Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Pada Hari Keenam, Sang Pencipta Berbicara, dan Setiap Jenis Makhluk Hidup dalam Pikiran-Nya Muncul, Satu Demi Satu

21

Tak terasa, pekerjaan Sang Pencipta untuk membuat segala sesuatu telah berlangsung selama lima hari, dan segera setelah itu Sang Pencipta menyambut hari keenam penciptaan-Nya atas segala sesuatu. Hari ini adalah awal lain yang baru, dan hari lain yang luar biasa. Lalu, apa rencana Sang Pencipta menjelang hari baru ini? Makhluk baru apa yang akan Dia buat, yang akan Dia ciptakan? Dengar, itulah suara Sang Pencipta….

"Tuhan berfirman: 'Hendaklah bumi mengeluarkan segala makhluk hidup sesuai jenisnya masing-masing, ternak dan binatang melata, dan binatang liar sesuai jenisnya masing-masing.' Maka jadilah demikian. Tuhan menciptakan segala jenis binatang liar sesuai jenisnya masing-masing sesuai jenisnya masing-masing, segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata dan Tuhan melihat semuanya itu baik" (Kejadian 1:24-25). Ini termasuk makhluk hidup apa saja? Kitab Suci mengatakan: ternak, dan binatang merayap, juga satwa liar di bumi menurut jenisnya. Yang berarti bahwa, pada hari ini segala jenis makhluk hidup di bumi tidak hanya ada, tetapi juga diklasifikasikan menurut jenisnya, dan, juga, "Tuhan melihat semuanya itu baik."

Sama seperti lima hari sebelumnya, dengan nada yang sama, pada hari keenam Sang Pencipta memerintahkan kelahiran makhluk hidup yang Dia inginkan, dan bahwa mereka muncul di bumi, masing-masing menurut jenisnya. Ketika Sang Pencipta memberikan otoritas-Nya, tidak satu pun dari firman-Nya diucapkan dengan sia-sia, dan demikianlah, pada hari keenam, setiap makhluk hidup yang Dia hendak ciptakan muncul pada waktu yang ditentukan. Seperti yang dikatakan oleh Sang Pencipta "Hendaklah bumi mengeluarkan segala makhluk hidup sesuai jenisnya masing-masing," bumi serta-merta dipenuhi dengan kehidupan, dan di daratan tiba-tiba segala macam makhluk hidup mulai bernafas…. Di padang rumput hijau berumput, sapi gemuk yang, mengayun-ayunkan ekornya ke sana kemari muncul satu demi satu, domba-domba yang mengembik berkumpul dalam kawanan, dan kuda yang meringkik mulai berlari…. Dalam sekejap, hamparan luas padang rumput sunyi dipadati dengan kehidupan…. Kemunculan aneka ternak ini adalah pemandangan yang indah di padang rumput nan tenteram, dan membawa serta vitalitas tanpa batas…. Mereka akan menjadi teman sepadang rumput, dan penguasa padang rumput, yang masing-masing bergantung kepada satu sama lain; mereka juga akan menjadi penjaga dan pengurus tanah-tanah ini, yang akan menjadi habitat permanen mereka, dan yang akan memberi mereka semua yang mereka butuhkan, sumber makanan abadi untuk kehidupan mereka …

Pada hari yang sama saat berbagai ternak ini muncul, oleh firman Sang Pencipta, sejumlah besar serangga juga muncul, satu per satu. Meski mereka adalah makhluk hidup terkecil di antara semua makhluk ciptaan, kekuatan hidup mereka masih merupakan mukjizat ciptaan Sang Pencipta, dan mereka tidak datang terlambat…. Beberapa mengepakkan sayap kecil mereka, sementara yang lain perlahan merangkak; beberapa melompat dan melambung, yang lain terhuyung-huyung; beberapa bergerak maju, sementara yang lain dengan cepat mundur; beberapa bergerak menyamping, yang lain melompat tinggi dan rendah…. Semua sibuk berusaha mencari rumah untuk mereka sendiri: Beberapa mencari jalan menuju rerumputan, beberapa menggali lubang di tanah, beberapa terbang ke pepohonan, tersembunyi di hutan…. Meski berukuran kecil, mereka tidak mau menahan siksaan perut kosong, dan setelah menemukan rumah mereka sendiri, mereka bergegas mencari makanan untuk diri mereka sendiri. Beberapa naik ke atas rumput untuk memakan bilah-bilahnya yang lembut, beberapa menggenggam seporsi kotoran dan memasukkannya ke dalam perut mereka, makan dengan penuh semangat dan kesenangan (bagi mereka, bahkan kotoran adalah camilan yang lezat); beberapa tersembunyi di hutan, tetapi mereka tidak berhenti untuk beristirahat, karena getah dalam daun hijau gelap yang mengkilap merupakan makanan lezat…. Setelah kenyang, serangga tidak menghentikan aktivitasnya; meski bertubuh kecil, mereka memiliki energi luar biasa dan kegembiraan tanpa batas, sehingga dari semua makhluk, mereka paling aktif, dan paling rajin. Mereka tidak pernah malas, dan tidak pernah menikmati istirahat. Setelah kenyang, mereka tetap bekerja keras demi masa depan mereka, menyibukkan diri dan bergegas demi hari esok, demi kelangsungan hidup mereka…. Mereka dengan lembut melantunkan balada dengan berbagai melodi dan irama untuk menyemangati dan mendorong diri mereka sendiri. Mereka juga menambahkan sukacita kepada rumput, pohon, dan setiap jengkal tanah, menjadikan setiap hari, dan setiap tahun, unik…. Dengan bahasa mereka sendiri dan dengan cara mereka sendiri, mereka memberikan informasi kepada semua makhluk hidup di daratan. Dan menggunakan jalur hidup khusus mereka sendiri, mereka menandai semua hal, yang di atasnya mereka meninggalkan jejak…. Mereka akrab dengan tanah, rumput, juga hutan, dan mereka membawa kekuatan dan vitalitas bagi tanah, rumput, juga hutan, dan membawa nasihat dan salam Sang Pencipta bagi seluruh makhluk hidup …

Pandangan Sang Pencipta menyapu semua hal yang telah Dia ciptakan, dan pada saat ini mata-Nya berhenti di hutan dan pegunungan, pikiran-Nya berputar. Ketika firman-Nya diucapkan, di hutan lebat, dan di atas pegunungan, muncul sejenis makhluk hidup yang belum pernah ada sebelumnya: Mereka adalah satwa liar yang diucapkan oleh mulut Tuhan. Lama tertunda, mereka menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor mereka, masing-masing dengan wajah unik mereka sendiri. Beberapa memiliki mantel berbulu, beberapa berlapis baja, beberapa memamerkan taringnya, beberapa menyeringai, beberapa berleher panjang, beberapa berekor pendek, beberapa bermata liar, beberapa menatap malu-malu, beberapa membungkuk untuk makan rumput, beberapa dengan darah di mulut mereka, beberapa melompat dengan dua kaki, beberapa berpacu dengan empat kuku, beberapa melihat ke kejauhan di atas pohon, beberapa berbaring menunggu di hutan, beberapa mencari gua untuk beristirahat, beberapa berlari dan bermain-main di dataran, beberapa berkeliaran di hutan …; beberapa meraung, beberapa melolong, beberapa menggonggong, beberapa menangis …; ada yang sopran, ada yang bariton, ada yang lantang, ada yang nyaring dan merdu …; ada yang suram, ada yang indah, ada yang menjijikkan, ada yang menggemaskan, ada yang menakutkan, ada yang begitu naif…. Satu per satu, mereka menunjukkan diri. Lihat cara mereka membanggakan diri, berjiwa bebas, bermalas-malasan acuh tak acuh terhadap satu sama lain, tanpa melirik satu sama lain…. Masing-masing membawa kehidupan tertentu yang dianugerahkan kepada mereka oleh Sang Pencipta, dan keliaran serta kekasaran mereka sendiri, mereka muncul di hutan dan di atas gunung. Merendahkan semua, begitu angkuh—siapa yang menjadikan mereka penguasa sejati atas pegunungan dan hutan? Sejak kemunculan mereka diperintahkan oleh Sang Pencipta, mereka "mengklaim" hutan, dan "mengklaim" pegunungan, karena Sang Pencipta telah menetapkan batas-batas mereka dan menentukan ruang lingkup keberadaan mereka. Hanya mereka penguasa sejati atas pegunungan dan hutan, dan itu sebabnya mereka begitu liar, dan begitu angkuh. Mereka disebut "binatang liar" semata-mata karena, dari semua makhluk, mereka adalah makhluk yang sungguh liar, kasar, dan tidak dapat dijinakkan. Mereka tidak dapat dijinakkan, sehingga mereka tidak dapat dipelihara, dan tidak bisa hidup harmonis dengan umat manusia atau bekerja untuk umat manusia. Itu karena mereka tidak bisa dipelihara, tidak bisa bekerja untuk umat manusia, bahwa mereka harus hidup jauh dari umat manusia, dan tidak bisa didekati oleh manusia. Dan karena mereka hidup jauh dari umat manusia, dan tidak dapat didekati oleh manusialah, mereka dapat memenuhi tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka oleh Sang Pencipta: menjaga pegunungan dan hutan. Keliaran mereka melindungi pegunungan dan menjaga hutan, dan merupakan perlindungan dan kepastian yang terbaik untuk keberadaan dan perkembangbiakan mereka. Di saat yang sama, keliaran mereka mempertahankan dan memastikan keseimbangan di antara segala sesuatu. Kedatangan mereka mendatangkan dukungan dan penjangkaran bagi pegunungan dan hutan; kedatangan mereka menyuntikkan semangat dan vitalitas tanpa batas ke pegunungan dan hutan yang tenang dan kosong. Mulai saat ini dan seterusnya, pegunungan dan hutan menjadi habitat permanen mereka, dan mereka tidak akan pernah kehilangan rumah mereka, karena pegunungan dan hutan muncul dan ada untuk mereka, dan satwa liar akan memenuhi tugas mereka, dan melakukan segala sesuatu sebisa mereka, untuk menjaga mereka. Demikian, juga, satwa liar akan secara teguh mematuhi desakan dari Sang Pencipta untuk tetap bertahan di wilayah mereka, dan terus menggunakan sifat hewani mereka untuk menjaga keseimbangan segala sesuatu yang ditetapkan oleh Sang Pencipta, dan menunjukkan otoritas dan kuasa Sang Pencipta!

dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

media terkait