Apakah Mereka yang Dosa-dosanya Diampuni Memenuhi Syarat untuk Masuk ke Kerajaan Surga?

03 April 2026

Banyak orang yang percaya kepada Tuhan berpikir, "Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa-dosa kita, dan kita dibenarkan karena iman. Tuhan memandang kita tidak berdosa, jadi mengapa kita tidak bisa langsung diangkat ke dalam kerajaan surga?" Sekarang, mari kita bersekutu tentang pertanyaan ini. Memang benar bahwa dosa-dosa orang diampuni melalui kepercayaan mereka kepada Tuhan, tetapi mengapa mereka masih sering berbuat dosa setelah diampuni? Mengapa, sekalipun seumur hidupnya mereka percaya kepada Tuhan, tetapi tidak mampu melepaskan diri dari ikatan natur dosa mereka, masih hidup dalam dosa dan tidak mampu membebaskan diri? Selain itu, setelah dosa-dosanya diampuni, mengapa orang-orang masih bisa mengutuk, menentang, dan mengkhianati Tuhan? Apa masalahnya? Orang-orang Yahudi mempersembahkan korban bakaran setelah berbuat dosa, dan dosa-dosa mereka diampuni. Lalu, mengapa mereka masih bisa menyalibkan Tuhan Yesus yang mengungkapkan kebenaran? Ini cukup untuk membuktikan bahwa ketika dosa seseorang diampuni, bukan berarti mereka telah terbebas dari dosa, apalagi disucikan. Ini karena setelah dosa seseorang diampuni, natur dosa di dalam diri mereka masih ada; artinya, natur mereka yang berdosa masih ada. Setiap hari mereka masih hidup dalam dosa, menjalani hidup yang berbuat lalu mengaku dosa, mengaku lalu berbuat dosa. Alkitab berkata: "Tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan" (Ibrani 12:14). "Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus" (Imamat 11:45). Jadi, apakah orang-orang seperti itu memenuhi syarat untuk menikmati janji dan berkat Tuhan? Apakah mereka memenuhi syarat untuk diangkat ke dalam kerajaan surga? Tentu saja tidak.

Pada Zaman Kasih Karunia, tidak ada yang bisa melihat dengan jelas bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus hanyalah pekerjaan penebusan, bukan pekerjaan untuk menyucikan watak rusak manusia, apalagi pekerjaan untuk sepenuhnya menyelamatkan umat manusia dari pengaruh Iblis. Tuhan Yesus hanya bertindak sebagai korban penghapus dosa bagi umat manusia. Selama orang berdoa, mengaku dosa, dan bertobat dalam nama Tuhan Yesus, dosa-dosa mereka diampuni dan mereka tidak lagi dihukum oleh hukum Taurat. Inilah arti sebenarnya dari "keselamatan" yang sering kita bicarakan pada Zaman Kasih Karunia. Keselamatan ini tidak ada hubungannya dengan disucikan dan masuk ke kerajaan surga; bisa dikatakan bahwa keduanya adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Oleh karena itu, hanya karena kau telah menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, bukan berarti kau sepenuhnya diselamatkan dan akan masuk ke kerajaan surga. Katakan padaku, pernahkah Tuhan Yesus berkata bahwa orang yang dosa-dosanya diampuni telah diselamatkan dan memenuhi syarat untuk masuk ke kerajaan surga? Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan hal seperti itu, begitu pula Roh Kudus. Namun, Tuhan Yesus memang mengatakan sesuatu yang sangat penting: "Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:12-13). Apa arti firman ini? Firman ini menyatakan bahwa hal terpenting dalam menyambut Tuhan adalah menyambut Roh kebenaran. Siapakah Roh kebenaran itu? Dia adalah Tuhan, yang datang untuk mengungkapkan kebenaran dan yang akan membimbingmu ke dalam seluruh kebenaran. Sekarang, kau baru diampuni dosa-dosamu, dan kau masih membutuhkan Tuhan untuk melakukan tahap pekerjaan lain sebelum kau dapat disucikan. Kau harus menunggu Tuhan, yang datang untuk mengungkapkan kebenaran—Dia akan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Hanya dengan menerima firman yang diungkapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi ini, kau dapat memasuki seluruh kebenaran, disucikan, dan sepenuhnya melepaskan diri dari pengaruh Iblis; barulah kau akan memenuhi syarat untuk masuk ke kerajaan surga. Dalam nubuat ini, Tuhan Yesus hanya berkata: "Ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran." Pesan apa yang disampaikannya? Bahwa ketika Tuhan datang kembali, Dia akan mengungkapkan kebenaran untuk melakukan pekerjaan penghakiman, yaitu, pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Hanya dengan mengalami penghakiman di hadapan takhta Kristus, barulah kau benar-benar mengetahui kerusakanmu yang sebenarnya serta disucikan dari watak rusakmu; untuk kemudian dapat mencapai ketundukan sejati kepada Tuhan serta mengikuti kehendak-Nya. Ini menggenapi perkataan Tuhan Yesus: "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: Firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17). Ini berarti pada Zaman Kasih Karunia, orang-orang hanya diampuni dosa-dosanya. Mereka belum mendapatkan kebenaran, juga belum memperoleh penyucian, dan Tuhan masih harus melakukan tahap pekerjaan lain untuk mentahirkan mereka. Lihatlah, perkataan ini menyingkapkan misteri memasuki kerajaan surga. Tuhan ingin menyelamatkan umat manusia sepenuhnya, jadi bagaimana Dia melakukan ini? Dia melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan dan membimbing kita ke dalam seluruh kebenaran, sehingga kita dapat membuang watak kita yang rusak serta memperoleh keselamatan yang sepenuhnya. Jika Tuhan tidak membimbing kita memasuki seluruh kebenaran, maka umat manusia tidak akan mampu memperoleh keselamatan yang sepenuhnya, dan mereka tidak akan memenuhi syarat untuk masuk ke kerajaan surga. Oleh karena itu, Tuhan tidak pernah berkata bahwa diampuni dosanya adalah syarat memasuki kerajaan surga. Meskipun dosa-dosamu diampuni, dan kau bisa berkhotbah serta bekerja untuk Tuhan, juga melakukan banyak mukjizat, kau tetap tidak memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan surga. Tak hanya itu, Tuhan Yesus juga akan berkata: "Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, kalian yang melakukan kejahatan" (Matius 7:23). Mereka semua adalah orang-orang yang berkhotbah dan bekerja, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan melakukan banyak mukjizat dalam nama Tuhan. Mengapa Tuhan Yesus masih berkata kepada mereka, "Pergilah daripada-Ku, kalian yang melakukan kejahatan"? Apa arti firman ini? Artinya, jika kau tidak menerima kedatangan Tuhan kembali, dan tidak menerima pekerjaan Roh kebenaran ini yang membimbingmu ke dalam seluruh kebenaran, maka meskipun kau berkhotbah dan bekerja, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan melakukan banyak mukjizat dalam nama Tuhan Yesus, di mata Tuhan, kau adalah pelaku kejahatan. Tuhan tidak pernah mengenalmu, dan kau tidak memenuhi syarat untuk masuk ke kerajaan surga! Itulah arti dari firman Tuhan Yesus. Berapa tahun pun kau percaya kepada Tuhan—jika kau tidak menerima semua kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan di akhir zaman, kau adalah pelaku kejahatan di mata Tuhan—kau pasti disingkirkan, dan kau pasti jatuh ke dalam bencana. Tuhan Yesus berfirman: "Dia yang mengikuti kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Matius 7:21). Apa artinya ini? Artinya, satu-satunya orang yang mengikuti kehendak Tuhan adalah mereka yang dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali, menyambut Roh kebenaran, masuk ke dalam seluruh kebenaran, menerima penghakiman dan hajaran Tuhan serta disucikan, juga mampu menyelesaikan misi mereka serta melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan dengan baik. Hanya orang-orang inilah yang pada akhirnya dapat masuk ke kerajaan surga.

Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Ketika Yesus datang ke dalam dunia manusia, Dia membawa Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat. Pada akhir zaman, Tuhan sekali lagi menjadi daging, dan dengan inkarnasi ini Dia mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan membawa Zaman Kerajaan. Semua orang yang dapat menerima inkarnasi Tuhan yang kedua akan dibawa ke dalam Zaman Kerajaan, dan terlebih lagi akan mampu menerima bimbingan Tuhan secara pribadi. Meskipun Yesus datang di antara manusia dan melakukan banyak pekerjaan, Dia hanya menyelesaikan pekerjaan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak membebaskan manusia dari semua wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya mengharuskan Yesus menjadi korban penghapus dosa dan menanggung dosa manusia, tetapi juga mengharuskan Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang bahkan lebih besar untuk membebaskan manusia sepenuhnya dari wataknya yang telah dirusak oleh Iblis. Jadi, setelah manusia diampuni dari dosa-dosanya, Tuhan datang kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru serta memulai pekerjaan hajaran dan penghakiman. Pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan memperoleh berkat yang lebih besar. Mereka akan benar-benar hidup dalam terang dan memperoleh kebenaran, jalan, dan hidup" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar").

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Apa Sebenarnya Arti Diangkat?

2.000 tahun yang lalu, setelah Tuhan Yesus disalibkan dan menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya, Dia berjanji akan datang kembali. Sejak...

Hubungi kami via WhatsApp