Jika Dikutuk oleh Dunia Agamawi, Apakah Itu Bukan Jalan yang Benar?
Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan semua kebenaran untuk menyelamatkan umat manusia, yang sudah lama dipublikasikan...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Sekarang, banyak orang di dunia agamawi yang percaya kepada Tuhan rindu untuk menyambut-Nya dan sedang menyelidiki jalan yang benar. Mereka mendengar bahwa Gereja Tuhan Yang Mahakuasa bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, sedang mengungkapkan kebenaran serta melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, dan dalam menantikan kedatangan-Nya kembali, yang terpenting adalah berusaha mendengar suara-Nya. Mereka merasa ini sesuai dengan firman Tuhan, tetapi mereka masih bingung, dan berpikir, "Karena orang-orang akan melihat Tuhan turun di atas awan, mengapa masih perlu mendengar suara-Nya?" Mari kita persekutukan pertanyaan ini. Tuhan Yesus menubuatkan bahwa akan ada dua cara kedatangan Tuhan kembali: Yang pertama adalah sebagai Anak Manusia yang turun secara diam-diam, dan selain itu adalah kedatangan secara terbuka di atas awan. Jika pada akhir zaman Tuhan hanya turun di atas awan, maka orang tidak perlu mendengar suara Tuhan untuk menyambut-Nya. Ini karena dampak dari kedatangan Tuhan secara terbuka di atas awan akan sangat besar—sungguh mengguncang bumi dan begitu megah—dan orang akan dapat langsung melihatnya—mereka tidak perlu mendengar suara Tuhan untuk menyambut-Nya. Namun, kebanyakan orang di dunia agamawi tidak memiliki kemampuan memahami. Mereka terpaku pada pemikiran untuk melihat Tuhan turun di atas awan, berpikir bahwa selama mereka melihat Tuhan turun di atas awan dengan mata kepala sendiri, mereka akan dapat menyambut-Nya. Oleh karena itu, orang yang percaya bahwa Tuhan akan turun di atas awan tidak berfokus untuk mendengar suara Tuhan. Inilah situasi di seluruh dunia agamawi saat ini. Mereka semua sedang menunggu Tuhan turun di atas awan, dan tidak ada yang berusaha mendengar suara Tuhan. Akibat dari memiliki pola pikir seperti itu dalam menyambut Tuhan sungguh tak terbayangkan! Dalam Alkitab, ada beberapa nubuat yang diberikan oleh Tuhan Yesus mengenai kedatangan-Nya kembali: "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri" (Wahyu 16:15). "Karena itu berjaga-jagalah: karena engkau tidak tahu kapan waktunya Tuhanmu datang" (Matius 24:42). "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu" (Matius 24:36). Ketika orang yang memang memiliki kemampuan memahami melihat nubuat-nubuat Tuhan Yesus tentang kedatangan-Nya kembali ini, mereka akan merenung: Tuhan pasti akan datang kembali sebagai Anak manusia, jadi bagaimana kita menyambut Anak manusia ketika Dia datang? Bagaimana kita akan tahu bahwa Tuhan telah datang? Tuhan Yesus berfirman seperti ini: "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). Artinya, kita harus siap mendengar suara Tuhan agar dapat menyambut kedatangan Anak manusia. Lalu bagaimana seharusnya kita bersiap mendengar suara Tuhan? Jika ini tentang melihat Tuhan turun di atas awan, masih perlukah bersiap? Siapa pun dapat melihat dan merasakan Tuhan turun di atas awan; tidak perlu bersiap. Namun, untuk mendengar suara Tuhan, kita harus berjaga-jaga dan bersiap—kita perlu berjaga-jaga dan bersiap karena tidak ada yang tahu kapan Tuhan akan datang. Selain itu, Tuhan datang kembali sebagai Anak manusia—orang tidak dapat mengenali-Nya hanya dengan melihat. Oleh karena itu, dari firman Tuhan Yesus, kita dapat melihat bahwa menyambut Tuhan yang turun di atas awan itu mudah, tetapi untuk menyambut penampakan Anak manusia, kita perlu mendengarkan suara Tuhan dengan saksama. Ini sulit, jadi kita harus berjaga-jaga dan bersiap. Maka, mari bicarakan lebih lanjut mengapa kita harus berjaga-jaga dan bersiap. Tuhan Yesus berfirman: "Dan sama seperti di zaman Nuh, begitu juga kelak di hari-hari Anak manusia. Mereka makan, minum, kawin, dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu air bah datang dan menghancurkan mereka semua" (Lukas 17:26-27). Dapat dilihat bahwa keadaan saat Anak manusia datang akan sama seperti di zaman Nuh: orang makan, minum, kawin, dan dikawinkan. Tentu saja, ini adalah keadaan sebelum malapetaka. Keadaan sebelum malapetaka ini sangat mudah diabaikan, karena sebelum malapetaka, umat manusia sangatlah jahat—semua hidup di tengah tren jahat makan, minum, bersenang-senang, serta kawin dan kawin lagi. Namun, selama malapetaka, apakah tren jahat makan, minum, serta kawin dan kawin lagi ini masih akan ada? Tren-tren itu sudah lama menghilang. Ketika wabah besar melanda, entah berapa banyak orang yang mati. Kota-kota menjadi sepi, dan pedesaan juga menjadi sepi. Tren makan, minum, serta kawin dan kawin lagi lenyap begitu saja, jadi jelas bahwa hari-hari seperti di zaman Nuh telah berlalu. Mereka yang gagal menyambut Tuhan sebelum malapetaka semuanya jatuh ke dalamnya, dan hanya mereka yang mendengar suara Tuhan serta menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zamanlah yang diangkat ke hadapan Tuhan untuk menghadiri perjamuan kerajaan surga, menerima penghakiman Tuhan, dan disucikan; mereka semua bersaksi tentang penampakan dan pekerjaan Tuhan. Orang-orang ini adalah sekelompok pemenang yang dijadikan oleh Tuhan sebelum malapetaka.
Sekarang kita semua dapat jelas melihat bahwa kedatangan Anak manusia yang turun secara diam-diam sebelum malapetaka, sementara Dia baru akan turun secara terbuka di atas awan setelah malapetaka dahsyat berakhir. Waktu dan keadaan kedatangan Anak manusia secara diam-diam dan kedatangan-Nya secara terbuka setelah berakhirnya malapetaka dahsyat itu berbeda: Yang satu terjadi sebelum malapetaka, dan yang lain terjadi setelah malapetaka. Kedatangan yang terjadi sebelum malapetaka adalah kedatangan Anak manusia untuk mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Sama seperti Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja, Tuhan berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penyelamatan manusia. Setelah malapetaka dahsyat berakhir, Anak manusia akan mengubah wujud-Nya dan turun secara terbuka di atas awan. Saat itu, pekerjaan penyelamatan umat manusia oleh Tuhan telah berakhir, semua kerajaan Iblis akan dihancurkan, dan semua orang tidak percaya yang menentang Tuhan serta orang dunia agamawi pada dasarnya telah binasa. Oleh karena itu, ketika Tuhan turun secara terbuka di atas awan, Dia akan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Sekalipun sejumlah kecil dari mereka yang tidak menerima penampakan dan pekerjaan Anak manusia dapat bertahan hidup untuk melihat Tuhan turun secara terbuka di atas awan, mereka tetap akan menjadi sasaran hukuman. Ketika saat itu tiba, mereka akan meratap dan mengertakkan gigi, dan langsung masuk neraka. Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas berfirman: "Mengenai manusia di seluruh alam semesta, semua orang yang berasal dari setan-setan akan dimusnahkan. Semua orang yang menyembah Iblis akan ditumbangkan di tengah api-Ku yang menyala-nyala—itu berarti, kecuali mereka yang sekarang berada di dalam aliran ini, semua orang akan diubah menjadi abu" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 26"). Bagaimana memahami firman ini? Itu artinya jika engkau ingin selamat dari malapetaka, engkau harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman. Mereka yang tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan semuanya akan binasa, dan mereka yang hanya menunggu Tuhan turun di atas awan semuanya akan menjadi sasaran kebinasaan. Oleh karena itu, maksud Tuhan menyuruhmu menyambut Tuhan adalah agar engkau menjadi gadis-gadis bijaksana yang dapat menyambut penampakan Anak manusia. Mereka yang menyambut penampakan Anak manusia diberkati; ini adalah berkat yang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Namun, mereka yang bersikeras menunggu melihat Tuhan turun di atas awan sebelum menyambut-Nya adalah gadis-gadis paling bodoh, karena ketika mereka melihat Tuhan turun di atas awan, itu bukanlah berkat Tuhan; itu adalah tanda bahwa mereka akan dihukum. Oleh karena itu, jika engkau ingin menyambut Tuhan, kuncinya adalah menyambut penampakan dan pekerjaan Anak manusia. Hanya inilah yang sejalan dengan maksud Tuhan.
Sekarang semua orang seharusnya mengerti bahwa untuk menyambut Anak manusia, engkau harus berfokus untuk mendengar suara Tuhan. Ini karena dari luar, Anak manusia hanyalah orang biasa, persis seperti Tuhan Yesus; satu-satunya perbedaan adalah Dia dapat mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan. Jika engkau ingin mengenali Anak manusia yang berinkarnasi, engkau harus tahu cara mendengar suara Tuhan. Jadi bagaimana supaya engkau mampu mendengar suara Tuhan? Yang terpenting adalah engkau harus tahu apa itu kebenaran. Sekalipun engkau tidak memahami kebenaran saat membaca firman Tuhan, asalkan di dalam hatimu engkau dapat merasakan itu adalah kebenaran, dan meyakini bahwa itu adalah kebenaran, itu sudah cukup. Jika engkau tidak tahu apa itu kebenaran dan hatimu tidak merasakan apa-apa saat membaca firman Tuhan, maka engkau tidak akan dapat mendengar suara Tuhan. Sekarang, begitu banyak orang di seluruh dunia telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Ketika mereka pertama kali membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, mereka juga tidak memahami kebenaran, tetapi mereka semua dapat merasakan bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa memiliki otoritas dan kuasa, dan bahwa itu semua adalah kebenaran, sehingga mereka menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Orang-orang yang dapat mendengar suara Tuhan adalah yang paling diberkati; inilah berkat yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Begitu firman Tuhan diucapkan, domba-domba Tuhan memiliki perasaan di dalam hati mereka; mereka dapat merasakan bahwa firman ini memiliki otoritas yang begitu besar, dan bahwa itu adalah kebenaran. Apa yang mereka andalkan untuk dapat mendengar suara Tuhan? Mereka mengandalkan intuisi dalam roh mereka. Intuisi dalam roh mereka adalah kesadaran bahwa firman ini punya otoritas yang begitu besar, sangat mendalam, berasal dari Tuhan, dan manusia mana pun tak akan bisa mengucapkannya. Selain itu, setelah membaca firman ini, mereka dapat meyakini bahwa itu adalah kebenaran, dan mereka merasa bahwa hanya kebenaran yang memiliki otoritas dan kuasa. Orang-orang seperti itu merasakan sesuatu ketika mereka mendengar firman kebenaran. Oleh karena itu, kemampuan untuk mendengar suara Tuhan didasarkan pada perasaan dalam rohmu, pada intuisi. Tuhan Yesus berfirman: "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). Pernyataan, "Domba-domba Tuhan mendengar suara Tuhan", bukan berarti domba-domba Tuhan harus mengalami firman Tuhan selama beberapa tahun, memiliki pengalaman hidup, dan memiliki pengetahuan sejati tentang Tuhan sebelum mereka dapat mendengar suara-Nya. Sebaliknya, itu menyatakan bahwa mereka yang adalah domba-domba Tuhan secara alami akan mendengar suara Tuhan. Ini adalah naluri yang dimiliki oleh domba-domba Tuhan; orang-orang yang memiliki pemahaman rohani memiliki naluri ini. Mereka yang memiliki naluri ini adalah domba-domba Tuhan, dan mereka yang tidak memilikinya bukanlah domba-domba-Nya. Tuhan Yang Mahakuasa sekarang telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, tetapi begitu banyak orang di dunia agamawi masih menentang dan mengutuk-Nya. Orang-orang ini bukanlah domba-domba Tuhan. Mereka adalah gadis-gadis bodoh yang telah jatuh ke dalam kegelapan. Mereka adalah para antikristus, setan, dan Iblis.
Jadi bagaimana engkau bisa mendengar suara Tuhan? Engkau perlu mencari dan menyelidiki. Pertama, yang terpenting adalah engkau harus dapat mengenali bahwa firman Tuhan memiliki otoritas dan kuasa. Selain itu, engkau harus mengenali bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, bahwa tidak ada manusia yang memiliki kebenaran itu, serta tidak ada manusia yang dapat mengucapkannya, berapa tahun pun mereka telah percaya kepada Tuhan. Semua firman Tuhan adalah kebenaran. Kebenaran adalah hal yang positif. Kebenaran sama sekali berbeda dari gagasan dan pemikiran manusia, juga sangat berbeda dari teori-teori manusia. Firman Tuhan mewakili maksud Tuhan, watak Tuhan, serta apa yang Dia miliki dan siapa Dia, dan hanya Tuhan yang dapat mengungkapkannya. Poin lainnya adalah firman Tuhan dapat menyingkapkan misteri-misteri dalam Alkitab, serta berbagai misteri pekerjaan Tuhan. Tidak ada manusia yang dapat menyingkapkan misteri-misteri ini, Roh Kudus juga tidak akan mewahyukan misteri-misteri ini kepada manusia; hanya Tuhan yang dapat menyingkapkannya. Dalam mendengar suara Tuhan, engkau terutama harus berfokus pada aspek-aspek ini. Jika engkau dapat mendengar suara Tuhan, dan setidaknya dapat meyakini bahwa Pribadi yang mengungkapkan kebenaran ini diutus oleh Tuhan, maka setidaknya engkau tidak akan menentang dan mengutuk Tuhan. Jika, selain itu, engkau dapat meyakini bahwa kebenaran-kebenaran itu hanya dapat diungkapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi, itu lebih baik lagi, dan engkau telah menyambut Tuhan.
Mari kita bicarakan lebih lanjut tentang apa yang Tuhan Yesus maksudkan ketika Dia menyuruh kita untuk berjaga-jaga dan bersiap. Setidaknya ada tiga hal yang harus kita waspadai dan persiapkan. Yang pertama adalah bagaimana kita menentukan bahwa Anak manusia adalah Tuhan yang berinkarnasi dan Kristus akhir zaman ketika Dia datang. Jika engkau tidak berjaga-jaga dan bersiap, engkau tidak akan dapat menyambut Tuhan. Ini karena para kristus palsu muncul pada akhir zaman untuk menyesatkan orang—mereka yang tidak memiliki kebenaran mudah disesatkan oleh para kristus palsu. Sebagaimana yang Tuhan Yesus katakan: "Jadi, jika ada orang yang berkata kepada engkau: Lihat, kristus ada di sini, atau kristus ada di sana; jangan engkau percaya. Karena akan bangkit kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan" (Matius 24:23-24). Jika engkau tidak memahami kebenaran, engkau berada dalam bahaya disesatkan oleh para kristus palsu. Berbahaya jika engkau tidak berjaga-jaga dan bersiap; jika engkau gagal menyambut Kristus yang benar dan malah disesatkan oleh kristus palsu, pada akhirnya engkau akan dihukum. Oleh karena itu, dalam menyambut kedatangan Tuhan kembali, jika tidak waspada, engkau sangat mudah untuk mengambil jalan yang salah dan disesatkan oleh para kristus palsu. Inilah hal pertama yang harus engkau waspadai. Hal kedua yang harus engkau waspadai adalah jika engkau tidak mengenali dan tidak memahami kebenaran, engkau dapat disesatkan oleh para pendeta agamawi dan berbagai ajaran sesat serta kekeliruan dari dunia agamawi. Beberapa orang merasa bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa cukup baik ketika mereka mendengarnya, tetapi mereka berpikir, "Saat menyelidiki jalan yang benar, aku harus mendapatkan persetujuan pendetaku. Akan kubiarkan pendetaku menjadi penjaga gerbang untuk melihat apakah jalan ini benar atau salah. Dengan begitu, tidak akan ada yang salah." Namun, begitu mereka bertanya kepada pendeta mereka, pendeta itu menyemburkan beberapa ajaran sesat dan kekeliruan, dan mereka disesatkan serta menyangkal semua firman Tuhan Yang Mahakuasa. Dalam situasi ini, jika mereka bertemu seseorang yang memahami kebenaran dan mempersekutukan kebenaran kepada mereka, dan mereka belajar untuk membedakan antara jalan yang benar dan jalan yang salah, serta akhirnya mengenali jalan yang benar, menerima kebenaran, dan tidak ditarik kembali oleh dunia agamawi, maka mereka diberkati. Namun, jika mereka bertemu orang-orang jahat, atau jenis orang yang tidak masuk akal yang tidak memiliki pemahaman rohani, dan orang-orang ini juga menyemburkan beberapa ajaran sesat serta kekeliruan, maka mereka akan disesatkan. Oleh karena itu, jika engkau tidak waspada dalam menyambut Tuhan, engkau berisiko disesatkan. Tidak bisa jika engkau tidak memahami nubuat-nubuat Alkitab, tidak memiliki kemampuan membedakan kebenaran, atau berkualitas buruk, dan jelas tidak akan bisa jika engkau terus diganggu oleh sosok-sosok negatif. Inilah hal kedua yang harus engkau waspadai. Hal ketiga yang harus engkau waspadai adalah bahwa tanpa memiliki kebenaran, engkau akan mudah mengembangkan gagasan tentang Kristus. Misalnya, ketika beberapa orang melihat bahwa Kristus memiliki kemanusiaan yang normal dan dari luarnya sama sekali tidak supernatural, mereka mengembangkan gagasan. Mereka berpikir, "Ketika Tuhan Yesus datang, Dia melakukan tanda-tanda dan mukjizat. Mengapa Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman tidak melakukan tanda dan mukjizat apa pun? Jika Dia tidak melakukan tanda dan mukjizat, apakah Dia benar-benar Tuhan?" Mereka tidak tahu bahwa Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman mengungkapkan kebenaran untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan telah menjadikan sekelompok pemenang. Ini adalah tanda dan mukjizat terbesar dari semuanya, dan itu cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi dan Kristus akhir zaman. Contoh lainnya, beberapa orang menjadi negatif ketika bencana datang atas mereka, berpikir bahwa jika Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang benar, Dia seharusnya melindungi mereka. Memegang gagasan ini berbahaya bagi mereka, karena mereka dapat mengkhianati Tuhan! Lihatlah, orang yang tidak memahami kebenaran selalu mengembangkan gagasan tentang Kristus—ada cukup banyak orang seperti ini. Inilah hal ketiga yang perlu engkau waspadai. Untuk menyambut Kristus akhir zaman, engkau harus berjaga-jaga dan menyiapkan minyak, dan ini terutama mengacu pada ketiga hal ini. Tanpa mewaspadai ketiga hal ini, sekalipun engkau menerima Kristus akhir zaman, engkau masih akan sulit untuk tetap teguh ketika menghadapi bencana atau pencobaan apa pun, atau mendengar propaganda negatif maupun perkataan menyesatkan para pendeta.
Sangat penting untuk berjaga-jaga dan bersiap dalam menyambut Tuhan! Tanpa berjaga-jaga dan bersiap, terlalu mudah untuk disesatkan dan terlalu mudah untuk kehilangan kesempatanmu untuk diselamatkan. Banyak orang tidak hanya gagal untuk berjaga-jaga dan bersiap, tetapi mereka juga sama sekali tidak mencari ataupun menyelidiki. Mereka selalu mendengarkan pendeta mereka dan selalu mencari jawaban di dalam Alkitab. Orang-orang seperti itu tidak akan dapat menyambut Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Karena kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, sudah seharusnya kita mencari maksud-maksud Tuhan, firman Tuhan, dan perkataan-Nya. Hal ini karena di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada jejak langkah Tuhan, di situlah ada perbuatan Tuhan; di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di sanalah jalan, kebenaran, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau semua telah gagal melihat firman yang mengatakan bahwa 'Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan hidup'. Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Sungguh kesalahan yang sangat fatal!" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 1: Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru").
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan semua kebenaran untuk menyelamatkan umat manusia, yang sudah lama dipublikasikan...
Pada akhir zaman, Sang Juruselamat, Tuhan Yang Mahakuasa telah datang ke bumi, mengungkapkan kebenaran, menampakkan diri dan bekerja untuk...
Saat menyebut nasib, kebanyakan orang menyamakan nasib baik dengan memiliki uang dan status, serta menjadi sukses, dan berpikir bahwa orang...
Di akhir zaman ini, Tuhan Yesus telah kembali menjadi manusia untuk mengungkapkan jutaan kebenaran, dan melakukan satu tahap pekerjaan...