Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Engkau bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali sebagai Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi, yang menyatakan seluruh kebenaran yang menyucikan dan menyelamatkan umat manusia, serta melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari keluarga Tuhan; jadi, bagaimana kita harus membedakan suara Tuhan dan bagaimana kita harus memastikan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah benar Tuhan Yesus yang telah datang kembali?

Jawaban:

Pertanyaan yang baru saja kalian ajukan adalah yang terpenting. Untuk menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman dan melihat penampakan Tuhan, kita harus tahu cara mengenali suara Tuhan. Faktanya, mengenali suara Tuhan berarti mengenali firman dan perkataan Tuhan, serta mengenali ciri-ciri firman Sang Pencipta. Tanpa memandang apakah itu firman Tuhan yang mengambil rupa manusia atau perkataan Roh Tuhan, semuanya adalah firman yang disampaikan Tuhan kepada manusia dari tempat tinggi. Begitulah nada dan ciri-ciri firman Tuhan. Di sini, otoritas dan identitas Tuhan diwujudkan dengan jelas. Ini, bisa dikatakan, merupakan sarana unik yang digunakan Sang Pencipta untuk berbicara. Perkataan Tuhan setiap kali Dia mengambil rupa manusia sungguh mencakup banyak hal. Ini terutama berhubungan dengan tuntutan dan nasihat Tuhan kepada manusia, firman ketentuan administratif dan perintah Tuhan, firman penghakiman dan hajaran-Nya, serta penyingkapan-Nya atas manusia yang rusak. Demikian juga, terdapat firman nubuat dan janji-janji Tuhan kepada umat manusia, dsb. Firman ini seluruhnya merupakan ungkapan jalan, kebenaran, dan hidup. Ini semua merupakan wahyu tentang hakikat kehidupan Tuhan. Ini mewakili watak Tuhan dan kepunyaan Tuhan serta siapa Dia. Maka, kita dapat melihat dari firman yang diungkapkan Tuhan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, serta memiliki otoritas dan kuasa. Maka, jika kalian ingin memastikan apakah firman yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa itu suara Tuhan, kalian bisa mengamati firman Tuhan Yesus dan firman Tuhan Yang Mahakuasa. Kalian bisa membandingkan dan melihat apakah keduanya firman yang diungkapkan oleh Roh yang sama, dan apakah keduanya pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang sama. Jika sumbernya sama, ini membuktikan firman Tuhan Yang Mahakuasa merupakan perkataan Tuhan, dan Tuhan Yang Mahakuasa merupakan penampakan Tuhan. Mari kita amati firman yang disampaikan oleh Yahweh di Zaman Hukum Taurat dan firman Yesus di Zaman Kasih Karunia. Keduanya adalah ungkapan langsung Roh Kudus dan pekerjaan dari Tuhan yang sama. Inilah bukti bahwa Tuhan Yesus adalah penampakan Yahweh, penampakan Sang Pencipta. Semua yang sudah membaca Alkitab tahu bahwa dalam firman yang diungkapkan Tuhan Yesus di Zaman Kasih Karunia, terkandung firman nasihat, firman tuntutan Tuhan atas manusia, dan firman yang menyinggung ketentuan administratif Tuhan. Begitu juga firman berbagai nubuat dan janji, dsb. Ini merupakan satu tahapan pekerjaan lengkap yang dijalankan Tuhan di Zaman Kasih Karunia.

Domba-domba Tuhan mendengarkan suara-Nya. Mengenai cara untuk mengenali suara Tuhan secara khusus, semua akan menjadi jelas jika kita mencermati firman Tuhan Yesus. Pertama-tama, kita akan membahas tuntutan dan nasihat Yesus bagi manusia. Contohnya, Tuhan Yesus berfirman: "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat" (Matius 4:17). "Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu, engkau harus mengasihi sesamamu manusia seperti diri sendiri. Pada dua perintah inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Matius 22:37-40). Tuhan Yesus mengatakan: "Diberkatilah orang yang miskin dalam roh: karena kerajaan surga adalah milik mereka. ... Diberkatilah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran: karena mereka akan dipuaskan. ... Diberkatilah mereka yang dianiaya karena kebenaran: karena kerajaan surga adalah milik mereka. Diberkatilah engkau, ketika manusia mencerca dan menganiaya engkau dan menuduhkan banyak perkataan salah kepadamu, karena Aku. Bersukacitalah dan berlimpah kegembiraan: karena besarlah upahmu di sorga" (Matius 5:3, 6, 10-12).

Mari kita lihat apa yang Tuhan Yesus katakan tentang ketentuan administratif. Matius 12:31-32, Tuhan Yesus berfirmann: "Aku berkata kepadamu, Semua jenis dan dosa hujat kepada manusia akan diampuni: tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Dan barangsiapa yang berkata-kata melawan Anak Manusia, ia akan diampuni: tetapi jika ia berkata-kata melawan Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, tidak di dunia ini, ataupun di dunia yang akan datang." Selain itu, dalam Matius 5:22 Tuhan Yesus berkata: "Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa siapa pun yang marah dengan saudaranya, tanpa sebab akan ada dalam bahaya penghakiman: dan siapa yang menyumpahi saudaranya pantas dihadapkan ke Mahkamah Agama: tetapi siapa yang mengatakan, Engkau bodoh, akan pantas berada dalam bahaya api neraka."

Di samping firman ketentuan administratif ini, ada juga firman Tuhan Yesus yang menghakimi dan menyingkapkan kaum Farisi. Tuhan Yesus berfirman: "Tetapi celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik, karena engkau menutup Kerajaan Surga terhadap manusia: padahal engkau sendiri tidak pernah pergi ke sana, namun engkau menghalangi orang-orang yang berusaha masuk ke sana" (Matius 23:13). "Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik! Karena engkau melintasi lautan dan daratan untuk menjadikan satu orang bertobat menjadi pengikutmu, tetapi begitu ia bertobat, engkau menjadikannya anak neraka yang dua kali lebih jahat daripada dirimu sendiri" (Matius 23:15).

Tuhan Yesus juga menyampaikan berbagai nubuat dan janji kepada manusia. Yohanes 14:2-3. Tuhan Yesus berfirman: "Aku pergi untuk menyiapkan tempat bagimu. Dan jika Aku pergi dan mempersiapkan tempat untukmu, Aku akan datang kembali, dan menyambut engkau, supaya di mana Aku berada, di situlah engkau juga berada." Dalam Yohanes 12:47-48, Tuhan Yesus juga mengatakan, "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman." Begitu juga dalam Wahyu 21:3-4: "Lihatlah Bait Suci Tuhan ada bersama manusia, dan Dia akan tinggal bersama mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya dan Tuhan sendiri akan ada bersama mereka, menjadi Tuhan mereka. Tuhan akan menghapuskan setiap air mata dari mata mereka; dan tidak akan ada lagi kematian, kesedihan, tangisan, dan kesakitan: karena hal-hal yang lama sudah berlalu."

Dari berbagai kebenaran yang diungkapkan Tuhan Yesus di Zaman Kasih Karunia, kita dapat mengerti bahwa Tuhan Yesus adalah penampakan Sang Juru Selamat, dan firman Tuhan Yesus merupakan perkataan Tuhan kepada seluruh manusia. Dia secara langsung mengungkapkan watak Tuhan dan kehendak-Nya bagi manusia, untuk memimpin, memelihara, dan secara pribadi menebus manusia. Ini mewakili identitas dan otoritas Tuhan sendiri dengan sempurna. Membacanya langsung membuat kita merasa bahwa firman ini merupakan kebenaran, serta memiliki otoritas dan kuasa. Firman ini merupakan suara Tuhan, inilah perkataan Tuhan kepada manusia. Di akhir zaman, Tuhan Yesus datang kembali: Tuhan Yang Mahakuasa telah datang untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Dia telah membuka Zaman Kerajaan dan mengakhiri Zaman Kasih Karunia. Berdasarkan pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan Yang Mahakuasa telah melakukan tahap pekerjaan penghakiman, dimulai dari rumah Tuhan, dan telah mengungkapkan segala kebenaran untuk penyucian dan keselamatan umat manusia. Firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa sarat muatan dan sepenuhnya menyeluruh. Seperti yang dikatakan Tuhan Yang Mahakuasa: "Bisa dikatakan bahwa ini adalah pertama kalinya sejak penciptaan, Tuhan berbicara kepada seluruh manusia. Tuhan sebelumnya tidak pernah berbicara kepada manusia ciptaan-Nya dengan begitu mendetail dan sistematis. Tentu saja, ini juga pertama kalinya Dia berbicara begitu banyak dan begitu panjang, kepada seluruh manusia. Ini benar-benar sesuatu yang baru. Terlebih lagi, perkataan-perkataan ini adalah tulisan pertama yang diungkapkan Tuhan di antara manusia di mana Dia mengekspos, membimbing, menghakimi, dan berbicara dari hati ke hati dengan manusia, serta perkataan-perkataan pertama, di mana Tuhan mengizinkan manusia mengetahui jejak langkah-Nya, tempat-Nya berdiam, watak Tuhan, kepunyaan Tuhan dan siapa Dia, pikiran Tuhan dan kepedulian-Nya terhadap manusia. Bisa dikatakan inilah perkataan-perkataan pertama yang Tuhan ucapkan kepada manusia dari surga tingkat ketiga sejak penciptaan dan ini pertama kalinya Tuhan menggunakan identitas yang melekat pada-Nya untuk menyatakan dan mengungkapkan suara hati-Nya kepada manusia dengan banyak kata." Sekarang adalah akhir zaman, dan firman yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa begitu luas dan kaya tiada banding. Di dalamnya, terutama terkandung penghakiman, penyingkapan manusia, dan ketentuan administratif dan perintah Zaman Kerajaan, juga nasihat, tuntutan, dan janji Tuhan kepada manusia, nubuat, dan seterusnya. Selanjutnya, mari kita membaca beberapa ayat mengenai nasihat dan tuntutan Tuhan atas manusia, juga pekerjaan-Nya.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Hari ini, mereka yang mengasihi-Ku dengan tulus, orang-orang seperti itulah yang diberkati; diberkatilah mereka yang tunduk kepada-Ku, mereka akan tinggal dalam kerajaan-Ku; diberkatilah mereka yang mengenal-Ku, mereka akan memegang kekuasaan dalam kerajaan-Ku; diberkatilah mereka yang mencari-Ku, mereka akan lepas dari ikatan Iblis dan menikmati berkat dalam-Ku; diberkatilah mereka yang mampu meninggalkan menyangkal dirinya, mereka akan menjadi milik-Ku dan mewarisi harta kerajaan-Ku. Mereka yang berlari karena Aku akan Aku hargai, mereka yang berkorban karena Aku, akan Aku rengkuh dengan sukacita, mereka yang mempersembahkan korban karena Aku, akan Kuberi sukacita. Mereka yang menemukan sukacita dalam firman-Ku akan Aku berkati, mereka akan menjadi tiang yang menjadi penopang kerajaan-Ku, mereka akan mendapat banyak berkat di rumah-Ku dan tidak ada yang bisa menandingi mereka" ("Bab 19, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia, tetapi tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup.

"Jika orang tetap tinggal dalam Zaman Kasih Karunia, mereka tidak akan pernah terbebas dari watak mereka yang rusak, apalagi mengenal watak dasar Tuhan yang sebenarnya. Jika orang selalu hidup di dalam kasih karunia yang melimpah, tetapi cara hidup mereka membuat mereka tidak dapat mengenal dan memuaskan Tuhan, maka mereka tidak pernah benar-benar mendapatkan-Nya meskipun mereka percaya kepada-Nya. Betapa menyedihkan bentuk kepercayaan seperti itu" (Prakata, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

"Sebelum manusia ditebus, banyak racun Iblis yang telah tertanam kuat di dalam dirinya. Setelah ribuan tahun dirusak oleh Iblis, di dalam diri manusia terdapat sifat dasar yang selalu menolak Tuhan. Oleh karena itu, ketika manusia telah ditebus, manusia mengalami tidak lebih dari penebusan, di mana manusia dibeli dengan harga yang mahal, namun sifat beracun dalam dirinya masih belum dihilangkan. Manusia masih begitu tercemar sehingga harus mengalami perubahan sebelum layak untuk melayani Tuhan. Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya menyadari substansi mereka sebenarnya yang najis dan rusak, dan mereka akan dapat sepenuhnya berubah dan menjadi tahir. Hanya dengan cara ini manusia dapat dilayakkan untuk kembali menghadap takhta Tuhan" ("Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Tidak seorang pun berusaha mencari jejak langkah ataupun penampakan yang diwujudkan-Nya, dan tak seorang pun bersedia untuk hidup dalam pemeliharaan dan penjagaan Tuhan. Sebaliknya, mereka malah mau bergantung pada kebusukan Iblis, si jahat, agar bisa menyesuaikan diri dengan dunia ini dan aturan-aturan kehidupan yang diikuti oleh umat manusia yang jahat. Pada titik ini, hati dan roh manusia sudah dipersembahkan sebagai upeti kepada Iblis dan menjadi makanan Iblis. Lebih dari itu, hati dan roh manusia telah menjadi tempat Iblis berdiam dan menjadi tempat bermainnya yang pas. Dengan demikian, manusia tanpa sadar kehilangan pemahamannya tentang prinsip-prinsip kemanusiaan, dan nilai serta makna keberadaan manusia. Hukum Tuhan dan perjanjian antara Tuhan dan manusia perlahan menghilang dari hati manusia dan manusia berhenti mencari atau mengindahkan Tuhan. Dengan berlalunya waktu, manusia tak lagi mengerti alasan Tuhan menciptakannya, maupun memahami perkataan yang keluar dari mulut-Nya dan segala hal yang datang dari Tuhan. Manusia kemudian mulai menentang hukum dan ketetapan-ketetapan Tuhan, hati dan rohnya menjadi mati rasa.… Tuhan kehilangan manusia yang Dia awalnya ciptakan, dan manusia kehilangan akar asal mula keberadaannya: Inilah kenestapaan umat manusia" ("Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Umat manusia telah berkembang melalui puluhan ribu tahun sejarah sehingga berada di tempat seperti sekarang ini. Namun, umat manusia ciptaan-Ku yang semula telah lama mengalami kemerosotan. Mereka telah berhenti menjadi manusia seperti yang Aku inginkan, sehingga kemanusiaan seperti yang tampak di mata-Ku, tidak lagi pantas disebut umat manusia. Mereka cenderung menjadi sampah umat manusia dalam cengkeraman Iblis, bagai bangkai busuk berjalan yang berjiwa dan berbaju Iblis. Manusia sedikit pun tidak memercayai keberadaan-Ku, dan mereka tidak menyambut kedatangan-Ku. Umat manusia menanggapi permintaan-Ku dengan enggan, menyetujuinya sementara waktu, dan mereka tidak dengan tulus berbagi suka dan duka bersama-Ku. Karena orang-orang memandang-Ku sebagai sosok misterius, mereka dengan terpaksa berpura-pura tersenyum kepada-Ku, berusaha mengambil hati sosok yang berkuasa. Ini karena manusia tidak memiliki pengetahuan tentang pekerjaan-Ku, terlebih akan apa yang menjadi kehendak-Ku saat ini. Aku akan bersikap jujur kepada engkau sekalian: apabila waktunya tiba, penderitaan setiap orang yang menyembah-Ku akan lebih ringan daripada penderitaanmu. Tingkat imanmu kepada-Ku sesungguhnya tidak melebihi iman dari Ayub—bahkan iman orang Farisi Yahudi melebihi iman engkau sekalian—dan dengan demikian, jika hari kiamat tiba, penderitaan engkau sekalian akan lebih besar daripada penderitaan kaum Farisi tersebut ketika dicela oleh Yesus, daripada penderitaan 250 pemimpin yang melawan Musa, dan daripada penderitaan Sodom yang terpanggang api kehancuran" ("Makna Menjadi Seorang Manusia Sejati" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Manusia kehilangan hati yang takut akan Tuhan setelah dirusak Iblis dan kehilangan fungsi yang harus dimilikinya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dan menjadi musuh yang tidak taat kepada-Nya. Manusia telah hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis dan mengikuti perintahnya; karenanya, Tuhan tidak mungkin bekerja di tengah ciptaan-Nya, dan terlebih lagi, tidak dapat mendapatkan rasa takut dari ciptaan-Nya. Manusia diciptakan oleh Tuhan dan harus menyembah-Nya, tetapi justru berpaling dari-Nya dan menyembah Iblis. Iblis menjadi berhala di hati manusia. Oleh sebab itu, Tuhan kehilangan tempat-Nya di hati manusia, yang berarti Dia kehilangan arti penciptaan-Nya atas manusia, sehingga untuk memulihkan arti penciptaan-Nya itu, Dia harus memulihkan gambar asli manusia dan membebaskan mereka dari watak rusaknya. Untuk merebut kembali manusia dari Iblis, Dia harus menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya dengan cara inilah, secara bertahap Dia dapat memulihkan gambar dan fungsi asli manusia, dan akhirnya memulihkan kerajaan-Nya. Penghancuran akhir atas orang-orang durhaka itu juga akan dilakukan demi memungkinkan manusia menyembah Tuhan dan hidup di bumi dengan lebih baik. Karena Tuhan menciptakan manusia, Dia akan membuat mereka menyembah-Nya; karena Dia ingin memulihkan fungsi asli manusia, Dia akan memulihkannya sepenuhnya, tanpa pemalsuan. Memulihkan otoritas-Nya berarti membuat manusia menyembah-Nya dan menaati-Nya; ini berarti Dia akan membuat manusia hidup karena Dia dan membuat musuh-musuh-Nya binasa karena otoritas-Nya; yang artinya Dia akan membuat setiap bagian terakhir dari diri-Nya bertahan di tengah manusia, tanpa penolakan dari mereka. Kerajaan yang ingin dibangun-Nya adalah kerajaan-Nya sendiri. Manusia yang diinginkan-Nya adalah yang menyembah-Nya, yang sepenuhnya taat kepada-Nya dan memiliki kemuliaan-Nya. Jika Dia tidak menyelamatkan manusia yang rusak, arti penciptaan-Nya atas manusia akan sia-sia belaka; Dia tidak akan memiliki otoritas lagi atas manusia, dan kerajaan-Nya tidak akan ada lagi di bumi. Jika Dia tidak menghancurkan musuh-musuh yang tidak taat kepada-Nya, Dia tidak akan sanggup memperoleh kemuliaan-Nya sepenuhnya, ataupun membangun kerajaan-Nya di bumi. Ini semua merupakan lambang selesainya pekerjaan-Nya dan lambang penyelesaian dari pencapaian besar-Nya: untuk benar-benar menghancurkan orang-orang di antara manusia yang tidak taat kepada-Nya, dan membawa mereka yang telah dilengkapi ke tempat perhentian" ("Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Engkau hanya tahu bahwa Yesus akan turun ke bumi pada akhir zaman, tetapi bagaimana tepatnya Dia akan turun? Orang berdosa sepertimu, yang baru saja ditebus, yang belum diubahkan, atau disempurnakan Tuhan, mungkinkah engkau berkenan di hati Tuhan? Bagimu, engkau yang masih berada dalam diri manusia yang lama, memang benar bahwa engkau diselamatkan oleh Yesus, dan engkau tidak terhitung sebagai orang berdosa karena penyelamatan Tuhan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa engkau tidak berdosa, dan tidak najis. Bagaimana mungkin engkau bisa kudus jika engkau belum diubahkan? Di dalam dirimu, engkau dipenuhi dengan kenajisan, egois dan kasar, tetapi engkau masih berharap untuk dapat turun bersama Yesus—enak sekali kau! Engkau melewatkan satu tahap dalam kepercayaanmu kepada Tuhan: engkau baru hanya ditebus, tetapi belum diubahkan. Agar engkau dapat berkenan di hati Tuhan, Tuhan harus langsung melakukan pekerjaan pengubahan dan pembersihan terhadapmu. Jika engkau hanya ditebus, engkau tidak akan dapat mencapai kekudusan. Dengan begini, engkau tidak akan layak mendapat bagian dalam berkat-berkat Tuhan yang baik, sebab engkau melewatkan satu tahap dalam pekerjaan Tuhan dalam mengelola manusia, yaitu tahap kunci berupa pengubahan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, engkau, seorang berdosa yang baru ditebus saja, tidak dapat langsung menerima warisan Tuhan" ("Mengenai Sebutan dan Identitas" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Engkau harus tahu orang-orang semacam apa yang Aku inginkan. Orang yang tidak murni tidak diizinkan masuk ke dalam kerajaan. Orang-orang yang tidak murni tidak diizinkan mencemarkan tanah yang kudus. Meskipun engkau mungkin sudah melakukan banyak pekerjaan, dan telah bekerja selama bertahun-tahun, pada akhirnya, jika engkau masih tetap kotor dan menyedihkan—menurut hukum Surga tidak dapat dibenarkan engkau berharap dapat masuk ke dalam kerajaan-Ku! Semenjak dunia dijadikan sampai saat ini, tak pernah Aku memberi jalan masuk yang mudah bagi orang-orang yang menjilat untuk mendapatkan perkenanan-Ku. Inilah peraturan surga, dan tak seorang pun dapat melanggarnya! Engkau harus mencari kehidupan. Saat ini, orang-orang yang disempurnakan adalah orang-orang yang sejenis dengan Petrus. Mereka adalah orang-orang yang mengusahakan perubahan pada wataknya sendiri, dan bersedia menjadi kesaksian bagi Tuhan serta melaksanakan tugasnya sebagai ciptaan Tuhan. Hanya orang-orang seperti inilah yang akan disempurnakan. Jika engkau hanya mencari upah, dan tidak mengusahakan perubahan watak hidupmu sendiri, semua upayamu akan sia-sia—inilah kebenaran yang tak terubahkan!" ("Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Sehubungan dengan pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di Zaman Kerajaan, mari kita baca beberapa ayat firman Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran sehingga manusia dapat memperoleh pengetahuan tentang Dia, dan demi kesaksian-Nya. Tanpa penghakiman-Nya atas watak manusia yang rusak, manusia tidak mungkin mengetahui watak-Nya yang benar, yang tidak membiarkan pelanggaran apa pun, manusia juga tidak akan mampu mengubah pengetahuan lamanya tentang Tuhan menjadi pengetahuan yang baru. Demi kesaksian-Nya, dan demi pengelolaan-Nya, Dia memperlihatkan secara terbuka keseluruhan diri-Nya, sehingga melalui penampakan-Nya secara terbuka itu, Dia memampukan manusia untuk sampai pada pengetahuan tentang Tuhan, untuk diubahkan dalam wataknya, dan untuk menjadi kesaksian yang bergema bagi Tuhan. Perubahan watak manusia dicapai melalui berbagai jenis pekerjaan Tuhan; tanpa perubahan seperti itu dalam wataknya, manusia tidak akan dapat menjadi kesaksian bagi Tuhan dan berkenan di hati Tuhan. Perubahan watak manusia menandakan bahwa manusia telah membebaskan dirinya dari perbudakan Iblis dan dari pengaruh kegelapan, dan telah benar-benar menjadi teladan dan contoh pekerjaan Tuhan, seorang saksi Tuhan, dan orang yang berkenan di hati Tuhan" ("Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan Yang Bisa Menjadi Kesaksian bagi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Dalam pekerjaan terakhir-Nya untuk mengakhiri zaman, salah satu watak Tuhan ialah menghajar dan menghakimi. Dengan watak ini Dia menyingkapkan segala sesuatu yang tidak benar untuk menghakimi semua orang secara terbuka dan menyempurnakan mereka yang mengasihi-Nya dengan hati yang tulus. Watak seperti inilah yang dapat mengakhiri zaman. Akhir zaman telah tiba. Semua makhluk ciptaan akan dikelompokkan menurut jenis mereka, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka. Ini saat ketika Tuhan mengungkap kesudahan manusia dan tempat tujuan mereka. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, tidak akan ada jalan untuk mengungkap ketidakpatuhan serta ketidakbenaran mereka. Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan watak aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncaknya dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman–yang bisa benar-benar mengubahkan dan menyempurnakan manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras. ... Selama akhir zaman, hanya penghakiman yang benar yang dapat mengelompokkan manusia menurut jenisnya dan membawa manusia ke dalam dunia baru. Dengan kata lain, seluruh zaman diakhiri melalui watak Tuhan yang benar, yakni menghakimi penghakiman dan hajaran" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Apakah kini engkau paham apa itu penghakiman dan apa itu kebenaran? Jika engkau sudah paham, Aku menasihatkanmu tunduk dengan patuh untuk dihakimi. Jika tidak, engkau tidak akan pernah punya kesempatan untuk dipuji oleh Tuhan atau dibawa oleh-Nya ke dalam kerajaan-Nya. Orang-orang yang hanya menerima penghakiman, tetapi tidak pernah bisa disucikan, yaitu, mereka yang melarikan diri di tengah-tengah pekerjaan penghakiman, akan selamanya dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Dosa-dosa mereka lebih banyak, dan lebih mendukakan, daripada dosa-dosa orang Farisi, karena mereka telah mengkhianati Tuhan dan adalah pemberontak-pemberontak terhadap Tuhan. Orang-orang seperti itu, yang bahkan tidak layak untuk melayani, akan menerima hukuman yang lebih besar, hukuman yang lebih kekal. Tuhan tidak akan mengampuni pengkhianat mana pun yang pernah mengemukakan kesetiaan dengan kata-kata, tetapi kemudian mengkhianati-Nya. Orang-orang seperti ini akan menerima pembalasan melalui hukuman dalam roh, jiwa, dan tubuh. Bukankah ini tepatnya penyingkapan watak Tuhan yang benar? Bukankah ini tujuan Tuhan dalam menghakimi manusia, dan menyingkapkannya? Tuhan menyerahkan semua orang yang melakukan berbagai perbuatan jahat selama masa penghakiman ke suatu tempat yang dipenuhi oleh roh-roh jahat, membiarkan roh-roh jahat ini menghancurkan tubuh kedagingan mereka sesukanya. Tubuh mereka mengeluarkan bau busuk mayat, hal itu pantas sebagai pembalasan bagi mereka. Tuhan menuliskan dalam buku catatan mereka setiap dosa orang-orang percaya palsu yang tidak setia, rasul-rasul palsu, dan pekerja-pekerja palsu. Lalu, ketika waktunya tiba, Dia melemparkan mereka ke tengah-tengah roh-roh jahat, membiarkan roh-roh jahat ini mencemari seluruh tubuh mereka semaunya, supaya mereka tidak akan bisa mengalami reinkarnasi, dan tidak pernah melihat terang lagi. Orang-orang munafik itu, yang dahulu pernah melayani tetapi tidak mampu tetap setia sampai akhir, diperhitungkan Tuhan di antara orang fasik, supaya mereka berjalan menurut nasihat orang fasik dan menjadi bagian dari kerumunan mereka yang kacau. Pada akhirnya, Tuhan akan membinasakan mereka. Tuhan menyingkirkan dan tidak memperhatikan orang-orang yang tidak pernah setia kepada Kristus atau mendedikasikan upaya apa pun, dan akan membinasakan mereka semua pada saat perubahan zaman. Mereka tidak akan ada lagi di bumi, apalagi memperoleh jalan masuk ke kerajaan Tuhan. Orang-orang yang tidak pernah tulus kepada Tuhan, tetapi memperlakukan Dia secara acuh tidak acuh karena dipaksa keadaan, mereka diperhitungkan di antara orang-orang yang melakukan pelayanan bagi umat-Nya. Hanya sejumlah kecil dari orang-orang seperti itu yang akan bertahan, sedangkan sebagian besar akan binasa bersama orang-orang yang bahkan tidak memenuhi syarat untuk melayani. Akhirnya, Tuhan akan membawa ke dalam kerajaan-Nya semua orang yang sepikiran dengan Tuhan, orang-orang dan anak-anak Tuhan serta mereka yang telah ditentukan sebelumnya oleh Tuhan untuk menjadi imam-imam. Seperti itulah buah yang dihasilkan Tuhan melalui pekerjaan-Nya. Adapun orang-orang yang tidak bisa masuk ke kategori apa pun yang ditentukan Tuhan, mereka akan diperhitungkan sebagai orang tidak percaya. Engkau sekalian pun pasti dapat membayangkan seperti apa kesudahan mereka. Aku telah mengatakan kepada engkau sekalian segala sesuatu yang harus Aku katakan. Jalan yang engkau sekalian pilih adalah keputusan yang harus engkau buat. Yang harus engkau pahami adalah: pekerjaan Tuhan tidak pernah menunggu siapa pun yang tidak bisa mengimbangi-Nya, dan watak Tuhan yang benar tidak berbelas kasihan kepada siapa pun" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Mari kita baca ayat tentang ketentuan administratif yang ditetapkan Tuhan Yang Mahakuasa di Zaman Kerajaan.

"Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Orang Pilihan Tuhan di Zaman Kerajaan

1. Manusia hendaknya tidak memegahkan atau meninggikan dirinya sendiri. Ia hendaknya menyembah dan meninggikan Tuhan.

2. Engkau hendaknya mengerjakan hal yang bermanfaat bagi pekerjaan Tuhan, dan bukan hal yang merugikan kepentingan pekerjaan Tuhan. Engkau harus membela nama Tuhan, kesaksian tentang Tuhan, dan pekerjaan Tuhan.

3. Uang, benda-benda materi, dan semua harta milik dalam keluarga Tuhan adalah persembahan yang hendaknya manusia berikan. Persembahan ini hanya boleh dinikmati oleh pendeta dan Tuhan, karena persembahan manusia adalah untuk kesenangan Tuhan, Tuhan hanya membagi persembahan ini dengan pendeta, dan tidak ada orang lain yang pantas atau berhak menikmati sedikit pun dari persembahan ini. Semua persembahan manusia (termasuk uang dan benda-benda materi yang dapat dinikmati) diberikan kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Dan, dengan demikian, barang-barang ini hendaknya tidak dinikmati oleh manusia; jika manusia menikmatinya, itu artinya ia mencuri persembahan. Orang yang melakukan ini adalah seorang Yudas, karena, selain seorang pengkhianat, Yudas juga menginginkan apa yang ditaruh dalam kantong uang.

4. Manusia memiliki watak yang rusak dan, selain itu, ia memiliki emosi. Oleh karena itu, sangat dilarang bagi dua orang anggota yang berlainan jenis kelamin untuk bekerja bersama-sama ketika melayani Tuhan. Bila ada yang ketahuan melakukannya akan dikeluarkan, tanpa pengecualian—dan tidak seorang pun yang dikecualikan.

5. Engkau tidak boleh menghakimi Tuhan, tidak pula mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan secara asal-asalan. Engkau harus melakukan apa yang seharusnya manusia lakukan, berbicara sebagaimana seharusnya manusia berbicara, dan tidak boleh melampaui atau melanggar batasmu. Jagalah lidahmu dan berhati-hatilah dalam melangkah. Semua ini akan menjagamu dari perbuatan yang menyinggung watak Tuhan.

6. Engkau harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan manusia, dan melaksanakan kewajibanmu, serta memenuhi tanggung jawabmu, serta berpegang pada tugasmu. Karena engkau percaya kepada Tuhan, hendaknya engkau memberikan kontribusi untuk pekerjaan Tuhan; jika tidak, maka engkau tidak layak untuk makan dan minum firman Tuhan, dan tidak layak untuk hidup dalam keluarga Tuhan.

7. Dalam pekerjaan dan urusan gereja, selain menaati Tuhan, dalam segala hal engkau hendaknya mengikuti instruksi orang yang dipakai oleh Roh Kudus. Bahkan pelanggaran sekecil apa pun tak dapat diterima. Engkau harus mutlak dalam kepatuhanmu, dan tidak boleh menganalisa baik atau salah; apa yang baik atau salah tak ada kaitannya denganmu. Engkau hanya harus taat sepenuhnya.

8. Orang yang percaya kepada Tuhan hendaknya menaati Tuhan dan menyembah-Nya. Engkau hendaknya tidak meninggikan atau mengagungkan orang lain. Engkau tidak boleh menempatkan Tuhan di tempat pertama, orang yang engkau agungkan di tempat kedua, dan dirimu sendiri di tempat ketiga. Tidak seorang pun boleh memiliki tempat di hatimu, dan engkau tidak boleh menganggap orang—terutama mereka yang engkau hormati—sejajar dengan Tuhan, atau setara dengan-Nya. Ini tidak dapat diterima oleh Tuhan.

9. Pikiran-pikiranmu haruslah tercurah pada pekerjaan gereja. Engkau hendaknya mengesampingkan masalah kedaginganmu sendiri, tegaslah terhadap masalah-masalah keluarga, sepenuh hatilah mengabdikan dirimu pada pekerjaan Tuhan, dan tempatkanlah pekerjaan Tuhan di tempat pertama dan kehidupanmu sendiri di tempat kedua. Inilah kepatutan orang kudus.

10. Sanak keluarga yang tidak beriman (anakmu, suami atau istrimu, saudara perempuanmu atau orangtuamu, dan lain sebagainya) hendaknya tidak dipaksa masuk ke gereja. Keluarga Tuhan tidak kekurangan anggota, dan tidak perlu menambah anggota dengan orang yang tidak ada gunanya. Semua yang tidak dengan senang hati percaya, tidak perlu dibawa masuk ke dalam gereja. Ketetapan ini ditujukan kepada semua orang. Dalam hal ini engkau hendaknya memeriksa, mengawasi, dan mengingatkan satu sama lain, dan tidak ada yang boleh melanggarnya. Bahkan ketika kerabat yang tidak beriman dengan enggan masuk ke gereja, mereka tidak boleh diberi buku-buku atau diberi nama yang baru; orang-orang semacam itu bukanlah bagian dari keluarga Tuhan, dan masuknya mereka ke dalam gereja harus dihentikan dengan cara apa pun yang perlu. Jika masalah dibawa ke gereja karena adanya campur tangan Iblis, maka engkau sendiri akan dikeluarkan atau engkau akan dikenakan pembatasan-pembatasan. Singkatnya, setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini, namun engkau hendaknya tidak sembrono, atau menggunakannya untuk menyelesaikan dendam pribadi" ("Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Orang Pilihan Tuhan di Zaman Kerajaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Aku akan melontarkan amarah-Ku atas bangsa-bangsanya, secara terang-terangan mengumumkan ketetapan administratif-Ku kepada seluruh alam semesta, dan memberikan hajaran kepada siapa pun yang melanggarnya:

"Ketika Aku memalingkan wajah-Ku kepada alam semesta untuk berfirman, seluruh umat manusia mendengar suara-Ku, dan kemudian melihat semua pekerjaan yang telah Kuperbuat di seluruh alam semesta. Mereka yang bertentangan dengan kehendak-Ku, artinya, barangsiapa yang menentang Aku dengan perbuatan manusia, akan tumbang di bawah hajaran-Ku. Aku akan mengambil beraneka ragam bintang di langit dan menjadikannya baru, dan berkat Aku, matahari dan bulan akan diperbarui—langit tidak akan lagi seperti sebelumnya; segala sesuatu di bumi akan diperbarui. Semuanya akan menjadi sempurna melalui firman-Ku. Banyak bangsa di alam semesta akan dipisahkan sekali lagi dan digantikan oleh bangsa-Ku, sehingga bangsa-bangsa di muka bumi akan lenyap selamanya dan menjadi suatu bangsa yang memuja Aku; seluruh bangsa di bumi akan dihancurkan, dan akan lenyap. Manusia di alam semesta, semua yang menjadi milik setan akan dimusnahkan; semua orang yang menyembah Iblis akan ditumbangkan oleh api-Ku yang menyala-nyala―kecuali mereka yang sekarang berada di dalam aliran ini, sisanya akan diubah menjadi abu. Ketika Aku menghajar orang banyak itu, mereka yang berada di dunia agamawi, dalam tingkat yang beragam, kembali ke kerajaan-Ku, ditaklukkan oleh pekerjaan-Ku, karena mereka akan melihat kedatangan Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih. Segenap umat manusia akan mengikuti golongan mereka sendiri, dan akan menerima hajaran yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Mereka semua yang telah menentang Aku akan binasa; sedang mereka yang perbuatannya di bumi tidak melibatkan Aku, karena mereka telah membebaskan diri mereka sendiri, mereka akan terus berada di bumi di bawah pemerintahan anak-anak-Ku dan umat-Ku. Aku akan menyatakan diri-Ku kepada banyak orang dan berbagai bangsa, memperdengarkan suara-Ku sendiri di atas bumi untuk menyatakan penyempurnaan pekerjaan-Ku yang besar bagi segenap umat manusia yang akan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri" ("Bab 26, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Selanjutnya mari kita baca beberapa ayat firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Di dalam kerajaan-Ku, banyak sekali ciptaan mulai bangkit kembali dan mendapatkan kembali kekuatan hidup mereka. Karena berbagai perubahan keadaan bumi, batasan antara satu daratan dengan yang lain juga mulai bergeser. Sebelumnya, Aku telah menubuatkan: Ketika daratan terpisah dari daratan, dan daratan bersatu dengan daratan, inilah waktunya ketika Aku akan menghancurkan semua bangsa menjadi berkeping-keping. Saat ini, Aku akan memperbarui segenap ciptaan dan memisahkan ulang seluruh alam semesta, dengan demikian menata alam semesta secara teratur, mengubah keadaan yang lama menjadi baru. Inilah rencana-Ku. Inilah pekerjaan-Ku. Ketika bangsa-bangsa dan segenap manusia di dunia semua kembali di hadapan takhta-Ku, Aku akan mengambil seluruh karunia surgawi dan menganugerahkannya kepada dunia manusia, sehingga, berkat Aku, dunia itu akan penuh dengan segala karunia yang tak tertandingi" ("Bab 26, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Seiring dengan disempurnakannya perkataan-Ku, secara bertahap kerajaan akan terbentuk di bumi dan manusia berangsur-angsur kembali ke keadaan normal, dengan demikian di bumi akan terbentuk kerajaan di dalam hati-Ku. Dalam kerajaan itu, semua umat Tuhan akan memperoleh kembali kehidupan manusia yang normal. Tak ada lagi musim dingin yang membeku, digantikan oleh sejagad kota dengan musim semi, di mana hanya ada musim semi sepanjang tahun. Orang tidak lagi diperhadapkan pada dunia manusia yang suram dan menyedihkan, mereka tidak lagi menanggung dinginnya cuaca dingin dari dunia manusia. Orang tidak saling bertikai, negara-negara tidak berperang satu sama lain, tidak ada lagi pembantaian dan darah yang mengalir dari pembantaian; semua tempat dipenuhi dengan kebahagiaan, dan di mana-mana penuh dengan kehangatan di antara manusia" ("Bab 20, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Saat manusia telah dipulihkan kepada gambar aslinya, saat manusia dapat memenuhi kewajibannya masing-masing, menjaga posisinya dan menaati semua pengaturan Tuhan, Tuhan akan memperoleh sekelompok orang di bumi yang menyembah-Nya, dan Dia juga akan membangun kerajaan di bumi yang menyembah-Nya. Dia akan meraih kemenangan abadi di atas bumi, dan mereka yang menentang-Nya akan binasa selamanya. Ini akan memulihkan maksud-Nya yang semula dalam menciptakan manusia; ini akan memulihkan tujuan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu, dan ini akan memulihkan otoritas-Nya di bumi, otoritas-Nya di antara segala sesuatu, dan otoritas-Nya di antara musuh-musuh-Nya. Ini semua merupakan lambang kemenangan telak-Nya. Selanjutnya, manusia akan masuk ke tempat perhentian dan memasuki kehidupan yang mengikuti jalur yang benar. Tuhan juga akan masuk ke tempat perhentian kekal bersama manusia dan masuk ke dalam kehidupan abadi bersama manusia. Manusia yang kotor dan tidak taat yang hidup di bumi akan lenyap, begitu pula ratapan di bumi. Segala yang hidup di bumi yang menentang Tuhan tidak akan ada lagi. Hanya Tuhan dan orang-orang yang telah diselamatkan-Nya yang akan tinggal tetap; hanya ciptaan-Nya yang tinggal tetap" ("Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Setelah kita mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus itu sama. Keduanya merupakan inkarnasi Tuhan yang berdiri tegak dan berbicara kepada manusia. Keduanya mengungkapkan watak Tuhan dan hakikat-Nya yang kudus. Dan dalam hal ini, mereka menunjukkan otoritas dan identitas Tuhan dengan sempurna. Dari firman penghakiman Tuhan Yesus dan penyingkapan kaum Farisi serta firman penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa dan penyingkapan manusia yang rusak, kita melihat bahwa Tuhan membenci dosa dan menghinakan kerusakan manusia. Kita melihat watak Tuhan yang benar dan kudus, dan terlebih lagi, Tuhan menyelidiki kedalaman hati manusia. Dia sangat mengenali kerusakan kita. Dari nasihat dan tuntutan Tuhan Yesus dan Tuhan Yang Mahakuasa atas manusia, kita melihat harapan Tuhan atas manusia, Tuhan menyukai mereka yang jujur dan memberkati orang-orang yang sungguh mengabdikan diri kepada-Nya. Inilah kepedulian Tuhan dan penyelamatan manusia. Dari janji-janji Tuhan Yesus dan Tuhan Yang Mahakuasa kepada manusia, kita melihat kasih Tuhan bagi manusia, kita juga melihat otoritas dan kuasa yang Tuhan pakai untuk memerintah takdir manusia dan menguasai segalanya. Perkataan Tuhan Yesus dan Tuhan Yang Mahakuasa sama, baik dalam nada maupun cara bicara, keduanya merupakan ungkapan watak Tuhan. Ini menunjukkan identitas dan hakikat Tuhan dengan sempurna. Mari kita pikirkan: Siapa selain Sang Pencipta yang sanggup mengungkapkan firman kepada seluruh manusia? Siapa yang bisa secara langsung mengungkapkan kehendak Tuhan dan menuntut manusia? Siapa yang mampu menentukan akhir manusia? Siapa yang sanggup mengendalikan hidup matinya manusia? Siapa yang mampu mengendalikan bintang-bintang di alam semesta dan berkuasa atas segala sesuatu? Selain Tuhan, siapa yang mampu menembusi kebenaran hakikat manusia yang rusak? Dan siapa yang mampu menyingkapkan sifat keiblisan yang tersembunyi di kedalaman hati kita? Siapa yang mampu menyelesaikan pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman dan sepenuhnya menyelamatkan kita dari pengaruh Iblis? Hanya Sang Pencipta yang memiliki otoritas dan kuasa semacam itu! Firman Tuhan Yang Mahakuasa menunjukkan otoritas dan identitas Tuhan yang unik dengan sempurna. Setelah mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita semua merasakan kepastian dalam hati kita: Seluruh firman ini diungkapkan Tuhan. Inilah suara Tuhan. Semua ini adalah kebenaran yang diungkapkan Sang Pencipta dalam pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Dalam hati kita, langsung tercipta rasa hormat sejati kepada Tuhan. Setelah mendengarkan firman Tuhan Yang Mahakuasa, apakah kalian merasakan hal serupa? Ini cukup membuktikan bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa dan firman Tuhan Yesus berasal dari sumber yang sama. Keduanya merupakan ungkapan Roh yang sama. Keduanya adalah perkataan dari satu Tuhan kepada manusia di berbagai zaman. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa menjalankan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan berdasarkan fondasi pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan segala kebenaran bagi keselamatan dan penyucian manusia, menyatakan segala rahasia rencana pengelolaan Tuhan bagi keselamatan manusia, dan memberi tahu kita dengan jelas tentang hakikat berbagai segi kebenaran. Firman ini membuka mata kita dan sepenuhnya meyakinkan kita. Firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa telah menggenapi dan menyempurnakan semua nubuat Tuhan Yesus. Dalam segala firman yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa bagi pekerjaan penghakiman di akhir zaman, kita mengenali suara Tuhan, dan memastikan Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan Tuhan Yesus kembali, satu-satunya Tuhan yang menciptakan langit, bumi, dan segala sesuatu, yang datang untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Dia datang untuk mengakhiri kekuasaan Iblis di bumi, zaman kejahatan dan kegelapan, dan untuk mengawali kekuasaan Tuhan di bumi, Zaman Kerajaan Seribu Tahun. Dan ini mewujudkan impian indah kita untuk memasuki Kerajaan Surga.

dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik mengenai Injil Kerajaan"

Bagaimana kita mendengar suara Tuhan? Kualitas dan pengalaman kita tidak ada hubungannya. Beriman kepada Tuhan Yesus, apa yang kita rasakan saat mendengar banyak firman-Nya? Sekalipun tidak punya pengalaman dan pengetahuan akan firman Tuhan, saat mendengarnya, kita merasa itu adalah kebenaran, punya kuasa dan otoritas. Bagaimana perasaan ini timbul? Apa karena pengalaman kita? Ini dari inspirasi dan intuisi. Ini cukup jadi bukti semua orang dengan hati dan roh dapat merasakan firman Tuhan mengandung kuasa dan otoritas; inilah maksud mendengar suara Tuhan. Terlebih, perbedaan terbesar suara Tuhan dan suara manusia adalah suara Tuhan adalah kebenaran ada kuasa dan otoritas; kita merasakannya begitu mendengarnya. Meskipun tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, perasaan itu jelas. Lebih mudah mengenali suara manusia; kita merasa mudah dipahami dan dimengerti. Tidak ada kuasa atau otoritas dalam perkataan manusia, tidak dapat dipastikan itulah kebenaran. Ini perbedaan terbesar firman Tuhan dan kata manusia. Sebagai contohnya, kita melihat firman Tuhan Yesus mengandung kuasa dan otoritas; begitu dengar, kita yakin itulah kebenaran, firman itu begitu dalam, misterius, dan melampaui pemahaman manusia. Mari kita cermati kata para rasul di Alkitab. Meskipun sebagian besar melalui pencerahan Roh Kudus, tidak ada otoritas atau kuasa. Itu hanya perkataan benar, yang bermanfaat bagi orang. Apa manusia bisa mengatakan firman yang dikatakan Tuhan Yesus? Tidak seorang pun bisa. Ini meneguhkan bahwa perkataan Tuhan Yesus merupakan suara Tuhan. Dengan membandingkan begini, bukankah kita mampu membedakan suara Tuhan dan suara manusia?

Mari baca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan dengar apa ini adalah kebenaran dan suara Tuhan. Firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Di seluruh alam semesta, Aku sedang melakukan pekerjaan-Ku, dan di Timur, guruh menggelegar tanpa henti, mengguncangkan semua bangsa dan denominasi. Suara-Kulah yang membawa semua manusia ke dalam masa sekarang. Aku akan membuat semua manusia ditaklukkan oleh suara-Ku, masuk ke dalam aliran ini, dan tunduk di hadapan-Ku, sebab sudah sejak lama Aku mengambil kembali kemuliaan-Ku dari seluruh bumi dan menyatakannya sekali lagi di Timur. Siapakah yang tak rindu melihat kemuliaan-Ku? Siapakah yang tak harap cemas menantikan kedatangan-Ku kembali? Siapakah yang tidak haus akan penampakan-Ku kembali? Siapakah yang tidak mendambakan keindahan-Ku? Siapakah yang tak mau datang pada terang? Siapakah yang tak mau melihat kekayaan Kanaan? Siapakah yang tak merindukan kembalinya Sang Penebus? Siapakah yang tak memuja Yang Mahakuasa? Suara-Ku akan menyebar ke seluruh bumi; Ketika melihat umat pilihan-Ku, Aku ingin berbicara lebih banyak kepada mereka. Seperti guruh hebat yang menggoncangkan gunung-gunung dan sungai-sungai, Aku mengucapkan firman-Ku kepada seluruh alam semesta dan umat manusia. Oleh karena itulah, firman yang keluar dari mulut-Ku telah menjadi kekayaan manusia, dan semua manusia menghargai firman-Ku. Kilat memancar dari Timur terus sampai ke Barat. Firman-Ku begitu berharga sampai-sampai manusia enggan melepaskannya dan pada saat yang sama mendapati bahwa firman itu tak terselami, tetapi semakin bersuka di dalamnya. Seperti bayi yang baru lahir, semua orang bergembira dan bersukacita, merayakan kedatangan-Ku. Dengan suara-Ku, Aku akan membawa semua manusia ke hadapan-Ku. Sejak saat itu, Aku resmi masuk ke dalam ras manusia supaya mereka datang menyembah-Ku. Dengan kemuliaan yang Aku pancarkan dan firman dalam mulut-Ku, Aku akan menjadikannya sedemikian rupa sehingga semua manusia datang ke hadapan-Ku dan melihat kilat yang menyambar dari Timur dan melihat bahwa Aku juga telah turun ke 'Bukit Zaitun' di Timur. Mereka akan melihat bahwa Aku sudah lama ada di bumi, bukan lagi sebagai Anak Orang Yahudi, tetapi sebagai Kilat dari Timur. Karena Aku telah lama bangkit, dan telah beranjak dari tengah-tengah umat manusia, lalu menampakkan diri lagi dengan kemuliaan di antara manusia. Akulah Dia yang disembah berabad-abad lamanya sebelum saat ini, dan Aku juga bayi yang ditelantarkan orang Israel berabad-abad sebelum saat ini. Terlebih lagi, Akulah Tuhan Yang Mahakuasa dan penuh kemuliaan di zaman sekarang ini! Biarlah semua orang datang ke hadapan takhta-Ku dan melihat wajah kemuliaan-Ku, mendengar suara-Ku, dan memandang pada perbuatan-perbuatan-Ku. Inilah keseluruhan kehendak-Ku. Inilah akhir dan puncak rencana-Ku, dan juga tujuan pengelolaan-Ku. Biarlah setiap bangsa menyembah-Ku, setiap lidah mengakui Aku, setiap manusia memercayai-Ku, dan setiap umat tunduk kepada-Ku!" ("Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Ketika Aku memalingkan wajah-Ku kepada alam semesta untuk berfirman, seluruh umat manusia mendengar suara-Ku, dan kemudian melihat semua pekerjaan yang telah Kuperbuat di seluruh alam semesta. Mereka yang bertentangan dengan kehendak-Ku, artinya, barangsiapa yang menentang Aku dengan perbuatan manusia, akan tumbang di bawah hajaran-Ku. Aku akan mengambil beraneka ragam bintang di langit dan menjadikannya baru, dan berkat Aku, matahari dan bulan akan diperbarui—langit tidak akan lagi seperti sebelumnya; segala sesuatu di bumi akan diperbarui. Semuanya akan menjadi sempurna melalui firman-Ku. Banyak bangsa di alam semesta akan dipisahkan sekali lagi dan digantikan oleh bangsa-Ku, sehingga bangsa-bangsa di muka bumi akan lenyap selamanya dan menjadi suatu bangsa yang memuja Aku; seluruh bangsa di bumi akan dihancurkan, dan akan lenyap. Manusia di alam semesta, semua yang menjadi milik setan akan dimusnahkan; semua orang yang menyembah Iblis akan ditumbangkan oleh api-Ku yang menyala-nyala―kecuali mereka yang sekarang berada di dalam aliran ini, sisanya akan diubah menjadi abu. Ketika Aku menghajar orang banyak itu, mereka yang berada di dunia agamawi, dalam tingkat yang beragam, kembali ke kerajaan-Ku, ditaklukkan oleh pekerjaan-Ku, karena mereka akan melihat kedatangan Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih. Segenap umat manusia akan mengikuti golongan mereka sendiri, dan akan menerima hajaran yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Mereka semua yang telah menentang Aku akan binasa; sedang mereka yang perbuatannya di bumi tidak melibatkan Aku, karena mereka telah membebaskan diri mereka sendiri, mereka akan terus berada di bumi di bawah pemerintahan anak-anak-Ku dan umat-Ku. Aku akan menyatakan diri-Ku kepada banyak orang dan berbagai bangsa, memperdengarkan suara-Ku sendiri di atas bumi untuk menyatakan penyempurnaan pekerjaan-Ku yang besar bagi segenap umat manusia yang akan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri.

"... Ketika Aku menciptakan dunia, Aku membentuk segala sesuatu sesuai dengan jenisnya, membuat semuanya dengan bentuk nyata yang berhimpun dengan sesama jenisnya. Dengan semakin mendekatnya akhir dari rencana pengelolaan-Ku, Aku akan mengembalikan kondisi penciptaan seperti sebelumnya, Aku akan memulihkan segalanya seperti semula, mengubah segalanya secara mendalam, sehingga semuanya akan kembali ke inti dari rencana-Ku. Saatnya telah tiba! Tahap terakhir dalam rencana-Ku akan segera tergenapi. Ah, dunia lama yang sudah cemar! Engkau pasti akan tunduk pada firman-Ku! Engkau pasti akan menjadi tidak berarti karena rencana-Ku! Ah, begitu banyaknya ciptaan! Engkau akan memperoleh hidup baru dalam firman-Ku, sebab kini engkau memiliki Tuhan Yang Berdaulat! Ah, dunia baru yang murni dan tak bercacat! Engkau pasti akan bangkit kembali dalam Kemuliaan-Ku! Ah, Bukit Sion! Jangan diam lagi. Aku telah kembali dengan penuh kemenangan! Dari tengah-tengah ciptaan itu, Aku mengamati seluruh bumi. Di bumi, umat manusia telah memulai kehidupan baru, telah memperoleh harapan baru. Ah, umat-Ku! Bagaimana mungkin engkau sekalian tidak hidup kembali di dalam terang-Ku? Bagaimana mungkin engkau sekalian tidak melompat kegirangan dalam bimbingan-Ku? Daratan berteriak dengan sorak-sorai, air bergemuruh dengan tawa riang! Ah, Israel yang dibangkitkan kembali! Bagaimana mungkin engkau tidak merasa bangga karena tempat tujuan-Ku yang Kutetapkan sejak semula? Siapakah yang menangis? Siapakah yang meratap? Israel yang lama telah berakhir, dan Israel hari ini telah bangkit, tegak dan menjulang tinggi di dunia, telah bertahan di dalam hati seluruh umat manusia. Israel hari ini pasti akan mencapai sumber eksistensi melalui umat-Ku! Ah, Mesir yang penuh kebencian! Sungguhkah engkau tidak tetap bertahan menentang Aku? Bagaimana mungkin engkau memanfaatkan belas kasihan-Ku dan mencoba menghindar dari hajaran-Ku? Bagaimana mungkin engkau tidak berada dalam hajaran-Ku? Semua orang yang Kucintai pasti akan hidup untuk selama-lamanya, dan semua orang yang menentang Aku pasti akan Kuhajar untuk selama-lamanya. Karena Aku adalah Tuhan yang cemburu, Aku tidak akan dengan mudah menyayangkan umat manusia atas segala yang telah mereka perbuat. Aku akan mengawasi seluruh bumi, dan menampakkan diri di Timur dunia dengan kebenaran, kemegahan, murka, dan hajaran, Aku akan menyatakan diri-Ku kepada segenap umat manusia!".("Bab 26, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Baca firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita merasakan hal yang sama; kita semua merasakan Tuhan sedang bicara kepada manusia. Selain Tuhan, siapa yang sanggup bicara kepada seluruh umat manusia? Siapa yang dapat mengungkapkan kepada manusia maksud Tuhan untuk menyelamatkan manusia? Siapa yang mampu jelaskan rencana Tuhan untuk pekerjaan-Nya di akhir zaman kepada manusia dan akhir serta tujuan manusia? Siapa yang sanggup menyatakan ketetapan tata kelola Tuhan? Selain Tuhan, tak ada yang mampu. Tuhan Yang Mahakuasa bicara kepada seluruh manusia mengizinkan manusia merasakan kuasa dan otoritas firman Tuhan; firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah ungkapan langsung Tuhan, itulah suara Tuhan! Semua firman Tuhan Yang Mahakuasa seolah Tuhan berdiri di surga tingkat ketiga dan bersabda kepada semua umat manusia; di sini, Tuhan Yang Mahakuasa bicara sebagai Pencipta umat manusia, menyatakan watak kebenaran dan kemegahan-Nya yang tak terbantahkan. Saat domba Tuhan dengar suara Tuhan Yang Mahakuasa, meskipun awalnya tidak memahami kebenarannya, dan tidak memiliki pengalaman di dalamnya, mereka merasa setiap firman Tuhan Yang Mahakuasa punya kuasa dan otoritas dan bisa meneguhkan bahwa itulah suara Tuhan dan sabda langsung dari Roh Tuhan. Umat pilihan Tuhan hanya perlu mendengar firman Tuhan untuk memastikan itulah suara-Nya. Mengapa para pendeta dan penatua bisa menghukum Tuhan Yang Mahakuasa? Bagi para antikristus yang tidak mengenali inkarnasi Tuhan, dan tidak mengakui Tuhan dapat mengatakan kebenaran, sekalipun mereka lihat segala kebenaran yang disampaikan Tuhan dan merasa bahwa firman-Nya mengandung kuasa dan otoritas, mereka tetap tidak percaya Tuhan bisa bicara seperti itu tidak mengakui bahwa segala ucapan Tuhan adalah kebenaran. Apa masalahnya? Bisa kau jelaskan? Inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman bicara kepada seluruh umat manusia, tapi berapa banyak yang dapat dengar suara Tuhan? Saat ini ada banyak kaum beragama melihat Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, tapi tidak tahu itu suara Tuhan; firman yang Tuhan katakan dianggap perkataan manusia, bahkan memakai pemahaman manusia untuk menghakimi, memfitnah, dan menghukum-Nya. Apa mereka memiliki hati yang takut akan Tuhan? Bukankah mereka sama saja seperti orang Farisi dahulu? Mereka semua benci kebenaran dan menghukum Tuhan. Firman Tuhan punya otoritas dan kuasa yang besar, tapi mereka tidak dengar bahwa itulah suara Tuhan. Mungkinkah mereka itu domba-domba Tuhan? Hati mereka telah dibutakan; sekalipun mendengar, tidak mengerti, sekalipun melihat, mereka gagal paham. Mana mungkin mereka layak diangkat Tuhan? Inkarnasi Tuhan di akhir zaman menyatakan kebenaran, dan menyingkapkan kalangan beragama: mana orang percaya yang sejati dan palsu, siapa yang cinta kebenaran dan siapa yang membencinya, gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis bodoh. Semua terpisah dengan sendirinya, masing-masing sesuai jenisnya. Firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Semua orang fasik akan dihajar oleh firman yang keluar dari mulut Tuhan, semua orang benar akan diberkati oleh firman yang keluar dari mulut-Nya ..." ("Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Dengan begitu, mereka yang dapat mendengar suara Tuhan telah menemukan kedatangan Tuhan yang kedua, diangkat ke hadapan takhta Tuhan, menghadiri pesta kawin Anak Domba. Merekalah gadis-gadis bijaksana, manusia yang paling beruntung.

Untuk mendengar suara Tuhan, kita harus mendengar dengan hati dan roh. Pemikiran yang serupa dapat saling memahami. Firman Tuhan adalah kebenaran, punya kuasa dan otoritas; mereka yang punya hati dan roh pasti dapat merasakannya. Banyak orang, setelah baca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dapat memastikan itulah suara Tuhan, ucapan-Nya. Setiap kali Tuhan berinkarnasi, Dia mengerjakan satu tahap pekerjaan; tidak seperti para nabi, yang diarahkan Tuhan, hanya berkata-kata dalam konteks tertentu. Bila inkarnasi Tuhan mengerjakan satu tahapan pekerjaan, Dia harus sampaikan banyak firman; harus mengungkap banyak kebenaran, menyingkapkan rahasia, dan bernubuat. Ini butuh waktu tahunan atau beberapa dekade untuk digenapi. Contohnya, dalam pekerjaan penebusan, Tuhan Yesus lebih dahulu berkhotbah "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat" (Matius 4:17), mengajar manusia mengaku dosa, bertobat, mengampuni, bertahan, dan menderita, memikul salib, serta semua yang harus diikuti manusia di Zaman Kasih Karunia. Dia nyatakan watak kasih dan belas kasih Tuhan, juga mengungkapkan rahasia kerajaan surga, serta syarat untuk memasukinya; hanya setelah penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke surga pekerjaan penebusan Tuhan selesai. Firman yang disampaikan Tuhan Yesus kebenaran dari Tuhan kepada manusia dalam pekerjaan penebusan-Nya. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa datang, menyampaikan kebenaran yang sucikan dan selamatkan manusia. Melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, menyatakan kepada manusia watak asli-Nya yang berpusat pada kebenaran. Dia menyingkapkan seluruh rahasia besar rencana pengelolaan-Nya selama enam ribu tahun; Dia telah membuka Zaman Kerajaan dan mengakhiri Zaman Kasih Karunia. Firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah pencurahan alami dari esensi kehidupan Tuhan dan pengungkapan watak-Nya; seluruh tahap pekerjaan firman Tuhan yang dikerjakan di akhir zaman untuk menyucikan dan menyelamatkan manusia. Mari baca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan dengar apa ini adalah kebenaran dan suara Tuhan.

Firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Ketika Tuhan menjadi daging kali ini, pekerjaan-Nya untuk mengungkapkan watak-Nya, terutama melalui hajaran dan penghakiman. Dengan landasan ini, Ia membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia, menunjukkan lebih banyak cara praktis, sehingga dapat mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah landasan di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan" (Prakata, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

"Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Akhir zaman telah tiba. Semua makhluk ciptaan akan dikelompokkan menurut jenis mereka, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka. Ini saat ketika Tuhan mengungkap kesudahan manusia dan tempat tujuan mereka. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, tidak akan ada jalan untuk mengungkap ketidakpatuhan serta ketidakbenaran mereka. Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan watak aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncaknya dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman–yang bisa benar-benar mengubahkan dan menyempurnakan manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras. ... Selama akhir zaman, hanya penghakiman yang benar yang dapat mengelompokkan manusia menurut jenisnya dan membawa manusia ke dalam dunia baru. Dengan kata lain, seluruh zaman diakhiri melalui watak Tuhan yang benar, yakni menghakimi penghakiman dan hajaran" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Apakah kini engkau paham apa itu penghakiman dan apa itu kebenaran? Jika engkau sudah paham, Aku menasihatkanmu tunduk dengan patuh untuk dihakimi. Jika tidak, engkau tidak akan pernah punya kesempatan untuk dipuji oleh Tuhan atau dibawa oleh-Nya ke dalam kerajaan-Nya. Orang-orang yang hanya menerima penghakiman, tetapi tidak pernah bisa disucikan, yaitu, mereka yang melarikan diri di tengah-tengah pekerjaan penghakiman, akan selamanya dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Dosa-dosa mereka lebih banyak, dan lebih mendukakan, daripada dosa-dosa orang Farisi, karena mereka telah mengkhianati Tuhan dan adalah pemberontak-pemberontak terhadap Tuhan. Orang-orang seperti itu, yang bahkan tidak layak untuk melayani, akan menerima hukuman yang lebih besar, hukuman yang lebih kekal. Tuhan tidak akan mengampuni pengkhianat mana pun yang pernah mengemukakan kesetiaan dengan kata-kata, tetapi kemudian mengkhianati-Nya. Orang-orang seperti ini akan menerima pembalasan melalui hukuman dalam roh, jiwa, dan tubuh. Bukankah ini tepatnya penyingkapan watak Tuhan yang benar? Bukankah ini tujuan Tuhan dalam menghakimi manusia, dan menyingkapkannya? Tuhan menyerahkan semua orang yang melakukan berbagai perbuatan jahat selama masa penghakiman ke suatu tempat yang dipenuhi oleh roh-roh jahat, membiarkan roh-roh jahat ini menghancurkan tubuh kedagingan mereka sesukanya. Tubuh mereka mengeluarkan bau busuk mayat, hal itu pantas sebagai pembalasan bagi mereka. Tuhan menuliskan dalam buku catatan mereka setiap dosa orang-orang percaya palsu yang tidak setia, rasul-rasul palsu, dan pekerja-pekerja palsu. Lalu, ketika waktunya tiba, Dia melemparkan mereka ke tengah-tengah roh-roh jahat, membiarkan roh-roh jahat ini mencemari seluruh tubuh mereka semaunya, supaya mereka tidak akan bisa mengalami reinkarnasi, dan tidak pernah melihat terang lagi. Orang-orang munafik itu, yang dahulu pernah melayani tetapi tidak mampu tetap setia sampai akhir, diperhitungkan Tuhan di antara orang fasik, supaya mereka berjalan menurut nasihat orang fasik dan menjadi bagian dari kerumunan mereka yang kacau. Pada akhirnya, Tuhan akan membinasakan mereka. Tuhan menyingkirkan dan tidak memperhatikan orang-orang yang tidak pernah setia kepada Kristus atau mendedikasikan upaya apa pun, dan akan membinasakan mereka semua pada saat perubahan zaman. Mereka tidak akan ada lagi di bumi, apalagi memperoleh jalan masuk ke kerajaan Tuhan. Orang-orang yang tidak pernah tulus kepada Tuhan, tetapi memperlakukan Dia secara acuh tidak acuh karena dipaksa keadaan, mereka diperhitungkan di antara orang-orang yang melakukan pelayanan bagi umat-Nya. Hanya sejumlah kecil dari orang-orang seperti itu yang akan bertahan, sedangkan sebagian besar akan binasa bersama orang-orang yang bahkan tidak memenuhi syarat untuk melayani. Akhirnya, Tuhan akan membawa ke dalam kerajaan-Nya semua orang yang sepikiran dengan Tuhan, orang-orang dan anak-anak Tuhan serta mereka yang telah ditentukan sebelumnya oleh Tuhan untuk menjadi imam-imam. Seperti itulah buah yang dihasilkan Tuhan melalui pekerjaan-Nya. Adapun orang-orang yang tidak bisa masuk ke kategori apa pun yang ditentukan Tuhan, mereka akan diperhitungkan sebagai orang tidak percaya. Engkau sekalian pun pasti dapat membayangkan seperti apa kesudahan mereka. Aku telah mengatakan kepada engkau sekalian segala sesuatu yang harus Aku katakan. Jalan yang engkau sekalian pilih adalah keputusan yang harus engkau buat. Yang harus engkau pahami adalah: pekerjaan Tuhan tidak pernah menunggu siapa pun yang tidak bisa mengimbangi-Nya, dan watak Tuhan yang benar tidak berbelas kasihan kepada siapa pun" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, kalian lebih paham cara Tuhan melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman? Jika Tuhan tidak ungkapkan secara terbuka, bagaimana kita bisa memahaminya? Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa nyatakan kebenaran, melakukan penghakiman-Nya. Firman-Nya mengungkapkan esensi dan kondisi dari kerusakan manusia; firman-Nya membongkar segala perlawanan manusia terhadap Tuhan dan manusia yang berwatak Iblis, firman ini menampilkan watak Tuhan yang suci dan benar tidak terbantahkan kepada manusia. Maka, orang-orang telah melihat penampakan dan pekerjaan Tuhan, serta berbalik kepada-Nya, menerima keselamatan dari-Nya.

............

Dari penghakiman firman Tuhan Yang Mahakuasa kita mengetahui dan menyadari keangkuhan, keegoisan, dan tipu muslihat kita, dan dalam segala hal mengkhianati watak Iblis kita. Meskipun kita mungkin telah memberikan diri, menanggung kesukaran, dan membayar harga bagi Tuhan, kita tidak tunduk, dan bahkan tidak memiliki kasih yang sejati kepada Tuhan. Saat ujian dan pencobaan, kita mengeluh tentang Tuhan, mencurigai Tuhan, dan menyangkal Tuhan. Ini membuat kita sadar, bahwa kita yang sangat cemar ini, semua punya watak Iblis. Jika sifat dan watak Iblis kita tidak dapat mencapai penyucian, kita tidak punya penundukan kepada Tuhan maupun kasih sejati kepada-Nya. Dulu, kita pikir kita sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, banyak berkorban dan kerja keras, memberikan diri bagi Tuhan, sehingga menjadi baik, mengasihi Tuhan dan tunduk kepada-Nya. Setelah mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa, barulah kita sadar, meskipun kelihatannya kita bekerja keras bagi Tuhan, namun kita masih sering berbohong dan menipu Tuhan, bermulut manis kepada-Nya, tetap keras kepala, mencari perhatian, dan pamer. Akhirnya kita sadar bahwa usaha dan upaya kita sebenarnya hanya untuk berkat, mendapatkan hadiah yaitu masuk kerajaan surga, kita sekadar berdagang dengan Tuhan. Ini bukan penundukan sejati kepada Tuhan. Bukan wujud kasih kepada Tuhan! Bahkan, tanpa malu kita mengaku paling mengasihi Tuhan dan paling tunduk kepada-Nya. Ini benar-benar bodoh; ini bukan pengetahuan akan Tuhan. Dalam pewahyuan dan penghakiman firman Tuhan, kita sadar Tuhan melihat segala sesuatu, dan hati kita takut dan gentar saat merasakan kesucian-Nya dan keadilan-Nya yang dahsyat watak-Nya yang tidak terbantahkan. Kita merasakan bahwa kita jahat, kita malu bertemu Tuhan, tidak layak hidup di hadapan-Nya, lalu kita tersungkur, meratap dalam pertobatan, bahkan mengutuki diri, dan menampar wajah kita sendiri. Lalu kita sadar telah hidup dalam watak jahat setiap hari, dan sama sekali belum hidup selayaknya manusia, tidak layak disebut manusia. Setelah mengalami banyak penghakiman dan hajaran, ujian dan pemurnian, juga dipangkas dan dibentuk, barulah kita perlahan-lahan mengerti kebenaran, melihat kebenaran tentang betapa rusaknya kita. Saat itulah kita punya pengetahuan yang sejati akan Tuhan, mulai menghormati dan tunduk kepada Tuhan dalam hati kita. Inilah jalan iman yang benar di dalam Tuhan. Semua ini hasil mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan. Jika bukan karena penghakiman dan hajaran firman Tuhan, kita tidak akan mampu melihat gambaran kerusakan kita yang sebenarnya karena Iblis, kita tidak akan pernah tahu alasan kita terus berdosa dan melawan Tuhan, dan tidak akan pernah tahu cara membebaskan diri dari belenggu dosa dan kuasanya atas kita sehingga bisa sepenuhnya taat Tuhan. Jika bukan karena penghakiman firman Tuhan yang keras, kita tidak akan kenal watak-Nya yang benar, megah, dan tak dapat disinggung. tidak bisa menumbuhkan hati yang takut akan Tuhan, dan tidak bisa menjadi orang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Jika Tuhan tidak berinkarnasi, siapa yang sanggup menjalankan pekerjaan penghakiman di akhir zaman? Siapa yang bisa menunjukkan watak Tuhan yang suci, benar, dan tak dapat disinggung kepada manusia? Seandainya Tuhan tidak berinkarnasi, perkataan siapa yang punya kuasa dan otoritas seperti itu untuk menghakimi, menyucikan, dan menyelamatkan kita dari kerusakan kita yang dalam akibat dosa? Firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa menunjukkan status dan identitas-Nya sebagai Tuhan, membuktikan bahwa Dia adalah Pencipta, dan penampakan Tuhan yang benar! Kita telah mengenali suara Tuhan dalam perkataan Tuhan Yang Mahakuasa, dan melihat penampakan Tuhan.

dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik mengenai Injil Kerajaan"