Ayat Alkitab untuk Referensi:
"Yesus berkata kepadanya: 'Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku'" (Yohanes 14:6).
"Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13).
"Firman Tuhan itu kuat dan hidup dan lebih tajam dari pedang bermata dua apa pun, menembus sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, dan membedakan pikiran dan niat hati kita" (Ibrani 4:12).
Firman Tuhan yang Relevan:
Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi akan memiliki esensi Tuhan, dan Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi akan memiliki pengungkapan Tuhan. Karena Tuhan menjadi daging, Dia akan mendatangkan pekerjaan yang ingin Dia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Dia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepadanya, dan menunjukkan jalan kepadanya. Daging yang tidak memiliki esensi Tuhan pasti bukan Tuhan yang berinkarnasi; ini tidak diragukan lagi. Jika manusia berniat untuk menyelidiki apakah daging itu adalah daging inkarnasi Tuhan, manusia harus menegaskannya dari watak yang Dia ungkapkan dan perkataan yang Dia ucapkan. Dengan kata lain, untuk menegaskan apakah itu adalah daging inkarnasi Tuhan atau bukan, dan apakah itu jalan yang benar atau bukan, orang harus membedakan berdasarkan esensi-Nya. Jadi, untuk menentukan apakah itu daging Tuhan yang berinkarnasi atau bukan, kuncinya terletak pada esensi-Nya (pekerjaan-Nya, perkataan-Nya, watak-Nya, dan banyak aspek lainnya), bukan pada penampilan lahiriah-Nya. Jika manusia hanya memeriksa penampilan lahiriah-Nya, dan sebagai akibatnya mengabaikan esensi-Nya, ini menunjukkan bahwa manusia itu bodoh dan tidak tahu apa-apa.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"
Firman dari Tuhan yang berinkarnasi membuka zaman yang baru, membimbing seluruh umat manusia, mengungkapkan misteri, dan menunjukkan kepada manusia arah yang harus ditempuh pada zaman yang baru. Pencerahan yang diperoleh manusia tidak lain hanyalah beberapa penerapan atau pemahaman sederhana. Pencerahan ini tidak dapat membimbing seluruh umat manusia ke dalam zaman yang baru atau mengungkapkan misteri Tuhan itu sendiri. Bagaimanapun juga, Tuhan tetaplah Tuhan, dan manusia tetaplah manusia. Tuhan memiliki esensi Tuhan dan manusia memiliki esensi manusia. Jika manusia menganggap firman yang diucapkan Tuhan hanya sebagai pencerahan sederhana oleh Roh Kudus, dan menganggap perkataan para rasul dan nabi sebagai firman yang diucapkan secara pribadi oleh Tuhan, itu adalah kesalahan manusia.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"
Kebenaran adalah pepatah kehidupan yang paling nyata, dan pepatah tertinggi di antara semua pepatah umat manusia. Karena inilah tuntutan Tuhan kepada manusia, dan merupakan pekerjaan yang dilakukan sendiri oleh Tuhan, sehingga itu disebut "pepatah kehidupan". Ini bukanlah pepatah yang dirangkum dari sesuatu, juga bukan kutipan terkenal dari seorang tokoh besar. Sebaliknya, ini adalah perkataan untuk umat manusia dari Yang Berdaulat atas langit dan bumi dan segala sesuatu; ini bukan beberapa kata yang dirangkum oleh manusia, melainkan kehidupan yang melekat pada Tuhan. Dan itulah sebabnya ini disebut "yang tertinggi dari semua pepatah kehidupan".
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya yang Dapat Memuaskan Tuhan"
Apakah dari tampilan luarnya firman yang diucapkan Tuhan itu sederhana atau mendalam, semua firman ini adalah kebenaran yang sangat diperlukan bagi jalan masuk kehidupan manusia; firman adalah sumber air hidup yang memampukan manusia untuk bertahan hidup baik di dalam roh maupun daging. Firman menyediakan apa yang manusia butuhkan untuk tetap hidup; prinsip dan ketetapan untuk caranya berperilaku dalam kehidupannya sehari-hari; jalan yang harus ditempuhnya untuk menerima keselamatan; serta tujuan dan arah untuk memperoleh keselamatan; setiap kebenaran yang harus manusia miliki sebagai makhluk ciptaan di hadapan Tuhan; dan setiap kebenaran tentang bagaimana manusia tunduk dan menyembah Tuhan. Firman adalah jaminan yang memastikan kelangsungan hidup manusia, juga merupakan roti sehari-hari manusia, serta penopang kokoh yang memampukan manusia untuk menjadi kuat dan berdiri teguh. Firman itu kaya akan kenyataan kebenaran yang dengannya manusia ciptaan hidup dalam kemanusiaan yang normal, kaya akan kebenaran yang memampukan manusia membebaskan dirinya dari kerusakan dan melepaskan diri dari jerat Iblis, kaya akan pengajaran, nasihat, dorongan, dan penghiburan yang tak kenal lelah yang Sang Pencipta berikan kepada manusia ciptaan. Firman adalah rambu yang membimbing dan mencerahkan manusia untuk memahami segala hal yang positif, jaminan yang memastikan bahwa manusia akan menghidupi dan memiliki segala hal yang adil, indah, dan baik, kriteria untuk mengukur semua orang, peristiwa, dan hal-hal, dan juga penanda navigasi yang memimpin manusia kepada keselamatan dan jalan terang.
—Firman, Jilid 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Kata Pengantar"
Mengenal Tuhan harus dilakukan dengan membaca firman Tuhan, menerapkan dan mengalami firman Tuhan, serta mengalami banyak ujian, pemurnian, dan pemangkasan; hanya dengan cara demikian, ada kemungkinan bagimu untuk memiliki pengetahuan yang benar tentang pekerjaan Tuhan dan watak Tuhan. Ada orang-orang yang berkata: "Aku belum pernah melihat Tuhan yang berinkarnasi, jadi bagaimana aku bisa mengenal Tuhan?" Sebenarnya, firman Tuhan adalah pengungkapan dari watak-Nya. Dari firman Tuhan, engkau dapat melihat kasih dan keselamatan-Nya bagi manusia, juga cara-Nya menyelamatkan mereka .... Ini karena firman-Nya diungkapkan oleh Tuhan itu sendiri, bukan ditulis oleh manusia. Firman-Nya telah diungkapkan secara pribadi oleh Tuhan; Tuhan itu sendiri sedang mengungkapkan perkataan-Nya sendiri dan suara hati-Nya, yang juga dapat disebut perkataan dari hati-Nya. Mengapa firman-Nya disebut perkataan dari hati-Nya? Karena perkataan itu dikeluarkan dari lubuk hati, dan mengungkapkan watak-Nya, maksud-Nya, gagasan dan pemikiran-Nya, kasih-Nya bagi umat manusia, penyelamatan-Nya atas umat manusia, dan apa yang diharapkan-Nya dari umat manusia .... Perkataan Tuhan terdiri dari perkataan yang keras, dan perkataan yang lembut dan penuh pengertian, juga beberapa perkataan yang menyingkapkan yang tidak memedulikan perasaan orang. Jika engkau hanya melihat pada perkataan yang menyingkapkan tersebut, engkau mungkin akan merasa bahwa Tuhan itu cukup keras. Jika engkau hanya melihat pada perkataan yang lembut, engkau mungkin akan merasa bahwa Tuhan itu tidak terlalu berotoritas. Oleh karena itu, engkau tidak boleh memaknai firman Tuhan di luar konteksnya; melainkan harus melihatnya dari setiap sudut. Terkadang Tuhan berbicara dari sudut pandang yang penuh belas kasih, dan kemudian orang melihat kasih-Nya bagi umat manusia; terkadang Dia berbicara dari sudut pandang yang sangat keras, dan kemudian orang melihat bahwa watak-Nya tidak dapat disinggung, bahwa manusia itu begitu menjijikkan, dan tidak layak memandang wajah Tuhan atau datang ke hadapan-Nya, dan semata-mata karena kasih karunia-Nya mereka sekarang diizinkan untuk datang ke hadapan-Nya. Hikmat Tuhan dapat terlihat dari cara-Nya bekerja dan dalam makna penting pekerjaan-Nya. Manusia tetap dapat melihat hal-hal ini di dalam firman Tuhan, bahkan tanpa bersentuhan secara langsung dengan Dia.
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"
Kali ini, Tuhan datang untuk melakukan pekerjaan bukan dalam tubuh rohani, tetapi dalam tubuh yang sangat biasa. Selain itu, ini adalah tubuh inkarnasi Tuhan yang kedua, dan ini juga adalah tubuh yang melaluinya Tuhan datang kembali menjadi daging. Ini adalah tubuh daging yang sangat biasa. Melihat-Nya, engkau tidak dapat melihat apa pun yang membuat-Nya berbeda dari yang lain, tetapi dari-Nya, engkau dapat memperoleh kebenaran yang belum pernah kaudengar sebelumnya. Daging yang tak berarti ini adalah perwujudan dari seluruh firman kebenaran Tuhan, yang menjadi pemikul pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan ungkapan bagi manusia untuk memahami seluruh watak Tuhan. Bukankah engkau sangat ingin melihat Tuhan yang di surga? Bukankah engkau sangat ingin memahami Tuhan yang di surga? Bukankah engkau sangat ingin melihat tempat tujuan manusia? Dia akan memberitahukan kepadamu semua rahasia ini—rahasia yang tak pernah seorang pun mampu memberitahukannya kepadamu—dan Dia juga akan memberitahukan kepadamu kebenaran yang tidak kaupahami. Dia adalah pintu gerbangmu menuju Kerajaan, dan pemandumu memasuki zaman yang baru. Daging yang biasa itu memiliki banyak misteri yang tak terpahami oleh manusia. Perbuatan-Nya tak terpahami olehmu, tetapi seluruh tujuan pekerjaan yang Dia lakukan cukup untuk memungkinkanmu melihat bahwa Dia bukanlah daging sederhana sebagaimana yang dipikirkan manusia, karena Dia merepresentasikan maksud Tuhan pada akhir zaman, dan kepedulian Tuhan terhadap umat manusia pada akhir zaman. Meskipun engkau tidak dapat mendengar firman-Nya yang tampak mengguncangkan langit dan bumi, meskipun engkau tidak dapat melihat mata-Nya yang bagaikan nyala api, dan meskipun engkau tidak dapat menerima pendisiplinan dari gada besi-Nya, tetapi engkau dapat mendengar dari firman-Nya bahwa Tuhan sedang murka dan mengetahui bahwa Tuhan sedang memperlihatkan belas kasihan kepada manusia, serta melihat watak benar Tuhan dan hikmat-Nya, dan, terlebih lagi, memahami perhatian Tuhan terhadap seluruh umat manusia. Pekerjaan Tuhan pada akhir zaman adalah untuk memungkinkan manusia di bumi bisa melihat Tuhan yang di surga hidup di antara manusia, dan memampukan manusia untuk mengenal, tunduk, takut, dan mengasihi Tuhan. Inilah sebabnya Dia telah datang kembali menjadi daging untuk kedua kalinya.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Besar di antara Manusia"
Ketika Tuhan datang ke bumi untuk melakukan pekerjaan-Nya, satu-satunya yang manusia lihat adalah peristiwa-peristiwa supernatural. Apa yang mereka lihat dengan mata mereka dan apa yang mereka dengar dengan telinga mereka semuanya supernatural, karena pekerjaan-Nya dan firman-Nya tak terpahami dan tak tercapai oleh mereka. Jika sesuatu dari surga dibawa ke bumi, seperti apakah sesuatu itu selain supernatural? Ketika misteri Kerajaan Surga dibawa ke bumi, misteri yang tak terpahami dan tak terselami oleh manusia, yang terlalu menakjubkan dan teramat dalam hikmatnya—bukankah semua itu supernatural? ... Pertimbangkan pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi pada masa sekarang: aspek apa dari pekerjaan itu yang tidak supernatural? Firman-Nya tak terpahami dan tak tercapai olehmu, dan pekerjaan yang Dia lakukan tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia pun. Apa yang Dia pahami tidak mungkin dapat dipahami manusia, dan mengenai pengetahuan-Nya, manusia tidak tahu dari mana itu berasal. Ada orang yang berkata, "Aku pun normal sama seperti diri-Mu, tetapi mengapa aku tidak mengetahui apa yang Engkau ketahui? Aku lebih tua dan lebih kaya dalam pengalaman, tetapi mengapa Engkau bisa mengetahui apa yang tidak aku ketahui?" Semua ini, menurut pandangan manusia, merupakan sesuatu yang tak mungkin tercapai oleh manusia. Lalu, ada orang-orang yang berkata: "Tidak seorang pun mengetahui pekerjaan yang dilakukan di Israel, dan bahkan para ahli Alkitab pun tidak dapat memberi penjelasan; bagaimana Engkau bisa mengetahuinya?" Bukankah semua ini hal-hal yang supernatural? Dia tidak memiliki pengalaman mukjizat, tetapi Dia mengetahui segalanya; Dia berfirman dan mengungkapkan kebenaran dengan sangat mudah. Bukankah ini supernatural? Pekerjaan-Nya melampaui apa yang dapat dicapai oleh daging. Pekerjaan-Nya tidak dapat dicapai oleh pemikiran seorang manusia pun yang terbuat dari daging dan sepenuhnya tak terpahami oleh pikiran dan nalar manusia. Meskipun Dia belum pernah membaca Alkitab, Dia memahami pekerjaan Tuhan di Israel. Dan meskipun Dia berada di bumi tatkala berfirman, Dia berfiman tentang misteri-misteri tingkat yang ketiga dari surga. Tatkala manusia membaca firman ini, perasaan ini akan menguasai dirinya, "Bukankah ini bahasa tingkat ketiga dari surga?" Bukankah ini semua adalah hal-hal yang melampaui apa yang dapat dicapai oleh seorang manusia normal?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Misteri Inkarnasi (1)"
Ada banyak unsur pengalaman manusia dalam pekerjaan manusia; hal yang diungkapkan manusia adalah siapa dirinya. Pekerjaan Tuhan sendiri juga mengungkapkan siapa Dia, tetapi keberadaan-Nya berbeda dengan keberadaan manusia. Keberadaan manusia merepresentasikan pengalaman dan kehidupan manusia (hal-hal yang manusia alami atau hadapi dalam hidupnya, atau falsafah tentang cara berinteraksi dengan orang lain yang dipegangnya), dan orang yang tinggal di lingkungan yang berbeda mengungkapkan keberadaan yang berbeda. Baik engkau memiliki pengalaman sosial atau tidak dan bagaimana engkau benar-benar hidup dan menimba pengalaman dalam keluargamu dapat dilihat dari hal-hal yang engkau ungkapkan, sedangkan engkau tidak dapat melihat dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi apakah Dia memiliki pengalaman sosial atau tidak. Dia sangat menyadari esensi manusia dan dapat mengungkapkan semua jenis penerapan yang berkaitan dengan semua jenis orang. Dia bahkan lebih jitu dalam mengungkapkan watak rusak dan perilaku suka memberontak manusia. Dia tidak hidup di antara manusia duniawi, tetapi Dia menyadari natur manusia fana dan semua kerusakan manusia duniawi. Inilah keberadaan-Nya. Meskipun Dia tidak berurusan dengan dunia, Dia tahu aturan berurusan dengan dunia karena Dia sepenuhnya memahami natur manusia. Dia tahu tentang pekerjaan Roh yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia dan tidak dapat didengar telinga manusia, baik di zaman sekarang maupun di masa lalu. Ini mencakup hikmat yang bukan merupakan falsafah tentang cara berinteraksi dengan orang lain dan keajaiban yang sulit untuk dipahami manusia. Inilah keberadaan-Nya, yang terbuka bagi manusia dan juga tersembunyi dari manusia. Hal yang diungkapkan-Nya bukanlah keberadaan orang yang luar biasa, melainkan sifat bawaan dan keberadaan Roh. Dia tidak melakukan perjalanan keliling dunia tetapi mengetahui segalanya tentang dunia. Dia menghubungi "antropoid" yang tidak memiliki pengetahuan atau wawasan, tetapi Dia mengungkapkan firman yang lebih tinggi daripada pengetahuan dan melampaui tokoh-tokoh hebat lainnya. Dia hidup di antara sekelompok orang bodoh dan mati rasa yang tidak memiliki kemanusiaan dan yang tidak memahami kebiasaan dan kehidupan manusia, tetapi Dia dapat meminta umat manusia untuk hidup dalam kemanusiaan yang normal, sekaligus mengungkapkan kemanusiaan manusia yang dangkal dan rendah. Semua ini adalah keberadaan-Nya, yang lebih tinggi daripada manusia mana pun yang terdiri atas daging-dan-darah. Bagi-Nya, tidak perlu mengalami kehidupan sosial yang rumit, merepotkan, dan kotor untuk melakukan pekerjaan yang perlu Dia lakukan dan mengungkapkan hakikat manusia yang rusak secara menyeluruh. Kehidupan sosial yang kotor tidak membangun daging-Nya. Pekerjaan dan firman-Nya hanya mengungkapkan pemberontakan manusia dan tidak membekali manusia dengan pengalaman dan pelajaran untuk menangani dunia. Dia tidak perlu menyelidiki masyarakat atau keluarga manusia ketika Dia membekali manusia dengan kehidupan. Mengungkap dan menghakimi manusia bukanlah ungkapan pengalaman daging-Nya; itu adalah pengungkapan-Nya atas ketidakbenaran manusia setelah lama mengetahui pemberontakan manusia dan membenci kerusakan manusia. Semua pekerjaan yang Dia lakukan adalah untuk mengungkapkan watak-Nya kepada manusia dan mengungkapkan keberadaan-Nya. Hanya Dia yang dapat melakukan pekerjaan ini; ini bukanlah sesuatu yang dapat dicapai oleh manusia yang terdiri atas daging-dan-darah.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"
Aku pernah disebut Yahweh, Aku juga pernah disebut orang sebagai Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus Sang Juruselamat dengan penuh kasih dan penghormatan. Hari ini, Aku bukan lagi Yahweh ataupun Yesus yang orang kenal di masa lalu. Melainkan, Aku adalah Tuhan yang telah datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan mengakhiri zaman; Akulah Tuhan itu sendiri yang bangkit dari ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, kehormatan, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah berhubungan dengan-Ku, mereka tidak pernah mengenal diri-Ku, dan mereka tidak pernah tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tak seorang pun pernah melihat-Ku. Ini adalah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara mereka. Dia tinggal di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan api yang berkobar-kobar, penuh dengan kuasa dan sarat dengan otoritas. Tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang tidak akan disucikan melalui nyala api. Pada akhirnya, negara yang tak terhitung banyaknya akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman akan melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, dan Akulah Tuhan Yang Mahakuasa, yang menaklukkan seluruh umat manusia. Dan semua orang akan melihat bahwa Aku pernah menjadi korban penghapus dosa bagi manusia, tetapi pada akhir zaman, Aku telah menjadi terik matahari yang menyala-nyala yang menghanguskan segala sesuatu, serta Surya Kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Inilah pekerjaan-Ku pada akhir zaman. Aku mengambil nama ini dan membawa watak ini bersama-Ku agar semua orang dapat melihat bahwa Akulah Tuhan yang benar, matahari yang menyala-nyala, dan api yang berkobar-kobar, dan agar semua manusia dapat menyembah-Ku, satu-satunya Tuhan yang benar, dan agar mereka dapat melihat wajah-Ku yang sesungguhnya: Aku bukan hanya Tuhan atas orang Israel, dan Aku bukan hanya Sang Penebus, melainkan Aku adalah Tuhan atas segala ciptaan di seluruh langit dan bumi dan lautan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Juruselamat Telah Datang Kembali di atas 'Awan Putih'"
Tuhan melanjutkan perkataan-Nya, menggunakan berbagai metode dan banyak perspektif untuk menasihati kita tentang apa yang seharusnya kita lakukan, sembari pada saat yang sama mengungkapkan suara hati-Nya. Firman-Nya mengandung kuasa hidup, menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita tempuh, dan membuat kita memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebenaran. Kita mulai tertarik akan firman-Nya, kita mulai memperhatikan nada dan cara bicara-Nya, dan tanpa sadar kita mulai memperhatikan suara hati orang yang tidak mencolok ini. Dia bekerja dengan sepenuh hati bagi kita, kurang tidur dan kehilangan nafsu makan demi kita, menangis untuk kita, mendesah untuk kita, dan merintih dalam penyakit untuk kita; Dia menanggung penghinaan demi tempat tujuan dan keselamatan kita; dan keadaan kita yang mati rasa serta pemberontakan kita membuat air mata dan darah bercucuran dari hati-Nya. Tidak ada manusia biasa yang memiliki hakikat dan kepunyaan ini, dan tidak ada manusia rusak yang mampu memiliki atau mencapai hal-hal ini. Dia memiliki toleransi dan kesabaran yang tidak dimiliki orang biasa, dan kasih-Nya bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh makhluk ciptaan mana pun. Tak seorang pun selain Dia yang mampu mengetahui semua pemikiran kita, atau mengetahui natur dan esensi kita dengan jelas dan sepenuhnya, atau menghakimi pemberontakan dan kerusakan umat manusia, atau mewakili Tuhan yang di surga untuk berbicara kepada kita serta bekerja pada kita seperti ini. Tak seorang pun selain Dia yang memiliki otoritas, hikmat, dan martabat Tuhan; watak Tuhan serta apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia dinyatakan seluruhnya di dalam diri-Nya. Tak seorang pun selain Dia yang bisa menunjukkan jalan dan membawa terang kepada kita. Tak seorang pun selain Dia yang mampu menyingkapkan misteri yang belum pernah Tuhan nyatakan sejak penciptaan sampai sekarang. Tak seorang pun selain Dia yang mampu menyelamatkan kita dari belenggu Iblis dan watak rusak kita sendiri. Dia mewakili Tuhan; Dia mengungkapkan suara hati Tuhan, nasihat Tuhan, dan firman penghakiman Tuhan terhadap seluruh umat manusia. Dia telah membuka zaman yang baru, era yang baru, dan mengantarkan datangnya langit dan bumi yang baru, serta pekerjaan yang baru, Dia telah memberi kita harapan serta mengakhiri kehidupan yang kita jalani dalam keadaan samar, dan Dia telah memungkinkan seluruh keberadaan kita untuk sepenuhnya melihat jalan menuju keselamatan. Dia telah menaklukkan seluruh keberadaan kita dan mendapatkan hati kita. Sejak saat itu, hati kita tersadar, dan roh kita tampak dihidupkan kembali: Orang yang biasa dan tidak berarti ini, orang yang hidup di antara kita dan sudah lama ditolak oleh kita ini—bukankah ini adalah Tuhan Yesus, yang selalu ada dalam pemikiran kita, dalam keadaan terjaga atau bermimpi, dan yang selalu kita rindukan siang dan malam? Itulah Dia! Itu benar-benar Dia! Dialah Tuhan kita! Dialah kebenaran, jalan, dan hidup!
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 4: Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya"