Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Saksi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

I. Kita Harus Menjadi Saksi untuk Aspek Kebenaran Mengenai Inkarnasi Tuhan

4. Mengapa Tuhan tidak menggunakan manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman tetapi justru harus berinkarnasi dan melakukannya sendiri?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak" (Yohanes 5:22).

"Dan Dia juga sudah memberikan kepada-Nya otoritas untuk mengadakan penghakiman, karena Dia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:27).

 

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan seluruh rencana pengelolaan Tuhan secara pribadi dilakukan oleh Tuhan Sendiri. Tahap pertama—penciptaan dunia—dilakukan secara pribadi oleh Tuhan Sendiri, dan jika tidak, maka tidak ada yang akan mampu menciptakan umat manusia. Tahap kedua adalah penebusan seluruh umat manusia, dan itu juga secara pribadi dilakukan oleh Tuhan Sendiri. Tahap ketiga sudah jelas: Ada kebutuhan yang lebih besar untuk akhir dari semua pekerjaan Tuhan dilakukan oleh Tuhan Sendiri. Pekerjaan menebus, menaklukkan, mendapatkan, dan menyempurnakan seluruh umat manusia semuanya dilakukan secara pribadi oleh Tuhan Sendiri. Jika Dia tidak secara pribadi melakukan pekerjaan ini, maka identitas-Nya tidak dapat digambarkan oleh manusia, atau pekerjaan-Nya dilakukan oleh manusia. Untuk mengalahkan Iblis, untuk mendapatkan manusia, dan untuk memberikan manusia kehidupan yang normal di bumi, Dia secara pribadi memimpin manusia dan secara pribadi bekerja di antara manusia. Demi seluruh rencana pengelolaannya, dan demi semua pekerjaan-Nya, Dia secara pribadi harus melakukan pekerjaan ini. Jika manusia hanya percaya bahwa Tuhan datang untuk dilihat olehnya dan membuatnya bahagia, maka keyakinan seperti ini tidak ada nilainya. Keyakinan ini tidak ada artinya. Pengetahuan manusia terlalu dangkal! Hanya dengan melaksanakannya sendiri Tuhan dapat melakukan pekerjaan ini secara menyeluruh dan tuntas. Manusia tidak mampu melakukannya atas nama Tuhan. Karena manusia tidak memiliki identitas Tuhan atau hakikat-Nya, dia tidak mampu melakukan pekerjaan-Nya, dan walaupun manusia melakukannya, pekerjaan itu tidak akan ada hasilnya. Pertama kali Tuhan menjadi manusia adalah demi penebusan, untuk menebus semua manusia dari dosa, untuk membuat manusia dapat ditahirkan dan diampuni atas dosa-dosanya. Pekerjaan penaklukan juga secara pribadi dilakukan oleh Tuhan di antara manusia. Jika, selama tahap ini, Tuhan hanya membicarakan nubuat, maka seorang nabi atau seseorang yang berkarunia dapat ditemukan untuk menggantikan tempat-Nya. Jika hanya nubuat yang dibicarakan, manusia dapat menggantikan Tuhan. Namun jika manusia secara pribadi melakukan pekerjaan Tuhan Sendiri dan harus bekerja dalam kehidupan manusia, mustahil baginya untuk melakukan pekerjaan ini. Pekerjaan itu harus dilakukan secara pribadi oleh Tuhan Sendiri: Tuhan secara pribadi harus menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan ini. Di Zaman Firman, jika hanya nubuat yang disampaikan, maka nabi Yesaya atau Elia dapat ditemukan untuk melakukan pekerjaan ini, dan tidak perlu bagi Tuhan Sendiri untuk melakukannya secara pribadi. Karena pekerjaan yang dilakukan pada tahap ini bukan hanya membicarakan nubuat, dan karena pekerjaan firman lebih penting digunakan untuk menaklukkan manusia dan mengalahkan Iblis, pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh manusia, dan harus secara pribadi dilakukan oleh Tuhan Sendiri. Di Zaman Hukum Taurat, Yahweh melakukan sebagian dari pekerjaan Tuhan, setelah itu Dia menyampaikan beberapa firman dan melakukan sebagian pekerjaan melalui para nabi. Itu karena manusia dapat menggantikan pekerjaan Yahweh, dan para pelihat dapat meramalkan berbagai hal dan menafsirkan sebagian mimpi atas nama-Nya. Pekerjaan yang dilakukan pada mulanya bukanlah pekerjaan mengubah watak manusia secara langsung, dan tidak terkait dengan dosa manusia, dan manusia hanya dituntut untuk mematuhi hukum. Jadi, Yahweh tidak menjadi manusia dan menampakkan diri-Nya kepada manusia; sebaliknya, Dia berbicara langsung kepada Musa dan yang lainnya, memerintahkan mereka berbicara dan bekerja atas nama-Nya, dan menyebabkan mereka bekerja secara langsung di antara umat manusia. Tahap pertama pekerjaan Tuhan adalah memimpin manusia. Ini adalah awal dari pertempuran melawan Iblis, tetapi pertempuran ini belum secara resmi dimulai. Perang resmi melawan Iblis dimulai dengan inkarnasi Tuhan yang pertama, dan perang ini terus berlanjut sampai sekarang. Contoh pertama perang ini adalah ketika Tuhan yang berinkarnasi dipaku di kayu salib. Penyaliban Tuhan yang berinkarnasi mengalahkan Iblis, dan itu adalah tahap pertama yang berhasil dalam perang itu. Ketika Tuhan yang berinkarnasi mulai secara langsung bekerja dalam kehidupan manusia, ini adalah awal yang resmi dari pekerjaan mendapatkan kembali manusia, dan karena ini adalah pekerjaan mengubah watak lama manusia, ini adalah pekerjaan melakukan pertempuran melawan Iblis. Tahap pekerjaan yang dilakukan oleh Yahweh pada mulanya hanyalah memimpin kehidupan manusia di bumi. Ini adalah awal dari pekerjaan Tuhan, dan meskipun pekerjaan ini belum melibatkan pertempuran apa pun, atau pekerjaan besar apa pun, pekerjaan ini menjadi dasar bagi pekerjaan pertempuran yang akan datang. Kemudian, tahap kedua dari pekerjaan selama Zaman Kasih Karunia melibatkan perubahan watak lama manusia, yang berarti bahwa Tuhan Sendiri bekerja dalam kehidupan manusia. Ini harus dilakukan secara pribadi oleh Tuhan: Pekerjaan ini menuntut bahwa Tuhan secara pribadi menjadi manusia, dan jika Dia tidak menjadi manusia, tidak ada pribadi lain yang dapat menggantikan Dia dalam tahap pekerjaan ini, karena pekerjaan ini merupakan pekerjaan bertempur secara langsung melawan Iblis. Seandainya manusia melakukan pekerjaan ini atas nama Tuhan, ketika manusia berdiri di hadapan Iblis, Iblis tidak akan menyerah, dan manusia tidak mungkin mengalahkannya. Harus Tuhan yang berinkarnasi yang datang untuk mengalahkan Iblis karena hakikat Tuhan yang berinkarnasi tetaplah Tuhan. Dia tetap hidup sebagai manusia, dan Dia tetap Sang Pencipta. Apa pun yang terjadi, identitas dan hakikat-Nya tidak akan berubah. Dan karena itu, Dia mengenakan daging dan melakukan pekerjaan untuk menyebabkan Iblis menyerah total. Selama tahap pekerjaan di akhir zaman, seandainya manusia melakukan pekerjaan ini dan diperintahkan untuk menyampaikan firman secara langsung, maka dia tidak akan dapat menyampaikannya, dan jika nubuat disampaikan, maka nubuat itu tidak akan mampu menaklukkan manusia. Dengan mengenakan daging, Tuhan datang untuk mengalahkan Iblis dan menyebabkan Iblis menyerah total. Dia benar-benar mengalahkan Iblis, sepenuhnya menaklukkan manusia, dan benar-benar mendapatkan manusia, setelah itu tahap pekerjaan ini selesai, dan keberhasilan tercapai. Dalam pengelolaan Tuhan, manusia tidak dapat menggantikan Tuhan. Terutama, pekerjaan memimpin zaman dan meluncurkan pekerjaan baru bahkan lebih perlu secara pribadi dilakukan oleh Tuhan Sendiri. Memberi wahyu kepada manusia dan memberinya nubuat dapat dilakukan oleh manusia, tetapi jika itu adalah pekerjaan yang harus dilakukan secara pribadi oleh Tuhan, pekerjaan pertempuran antara Tuhan Sendiri dan Iblis, maka pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh manusia. Selama tahap pertama pekerjaan, ketika tidak ada pertempuran melawan Iblis, Yahweh secara pribadi memimpin bangsa Israel menggunakan nubuat yang disampaikan oleh para nabi. Setelah itu, tahap kedua pekerjaan adalah pertempuran melawan Iblis, dan Tuhan Sendiri secara pribadi menjadi manusia, datang sebagai manusia, untuk melakukan pekerjaan ini. Apa pun yang melibatkan pertempuran melawan Iblis juga melibatkan inkarnasi Tuhan, yang berarti bahwa pertempuran ini tidak dapat dilakukan oleh manusia. Jika manusia melakukan pertempuran, dia tidak akan mampu mengalahkan Iblis. Bagaimana manusia dapat memiliki kekuatan untuk melawan Iblis sementara manusia sendiri masih di bawah wilayah kekuasaannya? Manusia berada di tengah: Jika engkau mendekati Iblis, engkau milik Iblis, tetapi jika engkau memuaskan Tuhan, engkau milik Tuhan. Seandainya manusia menggantikan Tuhan dalam pekerjaan pertempuran ini, apakah dia mampu? Jika manusia melakukannya, bukankah dia sudah lama binasa? Bukankah manusia sudah lama masuk ke alam maut? Jadi, manusia tidak dapat menggantikan Tuhan dalam pekerjaan-Nya, yang berarti bahwa manusia tidak memiliki hakikat Tuhan, dan jika engkau melakukan pertempuran melawan Iblis, engkau tidak akan mampu mengalahkannya. Manusia hanya dapat melakukan sebagian pekerjaan; dia dapat memperoleh dukungan dari sebagian orang, tetapi dia tidak dapat menggantikan Tuhan dalam pekerjaan Tuhan Sendiri. Bagaimana manusia dapat bertempur melawan Iblis? Iblis akan menyanderamu bahkan sebelum engkau mulai bertempur. Hanya Tuhan Sendiri yang dapat melakukan pertempuran melawan Iblis, dan atas dasar ini manusia dapat mengikuti Tuhan dan menaati-Nya. Hanya dengan cara ini manusia dapat diperoleh Tuhan dan melepaskan diri dari belenggu Iblis. Apa yang dapat dicapai manusia dengan kebijaksanaannya sendiri, kekuasaan dan kemampuannya terlalu terbatas. Dia tidak mampu menyempurnakan manusia, memimpinnya, dan selanjutnya, mengalahkan Iblis. Kecerdasan dan kebijaksanaan manusia tidak dapat menggagalkan rencana Iblis. Jadi, bagaimana manusia dapat bertempur melawan Iblis?

dari "Memulihkan Kehidupan Normal Manusia dan Membawanya ke Tujuan yang Mengagumkan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebenarnya karena Iblis telah merusak daging manusia, dan manusia adalah pihak yang Tuhan ingin selamatkanlah, Tuhan harus tampil sebagai manusia untuk melakukan pertempuran melawan Iblis dan untuk secara pribadi menggembalakan manusia. Hanya ini yang bermanfaat bagi pekerjaan-Nya. Kedua tubuh inkarnasi Tuhan telah ada untuk mengalahkan Iblis, dan juga telah ada untuk menyelamatkan manusia dengan lebih baik. Itu karena pribadi yang melakukan pertempuran melawan Iblis hanyalah Tuhan, entah itu Roh Tuhan atau tubuh inkarnasi Tuhan. Singkatnya, pribadi yang melakukan pertempuran melawan Iblis tidak mungkin malaikat, apalagi manusia, yang telah dirusak oleh Iblis. Para malaikat tidak berdaya untuk melakukannya, dan manusia bahkan lebih lemah. Dengan demikian, jika Tuhan ingin bekerja dalam kehidupan manusia, jika Dia ingin secara pribadi datang ke bumi untuk bekerja dalam diri manusia, maka Dia secara pribadi harus menjadi manusia, yaitu, Dia harus secara pribadi mengenakan daging, dan dengan identitas-Nya yang melekat dan pekerjaan yang harus Dia lakukan, datang di antara manusia dan secara pribadi menyelamatkan manusia. Jika tidak, jika itu adalah Roh Tuhan atau manusia yang melakukan pekerjaan ini, maka pertempuran ini akan selamanya gagal mencapai hasilnya, dan tidak akan pernah berakhir. Hanya ketika Tuhan menjadi manusia untuk secara pribadi pergi berperang melawan Iblis di antara manusia, maka manusia memiliki kesempatan untuk diselamatkan. Selanjutnya, hanya setelah itu Iblis dipermalukan, dan tidak memiliki kesempatan yang dapat digunakan atau rencana yang dapat dilaksanakan. Pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi tidak dapat dicapai oleh Roh Tuhan, dan seslain itu tidak dapat dilakukan atas nama Tuhan oleh manusia daging, karena pekerjaan yang Dia lakukan adalah demi kehidupan manusia, dan untuk mengubah watak manusia yang rusak. Seandainya manusia ikut serta dalam pertempuran ini, dia hanya akan melarikan diri dalam kekacauan yang menyedihkan, dan benar-benar tidak akan mampu mengubah watak manusia yang rusak. Dia tidak akan mampu menyelamatkan manusia dari salib, atau menaklukkan semua umat manusia yang memberontak, tetapi hanya dapat melakukan sedikit pekerjaan lama sesuai dengan prinsip, atau pekerjaan lain yang tidak terkait dengan kekalahan Iblis. Jadi mengapa repot-repot? Apa makna dari pekerjaan yang tidak dapat mendapatkan umat manusia, apalagi mengalahkan Iblis? Dan karena itu, pertempuran melawan Iblis hanya dapat dilakukan oleh Tuhan Sendiri, dan benar-benar tidak dapat dilakukan oleh manusia. Tugas manusia adalah untuk taat dan mengikuti, karena manusia tidak dapat melakukan pekerjaan membuka zaman baru. Selain itu, dia juga tidak dapat melakukan pekerjaan memerangi Iblis. Manusia hanya dapat memuaskan Sang Pencipta di bawah kepemimpinan Tuhan Sendiri, yang melaluinya Iblis dikalahkan. Inilah satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh manusia. Dan karena itu, setiap kali pertempuran baru dimulai, yang berarti, setiap kali pekerjaan zaman baru dimulai, pekerjaan ini secara pribadi dilakukan oleh Tuhan Sendiri, yang melaluinya Dia memimpin seluruh zaman dan membuka jalan baru bagi seluruh umat manusia.

dari "Memulihkan Kehidupan Normal Manusia dan Membawanya ke Tujuan yang Mengagumkan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Karena yang dihakimi adalah manusia, manusia yang adalah daging dan telah menjadi cemar, dan bukanlah roh Iblis yang dihakimi secara langsung, pekerjaan penghakiman ini tidak dilaksanakan dalam alam roh, tetapi di tengah manusia. Tak ada yang lebih tepat, dan layak, daripada Tuhan dalam daging untuk pekerjaan penghakiman atas daging manusia yang rusak. … Iblis hanya dapat benar-benar dikalahkan jika Tuhan yang menjelma dalam daging menghakimi kecemaran umat manusia. Menjadi sama dengan manusia memiliki kemanusiaan yang normal, Tuhan dalam daging dapat menghakimi langsung ketidakbenaran manusia; inilah tanda kekudusan-Nya, dan keluarbiasaan-Nya. Hanya Tuhan yang berkualitas dan berhak menghakimi manusia, karena Dia punya kebenaran, dan keadilan, Dia yang sanggup menghakimi. Mereka yang tanpa kebenaran dan keadilan tidak layak menghakimi orang lain.

dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kedua tahap pekerjaan Tuhan dilaksanakan dalam identitas inkarnasi-Nya karena keduanya begitu penting bagi keseluruhan pekerjaan pengelolaan-Nya. Dapat dikatakan, tanpa kedua inkarnasi Tuhan, keseluruhan pekerjaan pengelolaan-Nya akan berhenti, dan pekerjaan penyelamatan umat manusia akan menjadi omong kosong yang tak berarti. Penting tidaknya pekerjaan ini didasarkan pada kebutuhan umat manusia, dan realitas kerusakan manusia, dan parahnya ketidaktaatan Setan serta gangguannya atas pekerjaan. Orang yang tepat untuk menjalankan tugas itu ditentukan berdasarkan sifat dan kepentingan dari pekerjaan itu. Bila bicara soal kepentingan pekerjaan ini, masalah metode apa yang akan dipakai—pekerjaan ini dikerjakan langsung oleh Roh, atau dikerjakan oleh Tuhan yang berinkarnasi atau dilakukan melalui manusia—yang pertama disingkirkan adalah pekerjaan yang dikerjakan lewat manusia, dan, berdasarkan sifat dari tugas ini, dan sifat dari pekerjaan Roh versus daging, akhirnya diputuskan tugas ini dilakukan oleh daging karena lebih menguntungkan bagi manusia daripada dikerjakan langsung oleh Roh, dan memberikan lebih banyak manfaat. Inilah pemikiran Tuhan saat memutuskan apakah tugas ini akan dikerjakan oleh Roh atau oleh daging. Ada kepentingan dan dasar untuk tiap tahap pekerjaan. Tahapan-tahapan itu bukanlah imajinasi tanpa dasar, bukan pula dikerjakan semaunya; ada kebijaksanaan tertentu di dalamnya. Itulah kebenaran di balik semua pekerjaan Tuhan.

dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri, jadi sewajarnya harus dilakukan oleh Tuhan sendiri; Pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya. Karena penghakiman adalah penaklukan ras manusia melalui kebenaran, tidak diragukan lagi bahwa Tuhan tetap muncul sebagai gambar inkarnasi untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Dengan kata lain, di akhir zaman, Kristus akan menggunakan kebenaran untuk mengajar manusia di seluruh bumi dan mengungkapkan semua kebenaran kepada mereka. Inilah pekerjaan penghakiman Tuhan.

dari "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana menghidupi kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.

dari "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Karena penghakiman inilah maka kalian dapat melihat bahwa Allah adalah Allah yang benar, bahwa Allah adalah Allah yang kudus. Karena kekudusan dan kebenaran-Nya, Dia telah menghakimi kalian dan mendatangkan murka-Nya ke atas kalian. Karena Dia dapat mengungkapkan watak-Nya yang benar ketika melihat pemberontakan umat manusia, dan karena Dia dapat mengungkapkan kekudusan-Nya ketika melihat kekotoran manusia, ini cukup untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Allah sendiri yang kudus dan tanpa noda, tetapi juga hidup di negeri yang kotor. Jika Dia adalah seorang manusia yang menenggelamkan dirinya bersama orang lain dan jika Dia tidak memiliki unsur kekudusan atau watak yang benar, Dia tidak akan memenuhi syarat untuk menghakimi ketidakbenaran manusia atau menjadi hakim umat manusia. Jika manusia menghakimi manusia, bukankah itu seperti menampar wajah mereka sendiri? Bagaimana mungkin seseorang memiliki hak untuk menghakimi orang yang sama, yang sama kotornya dengan mereka? Satu-satunya yang bisa menilai semua umat manusia yang kotor adalah Allah yang kudus sendiri, dan bagaimana bisa manusia menilai dosa manusia? Bagaimana mungkin manusia bisa melihat dosa manusia, dan bagaimana mereka bisa memenuhi syarat untuk menghukum manusia? Jika Allah tidak mempunyai hak untuk menghakimi dosa manusia, lalu bagaimana mungkin Dia sendiri adalah Allah yang adil? Ketika watak rusak orang-orang terungkap, Dia berbicara untuk menghakimi mereka, dan baru setelah itu mereka dapat melihat bahwa Dia adalah kudus.

dari "Bagaimana Langkah Kedua dari Pekerjaan Penaklukan Menghasilkan Buah" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Bagi mereka yang hidup dalam daging, mengubah watak mereka butuh tujuan untuk diraih, dan mengenal Tuhan butuh menyaksikan perbuatan dan wajah nyata Tuhan. Keduanya hanya dapat dicapai oleh Tuhan yang berinkarnasi dalam daging, dan keduanya hanya dapat diraih oleh daging yang normal dan nyata. Ini sebabnya mengapa inkarnasi penting, dan dibutuhkan oleh manusia yang rusak. Karena manusia ingin mengenal Tuhan, citra tuhan yang samar dan supranatural harus dihapuskan dari hati mereka, karena manusia ingin membuang watak rusaknya, mereka harus lebih dulu mengenali watak rusak mereka. Apabila manusia berupaya untuk menghilangkan citra tuhan yang samar dari hatinya, maka ia akan gagal memperoleh hasilnya. Citra tuhan yang samar di hati manusia tidak dapat dicabut, dibuang, atau benar-benar dihapus oleh firman saja. Dengan begitu, akhirnya tidaklah mungkin melenyapkan hal-hal yang telah sangat berakar dari diri manusia. Hanya Tuhan yang praktis dan citra sejati Tuhan yang dapat menggantikan hal-hal yang samar dan supranatural tersebut, sehingga manusia dapat perlahan-lahan mengetahuinya, dan hanya dengan cara ini hasil yang diinginkan dapat dicapai. Manusia menyadari bahwa Tuhan yang ia cari di masa lalu tidaklah jelas dan supranatural. Kesadaran ini dapat diraih bukan karena kepemimpinan langsung Roh, apalagi pengajaran individu tertentu, melainkan buah dari Tuhan yang berinkarnasi. Pemahaman manusia seperti tak ada apa-apanya saat Tuhan yang berinkarnasi secara resmi melaksanakan pekerjaan-Nya, karena kenormalan dan realitas Tuhan yang berinkarnasi adalah antithesis dari imajinasi manusia akan Tuhan yang samar dan supranatural. Pemahaman manusia yang semula hanya dapat disingkapkan melalui perbandingan kontras terhadap Tuhan yang berinkarnasi. Tanpa perbandingan dengan Tuhan yang berinkarnasi, pemahaman manusia tak dapat disingkapkan; dengan kata lain, tanpa perbandingan dengan kenyataan, hal-hal samar tidak akan dapat diungkapkan. Tak ada yang mampu menggunakan kata-kata untuk melakukan pekerjaan ini, dan tak ada seorang pun yang mampu mengartikan pekerjaan ini dengan menggunakan kata-kata. Hanya Tuhan sendirilah yang dapat melakukan pekerjaan-Nya sendiri, dan tak ada yang lain yang dapat melakukan pekerjaan atas nama-Nya. Tak peduli betapa kayanya bahasa manusia, ia tak mampu mengartikan realitas dan kenormalan Tuhan. Manusia hanya dapat mengenal Tuhan secara lebih nyata, dan hanya dapat melihat Dia dengan lebih jelas, bila Tuhan secara pribadi bekerja di antara manusia dan benar-benar menunjukkan rupa dan keberadaan-Nya. Hal ini tak dapat dicapai oleh manusia mana pun. … Namun, pekerjaan Tuhan dalam rupa daging di Zaman Kasih Karunia dan Zaman Kerajaan, melibatkan watak manusia yang cemar dan pengetahuannya akan Tuhan, dan merupakan bagian yang penting dan sangat dibutuhkan dalam pekerjaan keselamatan. Oleh karena itu, manusia yang cemar lebih membutuhkan keselamatan dari Tuhan yang berinkarnasi, dan lebih butuh pekerjaan langsung dari Tuhan yang berinkarnasi. Umat manusia membutuhkan Tuhan yang berinkarnasi untuk menggembalakan, mendukung, melepaskan dahaga, memberi makan, menghakimi dan menghajarnya, manusia juga butuh lebih banyak kasih karunia dan penebusan yang lebih besar dari Tuhan yang berinkarnasi. Hanya Tuhan dalam daging yang bisa menjadi kepercayaan manusia, gembala manusia, pertolongan nyata saat dibutuhkan, dan inilah pentingnya inkarnasi saat ini dan di masa lalu.

dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Hal terbaik tentang pekerjaan-Nya dalam daging adalah bahwa Dia dapat menyampaikan firman dan nasihat yang akurat, dan kehendak-Nya yang akurat bagi manusia yang mengikuti-Nya, sehingga kemudian pengikut-Nya dapat lebih akurat dan lebih konkret lagi melanjutkan pekerjaan-Nya dalam daging dan kehendak-Nya bagi seluruh umat manusia yang menerima jalan ini. Hanya pekerjaan Tuhan dalam daging di antara manusia yang sungguh mencapai kenyataan keberdaan Tuhan dan tinggal bersama manusia. Hanya pekerjaan inilah yang memenuhi keinginan manusia untuk melihat wajah Tuhan, menyaksikan pekerjaan Tuhan, dan mendengar langsung firman Tuhan. Tuhan yang berinkarnasi mengakhiri zaman hanya saat Yahweh menampakkan diri kembali kepada umat manusia, juga mengakhiri zaman kepercayaan manusia kepada Tuhan yang samar. Secara khusus, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi terakhir kali membawa seluruh umat manusia ke zaman yang lebih realistis, lebih nyata, dan lebih menyenangkan. Dia tidak hanya mengakhiri zaman hukum taurat dan doktrin; lebih penting lagi, Dia menyingkapkan kepada umat manusia Tuhan yang nyata dan seutuhnya, yang benar dan kudus, yang membuka seluruh rencana pengelolaan-Nya dan menunjukkan misteri dan tujuan umat manusia, yang menciptakan umat manusia dan mengakhiri pekerjaan pengelolaan, dan yang tetap tersembunyi ribuan tahun lamanya. Dia benar-benar mengakhiri masa ketidakjelasan, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia ingin mencari wajah Tuhan tetapi tidak mampu, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia melayani iblis, dan memimpin seluruh umat manusia menuju era yang benar-benar baru. Semua ini adalah hasil pekerjaan Tuhan dalam daging, bukan Roh Tuhan. Lagi pula imajinasi manusia, kosong, dan tidak dapat menggantikan wajah sejati Tuhan; watak inheren Tuhan dan pekerjaan Tuhan sendiri tidak dapat ditiru manusia. Tuhan yang tak kasat mata di surga dan pekerjaan-Nya hanya dapat dibawa ke bumi oleh Tuhan yang berinkarnasi, yang secara pribadi melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Ini adalah cara paling ideal di mana Tuhan menampakkan diri pada manusia, di mana manusia melihat Tuhan dan mengenal wajah sejati-Nya, dan itu tak dapat dicapai oleh Tuhan yang tak berinkarnasi.

dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Apa Perbedaan Antara Pekerjaan dari Tuhan yang Berinkarnasi dan Pekerjaan Roh?

Selanjutnya:Apa saja perbedaan yang penting antara Tuhan yang berinkarnasi dan orang yang digunakan oleh Tuhan?

Anda Mungkin Juga Menyukai