Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Pada Hari Keempat, Musim, Hari, dan Tahun Umat Manusia Menjadi Ada saat Tuhan Sekali Lagi Mengerahkan Otoritas-Nya

15

Sang Pencipta menggunakan firman-Nya untuk menyelesaikan rencana-Nya, dan dengan cara ini Dia melewatkan tiga hari pertama dari rencana-Nya. Selama tiga hari ini, Tuhan tidak terlihat sibuk, atau membuat diri-Nya lelah; sebaliknya, Dia melewatkan tiga hari pertama yang indah dari rencana-Nya, dan mencapai upaya luar biasa transformasi radikal dunia. Sebuah dunia baru muncul di depan mata-Nya, dan, sepotong demi sepotong, gambar indah yang telah terpatri dalam pikiran-Nya akhirnya diungkapkan dalam firman Tuhan. Kemunculan setiap hal baru adalah seperti kelahiran bayi, dan Sang Pencipta merasa senang dengan gambar yang pernah ada dalam pikiran-Nya, tetapi yang sekarang sudah dihidupkan. Pada saat ini, hati-Nya mendapat sedikit kepuasan, tetapi rencana-Nya baru saja dimulai. Dalam sekejap mata, hari baru telah tiba—dan apa babak berikutnya dalam rencana Sang Pencipta? Apa yang telah Dia katakan? Dan bagaimana Dia telah mengerahkan otoritas-Nya? Dan, di saat yang sama, hal-hal baru apa yang masuk ke dunia baru ini? Dengan mengikuti petunjuk Sang Pencipta, pandangan kita jatuh pada hari keempat penciptaan segala sesuatu oleh Tuhan, hari yang merupakan awal baru yang lain. Tentu saja, bagi Sang Pencipta, itu tidak diragukan lagi adalah hari yang indah, dan hari lain yang paling penting bagi umat manusia zaman sekarang. Itu, tentu saja, adalah hari yang tak ternilai harganya. Bagaimana indahnya, bagaimana itu begitu penting, dan bagaimana tak ternilai harganya? Mari kita dengarkan dahulu firman yang diucapkan oleh Sang Pencipta….

“Tuhan berfirman: “Jadilah benda penerang di cakrawala di langit untuk memisahkan siang dari malam; dan biarlah mereka ada untuk menjadi penanda, yang menunjukkan musim, hari-hari, dan tahun-tahun. Biarlah benda-benda itu menjadi penerang di cakrawala di langit untuk menerangai bumi” (Kejadian 1:14-15). Ini adalah pengerahan lain otoritas Tuhan yang ditunjukkan oleh pelbagai makhluk setelah penciptaan daratan dan tanaman di dalamnya oleh-Nya. Bagi Tuhan, tindakan seperti itu sama mudahnya, karena Tuhan memiliki kuasa seperti itu; Tuhan hanya dipercaya sebatas firman-Nya, dan firman-Nya harus digenapi. Tuhan memerintahkan terang untuk muncul di surga, dan terang ini tidak hanya bersinar di langit dan di atas bumi, tetapi juga menandai siang dan malam, musim, hari, dan tahun. Dengan cara ini, ketika Tuhan mengucapkan firman-Nya, setiap tindakan yang ingin Tuhan capai digenapi sesuai dengan makna Tuhan dan dengan cara yang ditetapkan oleh Tuhan.

Cahaya di angkasa adalah benda di langit yang dapat memancarkan cahaya; mereka dapat menerangi langit, dan dapat menerangi daratan serta laut. Mereka berputar sesuai dengan irama dan frekuensi yang diperintahkan oleh Tuhan, dan menerangi jangka waktu yang berbeda di darat, dan dengan cara ini siklus revolusi cahaya menyebabkan siang dan malam muncul di timur dan barat daratan, dan mereka bukan hanya menandai malam dan siang, tetapi melalui siklus yang berbeda ini mereka juga menandai perayaan dan hari-hari khusus umat manusia. Mereka adalah pelengkap yang sempurna dan pengiring empat musim—musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin—yang dikeluarkan oleh Tuhan, bersama dengan itu cahaya secara harmonis berfungsi sebagai tanda yang teratur dan akurat untuk jangka waktu bulan, hari, dan tahun umat manusia. Meski baru setelah kemunculan pertanian umat manusia mulai memahami dan menemukan pemisahan jangka waktu bulan, hari, dan tahun yang disebabkan oleh terang yang diciptakan oleh Tuhan, sebenarnya jangka waktu bulan, hari, dan tahun yang dipahami manusia saat ini mulai dibuat sejak lama pada hari keempat penciptaan segala sesuatu oleh Tuhan, dan demikian pula siklus-siklus musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin yang saling berganti yang dialami oleh manusia sudah lama dimulai sejak hari keempat penciptaan Tuhan atas segala sesuatu. Terang yang diciptakan oleh Tuhan memungkinkan manusia untuk secara teratur, tepat, dan jelas membedakan antara malam dan siang, dan menghitung hari-hari, dan dengan jelas melacak jangka waktu bulan dan tahun. (Hari bulan purnama menandai berakhirnya satu bulan, dan dari ini, orang tahu bahwa terang cahaya memulai siklus baru; hari setengah bulan menandai berakhirnya setengah bulan, yang memberi tahu manusia bahwa jangka waktu bulan baru dimulai, sehingga dapat disimpulkan ada berapa hari dan malam dalam satu jangka waktu bulan, berapa banyak jangka waktu bulan dalam satu musim, dan berapa musim dalam setahun, dan semua itu secara teratur ditampilkan.) Maka, manusia dapat dengan mudah melacak jangka waktu bulan, hari, dan tahun yang ditandai oleh revolusi cahaya. Mulai saat ini dan seterusnya, umat manusia dan segala sesuatu tanpa sadar hidup di antara pertukaran malam dan siang yang teratur serta pergantian musim yang dihasilkan oleh revolusi cahaya. Ini adalah signifikansi penciptaan cahaya oleh Sang Pencipta pada hari keempat. Demikian pula, tujuan dan signifikansi dari tindakan Sang Pencipta ini masih tidak dapat dipisahkan dari otoritas dan kuasa-Nya. Maka, terang yang dibuat oleh Tuhan dan nilai yang akan segera mereka hadirkan bagi manusia adalah akal sempurna lain dalam pengerahan otoritas Sang Pencipta.

Di dunia baru ini, di mana umat manusia belum muncul, Sang Pencipta telah mempersiapkan malam dan pagi, cakrawala, daratan dan laut, rumput, herba dan berbagai jenis pohon, dan terang, musim, hari, dan tahun untuk kehidupan baru yang akan segera Dia ciptakan. Otoritas dan kuasa Sang Pencipta diungkapkan dalam setiap hal baru yang Dia ciptakan, dan firman dan pencapaian-Nya terjadi secara bersamaan, tanpa sedikit pun perbedaan, dan tanpa sedikit pun interval. Kemunculan dan kelahiran semua hal baru ini adalah bukti otoritas dan kuasa Sang Pencipta: Dia hanya dipercaya sebatas firman-Nya, dan firman-Nya harus digenapi, dan apa yang digenapi bertahan untuk selamanya. Fakta ini belum pernah berubah: seperti itu di masa lalu, seperti itu saat ini, dan akan seperti itu selama-lamanya. Ketika engkau semua melihat firman dalam kitab suci sekali lagi, apakah semua itu terasa baru bagi engkau semua? Pernahkah engkau semua melihat isi baru, dan membuat penemuan baru? Itu karena perbuatan Sang Pencipta telah menggerakkan hati engkau semua, dan menuntun arah pengetahuan engkau semua tentang otoritas serta kuasa-Nya, dan membuka pintu bagi pemahaman engkau semua tentang Sang Pencipta, dan perbuatan serta otoritas-Nya telah menggenapi firman ini. Maka dalam firman ini manusia telah melihat suatu pengungkapan nyata dan jelas dari otoritas Sang Pencipta, dan benar-benar menyaksikan supremasi Sang Pencipta, dan melihat keagungan otoritas dan kuasa Sang Pencipta.

Otoritas dan kuasa Sang Pencipta menghasilkan mukjizat demi mukjizat, dan Dia menarik perhatian manusia, dan manusia tidak bisa melakukan apa pun selain menatap terpaku pada perbuatan luar biasa yang lahir dari pengerahan otoritas-Nya. Kuasa-Nya yang fenomenal membawa kegembiraan demi kegembiraan, dan manusia menjadi terpesona serta riang gembira, dan dia tercengang karena kagum, terpesona, dan bersorak sorai; terlebih lagi, manusia tampak tergerak, dan dalam dirinya timbul rasa hormat, pemujaan, dan keterikatan. Otoritas dan perbuatan Sang Pencipta memiliki dampak besar terhadap roh manusia, dan menahirkan roh manusia, dan, lebih lagi, memuaskan roh manusia. Setiap pikiran-Nya, setiap ucapan-Nya, dan setiap pewahyuan dari otoritas-Nya adalah mahakarya di antara segala sesuatu, dan merupakan upaya luar biasa yang paling layak untuk pemahaman dan pengetahuan mendalam umat manusia sebagai ciptaan. Ketika kita menghitung setiap makhluk yang lahir dari firman Sang Pencipta, roh kita tertarik pada keajaiban kuasa Tuhan, dan kita menjadi mengikuti jejak Sang Pencipta sampai keesokan harinya: hari kelima penciptaan Tuhan atas segala hal.

Mari kita lanjutkan membaca nas demi nas dalam Kitab Suci, sambil melihat lebih banyak lagi perbuatan Sang Pencipta.

dari “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait