Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya (Seri Wajib bagi Orang Percaya Baru)

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 6 Beberapa Pembedaan yang Harus Engkau Miliki dalam Kepercayaanmu kepada Tuhan

1. Pembedaan Antara Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan Tuhan itu sendiri melibatkan pekerjaan semua umat manusia, dan pekerjaan itu juga merepresentasikan pekerjaan seluruh zaman. Artinya, pekerjaan Tuhan itu sendiri merepresentasikan gerakan dan kecenderungan dari semua pekerjaan Roh Kudus, sedangkan pekerjaan para rasul mengikuti pekerjaan Tuhan sendiri dan tidak memimpin zaman, dan juga pekerjaan itu tidak merepresentasikan kecenderungan kerja Roh Kudus di seluruh zaman. Mereka hanya melakukan pekerjaan yang harus dilakukan manusia, yang sama sekali tidak melibatkan pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan Tuhan sendiri adalah proyek dalam pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan manusia hanyalah tugas manusia yang digunakan dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pengelolaan. Karena identitas dan representasi pekerjaan yang berbeda, terlepas dari fakta bahwa keduanya adalah pekerjaan Roh Kudus, ada perbedaan yang jelas dan hakiki antara pekerjaan Tuhan sendiri dan pekerjaan manusia. Selain itu, tingkat pekerjaan yang dilakukan oleh Roh Kudus pada objek pekerjaan dengan identitas yang berbeda bervariasi. Ini adalah prinsip dan ruang lingkup pekerjaan Roh Kudus.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang Tuhan sendiri lakukan sepenuhnya merupakan pekerjaan yang hendak Ia lakukan di dalam rencana pengelolaan-Nya sendiri dan berhubungan dengan pengelolaan besar-Nya. Pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia (yaitu, manusia yang dipakai oleh Roh Kudus) terdiri dari menyediakan pengalaman pribadi bagi dirinya. Terdiri dari menemukan jalan baru pengalaman yang melampaui jalan yang pernah ditempuh oleh para pendahulunya, terdiri dari memimpin saudara-saudari mereka seraya berada di bawah bimbingan Roh Kudus. Yang dihasilkan oleh orang-orang ini adalah pengalaman pribadi mereka, atau tulisan-tulisan rohani yang ditulis oleh manusia-manusia rohani. Meskipun orang-orang ini dipakai Roh Kudus, pekerjaan yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pengelolaan agung yang tercakup dalam rencana enam ribu tahun. Mereka semata-mata manusia yang telah dibangkitkan oleh Roh Kudus dalam periode-periode tertentu untuk memimpin orang-orang dalam aliran Roh Kudus, sampai fungsi yang mereka jalankan berakhir atau sampai hidup mereka berakhir. Pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah mempersiapkan sebuah jalan yang tepat bagi Tuhan sendiri atau melanjutkan satu aspek tertentu dalam pengelolaan yang Tuhan sendiri kerjakan di muka bumi. Dalam diri mereka sendiri, orang-orang ini tidak mampu melakukan pekerjaan yang lebih besar di dalam pengelolaan-Nya, dan mereka juga tidak dapat membuka jalan keluar yang baru, apalagi menyimpulkan seluruh pekerjaan Tuhan dari zaman sebelumnya. Oleh karena itu, pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah merepresentasikan makhluk ciptaan yang menjalankan fungsinya dan tidak dapat merepresentasikan Tuhan itu sendiri yang mengerjakan pelayanan-Nya. Ini dikarenakan pekerjaan yang mereka lakukan tidak seperti pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan sendiri. Pekerjaan mengantarkan zaman yang baru bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia menggantikan Tuhan. Pekerjaan itu tidak dapat dikerjakan oleh siapa pun selain oleh Tuhan sendiri. Semua pekerjaan yang dilakukan oleh manusia terdiri dari melakukan tugasnya sebagai makhluk ciptaan dan dilakukan tatkala digerakkan atau dicerahkan oleh Roh Kudus. Pedoman yang dihasilkan oleh orang-orang ini sepenuhnya terdiri dari menunjukkan kepada manusia jalan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana seharusnya ia bertindak selaras dengan kehendak Tuhan. Pekerjaan manusia tidak melibatkan pengelolaan Tuhan, juga tidak merepresentasikan pekerjaan Roh. Sebagai contoh, pekerjaan Witness Lee dan Watchman Nee adalah memimpin. Entah jalan baru atau lama, pekerjaan tersebut dilakukan bersandarkan prinsip untuk tetap berada dalam lingkup Alkitab. Entah untuk memulihkan gereja lokal ataupun membangun gereja lokal, pekerjaan mereka berkaitan dengan mendirikan gereja. Pekerjaan yang mereka lakukan dalam melanjutkan pekerjaan Yesus dan rasul-rasul-Nya belum selesai atau tidak berkembang lebih lanjut pada Zaman Kasih Karunia. Yang mereka lakukan dalam pekerjaan mereka adalah semata-mata melakukan kembali apa yang Yesus perintahkan di awal pekerjaan-Nya untuk dilakukan oleh generasi-generasi yang muncul setelah Dia, seperti menudungi kepala mereka, menerima baptisan, memecah-mecah roti, atau minum anggur. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan mereka adalah berpegang pada Alkitab dan mencari jalan dari dalam Alkitab. Mereka tidak menghasilkan kemajuan baru apa pun. Oleh karena itu, yang dapat orang lihat dalam pekerjaan mereka hanyalah penemuan cara-cara baru di dalam Alkitab, juga tindakan-tindakan yang lebih baik dan lebih realistis. Orang tidak dapat melihat di dalam pekerjaan mereka kehendak Tuhan yang sekarang, apalagi menemukan pekerjaan baru yang berencana dilakukan oleh Tuhan di akhir zaman. Ini karena jalan yang mereka tempuh masih jalan yang lama; tidak ada pembaruan dan tidak ada kemajuan. Mereka terus berpegang teguh pada fakta tentang penyaliban Yesus, melakukan tindakan meminta orang untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, setia berpegang pada perkataan bahwa "orang yang bertahan sampai pada akhirnya akan diselamatkan, perkataan bahwa laki-laki adalah kepala perempuan, dan perempuan harus patuh kepada suaminya, dan bahkan setia berpegang pada gagasan tradisional yang mengatakan bahwa perempuan tidak boleh berkhotbah, tetapi hanya boleh taat. Jika gaya kepemimpinan semacam ini harus terus dilakukan, Roh Kudus tidak akan pernah dapat melakukan pekerjaan yang baru, untuk membebaskan manusia dari doktrin, ataupun memimpin mereka memasuki alam kebebasan dan keindahan. Oleh karena itu, tahap pekerjaan yang mengubah zaman ini haruslah dikerjakan dan diucapkan oleh Tuhan itu sendiri; jika tidak, tak seorang pun dapat menggantikan Dia untuk melakukannya. Dengan demikian, sejauh ini, seluruh pekerjaan Roh Kudus di luar aliran ini telah terhenti dan mereka yang dahulu dipakai oleh Roh Kudus telah kehilangan arah mereka. Jadi, karena pekerjaan orang-orang yang dipakai oleh Roh Kudus tidak seperti pekerjaan yang dikerjakan Tuhan sendiri, identitas mereka dan subjek yang mereka wakili dalam tindakan mereka pun berbeda. Ini karena pekerjaan yang ingin Roh Kudus kerjakan berbeda, dan oleh sebab itulah kepada mereka yang sama-sama melakukan pekerjaan diberikan identitas dan status yang berbeda. Manusia yang dipakai Roh Kudus mungkin juga melakukan beberapa pekerjaan baru dan mungkin juga menghapuskan beberapa pekerjaan yang dilakukan di zaman sebelumnya, tetapi apa yang mereka lakukan tidak dapat mengungkapkan watak dan kehendak Tuhan di zaman yang baru. Mereka bekerja sekadar mengerjakan pekerjaan zaman sebelumnya, dan tidak untuk mengerjakan pekerjaan baru yang secara langsung bertujuan merepresentasikan watak Tuhan itu sendiri. Dengan demikian, tidak peduli berapa banyak praktik usang yang mereka hapuskan atau berapa banyak praktik baru yang mereka perkenalkan, mereka tetap hanya merepresentasikan manusia dan makhluk ciptaan. Sebaliknya, ketika Tuhan sendiri melakukan pekerjaan-Nya, Ia tidak secara terbuka mengumumkan penghapusan praktik-praktik zaman dahulu atau secara langsung mengumumkan dimulainya zaman yang baru. Dia itu gamblang dan lugas dalam pekerjaan-Nya. Dia terang-terangan dalam melakukan pekerjaan yang ingin Ia lakukan; artinya, Ia secara langsung mengungkapkan pekerjaan yang telah dilakukan-Nya, secara langsung melakukan pekerjaan-Nya sebagaimana yang dimaksudkan dari semula, yang mengungkapkan keberadaan dan watak-Nya. Dari perspektif manusia, watak-Nya, demikian pula pekerjaan-Nya berbeda dari watak dan pekerjaan-Nya di zaman-zaman yang lalu. Namun dari perspektif Tuhan sendiri, ini hanyalah kelanjutan dan perkembangan lebih lanjut dari pekerjaan-Nya. Tatkala Tuhan sendiri bekerja, Ia mengungkapkan firman-Nya dan secara langsung membawa pekerjaan yang baru tersebut. Sebaliknya, tatkala manusia bekerja, pekerjaan itu adalah hasil pertimbangan dan pembelajaran, atau merupakan perluasan pengetahuan dan sistematisasi tindakan yang didirikan di atas dasar pekerjaan orang lain. Dapat dikatakan, esensi pekerjaan yang dilakukan oleh manusia adalah mengikuti tatanan yang sudah ada dan "menapaki jalan lama dengan mengenakan sepatu baru." Ini artinya, bahkan jalan yang ditempuh oleh manusia yang dipakai oleh Roh Kudus pun dibangun di atas dasar yang telah dibuka oleh Tuhan sendiri. Jadi, kesimpulan semua yang telah dibahas adalah, manusia tetaplah manusia, dan Tuhan tetaplah Tuhan.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di Zaman Kasih Karunia, Yesus juga banyak berbicara dan melakukan banyak pekerjaan. Apa bedanya Dia dengan Yesaya? Apa bedanya Dia dengan Daniel? Apakah Dia seorang nabi? Kenapa dikatakan Dia adalah Kristus? Apa perbedaan di antara mereka? Mereka semua adalah manusia yang mengatakan sesuatu dan perkataan mereka kurang lebih terlihat sama bagi manusia. Mereka semua berkata-kata dan melakukan pekerjaan. Para nabi di Perjanjian Lama menyampaikan nubuatan dan begitu juga Yesus. Kenapa demikian? Perbedaannya di sini didasarkan pada sifat pekerjaannya. Untuk bisa membedakannya, engkau tidak bisa hanya memperhatikan sifat alami daging. Engkau tidak boleh memperhatikan kedalaman atau kedangkalan kata-kata seseorang. Engkau harus selalu pertama-tama memperhatikan pekerjaannya dan dampak dari pekerjaannya dalam diri manusia. Nubuatan yang disampaikan oleh para nabi pada saat itu tidak memberikan kehidupan pada manusia dan pesan yang diterima oleh orang-orang seperti Yesaya dan Daniel hanya sekadar nubuatan dan bukan jalan kehidupan. Jika bukan karena pewahyuan langsung dari Yahweh, maka tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan itu, yang tidak mungkin dilakukan manusia fana. Yesus juga berkata banyak, tapi firman-Nya adalah jalan kehidupan yang olehnya manusia bisa menemukan jalan pengamalan. Jadi, bisa dikatakan bahwa, pertama, Yesus bisa memberikan kehidupan kepada manusia, karena Yesus adalah kehidupan; kedua, Dia bisa membalikkan kecenderungan manusia yang menyimpang; ketiga, pekerjaan-Nya adalah meneruskan pekerjaan Yahweh untuk melanjutkan zaman; keempat, Dia bisa memenuhi kebutuhan dalam diri manusia dan mengerti apa yang kurang dari diri manusia; kelima, Dia bisa mengantar kita memasuki zaman yang baru dan mengakhiri zaman yang lama. Itu sebabnya Dia disebut Tuhan dan Kristus; bukan hanya karena Dia berbeda dari Yesaya, tetapi juga dari semua nabi yang lain. Kita lihat Yesaya sebagai perbandingan dalam hal pekerjaan para nabi. Pertama, Yesaya tidak bisa memberikan kehidupan kepada manusia; kedua, dia tidak bisa mengantar kita masuk ke zaman yang baru. Dia bekerja di bawah kepemimpinan Yahweh dan tidak bisa mengantar kita masuk ke zaman yang baru. Ketiga, apa yang dikatakannya adalah di luar pengertiannya sendiri. Dia menerima pewahyuan langsung dari Roh Tuhan, dan orang lain tidak mengerti, bahkan setelah mendengarnya. Ini saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa kata-katanya tidak lebih dari sekadar nubuatan biasa, tidak lebih dari satu aspek pekerjaan yang dilakukan atas nama Yahweh. Dia tidak bisa mewakili Yahweh secara sempurna. Dia adalah hamba Yahweh, alat dalam pekerjaan Yahweh. Dia hanya melakukan pekerjaan dalam Zaman Hukum Taurat dan dalam ruang lingkup pekerjaan Yahweh; dia tidak melakukan pekerjaan di luar Zaman Hukum Taurat. Sebaliknya, pekerjaan Yesus berbeda. Dia melampaui ruang lingkup pekerjaan Yahweh; Dia bekerja sebagai Tuhan yang berinkarnasi dan disalib untuk menebus seluruh umat manusia. Itu berarti Dia melakukan pekerjaan baru di luar pekerjaan yang dilakukan Yahweh. Inilah yang dimaksud mengantar masuk ke zaman yang baru. Bukti lain adalah Dia mampu mengatakan apa yang tidak bisa dimengerti manusia. Pekerjaan-Nya adalah pekerjaan di dalam pengelolaan Tuhan dan melibatkan seluruh umat manusia. Dia tidak bekerja hanya dalam diri beberapa orang saja; pekerjaan-Nya juga tidak hanya memimpin beberapa orang saja. Sedangkan tentang bagaimana Tuhan berinkarnasi menjadi manusia, bagaimana Roh memberikan pewahyuan saat itu, dan bagaimana Roh turun ke atas manusia untuk memampukannya melakukan pekerjaan, tidak dapat dilihat atau disentuh manusia. Tidak mungkin kebenaran-kebenaran itu menjadi bukti bahwa Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi. Karena itu perbedaan hanya bisa terlihat lewat pekerjaan dan firman Tuhan, yang dapat dilihat oleh manusia. Hanya inilah yang nyata. Ini karena perkara Roh tidak dapat dilihat olehmu dan hanya bisa dikenali secara jelas oleh Tuhan sendiri, dan bahkan daging Tuhan yang berinkarnasi tidak tahu segala sesuatunya; engkau hanya bisa memastikan apakah Dia Tuhan[a] atau bukan berdasarkan pekerjaan yang sudah Dia lakukan. Dari pekerjaan-Nya, bisa terlihat bahwa, pertama-tama Dia mampu membuka zaman yang baru; kedua, Dia mampu memberikan kehidupan kepada manusia dan menunjukkan kepada manusia jalan yang harus diikuti. Ini sudah cukup membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan itu sendiri. Setidaknya, pekerjaan yang Dia lakukan bisa mewakili Roh Tuhan dan dari pekerjaan itu bisa terlihat bahwa Roh Tuhan ada di dalam Dia. Karena pekerjaan yang dilakukan Tuhan yang berinkarnasi terutama bertujuan mengantar kita masuk ke zaman yang baru, memimpin pekerjaan baru, dan membukakan situasi baru, itu saja sudah cukup membuktikan Dia adalah Tuhan sendiri. Inilah yang membedakan-Nya dari Yesaya, Daniel, dan nabi-nabi besar lainnya.

Dikutip dari "Perbedaan Antara Pelayanan Tuhan yang Berinkarnasi dan Tugas Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau harus tahu bagaimana membedakan pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Apa yang dapat engkau semua lihat dari pekerjaan manusia? Ada banyak unsur pengalaman manusia dalam pekerjaan manusia; apa yang diungkapkan manusia adalah siapa dia. Pekerjaan Tuhan sendiri juga mengungkapkan siapa Dia, tetapi siapa Dia berbeda dengan siapa manusia. Siapa manusia mewakili pengalaman dan kehidupan manusia (apa yang dialami atau ditemui manusia dalam hidupnya, atau filsafat hidup yang dia miliki), dan orang yang tinggal di lingkungan yang berbeda mengungkapkan keberadaan yang berbeda. Apakah engkau memiliki pengalaman sosial atau tidak dan bagaimana engkau benar-benar hidup dan mengalami dalam keluargamu dapat dilihat dalam apa yang engkau ungkapkan. Namun, engkau tidak dapat melihat dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi apakah Dia memiliki pengalaman sosial atau tidak. Dia sangat menyadari hakikat manusia. Dia dapat mengungkapkan semua jenis penerapan yang berkaitan dengan semua jenis orang. Dia bahkan lebih baik dalam mengungkapkan watak rusak dan perilaku suka memberontak manusia. Dia tidak hidup di antara manusia duniawi, tetapi Dia menyadari sifat manusia fana dan semua kerusakan manusia duniawi. Inilah siapa Dia. Meskipun Dia tidak berurusan dengan dunia, Dia tahu aturan berurusan dengan dunia karena Dia sepenuhnya memahami sifat manusia. Dia tahu tentang pekerjaan Roh yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia dan tidak dapat didengar telinga manusia, baik di zaman sekarang maupun di masa lalu. Ini mencakup kebijaksanaan yang bukan filsafat hidup dan keajaiban yang sulit dipahami manusia. Inilah siapa Dia, yang terbuka bagi manusia dan juga tersembunyi dari manusia. Apa yang Dia ungkapkan bukan seperti apa orang yang luar biasa itu, melainkan sifat yang melekat dan keberadaan Roh. Dia tidak melakukan perjalanan keliling dunia tetapi mengetahui segalanya. Dia menghubungi "antropoid" yang tidak memiliki pengetahuan atau wawasan, tetapi Dia mengungkapkan firman yang lebih tinggi daripada pengetahuan dan melampaui manusia-manusia yang hebat. Dia hidup di antara sekelompok orang jahil dan bodoh yang tidak memiliki kemanusiaan dan yang tidak memahami kebiasaan dan kehidupan manusia, tetapi Dia dapat meminta umat manusia untuk menjalani kemanusiaan yang normal, yang pada saat yang sama mengungkapkan kemanusiaan manusia yang dangkal dan rendah. Semua ini adalah siapa Dia, yang lebih tinggi daripada manusia mana pun yang terdiri atas daging-dan-darah. Bagi-Nya, tidak perlu mengalami kehidupan sosial yang rumit, merepotkan, dan kotor untuk melakukan pekerjaan yang perlu Dia lakukan dan secara menyeluruh mengungkapkan hakikat manusia yang rusak. Kehidupan sosial yang kotor tidak membangun daging-Nya. Pekerjaan dan firman-Nya hanya mengungkapkan ketidaktaatan manusia dan tidak membekali manusia dengan pengalaman dan pelajaran untuk menangani dunia. Dia tidak perlu menyelidiki masyarakat atau keluarga manusia ketika Dia memberikan kehidupan kepada manusia. Mengungkap dan menghakimi manusia bukanlah pengungkapan pengalaman daging-Nya; itu adalah mengungkapkan ketidakbenaran manusia setelah lama mengetahui ketidaktaatan manusia dan membenci kerusakan manusia. Semua pekerjaan yang Dia lakukan adalah untuk mengungkapkan watak-Nya kepada manusia dan mengungkapkan keberadaan-Nya. Hanya Dia yang dapat melakukan pekerjaan ini, ini bukanlah sesuatu yang dapat dicapai oleh manusia yang terdiri atas daging-dan-darah.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidak merepresentasikan pengalaman daging-Nya; pekerjaan yang dilakukan manusia merepresentasikan pengalaman manusia. Semua orang berbicara tentang pengalaman pribadinya. Tuhan dapat secara langsung mengungkapkan kebenaran, sedangkan manusia hanya dapat mengungkapkan pengalaman serupa setelah mengalami kebenaran. Pekerjaan Tuhan tidak memiliki aturan dan tidak tunduk pada batasan waktu atau wilayah. Dia dapat mengungkapkan siapa Dia kapan saja, di mana saja. Dia bekerja sesuai kehendak-Nya. Pekerjaan manusia memiliki syarat dan konteks; jika tidak, dia tidak dapat bekerja dan tidak dapat mengungkapkan pengetahuannya tentang Tuhan atau pengalamannya tentang kebenaran. Engkau hanya perlu membandingkan perbedaan di antara mereka untuk mengatakan apakah itu pekerjaan Tuhan sendiri atau pekerjaan manusia.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan mengambil rupa sebagai manusia semata-mata untuk memimpin zaman ini dan memulai pekerjaan baru. Penting bagi engkau semua untuk memahami hal ini. Hal ini sangat berbeda dengan fungsi manusia, dan keduanya tidak dapat disamakan. Manusia perlu dibentuk dan disempurnakan untuk waktu yang lama sebelum ia dapat dipakai untuk melakukan sebuah pekerjaan, dan dibutuhkan kemanusiaan yang sangat besar untuk ini. Manusia bukan saja harus mampu mempertahankan kekuatan nalar kemanusiaannya yang normal, tetapi ia harus lebih jauh memahami banyak prinsip dan aturan yang mengatur perilakunya dalam berhubungan dengan orang lain, tambahan lagi ia harus berkomitmen untuk belajar lebih banyak lagi mengenai kebijaksanaan dan pengetahuan tentang etika manusia. Dengan hal-hal inilah manusia harus diperlengkapi. Namun, tidak demikian halnya dengan Tuhan yang mengambil rupa sebagai manusia, karena pekerjaan-Nya tidak merepresentasikan manusia ataupun merupakan pekerjaan manusia. Sebaliknya, itu adalah ungkapan langsung dari keberadaan-Nya dan penerapan langsung dari pekerjaan yang harus dilakukan-Nya. (Tentu saja, pekerjaan-Nya dilakukan pada saat yang tepat, tidak secara sembarangan dan acak. Pekerjaan-Nya dimulai ketika tiba saatnya untuk melakukan pelayanan-Nya.) Dia tidak mengambil bagian dalam kehidupan manusia ataupun pekerjaan manusia, artinya, kemanusiaan-Nya tidak diperlengkapi dengan satu pun dari hal-hal ini (meskipun ini tidak memengaruhi pekerjaan-Nya). Dia hanya melaksanakan pelayanan-Nya ketika tiba saatnya bagi-Nya untuk melakukannya; apa pun keadaan-Nya, Dia terus maju dengan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya. Apa pun yang diketahui manusia tentang Dia atau apa pun pendapat mereka tentang Dia, pekerjaan-Nya sama sekali tidak terpengaruh.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan manusia memiliki jangkauan dan keterbatasan. Satu orang hanya mampu melakukan pekerjaan pada fase tertentu dan tidak dapat melakukan pekerjaan seluruh zaman—jika tidak, dia akan menuntun manusia ke dalam aturan. Pekerjaan manusia hanya dapat diterapkan pada waktu atau fase tertentu. Ini karena pengalaman manusia memiliki ruang lingkup. Orang tidak dapat membandingkan pekerjaan manusia dengan pekerjaan Tuhan. Cara pengamalan manusia dan pengetahuannya tentang kebenaran semuanya berlaku pada ruang lingkup tertentu. Engkau tidak dapat mengatakan bahwa jalan yang ditempuh manusia sepenuhnya adalah kehendak Roh Kudus karena manusia hanya dapat dicerahkan oleh Roh Kudus dan tidak dapat sepenuhnya dipenuhi oleh Roh Kudus. Hal-hal yang dapat dialami manusia semuanya berada dalam lingkup kemanusiaan normal dan tidak dapat melampaui rentang pikiran dalam pikiran manusia normal. Semua yang memiliki pengalaman pengungkapan praktis berada dalam rentang ini. Ketika mereka mengalami kebenaran, itu selalu merupakan pengalaman kehidupan manusia normal di bawah pencerahan Roh Kudus, bukan mengalami dengan cara yang menyimpang dari kehidupan manusia normal. Mereka mengalami kebenaran yang dicerahkan oleh Roh Kudus berdasarkan proses menjalani kehidupan manusia mereka. Selain itu, kebenaran ini bervariasi menurut orangnya, dan kedalamannya terkait dengan keadaan orang tersebut. Orang hanya dapat mengatakan bahwa jalan yang mereka tempuh adalah kehidupan manusia normal dari orang yang mengejar kebenaran, dan bahwa itu adalah jalan yang ditempuh oleh orang normal yang mendapat pencerahan Roh Kudus. Engkau tidak dapat mengatakan bahwa jalan yang mereka jejaki adalah jalan yang ditempuh oleh Roh Kudus. Dalam pengalaman manusia normal, karena orang yang mengejar tidak sama, maka pekerjaan Roh Kudus juga tidak sama. Selain itu, karena lingkungan yang mereka alami dan rentang pengalaman mereka tidak sama, karena campuran jiwa dan pikiran mereka, pengalaman mereka bercampur hingga derajat yang berbeda. Setiap orang memahami kebenaran sesuai dengan keadaan masing-masing yang berbeda. Pemahaman mereka tentang makna kebenaran yang sebenarnya tidak lengkap dan hanya satu atau beberapa aspek saja. Cakupan bagaimana kebenaran dialami oleh manusia selalu didasarkan pada keadaan masing-masing yang berbeda dan oleh karena itu tidak sama. Dengan demikian, pengetahuan yang diungkapkan tentang kebenaran yang sama oleh orang yang berbeda tidak sama. Artinya, pengalaman manusia selalu memiliki keterbatasan dan tidak dapat sepenuhnya menggambarkan kehendak Roh Kudus, dan pekerjaan manusia tidak dapat dianggap sebagai pekerjaan Tuhan, walaupun apa yang diungkapkan oleh manusia berhubungan sangat erat dengan kehendak Tuhan, walaupun pengalaman manusia sangat dekat dengan pekerjaan penyempurnaan yang akan dilakukan oleh Roh Kudus. Manusia hanya bisa menjadi pelayan Tuhan, yang melakukan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepadanya. Manusia hanya dapat mengungkapkan pengetahuan di bawah pencerahan Roh Kudus dan kebenaran yang diperoleh dari pengalaman pribadinya. Manusia tidak memenuhi syarat dan tidak memiliki kondisi untuk menjadi saluran Roh Kudus. Dia tidak berhak mengatakan bahwa pekerjaan manusia adalah pekerjaan Tuhan. Manusia memiliki prinsip kerja manusia, dan semua manusia memiliki pengalaman yang berbeda dan memiliki kondisi yang berbeda. Pekerjaan manusia mencakup semua pengalamannya di bawah pencerahan Roh Kudus. Pengalaman ini hanya dapat merepresentasikan keberadaan manusia dan tidak merepresentasikan keberadaan Tuhan atau kehendak Roh Kudus. Karena itu, jalan yang ditempuh oleh manusia tidak dapat dikatakan sebagai jalan yang ditempuh oleh Roh Kudus karena pekerjaan manusia tidak dapat merepresentasikan pekerjaan Tuhan, dan pekerjaan manusia dan pengalaman manusia bukanlah kehendak penuh dari Roh Kudus. Pekerjaan manusia cenderung termasuk ke dalam aturan, dan cara kerjanya jelas terbatas pada ruang lingkup yang terbatas dan tidak dapat memimpin manusia menuju jalan yang bebas. Sebagian besar pengikut hidup dalam lingkup terbatas, dan cara mereka mengalami juga terbatas dalam ruang lingkupnya. Pengalaman manusia selalu terbatas. Cara kerjanya juga terbatas pada beberapa jenis dan tidak dapat dibandingkan dengan pekerjaan Roh Kudus atau pekerjaan Tuhan Sendiri—ini karena pada akhirnya pengalaman manusia itu terbatas. Namun, Tuhan melakukan pekerjaan-Nya, tidak ada aturan pada pekerjaan itu. Bagaimanapun pekerjaan itu dilakukan, pekerjaan itu tidak terbatas pada satu cara. Tidak ada aturan apa pun pada pekerjaan Tuhan. Semua pekerjaan-Nya dilepaskan dengan bebas. Tidak peduli berapa banyak waktu yang digunakan manusia untuk mengikuti-Nya, mereka tidak dapat menyimpulkan hukum apa pun tentang cara kerja-Nya. Meskipun pekerjaan-Nya berprinsip, pekerjaan itu selalu dilakukan dengan cara baru dan selalu memiliki perkembangan baru, yang berada di luar jangkauan manusia. Selama satu jangka waktu, Tuhan mungkin memiliki beberapa jenis pekerjaan dan cara memimpin yang berbeda, yang membuat manusia selalu dapat memiliki jalan masuk baru dan perubahan baru. Engkau tidak dapat menemukan hukum mengenai pekerjaan-Nya karena Dia selalu bekerja dengan cara baru. Hanya dengan cara ini para pengikut Tuhan tidak terjatuh ke dalam aturan. Pekerjaan Tuhan Sendiri selalu menghindari gagasan manusia dan melawan gagasan mereka. Hanya mereka yang mengikuti dan mengejar-Nya dengan hati yang tulus dapat mengubah watak mereka dan dapat hidup bebas tanpa tunduk pada aturan apa pun atau dikekang oleh gagasan agama apa pun. Tuntutan yang ditetapkan pekerjaan manusia terhadap manusia didasarkan pada pengalamannya sendiri dan apa yang dia sendiri dapat capai. Standar tuntutan ini terbatas dalam lingkup tertentu, dan cara kerjanya juga sangat terbatas. Karena itu, pengikut secara tidak sadar hidup dalam lingkup terbatas ini; seiring berjalannya waktu, cara kerja ini menjadi aturan dan ritual. Jika pekerjaan satu periode dipimpin oleh orang yang belum menjalani penyempurnaan pribadi oleh Tuhan dan belum menerima penghakiman, pengikutnya semuanya akan menjadi agamawan dan pakar dalam melawan Tuhan. Karena itu, jika seseorang adalah pemimpin yang memenuhi syarat, orang tersebut harus menjalani penghakiman dan menerima penyempurnaan. Mereka yang belum mengalami penghakiman, meskipun mereka mungkin memiliki pekerjaan Roh Kudus, hanya mengungkapkan hal-hal yang samar dan tidak nyata. Seiring waktu, mereka akan memimpin manusia menuju aturan yang samar dan supernatural. Pekerjaan yang Tuhan lakukan tidak sesuai dengan daging manusia. Pekerjaan itu tidak sesuai dengan pikiran manusia dan bertentangan dengan gagasan manusia. Pekerjaan itu tidak bercampur dengan warna agamawi yang tidak jelas. Hasil pekerjaan-Nya tidak dapat dicapai oleh manusia yang belum disempurnakan oleh-Nya dan berada di luar jangkauan pemikiran manusia.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

a. Teks asli tidak mengandung frasa "Apakah Dia Tuhan".

Sebelumnya:Kedua Inkarnasi Menyempurnakan Makna dari Inkarnasi.

Selanjutnya:Pembedaan Antara Pekerjaan Roh Kudus dan Pekerjaan Roh-Roh Jahat