitab Suci dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa, pada hari ini, Tuhan membuat makhluk di air dan burung di udara, yang berarti bahwa Dia menciptakan berbagai ikan dan burung, dan mengelompokkan mereka masing-masing menurut jenisnya. Dengan cara ini, bumi, langit, dan air diperkaya oleh penciptaan Tuhan …

Saat firman Tuhan diucapkan, kehidupan baru yang segar, masing-masing dengan bentuk yang berbeda, langsung menjadi hidup di tengah-tengah firman Sang Pencipta. Mereka datang ke dunia dan berebut posisi, melompat, bermain-main demi kesenangan…. Ikan dengan segala bentuk dan ukuran berenang di air, kerang-kerangan dari berbagai jenis tumbuh dari pasir, makhluk bersisik, bercangkang, dan tak bertulang dengan cepat tumbuh dalam berbagai bentuk, baik besar maupun kecil, panjang maupun pendek. Demikian pula berbagai jenis rumput laut mulai tumbuh dengan cepat, bergoyang mengikuti gerakan berbagai kehidupan akuatik, naik turun, mendorong air yang stagnan, seolah-olah berkata kepada mereka: Goyangkan kaki! Ajaklah temanmu juga! Karena engkau tidak akan pernah merasa sendirian lagi! Sejak berbagai makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan muncul di air, setiap kehidupan baru yang segar membawa vitalitas bagi air yang telah lama diam, dan mengantarkan sebuah era baru…. Sejak saat itu, mereka bersandar satu sama lain, dan saling menjaga satu sama lain, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain. Air itu ada untuk makhluk yang berada di dalamnya, memelihara setiap kehidupan yang hidup dalam pelukannya, dan setiap kehidupan ada demi air karena makanannya. Masing-masing memberikan kehidupan kepada yang lain, dan di saat yang sama, masing-masing, dengan cara serupa, memberikan kesaksian tentang keajaiban dan keagungan penciptaan Sang Pencipta, dan tentang kuasa otoritas Sang Pencipta yang tak tertandingi …

Ketika laut tidak lagi hening, demikian juga kehidupan mulai mengisi langit. Satu per satu, burung, besar dan kecil, terbang ke langit dari tanah. Tidak seperti makhluk laut, mereka memiliki sayap dan bulu yang menutupi tubuh mereka yang langsing dan anggun. Mereka mengepak-ngepakkan sayap mereka, dengan bangga dan angkuh menampilkan bulu-bulu cantik mereka serta fungsi dan keterampilan khusus yang diberikan kepada mereka oleh Sang Pencipta. Mereka melayang bebas, dan dengan terampil meluncur antara langit dan bumi, melintasi padang rumput dan hutan…. Mereka adalah mahkluk kesayangan di udara, mereka adalah mahkluk kesayangan dari segala hal. Mereka akan segera menjadi penghubung antara surga dan bumi, dan akan meneruskan pesan kepada segala hal…. Mereka bernyanyi, dengan gembira mereka menukik, mereka membawa sorak-sorai, tawa, dan semangat kepada dunia yang dahulu kosong ini…. Mereka menggunakan nyanyian mereka yang melodius dan jernih, menggunakan perkataan dalam hati mereka untuk memuji Sang Pencipta karena kehidupan yang dianugerahkan kepada mereka. Mereka dengan riang menari untuk menunjukkan kesempurnaan dan keajaiban penciptaan Sang Pencipta, dan akan mengabdikan seluruh hidup mereka untuk memberikan kesaksian tentang otoritas Sang Pencipta melalui kehidupan khusus yang telah Dia berikan kepada mereka …

Terlepas dari apakah mereka berada di air, atau di langit, atas perintah Sang Pencipta, kebanyakan makhluk hidup ini ada dalam konfigurasi kehidupan berbeda, dan atas perintah Sang Pencipta, mereka berkumpul bersama menurut spesies mereka masing-masing—dan hukum ini, aturan ini, tidak dapat diubah oleh makhluk apa pun. Mereka tidak pernah berani melampaui batas yang ditetapkan untuk mereka oleh Sang Pencipta, dan mereka juga tidak mampu melakukannya. Sebagaimana ditentukan oleh Sang Pencipta, mereka hidup dan berkembang biak, dan dengan sadar mematuhi jalan hidup dan hukum yang ditetapkan untuk mereka oleh Sang Pencipta, dan secara sadar mematuhi perintah-Nya yang tak tertulis dan aturan serta ajaran surgawi yang Dia berikan kepada mereka, dari dahulu hingga hari ini. Mereka berbincang dengan Sang Pencipta dengan cara khusus mereka sendiri, dan mulai menghargai makna Sang Pencipta, dan mematuhi perintah-Nya. Tidak seorang pun pernah melanggar otoritas Sang Pencipta, dan kedaulatan serta perintah-Nya atas mereka diberikan dalam pikiran-Nya; tidak sepatah kata pun dikeluarkan, tetapi otoritas yang hanya dimiliki oleh Sang Pencipta mengendalikan segala hal dalam keheningan tanpa fungsi bahasa, yang berbeda dari umat manusia. Pengerahan otoritas-Nya dengan cara khusus ini mendorong manusia untuk memperoleh pengetahuan baru, dan membuat penafsiran baru terhadap otoritas unik Sang Pencipta. Di sini, Aku harus memberi tahu engkau semua bahwa pada hari yang baru ini, pengerahan otoritas Sang Pencipta sekali lagi menunjukkan keunikan Sang Pencipta.

Selanjutnya, mari kita lihat kalimat terakhir dari nas kitab suci ini: “Tuhan melihat semuanya itu baik.” Menurut engkau semua apa artinya ini? Emosi Tuhan terkandung dalam firman ini. Tuhan menyaksikan segala sesuatu yang diciptakan-Nya menjadi hidup dan tetap ada karena firman-Nya, dan secara bertahap mulai berubah. Pada saat ini, apakah Tuhan puas dengan berbagai hal yang telah Dia buat dengan firman-Nya, dan berbagai tindakan yang telah Dia capai? Jawabannya adalah bahwa “Tuhan melihat semuanya itu baik.” Apakah yang engkau semua lihat di sini? Apakah maksud dari “Tuhan melihat semuanya itu baik”? Apa yang disimbolkannya? Itu berarti bahwa Tuhan memiliki kuasa dan hikmat untuk mencapai yang telah Dia rencanakan dan tentukan, untuk mencapai sasaran yang telah Dia capai. Ketika Tuhan menyelesaikan setiap tugas, apakah Dia merasa menyesal? Jawabannya masih sama, bahwa “Tuhan melihat semuanya itu baik.” Dengan kata lain, Dia bukan hanya merasa tidak menyesal, namun sebaliknya, Ia justru puas. Apa artinya bahwa Dia tidak merasa menyesal? Itu berarti bahwa rencana Tuhan sempurna, bahwa kuasa dan kebijaksanaan-Nya sempurna, dan hanya karena otoritas-Nya kesempurnaan seperti itu dapat dicapai. Ketika manusia melakukan suatu tugas, dapatkah dia, seperti Tuhan, melihat bahwa itu baik? Bisakah semua yang dilakukan manusia mencapai kesempurnaan? Bisakah manusia menyelesaikan sesuatu sekaligus untuk selamanya? Seperti yang manusia katakana: “tidak ada yang sempurna, hanya lebih baik,” tidak ada yang manusia lakukan yang dapat mencapai kesempurnaan. Ketika Tuhan melihat bahwa semua yang telah Dia lakukan dan capai adalah baik, segala sesuatu yang dibuat oleh Tuhan ditentukan oleh firman-Nya, yaitu bahwa, “Tuhan melihat semuanya itu baik,” semua yang telah Dia buat memiliki bentuk permanen, digolongkan menurut jenisnya, dan diberi posisi, tujuan, dan fungsi yang tetap, sekaligus dan untuk selama-lamanya. Selain itu, peran mereka di antara segala sesuatu, dan perjalanan yang harus mereka ambil selama pengelolaan Tuhan atas segala hal, telah ditentukan oleh Tuhan, dan tidak dapat diubah. Ini adalah hukum surgawi yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk segala sesuatu.

“Tuhan melihat semuanya itu baik,” firman sederhana yang kurang dihargai ini, yang begitu sering diabaikan, adalah firman hukum surgawi dan titah surgawi yang diberikan kepada semua makhluk oleh Tuhan. Firman tersebut adalah perwujudan lain dari otoritas Sang Pencipta, yang lebih praktis, dan lebih mendalam. Melalui firman-Nya, Sang Pencipta tidak hanya mampu mendapatkan semua yang ingin Dia dapatkan, dan mencapai semua yang ingin Dia capai, tetapi juga bisa mengendalikan secara langsung semua yang telah Dia ciptakan, dan memerintah segala sesuatu yang telah Dia buat di bawah otoritas-Nya, dan, lebih jauh lagi, semua itu bersifat sistematis dan teratur. Segala hal juga hidup dan mati oleh firman-Nya dan, terlebih lagi, oleh otoritas-Nya mereka ada di tengah-tengah hukum yang telah Dia tetapkan, dan tidak satu pun dikecualikan! Hukum ini dimulai pada saat yang tepat bahwa “Tuhan melihat bahwa itu baik,” dan itu akan ada, berlangsung, dan berfungsi demi rencana pengelolaan Tuhan sampai hari itu dicabut oleh Sang Pencipta! Otoritas unik Sang Pencipta diwujudkan bukan hanya dalam kemampuan-Nya untuk menciptakan segala sesuatu dan memerintahkan segala sesuatu untuk menjadi hidup, namun juga dalam kemampuan-Nya untuk mengatur serta memegang kedaulatan atas segala sesuatu, dan menganugerahkan kehidupan serta vitalitas atas segala sesuatu, dan, terlebih lagi, dalam kemampuan-Nya untuk menyebabkan, sekaligus dan untuk selamanya, segala sesuatu yang ingin Dia ciptakan dalam rencana-Nya untuk muncul dan ada di dunia yang dibuat oleh-Nya dalam bentuk yang sempurna, dan struktur kehidupan yang sempurna, dan peran sempurna. Demikian juga hal itu diwujudkan dengan cara bahwa pikiran Sang Pencipta tidak tunduk pada batasan apa pun, tidak dibatasi oleh waktu, ruang, atau geografi. Seperti otoritas-Nya, identitas unik Sang Pencipta tidak akan pernah berubah, dari keabadian menjadi keabadian. Otoritas-Nya akan selalu menjadi representasi dan simbol identitas-Nya yang unik, dan otoritas-Nya akan terus ada berdampingan dengan identitas-Nya!

dari “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait