Cara Membedakan Kristus yang Benar dari Kristus-Kristus Palsu

03 April 2026

Tuhan Yesus pernah berkata: "Jadi, jika ada orang yang berkata kepada engkau: Lihat, kristus ada di sini, atau kristus ada di sana; jangan engkau percaya. Karena akan bangkit kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan" (Matius 24:23-24). Para pendeta dan penatua di dunia agamawi sering menggunakan bagian kitab suci ini sebagai dasar untuk menetapkan bahwa Tuhan mustahil berinkarnasi serta menampakkan diri dan bekerja di akhir zaman, menetapkan bahwa klaim apa pun yang bersaksi tentang kedatangan Tuhan adalah palsu. Ini menjadikan banyak orang percaya, dalam hal menyambut Tuhan, mewaspadai kristus-kristus palsu secara membabi buta; mereka tidak berani secara aktif mencari serta menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan. Akibatnya, mustahil bagi mereka untuk menyambut Tuhan. Oleh karena itu, kunci untuk menyambut Tuhan adalah mampu membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu. Jadi, bagaimana caramu membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu? Pertama, kita harus tahu bahwa pernyataan, "Kristus-kristus palsu akan muncul di akhir zaman untuk menyesatkan orang-orang," diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Pernyataan ini benar—ini adalah fakta. Kita semua telah melihat insiden kristus-kristus palsu yang muncul untuk menyesatkan orang-orang di beberapa negara, yang membuktikan bahwa firman Tuhan Yesus telah digenapi. Namun, beberapa orang menyangkal kedatangan Tuhan kembali karena kemunculan kristus-kristus palsu di akhir zaman. Apa kesalahan mereka? Bukankah ini seperti berhenti makan karena takut tersedak? Bukankah mereka menyangkal nubuat tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali? Jika orang percaya kepada Tuhan tetapi berani menyangkal nubuat Tuhan Yesus, bukankah mereka menentang Tuhan? Bagaimana orang-orang seperti itu bisa menyambut Tuhan? Lalu mengapa Tuhan Yesus memperingatkan orang-orang di akhir zaman untuk berjaga-jaga terhadap kristus-kristus palsu? Itulah kasih Tuhan. Tuhan melakukannya demi melindungi dan menjaga kita agar tidak disesatkan oleh kristus-kristus palsu dan mengikuti mereka. Jika kita disesatkan, kita tidak akan bisa memperoleh keselamatan Tuhan. Oleh karena itu, di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus terlebih dahulu mengucapkan firman ini agar kita dapat berjaga-jaga terhadap kristus-kristus palsu. Kita bisa melihat niat Tuhan yang tekun dalam hal ini. Namun, banyak orang tidak memiliki pemahaman yang murni tentang firman Tuhan Yesus. Sambil mewaspadai kristus-kristus palsu, mereka menyangkal kedatangan kembali Tuhan Yesus di akhir zaman. Untuk mewaspadai kristus-kristus palsu, mereka menyangkal fakta bahwa Tuhan telah menjadi daging untuk mengungkapkan kebenaran. Bukankah ini seperti tidak mau makan karena takut tersedak? Bukankah orang-orang seperti itu adalah gadis yang bodoh? Bukankah sangat konyol melakukan ini? Dengan menyuruh kita waspada terhadap kristus-kristus palsu, Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa kita perlu berjaga-jaga dan bersiap sedia. Jika kita tidak berjaga-jaga dan bersiap sedia, dan ternyata disesatkan oleh kristus-kristus palsu, bukankah kita akan celaka? Kita bukan hanya akan gagal menyambut Tuhan, tetapi pada akhirnya kita harus masuk neraka dan dihukum. Sekarang setelah kita tahu kristus-kristus palsu telah muncul, bagaimana kita harus berjaga-jaga dan bersiap sedia untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali? Bagaimana kita harus membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu? Pertama, kita harus belajar membedakan apa sebenarnya kebenaran itu dan siapa yang bisa mengungkapkan kebenaran. Begitu kita melihat ini dengan jelas, akan mudah bagi kita untuk membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu. Ini karena kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu tidak memiliki kebenaran, begitu pula berbagai roh jahat. Bisakah mereka yang tidak memiliki kebenaran mengungkapkan kebenaran? Tentu saja tidak bisa. Kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu semuanya adalah orang-orang yang dirasuki roh-roh jahat; mereka berasal dari Iblis, jadi mereka tidak memiliki kebenaran dan tidak bisa mengungkapkan kebenaran. Lalu apa yang diandalkan kristus-kristus palsu untuk menyesatkan orang-orang? Pertama, mereka mengandalkan penyampaian nubuat palsu; kedua, mereka mengandalkan penyebaran kesesatan dan kekeliruan; ketiga, mereka mengandalkan pekerjaan roh-roh jahat, berbicara dalam bahasa roh palsu dan melakukan tanda-tanda serta mukjizat. Saat ini, ketika para kristus palsu menyesatkan orang-orang, mereka umumnya melakukannya dengan menyampaikan beberapa nubuat palsu dan menyebarkan beberapa kesesatan dan kekeliruan. Mereka mengandalkan ini untuk menyesatkan orang-orang. Kita belum melihat mereka melakukan tanda-tanda dan mukjizat besar untuk menyesatkan orang-orang. Ini sangat jarang terjadi; mungkin karena Tuhan tidak mengizinkannya. Jika Tuhan benar-benar mengizinkan Iblis melakukan tanda-tanda dan mukjizat besar untuk menyesatkan orang-orang, maka sembilan puluh sembilan persen dari seluruh dunia agamawi akan memercayai kristus-kristus palsu. Ini karena di antara seluruh umat manusia, sangat sedikit yang benar-benar memahami kebenaran. Orang-orang tanpa kebenaran berada dalam bahaya besar, dan semuanya mudah disesatkan oleh kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu. Oleh karena itu, Tuhan Yesus menubuatkan ini terutama agar orang-orang mewaspadai kristus-kristus palsu yang muncul di akhir zaman dan untuk memberi tahu orang-orang tentang ciri-ciri kristus palsu; dengan begitu, orang-orang dapat membedakan kristus-kristus palsu dan terhindar dari kesesatan. Itulah tujuan Tuhan Yesus mengucapkan firman ini, dan ini pun adalah niat Tuhan yang tekun. Namun, Tuhan Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia tidak akan datang kembali. Jika seseorang tidak percaya bahwa Tuhan telah datang kembali karena Tuhan Yesus berkata kristus-kristus palsu akan muncul, mereka salah. Tuhan Yesus berfirman: "Sesungguhnya, Aku datang segera" (Wahyu 3:11). Oleh karena itu, kedatangan Tuhan Yesus kembali pasti terjadi. Namun, bagaimana para pendeta dan penatua menjelaskan bagian kitab suci ini? Mereka memberi tahu orang-orang percaya, "Karena kristus-kristus palsu akan muncul di akhir zaman untuk menyesatkan orang-orang, pesan apa pun yang mengatakan bahwa Tuhan telah datang kembali adalah palsu. Kalian tidak diizinkan untuk mencari dan menyelidiki, apalagi menerimanya." Itulah cara halus untuk sepenuhnya menyangkal firman yang diucapkan Tuhan Yesus: "Sesungguhnya, Aku datang segera". Dengan menjelaskan seperti ini, para pendeta salah menafsirkan firman Tuhan Yesus. Jika orang-orang memercayai klaim para pendeta dan tidak lagi menyelidiki jalan yang benar, mereka telah termakan tipu daya para Iblis dan setan. Oleh karena itu, pendeta mana pun yang menjelaskan bagian tersebut dengan cara seperti itu hanya menyesatkan orang-orang. Mereka menggunakan contoh kristus-kristus palsu yang menyesatkan orang-orang untuk menyangkal kedatangan Tuhan Yesus kembali, untuk menyangkal inkarnasi Tuhan, dan untuk menyangkal bahwa Tuhan mengungkapkan kebenaran guna melakukan pekerjaan penyelamatan umat manusia di akhir zaman. Tujuan mereka adalah untuk menghalangimu menyambut kedatangan Tuhan kembali, membuatmu menolak untuk percaya atau menyelidiki, sekalipun kau mendengar seseorang bersaksi tentang Kristus atau mengatakan di manakah Kristus berada, juga untuk membuatmu tetap tinggal di gereja mendengarkan khotbah mereka dan memercayai perkataan mereka, sehingga pada akhirnya, kau akan mengikuti mereka ke neraka. Itulah niat para pendeta. Lalu apa cara yang murni untuk menafsirkan bagian ini? Itu harus ditafsirkan seperti ini: "Kita percaya pada firman Tuhan. Kristus-kristus palsu yang pasti muncul untuk menyesatkan orang-orang di akhir zaman adalah sebuah fakta, tetapi benar juga bahwa Tuhan Yesus pasti akan datang kembali. Inilah janji Tuhan. Tuhan itu setia. Tuhan berjanji bahwa Dia akan datang kembali, jadi Dia pasti akan datang. Apa pun yang terjadi, kita tidak boleh menyangkal kedatangan Tuhan kembali karena munculnya kristus-kristus palsu di akhir zaman, kita juga tidak bisa mundur dari menyelidiki jalan yang benar atau menolak menyambut Tuhan hanya karena mewaspadai kristus-kristus palsu. Melakukan hal itu membuat kita berisiko kehilangan kesempatan untuk menyambut Tuhan dan diselamatkan." Menjelaskannya dengan cara seperti ini tidak menyesatkan orang-orang. Namun, para pendeta sering menyebarkan kekeliruan, menetapkan bahwa pesan apa pun yang mengatakan bahwa Tuhan telah datang adalah palsu, dan mengatakan bahwa pesan apa pun yang menyatakan Tuhan telah datang berinkarnasi sebagai Anak manusia adalah palsu. Bukankah ini salah menafsirkan firman Tuhan Yesus? Semua ini adalah salah menafsirkan firman Tuhan Yesus, yang membuktikan bahwa para pendeta sedang menyesatkan orang-orang. Mereka salah menafsirkan firman Tuhan Yesus dan memutarbalikkan fakta demi mencapai tujuan mereka menyesatkan orang-orang. Inilah niat dan tipu muslihat para pendeta dalam menjelaskan bagian ini. Jadi, bagaimana kita harus membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu dalam hal menyambut Tuhan? Ada tiga hal yang perlu dipahami orang-orang. Pertama, bagaimana menafsirkan firman Tuhan Yesus bahwa "kristus-kristus palsu akan muncul di akhir zaman untuk menyesatkan orang-orang"; kedua, bagaimana membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu; dan ketiga, niat dan tujuan di balik cara para pendeta menjelaskan bagian ini. Begitu ketiga hal ini jelas bagimu, kau akan mampu membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu. Hanya Kristus yang bisa mengungkapkan kebenaran. Kristus-kristus palsu tidak memiliki kebenaran; mereka hanya bisa menyampaikan nubuat palsu atau melakukan beberapa tanda dan mukjizat untuk menyesatkan orang-orang. Mereka yang tidak memiliki pemahaman rohani dan adalah setan-setan hanya percaya pada tanda-tanda dan mukjizat, bukan kebenaran, sehingga mereka disesatkan untuk mengikuti kristus-kristus palsu. Namun, mereka yang percaya dan mencintai kebenaran hanya mengikuti Kristus dan menerima kebenaran, dan pada akhirnya mereka memperoleh hidup serta disempurnakan Tuhan.

Jadi, apa pekerjaan utama yang Kristus akhir zaman datang untuk lakukan? Tuhan Yesus berfirman: "Ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:13). Itulah tepatnya pekerjaan yang dilakukan Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman; Dia akan menuntun orang-orang ke dalam seluruh kebenaran. Lalu secara spesifik, pekerjaan apa yang Dia lakukan? Itu adalah pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Alkitab berkata: "Karena waktunya telah tiba bahwa penghakiman haruslah dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). "Dan aku melihat takhta putih yang besar, dan Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya langit dan bumi lenyap dan tidak ditemukan tempatnya lagi. Lalu aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta Tuhan itu; kemudian semua kitab dibuka, dan dibuka sebuah kitab lain yaitu kitab kehidupan dan orang-orang mati dihakimi menurut apa yang tertulis di kitab itu, menurut perbuatan mereka" (Wahyu 20:11-12). Merujuk pada apakah penghakiman takhta putih yang besar yang dinubuatkan dalam Wahyu? Itu merujuk pada Tuhan yang menjadi daging untuk mengungkapkan kebenaran. Lalu merujuk pada apakah menjadi daging itu? Itu berarti menjadi Anak manusia. Seperti Tuhan Yesus, Anak manusia ini adalah Tuhan yang berinkarnasi. Dia memiliki esensi ilahi, dan Dia adalah penampakan Tuhan, duduk di takhta putih yang besar menghakimi semua negara dan semua bangsa. Oleh karena itu, ketika kau melihat Tuhan mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman, itu berarti Dia telah datang. Saat ini, Tuhan Yang Mahakuasa sedang mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman, yang cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Kristus akhir zaman. Bisakah kristus-kristus palsu mengungkapkan kebenaran? Mereka tidak bisa mengungkapkan kebenaran. Dia yang bisa mengungkapkan kebenaran adalah Tuhan, yang telah menampakkan diri dan sedang bekerja; hanya Dia yang bisa mengungkapkan kebenaranlah yang bisa melakukan pekerjaan penghakiman. Kebenaran itu seperti cermin yang menyingkapkan setan-setan—kebenaran adalah hal yang paling menyingkapkan orang-orang. Ketika Tuhan mengungkapkan kebenaran, semua orang akan dipermalukan di hadapan kebenaran, dan sifat asli mereka pasti akan tersingkap. Seberapa pun tingginya status mereka atau seberapa banyaknya pengetahuan yang mereka miliki, ketika mereka melihat kebenaran, mereka mulai menjaga sikap dan tidak berani berbicara sembarangan. Segelintir perkataan dan teori mereka sama sekali tidak berharga di hadapan kebenaran. Itu sebabnya, di hadapan kebenaran, bahkan Iblis pun menjaga sikapnya dan tidak berani berkata apa-apa. Dahulu, dunia agamawi menyebarkan rumor tidak berdasar dan menjelek-jelekkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Namun, sejak firman Tuhan Yang Mahakuasa dipublikasikan secara daring, dunia agamawi telah terdiam dan menjadi jauh lebih menjaga sikapnya. Sekarang, tidak banyak orang yang berani menghakimi dan mengutuk Gereja, dan kritikan terhadap Gereja Tuhan Yang Mahakuasa menjadi makin sedikit. Meskipun beberapa setan memang berani mengkritik, tidak lama kemudian kekeliruan mereka sudah tidak dapat dipertahankan, dan sebagian besar mereka yang menghakimi dan mengutuk Tuhan telah jatuh. Ketika banyak orang melihat firman Tuhan Yang Mahakuasa, mereka merasa bahwa firman itu memiliki otoritas dan kuasa, dan bahwa semuanya adalah kebenaran. Mereka merasa bahwa Gereja Tuhan Yang Mahakuasa memiliki kebenaran dan pekerjaan Roh Kudus, dan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa sangat mungkin adalah Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri dan sedang bekerja. Beberapa orang menyelidiki selama satu atau dua tahun dan kemudian menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman; beberapa menyelidiki selama tiga sampai lima tahun dan kemudian menerimanya; dan beberapa menyelidiki selama tujuh atau delapan tahun, atau bahkan satu dekade, sebelum menerimanya. Ada tokoh-tokoh terkenal di berbagai negara Barat yang telah menerimanya, termasuk berbagai orang terkemuka seperti pendeta, penulis, dan profesor. Bagaimana mereka bisa menerimanya? Mereka melihat bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa semuanya adalah kebenaran, mereka menjadi yakin bahwa firman ini diungkapkan oleh Tuhan, dan bahwa pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa adalah pekerjaan Tuhan. Meskipun Tuhan Yang Mahakuasa telah berinkarnasi sebagai Anak manusia biasa, firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa semuanya adalah kebenaran dan meyakinkan orang-orang sepenuhnya, sehingga mereka yang mencintai kebenaran menerima-Nya. Mereka yang tidak mencintai kebenaran adalah seperti orang Farisi ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja. Mereka juga mengakui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa memiliki otoritas dan kuasa, tetapi karena tidak mencintai kebenaran, mereka tidak menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Ada juga beberapa orang yang dikekang oleh dunia agamawi. Karena takut diusir oleh dunia agamawi, mereka tidak berani percaya atau menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Bukankah ini bodoh dan bebal? Dalam hal percaya kepada Tuhan dan menyelidiki jalan yang benar, kau harus punya pendirian sendiri. Kau tidak bisa selalu mendengarkan para pendeta, apalagi mempercayai nenek moyangmu, karena mereka tidak mewakili Tuhan, apalagi mewakili yang memiliki kebenaran. Menjadi gadis yang bijaksana menuntutmu berjaga-jaga, berdoa, dan tahu bagaimana mencari kebenaran. Jika kau tidak tahu bagaimana berdoa dan mengandalkan Tuhan, kau rentan disesatkan, dikendalikan, dan ditawan oleh Iblis serta para pendeta.

Jadi, apa kemampuan yang harus kau miliki untuk mencari dan menyelidiki jalan yang benar? Pertama, kau harus mampu membedakan apa itu kebenaran, siapa yang memiliki kebenaran, dan siapa yang bisa mengungkapkan kebenaran. Begitu kau melihat hal-hal ini dengan jelas, kau akan mampu membedakan Kristus yang benar dari kristus-kristus palsu. Jika Dia adalah Kristus, Dia pasti bisa mengungkapkan kebenaran; jika dia bukan Kristus, maka dia tidak bisa mengungkapkan kebenaran. Apa yang diandalkan kristus-kristus palsu untuk menyesatkan orang-orang? Membuat nubuat palsu dan menyebarkan kesesatan serta kekeliruan. Kristus-kristus palsu sama sekali tidak memiliki kebenaran. Jika kau bisa melihat ini dengan jelas, kau tidak akan rentan disesatkan oleh kristus-kristus palsu. Lebih jauh lagi, jika kau bisa jelas melihat bahwa para pendeta serta penatua tidak memiliki kebenaran dan adalah gembala palsu, maka kau juga tidak akan disesatkan oleh para pendeta dan penatua. Jika orang-orang yang percaya kepada Tuhan dikendalikan oleh para pendeta dan penatua, mereka jelas tidak dipilih Tuhan, tetapi berasal dari Iblis. Semua orang yang memuja para pendeta dan penatua adalah gadis-gadis yang bodoh dan tidak bisa menyambut Tuhan. Ingatlah ini! Menyelidiki jalan yang benar berarti, di satu sisi, mampu memastikan bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa memiliki otoritas dan kuasa dan semuanya adalah kebenaran, bahwa hanya Tuhan yang bisa mengungkapkan kebenaran, dan selain Tuhan, tidak ada yang bisa mengungkapkan kebenaran. Di sisi lain, itu berarti memastikan bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa mutlak adalah kebenaran dan hanya bisa diungkapkan oleh Tuhan; bahwa tidak ada setan, Iblis, atau roh jahat yang bisa mengungkapkan kebenaran; dan bahwa perkataan yang menyesatkan serta propaganda negatif apa pun adalah kebohongan dan perkataan setan yang tidak pantas dipercaya. Saat menyelidiki jalan yang benar, cukup pastikan saja kedua hal itu. Jika orang biasa ini bisa mengungkapkan kebenaran, dan bisa mengungkapkan firman yang memiliki otoritas dan kuasa, maka Dia adalah penampakan Anak manusia yang dinubuatkan oleh Tuhan Yesus. Itulah penampakan Tuhan yang berinkarnasi; yang bisa juga dikatakan sebagai Firman menampakkan diri dalam daging. Sebagaimana yang difirmankan Tuhan Yang Mahakuasa: "Tuhan yang menjadi daging disebut Kristus, jadi menyebut Kristus yang mampu menganugerahkan kebenaran kepada manusia sebagai Tuhan sama sekali tidak berlebihan. Ini karena Dia memiliki esensi Tuhan, dan Dia memiliki watak Tuhan serta hikmat pekerjaan Tuhan, yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Mereka yang menyebut dirinya kristus, tetapi tidak mampu melakukan pekerjaan Tuhan, adalah para penipu. Kristus bukan sekadar perwujudan Tuhan di bumi, tetapi juga daging khusus yang dikenakan Tuhan saat Dia melaksanakan pekerjaan-Nya di bumi dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia. Daging ini tidak bisa digantikan oleh sembarang manusia, melainkan adalah daging yang mampu memikul pekerjaan Tuhan di bumi dengan memadai, yang mampu mengungkapkan watak Tuhan, yang mampu mewakili Tuhan secara memadai, dan yang menyediakan hidup kepada manusia. Cepat atau lambat, mereka semua yang menyamar sebagai Kristus akan jatuh, karena meskipun mereka mengaku sebagai kristus, mereka sama sekali tidak memiliki esensi Kristus. Karena itu, Kukatakan bahwa keaslian Kristus tidak bisa ditentukan oleh manusia, melainkan dijawab dan diputuskan oleh Tuhan itu sendiri" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal").

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Apa Makna Inkarnasi?

Kita semua tahu bahwa dua ribu tahun yang lalu, Tuhan datang berinkarnasi ke dunia manusia sebagai Tuhan Yesus untuk menebus umat manusia,...

Apa Sebenarnya Arti Diangkat?

2.000 tahun yang lalu, setelah Tuhan Yesus disalibkan dan menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya, Dia berjanji akan datang kembali. Sejak...

Hubungi kami via WhatsApp