Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Saksi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

V. Kita Harus Menjadi Saksi Aspek Kebenaran Mengenai Perbedaan Antara Pekerjaan Penghakiman Tuhan pada Akhir Zaman dan Pekerjaan Penebusan-Nya pada Zaman Kasih Karunia

3. Apa perbedaan antara kehidupan gereja pada Zaman Kasih Karunia dan kehidupan gereja pada Zaman Kerajaan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Ketika di Zaman Kasih Karunia, Tuhan kembali ke surga tingkat ke tiga, pekerjaan penebusan Tuhan terhadap seluruh umat manusia sebenarnya telah bergerak menuju tahap akhirnya. Yang tersisa di bumi adalah salib yang Yesus bawa, kain kafan yang membungkus Yesus dan mahkota duri dan jubah ungu yang Yesus kenakan (itu semua adalah objek yang orang Yahudi gunakan untuk mengejek-Nya). Artinya, pekerjaan penyaliban Yesus telah menyebabkan huru-hara untuk sejangka waktu tertentu dan kemudian mereda. Sejak saat itu, murid-murid Yesus mulai meneruskan pekerjaan-Nya, menggembalakan, dan menyirani gereja-gereja di mana-mana. Isi pekerjaan mereka adalah ini: supaya semua orang bertobat, mengakui dosa-dosa mereka, dan dibaptis; para rasul menyebarkan kisah di balik penyaliban Yesus dan apa yang sebenarnya terjadi, semua orang tidak bisa tidak berlutut di hadapan Yesus untuk mengakui dosa-dosa mereka, dan para rasul juga menyebarkan firman yang Yesus ucapkan dan hukum dan perintah yang Dia tetapkan ke mana-mana. Sejak saat itu, dimulailah pembangunan gereja di Zaman Kasih Karunia. … Pekerjaan semacam itu dan firman yang disampaikan terus berlanjut sampai hari ini dan itu sebabnya mengapa berita itu masih dibagikan di gereja-gereja agamawi saat ini dan tidak ada yang berubah sama sekali.

dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (6)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Semua pekerjaan yang dilakukan oleh manusia merupakan tugas yang perlu dilakukannya sebagai salah satu ciptaan dan dilakukan tatkala digerakkan atau diterangi oleh Roh Kudus. Pedoman yang dihasilkan oleh orang-orang seperti ini adalah bagaimana cara menjalani kehidupan sehari-hari dan bagaimana agar manusia dapat bertindak selaras dengan kehendak Tuhan. ... adalah memimpin. Entah jalan baru atau lama, pekerjaan tersebut dilakukan dengan dasar tidak melenceng dari prinsip-prinsip Alkitab. Apakah gereja-gereja lokal dipulihkan atau dibangun, pekerjaan mereka adalah mendirikan gereja. Pekerjaan yang mereka lakukan dalam melanjutkan pekerjaan Yesus dan rasul-rasul-Nya belumlah selesai ataupun berkembang lebih lanjut pada Zaman Kasih Karunia. Yang mereka lakukan dalam pekerjaan mereka adalah semata-mata melakukan kembali apa yang Yesus minta dalam pekerjaan-Nya untuk dilakukan generasi-generasi setelah Dia, seperti tetap menudungi kepala mereka, melakukan pembaptisan, memecah-mecah roti, atau minum anggur. Dapat dikatakan pekerjaan mereka semata-mata berpegang pada Alkitab dan mencari jalan hanya dari dalam Alkitab. Mereka tidak menghasilkan kemajuan yang baru sama sekali. Oleh karena itu, yang dapat orang lihat dalam pekerjaan mereka hanyalah penemuan cara-cara baru di dalam Alkitab, juga tindakan-tindakan yang lebih baik dan lebih realistis. Orang tidak dapat melihat di dalam pekerjaan mereka kehendak Tuhan yang sekarang, apalagi pekerjaan baru yang akan Tuhan lakukan di akhir zaman. Ini karena jalan yang mereka tempuh masih jalan yang lama; tidak ada kemajuan dan tidak ada yang baru. Mereka terus menerus mengingat fakta tentang "penyaliban Yesus", tindakan yang "meminta orang untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka", perkataan bahwa "orang yang bertahan sampai pada akhir akan diselamatkan", perkataan bahwa "laki-laki adalah kepala perempuan, dan perempuan harus tunduk kepada suaminya." Selain itu, mereka juga memelihara gagasan tradisional yang mengatakan bahwa "perempuan tidak boleh berkhotbah, dan mereka hanya boleh taat."

dari "Misteri Inkarnasi (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Segala perkataanmu sudah usang. Perkataan itu entah soal naik ke atas takhta, atau mempersiapkan tingkat pertumbuhan untuk menjadi raja; entah menyangkal diri atau menundukkan tubuh seseorang; entah bersabar atau memetik pelajaran dari segala sesuatu; entah kerendahan hati atau kasih. Bukankah ini semua sekadar menyanyikan lagu lama? Hanya perkara menyebut hal yang sama dengan nama yang berbeda! Entah masalah menudungi kepala seseorang atau memecah-mecah roti, atau menumpangkan tangan dan berdoa, dan menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Apakah ada pekerjaan yang baru? Apakah mungkin ada peluang untuk perkembangan?

dari "Mengenai Sebutan dan Identitas" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pendeta dan pemimpin di kalangan keagamaan, misalnya, bergantung pada kemampuan dan kedudukan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Orang yang mengikuti mereka dalam waktu yang lama akan tertular oleh bakat mereka dan dipengaruhi oleh sebagian dari siapa mereka. Mereka berfokus pada bakat, kemampuan, dan pengetahuan manusia, dan mereka memperhatikan beberapa hal adikodrati dan banyak doktrin mendalam yang sangat tidak realistis (tentu saja, doktrin mendalam ini tidak dapat dicapai). Mereka tidak berfokus pada perubahan pada watak manusia, tetapi mereka berfokus pada pelatihan kemampuan berkhotbah dan bekerja manusia, meningkatkan pengetahuan manusia dan berbagai doktrin keagamaan. Mereka tidak berfokus pada sejauh mana watak manusia berubah atau sejauh mana manusia memahami kebenaran. Mereka tidak memperhatikan hakikat manusia, apalagi berusaha mengetahui keadaan normal dan abnormal manusia. Mereka tidak menentang gagasan manusia atau mengungkapkan gagasan mereka, apalagi memperbaiki kekurangan atau kerusakan mereka. Sebagian besar orang yang mengikuti mereka melayani dengan bakat alami mereka, dan apa yang mereka ungkapkan adalah pengetahuan dan kebenaran agama yang samar, yang tidak berhubungan dengan kenyataan dan benar-benar tidak dapat memberikan kehidupan kepada manusia.

dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Setiap kali kaum agamawi berkumpul, mereka bertanya, "Saudaraku, bagaimana keadaanmu?" Ia menjawab, "Aku merasa berutang kepada Tuhan dan aku tidak mampu memenuhi kerinduan hati-Nya." Yang lain berujar, "Aku juga berutang kepada Tuhan dan tidak mampu memuaskan-Nya." Kalimat semacam ini sesungguhnya mengungkap kekejian yang mengakar di dalam hati mereka. Inilah kalimat yang paling menjijikkan. Sifat orang-orang ini menentang Tuhan. Mereka yang memusatkan perhatian pada realitas mengeluarkan segala isi hatinya dan membuka hati dalam komunikasi mereka. Tiada kepalsuan, tidak pula ada basa-basi atau senda gurau kosong. Yang ada hanyalah keterbukaan, tanpa terkekang aturan duniawi. Ada orang yang gemar pamer, sekalipun tanpa alasan yang masuk akal. Saat orang lain bernyanyi, ia mulai menari, tanpa menyadari bahwa kebusukannya tercium hingga hidung orang lain. Perilaku manusia seperti ini jauh dari kata saleh maupun terhormat, dan jelas-jelas terlalu sembrono. Inilah manifestasi krisis realitas! Beberapa orang berkumpul untuk membahas perihal hidup di dalam Roh. Meski mereka tidak membahas tentang kewajiban kepada Tuhan, mereka menyimpan kasih kepada Tuhan dalam hatinya. Kewajibanmu kepada Tuhan tidak ada kaitannya dengan orang lain. Ini karena engkau berutang kepada Tuhan, bukan manusia. Jadi, apa gunanya terus membahasnya dengan orang lain? Engkau harus menekankan pentingnya mendalami realitas, bukan kegiatan lahiriah atau aksi pamer.

dari "Keyakinan kepada Tuhan Harus Berfokus pada Realitas, Bukan Ritual Keagamaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kebanyakan orang memberikan penekanan khusus pada perilaku dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, sebagai hasil dari perubahan yang terjadi dalam perilaku mereka. Setelah percaya kepada Tuhan, mereka berhenti bersengketa dengan orang lain, mereka berhenti bertengkar dan menghina orang, mereka berhenti merokok dan minum, mereka tidak mencuri properti milik umum—apakah itu paku atau kayu—bahkan mereka tidak lagi pergi ke pengadilan ketika mereka menderita kerugian atau diperlakukan dengan salah. Tidak diragukan, ada perubahan yang terjadi dalam perilaku mereka. Karena, setelah percaya kepada Tuhan, menerima jalan yang benar membuat mereka merasa sangat baik, dan karena mereka juga telah merasakan kasih karunia pekerjaan Roh Kudus, mereka menjadi sangat bersemangat, bahkan tidak ada satu pun yang tidak bisa mereka tinggalkan atau tidak lakukan. Tetapi setelah percaya selama tiga, lima, sepuluh, atau tiga puluh tahun—karena tidak ada perubahan dalam watak hidup mereka, pada akhirnya, mereka kembali lagi kepada jalan-jalan mereka yang lama, kecongkakkan dan tinggi hati kembali tumbuh dan mereka mulai bertengkar mencari kuasa dan keuntungan, mereka mengingini uang gereja, mereka melakukan apa saja yang memuaskan kepentingan mereka, mereka menginginkan status dan kesenangan, dan mereka menjadi parasit di rumah Tuhan. Kebanyakan pemimpin, secara khusus, ditinggalkan. Dan fakta ini membuktikan apa? Perubahan yang hanya berkaitan dengan perilaku tidak akan bertahan. Jika tidak ada perubahan dalam watak kehidupan seseorang, maka cepat atau lambat, sisi jahatnya akan tampak dengan sendirinya.

dari "Perbedaan Antara Perubahan Di Luar dan Perubahan dalam Watak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Yang paling penting dalam mengikuti Tuhan, yaitu segalanya harus sesuai dengan firman Tuhan pada zaman sekarang: entah engkau mengejar untuk masuk ke dalam hidup entah memenuhi kehendak Tuhan, semuanya harus terpusat pada firman Tuhan pada zaman sekarang. Jika apa yang engkau bicarakan dan kejar tidak terpusat pada firman Tuhan pada zaman sekarang, maka engkau adalah orang asing bagi firman Tuhan dan sama sekali kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Yang diinginkan Tuhan ialah orang-orang yang mengikuti jejak-Nya. Sebagus dan semurni apa pun pemahamanmu sebelumnya, Tuhan tidak menginginkannya, dan jika hal-hal seperti itu tidak dapat engkau singkirkan, itu akan menjadi penghalang yang luar biasa untuk jalan masukmu di masa depan. Semua orang yang dapat mengikuti terang Roh Kudus saat ini, diberkati. ... "Mengikuti pekerjaan Roh Kudus" berarti memahami kehendak Tuhan pada zaman sekarang, dapat bertindak sesuai dengan tuntutan Tuhan di masa sekarang, dapat mematuhi dan mengikuti Tuhan zaman sekarang, dan masuk sesuai dengan perkataan-perkataan terbaru dari Tuhan. Hanya inilah, seseorang yang mengikuti pekerjaan Roh Kudus dan berada dalam aliran Roh Kudus. Orang seperti itu tidak hanya dapat menerima pujian Tuhan dan melihat Tuhan, tetapi juga dapat mengetahui watak Tuhan dari pekerjaan Tuhan yang terbaru, dan dapat mengetahui gagasan serta ketidaktaatan manusia, serta sifat dan hakikat manusia, dari pekerjaan-Nya yang terbaru. Lebih jauh lagi, mereka dapat secara bertahap mengalami perubahan dalam watak mereka selama pelayanannya. Hanya orang-orang seperti ini yang dapat memperoleh Tuhan dan benar-benar menemukan jalan yang benar.

dari "Kenali Pekerjaan Tuhan yang Terbaru dan Ikuti Jejak-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika seseorang benar-benar bisa masuk ke dalam realita firman Tuhan dari perkara dan firman yang dikehendaki oleh-Nya, maka ia akan menjadi orang yang disempurnakan oleh Tuhan. Bisa dikatakan bahwa pekerjaan dan firman Tuhan benar-benar efektif bagi orang ini, sehingga firman Tuhan menjadi kehidupannya, ia memperoleh kebenaran, dan ia bisa hidup sesuai firman Tuhan. Setelah ini, sifat dagingnya, yaitu dasar dari keberadaannya yang asli, akan goncang dan hancur. Setelah seseorang memiliki firman Tuhan sebagai hidupnya, ia menjadi manusia baru. Firman Tuhan menjadi hidupnya; visi pekerjaan Tuhan, tuntutan-Nya atas manusia, pewahyuan-Nya tentang manusia, dan standar bagi kehidupan sejati yang Tuhan tuntut manusia untuk meraihnya dan menjadi kehidupannya–ia hidup sesuai dengan firman dan kebenaran ini, dan orang ini disempurnakan oleh firman Tuhan. Ia mengalami kelahiran kembali dan menjadi orang baru lewat firman-Nya.

dari "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Sebelumnya:Apa perbedaan antara cara Tuhan Yesus bekerja pada Zaman Kasih Karunia dan cara Tuhan Yang Mahakuasa bekerja pada Zaman Kerajaan?

Selanjutnya:Apa perbedaan antara apa yang dipercayakan Tuhan kepada orang pada Zaman Kasih Karunia dan yang dipercayakan Tuhan kepada orang pada Zaman Kerajaan?