Mengapa Kilat Timur Melonjak ke Depan dengan Kemajuan Yang Tak Terhentikan

07 Januari 2020

Tuhan Yesus berkata: "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" (Matius 24:27). Karena Kilat Timur-Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus di akhir zaman-muncul di Tiongkok untuk melaksanakan pekerjaan-Nya, injil kerajaan-Nya telah menyebar ke seluruh daratan Tiongkok hanya dalam waktu lebih dari sepuluh tahun. Sekarang, injil tersebut telah menyebar ke banyak negara dan wilayah di Barat, dan telah mengguncangkan berbagai denominasi hingga ke intinya dan mengirimkan riak ke seluruh penjuru dunia. Akan tetapi, pertanyaan yang paling membingungkan bagi para pemimpin dunia keagamaan adalah: Meskipun para pendeta dan tetua di dunia keagamaan telah melakukan segala upaya untuk menentang, memfitnah dan mengutuk Kilat Timur, mencekik gerejanya dan bahkan bersekongkol dengan pemerintah Tiongkok untuk menahan dan menganiaya umat Kristen di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, mengapa orang-orang percaya dari berbagai denominasi yang memiliki rasa kemanusiaan yang baik dan yang benar-benar percaya kepada Tuhan satu per satu menerima dan mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa? Mengapa, meskipun dihadapi dengan perlawanan dan penganiayaan yang dahsyat oleh kedua lengan pasukan Iblis-yaitu pemerintah Tiongkok dan dunia keagamaan-Kilat Timur tidak hanya belum pecah atau lelah, tetapi sebaliknya justru terus bertumbuh dan berpindah dari satu kekuatan ke kekuatan lainnya, layaknya tunas yang tumbuh setelah hujan, dan melonjak ke depan dengan tak terelakkan dan tak tertahankan?

Faktanya, alasan di balik itu semua tidaklah sulit ditemukan. Sebaiknya kita melihat dahulu pekerjaan Tuhan Yesus sebelum mencari jawaban dari pertanyaan ini, dan kita pun akan secara alamiah menemukan jawabannya. Ketika Tuhan Yesus muncul dan melaksanakan pekerjaan-Nya, Ia mendapatkan perlawanan hebat dan kutukan dari para imam kepala, juru tulis Yahudi dan kaum Farisi. Mereka bahkan bersekongkol dengan pihak berwenang Romawi untuk menyalibkan Yesus dengan harapan yang sia-sia untuk melarang pekerjaan Tuhan Yesus. Lalu mengapa injil Tuhan Yesus menyebar ke seluruh dunia Yahudi dan bahkan sampai ke telinga orang fakir? Pihak berwenang Romawi menganiaya dan membantai umat Kristen dengan keji selama tiga ratus tahun, jadi bagaimana mungkin jumlah umat Kristen bukan hanya tidak menurun, melainkan justru bertumbuh dan berkembang di bawah penganiayaan tersebut, dan menyebar ke seluruh pelosok kekaisaran Romawi dan seluruh penjuru dunia? Itu karena Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi dalam daging, Ia adalah penampakan Tuhan, dan pekerjaan serta firman Tuhan Yesus adalah pekerjaan dan firman Tuhan, oleh karena itu tidak ada yang bisa menghentikan atau menghancurkan perluasan injil Tuhan Yesus. Alkitab berkata, "Karena jika rancangan atau pekerjaan ini berasal dari manusia, tentu akan lenyap. Tetapi jika itu berasal dari Tuhan, engkau tidak akan bisa menggagalkannya; jangan sampai engkau melawan Tuhan" (Kisah Para Rasul 5:38-39). Yaitu segala sesuatu yang datang dari Tuhan akan dapat bertahan dan segala sesuatu yang datang dari manusia pasti akan membusuk. Firman Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Kita percaya bahwa tidak ada negara atau kuasa apa pun yang dapat menghalangi tujuan yang ingin dicapai Tuhan" ("Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Demikian juga apabila Kilat Timur bukanlah penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Maha Esa, kita tidak akan dapat menembus lapisan demi lapisan rintangan, perlawanan dan penganiayaan yang dilontarkan oleh dunia keagamaan dan pemerintah ateis RRT, layaknya benteng bertembok besi, dan menyebar dengan cepat ke seluruh Tiongkok dan bahkan ke belahan dunia lainnya? Jika tidak dibimbing oleh pekerjaan Roh Kudus, mungkinkan Kilat Timur memiliki wewenang dan kuasa untuk membuat segala bangsa datang ke gunung ini dan semua agama menjadi satu? Jika bukan kemunculan mau pun pekerjaan Tuhan, mungkinkah Kilat Timur dapat menyatakan kebenaran dan melaksanakan penghakiman untuk menaklukkan begitu banyak orang-orang percaya dari berbagai denominasi, domba-domba yang baik dan domba terkemuka tersebut, dan membuat mereka menjadi pengikut dengan hati yang teguh? Faktanya sudah cukup membuktikan bahwa Kristus di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa yang kesaksiannya diberikan oleh Kilat Timur, adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, dan memang benar Tuhan yang telah muncul dan bekerja di akhir zaman. Oleh karena itu, Kilat Timur dapat melonjak ke depan dengan kemajuan yang tak terhentikan seraya menghadapi penganiayaan dan penindasan yang keji oleh pemerintah RRT dan dunia keagamaan!

Kita juga harus melihat bahwa para rasul selama Zaman Kasih Karunia mampu mengikuti Tuhan, meskipun mereka dianiaya dengan keji oleh agama Yahudi dan pemerintah Romawi, terutama karena Tuhan Yesus telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran dan membukakan misteri kerajaan sorga, dan bahwa orang-orang mendengar suara Tuhan dalam firman-Nya dan mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Sang Mesias yang telah dinanti, sehingga mereka mampu mengikuti-Nya dengan hati yang teguh dan menyebarkan kesaksian mereka tentang-Nya, sama seperti yang dikatakan oleh Petrus: "Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Engkau memiliki firman hidup yang kekal" (Yohanes 6:68). Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah menyatakan seluruh kebenaran yang akan memungkinkan orang-orang untuk mencapai pemurnian dan diselamatkan, dan telah melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya dimulai dari rumah Tuhan. Ini adalah apa yang dikatakan oleh Roh Kudus kepada gereja-gereja, dan bahwa mereka adalah ketujuh gulungan kitab dan meterai yang dibuka oleh Anak Domba seperti yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu (lihat Wahyu 5:2-10). Kristus di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, telah menerbitkan jutaan firman yang tidak hanya mengungkapkan semua misteri rencana pengelolaan Tuhan selama 6000 tahun, tujuan Tuhan dalam ketiga tahap pekerjaannya untuk menyelamatkan umat manusia, latar belakang, informasi di balik layar dan substansi dari setiap tahap pekerjaan-Nya, serta kisah eksklusif Alkitab dan misteri inkarnasi Tuhan, melainkan juga mencakup banyak sekali kebenaran, misalnya bagaimana Iblis merusak umat manusia, bagaimana Tuhan menyelamatkan umat manusia, bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman, bagaimana masing-masing orang digolongkan berdasarkan jenisnya, hasil akhir dan tujuan umat manusia, dan bagaimana kerajaan Kristus diwujudkan. Firman ini bukan hanya anugerah bagi mata manusia dan memungkinkan orang-orang untuk memperluas wawasan mereka, melainkan juga memungkinkan orang-orang untuk memahami pekerjaan Tuhan, watak Tuhan dan esensi-Nya. Selain itu, firman-Nya memungkinkan kita memperoleh perubahan terhadap watak dan dimurnikan, dan firman-Nya sungguh-sungguh mengandung semua kebenaran yang dibutuhkan oleh kita, orang-orang yang rusak, untuk dapat diselamatkan dan disempurnakan. Domba Tuhan mendengar suara-Nya dan orang-orang percaya yang dengan rendah hati patuh dan haus akan kemunculan Tuhan telah sepenuhnya ditaklukkan oleh firman Tuhan Yang Mahakuasa seraya mencari dan mempelajari jalan yang sejati; mereka telah yakin bahwa ketiga tahap pekerjaan di Zaman Hukum Taurat, Zaman Kasih Karunia dan Zaman Kerajaan adalah pekerjaan satu Tuhan yang sama; mereka telah benar-benar melihat dengan jelas bahwa pekerjaan dan firman Tuhan yang sebenarnya tidak ada bandingannya dan tidak dapat digantikan oleh teori mau pun pengetahuan yang ditempa oleh umat manusia. Firman-Nya adalah pernyataan kebenaran, dan memastikan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah benar Anak Manusia yang kembali di akhir zaman dan kemunculan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, semua orang bersujud di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa dan mengakui-Nya sebagai Bapa mereka, dan mereka berjanji untuk mengikuti-Nya hingga akhir. Inilah mengapa ada semakin banyak orang setia yang tidak lagi takut akan kesulitan dan penderitaan dan yang mengikut Tuhan Yang Mahakuasa.

Terlebih lagi, kunci untuk memahami mengapa Kilat Timur dapat melonjak ke depan dengan kemajuan yang tak terhentikan, meskipun dianiaya dan ditindas secara keji oleh PRT dan dunia keagamaan, adalah dengan mengenal Tuhan serta pekerjaan-Nya. Jika kita mampu mencari dan mempelajari pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dengan hati yang hening, serta membaca firman yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, dan jika kita dapat memahami ketiga tahap pekerjaan dalam seluruh rencana pengelolaan Tuhan selama 6000 tahun, maka mudah untuk melihat bahwa pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Kristus di akhir zaman-Tuhan Yang Mahakuasa-dibangun di atas pondasi pekerjaan Tuhan Yahweh di Zaman Hukum Taurat dan pekerjaan Tuhan Yesus di Zaman Kasih Karunia. Tidak ada pertentangan antara tahap ini dengan kedua tahap terdahulu pekerjaan Tuhan, melainkan justru bersambung satu dengan yang lainnya, masing-masing memiliki perannya sendiri dan bertautan tanpa dapat dipisahkan dan mengalami kemajuan di setiap langkahnya. Ketiga tahap pekerjaan tersebut dilakukan oleh satu Tuhan: Yahweh, Yesus dan Tuhan Yang Mahakuasa adalah satu Tuhan yang sama, yaitu Tuhan yang menciptakan sorga, bumi dan segala sesuatunya.

Mari ambil contoh dari Zaman Hukum Taurat: Tuhan menggunakan Musa untuk menyatakan hukum dan perintah-Nya, untuk membimbing kehidupan manusia di bumi, sehingga mereka tahu apa itu dosa dan bagaimana mereka harus menyembah Tuhan. Pada penghujung Zaman Hukum Taurat, umat manusia semakin dirusak oleh Iblis, dan mereka terus melakukan dosa meskipun menyadarinya, dan mereka tidak mampu mematuhi hukum. Karena dosa umat manusia bertambah setiap harinya, pengorbanan untuk dosa mereka menjadi semakin berkurang dan mereka jatuh ke dalam belenggu dosa dan tidak dapat lolos. Perlahan-lahan umat manusia kehilangan rasa hormat mereka kepada Tuhan, sampai-sampai mengorbankan ternak yang buta dan pincang di altar suci Yahweh, sehingga mereka terancam mati di bawah kutukan hukum Taurat. Dengan latar inilah tahap pekerjaan yang baru menjadi diperlukan agar Tuhan dapat menyelamatkan manusia. Ini hanya karena Tuhan itu sendirilah-Sang Pencipta-yang dapat menyelamatkan umat manusia yang rusak dan bejat dan, untuk alasan tersebut, Tuhan menjadi daging dan muncul dalam bentuk Tuhan Yesus untuk memulai pekerjaan penebusan dosa di Zaman Kasih Karunia. Ia memikul dosa umat manusia dan disalibkan sebagai persembahan dosa bagi umat manusia, dengan demikian menghapuskan semua dosa umat manusia untuk selama-lamanya. Tuhan Yesus mengajarkan pengikut-Nya bahwa mereka harus mengampuni dan bersabar, mengasihi sesama sama seperti mengasihi diri sendiri, dan memikul salib untuk mengikuti Dia. Ia juga mengajar orang untuk melakukan hal-hal seperti memecah roti, meminum anggur, membasuh kaki orang lain dan menutupi kepala mereka. Tuhan Yesus meminta orang-orang untuk mempraktikkan lebih banyak kebenaran. Ia menuntut lebih banyak hal dari umat manusia dari yang pernah diminta di zaman Hukum Taurat, dan Ia memberikan arahan kepada manusia untuk diikuti di zaman yang baru. Selama orang percaya kepada Tuhan Yesus, mengaku dosa kepada-Nya dan bertobat, mereka akan dapat menikmati kasih karunia yang berlimpah dari Tuhan dan memperoleh penebusan dari-Nya. Tuhan Yesus membawa pekerjaan tersebut di Zaman Kasih Karunia dan menutup Zaman Hukum Taurat yang terbentang hingga lebih dari 2000 tahun sebelumnya. Pekerjaan yang lebih baru dan lebih tinggi tersebut dilakukan di atas pondasi pekerjaan Tuhan di Zaman Hukum Taurat

Setelah kita percaya kepada Tuhan, meskipun dosa-dosa kita telah diampuni, dibenarkan oleh iman kita dan diselamatkan, ini hanya berarti bahwa kita bukan berasal dari dosa dan bahwa Tuhan tidak melihat kita sebagai pendosa. Namun, kita masih saja berbuat dosa dan hidup dalam siklus keji yaitu berdosa, mengaku dan bertobat. Kita tidak benar-benar memecah belenggu dosa dan, di saat situasi yang tepat muncul, watak Iblis kita yang rusak akan diungkapkan terlepas dari kita sendiri, misalnya kesombongan dan kelicikan, ambisi ketenaran dan kekayaan, kerusakan dan tipu daya serta kebohongan dan kecurangan. Kita tidak bisa tidak berdosa dan menyinggung Tuhan, sama seperti yang Petrus katakan: "Tidak ada hal yang baik, karena dalam diriku ada kehendak; tetapi aku tidak mendapati cara berbuat apa yang baik" (Roma 7:18). Jelas bahwa iman kita terhadap Yesus Kristus dan pengampunan dosa kita tidak menunjukkan bahwa kita telah sepenuhnya dimenangkan oleh Tuhan. Ini karena akar penyebab dosa-dosa tersebut, yaitu sifat asli kita yang seperti Iblis, yang melawan dan mengkhianati Tuhan, belum juga diselesaikan. Dengan demikian, meskipun Tuhan tidak mengingat dosa-dosa kita dan tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita, kita tetap hidup dalam daging dan tidak memiliki cara untuk membuang jauh-jauh sifat asli kita yang penuh dosa. Meskipun dosa kita diampuni ribuan kali atau bahkan puluhan ribu kali, dan Zaman Kasih Karunia terus berlanjut selama dua ribu tahun lagi, kita akan tetap berbuat dosa, dan kita masih akan tetap menentang dan mengkhianati Tuhan dan tidak mampu memecahkan belenggu sifat asli kita yang penuh dosa. Jadi agar umat manusia dapat sepenuhnya diselamatkan dari pengaruh Iblis, Tuhan harus turun tangan untuk melakukan tahap pekerjaan lainnya, yang lebih dalam dan saksama, untuk menyelamatkan manusia, dan yang akan sepenuhnya menyelesaikan perkara watak manusia yang seperti iblis dan sifat aslinya yang penuh dosa, sehingga manusia dapat benar-benar menyingkirkan pengaruh Iblis dan sepenuhnya dimenangkan oleh Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan Yesus berjanji bahwa Ia akan datang kembali, dan bernubuat bahwa Ia akan menyiapkan keselamatan yang lebih lengkap bagi manusia.

Faktanya, Alkitab berisi nubuatan tentang penyelamatan oleh Tuhan di akhir zaman, di mana Surat Petrus yang pertama Bab 1 ayat 5 berkata, "Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman." Ayat dalam Alkitab ini dengan jelas meramalkan: Bagi kita yang mengikut Tuhan Yesus, Tuhan telah menyiapkan keselamatan bagi kita di akhir zaman. Jadi seperti apakah keselamatan di akhir zaman ini? Alkitab berkata: "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Dan aku melihat malaikat lain terbang di tengah-tengah langit, membawa Injil kekal untuk diberitakan kepada mereka yang tinggal di bumi, dan kepada seluruh bangsa, kaum, bahasa, dan suku Katanya dengan suara nyaring, Takutlah akan Tuhan, dan berikan kemuliaan pada-Nya; karena saat penghakiman-Nya sudah tiba" (Wahyu 14:6-7). Kita dapat melihat dari ayat-ayat ini bahwa "injil yang kekal" mengacu kepada pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, di mana Tuhan menggunakan firman setajam pedang untuk menghakimi dan membersihkan manusia. Inilah penghakiman yang sebenarnya di hadapan tahta putih yang besar yang disebut-sebut dalam Kitab Wahyu, dan merupakan pekerjaan memisahkan domba dari kambing dan gandum dari sekamnya, memisahkan masing-masing berdasarkan jenisnya dan menentukan posisi dan tujuan akhir manusia. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, "Ketika kata 'penghakiman' disebutkan, engkau akan berpikir tentang kata-kata yang Yahweh ucapkan ke semua tempat dan kata-kata teguran yang Yesus ucapkan kepada orang-orang Farisi. Walaupun kata-kata itu sangat keras, kata-kata ini bukanlah penghakiman Tuhan bagi manusia, hanya kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan dalam suasana yang berbeda, yaitu situasi yang berbeda. Kata-kata ini tidak seperti kata-kata yang diucapkan oleh Kristus saat Dia menghakimi manusia di akhir zaman. Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Kita dapat memahami dari firman Tuhan bahwa: di akhir zaman, Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman dan mengungkapkan semua kebenaran yang menghakimi, membersihkan dan menyelamatkan umat manusia, Ia mengumumkan karya-Nya, watak-Nya, siapa Dia sebenarnya dan apa yang Ia miliki kepada semua orang dan, terlebih lagi, Ia mengungkapkan dan menghakimi semua watak manusia yang rusak, yang sebelumnya telah dirusak oleh Iblis, dan kebenaran mengenai kerusakan mereka, sehingga umat manusia dapat lebih memahami kehendak-Nya, memiliki pengetahuan yang benar tentang-Nya dan sepenuhnya memahami sumber dan substansi kerusakan manusia oleh Iblis. Selain itu, pekerjaan penghakiman juga memungkinkan umat manusia untuk benar-benar memperoleh kebenaran, jalan dan hidup yang dianugerahkan oleh Kristus di akhir zaman, dengan demikian mengubah gagasan dan watak mereka yang lama, benar-benar membersihkan mereka dari sifat asli mereka yang penuh dosa, dan membuat mereka menjadi manusia yang memiliki kebenaran dan kemanusiaan, yang benar-benar mematuhi Tuhan, yang hidup serupa dengan manusia sejati dan yang benar-benar memperoleh keselamatan Tuhan dan dimenangkan oleh Tuhan. Pekerjaan penghakiman oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah keselamatan yang lebih seksama yang dibangun di atas pondasi pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, dan juga merupakan tahap terakhir pekerjaan Tuhan yang menutup rencana pengelolaan-Nya selama 6000 tahun, yang merupakan pekerjaan menaklukkan dan menyempurnakan manusia: ini sungguh-sungguh keselamatan yang lengkap yang diungkapkan di akhir zaman, yang telah Tuhan siapkan bagi kita.

Saudara dan saudari sekalian, persekutuan ini sudah cukup untuk saat ini, dan Aku percaya bahwa engkau telah memperoleh sedikit pemahaman mengenai mengapa Kilat Timur masih melonjak ke depan dengan kemajuan yang tak terhentikan, terlepas dari penganiayaan yang keji oleh pemerintah PRT dan dunia keagamaan, yaitu justru karena Kilat Timur adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan sang Juru Selamat-Kristus di akhir zaman; Pekerjaan penghakiman-Nya adalah keselamatan yang muncul di akhir zaman, yang telah sangat lama dinanti-nantikan oleh semua orang percaya. Oleh karena itu, injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa dapat menyebar dengan sangat cepat di seluruh dataran Tiongkok, dan bahkan ke semua negara dan wilayah di dunia. Saudara dan saudari terkasih, pada saat dihadapkan dengan penampakan dan pekerjaan Tuhan, pilihan apa yang harus Engkau ambil? Tuhan Yesus berkata: "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). Kalau memang mengerti, apa lagi yang engkau tunggu?

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait