Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Dunia keagamaan percaya bahwa semua hukum Taurat diberikan atas inspirasi Tuhan dan merupakan seluruh firman Tuhan; bagaimana seseorang harus memiliki kepekaan terhadap pernyataan ini?

1

2. Dunia keagamaan percaya bahwa semua hukum Taurat diberikan atas inspirasi Tuhan dan merupakan seluruh firman Tuhan; bagaimana seseorang harus memiliki kepekaan terhadap pernyataan ini?

Firman Tuhan yang Relevan:

Tidak semua hal di dalam Alkitab merupakan catatan perkataan yang diucapkan oleh Tuhan sendiri. Alkitab hanya mendokumentasikan dua tahap pekerjaan Tuhan sebelumnya yaitu satu bagian berupa catatan tentang nubuatan para nabi, dan satu bagian lagi merupakan pengalaman dan pengetahuan yang ditulis orang-orang yang dipakai Tuhan di sepanjang zaman. Pengalaman manusia dicemari oleh pendapat dan pengetahuan manusia, hal ini tak terhindarkan. Di banyak kitab dalam Alkitab terdapat gagasan manusia, prasangka manusia, dan penafsiran manusia yang konyol. Tentu saja, sebagian besar perkataan itu hasil dari pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan merupakan penafsiran yang benar—tetapi tetap belum dapat dikatakan penafsiran tersebut adalah perungkapan kebenaran yang benar-benar tepat. Pandangan mereka tentang hal-hal tertentu tidak lebih dari apa yang mereka ketahui dari pengalaman pribadi, atau pencerahan Roh Kudus. Nubuat para nabi diberi petunjuk oleh Tuhan sendiri: Nubuatan Yesaya, Daniel, Ezra, Yeremia, dan Yehezkiel berasal dari petunjuk langsung Roh Kudus, orang-orang ini adalah para pelihat, mereka telah menerima Roh nubuat, mereka semua adalah nabi Perjanjian Lama. Selama Zaman Hukum Taurat orang-orang ini, yang telah menerima wahyu dari Yahweh, menyampaikan banyak nubuat, yang secara langsung diberi petunjuk oleh Yahweh.

dari “Tentang Alkitab (3)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Selama Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama, sejumlah besar nabi yang diangkat oleh Yahweh untuk bernubuat bagi-Nya. Mereka memberi petunjuk kepada berbagai suku dan bangsa, dan menubuatkan pekerjaan yang akan Yahweh lakukan. Semua orang yang telah diangkat ini telah dikaruniai Roh nubuat oleh Yahweh: Mereka bisa melihat penglihatan-penglihatan yang berasal dari Yahweh dan mendengar suara-Nya, dan dengan cara demikian mereka diilhami oleh-Nya dan mereka pun menuliskan nubuat-nubuat tersebut. Pekerjaan yang mereka lakukan adalah ungkapan dari suara Yahweh-itu adalah pekerjaan nubuat yang mereka lakukan atas nama Yahweh, dan pekerjaan Yahweh pada saat itu hanyalah membimbing orang dengan menggunakan Roh-Nya; Dia tidak menjadi daging pada saat itu, dan orang-orang tidak melihat wajah-Nya. Oleh karena itulah, Dia mengangkat banyak nabi untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan memberi mereka tutur kata-Nya yang kemudian mereka sampaikan kepada setiap suku dan kaum Israel. Pekerjaan mereka adalah bernubuat, dan beberapa di antara mereka menuliskan petunjuk Yahweh kepada mereka untuk ditunjukkan kepada orang lain. Yahweh mengangkat orang-orang ini untuk bernubuat, untuk meramalkan pekerjaan di masa depan atau pekerjaan yang masih harus diselesaikan pada masa itu, agar orang-orang dapat memandang kehebatan dan kebijaksanaan Yahweh. Kitab-kitab nubuat ini sangat berbeda dari kitab-kitab lain di dalam Alkitab; kitab ini berisi perkataan-perkataan yang diucapkan atau ditulis oleh mereka yang telah dikaruniai Roh bernubuat—ditulis oleh mereka yang telah mendapat penglihatan atau mendengar suara Yahweh. Selain kitab-kitab nubuat ini, semua bagian yang lain dalam Perjanjian Lama adalah catatan yang dibuat oleh orang-orang sesudah Yahweh menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kitab-kitab ini tidak bisa menggantikan nubuat yang diucapkan oleh nabi-nabi yang diangkat oleh Yahweh, sama seperti Kitab Kejadian dan Keluaran tidak bisa dibandingkan dengan Kitab Yesaya dan Kitab Daniel. Nubuatan-nubuatan itu diucapkan sebelum pekerjaan dilaksanakan; sedangkan kitab-kitab lain ditulis sesudah pekerjaan diselesaikan, karena hanya itu yang bisa orang lakukan. … Dengan demikian, apa yang tercatat di dalam Alkitab adalah murni pekerjaan di Israel pada masa itu. Kata-kata yang diucapkan oleh para nabi, oleh Yesaya, Daniel, Yeremia, dan Yehezkiel … kata-kata mereka meramalkan pekerjaan Yahweh yang lainnya di muka bumi, mereka meramalkan pekerjaan Tuhan Yahweh itu sendiri. Semua ini berasal dari Tuhan, semua ini adalah pekerjaan Roh Kudus, dan selain dari kitab-kitab nabi ini, segala sesuatu yang tertulis adalah catatan tentang pengalaman manusia selama berlangsungnya pekerjaan yang Yahweh lakukan pada masa itu.

dari “Tentang Alkitab (1)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Saat ini, orang percaya bahwa Alkitab adalah Tuhan, dan Tuhan adalah Alkitab. Jadi, apakah mereka juga percaya bahwa semua kata-kata dalam Alkitab adalah satu-satunya perkataan yang diucapkan oleh Tuhan, dan bahwa semuanya itu diucapkan oleh Tuhan. Mereka yang percaya kepada Tuhan bahkan mengira meskipun enam puluh enam kitab Perjanjian Lama dan Baru semuanya ditulis oleh manusia, semuanya memperoleh wahyu dari Tuhan, dan semuanya merupakan catatan perkataan Roh Kudus. Ini penafsiran manusia yang salah, dan hal ini tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Sesungguhnya, selain kitab-kitab nubuat, sebagian besar Perjanjian Lama adalah catatan sejarah. Beberapa surat Perjanjian Baru berasal dari pengalaman orang, dan beberapa merupakan hasil dari pencerahan Roh Kudus; Surat-surat Paulus, misalnya, muncul dari pekerjaan manusia, surat-surat itu semuanya hasil dari pencerahan Roh Kudus, ditulis untuk jemaat-jemaat, berisi kata-kata nasihat dan dorongan bagi saudara seiman di jemaat-jemaat. Perkataan itu tidak diucapkan oleh Roh Kudus—Paulus tidak dapat berbicara atas nama Roh Kudus, dan ia juga bukan seorang nabi, apalagi memperoleh penglihatan. Surat-suratnya ditulis untuk jemaat-jemaat di Efesus, Filadelfia, Galatia, dan jemaat-jemaat lain. Dengan demikian, surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru adalah surat-surat yang ditulis Paulus untuk jemaat-jemaat, dan bukan wahyu Roh Kudus, juga bukan ucapan langsung Roh Kudus. Surat-surat itu hanyalah kata-kata nasihat, penghiburan, dan dorongan yang ditulisnya untuk jemaat selama pekerjaannya. Jadi, surat-surat itu juga adalah catatan sebagian besar pekerjaan Paulus pada masa itu. Mereka ditulis untuk semua saudara-saudari seiman dalam Tuhan, untuk membuat saudara-saudari seiman di seluruh jemaat pada masa itu mengikuti nasihatnya dan menaati semua jalan Tuhan Yesus. Paulus sama sekali tidak mengatakan bahwa, baik jemaat-jemaat pada masa itu maupun masa yang akan datang, semua harus makan dan minum perkara-perkara yang berasal dari dia, Paulus juga tidak mengatakan semua perkataannya berasal dari Tuhan. Berdasarkan keadaan jemaat pada masa itu, ia hanya berbicara dengan saudara-saudari seiman, menasihati mereka, dan membangkitkan iman mereka; dan ia hanya berkhotbah atau mengingatkan orang-orang dan menasihati mereka. Kata-katanya didasarkan pada bebannya sendiri, dan ia mendukung orang melalui kata-kata ini. Ia melakukan pekerjaan seorang rasul jemaat pada masa itu, ia seorang pekerja yang dipakai oleh Tuhan Yesus, dengan demikian ia diberi tanggung jawab atas jemaat-jemaat, ia dibebani dengan tugas melakukan pekerjaan jemaat-jemaat, ia harus memahami bagaimana keadaan saudara-saudara seiman—karena itu, ia menulis surat untuk semua saudara seiman dalam Tuhan. Segala hal membangun dan positif yang dikatakannya kepada orang memang benar, tetapi tidak merepresentasikan ucapan Roh Kudus itu sendiri, dan Paulus tidak dapat merepresentasikan Tuhan. Adalah pemahaman yang sangat buruk, dan penghujatan yang sangat besar, jika orang menganggap catatan pengalaman manusia dan surat-surat seorang rasul sebagai kata-kata yang diucapkan oleh Roh Kudus kepada jemaat-jemaat! Hal itu secara khusus benar dalam hal surat-surat yang ditulis Paulus untuk jemaat-jemaat, karena surat-suratnya ditulis untuk saudara-saudara seiman berdasarkan keadaan dan situasi masing-masing jemaat pada masa itu, untuk menasihati saudara-saudara seiman di dalam Tuhan, supaya mereka dapat menerima anugerah Tuhan Yesus. Surat-suratnya ditulis untuk membangun saudara-saudara seiman pada masa itu. Dapat dikatakan bahwa ini merupakan beban dirinya sendiri, juga beban yang ditanggungkan kepadanya oleh Roh Kudus; bagaimanapun, dialah rasul yang memimpin jemaat-jemaat pada masa itu, yang menulis surat untuk jemaat-jemaat dan menasihati mereka—itu adalah tanggung jawabnya. Identitasnya semata-mata seorang rasul yang melakukan pekerjaan, dan ia semata-mata rasul yang diutus oleh Tuhan; ia bukan seorang nabi, atau seorang penubuat. Jadi bagi Paulus, pekerjaannya sendiri dan kehidupan saudara-saudari seiman-lah yang terpenting. Dengan demikian, ia tidak mungkin berbicara atas nama Roh Kudus. Kata-katanya bukanlah perkataan Roh Kudus, terlebih lagi tidak bisa dikatakan sebagai perkataan Tuhan, karena Paulus tidak lebih dari makhluk ciptaan Tuhan, dan tentu saja bukan inkarnasi Tuhan. Identitasnya tidak sama dengan identitas Yesus. Perkataan Yesus adalah perkataan Roh Kudus, itu adalah perkataan Tuhan, karena identitas-Nya adalah Kristus—Anak Tuhan. Bagaimana mungkin Paulus bisa setara dengan Dia? Jika orang melihat surat-surat atau perkataan Paulus sebagai ucapan Roh Kudus, dan menyembahnya sebagai Tuhan, maka dapat dikatakan mereka terlalu sembarangan. Lebih tegas lagi, bukankah ini artinya penghujatan? Bagaimana mungkin seseorang berbicara atas nama Tuhan? Dan bagaimana mungkin orang tunduk di hadapan catatan surat-surat Paulus dan kata-kata yang diucapkannya seolah-olah itu kitab suci, atau kitab surgawi? Dapatkah perkataan Tuhan diucapkan oleh manusia dengan tidak serius? Bagaimana mungkin seseorang berbicara atas nama Tuhan? Jadi, bagaimana pendapat engkau—mungkinkah surat-surat yang ditulisnya untuk jemaat-jemaat tidak dicemari oleh gagasannya sendiri? Bagaimana mungkin surat-surat itu tidak dicemari dengan gagasan manusia? Ia menulis surat untuk jemaat-jemaat berdasarkan pengalaman pribadi dan taraf kehidupannya sendiri. Misalnya, Paulus menulis surat kepada jemaat Galatia yang memuat pendapat tertentu, dan Petrus menulis surat yang lain, yang mengemukakan pendapat lainnya. Manakah di antara keduanya berasal dari Roh Kudus? Tidak seorang pun bisa mengatakan secara pasti. Dengan demikian, yang dapat dikatakan hanyalah bahwa mereka keduanya menanggung beban bagi jemaat-jemaat, tetapi surat-surat mereka menggambarkan tingkat pertumbuhan mereka, surat-surat itu menggambarkan ketetapan dan dukungan mereka untuk saudara-saudara seiman, dan beban yang mereka tanggung bagi jemaat-jemaat, dan surat-surat itu hanya menggambarkan pekerjaan manusia; tidak sepenuhnya dari Roh Kudus. Jika engkau mengatakan bahwa surat-suratnya adalah perkataan Roh Kudus, maka engkau konyol, dan engkau melakukan penghujatan! Surat-surat Paulus dan surat-surat lainnya dalam Perjanjian Baru setara dengan tulisan tokoh-tokoh rohani baru belakangan ini. Surat-surat itu sejajar dengan buku-buku Watchman Nee atau pengalaman hidup Lawrence, dan lain-lain. Hanya saja, buku-buku tokoh rohani yang baru ini tidak dikumpulkan ke dalam Perjanjian Baru, tetapi orang-orang ini pada hakikatnya sama: Mereka orang-orang yang dipakai Roh Kudus selama waktu tertentu, dan mereka tidak dapat secara langsung merepresentasikan Tuhan.

dari “Tentang Alkitab (3)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Injil Matius dalam Perjanjian Baru mendokumentasikan silsilah Yesus. Pada awalnya, dikatakan Yesus adalah keturunan Abraham, anak Daud, dan anak Yusuf; selanjutnya dikatakan Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dan lahir dari seorang perawan—yang berarti Dia bukan anak Yusuf atau keturunan Abraham, bukan anak Daud. Namun, silsilah itu bersikeras untuk mengaitkan Yesus dengan Yusuf. Selanjutnya, silsilah itu mulai memperlihatkan catatan mengenai proses kelahiran Yesus. Dikatakan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan dari seorang perawan, dan bukan anak Yusuf. Namun dalam silsilah jelas tertulis Yesus adalah anak Yusuf, dan karena ditulis untuk Yesus, silsilah itu mencatat empat puluh dua generasi. Ketika sampai pada generasi Yusuf, dengan segera silsilah itu mengatakan Yusuf adalah suami Maria, perkataan yang dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Yesus keturunan Abraham. Tidakkah ini sebuah kontradiksi? Silsilah dengan jelas mendokumentasikan garis keturunan Yusuf, ini jelas silsilah Yusuf, tetapi Matius bersikeras ini silsilah Yesus. Tidakkah hal ini menyangkal kenyataan tentang konsepsi Yesus dikandung oleh Roh Kudus? Dengan demikian, apakah silsilah Matius itu bukan gagasan manusia? Hal ini sungguh menggelikan! Dengan demikian, engkau tahu bahwa kitab ini tidak sepenuhnya berasal dari Roh Kudus.

dari “Tentang Alkitab (3)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Sekarang, siapakah dari antaramu berani mengatakan bahwa perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang dipakai Roh Kudus itu semuanya berasal dari Roh Kudus? Adakah orang yang berani berkata demikian? Jika engkau berkata seperti itu, mengapa kitab nubuat Ezra dibuang, dan mengapa hal yang sama dilakukan pada kitab-kitab yang ditulis oleh orang-orang kudus dan para nabi di masa lampau? Jika semua itu berasal dari Roh Kudus, mengapa engkau semua berani membuat pilihan yang seenaknya begitu? Apakah engkau semua layak memilih pekerjaan Roh Kudus? Banyak cerita dari Israel juga dibuang. Jika engkau percaya bahwa tulisan-tulisan dari masa lalu ini semua berasal dari Roh Kudus, mengapa beberapa kitab dibuang? Jika semua itu berasal dari Roh Kudus, semua harus dijaga, dan dikirim ke saudara dan saudari seiman di gereja-gereja untuk dibaca. Tulisan-tulisan itu tidak boleh dipilah-pilih atau dibuang seturut kehendak manusia; itu perbuatan yang salah. Mengatakan bahwa pengalaman Paulus dan Yohanes bercampur dengan pemahaman pribadi mereka bukan berarti bahwa pengalaman dan pengetahuan mereka berasal dari Iblis, hanya saja ada hal-hal yang berasal dari pengalaman dan pemahaman pribadi mereka. Pengetahuan mereka berdasarkan latar belakang pengalaman nyata mereka pada waktu itu, dan siapa yang dapat berkata dengan yakin bahwa semua pengalaman itu berasal dari Roh Kudus? Jika Keempat Injil semua berasal dari Roh Kudus, mengapa Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes masing-masing mengatakan hal yang berbeda tentang pekerjaan Yesus? Jika engkau semua tidak percaya hal ini, lihatlah catatan di Alkitab mengenai bagaimana Petrus menyangkal Yesus tiga kali: Semuanya berbeda, dan masing-masing memiliki ciri-cirinya sendiri. … Bacalah Keempat Injil dengan saksama. Bacalah apa yang dicatat Keempat Injil ini mengenai perkara-perkara yang dilakukan Yesus, dan perkataan yang diucapkan-Nya. Setiap catatan, dapat dikatakan dengan gamblang, cukup berbeda, dan masing-masing memiliki sudut pandangnya sendiri. Jika hal yang ditulis oleh penulis-penulis kitab ini semua berasal dari Roh Kudus, catatan-catatan itu seharusnya sama dan konsisten. Lalu, mengapa ada perbedaan?

dari “Mengenai Sebutan dan Identitas” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Sebelumnya, para rasul dan nabi menulis berbagai surat, dan mengucapkan banyak nubuat. Kemudian, orang memilih sebagian dari itu untuk dicatat dalam Alkitab, sementara sebagian di antaranya hilang. Karena ada orang-orang yang berkata bahwa segala sesuatu yang mereka katakan berasal dari Roh Kudus, mengapa sebagian dianggap bagus, dan sebagian lagi dianggap jelek? Lalu, mengapa sebagian dipilih, sementara sebagian yang lain tidak? Jika kata-kata itu memang kata-kata yang diucapkan Roh Kudus, perlukah orang menyeleksinya? Mengapa catatan kata-kata yang diucapkan Yesus dan pekerjaan yang Dia lakukan berbeda-beda dalam Keempat Injil?

dari “Mengenai Sebutan dan Identitas” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Sebenarnya, kitab ini hanyalah catatan manusia. Kitab ini tidak dinamai oleh Yahweh sendiri, begitu pula bukan Yahweh sendiri yang membimbing pembuatannya. Dengan kata lain, penulis kitab ini bukanlah Tuhan, tetapi manusia. Kitab Suci hanyalah gelar kehormatan yang diberikan kepadanya oleh manusia. Gelar ini tidak diputuskan oleh Yahweh dan Yesus setelah mereka berdua berdiskusi; gelar ini tidak lebih dari gagasan manusia -karena kitab ini tidak ditulis oleh Yahweh, apalagi Yesus. Sebaliknya, kitab ini adalah catatan dari banyak nabi, rasul, dan pelihat zaman dahulu, yang disusun oleh generasi-generasi selanjutnya menjadi sebuah kitab tentang tulisan-tulisan kuno yang, bagi orang, tampaknya sangat kudus, sebuah kitab yang mereka yakini mengandung banyak misteri mendalam dan tak terpahami, yang menunggu untuk disingkapkan oleh generasi-generasi mendatang. Dengan demikian, orang bahkan lebih cenderung untuk percaya kitab ini adalah kitab surgawi. Dengan penambahan Empat Injil dan Kitab Wahyu, sikap orang terhadap kitab ini sangat berbeda dari kitab lain mana pun, karena itu tidak ada yang berani membedah kitab surgawi ini—karena kitab ini terlalu sakral.

dari “Tentang Alkitab (4)” dalam”Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait