Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Alkitab adalah satu-satunya catatan mengenai dua tahap pekerjaan Tuhan pada Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia; Alkitab bukanlah catatan mengenai seluruh pekerjaan Tuhan.

2

1. Alkitab adalah satu-satunya catatan mengenai dua tahap pekerjaan Tuhan pada Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia; Alkitab bukanlah catatan mengenai seluruh pekerjaan Tuhan.

Ayat Alkitab untuk Referensi:

Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13).

Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah dia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada gereja-gereja” (Wahyu 2:17).

Lihatlah, Singa dari suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang, sehingga ia dapat membuka kitab itu dan melepaskan ketujuh materainya” (Wahyu 5:5).

Firman Tuhan yang Relevan:

Seluruh Alkitab mencatat pekerjaan dua zaman: Yang satu pekerjaan Zaman Hukum Taurat, dan yang satu pekerjaan Zaman Kasih Karunia. Perjanjian Lama mencatat firman-firman Yahweh kepada orang Israel dan pekerjaan-Nya di Israel; Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus di Yudea.

dari “Visi Pekerjaan Tuhan (2)” dalam”Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Engkau harus mengetahui ada berapa banyak bagian di dalam Alkitab; Perjanjian Lama terdiri dari Kejadian, Keluaran …, dan kitab-kitab nubuat yang mereka tulis. Perjanjian Lama diakhiri dengan Kitab Maleakhi. Perjanjian Lama mencatat pekerjaan Zaman Hukum Taurat, yang dipimpin oleh Yahweh; dari Kejadian sampai Maleakhi, ini merupakan catatan yang meliputi banyak hal tentang semua pekerjaan di Zaman Hukum Taurat. Artinya, Perjanjian Lama mencatat semua yang dialami oleh orang-orang yang dipimpin oleh Yahweh di Zaman Hukum Taurat. … Alkitab Perjanjian Lama terutama mencatat pekerjaan Yahweh dalam membimbing Israel, bagaimana Dia memakai Musa untuk membimbing orang Israel keluar dari Mesir, membebaskan mereka dari belenggu Firaun, dan membawa mereka ke padang gurun. Setelahnya, mereka memasuki Kanaan, dan segala sesuatu sesudah ini adalah tentang kehidupan mereka di Kanaan. Selain semua ini, Perjanjian Lama adalah catatan tentang pekerjaan Yahweh di seluruh Israel. Segala sesuatu yang tercatat di Perjanjian Lama adalah pekerjaan Yahweh di Israel, pekerjaan yang Yahweh telah lakukan di tanah di mana Dia menciptakan Adam dan Hawa. Dari saat ketika Tuhan resmi mulai menuntun manusia di bumi sesudah zaman Nuh, semua yang dicatat di Perjanjian Lama adalah pekerjaan Israel. Dan mengapa tidak ada catatan tentang pekerjaan di luar Israel? Karena tanah Israel adalah tempat kelahiran umat manusia. Pada mulanya, tidak ada negara lain selain Israel, dan Yahweh tidak bekerja di tempat lain. Dengan demikian, apa yang tercatat di dalam Alkitab adalah murni pekerjaan di Israel pada masa itu. Kata-kata yang diucapkan oleh para nabi, oleh Yesaya, Daniel, Yeremia, dan Yehezkiel … kata-kata mereka meramalkan pekerjaan Yahweh yang lainnya di muka bumi, mereka meramalkan pekerjaan Tuhan Yahweh itu sendiri. Semua ini berasal dari Tuhan, semua ini adalah pekerjaan Roh Kudus, dan selain dari kitab-kitab nabi ini, segala sesuatu yang tertulis adalah catatan tentang pengalaman manusia selama berlangsungnya pekerjaan yang Yahweh lakukan pada masa itu.

… Hal-hal yang dicatat di Perjanjian Lama adalah pekerjaan Yahweh di Israel, dan hal-hal yang dicatat di Perjanjian Baru adalah pekerjaan Yesus di Zaman Kasih Karunia; semuanya mendokumentasikan pekerjaan yang Tuhan lakukan di dua zaman yang berbeda. Perjanjian Lama mendokumentasikan pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat, dan karenanya, Perjanjian Lama adalah buku sejarah, sedangkan Perjanjian Baru adalah produk dari pekerjaan di Zaman Kasih Karunia. Ketika pekerjaan baru dimulai, kitab-kitab ini menjadi kedaluwarsa-dan karenanya, Perjanjian Baru juga merupakan buku sejarah. Tentu saja Perjanjian Baru tidaklah sesistematis Perjanjian Lama dan juga tidak mencatat lebih banyak hal. Semua perkataan yang Yahweh ucapkan di Perjanjian Lama dicatat dalam Alkitab, sedangkan hanya beberapa dari perkataan Yesus yang dicatat dalam keempat kitab Injil. Tentu saja, Yesus juga melakukan banyak pekerjaan, tetapi itu tidak dicatat secara rinci. Sedikitnya jumlah catatan yang tercatat dalam Perjanjian Baru disebabkan karena seberapa banyak pekerjaan yang Yesus lakukan; jumlah pekerjaan-Nya selama tiga setengah tahun di bumi ditambah dengan pekerjaan para rasul, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Yahweh. Oleh karenanya, terdapat lebih sedikit kitab di Perjanjian Baru dibandingkan Perjanjian Lama.

Buku seperti apakah Alkitab itu? Perjanjian Lama berisi tentang pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat. Perjanjian Lama dari Alkitab mencatat semua pekerjaan yang dilakukan oleh Yahweh selama Zaman Hukum Taurat dan pekerjaan penciptaan-Nya. Seluruh isinya mencatat pekerjaan yang telah dilakukan oleh Yahweh, dan kisah tentang pekerjaan Yahweh itu diakhiri dalam Kitab Maleakhi. Perjanjian Lama mencatat dua bagian pekerjaan yang telah Tuhan lakukan: yang pertama adalah pekerjaan penciptaan, dan yang kedua adalah pendeklarasian hukum Taurat. Keduanya adalah pekerjaan yang Yahweh lakukan. Zaman Hukum Taurat merepresentasikan pekerjaan Tuhan di bawah nama Yahweh; ini adalah keseluruhan pekerjaan yang terutama dilaksanakan di bawah nama Yahweh. Jadi, Perjanjian Lama mencatat pekerjaan Yahweh, sedangkan Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus, pekerjaan yang terutama dilakukan di bawah nama Yesus. Apa makna terpenting dari nama Yesus dan pekerjaan yang dilakukan-Nya dicatat di dalam Perjanjian Baru. Di masa Perjanjian Lama, Yahweh membangun bait dan altar di Israel. Dia membimbing kehidupan orang Israel di bumi, membuktikan bahwa mereka adalah orang pilihan-Nya, yaitu kelompok orang pertama yang Dia pilih di muka bumi dan yang berkenan di hati-Nya, kelompok pertama yang dipimpin-Nya secara pribadi. Dengan kata lain, kedua belas suku bangsa Israel adalah orang-orang terpilih yang pertama, jadi Tuhan selalu bekerja di dalam mereka, sampai saat pekerjaan Yahweh di Zaman Hukum Taurat berakhir. Tahap kedua pekerjaan ini adalah pekerjaan pada Zaman Kasih Karunia dari Perjanjian Baru, dan ini dilaksanakan di antara suku Yehuda, salah satu dari kedua belas suku Israel. Cakupan pekerjaan itu lebih kecil karena Yesus adalah Tuhan yang menjadi daging. Yesus hanya bekerja di tanah Yudea, dan hanya melakukan tiga-setengah-tahun pekerjaan; oleh karenanya, apa yang tercatat di Perjanjian Baru tidaklah bisa melampaui jumlah pekerjaan yang tercatat dalam Perjanjian Lama. Pekerjaan Yesus di Zaman Kasih Karunia itu terutama dicatat di dalam keempat Kitab Injil. Jalan yang dilalui oleh orang-orang pada Zaman Kasih Karunia adalah jalan perubahan-perubahan yang paling superfisial di dalam cara hidup mereka, sebagian besar di antaranya dicatat di dalam surat rasul.

dari “Tentang Alkitab (1)” dalam”Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Alkitab juga disebut dengan Perjanjian Lama dan Baru. Tahukah engkau sekalian merujuk ke mana kata “perjanjian”? “Perjanjian” dalam Perjanjian Lama berasal dari perjanjian Yahweh dengan bangsa Israel saat Dia membunuh orang Mesir dan menyelamatkan orang Israel dari Firaun. Tentu, bukti perjanjian ini adalah darah anak domba yang dioleskan pada ambang pintu, yang digunakan oleh Tuhan untuk membuat sebuah perjanjian dengan umat manusia, yang di dalamnya dikatakan bahwa semua orang yang memiliki darah anak domba di kedua tiang pintu dan ambang atas adalah orang Israel, mereka orang-orang pilihan Tuhan, dan mereka semua akan diselamatkan oleh Yahweh (karena Yahweh kemudian akan membunuh semua anak lelaki sulung orang Mesir serta domba dan ternak sulung). Perjanjian ini memiliki dua tingkatan makna. Tidak seorang pun dan tak satu pun ternak Mesir akan diselamatkan oleh Yahweh. Dia akan membunuh semua anak sulung manusia serta domba dan ternak sulung. Oleh karena itu, dalam banyak kitab nubuat, dinubuatkan bahwa orang Mesir dihajar dengan berat sebagai hasil dari perjanjian Yahweh. Ini adalah tingkatan pertama dari makna perjanjian. Yahweh membunuh anak lelaki sulung orang Mesir serta semua ternak sulung mereka, dan Dia membiarkan hidup seluruh orang Israel, yang berarti semua yang berada di tanah Israel dilindungi oleh Yahweh, dan semuanya akan dibiarkan hidup; Dia ingin melakukan pekerjaan jangka panjang dengan mereka, dan membuat perjanjian dengan mereka dengan menggunakan darah anak domba. Sejak itu, Yahweh tidak akan membunuh orang Israel, dan berkata bahwa mereka akan selalu menjadi umat pilihan-Nya. Di antara kedua belas suku Israel-lah, Dia akan memulai pekerjaan-Nya di sepanjang Zaman Hukum Taurat, Dia akan memberi semua hukum-Nya kepada orang Israel, dan memilih di antara mereka sebagai para nabi serta hakim, dan mereka akan berada di pusat pekerjaan-Nya. Dia membuat sebuah perjanjian dengan mereka: Kecuali zaman berubah, Dia hanya akan bekerja di antara orang-orang pilihan. Perjanjian Yahweh tidak tergoyahkan, karena dibuat dengan darah, dan dibuat bersama orang-orang pilihan-Nya. Lebih penting, Dia telah memilih jangkauan dan sasaran tepat yang digunakan untuk memulai pekerjaan-Nya untuk seluruh zaman, dan dengan demikian orang memandang perjanjian itu sebagai hal yang sangat penting. Inilah tingkatan kedua dari makna perjanjian tersebut. Dengan pengecualian pada kitab Kejadian, yang ada sebelum perjanjian dibuat, semua kitab lain dalam Perjanjian Lama mencatat pekerjaan di antara orang Israel setelah perjanjian dibuat. Tentu saja, sesekali ada cerita tentang bangsa-bangsa non Yahudi, namun keseluruhan, Perjanjian Lama mencatat pekerjaan Tuhan di Israel. Karena perjanjian Yahweh dengan orang Israel, kitab-kitab yang ditulis selama Zaman Hukum Taurat disebut sebagai “Perjanjian Lama.” Semua kitab tersebut dinamai berdasarkan perjanjian Yahweh dengan orang Israel.

Perjanjian Baru dinamai berdasarkan darah yang ditumpahkan oleh Yesus pada salib dan perjanjian-Nya dengan semua orang yang percaya kepada-Nya. Perjanjian Yesus adalah ini: Orang hanya perlu memercayai-Nya agar segala dosa mereka dapat diampuni oleh darah-Nya, dan kemudian mereka akan diselamatkan, dan dilahirkan kembali melalui Dia, dan tidak lagi menjadi orang berdosa; orang hanya perlu memercayai-Nya untuk menerima anugerah-Nya, dan tidak akan menderita di neraka setelah mereka mati. Semua kitab yang ditulis selama Zaman Kasih Karunia adalah tentang perjanjian ini, dan semuanya mencatat pekerjaan dan ucapan-ucapan yang ada di dalamnya. Semua kitab tersebut berbicara tidak lebih dari penyelamatan penyaliban Tuhan Yesus atau perjanjian; semuanya adalah kitab yang ditulis oleh saudara dalam Tuhan yang mengalaminya. Jadi, kitab- kitab ini juga dinamai berdasarkan sebuah perjanjian: Semua itu disebut Perjanjian Baru. Dua perjanjian ini hanya mencakup Zaman Kasih Karunia serta Zaman Hukum Taurat, dan tidak memiliki keterkaitan dengan zaman akhir.

dari “Tentang Alkitab (2)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Bahwa Alkitab tidak lebih dari catatan sejarah tentang pekerjaan Tuhan, dan bukti atas dua tahap pekerjaan Tuhan sebelumnya, dan tidak memberi engkau pemahaman tentang tujuan pekerjaan Tuhan. Setiap orang yang telah membaca Alkitab tahu bahwa Alkitab mencatat secara rinci dua tahap pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Perjanjian Lama membukukan sejarah Israel dan pekerjaan Yahweh sejak masa penciptaan hingga akhir Zaman Hukum Taurat. Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus di bumi, yang ada dalam Empat Injil, serta pekerjaan Paulus; bukankah itu catatan sejarah? … Dengan membaca Alkitab, paling-paling engkau hanya akan memahami sedikit tentang sejarah Israel, engkau akan belajar tentang kehidupan Abraham, Daud, dan Musa, engkau akan mengetahui bagaimana mereka menghormati Yahweh, bagaimana Yahweh menghanguskan orang-orang yang menentang Dia, dan bagaimana Dia berbicara kepada orang-orang pada masa itu. Engkau hanya akan mengetahui tentang pekerjaan Tuhan di masa lalu. Catatan Alkitab berkaitan dengan bagaimana orang-orang Israel pada zaman dahulu menghormati Tuhan dan hidup di bawah bimbingan Yahweh. Karena orang Israel adalah umat pilihan Tuhan, dalam Perjanjian Lama engkau dapat melihat kesetiaan semua orang Israel kepada Yahweh dan bagaimana semua orang yang taat kepada Yahweh dipelihara dan diberkati oleh-Nya. Engkau juga dapat belajar bahwa ketika Tuhan melakukan pekerjaan-Nya di Israel, Dia penuh belas kasihan dan kasih, serta memiliki lidah api yang menyala-nyala, dan semua orang Israel, dari yang rendah sampai yang perkasa, menghormati Yahweh, dan karena itu seluruh negeri mereka diberkati oleh Tuhan. Demikianlah sejarah Israel yang dicatat dalam Perjanjian Lama.

dari “Tentang Alkitab (4)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Jika engkau ingin melihat pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat, dan melihat bagaimana bangsa Israel mengikuti jalan Yahweh, maka engkau harus membaca Perjanjian Lama; jika engkau ingin memahami pekerjaan pada Zaman Kasih Karunia, engkau harus membaca Perjanjian Baru. Tetapi bagaimana jika engkau ingin melihat pekerjaan pada akhir zaman? Engkau harus menerima kepemimpinan Tuhan pada zaman sekarang, dan memasuki pekerjaan pada zaman ini, karena inilah pekerjaan yang baru itu, yang belum pernah tercatat dalam Alkitab. Pada zaman ini, Tuhan telah menjadi daging dan memilih orang-orang pilihan lainnya di Tiongkok. Tuhan bekerja di dalam diri orang-orang ini. Dia melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi, melanjutkan pekerjaan yang dilakukan-Nya dari Zaman Kasih Karunia. Pekerjaan pada zaman sekarang adalah jalan yang belum pernah dijalani oleh manusia dan belum pernah dilihat oleh siapa pun. Ini adalah pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya-ini adalah pekerjaan terbaru Tuhan di muka bumi. Jadi, pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya bukanlah sejarah, karena kini adalah kini, dan belum menjadi masa lalu. Orang-orang tidak tahu bahwa Tuhan telah melakukan pekerjaan yang lebih besar, yang lebih baru di bumi, dan di luar Israel. Pekerjaan ini telah terjadi di luar cakupan Israel, dan di luar nubuatan para nabi. Ini adalah pekerjaan yang baru dan menakjubkan di luar nubuatan, dan pekerjaan yang lebih baru di luar Israel, dan ini adalah pekerjaan yang tidak bisa dipahami atau dibayangkan orang. Mungkinkah Alkitab memuat catatan-catatan yang jelas mengenai pekerjaan seperti ini? Siapakah yang bisa terlebih dulu mencatat setiap bagian pekerjaan Tuhan zaman ini, tanpa kelalaian? Siapa yang bisa mencatat pekerjaan yang lebih besar dan lebih bijaksana, yang menentang tradisi ini dalam buku tua yang berjamur? Pekerjaan pada zaman ini bukanlah sejarah, dan karenanya, jika engkau ingin menapaki jalan baru pada hari ini, engkau harus beranjak dari Alkitab, engkau harus melangkah melampaui kitab-kitab nubuatan atau sejarah yang ada dalam Alkitab. Hanya dengan begitu engkau akan dapat menapaki jalan yang baru ini dengan benar, hanya dengan begitu engkau akan bisa memasuki dunia dan pekerjaan yang baru tersebut.

dari “Tentang Alkitab (1)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait